Tag: GP ANSOR

gerakan pemuda ansor untuk anggota laki-laki muda nahdhotul ulama’

  • Hujan deras di kawasan pacet mojokerto

    Hujan deras di kawasan pacet mojokerto

    Infokom Banser- Diawal bulan Desember 2019, kawasan pacet Mojokerto dan sekitarnya diguyur hujan deras. Mengingat pacet dikenal dengan tempat pariwisata yang sering dikunjungi turis lokal dan internasional.

    Kasatkoryon Moch. Hasan Arsyari kecamatan pacet, mengimbau pada ansor dan banser kec pacet khususnya BAGANA untuk selalu SIAGA jika terjadi bencana.

    SORBANSANTRI.COM
    Kasatkoryon Pacet Moch. Hasan Asy’ari

    Saat ini tim BAGANA telah diskusi mewacanakan yang telah disampaikan kasatkoryon banser kec pacet. Anggota ansor dan banser telah di bentuk dan di tempatkan dibeberapa titik yang memungkinkan bencana longsor terjadi.

    SORBANSANTRI.COM

    Menghadapi musim hujan dibulan november ini diperkirakan akan sering terjadinya hujan deras yang katanya orang jawa bulan desember ini gede gede e sumber. Kasatkoryon banser kec. Pacet juga mengimbau warga sekitar untuk siaga jika hal tersebut terjadi.

    Mudah-mudahan huja. Ditahun ini di penuhi keberkahan dan bermanfaat badi warga sekitar. Kata salah satu anggota ansor banser pacet. Infokom Banser mjk

  • Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    SORBANSANTRI.COM
    Sumber : Muhammad aun
    Dirosatul Ula di Sulang – Rembang
    Sabtu, 16/02/2019
    wp.sorbansantri.com- Pada suatu ketika diadakannya Diklatsar Banser di suatu daerah luar Jawa
    Ada ratusan yg mengikuti kegiatan Diklatsar yg di laksanakan oleh GP Ansor yg selalu di awali di hari Jumat setelah sholat Jumatan sampai pembaiatan di Ahad malam.
    Namun yg menarik disini adalah ada salah satu calon peserta Diklatsar tsb yg datangnya telat yaitu pada sabtu paginya dia naik sepedah motor butut miliknya, dia berangkat dari rumah pada hari Jumat setelah jumatan karena jarak dari rumah kelokasi Diklatsar sangat jauh harus melintasi hutan belantara yg luas dan perjalanan yg panjang
    Waktu sudah sore setelah melaksanakan sholat ashar sebelum perjalanan memasuki hutan. Diapun melanjutkan perjalanannya dgn sepedah motor bututnya, Ditengah2 hutan belantara sepedah motornya masuk tergelincir di selokan pinggir jalan.
    Dia seorang diri tidak bisa mengangkat sepedah motornya yg masuk selokan tadi. Akhirnya diapun menunggu pengguna jalan yg lewat. Sampai fajar tiba dia menunggu orang yg lewat melintasi jalanan tersebut untuk dimintai tolong membantu mengangkat sepedah motornya.
    Namun yg aneh tiba2 ada seorang laki2 sepuh berjalan kaki dgn tongkat ditangannya datang menghampirinya
    Laki2 sepuh tadi bertanya :
    Kakek : Kamu mau pergi kemana Nak?
    Pemuda : Saya mau pergi mengikuti kegiatan Diklatsar Kek…
    Kakek : Diklatsar itu apa?
    Pemuda : Diklatsar itu pelatihan prajurit NU kek…
    Kakek : Sepedah kamu kenapa?
    Pemuda : Terperosok ke selokan kek…
    Kakek : Baik saya bantu
    Tiba2 kakek tersebut membantu mengangkat dan menarik sepedah motor pemuda itu dan akhirnya sepedah motornya sudah berada dijalanan. Lalu Kakek itu berpesan :
    Kakek : Nak, silahkan lanjutkan perjalananmu menjadi Banser NU. Dengan begitu kamu akan menjadi Santri para Ulama’ pendiri NU. Jadilah Santri yg patuh dan taat pada kyai2mu
    Pemuda : Insyallah Kek, Terima kasih sudah dibantu
    Setelah kejadian fajar itu, sampailah pemuda itu ditempat Diklatsar Banser. Dia mengikuti disetiap semua Materi yg di berikan oleh para Instruktur dan Senior2nya
    Tibalah materi Rihlah (Silaturrohmi ke rumah Kyai daerah tsb), Pemuda itu dan ratusan peserta lainnya masuk ke dalam Rumah sang kyai
    Pemuda itu melihat Photo berukuran besar di dinding ruang tamu sang kyai itu. Dia bertanya kepada salah satu Instruktur.
    Pemuda : Wajah laki2 sepuh di photo itu siapa?
    Instruktur : Dia adalah KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU)
    Pemuda : Masyallah…!!!
    Seketika pemuda itu bercucuran meneteskan air mata karena Haru, Bangga dan Heran
    Pemuda : Masyallah, Laki2 sepuh itulah yg menolong saya ketika Sepedah motor saya tergelincir di selokan jalanan tengah hutan belantara saat perjalanan saya mengikuti Diklatsar ini
    Instruktur : Masyallah, benarkah
    Pemuda : Benar, ternyata beliau adalah Mbah Hasyim yg menolong saya Masyaallah
    Instruktur : Alhamdulillah, kamu ternyata salah satu dari kami yg mendapatkan Karomah Beliau
    Akhirnya pemuda tersebut semakin mantab dalam mengikuti Diklatsar dan menjadi Banser yg tangguh militansinya
    Semoga kita semua tetap tangguh untuk menjadi Santri NU dan kian MANTAB menjadi BANSER .
    Kepada Beliau para Pendiri dan Ulama’ NU Alfatihah … Aamiin
  • Cegah DBD, Ansor Sei Beduk Lakukan Foging

    Cegah DBD, Ansor Sei Beduk Lakukan Foging

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Puluhan anggota barisan Ansor serbaguna ( Banser) Sei Beduk, Minggu ( 20/09/2020) melakukan penyemprotan/fogging di kelurahan Tanjung Piayu. Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

    Muhammad Fajri selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang Ansor Sei Beduk mengatakan bahwa DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap terjadi dikala musim hujan seperti. Untuk itu mengantisipasi penyebaran DBD maka diadakan fogging.

    “Gerakan Pemuda Beserta kader-kader Banser Kecamatan Sei Beduk dan Ranting telah menyatakan waspada DBD pada bulan September sampai akhir tahun 2020 nanti.” Kata Fajri.

    Fajri juga menambahkan bahwa pelaksanaan Foging ini menyasar ke titik yang dinilai rawan penyebaran DBD. “Hari ini ada tiga titik yang menjadi konsentrasi kami. Pertama di RW 13 Perumahan kav. Pancur. Kedua di kavling pancur dan terahir di perumahan bukit lestari. Ada 9 RT di sana.” Ujar pria pencinta shalawat ini.

    Sementara itu, Nur Wahidin ketua RW 01 Tanjung Piayu yang ikut dalam kegiatan fogging mengatakan sangat berterimakasih kepada teman-teman Banser yang telah melakukan penyemprotan di wilayahnya.

    “Saya selalu Ketua RW 01 mengucapkan terimakasih, kawan-kawan Banser atas sudah melakukan pencegahan dini di lingkungan kami. semangatnya sungguh luar biasa. Saya juga meminta kepada warga RW 01 untuk selalu menerapkan hidup sehat.” Ucap pria yang biasa disapa pak nur ini.

    Ditemui di tempat terpisah, ustadz Aziz Elmuna penasehat Gerakan Pemuda Ansor Sei Beduk mengatakan pentingnya juga menerapkan pola 3 M dalam kehidupan sehari-hari. “3 M itu yakni menguras, menutup dan mendaur ulang.” Ujar ustadz Aziz.(m. Fajri Sei Beduk)

  • 1 TAHUN LEBIH GIAT BAKSOS DILAKUKAN GP ANSOR RANTING PUNGGING

    1 TAHUN LEBIH GIAT BAKSOS DILAKUKAN GP ANSOR RANTING PUNGGING

    SORBANSANTRI.COM
    Relawan BAKSOS GP Ansor Ranting Pungging

    SORBAN SANTRI- Minggu, 20 September 2020, GP Ansor Ranting Pungging mengadakan giat sosial yang berupa BAKSOS untuk kesekian kalinya. Yang mana dalam kegiatan itu adalah merupakan agenda acara kegiatan yang dilaksanakan rutinan setiap 1 bulan sekali, “alhamdulillah kegiatan baksos dari masjid dan musholla sudah 1 Tahun berjalan” Kata Moh.sulaiman afandi, selaku koordinator dalam setiap kegiatan baksos GP Ansor Ranting Pungging.

    SORBANSANTRI.COM
    Moh. Sulaiman Afandi Koordinator Baksos GP Ansor Ranting Pungging

    Pada kegiatan kali ini GP Ansor Ranting Pungging melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial di Masjid Baitunnajah Dusun Gebang Desa Pungging yang dimulai Pukul 07.30 wib – selesai. Ada puluhan personil dalam kegiatan tersebut dengan membawa peralatan masing-masing seperti sapu, timba, sabun, dll yang diperlukan dalam kegiatan BAKSOS tersebut.

    Kegiatan ini berjalan sangat bagus karena selalu ada koordinasi dalam setiap melakukan kegiatan. Dengan harapan agar dengan adanya giat BAKSOS yang diadakan oleh GP Ansor Ranting Pungging ini, memberikan manfaat dan memberikan tauladan buat para remaja, kader-kader tentang betapa pentingnya kerukunan, kenyamanan, dan kebersamaan.

    Uniknya dalam setiap selesai kegiatan BAKSOS oleh GP Ansor Ranting Pungging, selalu memberikan kenang-kenangan berupa Jam Dinding buat Masjid dan Musholla dengan harapan agar bermanfaat bagi jama’ah masjid dan musholla setempat.

    Mudah-mudahan kegiatan yang diadakan oleh GP Ansor Ranting Pungging memberikan inspirasi buat GP Ansor Ranting lainnya sehingga kekompakan, kebersamaan, dalam satu wadah organisasi Nahdlatul Ulama’dan terasa sampai pada tingkat bawah. (abi SORBAN)

  • PENDIRI GP ANSOR

    PENDIRI GP ANSOR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- KH Ahyat Halimy atau Abah Yat merupakan ulama kharismatik pendiri Laskar Hizbullah yang dimiliki Kota Mojokerto. Beliau berjasa besar dalam perjuangan melawan tentara sekutu yang akan kembali menjajah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Kiai kharismatik asli Kota Mojokerto ini lahir tahun 1918 dari pasangan Hj Marfu’ah dan H Abdul Halim. Dia menjadi yatim sejak di dalam kandungan. Sang ibu merupakan pengusaha batik yang sukses pada masanya. Ahyat kecil menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Miji.

    Setelah lulus yang sekarang menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Miji 1, Ahyat kecil melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Kabupaten Jombang. Beliau sempat diajar langsung oleh tokoh pendiri NU yang juga pendiri Pesantren Tebuireng, KH Hasyim Asy’ari dan putranya KH Wahid Hasyim.

    Tak hanya menjadi santri, Abah Yat juga menjadi teman diskusi ayah Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut. Ini lantaran usainya hanya hampir sama. Abah Yat juga menuntut ilmu dari KH Romly di Rejoso, Peterongan Jombang.

    Yazid Qohar dalam bukunya ‘Berjuang Tanpa Akhir-KH Ahyat Halimy’ mengungkap, jika Ahyat kecil dikenal sebagai santri yang disiplin. Perilakunya sopan, suka menolong santri yang lain. Beliau lulus dari pesantren tahun tahun 1938.

    Abah Yat mendirikan Ansoru Nahdlatoel Oelama (ANO) yang sekarang bernama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Organisasi ini dia bangun bersama teman-temannya. Antara lain M Thoyib, M Thohir, Sholeh Rusman, Aslan, Mansur Solikhi dan Munasir.

    ANO saat itu dibentuk untuk membantu seluruh kegiatan dan program NU. Pada saat bersamaan, Abah Yat juga menjabat Sekretaris Tanfidziyah NU Mojokerto di usia yang baru menginjak 20 tahun. Beliau juga dipercaya menjadi Ketua GP Ansor periode 1940-1942.

    Tahun 1941, Abah Yat menikah dengan Badriyah, putri KH Moh Hisyam asal Desa Gayam, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Perjuangan Abah Yat dimulai saat tentara Jepang masuk ke Mojokerto tahun 1943. Abah Yat bersama temannya Mansur Solikhi menggalang gerakan GP Ansor.

    Gerakan GP Ansor tersebut dibentuk untuk melucuti senjata pegawai Pemerintah Hindia Belanda melawan kedatangan pasukan Nippon yang membuat rakyat sengsara saat itu. bersama teman-temannya, yaitu KH Suhud, Ahmad Yatim dan Mulyadi, beliau membentuk Laskar Hizbullah.

    Seluruh anggota GP Ansor digerakkan untuk masuk ke Laskar Hizbullah. Tak lebih dari satu bulan, Laskar Hizbullah Mojokerto membentuk dua batalyon. Batalyon pertama dipimpin Mansur Solikhi, batalyon ke dua dipimpin Munasir. Sementara Abah Yat menjadi Komandan Kompi IV di bawah batalyon Munasir.

    Seluruh senjata pasukan ini dari merampas milik pasukan dan pegawai Hindia Belanda serta dari tentara Jepang setelah mereka menyerah kepada Sekutu. Pada 20 Oktober 1945, tentara sekutu di bawah komando Jendral AWS Mallaby mendarat di Tanjung Perak, Kota Surabaya.

    Enam hari kemudian sekutu mendaratkan pasukannya di Kota Pahlawan dengan jumlah lebih besar. Saat resolusi jihad telah dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari 10 November 1945, seluruh personil Laskar Hizbullah Mojokerto berangkat ke Surabaya untuk berperang mempertahankan kemerdekaan RI.

    Selama pertempuran mempertahankan kemerdekaan, Abah Yat bertugas khusus mengawal Laskar Sabilillah. Laskar ini terdiri dari para ulama dan tokoh NU. Abah Yat lebih banyak masuk ke medan perang untuk menyampaikan perintah dari mabes Hizbullah dan Sabilillah.

    Perang saat itu meluas sampai ke Mojokerto. Ketika terjadi penyergapan Tentara Rakjat Djelata, gabungan laskar-laskar rakyat yang menghadang gerakan sekutu di Pacet, Mojokerto, Ahyat Halimy terlibat dalam pertempuran yang sengit.

    Setelah perang berakhir, Abah Yat mendirikan pesantren mulai 29 April 1964. Surau di Jalan Miji (sekarang Jalan KH Wahid Hasyim) No.38 milik ayahnya, beliau bangun menjadi Pondok Pesantren (ponpes) Sabilul Muttaqin. Pesantren ini bertahan sampai sekarang.

    Selain itu, Abah Yat juga mendirikan sejumlah lembaga pendidikan di Kota Mojokerto. Abah Yat dimakamkan di Jalan KH Wachid Hasyim No 41, Kota Mojokerto berada di antara asrama santri Ponpes Sabilul Muttaqin.

    Kagem Beliau, Al fatihah… (MUHAMMAD MUHALLIL)

  • JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kepala Staf Kepresidenan ( KSP) Jendral TNI( Purn) Moeldoko menilai, BANSER ANSOR SERBAGUNA ( BANSER) Ansor sangat layak menjadi komponen Pertahanan, sebab BANSER Ansor memiliki Struktur yang lengkap dari tingkat Pusat dan Daerah.

    Menurut Moeldoko, untuk menjadi Komponen Cadangan, Banser perlu dilatih lagi soal kedisiplinan Fisik dan mental, serta penggunaan Senjata.

    Moeldoko juga mengapresiasi program seperti Susbanpim untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.

    “Kalau di tentara ini ibarat Sesko, jadi saya baru tau BANSER juga punya Structure pelatihan yang sangat baik dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, ini menyiapkan pemimpin masa depan ,” tegas Moeldoko.

    Kegiatan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jatim Irjen Luki Kasatkorwil BANSER Jatim M. Irsyad Yusuf, Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Kasatkornas BANSER Alfa Isnaeni, Sekjen GP Ansor Abdul Rachman, Ketua PW Ansor Jatim Syafiq Sauqi, Pejabat TNI & POLRI serta ribuan Kadet Ansor dan Banser.

    Sebelum memberikan arahan, Gus Yaqut sapaan akrab dari Ketum PP GP ANSOR Yaqut Cholil Qoumas, menyematkan Jaket Banser Kepada Moeldoko.

    Pada Kesempatan itu Moeldoko, meminta BANSER juga memberikan Kontribusi yang lebih nyata dalam pembangunan Bangsa dan Negara.

    Gus Yaqut menanggapi Moeldoko dikatakan, sebelum ada usulan UU Komponen Cadangan BANSER dari dulu juga sudah siap sebagai Komponen Cadangan.

    ” Tanpa ada UU pun BANSER sudah siap ketika ada gangguan terhadap Bangsa dan Negara ini, Banser pasti akan ikut terlibat dalam mempertahankan NKRI.
    Enggak usah ditanya lagi, Banser pasti dan sudah siap membantu jika itu dibutuhkan kapan saja dimana saja, ” tegas Gus Yaqut.

    Gus Yaqut mengatakan, Susbanpim V yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia ini salah satu bentuk kesopanan itu.

    Susbanpim ini adalah pendidikan BANSER tertinggi yang bertujuan mencetak pimpinan BANSER di masing- masing tingkatan dari Sabang Sampai Merauke.

    Kita selalu siapkan para pemimpin Banser agar Organisasi ini berjalan dengan baik dan profesional dalam menjawab dinamika yang menggelinding Secara Cepat sekali,” tegas Gus Yaqut. (ABI SORBAN)

    #BanserBerSatu
    #NUBerSatu

  • Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang Santuni 120 Anak Yatim

    Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang Santuni 120 Anak Yatim

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Bertepatan dengan Hari Asyura, Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang mengadakan kegiatan sosial dengan cara memberikan santunan kepada 120 Anak Yatim Piatu dengan harapan bisa bermanfaat bagi mereka. Kesigapan Ansor Banser PAC. Gondang selalu diandalkan dan siap menjadi garda terdepan demi lancarnya kegiatan tersebut.

    Acara santunan tersebut adalah agenda rutin yang diadakan setiap 2 kali dalam setahun oleh Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang Kab. Mojokerto. Dan diharapkan untuk kegiatan Santunan berikutnya, bisa meningkatkan santunan lebih banyak lagi, dengan Gerakan Koin NU dari Alumni PKPNU.

    Terlihat hadir Kepala Desa Pohjejer sekaligus Kader GP Ansor Sahabat Tri Palira, serta element penting lainnya yang berkecimpung dalam Geraka koin NU Ranting Pohjejer seperti; Ketua Ranting NU Bpk Tobiin,  Tamir masjid Hidayatullah Pohjejer  H. Mashum, Ketua Koin NU Bpk. Ahmad Kholis dan perwakilan Anggota koin NU yang terdiri dari 10 orang.

    Kegiatan sosial ini diadakan di Masjid Hidayatullah Pohjejer  Kec. Gondang Mojokerto yang dilaksanakan pada Hari Jum’at, 28 Agustus 2020 Pukul 19.00 wib-selesai. Rangkaian acara dilaksanakan dengan tertib dan lancar yang dimulai dari Pembukaan,  Sambutan, Santunan,  Mahallul qiyam, sholawatan dan  Penutup.

    Mudah-mudahan dari waktu ke waktu semakin banyak donasi yang masuk agar Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang ini bisa menambah kuota santunan dan yang terpenting bisa istiqomah Aamiin Ya RObbal’alamiin. Dan juga bagi para donasi yang sudah menghidupkan Gerakan Koin NU Ranting Pohjejer Kec. Gondang mendapat imbalan yang lebih serta diberikah keberkahan rejeki… Aamiin. (WGenk SORBAN)

  • WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh: Muhammad Anwar
    Ketua PC GP Ansor Jakarta Selatan
    18 Agustus 2020

    SORBAN SANTRI- Pagi ini saya agak terusik ketika melihat WA Grup yang sedikit menyinggung soal isu khilafah. Mengingat bahwa baru saja kita merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 kemarin membuat saya semakin bersemangat untuk mencerahkan sahabat dalam memahami apa itu Hizbut Tahrir Indonesia sehingga organisasi tersebut dibubarkan pada 2017 lalu. Oleh karena itu kita perlu tingkatkan kewaspadaan terkait apa rencana mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini.

    Berdasarkan gambar di atas, ada 3 fase grand desain mengenai bagaimana khilafah ala HTI ini dijalankan. Namun sebelum kita bahas lebih jauh, mohon difahami kenapa saya sebutkan disini dengan ‘khilafah ala HTI’ dikarenakan secara global Ummat Islam di Indonesia bahkan di dunia sepakat dan diajarkan sejak kecil bahwa pada akhir zaman nanti akan berdiri tegak kembali khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang di pimpin oleh Imam Mahdi.

    Lalu muncul pertanyaan apakah HTI sudah mengetahui siapa Imam Mahdi atau hanya akal-akalannya saja?

    Paham tentang Imam Mahdi pada mulanya termasuk rekayasa dan strategi Syiah Imamiyah untuk mengimbangi kerajaan Bani Umayyah yang memerintah dengan penuh penindasan kepada pengikut Ali bin Abi Thalib pada waktu itu. Sementara menunggu munculnya Imam Mahdi, maka dunia ini dipimpin oleh tokoh-tokoh spiritual Syiah yang kasat mata (rijalul qhaib). Yang susunannya terdiri dari seorang Quthub atau Qhaus yang diberi nama Insan Kamil. Empat orang Autad sebagai menteri, tujuh orang Abdal, dua belas orang Nukaba’ dan tiga ratus orang Nujaba. Kerajaan batin itu yang dikendalikan oleh orang-orang kasat mata tersebut (rijalul qhaib) pada hakikatnya tidak ada. Itu hanya imajinasi orang Syiah, tidak bisa diterima oleh akal dan naql (Syara). Begitu pula dengan Imam Mahdi yang dalam masyarakat Jawa disebut Ratu Adil.

    Paham tentang adanya Imam Mahdi sebagai salah satu tanda-tanda kiamat berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah. Menurut Syiah Imamiyah pada akhir zaman akan datang seorang khalifah yang adil dari keturunan Ali bin Abi Thalib r.a. dengan nama-nama Mahdi, yang akan berkuasa di seluruh dunia Islam.

    Imam as-Suyuthi pernah menyebutkan bahwa ciri-ciri al-Mahdi palsu adalah mereka membuat standar keimanan sendiri bahwa umat Islam yang mendukungnya sebagai mukmin dan yang menolak bergabung bersama mereka disebut kafir. Ciri lainnya, mereka berani membunuhi para ulama. (Lihat: Al-Suyuthi, Syarah Sunan Ibn Majah, [Karaci: Qadimi Kutb Khanah, t.t], j. 1, h. 300).

    SORBANSANTRI.COM

    Mari sekarang kita kaji lebih dalam mengenai 3 fase grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

    Fase 1 – Pembinaan
    Pada gambar tertulis bahwa dalam fase ini adalah membangun kepribadian Islam pada Kader Dakwah; Membentuk kader dan kelompok dakwah; Memperbanyak anggota dakwah.

    Lalu dibawahnya ditambahkan (untuk disama-samakan) seakan-akan mereka pada fase ini sama dengan fase Nabi Muhammad SAW di kala itu sebagai pembenaran. Dengab menulis “Rasulullah saw membina para shahabat di rumah Al Arqam Rasulullah saw mengajari para shahabat sholat dan membaca Al-Qur’an.

    Fase 2 – Interaksi Dengan Masyarakat
    Menanamkan ideologi ke tengah-tengah masyarakat; Menyerang seluruh keyakinan dan sistem masyarakat yang rusak; Mengungkap makar musuh-musuh Islam dan antek-anteknya.

    Di bawahnya juga ditambahkan korelasi dengan zaman Rasulullah SAW yaitu: “Rasulullah menyampaikan dakwah terang-terangan, menyerang keyakinan, dan sistem kufur, beserta pendukung-pendukungnya.

    Jika kita lihat kejadian baru-baru ini sepertinya mereka sudah dalam fase ini dimana belum lama terjadi di Solo pada Sabtu, 8 Agustus 2020 lalu sebuah penyerangan terhadap keluarga Habib Umar Assegaf yang sedang menggelar acara doa bersama menjelang pernikahan anaknya.

    Selain itu muncul lagi isu-isu terkait kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pemberian label
    antek-antek PKI apabila ada orang yang tidak sependapat dengan mereka. Kejadian-kejadian ini adalah rangkaian dari fase 2 ini setelah mereka telah menjalankan penanaman ideologi kepada Ummat Islam yang masih awwam dengan kampanye bendera HTI yang bertuliskan kalimat tauhid.

    Sehingga membuat kekhawatiran bagi Ummat Islam awwam lainnya yang tidak sepaham dengan mereka dianggap ‘kafir’, ‘munafik’ dan benci Islam. Padahal yang mereka tolak adalah penyalahgunaan kalimat tauhid untuk memprovokasi dan memecah belah Ummat Islam.

    Hanya NU dan GP Ansor dengan BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor yang berani bersuara untuk memberikan pemahaman kepada Ummat Islam yang masih awwam agar tidak terprovokasi.

    Fase 3 – Pengambil Alihan Kekuasaan
    Ini adalah puncak dari grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yakni Menegakkan pemerintahan Islam dengan cara membai’at seseorang yang akan menduduki jabatan Khilafah; Menerapkan hukum Islam di dalam negeri dengan syamil dan kamil, mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Lagi-lagi dimunculkan korelasi seperti saat Bait Aqabah II; Rasulullah menegakkan Daulah Islam di Madinah.

    Jadi sangatlah jelas mengapa Hizbut Tahrir di dunia di tolak dan dibubarkan sehingga menjadi organisasi terlarang dikarenakan tujuannya adalah membangun negara baru dengan sistem khilafah versinya sendiri. Selain itu mereka juga telah berulang kali gagal untuk mencapai tujuannya ini. Sedangkan Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia telah lama menjadi incaran mereka namun juga harus gagal kembali karena NU sebagai organisasi Islam terbesar masih setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga mengusulkan pada pemerintah untuk membubarkan organisasi yang bisa membahayakan keutuhan berbangsa dan bernegara ini.

    Maka sangat wajar apabila Nahdlatul Ulama dan Badan Otonomnya difitnah dan dihajar habis-habisan oleh mereka agar menjadi lemah sehingga mereka mampu melaksanakan tujuannya untuk merebut kekuasaan.

    Namun mereka seperti tidak kehabisan cara, meskipun telah dibubarkan, mereka masih tetap bergerilya dikarenakan sudah mengakarnya pemahaman yang diberikan oleh mentor-mentor mereka seperti telah di cuci otaknya bahwa “wajib hukumnya menegakkan khilafah”.

    Dengan adanya pandemi COVID-19 ini menjadi peluang bagi mereka untuk memuluskan tujuannya tersebut. Ketika terjadi kekacauan, mereka akan dengan sangat mudah membuang badannya dengan jawaban ‘HTI Telah dibubarkan’ jika kekacauan yang mereka buat gagal total. Namun mereka akan membusungkan dada dan tampil paling depan ketika usahanya membuahkan hasil.

    Propaganda demi propaganda terus dilakukan dengan diskusi, aksi-aksi demo dan yang belum lama melalui pembuatan film. Belum lagi propaganda bahwa pandemi COVID-19 adalah sebuah rekayasa dan konspirasi global.

    Hizbut Tahrir jika ditelisik lebih mendalam memiliki kesamaan dengan Partai Komunis. Bedanya, Hizbut Tahrir menggunakan dalil-dalil agama sebagai pembenaran segala aktivitas mereka. Kesamaan mereka juga adalah penyebarluasan pemikiran lintas negara (transnasional / multinasional) dimana pemikiran – pemikiran tersebut sebagai kepanjangan tangan dari negara yang pertama kali mendirikan partai tersebut.

    Di Indonesia para penganut Komunisme pernah terdaftar menjadi sebuah partai dan ikut dalam pemilu dengan nama Partai Komunis Indonesia (PKI). Sedangkan Hizbut Tahrir Indonesia belum sempat mendaftar sebagai partai karena lebih dulu dibubarkan organisasinya oleh pemerintah.

    Oleh karena itu, apabila Hizbut Tahrir di Indonesia dibiarkan berkembang dan semakin pesat sehingga tujuannya tercapai, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bubar. Digantikan dengan sistem pemerintahan ‘khilafah ala HTI’ dimana akan terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa sebagaimana yang telah terjadi di Iraq dan Syuriah.

    Semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari bahaya apapun. Aaamiin (GP ANSOR JAK SEL)

  • SATKORCAB BANJAR AKAN MENGADAKAN PELATIHAN PKD PEMUDA ANSOR TINGKAT DASAR

    SATKORCAB BANJAR AKAN MENGADAKAN PELATIHAN PKD PEMUDA ANSOR TINGKAT DASAR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Selasa, 11 Agustus 2020, ANSOR adalah organisasi kader. Perlunya kaderiisasi merupakan salah satu tujuan utama dalam kesinambungan organisasi. Untuk itu SATKORCAB BANJAR SATKORCAB BANJAR dan PEMKOT BANJAR akan mengadakan pelatihan PKD untuk pemuda ANSOR tingkat dasar.

    Dalam acara yang diikuti oleh anggota PEMUDA ANSOR DESA TARISI KECAMATAN WANAREJA itu berlangsung lancar dan tertib. Disamping itu, acara pembahasan PKD tersebet dibarengi acara Silaturrahmi, ngaji dan mujahaddah yang juga diikuti Jama’ah Masjid BAITURROHMAN serta tokoh-tokoh masyarakat di Desa TARISI Kecamatan WANAREJA.

    Serangkaian acara tersebut di pimpin oleh bapak kiai mukhodin dan bapak kiai turyanto selaku Ketua Umum GP Ansor Desa Tarisi tersebut, yang dimulai pokul 20.000-23.00 wib. (abi SORBAN)

  • Sekali Banser Tetap Banser

    Sekali Banser Tetap Banser


    SORBANSANTRI.COM

    Orang seperti Mbah Mujiono ini, tidak banyak, bisa dihitung jumlahnya. Dilahirkan sebelum bangsa ini merdeka. Pada di usia 6 tahun, sampai sekarang memorinya masih tajam untuk mengenang gelegar bom para sekutu berikut berondongan suara peluru.

    Waktu pun berlalu. Dan kini, Mbah No, sapaan akrab Mujiono (79) warga Jl. Abusono RT. 08 RW. 02 Nomor 20 Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, menghabiskan sisa waktunya menjadi pemulung untuk bertahan hidup dengan barang rongsokan.

    Usia, baginya, tidak bisa menjadi alasan untuk meninggalkan pengabdian kepada bangsa, negara dan juga menjaga para ulama. Meski telah renta, namun semangat hidupnya dibuktikan dengan bergabung menjadi anggota Banser Ranting Ngampel.

    Hampir di semua kegiatan di Kota Kediri, sosok kakek bercucu dua ini, selalu tidak lepas dari sepeda onta yang mengantarkan ke mana pun dia pergi. “Saya dulu menggembala kambing milik Mbah Kiai Mahrus Aly. Saat itu, Tahun 1950, dari Cirebon diminta datang ke Pondok Lirboyo,” tutur Mbah No ditemui di rumahnya, hanya seluas 2 x 4 meter dengan dikelilingi barang rongsokan.

    Ikut Diklat Banser di Jombang.

    Memang, selain mengembala kambing titipan milik para tetangga, Mbah No juga mencari barang bekas berkeliling Kota Kediri dengan berjalan kaki. Barang-barang tersebut kemudian dikumpulkan di rumahnya, lalu ada yang datang untuk mengambil.

    Hasil yang didapat dari usaha ini, kisaran Rp900 ribu dalam sebulan. “Ya cukup buat makan sehari–hari, karena ketika sakit sudah mendapat keringanan bantuan dari pemerintah,” kata Mbah No sangat polos.

    Penghasilannya juga menyokong kebutuhan anak perempuan dan kedua cucunya yang masih duduk di bangku TK. “Saya mulai mencari barang bekas sejak Tahun 2006, setelah ditinggal mati istri. Anak dua, yang pertama laki-laki bekerja di proyek. Yang kedua perempuan telah lama cerai sama suaminya, tinggal di rumah bersama dua anaknya masih TK,” jelasnya.

    Terkait keikutsertaannya di organisasi GP Ansor, jelasnya, ini sudah dijalani sejak Tahun 1943 ketika merantau ke Cirebon, Jawa Barat. Ketekunannya menjadi pasukan Banser sehingga mempertemukannya dengan Mbah Kiai Mahrus Aly tahun 1950. Sedangkan Diklat Banser, ia ikuti sekitar tahun 2000 di Jombang.

    Mengabdi kepada Kiai dan organisasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya. Baginya sekali Banser tetap Banser. Seiring meninggalnya Mbah Kiai Mahrus Aly, Mbah Mo memutuskan aktif di organisasi Banser untuk mengisi waktu luangnya. Meski di bawah garis kemiskianan, namun sosok Mbah No tetaplah santun dan terlihat semangat yang luar bisa untuk mengisi waktu sehari–harinya. Tenaganya juga sering dibutuhkan untuk pengamanan acara.