Kategori: Sejarah

studi tentang masa lalu, termasuk peristiwa, tokoh, budaya, dan perkembangan yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Studi sejarah mencakup penelitian, interpretasi, dan analisis terhadap sumber-sumber sejarah, seperti dokumen tertulis, artefak arkeologi, rekaman audio-visual, dan saksi mata. Tujuan dari studi sejarah adalah untuk memahami dan menggambarkan evolusi manusia, peradaban, kebudayaan, dan peristiwa yang membentuk dunia seperti yang kita kenal saat ini.

  • VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    wp.sorbansantri.com – Kabar gembira bagi umat Islam di Bandung dan sekitarnya. Masjid Raya Al Jabar kini menghadirkan inovasi baru berupa VR Simulator 5D yang menyajikan lima kisah inspiratif tentang Rasulullah. Pengunjung bisa merasakan pengalaman mendalam melalui kisah Hijrah, Isro’ Mi’raj, Mecca, Moses, dan Maulid, yang dihadirkan secara nyata melalui teknologi VR.

    VR Simulator 5D ini terletak di lantai bawah galeri Rasulullah dan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00. Untuk setiap kisah, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp100.000. Dalam salah satu kisah yang menarik, yaitu Hijrah, pengunjung dapat merasakan perjuangan Rasulullah ketika dikepung oleh kafir Quraisy hingga harus bersembunyi di Gua Tsur. Efek visual yang realistis seperti sarang laba-laba dan burung merpati yang diperintahkan oleh Allah untuk menolong Rasulullah menambah pengalaman yang mendalam dan nyata.

    Salah satu pengunjung, Shintanae, berbagi pengalamannya yang sangat menyentuh saat menonton kisah terakhir yang membawa penonton ke Roudoh. “Seumur hidup ingin sekali melihat makam Rasulullah. Di sini, saya bisa membayangkan makam Rasulullah yang berdekatan dengan makam sahabat, dan itu terlihat sangat nyata,” ujarnya sambil menangis. Ia juga berharap Allah segera mengundangnya ke tanah suci.

    Dengan hadirnya VR Simulator 5D ini, diharapkan bisa memberikan pengalaman religius yang mendalam dan memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang luar biasa ini di Masjid Raya Al Jabar, Bandung. (AI Sorban)

    @beritasorban Vr Simulator 5D kisah Rosululloh sekarang ada di bandung tepatnya di Masjid raua al jabar, untuk tepatnya di lantai bawah galeri rosululloh bukanya jam 10.00. ada 5 kisah, yaiku Hijrah, Isro' mi'roj, mecca, moses dan maulid. #VRSimulator5D #KisahRasulullah #MasjidRayaAlJabar #Hijrah #IsroMikraj #Mecca #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri
  • Doa Ijazah dari Syaikhona KH Dalhar Magelang kepada Kiai Mahrus Aly, Lirboyo dan Diajarkan ke KH Chalwani Berjan Purworejo

    Doa Ijazah dari Syaikhona KH Dalhar Magelang kepada Kiai Mahrus Aly, Lirboyo dan Diajarkan ke KH Chalwani Berjan Purworejo

    wp.sorbansantri.com – Kiai Mahrus Aly, seorang ulama besar dari Pondok Pesantren Lirboyo, dikenal memiliki hubungan kuat dengan gurunya, Syaikhona KH Dalhar dari Magelang. Salah satu warisan penting yang diterima Kiai Mahrus dari KH Dalhar adalah doa ijazah yang kemudian diajarkannya kepada Kiai Chalwani Berjan dari Purworejo.

    Sebelum menimba ilmu di Lirboyo, Kiai Mahrus Aly pernah mondok di Kasingan, Rembang, untuk berguru kepada Kiai Kholil. Bahkan ketika putra-putranya sudah menjadi kiai, beliau tetap suka berpindah-pindah pondok untuk menimba ilmu. Kiai Mahrus menghabiskan waktu yang cukup lama di Kasingan sebelum akhirnya menetap di Lirboyo.

    Diceritakan oleh Kiai Chalwani bahwa ijazah tawasul ini diperoleh Kiai Mahrus dari Syaikhona KH Dalhar Watu Congol, Magelang. Sebelum memberikan ijazah tersebut, Kiai Mahrus bertanya kepada Kiai Chalwani, “Kamu semua kalau selesai ziarah makam wali, makam ulama, bagaimana doa tawasulnya? Begini ya doa tawasulnya,”.

    Berikut doa tawasul yang diajarkan oleh Kiai Mahrus Aly:

    Doa Tawasul: ياصاحب هذه المقبرة، إني أتوسل بك الى الله تعالى في قضاء حاجتي ….. (Kepada pemilik makam ini, saya bertawasul melalui engkau kepada Allah Ta’ala untuk memenuhi hajat saya….)

    Kiai Mahrus Aly menambahkan, “Kalau kamu di makam para wali, sebutkan saja nama shohibul maqbarohnya. Contohnya, kalau kamu di makam Sunan Kalijogo, sebutkan saja ‘Yaa shoohiba haadzihil maqbaroh Raden Syahid Sunan Kalijogo….”.

    Berikut adalah doa yang biasa dibacakan setelahnya: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. أمين اَللَّــهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَـا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّـيِّ وَعَــلـٰى أَلِـهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِكَ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ

    Semoga dengan ijazah doa ini, umat Muslim dapat lebih mudah dalam mendekatkan diri kepada Allah dan memohon segala hajat mereka. Tradisi keagamaan ini diharapkan bisa terus dilestarikan oleh generasi berikutnya. (AI Sorban)

    Kisah Ulama Dan Sejarah Nusantara

  • Penulis Qasidah Sa’duna Fiddunya yang Menginspirasi

    Penulis Qasidah Sa’duna Fiddunya yang Menginspirasi

    wp.sorbansantri.com – Pasca wafatnya Syaikhina Maimun Zubair, Qasidah Sa’duna Fiddunya mendadak viral dan disenandungkan di berbagai majelis. Qasidah kesukaan Mbah Mun ini bahkan ramai di-cover di YouTube, termasuk oleh Nissa Sabyan. Meski banyak yang mengira bahwa qasidah ini adalah karangan Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki atau Mbah Mun sendiri, faktanya penulis asli qasidah ini adalah Al-Habib Ahmad Bin Muhammad Al-Muhdhor dari Hadhramaut.

    Habib Ahmad adalah ayah dari Habib Muhammad Al-Muhdhor Bondowoso, seorang wali besar yang wajahnya dikatakan mirip dengan Baginda Rasulullah Saw. Habib Muhammad dimakamkan di Qubah Ampel, Surabaya, dan dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati.

    Habib Ahmad Al-Muhdhor dikenal sebagai ulama yang memiliki ikatan luar biasa erat dengan Al-Quran. Beliau telah menghafal Al-Quran sebelum usia tujuh tahun dan berhasil menghatamkan Al-Quran sebanyak 8000 kali selama hidupnya. Inspirasi ini datang dari biografi Robi’ah Adawiyah, seorang wali wanita yang mencapai 7000 hataman. Beliau termotivasi untuk melebihi pencapaian Robi’ah dengan berkata, “Aku tidak mau kalah oleh seorang wanita.”

    Habib Ahmad juga memiliki kecintaan yang luar biasa kepada Sayyidah Khodijah. Salah satu kejadian terkenal adalah ketika beliau menampar khotib di Mekkah yang memanjangkan khutbah dan memendekkan sholat, melanggar sunnah Rasulullah Saw. Setelah kejadian ini, beliau melarikan diri ke pemakaman Ma’la dan diselamatkan secara ajaib oleh Sayyidah Khodijah.

    Kecintaan Habib Ahmad kepada Sayyidah Khodijah juga terlihat dalam acara tahunan Haul Sayyidah Khodijah yang beliau adakan, dikenal sebagai “Ihda Asyariah”. Warisan qasidah dan kecintaannya terus menginspirasi banyak orang, termasuk ulama besar seperti Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki dan Syaikhina Maimun Zubair.

    Kisah hidup Habib Ahmad penuh dengan keajaiban, humor, dan cinta sejati yang dituangkan dalam bait-bait qasidahnya. Hingga saat ini, qasidah beliau seperti Sa’duna Fiddunya masih terus dibaca dan menginspirasi banyak orang, membuktikan bahwa kekuatan cinta adalah kekuatan sejati yang abadi.

    PENA MAJELIS ILMU HABIB’NA MAKASSAR

  • Pesan Wirid Mbah Maimoen Agar Murah Rezeki

    Pesan Wirid Mbah Maimoen Agar Murah Rezeki

    Sarang, Sorbansantri.com – KH. Maimun Zubair, Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang, telah memberikan pesan yang bernilai tinggi kepada para santrinya terkait dengan keberkahan dan kelapangan rezeki dalam rumah tangga. Beliau menegaskan pentingnya membaca surat Al-Ikhlas saat memasuki rumah sebagai bagian dari wirid harian.

    Dalam salah satu pesannya, beliau mengatakan, “Mbesok nek wes omah-omah, ojo lali, angger mlebu omah moco Qulhu ping pisan” (Besok jika sudah berumah tangga, setiap masuk rumah jangan lupa membaca surat Al-Ikhlas walaupun hanya sekali). Pesan ini merupakan nasihat yang bukan sekadar kata-kata, karena telah disabdakan oleh Nabi Besar Muhammad Saw:

    “Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw. dan mengadukan kefakiran yang menimpanya. Lalu beliau bersabda: ‘Apabila kamu masuk ke rumahmu, ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Dan jika tidak ada orang di dalamnya, ucapkan salam untuk dirimu, dan bacalah Qul Huwallaahu Ahad satu kali.’ Lalu laki-laki tersebut melakukannya. Maka Allah melimpahkan rizki orang tersebut, sehingga mengalir kepada tetangga-tetangganya.”

    Pesan dari Mbah Maimoen Zubair ini mengajarkan bahwa dengan menjaga hubungan yang baik dengan keluarga dan tetangga serta melakukan wirid harian, kita dapat meraih keberkahan dan kelapangan rezeki dalam kehidupan sehari-hari.

    Qobiltu.

    Ditulis oleh Tulus, Jurnalis Sorbansantri.com.


  • Syaikh Jumadil Kubro. Istikamah Lebih Hebat dari 1.000 Karomah,

    Syaikh Jumadil Kubro. Istikamah Lebih Hebat dari 1.000 Karomah,

    Syaikh Jumadil Kubro menjelaskan kepada murid muridnya tentang siapa orang yang sakti. “Tuanku, Engkau bisa berjalan di atas air….” Murid-muridnya berkata dengan kekaguman kepada Syaikh Jumadil Kubra.

    “Itu bukan apa-apa. Sepotong kayu juga bisa ” Syaikh Jumadil Kubro menjawab pertanyaan muridnya.

    Murid : “Tetapi engkau juga bisa terbang ke angkasa.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Demikian juga burung-burung itu bisa terbang.”

    Murid : “Engkau juga bisa bepergian ke Ka’bah dalam sedetik.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Setiap Jin yang kuat pun akan mampu pergi dari india ke Demavand dalam sedetik.”

    Murid : “Engkau juga kebal senjata dan kebal api.”

    Syaikh Jumadil Kubro : “Batu karang di pantaipun bisa kebal seperti itu.”

    “Kalau begitu. Apa kehebatan seorang manusia sakti yang sebenarnya? ” Murid-muridnya ingin tahu.

    Syaikh Jumadil Kubro tersenyum lalu menjawab :

    “Manusia sakti ialah mereka yang bisa menjaga hatinya agar tidak berpaling kepada sesuatupun selain Allah. Hatinya selalu Dzikrullah dalam keadaan apapun, sehingga bisa bersabar ketika di uji dan bisa bersyukur ketika diberi rezeki. Dengan dzikirnya maka rasanya rata datar seperti air sehingga tidak senang ketika dipuji dan tidak sakit hati ketika dihina. Dengan dzikrullah maka ia bisa terbang hijrah dari kegelapan perbuatan dosa kejalan ketakwaan penuh cahaya. Dan kebal dari segala godaan syetan. “

    Istikamah lebih hebat dari 1.000 Karomah

    Maka Istikamah itu lebih hebat dari 1.000 Karomah.

    Pada zaman Sayyid Jumadil Kubro beliau dijuluki (Pandita Ratu) karena mempunyai ilmu rahasia kaysaf laduni yang langsung dari Allah, Seperti Nabi Khidir a.s. yang mengetahui hal gaib dan ilmu-ilmu rahasia yang tidak diketahui oleh umum, Syaikh Sayyid Jumadil Qubra merupakan tokoh kunci proses islamisasi di pulau tanah Jawa yang hidup sebelum Walisongo.

    Seorang Qutubul Alimin wali mursyid Agung Sultan Aulia terbesar di zamannya. Penyebar Islam pertama yang mampu menembus dinding kebesaran kerajaan Majapahit. Syaikh Sayyid Jumadil Kubro adalah cucu ke-18 Rasulullah Muhammad Saw. dari garis Sayidah Fatimah Az-Zahra.

    Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu berdzikir kepada Allah, selalu mendapat ridha dari Allah Swt. Aamiin….!!!

    Semoga ada hikmahnya, dan menjadikan kita semua istiqomah di jalan yang diridhai Allah SWT. Amin, amin, amin ya Rabbal ‘alamin, dengan rahasia Asrari Al-Fatihah…

  • Salah Satu Karomah Maulana Syekh Ibnu Athoillah as-Sakandari

    Salah Satu Karomah Maulana Syekh Ibnu Athoillah as-Sakandari

    wp.sorbansantri.com – Maulana Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari, atau Taj al-Din Abu’l Fadl Ahmad ibn Muhammad ibn ‘Abd al-Karim ibn Atha’illah al-Iskandari al-Syadzili, lahir di Iskandariah, Mesir, pada tahun 648 H/1250 M dan wafat di Kairo pada 1309 M. Beliau adalah tokoh utama Tarekat Syadziliyah, yang dikenal luas di dunia dan Indonesia. Syekh Ibnu Atha’illah adalah murid dari Abu al-Abbas al-Mursi, penerus dari Abu al-Hasan al-Syadzili, pendiri tarekat tersebut.

    Syekh Ibnu Atha’illah dikenal sebagai ulama produktif dengan lebih dari 20 karya, termasuk kitab tasawuf terkenal, al-Hikam. Kisah menarik tentang karomah beliau terjadi saat salah satu muridnya pergi haji. Sang murid melihat Syekh Ibnu Atha’illah di berbagai tempat ibadah haji, meski beliau diketahui tidak meninggalkan Mesir.

    Saat sang murid kembali dan bertanya kepada masyarakat, semua mengatakan bahwa Syekh Ibnu Atha’illah tetap berada di Mesir selama musim haji. Ketika murid tersebut akhirnya bertemu dengan Syekh Ibnu Atha’illah, beliau bertanya, “Siapa yang kamu lihat saat menunaikan ibadah haji?” Murid itu menjawab dengan kaget, “Saya melihat Anda di setiap tempat ibadah haji.”

    Syekh Ibnu Atha’illah tersenyum, dan muridnya menyadari bahwa gurunya adalah wali dengan derajat ‘arwahul kummal’, yang ruhnya dapat berada di berbagai tempat. Wallahu a’lam.

    Sumber:
    Ngaji Kitab al-Hikam bersama KH. Jamaluddin Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin, Tambak Beras, Jombang.


  • Mukibul Pura-Pura Lupa Pada Sejarah

    Mukibul Pura-Pura Lupa Pada Sejarah

    Mojokerto, SorbanSantri.com – Sejarah mencatat bahwa awal kemerdekaan Indonesia diwarnai oleh berbagai perjuangan dan pengkhianatan. Salah satunya adalah kisah Muso Al-Musawwa Klan Balawi, seorang habib yang mengajarkan ideologi komunisme. Muso, yang terinspirasi oleh ideologi komunisme dari Yaman, terlibat dalam pembunuhan Gubernur pertama Jawa Timur, Suryo. TNI akhirnya menumpas Muso dan komplotannya, membakar mereka hidup-hidup di Alun-alun Purworejo.

    Tragedi ini seharusnya menjadi pelajaran penting bahwa rakyat Indonesia hanya menginginkan Pancasila sebagai dasar negara. Namun, ketika Muso menyebarkan komunisme, mengapa Rabithah Alawiyah (RA) tidak memperingatkannya? Pertanyaan ini kembali mengemuka ketika sejarah berulang di tahun 1965 dengan tokoh Achmad Ja’far Al-Aidid atau D.N. Aidit, serta para habaib lainnya yang memperjuangkan sistem komunisme di Indonesia. Mereka juga berakhir tragis, seperti Aidit yang ditembak mati di Boyolali.

    Tidak hanya pada masa awal kemerdekaan, propaganda radikal kembali muncul. Rizieq Shihab, misalnya, mempengaruhi umat Islam di Indonesia untuk mendukung ISIS. Namun, RA tidak mengambil tindakan tegas untuk memperingatkannya. Demikian pula pada tahun 2012, ketika keterlibatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam Front Pembela Islam (FPI) terjadi, RA dan habaib lainnya tidak melakukan pencegahan yang diperlukan.

    Laman: 1 2

  • Ciri-Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia

    Ciri-Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia

    wp.sorbansantri.com – Perang gerilya merupakan salah satu strategi penting yang digunakan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Strategi ini terbukti efektif dalam menguras kekuatan Belanda dan pada akhirnya membawa Indonesia menuju kemerdekaan penuh. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia:

    1. Dilakukan Secara Sembunyi-sembunyi dan Berpindah-pindah Tempat
      Pasukan gerilya tidak memiliki basis permanen dan selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari pengejaran Belanda. Mereka biasanya bersembunyi di daerah pedesaan, hutan, dan pegunungan.
    2. Melibatkan Rakyat Sipil
      Rakyat sipil memainkan peran penting dalam mendukung perang gerilya. Mereka menyediakan makanan, tempat persembunyian, dan informasi kepada pasukan gerilya. Dukungan rakyat sipil ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan perang gerilya.
    3. Menggunakan Serangan Kilat dan Sabotase
      Pasukan gerilya biasanya melakukan serangan kilat terhadap pasukan Belanda dan kemudian segera menghilang. Mereka juga melakukan sabotase terhadap infrastruktur dan logistik Belanda. Serangan-serangan ini membuat Belanda selalu waspada dan ketakutan.
    4. Dipimpin oleh Komandan yang Berpengalaman
      Perang gerilya membutuhkan komandan yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang baik tentang medan perang. Para komandan ini harus mampu menyusun strategi dan taktik yang tepat untuk mengalahkan pasukan Belanda.
    5. Memiliki Semangat Juang yang Tinggi
      Para pejuang gerilya memiliki semangat juang yang tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan tanah air mereka. Semangat juang ini yang membuat mereka pantang menyerah dan terus berjuang meskipun dengan persenjataan yang seadanya.

    Contoh Penerapan Ciri-Ciri Perang Gerilya:

    • Pasukan Gerilya Teuku Cik Di Tiro di Aceh
      Pasukan ini menggunakan taktik gerilya dengan bersembunyi di pegunungan dan hutan untuk menyerang pasukan Belanda secara tiba-tiba.
    • Pasukan Gerilya Jenderal Sudirman di Jawa
      Mereka menggunakan taktik gerilya dengan melakukan long march sejauh 2.000 kilometer untuk menghindari pengejaran Belanda.
    • Pasukan Gerilya Rakyat Istimewa Yogyakarta (RIS)
      Pasukan ini melakukan serangan terhadap pos-pos Belanda di Yogyakarta dan sekitarnya menggunakan taktik gerilya.

    Perang gerilya bangsa Indonesia merupakan contoh perjuangan yang heroik dan patut dicontoh. Dengan strategi yang tepat dan semangat juang yang tinggi, bangsa Indonesia berhasil mengalahkan penjajah Belanda dan mencapai kemerdekaan.

    Demikian beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia.

    Oleh: Tim SorbanSantri.com

  • TELADAN MBAH MOEN DALAM MEMULIAKAN AHLUL BAIT

    TELADAN MBAH MOEN DALAM MEMULIAKAN AHLUL BAIT

    wp.sorbansantri.com – Suatu ketika ada seorang calon santri asal Bandung yang berniat nyantri di Pondok Mbah Moen. Calon santri ini bukanlah santri biasa, ia adalah Abdullah Zaky Al-Kaff, seorang Sayyid yang merupakan keturunan Nabi Muhammad. Sebelum berangkat ke Pondok Sarang, pamannya berpesan agar Zaky tidak langsung memberitahu Mbah Moen bahwa ia adalah seorang Habib. Zaky memegang teguh pesan tersebut.

    Sesampainya di pondok, Habib Zaky langsung sowan kepada Mbah Moen dan menyampaikan niatnya untuk nyantri di Pondok Sarang. Ketika Mbah Moen bertanya namanya, ia menjawab, “Nama saya Zaky,” sesuai dengan pesan pamannya. Wajahnya yang tidak tampak seperti Habib pada umumnya membuatnya tidak dikenali. Setelah itu, Zaky menjalani kegiatan belajar seperti santri lainnya.

    Tengah malam, kamar yang dihuni Habib Zaky tiba-tiba diketuk agak kencang, membuat para santri yang sedang tidur terbangun. Ternyata yang mengetuk pintu adalah Mbah Moen. Para santri kalang kabut melihat kedatangan Mbah Moen. Beliau kemudian berkata, “Mana yang namanya Zaky, kamu tidak mengaku ya kalau kamu masih dzuriyyah (keturunan) Rasul? Saya baru saja mimpi didatangi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau berpesan pada saya untuk titip cucunya. Kalau kamu masih belum mengaku, pilih mana mondok ditempat saya atau keluar dari pondok saya.”

    Laman: 1 2

  • KISAH MBAH MOEN BERTEMU NABI KHIDIR AS

    KISAH MBAH MOEN BERTEMU NABI KHIDIR AS

    Adalah salah satu peristiwa yang sangat berkesan dalam hidupnya. Ketika masih menjadi santri di Lirboyo, beliau mengalami kejadian yang luar biasa.

    Suatu hari, saat sedang berada di dekat kuburan Setono Gedong sekitar pukul 11 siang, Mbah Moen tiba-tiba mendengar suara yang memanggil namanya. Dengan penuh keheranan, ia melihat seseorang dari kuburan itu, berpenampilan seperti seorang petani dengan mengenakan caping.

    @beritasorban

    KISAH MBAH MOEN BERTEMU NABI KHIDIR AS Suatu hari, saat sedang berada di dekat kuburan Setono Gedong sekitar pukul 11 siang, Mbah Moen tiba-tiba mendengar suara yang memanggil namanya. Dengan penuh keheranan, ia melihat seseorang dari kuburan itu, berpenampilan seperti seorang petani dengan mengenakan caping. #mbahmoen sorbansantri #kisahinspirasi #fyp

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri
    TikTok wp.sorbansantri.com

    “Kamu cinta sama saya, aku juga cinta sama kamu,” ujar orang tua yang dilihat Mbah Moen dengan penuh kelembutan.

    Lebih lanjut, orang tersebut memberikan petunjuk bahwa Mbah Moen akan belajar ilmu agama melalui kitab-kitab berbahasa Arab, dan di masa depan, ia akan menghadapi zaman di mana ilmu agama dipelajari melalui terjemahan buku-buku. Pesan tersebut disampaikan dengan tegas, bahwa Mbah Moen harus mengaji kitab-kitab berbahasa Arab dengan sungguh-sungguh.

    Setelah memberikan pesan, orang yang ternyata adalah Nabi Khidir AS itu berdoa dengan penuh khidmat, yang kemudian diamini oleh Mbah Moen.

    Pertemuan yang luar biasa itu memberikan dampak yang signifikan pada Mbah Moen. Meskipun ia menjadi sangat alim dan terlihat seperti santri yang sangat mendalami ilmu agama, ia merasa bahwa kealiman tersebut tidak bisa diwariskan secara langsung kepada murid-muridnya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat Mbah Moen dalam mengajar, mendidik, dan mengaji dengan santri-santrinya.

    Mbah Moen tetap menjadi teladan yang gigih dalam berdakwah, mengurus keluarganya, serta berperan aktif dalam urusan masyarakat dan negara. Cerita ini merupakan bukti kebesaran dan keajaiban pertemuan dengan Nabi Khidir AS dalam perjalanan spiritual Mbah Moen.

    Sumber: YouTube Nasihat Kakek