Kategori: Sejarah

studi tentang masa lalu, termasuk peristiwa, tokoh, budaya, dan perkembangan yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Studi sejarah mencakup penelitian, interpretasi, dan analisis terhadap sumber-sumber sejarah, seperti dokumen tertulis, artefak arkeologi, rekaman audio-visual, dan saksi mata. Tujuan dari studi sejarah adalah untuk memahami dan menggambarkan evolusi manusia, peradaban, kebudayaan, dan peristiwa yang membentuk dunia seperti yang kita kenal saat ini.

  • ULAMA MAKKAH BERTHOWAF UNTUK NAHDLATUL ULAMA

    ULAMA MAKKAH BERTHOWAF UNTUK NAHDLATUL ULAMA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kisah ini diceritakan oleh Ketua Umum PBNU Dr KH. Idham Chalid pada tahun 1970-an pada instruktur kader NU di Cisarua Bogor Jawa Barat.
    Pada tahun 1952 NU keluar dari Masyumi. Ketika itu KH. Idham Chalid (30 tahun) sedang berada di Mekkah dan menerima telegram dari KH. Wahid Hasyim, menyatakan bahwa perundingan buntu dan NU terpaksa keluar dari Masyumi.
    KH. Idham sempat dilematis, sebab di satu sisi beliau juga pimpinan top figur Masyumi di Kalimantan, dan disisi lain juga sebagai Sekjen NU. Namun beliau ingat pesan sang ayah, KH. Muhammad Chalid, โ€œHam, ikutilah KH. Abdul Wahab Chasbullah. Insya Allah kamu tidak sesat,โ€ ini yang dipegangi KH. Idham Chalid.
    KH. Idham bercerita, โ€œPada waktu di Mekkah saya bersama T Dalimunte bersama banyak dari kawan-kawan dari NU KH. Dahlan, KH. Masyhuri yang ada di Lasem sekarang ini, Kyai Husien Sumedang, mengumpulkam alim ulama NU dan beberapa jamโ€™iyah sebanyak 41 orang, maka bersama-sama bertawaflah keliling Kaโ€™bah, yaitu pada malam Jumโ€™at. Seluruhnya berkumpul di rumah KH. Dahlan di Mekkah itu, dan saya bacakan telegram ini, lalu bersama-sama ini nawaitu tawaf dan tabarruk minta petunjuk Allah mendoakan umat Islam Indonesia, dipimpin oleh almarhum Syekh Abdul Qadir Mandili min Akbari Ulama Indonesia guru dari semua jemaโ€™ah di Mekkah.โ€
    Kyai Idham menambahkan, โ€œSelesai tawaf berdoalah di Kaโ€™bah itu, yang berdoa lebih dahulu beliau. Kemudian saya sebagai Sekjen Nahdlatul Ulama, dan saya berdoa: Ya Allah, Ya Tuhanku, Ya Rabbi, jikalau NU ini betul-betul akan membawa kebesaran kalimah Allah, dan jikalau jalan yang ditempuh oleh para pemimpin-pemimpin kami ini betul-betul sesuai dengan keridhaan-Mu dan akan menegakkan:
    ู„ุชุฑูุน ุฑุนูŠุชู‡ ูุฃูŠุฏ ู„ู†ุง ูŠู„ ุฑุจ ูˆุงุนุท ู„ู†ุง ู‚ูˆุฉ ุชุณุชู…ุฑ ุฑุถุงูƒ ูˆ ุชุญุช ุฑุนุงูŠุชูƒ ุจุชูˆููŠู‚ูƒ ูˆู‡ุฏุงูŠุชูƒ
    Jikalau tidak, jikalau seandainya NU akan menjadi bencana bagi Umat Islam, Wahai Tuhanku, jikalau dia menyebabkan jatuhnya umat dan kebesaran dari pada kalimah Allah, minta dihancurkan sekarang juga, jangan sampai melangkah.โ€
    Doa ini namanya ibtihal, itu doa terlalu berat sesungguhnya, sama dengan orang yang mendoakan anaknya: Wahai Tuhanku, jikalau dia akan menjadi orang baik panjangkan umurnya, kalau tidak matikan sekarang juga.
    Lalu, sewaktu dalam perjalanan pulang dari Mekkah ke Indonesia, KH. Idham Chalid istikharah di kapal haji, waktu itu yang jadi Menteri Agama Bapak KH. Faqih Usman, orang-orang NU semuanya yang menjadi Pegawai KUA tidak ada yang berani tampil ke muka. Sedikit saja ada tanda-tanda akan memilih NU orang ini bisa dipindah, atau diturunkan pangkatnya.
    Sewaktu mau turun dari kapal haji, masih di tengah laut, KH. Idham Chalid berdoa di waktu subuh dalam istikharah, โ€œWahai Tuhanku, berilah aku petunjuk sebelum aku turun dari kapal ini,โ€ Maka seolah-olah ada satu petunjuk, โ€œSiapa yang mula-mula naik ke kapal ini, itulah imammu.โ€
    Dan Allah telah tentukan, ternyata KH. Abdul Wahab Chasbullah ini menjemput Kyai Idham juga dan banyak lagi para tokoh di pelabuhan itu. Sesampainya beliau (Mbah Wahab) di pelabuhan ada bekas murid beliau bekerja, kapal Kyai Idham masih di tengah laut.
    โ€œBapak Kyai mau menjemput siapa?โ€ kata sang murid.
    Mbah Wahab menjawab, โ€œMau menjemput Idham.โ€
    โ€œMari Pak Kyai saya antar dengan motorboat.โ€
    Diantarlah beliau ini ke kapal, dan berjumpalah Kyai Idham dengan Mbah Wahab.
    Demikianlah, sedikit kisah yang pernah diceritakan KH. Idham Chalid. Beliau menjadi Ketua Umum PBNU di usia 34 tahun tahun 1956, hingga tahun 1984. Berduet dengan KH. Abdul Wahab Chasbullah Rais Aam Nahdlatul Ulama, hingga akhirnya mampu membawa NU selamat dalam menghadapi masa-masa pelik pada masa Orde lama dan Orde baru. (abi sorban)
    KH.Idham Chalid.Al Fatihah
  • Gus Dur dan Malaikat Pencabut Nyawa

    Gus Dur dan Malaikat Pencabut Nyawa

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ada satu cerita, suatu ketika Gus Dur di rawat di RS Gatot Subroto. Menjelang malam tiba-tiba Gus Dur minta pindah rumah sakit. Permintaan itu disampaikan ke Kirun, Budayawan Jawa Timur yang kebetulan ikut menemani Gus Dur. Kirun pun menghubungi Putri Gus Dur, Mbak Yeni Wahid. Singkat cerita akhirnya Gus Dur pindah ke RS MMC (Metropolitan Medical Center).

    Pagi hari sekitar jam 8, Gus Dur meminta Kirun menghubungi pihak RS Gatot Subroto untuk menanyakan apa yang terjadi di rumah sakit itu pasca Gus Dur pindah. Kirun pun akhirnya menghubungi rumah sakit.

    “Anu Gus, setelah njenengan pindah semalam ada 4 pasien yang berdekatan dengan Gus Dur meninggal dunia lewat jam 12 malam,” kata Kirun laporan ke Gus Dur.

    “Makanya aku minta pindah rumah sakit. Sudah dari Magrib tadi aku liat malaikat seliweran di Gatot Subroto. Aku takut malaikat salah ngambil, nanti malah aku yang diambil malaikat,” jawab Gus Dur. Kirun pun terdiam. Geleng-geleng kepala dan lantas tertawa.

    Ilahadroti KH. Abdurrahman Wahid bin KH. Wahid Hasyim bin Hadrotussyekh KH. Hasyim Asyari, alfatihah. (IKHBAR ISLAM)

    Oleh Ren Muhammad via @alif__id
    #UlamaNusantara

  • MAKAN DARI SISA TAMU

    MAKAN DARI SISA TAMU

    SORBANSANTRI.COM
    Ket Foto : Kesedihan tersirat pada wajah beliau, pasca wafatnya Hubabah Sakinah.
    SORBAN SANTRI- Jangan heran, jika ada orang bertamu ke rumah Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Hampir pasti akan disuguhi yg enak-enak, karna Abuya (panggilan khusus dari santri beliau) sangat menghormati tamunya (ikrom dluyuf).
    Suatu ketika, beberapa ustadz dari Indonesia sedang ada rauhah (semacam pertemuan sederhana) di rumah Abuya Habib Abdullah, dan biasanya diakhiri dengan makan-makan. Setelah selesai makan, ada beberapa ustadz yg membantu bersih-bersih sisa-sisa makanan (karna biasanya para putra Abuya sendiri yg bersih-bersih).
    Dikumpulkanlah nampan-nampan bekas makan, begitu juga sisa-sisa makanan ditaruh dalam satu plastik, ketika hendak dibuang ke tempat sampah, tiba-tiba ada putra Abuya yg berseloroh :
    “La tarmihi, al-walid ba yaz’al” (Jangan dibuang! Abi nanti bakal marah).
    “Leh?” (Loh, kenapa?) Tanya salah satu ustadz.
    “Nanti akan kami kumpulkan sisa-sisa makanan itu, kami taruh di kulkas, dan besok dipanaskan kembali untuk kami makan.” Jawab putra Abuya santai.
    Seketika ustadz tersebut termenung, sontak malu dan mau menangis. Bagaiamana tidak? Bekas sisa-sisa makan, yg biasa dibuang, tapi disimpan dan dimakan kembali oleh keluarga Abuya?
    Allaaaah, bagaimana kehidupan kita kawan?๐Ÿ˜ญ
    Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Rektor dengan puluhan ribu mahasiswa, yang tak pernah mengambil gaji. Semua harta beliau diinfakkan untuk kampus, rumah sempit masih menyewa dan berpindah-pindah, bahkan terakhir ini-pun rumah hanya dipinjami, tak punya mobil pribadi, karena jika punya kendaraan, beliau selalu jual untuk keperluan kampus.
    Seluruh hidup beliau diwakafkan untuk dakwah di jalan Allah.
    Oleh Kyai Noor Salikin Al-Farouq
  • PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    PESANTREN NU DI BOGOR TETAP PENUH SEMANGAT KIBARKAN BENDERA NU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Ini adalah pesantren Siti Dhumillah yang terletak di kampung cijeruk tajurhalang bogor, selama ini Depok dan bogor menjadi pusat pengikut wahhabi itu efek dari menjamurnya pendatang dari timur tengah yang bermukim di bogor, salah satunya di kawasan megamendung bogor, disini sempat viral karna mencuatnya kasus kawin kontrak hingga prostitusi syariah, selama ini bogor menjadi salah satu daerah paling banyak yang berpaham wahhabi, banyak teman-teman menilai ini karna banyak masyarakat yang masih islam abangan, NU, Muhammadiyah sudah jelas memiliki amaliyah dan struktur kepengurusan, juga memiliki kepentingan bagi masyarakat dan negara, disini banyak sekali ustadz-ustadz dadakan, banyak sekali habib-habib palsu, majelis-majelis tanpa guru yang di danai para wahhabi.
    Banyak sekali pesantren NU disini, di kota maupun di pelosok daerah, dari jonggol, hingga ke pedalaman perbatasan sukabumi dan Cianjur, tetapi masih kurang menunjukkan identitas ke-NU an nya, dan tidak sengaja ternyata saya berteman dengan salah seorang kyai yang memiliki kepengurusan pesantren Siti Dhumillah ini, pesantren ini GRATIS, Pesantren ini memasang puluhan bendera NU di halaman depan, menunjukkan kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari Pejuang Pendidikan masyarakat berbasis Nahdlatul Ulama, dalam hati kami seolah berkata, “ya itulah panji kami, berwarna hijau berlambang tali jagat” kami tidak takut, kami tidak gentar, termasuk pada mereka yang kerap bertakbir tapi untuk tindakan yang brutal, bengis,
    Jayalah NU, Jayalah Nusantaraku…!
    – Haddi VJB
  • GUS DUR IKU ALIM ALIME WONG PALING ALIM JAMAN IKI

    GUS DUR IKU ALIM ALIME WONG PALING ALIM JAMAN IKI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Sejak masih remaja, nama Gus Dur mulai akrab. Namun, pengetahuan Shuniyya hanya sebatas bahwa Gus Dur adalah cucu Hadlrotusy Syaikh Hasyim Asy’arie, pendiri NU. Dan saat itu dikenal sebagai orang yang kritis berani melawan pemerintahan Orde Baru yang dikenal otoriter. Akibatnya, banyak berita miring tentang figur Gus Dur.
    Sering sekali Shuniyya dibuat kebingungan bagaimana bisa perilaku seorang Gus, keturunan darah biru “premium edition” pesantren bisa aneh dan nyleneh. Tidak pernah ada contoh seperti itu sebelumnya. Namun, Shuniyya hanya bisa diam saja. Hingga akhirnya beliau KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden Indonesia.
    Sebagai Presiden, tentu saja menjadi sorotan publik. Segala perilaku, gerak, apalagi statemen beliau selalu saja bisa kita ikuti dimana-mana. Melihat hal ini, lama-lama Shuniyya merasa tidak nyaman. Akhirnya, bertanya kepada guru Shuniyya, Simbah Kyai Iskandar Jogja almarhum (wafat tahun 2007).
    “Mbah, Gus Dur itu kan Kyai, tapi kok perilakunya seperti itu ya, aneh tur nganeh-anehi,”
    Mbah Yai Is tersenyum. Beliau menjawab, “Aslinya, Gus Dur itu tidak aneh. Kita saja yang tidak nutut ilmunya, sehingga memandang beliau aneh…. Seandainya orang seperti simbah ini ada seribu, diikat dikumpulkan jadi satu, ilmunya tidak ada sekuku hitamnya Gus Dur… Gus Dur iku alim-alime wong paling alim jaman iki,”
    Shuniyya kaget setengah mati mendengar jawaban ini. Rasa malu dan kagum bercampur jadi satu. Penasaran juga, dan entah kenapa, menjadi sebuah kerinduan untuk bisa langsung bermuwajahah dengan Gus Dur. Saat itu juga, Shuniyya mohon doa dan restu dari Mbah Yai supaya bisa bertemu dengan Gus Dur dan belajar dari beliau.
    Doa Mbah Yai Is dikabulkan Gusti Allah. Tahun 2001 beberapa bulan setelah beliau tidak menjadi Presiden, pada suatu acara di Jogja, Shuniyya berhasil ketemu Gus Dur. Subhanallah… Tidak ada kata yang bisa melukiskan kebahagiaan waktu itu. bertemu dengan sealim-alimnya manusia paling alim di jaman ini.
    Pertemuan dengan Gus Dur menjadi lebih instensif setelah Shuniyya hijrah ke Jakarta pada bulan Mei 2005 hingga berangkatnya beliau ke rofiqul a’la pada 30 Desember 2009.
    Walau sekejap pertemuan itu, namun tali rasa yang dijalin, sebagai guru, orangtua,kekasih, pecinta Gus Dur tidak akan pudar dan cerita ini akan Shuniyya turunkan kepada anak cucu.
    Berangkatnya Gus Dur ke rofiqul a’la menjadi ayat dan hikmah yang luar biasa. Yakni, terjalinnya silaturahim dengan keluarga, murid dan pecinta beliau di seantero dunia… (Syarif Hidayatulloh Al Dadapani)
    I Love u mbah Wali Gus Dur
    Ila ruhi Mbah Wali Gus Dur wa zawjatihi wa dzurriyahitihi wa furuโ€™ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi ya Allah… wa muhibbihi ya Allah … wa muhibbihi ya Allah… syaiun lillahi lana wa lahumul Fatihah…
    Shuniyya Ruhama
  • PENDIRI GP ANSOR

    PENDIRI GP ANSOR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- KH Ahyat Halimy atau Abah Yat merupakan ulama kharismatik pendiri Laskar Hizbullah yang dimiliki Kota Mojokerto. Beliau berjasa besar dalam perjuangan melawan tentara sekutu yang akan kembali menjajah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Kiai kharismatik asli Kota Mojokerto ini lahir tahun 1918 dari pasangan Hj Marfuโ€™ah dan H Abdul Halim. Dia menjadi yatim sejak di dalam kandungan. Sang ibu merupakan pengusaha batik yang sukses pada masanya. Ahyat kecil menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Miji.

    Setelah lulus yang sekarang menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Miji 1, Ahyat kecil melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Kabupaten Jombang. Beliau sempat diajar langsung oleh tokoh pendiri NU yang juga pendiri Pesantren Tebuireng, KH Hasyim Asyโ€™ari dan putranya KH Wahid Hasyim.

    Tak hanya menjadi santri, Abah Yat juga menjadi teman diskusi ayah Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut. Ini lantaran usainya hanya hampir sama. Abah Yat juga menuntut ilmu dari KH Romly di Rejoso, Peterongan Jombang.

    Yazid Qohar dalam bukunya โ€˜Berjuang Tanpa Akhir-KH Ahyat Halimyโ€™ mengungkap, jika Ahyat kecil dikenal sebagai santri yang disiplin. Perilakunya sopan, suka menolong santri yang lain. Beliau lulus dari pesantren tahun tahun 1938.

    Abah Yat mendirikan Ansoru Nahdlatoel Oelama (ANO) yang sekarang bernama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Organisasi ini dia bangun bersama teman-temannya. Antara lain M Thoyib, M Thohir, Sholeh Rusman, Aslan, Mansur Solikhi dan Munasir.

    ANO saat itu dibentuk untuk membantu seluruh kegiatan dan program NU. Pada saat bersamaan, Abah Yat juga menjabat Sekretaris Tanfidziyah NU Mojokerto di usia yang baru menginjak 20 tahun. Beliau juga dipercaya menjadi Ketua GP Ansor periode 1940-1942.

    Tahun 1941, Abah Yat menikah dengan Badriyah, putri KH Moh Hisyam asal Desa Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Perjuangan Abah Yat dimulai saat tentara Jepang masuk ke Mojokerto tahun 1943. Abah Yat bersama temannya Mansur Solikhi menggalang gerakan GP Ansor.

    Gerakan GP Ansor tersebut dibentuk untuk melucuti senjata pegawai Pemerintah Hindia Belanda melawan kedatangan pasukan Nippon yang membuat rakyat sengsara saat itu. bersama teman-temannya, yaitu KH Suhud, Ahmad Yatim dan Mulyadi, beliau membentuk Laskar Hizbullah.

    Seluruh anggota GP Ansor digerakkan untuk masuk ke Laskar Hizbullah. Tak lebih dari satu bulan, Laskar Hizbullah Mojokerto membentuk dua batalyon. Batalyon pertama dipimpin Mansur Solikhi, batalyon ke dua dipimpin Munasir. Sementara Abah Yat menjadi Komandan Kompi IV di bawah batalyon Munasir.

    Seluruh senjata pasukan ini dari merampas milik pasukan dan pegawai Hindia Belanda serta dari tentara Jepang setelah mereka menyerah kepada Sekutu. Pada 20 Oktober 1945, tentara sekutu di bawah komando Jendral AWS Mallaby mendarat di Tanjung Perak, Kota Surabaya.

    Enam hari kemudian sekutu mendaratkan pasukannya di Kota Pahlawan dengan jumlah lebih besar. Saat resolusi jihad telah dikeluarkan oleh KH Hasyim Asyโ€™ari 10 November 1945, seluruh personil Laskar Hizbullah Mojokerto berangkat ke Surabaya untuk berperang mempertahankan kemerdekaan RI.

    Selama pertempuran mempertahankan kemerdekaan, Abah Yat bertugas khusus mengawal Laskar Sabilillah. Laskar ini terdiri dari para ulama dan tokoh NU. Abah Yat lebih banyak masuk ke medan perang untuk menyampaikan perintah dari mabes Hizbullah dan Sabilillah.

    Perang saat itu meluas sampai ke Mojokerto. Ketika terjadi penyergapan Tentara Rakjat Djelata, gabungan laskar-laskar rakyat yang menghadang gerakan sekutu di Pacet, Mojokerto, Ahyat Halimy terlibat dalam pertempuran yang sengit.

    Setelah perang berakhir, Abah Yat mendirikan pesantren mulai 29 April 1964. Surau di Jalan Miji (sekarang Jalan KH Wahid Hasyim) No.38 milik ayahnya, beliau bangun menjadi Pondok Pesantren (ponpes) Sabilul Muttaqin. Pesantren ini bertahan sampai sekarang.

    Selain itu, Abah Yat juga mendirikan sejumlah lembaga pendidikan di Kota Mojokerto. Abah Yat dimakamkan di Jalan KH Wachid Hasyim No 41, Kota Mojokerto berada di antara asrama santri Ponpes Sabilul Muttaqin.

    Kagem Beliau, Al fatihah… (MUHAMMAD MUHALLIL)

  • MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    MADRASAH PANTJASILA NU TAMBAKBERAS

    SORBANSANTRI.COM

    Masih dari kiriman Gus Maimun, dua foto ini asli dan disimpan di rumah Gus Maimun.

    Foto kedua, adalah sama dengan foto yang telah saya unggah tadi.

    Foto pertama, yang sebelah kanan adalah KH. Khoiri (alumni Tambakberas), kakaknya KH. Abdulloh Abu Hasan. Lokasi juga di depan Madrasah Pantja Sila. Almarhum KH. Khoiri kira-kira mondok di Tambakberas sekitar tahun 1948 sampai lulus Muallimin, begitulah kata nyai khoiriyah, istri KH. Khoiri.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus Maimun Mutho diberitahu oleh almarhum KH. Irsyad Thohir bahwa foto itu di baratnya dalem Mbah Kiai Wahab, insyaalloh beliau juga cerita ke Gus Didik Khumaidi.

    Gus Maimun Mutho juga diberitahu Nyai khoiriyah (istri KH. Khoiri) bahwa foto itu di Tambakberas.

    Gus Maimun Mutho mendapatkan kabar juga dari Gus Syarif Hidayatullah, putranya KH. Irsyad Thohir yang pernah mondok di Tambakberas dan sekolah di SP bahwa insya Allah benar fotonya di bekas gedung SP (Sekolah persiapan ke Mu’allimin) yang sekarang sudah jadi kantor pusat Yayasan.

    Gus Didik Khumaidi alumni Tambakberas (kakak Gus Maimun Mutho) baru saja saya japri juga bilang bahwa KH. Irsyad Thohir pernah menyampaikan bahwa lokasi foto itu di sebelah barat ndalem Mbah Wahab yang saat ini menjadi gedung yayasan pondok.

    Sumber : Ainur Rofiq Al Amin

  • CUCU RASULULLAH MUHAMMAD SAW ADALAH SALAH SATU KORBAN RADIKALISASI ATAS NAMA AGAMA

    CUCU RASULULLAH MUHAMMAD SAW ADALAH SALAH SATU KORBAN RADIKALISASI ATAS NAMA AGAMA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Setelah peristiwa berdarah di Karbala, โ€˜Ubaidillah bin Ziyad mengirim kepala Imam Husain ke Syam bersama para tawanan perempuan dan anak-anak dari Ahlul Bait as. Mereka ditempatkan di atas pelana-pelana, dengan wajah dan rambut mereka tersingkap.

    Singkat cerita, perjalanan kepala suci itu berhenti di suatu daerah yang terdapat biara milik seorang pendeta.Setiap kali berhenti untuk istirahat, para pengawal mengeluarkan kepala Imam Husain as dari peti dan menancapkannya di ujung tombak.
    Tombak itu lalu disandarkan pada biara.

    Lanjutan peristiwa pilu tersebut dicatat ulama hadits, Ibnu Hibban (w. 354 H)di kitab as-Sirah an-Nabawiyyah wa Akhbar al-Khulafaโ€™, halaman 560-561 (bagian kitab ats-Tsiqat) berikut:

    ูุฑุฃู‰ ุงู„ุฏูŠุฑุงู†ูŠ ุจุงู„ู„ูŠู„ ู†ูˆุฑุง ุณุงุทุนุง ู…ู† ุฏูŠุฑู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุกุŒ ูุฃุดุฑู ุนู„ู‰ ุงู„ู‚ูˆู… ูˆู‚ุงู„ ู„ู‡ู…: ู…ู† ุฃู†ุชู…ุŸ ู‚ุงู„ูˆุง: ู†ุญู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุงู…ุŒ ู‚ุงู„:
    ู‡ุฐุง ุฑุฃุณ ู…ู† ู‡ูˆุŸ ู‚ุงู„ูˆุง: ุฑุฃุณ ุงู„ุญุณูŠู† ุจู† ุนู„ูŠุŒ ู‚ุงู„: ุจุฆุณ ุงู„ู‚ูˆู… ุฃู†ุชู…! ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ูˆ ูƒุงู† ู„ุนูŠุณู‰ ูˆู„ุฏ ู„ุฃุฏุฎู„ู†ุงู‡ ุฃุญุฏุงู‚ู†ุง!

    Pendeta Nasrani itu menyaksikan cahaya terang di malam hari memancar ke langit dari biaranya. Ia lalu mendekati para pengawal seraya bertanya,
    โ€œSiapakah kalian?โ€ Jawab mereka, โ€œKami penduduk Syamโ€.
    Tanya pendeta, โ€œKepala ini, siapakah dia?โ€ Jawab mereka, โ€œKepala Husain bin โ€˜Aliโ€.

    โ€œSeburuk-buruk kaum adalah kalianโ€, kata sang pendeta. โ€œDemi Allah, andai Isa mempunyai putra pasti kami masukkan ke laman-laman kamiโ€.

    ุซู… ู‚ุงู„: ูŠุง ู‚ูˆู…! ุนู†ุฏูŠ ุนุดุฑุฉ ุขู„ุงู ุฏูŠู†ุงุฑ ูˆุฑุซุชู‡ุง ู…ู† ุฃุจูŠ ูˆุฃุจูŠ ู…ู† ุฃุจูŠู‡ุŒ ูู‡ู„ ู„ูƒู… ุฃู† ุชุนุทูˆู†ูŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุฑุฃุณ ู„ูŠูƒูˆู† ุนู†ุฏูŠ ุงู„ู„ูŠู„ุฉ ูˆุฃุนุทูŠูƒู… ู‡ุฐู‡ ุงู„ุนุดุฑุฉ ุขู„ุงู ุฏูŠู†ุงุฑุŸ ู‚ุงู„ูˆุง: ุจู„ู‰

    Kemudian ia berkata, โ€œWahai kaum, aku mempunyai 10.000 dinar yang aku warisi dari ayahku. Ayahku juga mewarisinya dari ayahnya.
    Maukah kalian berikan kepala ini kepadaku untuk satu malam ia bersamaku, dan untuk itu aku berikan pada kalian 10.000 dinar?
    โ€ Mereka jawab, โ€œIyaโ€.

    ูุฃุญุฏุฑ ุฅู„ูŠู‡ู… ุงู„ุฏู†ุงู†ูŠุฑุŒ ูุฌุงุกูˆุง ุจุงู„ู†ู‚ุงุฏุŒ ูˆูˆุฒู†ุช ุงู„ุฏู†ุงู†ูŠุฑ ูˆู†ู‚ุฏุชุŒ ุซู… ุฌุนู„ุช ููŠ ุฌุฑุงุจ ูˆุฎุชู… ุนู„ูŠู‡ุŒ ุซู… ุฃุฏุฎู„ ุงู„ุตู†ุฏูˆู‚

    Sang pendeta memberikan mereka dinar-dinar itu.Mereka mengupah tukang emas,maka dinar-dinar itu ditimbang dan diperiksa kemurnian/keasliannya.Kemudian dinar-dinar itu dimasukkan ke dalam kantong,diberi materai,dan dimasukkan ke dalam peti.

    ูˆุดุงู„ูˆุง ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ุฑุฃุณุŒ ูุบุณู„ู‡ ุงู„ุฏูŠุฑุงู†ูŠ ูˆูˆุถุนู‡ ุนู„ู‰ ูุฎุฐู‡ ูˆุฌุนู„ ูŠุจูƒูŠ ุงู„ู„ูŠู„ ูƒู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูู„ู…ุง ุฃู† ุฃุณูุฑ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตุจุญ ู‚ุงู„: ูŠุง ุฑุฃุณ! ู„ุง ุฃู…ู„ูƒ ุฅู„ุง ู†ูุณูŠุŒ ูˆุฃู†ุง ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฃู† ุฌุฏูƒ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูุฃุณู„ู… ุงู„ู†ุตุฑุงู†ูŠ ูˆุตุงุฑ ู…ูˆู„ู‰ ู„ู„ุญุณูŠู†

    Kemudian,mereka mengangkat kepala itu dan menyerahkannya kepada sang pendeta. Pendeta itu membersihkan kepala itu dan kemudian meletakkannya di atas ribaannya.Ia lebur dalam tangisan sepanjang malam.

    Menjelang Subuh, pendeta itu berkata,
    โ€œDuhai kepala,tidak ada yang kumiliki melainkan diriku. Aku (dengan ini) bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa datukmu adalah utusan Allahโ€.
    Maka, pendeta Nasrani itu telah memeluk Islam dan menjadi pembantu Imam Husain as.

    Sesuai janji sang pendeta hanya satu malam, kepala penuh berkah itu lalu kembali diserahkan kepada para pengawal Yazid. Mereka menempatkan kepala Imam Husian as semula ke dalam peti. Setelah istirahat mereka beranjak pergi dari biara.
    Ibnu Hibban di halaman 561 melanjutkan:

    ูู„ู…ุง ู‚ุฑุจูˆุง ู…ู† ุฏู…ุดู‚ ู‚ุงู„ูˆุง: ู†ุญุจ ุฃู† ู†ู‚ุณู… ุชู„ูƒ ุงู„ุฏู†ุงู†ูŠุฑุŒ ู„ุฃู† ูŠุฒูŠุฏ ุฅู† ุฑุขู‡ุง ุฃุฎุฐู‡ุง ู…ู†ุงุŒ

    Saat mereka sudah dekat dari Damaskus, mereka berkata, โ€œKami ingin membagi-bagi dinar-dinar itu. Karena andai Yazid melihatnya, ia pasti mengambilnya dari kitaโ€.

    ููุชุญูˆุง ุงู„ุตู†ุฏูˆู‚ ูˆุฃุฎุฑุฌูˆุง ุงู„ุฌุฑุงุจ ุจุฎุชู…ู‡ ูˆูุชุญูˆู‡ุŒ ูุฅุฐุง ุงู„ุฏู†ุงู†ูŠุฑ ูƒู„ู‡ุง ู‚ุฏ ุชุญูˆู„ุช ุฎุฒูุงุŒ ูˆุฅุฐุง ุนู„ู‰ ุฌุงู†ุจ ู…ู† ุงู„ุฌุงู†ุจูŠู† ู…ู† ุงู„ุณูƒุฉ ู…ูƒุชูˆุจ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุญู’ุณูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุบุงููู„ู‹ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุฌุงู†ุจ ุงู„ุขุฎุฑ ุณูŽูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽูŠู‘ูŽ ู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูŽุจู ูŠูŽู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ

    Mereka membuka peti dan mengeluarkan kantong yang masih bermaterai itu lalu membukanya. Mereka mendapati seluruh kepingan dinar berubah menjadi serpihan keramik. Di salah satu sisi lorong yang mereka jejaki tertulis:

    ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุญู’ุณูŽุจูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู€ู‡ูŽ ุบูŽุงููู„ู‹ุง ุนูŽู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุงู„ุธูŽู‘ุงู„ูู…ููˆู†ูŽ

    โ€œDan janganlah sekali-kali kamu mengira Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalimโ€ (QS. Ibrahim [14]:awal ayat 42)

    Di sisi lain lorong tertulis:

    ุณูŽูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽูŠูŽู‘ ู…ูู†ู‚ูŽู„ูŽุจู ูŠูŽู†ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ

    โ€œOrang-orang yang zalim itu kelak mengetahui ke tempat mana mereka akan kembaliโ€ (QS. Asy-Syuโ€˜araโ€™[26]:akhir ayat 227)

    ู‚ุงู„ูˆุง: ู‚ุฏ ุงูุชุถุญู†ุง ูˆุงู„ู„ู‡! ุซู… ุฑู…ูˆู‡ุง ููŠ ุจุฑุฏู‰ ู†ู‡ุฑ ู„ู‡ู…ุŒ ูู…ู†ู‡ู… ู…ู† ุชุงุจ ู…ู† ุฐู„ูƒ ุงู„ูุนู„ ู„ู…ุง ุฑุฃู‰ุŒ ูˆู…ู†ู‡ู… ู…ู† ุจู‚ูŠ ุนู„ู‰ ุฅุตุฑุงุฑู‡ุŒ ูˆูƒุงู† ุฑุฆูŠุณ ู…ู† ุจู‚ูŠ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฅุตุฑุงุฑ ุณู†ุงู† ุจู† ุฃู†ุณ ุงู„ู†ุฎุนูŠ.

    Mereka berkata, โ€œDemi Allah, kita sudah ketahuanโ€. Kemudian mereka melemparkan serpihan-serpihan keramik ke sungai Barada. Melihat keajaiban itu, sebagian mereka bertaubat dari apa yang mereka lakukan. Sebagian yang lain tetap mendesak. Kelompok ini dikepalai oleh Sinan bin Anas an-Nakhaโ€˜i.

    ุซู… ุฃุฑูƒุจ ุงู„ุฃุณุงุฑู‰ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุจูŠุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ู†ุณุงุก ูˆุงู„ุตุจูŠุงู† ุฃู‚ุชุงุจุง ูŠุงุจุณุฉ ู…ูƒุดูุงุช ุงู„ุดุนูˆุฑุŒ ูˆุฃุฏุฎู„ูˆุง ุฏู…ุดู‚ ูƒุฐู„ูƒุŒ ูู„ู…ุง ูˆุถุน ุงู„ุฑุฃุณ ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ูŠุฒูŠุฏ ุจู† ู…ุนุงูˆูŠุฉ ุฌุนู„ ูŠู†ู‚ุฑ ุซู†ูŠุชู‡ ุจู‚ุถูŠุจ ูƒุงู† ููŠ ูŠุฏู‡ ูˆูŠู‚ูˆู„: ู…ุง ุฃุญุณู† ุซู†ุงูŠุงู‡

    Para tawanan dari Ahlul Bait Rasulullah Saww yang terdiri dari perempuan dan anak-anak itu ditempatkan di atas pelana-pelana yang keras, rambut-rambut mereka tersingkap.
    Seperti itulah mereka digiring masuk ke Damaskus.
    Saat dipersembahkan kepala Imam Husain as di hadapan Yazid, ia mematuk gigi depan Imam Husain as dengan tongkat di tangannya seraya berkata, โ€œBagus nih gigi-giginyaโ€.

    Referensi kitab:

    ๐Ÿ“•Muhammad bin Hibban bin Ahmad Abi Hatim al-Tamimi al-Basti, al-Tsiqat, juz 2 hal. 312-313, tahqiq: Muhammad โ€˜Abd al-Muโ€˜id Khan, cet. 1 (penerbit Dairah al-Maโ€˜arif al-โ€˜Utsmaniyyah, 1393 H/1973 M)

    ๐Ÿ“•Abi Hatim Muhammad bin Ahmad at-Tamimi al-Basti, al-Sirah al-Nabawiyyah wa Akhbar al-Khulafaโ€™, hal. 560-561, tashhih: Sayyid โ€™Aziz Bik dan kelompok ulamaโ€™, cet. 1 (Beirut: Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah, 1407 H/1987 M)~ Rahib/Pendeta Nasrani nan mulia…ย ๐Ÿฅบ๐Ÿ˜ข

    Seorang Pendeta Nasrani Syria yang shalih tertegun dan shock di depan gerejanya saat menyaksikan Kepala Imam Hussayn as diantara puluhan Kepala para Syuhaddah Karbala yang tertancap diujung-ujung tombaknya para pasukan terkutuk Yazid La yang baru datang dari padang Karbala-Iraq paska pertempuran yang sangat tak seimbang itu menuju Damaskus…

    Hamba Allah budiman tsb mengambil perbendaharaan gereja demi membayar dan menebus sejenak Kepala Imam Hussayn as agar bisa membersihkan Kepala Suci Imam Hussayn as berlumuran darah yang telah mengering bercampur dengan debu dan pasir di dalam gerejanya.
    Sambil tenggelam dalam isak tangisnya, Pendeta alim tsb memandikan dan membersihkan semua bagian dari Kepala Suci Al Hussayn as serta memberikan wangi-wangian diatas kepala nan Agung tsb sambil mengucapkan puji-pujian beserta syair duka mendalam atas musibah yang menimpa pelanjut estapet Pengorbanannya Ruhullah Isal as (Lord Jesus Christ) as…

    Setelah menyelesaikan pekerjaan mulianya yang menguras seluruh perasaan dan pikirannya, beliau telah menaruh Kepala Sucinya Imam Hussein as di dalam semacam box/kotak Indah yang berbau wangi dan menyerahkan kembali kepada komandan pasukan terkutuk tsb sambil berucap…

    “Demi Tuhan Penguasa semesta… Sekiranya kami kaum Nasrani mengetauhi adanya keledai keturunan dari seekor kedelai yang biasa ditunggangi oleh Ruhullah Isa/Lord Jesus saat menyiarkan Injil, maka kami akan menjaga dan mengasuh ya keturunan keledai tsb dengan sebaik-baiknya pemeliharaan dari kami dengan penuh Cinta Kasih!!!…” (Abi SORBAN)ย 

    Karena keadilan dan proses pertimbangan juga menjadi hal utama dalam berbagai sistem, platform seperti www.casinoscdn.com mengulas mekanisme transparan pada penawaran kasino berlisensi.

  • FAKTA NASAB ABAH GURU SEKUMPUL,ULAMA KALIMANTAN DAN PARA KYAI NU JAWA

    FAKTA NASAB ABAH GURU SEKUMPUL,ULAMA KALIMANTAN DAN PARA KYAI NU JAWA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Telah berKata Habib Umar bin Hafidz bahwasanya para kyai Jawa itu 70 persen Sayyid Dzuriat Rasulullah yg mastur (tersembunyi).
    Mayoritas kyai Jawa merupakan Dzuriat Rasulullah Bani Muhajir gelombang 1 yaitu Fam adzmatkhan atau para Sayyid Walisongo.Dan mereka mayoritas mastur(menyembunyikan nasabnya) dan tidak tercantum dlm bagan nasab Rabithah Alawiyah.
    Di antara kyai Jawa al : Kyai Aqil Sirodz(ketum PBNU),Kyai Ma’ruf Amin(wapres),kyai Maimun Zubeir,Gus Dur,kyai Mustofa Bisri dan masih byk yg lainnya yg ga perlu disebutkan satu persatu disini.

    Tuan Guru Sekumpul (Syekh Muhammad Zaini)juga Dzuriat Rasulullah SAW meskipun juga tidak tercantum dlm Rabithah Alawiyah.Beliau pernah berkata saat terjadi perang Zaman Belanda dahulu banyak sekali Dzuriat Rasulullah SAW diburu utk dihabisi oleh Belanda.Sehingga Banyak para Sayyid menyembunyikan nasabnya sehingga tidak tercantum dlm bagan nasab Rabithah Alawiyah.Termasuk salahsatunya Ayah Datu Kelampayan yaitu Sayyid Abdullah Alydrus yg merubah nama anaknya yaitu Sayyid Ja’far Shodiq Alydrus menjadi Muhammad Arsyad Al-Banjari yg menurunkan ulama2 Banjar seperti Abah Guru Sekumpul,Abah Guru Zuhdi,Abah guru Banjar Indah ( KH.Syaiufuddin Zuhri),KH.M.Bakhiet dll.Mayoritas Ulama2 terkenal kalimantan sejak jaman dulu sampai skrg adl msh Dzuriat Datu Kelampayan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Sayyid Ja’far Shodiq Alaydrus).

    Begitu juga mayoritas para Kyai Jawa terutama yg di NU adl msh dzuriat para Sayyid Walisongo.Abah Guru Sekumpul pernah berkata bahwasanya walisongo itu semuanya habaib kecuali Sunan Kalijogo.Kl misal ada selebaran yg mengatakan Guru Sekumpul bukan dzuriat Rasulullah itu sdh jelas hoax dan sangat menyakiti hati masyarakat Kalimantan dan pecinta Tuan Guru Sekumpul seluruh dunia.Pihak yg bikin selebaran tidak mengerti Sejarah perjuangan para Sayyid jaman dulu yg menyembunyikan Identitasnya dgn merubah namanya menjadi orang biasa(awam), Raden,Tengku,tubagus,Datu,dll.
    Salahsatunya adl Sayyid Abdurrahman yg merubah namanya menjadi Jaka Tingkir yg merupakan nenek moyang Gus Dur(Bani Muhajir gelombang 1) dan para Kyai Jawa.

    Inilah perbedaan NU dengan Aswaja yg lain dlm menyikapi perbedaan pendapat tentang dzuriat Rasulullah .
    Hanya NU satu2nya aswaja yg secara mutlak mengakui nasab dzuriat Rasulullah Abah Guru Sekumpul meskipun tidak termaktub dlm Rabithah Alawiyah.berbeda aswaja lain yg ragu2 dan bahkan menyebarkan pernyataan Abah Guru Sekumpul dan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari bukan dzuriat Rasulullah yg mana selebaran itu mengatasnamakan Rabithah Alawiyah thn 2000.

    Oleh karena itulah Abah Guru Sekumpul menceritakan fakta yg sebenarnya tentang kenapa Sayyid Abdullah Alydrus. Ayah Syekh Muhammad Albanjari menyembunyikan nasabnya.
    Seorang Ulama berkata bahwasanya hanya seorang sayyid yg bisa mencapai maqom Wali Quthubul Ghouts.Dan Abah Guru Sekumpul merupakan seorang Wali Quthubul Ghouts yg diakui para wali seluruh dunia termasuk Habib Salim Asysyatiri,Habib Anis Al Habsyi ,Habib Umar bin Hafidz dan mbah Hamid Pasuruan(beliau seorang habaib dan ulama besar yg tidak mau dipanggil habib). Kata Abah Guru Sekumpul arti Alydrus itu presidennya para wali.

    Wallaahua’lam ( Abi SORBAN)

  • TANGAN ROSULLULOH MENERIMA JASAD SAYYIDAH FATIMAH DALAM QUBUR

    TANGAN ROSULLULOH MENERIMA JASAD SAYYIDAH FATIMAH DALAM QUBUR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ketikah Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib memasukkan jenazah istri tercinta, Sayyidah Fatimah Az-Zahra ke liang lahat, beliau menangis terisak-isak sehingga putranya Sayyidina Hasan berkata :

    โ€œWahai ayahku, gerangan apakah yang membuat dirimu menangis sedemikian rupa?โ€

    โ€œWahai putraku Hasan, aku teringat pesan kakekmu Rasulullah SAW, beliau bersabda: โ€œKelak jika putriku Fatimah telah tiada wahai Ali, maka akulah yang akan pertama kali menerima jasadnya di liang lahat,โ€ demikian jawab Sayyidina Imam Ali.

    โ€œDan demi Allah, wahai Hasan putraku, aku melihat tangan kakekmu Rasulullah SAW menerima jasad ibumu Fatimah. Aku melihat kakekmu Rasulullah SAW menciumi wajah ibumu Fatimah.โ€

    Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib kemudian berkata:

    โ€œWahai Rasulullah SAW, kini aku kembalikan amanah yang telah engkau berikan kepadaku. Aku kembalikan belahan jiwamu, yang dimana setiap engkau rindu akan surga, engkau cium wajah suci putrimu Sayyidah Fatimah Az-Zahra.โ€

    Itulah keistimewaan seorang Sayyidah Fatimah Az-Zahra, penghulu kaum muslimah di dunia. Dari rahim beliau, lahir Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Inilah dua cucu Rasulullah yang kemudian melahirkan para ulamaโ€™ yang menjadi panutan umat. Para habaib yang ada di Indonesia tak lain adalah anak cucu Sayyidah Fatimah yang sungguh-sungguh dalam mendakwah Islam kepada masyarakat Nusantara.

    Semoga kita semua dikumpulkan bersama keluarga suci Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafaโ€™at Kanjeng Nabi Muhammad SAW kelak di akhirat. (CERITA PARA WALI)

    Aamiin Allohumma aamiin..

    Sayyidah Fatimah Az-Zahra.Al Fatihah