Tag: banser

  • Ngalap barokah para alim ulama’ satkoryon banser kecamatan ngoro adakan ziarah ke makam  para muassis

    Ngalap barokah para alim ulama’ satkoryon banser kecamatan ngoro adakan ziarah ke makam para muassis

     

     

    SATKORYON BANSER kecamatan ngoro Kabupaten mojokerto jawa timur melaksanakan wisata religi ke makam para aulia’ yang berada di jombang, Kediri dan tulungagung yang di laksanakan pada hari sabtu (29/01/2022) malam pemberangkatan dari gedung terpadu MWCNU kecamatan ngoro yang di ikuti oleh para anggota PAC GP ANSOR, BANSER , dan juga RIJALUL ANSOR.

     

    Kegiatan wisata religi ini adalah ziarah ke makam Mbah hasym (KH. HASYM ASYARI) pendiri Nahdlatul Ulama, makam Gus Dur (KH. ABDUL RAHMAN WAHID) Jombang, Gus Mik Kediri, dan mantan komandan SATKORNAS BANSER, H. Alfa Isnaini, Tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk menjalin silaturrahmi juga untuk mengenang dan menteladani jasa para ulama’ dan auliya’, yang telah menginspirasi juga memotifasi kepada para anggota banser kususnya, contohnya Gus Dur semasa hidupnya beliau yang telah memompa dan juga membangkitkan ghirroh semangat Banser untuk menjadi pasukan yang bertugas untuk menjaga para kyai dan ulama’.

     

    Menurut komandan  JAZIL selaku panglima atau kasatkoryon banser kecamatan ngoro mengatakan

    “mari kita niatkan ziaroh ini selain untuk ibadah juga mari kita meniru perjuangan para muassis ini dan menerapkan ke hati kita masing masing, baik dari segi semangatnya maupun pengorbanan beliau, jiwa loyalitas dan totalitas kita terapkan kepada masyarakat lebih lebih kepada jamiyyah nahdlatul ulama’

     

    Beliau juga menginformasikan bahwa harapan diadakannya kegiatan ini supaya tercipta rasa kekeluarggan, kekompakan, kerukunan dan juga rasa persaudaraan antar anggota yang akhirnya bisa melaksanakan tugas organisasi secara maksimal, mudah mudahan berkah dari para muassis semua bisa terkabul dan di ridhoi ALLOH swt. (hasan-ngoro)

  • GP Ansor Karangawen Gelar Kelas Media dan Jurnalistik

    GP Ansor Karangawen Gelar Kelas Media dan Jurnalistik

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak menggelar Kelas Media dan Pelatihan Jurnalistik Dasar pada Rabu (26/1/2022) malam.
    Kegiatan yang digelar di lantai dua Gedung MWC NU Kecamatan Karangawen ini diikuti sejumlah 40 orang yang merupakan utusan dari tiap ranting atau kelurahan di kecamatan tersebut.
    Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karangawen, Fahri Lathif mengatakan, kelas ini bertujuan memperlebar sayap perjuangan sampai ke dunia maya.
    Kegiatan ini juga merupakan program kerja yang telah direncanakan oleh Bidang Informasi, Komunikasi dan Kajian Strategis dari PAC GP Ansor Kecamatan Karangawen Demak.
    “Peserta kita bekali tentang pengetahuan jurnalistik dasar dan pengelolaan media sosial yang baik dan benar,” kata Fahri.
  • NU PEDULI bergerak! PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU dan Banser Ansor

    NU PEDULI bergerak! PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU dan Banser Ansor

    SORBANSANTRI.COM

    Pasuruan, wp.sorbansantri.com – Banjir Sungai Rejoso (kali lanang) Pasuruan, berdampak pada beberapa desa di seputar desa Rejoso Lor, Desa Patuguran. Juga desa2 lainnya.

    Sudah beberapa hari ini air meluber dan menggenangi rumah warga dengan variasi ketinggian 20-100 cm. Sedikitnya sekitar 4800 Kepala Keluarga terdampak.

    Atas kejadian ini, NU PEDULI bergerak. PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU, bersama Banser Ansor mendirikan Dapur Umum yang terletak di area Masjid Al Baka Rejoso Pasuruan.

    Sudah beberapa hari ini DU didirikan, dan membagikan nasi bungkus sedikitnya 2000 per hari.

    Rabu, 19 Januari, kondisi banjir bertambah. Sehingga Poslap NU PEDULI Kab. Pasuruan memperbanyak pasokan nasi bungkus. Tak hanya itu, kapasitas sekitar Kab pasuruan juga dikerjakan untuk membantu evakuasi warga.

    Relawan LPBI NU Kab. Mojokerto pada selasa sore mencoba koordinasi dg LPBI NU Kab. Pasuruan, dan pada akhirnya LPBI NU Kab. Mojokerto memutuskan memberangkatkan relawan dan beberapa alat yang dibutuhkan.

    Bekerja sama dg FPRB Kab. Mojokerto didukung oleh BPBD Kab. Mojokerto memberangkatkan 8 peraonil, dua armada, tiga perahu karet serta dua dus lauk pauk.

    Sesampainya di Poslap NU PEDULI, di Rejoso, kami koordinasi dan membagi tugas. Keesokan harinya relawan dan segala alat yang dibawa, diturunkan di desa Rejoso Lor untuk membantu evakuasi warga.

    “Sampai sore hari kita bantu evakuasi warga dengan perahu karet, dibantu relawan lokal, serta kawan2 dari PDSI Jatim, RPAI Mojokerto, juga TSA dan Semar. ” Kata Anam Ketua LPBI NU Kab. Mojokerto.

    Banjir kali ini merupakan kejadian bencana terbesar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. ( anam LPBI NU )

  • Applikasi SorBan Siap Launcing Bulan Ini

    Applikasi SorBan Siap Launcing Bulan Ini

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – “Aplikasi SorBan” merupakan refleksi dari perkembangan teknologi dan organisasi yang sengaja dibuat oleh CEO Sorban Santri untuk kemajuan dalam ber-Organisasi di Ansor.

    Applikasi ini hanya bisa dipergunakan organisasi Ansor ditingkat PAC dan Ranting. Ceo Sorban Santri menilai bahwa kekuatan Ansor ada ditingkat tersebut dan sangat disayangkan apabila gerakan ansor tersebut tidak terkoordinir dengan baik.

    Projek applikasi yang sudah jadi ini sudah diserahkan kepada LKP GP Ansor kec. Pacet tanggal 12 Januari 2022 yang untuk selanjutnya akan dipresentasikan ke pengurus ranting ansor di kecamatan Pacet kab. Mojokerto tanggal 25 Januari 2022.

    Dalam pembukaan aplikasi tersebut, tim sorban berpesan kepada kader-kader Ansor untuk tetap menjalankam 1 komando dan 1 komandan mengingat betapa pentingnya istilah tersebut. Dan pesan itu berbunyi ” Banjir berasal dari tetesan air yang banyak yang disebut HUJAN. Mereka turun bersama-sama dalam satu gerakan, dari atas kebawah sehingga mempunyai kekuatan. Seperti itulah persatuan dan kekuatan dalam berorganisasi yang rapi dalam gerakan 1 komando 1 komandan” .

    Mudah-mudahan aplikasi berbasis web ini bisa memudahkan roda dan garis organisasi sesuai instruksi dan PO PDPRT, sehingga bisa memperkuat dalam gerakan. (abi sorban)

  • BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam buku ASRENDIKLATNAS telah menulis tentang PARADIGMA BARU dalam SIKAP KeBanseran untuk Mengembangkan DISIPLIN dan DEDIKASI menuju DAYA JUANG agar mampu menyikapi perkembangan MASA dan WAKTU

    Catatan:
    Awal Niat Semangat terbentuknya SATUAN BANSER adanya Perkembangan situasi Sosial baik di ranah Kesatuan Bangsa dan Negara dan juga yang membahayakan pada keberadaan Jamiyah NU beserta para Ulama dan Kyai pada masa itu.

    Dengan tekad yang kuat GP Ansor membentuk BARISAN ANSOR SERBAGUNA yg berAfiliasi dengan semua komponen para Penjaga Keamanan Perdamaian serta Keadilan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia demi menghadapi akan tercabik- cabiknya Perjuangan Kemerdekaan yang telah di capai oleh perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam kancah keikut sertaanya BANSER menjadi catatan sejarah dalam menjaga Perdamaian dalam mengisi Kemerdekaan.

    Sejarah tersebut tertulis KUAT hingga sekarang. Hingga SATUAN BANSER menetapkan Landasan perjuangannya dalam bentuk kesatuan NIAT yang tertuang pada NAWA PRASETYA BANSER

    Waktu terus berjalan berbagai Situasi dan Kondisi silih berganti dan berkembang, dalam perkembangan tersebut Banser siap mengembangkan Sikapnya dengan peningkatan PARADIGMA-PARADIGMA BARU yang komprehensif agar ADA di setiap TANTANGAN Zaman

    Disinilah bukti kecintaan GP ANSOR pada Negara,Bangsa juga kepada para Tokoh masyarakat, Ulama dan Kyai di lingkungan jamiyah NU. BANSER sebagai GARDA NKRI kan selalu siap Mengabdi. (sorban-infokom)

     

  • BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH, ANSOR BANYUMAS MEMBANGUN KETAHANAN EKONOMI DI MASA PANDEMI

    BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH, ANSOR BANYUMAS MEMBANGUN KETAHANAN EKONOMI DI MASA PANDEMI

    SORBANSANTRI.COM

    Banyumas, wp.sorbansantri.com – Sabtu malam ini (18/12/2021) masih di RM Joglo Indah Purwokerto, PC GP Ansor Banyumas melaksanakan kegiatan sosialisasi awal gerakan membangun ketahanan ekonomi di masa pandemi.

    Kegiatan lanjutan yang merupakan sesi kedua tersebut berisi tentang paparan materi terkait kiat-kiat dan fokus bidik di sektor ekonomi kekinian, baik yang berbasis masyarakat muda millenial.
    Acara yang selesai di jam 22.00 tersebut diikuti oleh Ketua PAC ditambah beberapa wakil bidang ekonomi, bersama pengurus Cabang Ansor Banyumas kegiatan tampak gayeng dengan pemateri inti dari stakeholder pemerintah tingkat provinsi Jawa Tengah.
    SORBANSANTRI.COM
    Hj. Siti Rosyidah yang hadir menyampaikan materi, mengatakan bahwa di tahun 2022 kader Ansor mesti ikut berperan dalam membangun ekonomi, beliau juga berkomitmen akan menyuarakan program ketahanan ekonomi berbasis generasi muda.
    Di sesi akhir, Kasatkorcab Banser Banyumas, Sahabat Andry W. membangkitkan semangat juang yang sedikit berbeda dari biasanya yaitu, semangat dalam sudut pandang kegiatan ekonomi. Dimulai dengan cerita awal kesukseaan Rumah Madu Sorban yang saat ini masih bertahan bahkan meningkat produktifitas nya meskipun dalam masa pandemi.
    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 50 orang peserta dari penjuru Banyumas tersebut diakhiri dengan kordinasi yang dipimpin oleh Sahabat Luqman selaku Ketua PC GP Ansor Banyumas, hal tersebut dilaksanakan guna membahas rencana tindak lanjut kegiatan yang akan direalisasi dalam waktu dekat, dengan harapan sinergitas pemuda dan pemerintah akan semakin harmonis dan memiliki bentuk yang ideal serta saling bersimbiosis guna mencapai tujuan baik bagi semua pihak.
    Kegiatan diakhiri dengan doa dan ucapan selamat untuk Sahabat Zaenuddin Masdar selaku Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah dan merupakan Jajaran Penasehat GP Ansor Banyumas yang baru-baru ini beroleh anugerah atas kelahiran putera keduanya yang diaminkan oleh semua peserta kegiatan. (PM-Aqil)
  • Pegawai SPBU kenakan BANSER di hari Pahlawan 10 November 2020

    Pegawai SPBU kenakan BANSER di hari Pahlawan 10 November 2020

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ada yang unik dihari pahlawan kemarin, disebuah SPBU di kota Kendal terlihat sesosok pegawai SPBU cantik yang mengenakan baju BANSER. Sembari dengan senyum ramah melayani para pembeli SPBU, tanpa canggung ia merasa percaya diri dan gagah mengenakan baju kebanggaan Banser itu .
    Dalam rangka memperingati hari pahlawan SPBU Jambe Arum yang berada di kecamatan Patebon Kendal ini mewajibkan karyawannya untuk memakai atribut pahlawan. Nelisa (22th) pegawai SPBU cantik asal Pekalongan ini lebih memilih memakai seragam kebanggaan Banser, ia menuturkan , hal ini ia lakukan karena ia bangga terhadap Banser yang dari dulu hingga sekarang tetap konsisten menjaga negeri ini.
    “saya nge-fans dengan Banser dan saya bangga dengan Banser” tuturnya sembari melayani para pembeli bahan bakar di tempat kerjanya.
    Tak dapat dipungkiri hal ini membuat para pembeli tertarik dan banyak yang mengajak Selfi denganya.
    Doc.pers (Mahfud.eS)
  • PAC GP Ansor Kemalang Salurkan Donasi ke Korban Erupsi Gunung Semeru

    PAC GP Ansor Kemalang Salurkan Donasi ke Korban Erupsi Gunung Semeru

    SORBANSANTRI.COM
    Klaten, wp.sorbansantri.com – PAC GP Ansor Kemalang Kabupaten Klaten salurkan bantuan erupsi Semeru 35 juta. Bantuan ini dari jajaran anggota Ansor dan masyarakat sekitar Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.
    Kesadaran berdonasi pada korban erupsi Semeru cukup tinggi di Kecamatan Kemalang, hal ini disebabkan masyarakat menyadari saat mereka mengalami kesusahan akibat erupsi Gunung Merapi.
    “Uluran tangan dan bantuan dari donatur sangat berharga dalam setiap situasi bencana. Apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Lumajang saat ini seperti apa yang telah kita rasakan saat erupsi Merapi pada 2010 lalu,” ujar ketua Ketua PAC GP Ansor Kemalang, Faishal Budi saat Apel Akbar Banser Kemalang, di Klaten, Selasa (14/12/2021).
    Faishal juga menyatakan sebagai anggota Ansor Banser memiliki peran penting dalam tiga pilar, yaitu himayatul din, himayatul daulah dan himayatul ummah. Artinya sebagai insan harus berjuang menjaga agama, menjaga negara dari upaya menciderai kesepakatan bernegara dan menjaga kemaslahatan bersama terlebih saat ada masyarakat membutuhkan bantuan maka Banser harus merespon dengan cepat. “Salah satunya memberikan bantuan tenaga atau dalam bentuk lain untuk meringankan beban yang sedang ditimpa kesusahan,” katanya. (Ansor Klaten)
  • Banser Banyumas Gendong Lansia sampai Rumah Usai Divaksin

    Banser Banyumas Gendong Lansia sampai Rumah Usai Divaksin

    SORBANSANTRI.COM

    Banyumas, wp.sorbansantri.com – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) seringkali ditemui di berbagai kegiatan untuk memastikan kegiatan tersebut aman dan berjalan dengan lancar. Seperti halnya Vaksinasi di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sejumlah anggota Banser ikut menyukseskan kegiatan tersebut dengan ikut serta menjaga ketertiban peserta vaksinasi, Kamis (9/12/2021). 

    Yang menjadi perhatian kala itu aksi kemanusiaan salah seorang anggota Banser yang menggendong peserta vaksinasi dari kalangan lansia. Peserta tersebut harus digendong sampai rumahnya lantaran tidak kuat berjalan. Aksi ini sempat viral menjadi topik pembicaraan khalayak di media sosial.  

    Diketahui, anggota Banser tersebut atas nama Sukron Ma’mun. Awalnya ia melihat salah seorang peserta vaksinasi lansia tidak jauh dari posisinya ia berada. Peserta lansia tersebut susah berjalan karena faktor usainya yang memang terlihat sudah cukup sepuh. Karenanya, ia spontan menggendongnya. Peserta ini sudah selesai divaksin. “Masih banyak sahabat Ansor-Banser lain yang di lokasi, cuma kebetulan saya yang paling dekat, secara spontan saya langsung menggendong bapak lansia itu,” ungkap Sukron.  

    Salah seorang perangkat Desa Sudimara, Samsi berterimakasih atas peran dan kontribusinya Ansor dan Banser Sudimara yang selalu membantu kegiatan dan program pemerintahan Desa Sudimara Kader Ansor setempat, Nahnu Puji Leksana mengapresiasi dan bangga atas aksi kemanusiaan yang dilakukan Banser, Sukron Ma’mun. 

    Menurutnya, Banser terjun langsung karena lokasi kegiatan vaksinasi Covid-19 saat itu berada di dekat jalan raya, banyak lalu lalang kendaraan dan tak sedikit masyarakat yang kesulitan menyeberang. “Kami sengaja menginisiasi melibatkan diri dalam kegiatan ini untuk membantu dan mengamankan kelancaran jalannya vaksinasi,” ujar Nahnu.   

    Ia mengatakan, keberadaan Ansor dan Banser di Desa Sudimara sangat bermanfaat. Kontribusinya cukup besar dalam membantu masyarakat. “Sekali lagi kami mengucapkan beribu terima kasih,” ucapnya. (Yanuareza sorban).

  • JAS HIJAU YANG HILANG DI ORDE BARU

    JAS HIJAU YANG HILANG DI ORDE BARU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – TKR pertama, Yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin.
    Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI.
    Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy’ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini.
    Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya para Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU masih punya tentara swasta namanya Banser, ya gak dibayar. Wkwkwk
    Tentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama perjuangan 45 sampai di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara.
    Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yang terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.
    Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak, setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sbg Hari Santri.
    Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang sdh selesai kok, Begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi.
    Jika resolusi jihad ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian dari resolusi jihad, baru masuk akal; “Oya, mereka marah karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”.
    Fatwa Jihad muncul karena Presiden Soekarno meminta fatwa kepada PBNU: apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui.
    Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.
    Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin.
    “Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris”, begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”.
    Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. “Pokoke wong krungu jihad.. jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim…”. Berduyun-duyun, arek2 Suroboyo sudah keluar rumah semua dan langsung tawur sambil teriak ‘Allahu Akbar’ dan itu berlangsung 27 Oktober. Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh.
    Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia yg bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh.
    Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai.
    Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya karena malu.
    Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst. tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara,” begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.
    Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.
    Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru pulang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a’in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor.
    Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek,Kediri, wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU.
    Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya menewaskan Brigadir jendral Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanipulasi.
    (bedah buku “Fatwa dan Resolusi Jihad” di Pondok Lirboyo 3 November 2017.)
    (abi sorban)