Tag: banser

  • Haul Mbah Surgi dan Peresmian Musholla Nur Hasan, Warga Bacem Antusias Sambut Kehadiran Gus Barra

    Haul Mbah Surgi dan Peresmian Musholla Nur Hasan, Warga Bacem Antusias Sambut Kehadiran Gus Barra

    Mojokerto, SorbanSantri.com – Haul Mbah Surgi atau yang dikenal dengan nama asli Mbah Nur Hasan Tamtojani di Dusun Tepas Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang, Mojokerto, tahun ini berlangsung meriah dan penuh makna. Selain menjadi momentum spiritual, acara juga dirangkaikan dengan peresmian Musholla “Nur Hasan” oleh Bupati Mojokerto, Gus Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum.

    Acara Haul yang digelar selama dua hari ini dimulai pada Jumat, 17 Oktober 2025 dengan kegiatan Sholawat Ishari. Panitia mencatat sekitar 500 jamaah Ishari hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto, dari total undangan 1.000 jamaah. Lantunan sholawat bergema silih berganti, menambah khidmat suasana malam pertama haul.

    Puncak acara digelar keesokan harinya, Sabtu, 18 Oktober 2025, dengan pengajian umum yang menghadirkan dua penceramah utama. Ceramah pertama disampaikan oleh KH. Abd Mughni Wahab, kemudian dilanjutkan oleh BP KH. Muslikhuddin Abbas, Suriyah PCNU Kabupaten Mojokerto yang baru saja dilantik bulan lalu.

    Menariknya, di sela pengajian tersebut, Gus Barra hadir secara langsung untuk meresmikan bangunan rehabilitasi Musholla Nur Hasan yang baru rampung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa musholla tersebut telah dibangun melalui dana pemerintah sebesar Rp 250 juta.

    “Orang yang sudah meninggal itu sebenarnya tidak mati. Mereka hidup di sisi Tuhannya,” ujar Gus Barra, sambil mengutip salah satu ayat Al-Qur’an sebagai dalil, disambut takbir oleh para jamaah.

    Usai sambutan, Bupati termuda di Indonesia itu melakukan penandatanganan prasasti peresmian di atas papan keramik hitam berukuran sekitar 60 cm, dilanjutkan foto bersama para tokoh masyarakat dan pengurus NU setempat.


    Tanpa Pengamanan Banser, Ceramah Berlangsung Tenang Namun Disayangkan

    Meski acara berjalan lancar dan penuh khidmat, terdapat beberapa catatan penting dari warga dan tokoh NU di lapangan. Di antaranya adalah tidak adanya pengamanan dari Banser pada kedua hari kegiatan, baik saat Sholawat Ishari maupun pengajian puncak.

    Hal ini dibenarkan oleh M. Kholil, mantan Ketua Ansor Ranting Bening, yang menyampaikan bahwa pihak Banser tidak pernah menerima konfirmasi dari panitia.

    “Saya sempat menanyakan langsung ke pihak Banser Ranting. Jawabannya, tidak ada permintaan pengamanan dari panitia,” ungkapnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Ceramah KH MUSLIKHUDDIN ABBAS tanpa pendampingan Banser

    Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya sambutan resmi dari Panitia serta konfirmasi mendadak terhadap Ranting NU Bening tanpa koordinasi jauh hari.
    Beberapa tokoh NU berharap ke depan, kegiatan masyarakat yang mengatasnamakan NU dapat dikoordinasikan dengan struktur organisasi, mulai dari Ranting, MWC, hingga PCNU, agar sinergi keorganisasian tetap terjaga.

    “Kalau kegiatan masyarakat membawa nama NU, sebaiknya konfirmasi ke pengurus resmi NU. Biar rapi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar salah seorang tokoh yang enggan disebut namanya.


    Momentum Perbaikan dan Pembelajaran

    Kendati demikian, acara Haul Mbah Surgi tahun ini tetap dianggap lebih baik dan berkembang dibanding tahun sebelumnya. Selain meningkatnya partisipasi masyarakat, terbangunnya Musholla Nur Hasan yang megah menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Dusun Tepas Bacem.

    Ketua Ranting NU Desa Bening, Gus Muhammad Nur Habibi, saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan apresiasi dan harapan agar kekurangan kecil di tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi.

    “Alhamdulillah, secara umum acara berjalan baik dan lancar. Kekurangan itu wajar, yang penting kita belajar dan berbenah untuk tahun berikutnya,” tutur Gus Habibi.

    Dengan rampungnya Musholla Nur Hasan dan semangat warga yang tetap terjaga, Haul Mbah Surgi 2025 menjadi bukti nyata bagaimana tradisi keagamaan dan gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat Nahdliyyin Mojokerto.

  • PERATURAN ORGANISASI BANSER

    PERATURAN ORGANISASI BANSER

    [3d-flip-book id=”15023″ ][/3d-flip-book]
  • Ironi Penolakan BANSER oleh Raja-Raja Bali saat Apel Kesetiaan di Tengah Muktamar PKB

    Ironi Penolakan BANSER oleh Raja-Raja Bali saat Apel Kesetiaan di Tengah Muktamar PKB

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Pada hari-hari terakhir ini, muncul kejadian yang cukup mengundang perhatian publik, terutama dalam lingkup keagamaan dan politik. BANSER, yang dikenal sebagai sayap paramiliter Nahdlatul Ulama (NU) dengan semangat perjuangan kemanusiaan tanpa mengenal golongan, ras, atau afiliasi politik, justru mengalami penolakan dari raja-raja Bali saat menggelar Apel Kesetiaan beberapa hari yang lalu.

    Kegiatan yang seharusnya menjadi wujud komitmen BANSER terhadap NKRI ini malah menjadi kontroversi. Ironisnya, Apel Kesetiaan ini diadakan bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Bali, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat Apel Kesetiaan tersebut berlangsung. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa kurangnya koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi penyebab utama gesekan antara BANSER dan pihak-pihak setempat.

    Seharusnya, sebagai organisasi yang sudah dilatih dengan kedisiplinan tinggi dan kepekaan terhadap situasi di lapangan, BANSER mampu mengantisipasi dampak atau efek dari kegiatan yang mereka lakukan, terutama jika berpotensi menimbulkan konflik dengan pihak lain. Namun, kenyataannya, instruksi untuk menggelar Apel Kesetiaan ini seolah dilakukan secara tiba-tiba, tanpa perencanaan yang matang. Hal ini terbukti dari perintah mendadak untuk memulangkan BANSER yang baru saja tiba di Bali.

    Kejadian ini menjadi sorotan, terutama di tengah memanasnya hubungan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PKB, dua entitas yang memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat. Penolakan ini, selain menyiratkan adanya ketidakharmonisan antara kedua belah pihak, juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana BANSER, sebagai bagian dari NU, dapat mempertahankan netralitasnya di tengah situasi politik yang semakin kompleks.

    Publik kini menanti langkah selanjutnya dari BANSER dan NU dalam menyikapi situasi ini, serta bagaimana mereka akan menjaga komitmen terhadap prinsip-prinsip perjuangan yang selama ini mereka junjung tinggi. (AI Sorban)

    @beritasorban BANSER yang dikenal dengan semangat perjuangan kemanusiaan tanpa memandang ras atau politik, mengalami penolakan dari raja-raja Bali saat menggelar Apel Kesetiaan. Ironisnya, acara ini bertepatan dengan Muktamar PKB yang hanya berjarak tidak terlalu jauh. Tanpa koordinasi yang baik, kegiatan BANSER ini justru menimbulkan gesekan, bahkan perintah untuk memulangkan pasukan BANSER dilakukan secara tiba-tiba. Di tengah memanasnya hubungan PBNU dan PKB, kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang netralitas dan komitmen BANSER. Bagaimana tanggapan mereka? #BANSER #ApelKesetiaan #RajaBali #MuktamarPKB #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Ngumpul di Lesehan Sejuk Sendi: Gus Dulloh dan Sorban Santri Siap Berjuang untuk Mojokerto

    Ngumpul di Lesehan Sejuk Sendi: Gus Dulloh dan Sorban Santri Siap Berjuang untuk Mojokerto

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Pada Minggu, 16 Juli 2024, sebuah pertemuan hangat dan penuh semangat terjadi di Lesehan Sendi Sejuk, Warung Pak Toni (Fpr forum perjuangan rakyat), Pacet Mojokerto. Gus Dulloh, atau Sya’dulloh Syarofi, yang merupakan Wakil Ketua 2 Tanfidziyah PC NU Kabupaten Mojokerto sekaligus putra dari KH. Chusain Ilyas, mengadakan pertemuan dengan sahabat Sorban Santri, yang sebagian besar anggotanya adalah sahabat Ansor dan Banser. Pertemuan ini bukan hanya untuk menikmati hidangan khas seperti pakis dan kulup slada, tetapi juga menjadi momen penting dalam kancah politik Kabupaten Mojokerto.

    Dalam suasana yang penuh keakraban, Bupati Mojokerto saat ini, Ikhfina Rahmawati, secara resmi mengumumkan bahwa Gus Dulloh akan menjadi calon wakil bupati yang akan mendampinginya pada Pilkada mendatang. Langkah ini diambil setelah melihat potensi dan kontribusi besar Gus Dulloh dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan di Mojokerto.

    Gus Dulloh, yang merasa terhormat dengan kepercayaan yang diberikan untuk dipercaya sebagai calon wakil Bupati Kab. Mojokerto, menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk bekerja sama demi kemajuan Mojokerto. “Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan dan siap berkolaborasi dengan Bu Ikhfina untuk kesejahteraan masyarakat Mojokerto,” ujarnya.

    Selain pengumuman penting ini, pertemuan juga difokuskan pada diskusi dengan sahabat Sorban Santri yang di komandoi oleh Muhammad Mahbubulloh (Gus Mahbub), yang kebanyakan anggotanya adalah sahabat Ansor dan Banser Kab. Mojokerto serta pemuda Pacet Mojokerto. Mereka berbicara tentang berbagai isu dan rencana yang akan dijalankan ke depan. Acara ini juga berfungsi sebagai momen refreshing dan rekreasi sebelum Hari Raya Idul Adha 1445 H, memperkuat kebersamaan dan semangat kekeluargaan di antara anggota.

    “Pertemuan ini bukan hanya tentang politik, tetapi juga tentang mempererat persaudaraan dan merencanakan masa depan bersama. Kami siap mendukung penuh langkah Gus Dulloh dan Bupati Ikhfina untuk Mojokerto yang lebih baik,” kata salah satu anggota Banser yang hadir.

    Dengan diumumkannya Gus Dulloh sebagai calon wakil bupati, sahabat Sorban Santri menunjukkan dukungan penuh dan siap bekerja sama dalam mendukung pasangan ini di Pilkada mendatang. Harapan besar terletak pada kolaborasi ini, yang diharapkan dapat membawa inovasi dan kemajuan bagi Kabupaten Mojokerto.

    Pertemuan di Lesehan Pak Toni ini menjadi saksi awal dari perjalanan baru dalam politik Mojokerto, menggabungkan kepemimpinan Gus Dulloh dan Bupati Ikhfina Rahmawati dengan dukungan kuat dari sahabat Sorban Santri. Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan dan berdampak positif bagi seluruh masyarakat Mojokerto.

    Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang kokoh dari sahabat Ansor dan Banser, Gus Dulloh siap menghadapi tantangan dan membawa Mojokerto menuju masa depan yang lebih baik. Bersama-sama, mereka akan bekerja keras untuk kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Mojokerto. (AI SorBan) #GusDulloh2024 #SorbanSantri #MojokertoBangkit #AnsorBanser

    @beritasorban Pada Minggu, 16 Juli 2024, di Lesehan Sendi Sejuk, Warung Pak Toni (Fpr forum perjuangan rakyat), Pacet Mojokerto, Gus Dulloh, putra KH. Chusain Ilyas, bertemu dengan Sahabat Sorban Santri yang kebanyakan diisi oleh sahabat Ansor Banser (SorBan) dan Pemuda Pacet Mojokerto. Pertemuan hangat ini bukan hanya untuk menikmati hidangan khas seperti pakis dan kulup slada, tetapi juga menjadi momen penting dalam politik Mojokerto. Bupati Ikhfina Rahmawati mengumumkan Gus Dulloh sebagai calon wakil bupati untuk Pilkada mendatang. Gus Dulloh yang juga Wakil Ketua 2 Tanfidziyah PC NU Mojokerto, menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk memajukan Mojokerto. Dukungan penuh dari Sahabat Sorban Santri menjadi pilar kuat bagi pasangan ini. Dengan kebersamaan dan semangat kekeluargaan, mereka siap membawa perubahan positif dan inovasi untuk Kabupaten Mojokerto. #GusDulloh2024 #SorbanSantri #MojokertoBangkit #PilbupMojokerto #AnsorBanser #KebersamaanUntukKemajuan #fypp #foryou ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Pengajian Halal Bi Halal Ikhwan Thoriqoh dan Khoul Ny. Hj. Sama’i Hasan Fatah di Banjarnegara

    Pengajian Halal Bi Halal Ikhwan Thoriqoh dan Khoul Ny. Hj. Sama’i Hasan Fatah di Banjarnegara

    wp.sorbansantri.com – Banjarnegara, 20 April 2024 – Pada hari Sabtu kemarin, Ponpes Al Fatah yang terletak di Parakancanggah, Banjarnegara menjadi saksi dari acara pengajian Halal bi Halal yang diikuti oleh Ikhwan Thoriqoh dan Khoul Ny. Hj. Sama’i Hasan Fatah. Acara yang dimulai pukul 07:30 ini dihadiri oleh sekitar 30 personil Banser yang turut memeriahkan suasana.

    KH. Ahmad El Amin Lc, MH, sebagai pengisi acara, memberikan ceramah yang penuh hikmah dari Ponpes Ihya Ulumudin, Cilacap. Dengan atmosfer yang khidmat, para peserta pengajian mendapatkan berbagai wawasan dan inspirasi untuk meningkatkan keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

    “Acara ini tidak hanya sekadar pertemuan, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan pemahaman akan nilai-nilai keagamaan yang luhur,” ungkap salah satu peserta yang ikut hadir.

    Ponpes Al Fatah sendiri merupakat tempat yang strategis untuk kegiatan pengajian seperti ini, dengan fasilitas aula yang memadai dan suasana yang mendukung konsentrasi dan kekhidmatan dalam beribadah. Acara berlangsung dengan lancar hingga selesai, meninggalkan kesan yang mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. (AI Sorban)

  • Pengajian Rutin LDNU di Masjid Al Musthofa Desa Canggu Kecamatan Jetis Kab. Mojokerto

    Pengajian Rutin LDNU di Masjid Al Musthofa Desa Canggu Kecamatan Jetis Kab. Mojokerto

    Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Mojokerto hari ini tanggal 31 Juli 2022 mengadakan Pengajian Rutin Ngaji Ahadan bertempat di Masjid Al Musthofa dusun Kedungsumur desa Canggu Kec. Jetis Kab. Mojokerto.

    Pengajian Rutin LDNU
    H. Alim Sodikin bersama panitia Ngaji Ahadan LDNU

    H. Alim Sodikin selaku ketua Ranting NU Canggu dan mewakili takmir masjid Al Musthofa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran jamaah dan semua yang membantu terlaksananya acara kali ini khususnya warga Canggu yang telah membantu dalam penyediaan konsumsi, semoga semua bisa menjadi wasilah meraih ridho Alloh SWT.

    Panitia Pengajian LDNU Mojokerto
    Panitia Ngaji Ahadan LDNU

    Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada sesuatu hal yang kurang berkenan meskipun persiapan yang di lakukan oleh ranting NU dan takmir masjid sebulan sebelum hari pelaksanaan.

    Dari pengurus jajaran MWC NU Jetis KH. Solikhin S. Ag menyampaikan selamat datang kepada semua para kyai kyai semojokerto dan jamaah ngaji jihad ahadan, semoga kehadiran jamaah semuanya bisa membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi warga Jetis khususnya warga desa Canggu.

    Dalam pengajian KH. Masrikhan menyampaikan hakikat dari mendirikan sholat. Bahwa sholat itu harus dihayati artinya. Lahirnya sujud, hatinya menghadap kepada Allah. Sehingga dosa-dosanya diampuni dan Allah pasti tahu apa yang diinginkan hambaNya. Tidak mintapun, Allah sudah tahu. Pasti diberi oleh Allah.

    Pengajian Rutin LDNU Mojokerto
    Banser bersama Kapolsek Setempat

    Pengobatan gratis juga disediakan oleh Banser Basada PC Mojokerto untuk segala penyakit termasuk pemeriksaan kesehatan mata. Sehingga selain mengaji juga mendapatkan pengobatan gratis bagi yang sedang membutuhkan.

    SORBANSANTRI.COM
    Pengobatan Gratis Banser Basada PC Mojokerto

    Pengajian LDNU ini diadakan setiap hari Minggu dan bergilir di wilayah kabupaten Mojokerto mulai jam 08.30 sampai dengan selesai.

  • Dr. Fahrudin Faiz M,Ag : “ORANG JAWA NENEK MOYANG KITA !!” Saat mengisi Materi Ngaji Filsafat Mojokerto

    Dr. Fahrudin Faiz M,Ag : “ORANG JAWA NENEK MOYANG KITA !!” Saat mengisi Materi Ngaji Filsafat Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Gerakan Pemuda ansor (GP Ansor) Kota Mojokerto menggelar kegiatan ngaji filsafat pada tanggal 6 Mei 2002 Kabupaten Mojokerto Yang menghadirkan Pemateri Dr. Fahrudin Faiz M.Ag, yang merupakan Intelektual Muslim dan Dosen UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta Menjadi Motivator di Sosial Media.

    Dalam kegiatan ini melibatkan kurang lebih 200 partisipan yang terdiri dari organisasi Gerakan Pemuda ansor pengurus cabang Kota Mojokerto, pelajar se-kabupaten Mojokerto, kaum muslimin di Kabupaten Mojokerto, dan para penggemar Ustadz Fachrudin di sosial media, Selain itu kegiatan ngaji filsafat ini juga mendapatkan pengawalan khusus dari barisan serbaguna Banser dari Kota Mojokerto yang mengamankan jalannya kegiatan ini.

    Kegiatan digelar di PENDOPO KALAM AKSARA LAMPAHAN (depan GOR Dinas Pendidikan , Kecamatan Sooko , Kabupaten Mojokerto) , Rangkaian kegiatan ini dimulai dari pukul 7 malam sampai pukul 21 malam kegiatan pun dipimpin pembukaan oleh moderator,kemudian di lanjut dengan sambutan-sambutan , disusul dengan puncak acara inti yakni Pengisian materi oleh Dr. Fahrudin Faiz, dan trakhir ditutup dengan dialog tanya jawab dengan penonton setempat.

    Dalam penyampaian materi nya pada waktu dialog dengan penananya, Dr. Fahrudin Faiz memberi pernyataan bahwa “Orang Jawa Itu nenek moyang kita maka dari itu jangan sampai jadi orang Jawa yang hilang Jawa nya” , pernyataan dilontarkan ke jamaah yang mendengarkan karena ketika di zaman ini banyak orang Jawa yang yang hilang akan asal-usul nya sebagai orang Jawa.

    Dr Fahrudin Faiz menceritakan panjang yang mengandung hikmah yang mengenai orang Jawa , juga mengupas problematika sehari-hari di zaman yang saait ini sedang marak banyaknya Orang Jawa yang kehilangan asal-usulnya sebagai orang Jawa. Hal ini diutarakan dokter Fahrudin untuk menyadarkan Para Jamaah yang ikut serta mengaji filsafat, mengingat karena forum dialog ini lebih menekankan saling belajar dan sharing satu sama lain.

    Selain bercerita Hikma , Dr. Fahrudin juga memberi motivasi – motivasi kepada jamaah yang turut hadir dalam kegiatan ngaji filsafat kali ini, dan di penghujung acara moderator menyampaikan kesimpulan dari Pemateri kemudian acara selesai berjalan dangen lancar. (Feri D.S)

  • Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    SORBANSANTRI.COM
    Kiai tampar anggota Banser (Foto: tangkapan layar Youtube NU Garis Lurus)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com– Video kiai kelahiran Madura, KH Syukron Ma’mun yang tampak menampar salah satu Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) viral di media sosial (medsos).

    Dalam video itu, tampak tamparan kiai tersebut hanya untuk mengingatkan agar anggota Banser kembali kepada tugas utamanya untuk menjaga keamanan ulama atau kiai.

    Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman ini menyindir salah satu Banser yang diduga melakukan penjagaan di sebuah gereja. Kiai yang menggunakan baju serba putih ini meminta agar oknum anggota Banser itu kembali menjaga keamanan ulama.

    “Menjaga kiai mestinya kamu di rumah saya Banser ini. Tapi akhirnya Banser, kiainya enggak dijaga gereja yang dijaga,” kata Syukron dikutip dalam video berjudul ‘KH. Syukron Makmun Tampar Seorang Banser Agar Jangan Jaga Gereja,’ yang diunggah akun YouTube NU Garis Lurus, Sabtu (23/04/2022).

    Setelah itu, Kiai Syukron Makmun juga terlihat menampar seorang pemuda dan mengingatkan hal yang sama.

    “Akhirnya kiainya enggak dijaga gereja dijaga. Bagaimana benar kan saya ngomong? Lah iya suruh jaga kiai,” ujarnya.

    Video viral kiai menampar anggota Banser ini mengundang beragam reaksi warganet di medsos.

    “Kembalilah kejalan yang benar wahai saudara ku,jangan mau diperalat oleh pemimpin mu yang haus kekuasaan itu,”kata akun @Win**

    “Semoga dengan tamparan mbah kyai, Banser NU bisa kembali ke fungsinya semula menjaga para Ulama, menjaga agama Islam,”tulis akun @Sibawa***

    (sumber)

  • Sambung Silaturrahmi Satsus  BALANTAS PC Mojokerto Turba ke PAC Trowulan

    Sambung Silaturrahmi Satsus BALANTAS PC Mojokerto Turba ke PAC Trowulan

    Mjokerto.Sorbansantri.com – Untuk menyambung ikatan tali persaudaraan antar Jajaran Pengurus Cabang (PC) dan anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) berbagai cara di lakukannya, salah satunya pada hari sabtu malam (05-02- 2022) Satuan Kusus (Satsus) Banser Lalu Lintas (BALANTAS) kabupaten Mojokerto mengadakan acara giat turba ke PAC Trowulan tepatnya di balai dusun Bacang desa Pakis.

    Tujuan bersilaturrahmi sesama anggota BALANTAS dan juga sekaligus latber (latihan bersama) untuk pemantapan 12 gerakan yang ada di dalam sistim lalu lintas, karena Balantas adalah Satuan Kusus yang membidangi tentang keamanan dan keselamatan di jalan raya maka di perlukan latihan kusus untuk belajar tata cara pengamanan yang benar sehingga ketika bertugas di lapangan sudah faham sesuai apa yang telah di ajarakannya.

     

    Dalam acara turba kali ini di hadiri oleh ketua PAC GP Ansor kecamatan Trowulan beserta jajarannya, anggota Banser Satkoryon PAC Trowulan, pengurus harian Satsus Balantas Cabang, dan juga anggota Satsus Provost Cabang.

     

    Menurut Kasatsus Balantas pimpinan cabang Mojokerto komandan Koko sapa’an akrapnya mengatakan, dari pertemuan atau giat turba kali ini selain kita belajar bareng dan praktek tentang tata cara penanganan ketika di jalan raya, juga kita mengadakan musyawarah bersama dan mendapatkan beberapa poin hasil yakni diantaranya, intruksi keanggotaan Balantas, anggota balantas yang masuk di tingkatan cabang wajib sudah pernah mengikuti Diklatsus dan menyetorkan bio data sesuai KTP yang masih berlaku, pimpinan cabang Balantas agar berupaya untuk melakukan kegiatan latber di tiap tiap PAC setiap 1 bulan sekali, Pungkasnya

     

    Harapan dari pengurus cabang setelah di adakan turba ini adalah kita berharab mudah mudahan anggota Balantas baik di tingkatan PAC maupun Cabang kedepannya tambah semangat untuk berhikmad mengawal setiap ada kegiatan ke agamaan lebih lebih bisa membantu masyarakat pada umumnya dan kita berupaya untuk menjaring keanggotaan di tingkatan PAC yang ada di seluruh kabupaten Mojokerto. (hasan-ngoro)

  • Satkoryon banser  ngoro gelar apel upacara di pantai gemah tulungagung dalam rangka harlah NU KE 96

    Satkoryon banser ngoro gelar apel upacara di pantai gemah tulungagung dalam rangka harlah NU KE 96

    Organisasi atau jam’iyah nahdlatul ulama’ (NU) di dirikan pada tanggal 31 januari 1926, saat ini usianya sudah memasuki ke 96 tahun, Banser  merupakan pasukan yang bertugas mengawal dan menjaga para kyai dan ulama’ serta berperan penting menjaga kesatuan NKRI kususnya kepada warga Nahdiyin, Harlah NU yang ke 96 kali mengambil tema “ KEMANDIRIAN DALAM BERKHIDMAT UNTUK PERADABAN DUNIA”

     

    Satkoryon BANSER kecamatan ngoro kabupaten Mojokerto pada hari minggu (30/01/2022) mengadakan apel upacara dalam rangka memperingati harlah NU ke 96 tahun di pantai gemah tulungagung, pada upacara kali ini yang menjadi inspektur upacara adalah ketua PAC GP ANSOR kecamatan ngoro.

     

    Sahabat Saufi selaku ketua PAC GP ANSOR  kecamatan ngoro selaku inspektur upacara mengatakan di hadapan para kader Ansor Banser yang ikut apel ‘ kita sebagai pasukan yang bertugas menjaga dan boleh di bilang sebagai benteng ulama’, kita harus rela berkorban apa saja demi menjaga warwah NU, kekompakan dan kesolitan kita adalah kuncinya, kita sebagai anggota Ansor Banser harus siap bila mendapatkan tugas dari para kyai dan ulama’ lebih lebih kepada jam’iyah Nahdlatul ulama’

     

    Di akhir sambutannya beliau menegaskan Satkoryon Banser  kecamatan ngoro adalah pusat basisnya banser se kabupaten mojokerto dan sudah banyak yang menjadi perwira maka sudah selayaknya bisa menjadi contoh tauladan kepada anggota banser yang dari daerah lain,

     

    ” jiwa loyalitas dan militansi mari kita tanamkan dan kita tunjukkan kepada masyarakat kalau Banser itu ada dan siap di butuhkan kapanpun dan di manapun” ucapnya dengan tegas sambil mengepalkan tangan kanannya.

     

    Acara berlangsung kurang lebih selama 1 jam di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars ansor, maes banser dan yang terakhir di tutup doa oleh H, edi selaku pengurus Rijalul Ansor kecamatan ngoro, semoga kita semua di akui santrinya hadrotussyeh Hasyim Asyari selaku pendiri jam’iyah nahdlatul ulama’, dan semua bisa khusnul khotimah.

     

     

    hasan sorban