Tag: GP ANSOR

gerakan pemuda ansor untuk anggota laki-laki muda nahdhotul ulama’

  • SEJARAH BERDIRINYA BANSER DAN ANSOR

    SEJARAH BERDIRINYA BANSER DAN ANSOR

    Pac Ansor Jawilan BantenSebelum Indonesia Merdeka, TNI dan BANSER selalu bersinergi atau saling bahu membahu mengatasi permasalahan di Negeri ini
    Ansor berdiri tahun 1934
    Banser berdiri 1937
    Periode pembentukan TNI (1945-1947)
    data Arsip kolonial Belanda menyatakan “antara tahun 1800 – 1900 dalam kurun waktu 100 tahun (1 abad) terjadi 112 kali pemberontakan kepada Penjajah Belanda, dan Semua Pemberontakan adalah Orang Islam Ahlu sunah wal jama’ah atau para santri yang di pimpin oleh Kyai dan Guru – guru thoriqoh (benih Nu, Ansor dan Banser)” hal ini memperjelas bahwa NU adalah unsur penting dalam proses kemerdekaan Indonesia.

    Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

    <>Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.
    Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

    Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

    Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

    Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

    Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Hamid Rusydi, sebelum TNI berdiri dan sebelum beliau memiliki gelar Mayor TNI Hamid Rusydi yaitu tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

    Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.
    Pada masa pendudukan Jepang organisasi-orga
    nisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

    GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa.

    Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.
    Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (red. infokom ansor banser NU )

  • Diklat Terpadu Dasar DTD ANSOR BANSER Di JATIREJO MOJOKERTO

    Diklat Terpadu Dasar DTD ANSOR BANSER Di JATIREJO MOJOKERTO

    Mojokerto. Cyberaswaja.online – Kaderisasi kembali dilakukan GP Ansor, kali ini dilaksanakan di Desa Sumber Agung, Kec.Jatirejo Kab. Mojokerto oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor dengan DTD Banser. (20/12)

    Pada hari ini Jum’at 20 Desember 2019 diadakannya acara DTD ( Diklat Terpadu Dasar) yang diadakan oleh PAC Jatirejo Kab. Mojokerto.
    Dengan peserta dari berbagai wilayah Gondang Pacet Mojosari Ngoro Dawar Trawas dan Lain-lain.

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=36gigj18gQQ[/embedyt]

    SORBANSANTRI.COM

    Berada dihalaman balai Desa Sumberagung pembukaan DTD Banser dilaksanakan.

    Dari beberapa desa dan utusan mendaftar peserta, dengan seleksi dari kepanitiaan yang standby di Kesekretariatan.

    “Kaderisasi Banser Melalui DTD (Diklat Terpadu Dasar) ini, merupakan program kerja yang dijadwalkan Ansor”, tegas Sahabat Farid Selaku Ketua PAC GP Ansor Jatirejo.

    SORBANSANTRI.COM

  • DTD BANSER Di JATIREJO

    DTD BANSER Di JATIREJO

    Mojokerto. Cyberaswaja.online – Kaderisasi kembali dilakukan GP Ansor, kali ini dilaksanakan di Desa Sumber Agung, Kec.Jatirejo Kab. Mojokerto oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor dengan DTD Banser. (20/12)

    SORBANSANTRI.COM

    Berada dihalaman balai Desa Sumberagung pembukaan DTD Banser dilaksanakan.

    Dari beberapa desa dan utusan mendaftar peserta, dengan seleksi dari kepanitiaan yang standby di Kesekretariatan.

    “Kaderisasi Banser Melalui DTD (Diklat Terpadu Dasar) ini, merupakan program kerja yang dijadwalkan Ansor”, tegas Sahabat Farid Selaku Ketua PAC GP Ansor Jatirejo.

    SORBANSANTRI.COM

  • BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Doc.PC GP Ansor Sidoarjo

    SIDOARJO — Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sedang berkumpul di Sidoarjo. Tepatnya, dengan titel acara Banser Bersholawat Bersama TNI-Polri untuk Kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di GOR Sidoarjo, Sabtu 14 Desember 2019, malam ini.

    “Mencintai Indonesia lahir batin, menyejukkan dengan Sholawat Nabi,” tulis akun resmi Banser Jawa Timur.

    Banser sebagai elemen penting dalam Gerakan Pemuda Ansor belakangan cukup banyak mendapat tantangan. Namun, dinamika eksistensi Banser di tengah masyarakat selalu mendapat perhatian.

    Bahkan, Habib Ali Al Jufri berpesan khsusu kepada Banser NU: “Kalian Sekarang Sedang Jihad di Jalan Allah”.

    Habib Ali Al-Jufri dalam ceramahnya pada acara Ramah Tamah dan Bedah Buku “‘Al-Insaniyyah Qabla Tadayun’ karya Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri, di UIN Walisongo Semarang, menyampaiakan rasa terima kasih kepada Banser NU yang telah menjaga keamamanan.

    Habib Ali Al Jufri, ulama asal Uni Emirat Arab ini, menyampaikan:

    “Terima kasih yang menjaga keamanan, yang berdiri di sini (Banser NU). Ini bukan cuma basa-basi saja. Apa yang niatnya jujur dari hati, yang kalian niatkan di dalam hati kalian, dan Allah mengetahui apa yang di hati. Di dalam pekerjaan yang kalian lagi lakukan sekarang ini, (yaitu) mengamankan manusia, menjaga bangsa dan negara, mencari ridhonya Allah, maka kalau niat seperti itu kamu sekarang sedang jihad di jalan Allah”.

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Maka semakin tinggi ketaqwaan, maka Allah akan mendidik kalian untuk menjaga yang lain. (Red) Sumber: https://pwnujatim.or.id/banser-bersholawat-di-gor-sidoarjo-bersama-tni-polri-untuk-kedamaian-nkri/

  • PEMASANGAN LAMPU PENERANG JALAN OLEH KADER ANSOR PAOPALE LAOK

    PEMASANGAN LAMPU PENERANG JALAN OLEH KADER ANSOR PAOPALE LAOK

    wp.sorbansantri.com – Puluhan kader Ansor Desa Paopale Laok Ketapang Sampang Madura melakukan pemasangan lampu penerangan jalan. Yang mana giat tersebut merupakan salahsatu program Pengurus Ranting GP Ansor Desa Paopale Laok Ketapang Sampang Madura. yang selama ini dikeluhkan oleh Masyarakat setempat karena sampai saat ini masih belum adanya penerangan jalan di daerah tersebut. Jum’at (18/12/2020)

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Muslim Ketua Ranting Ansor Paopale Laok

    Kegiatan untuk memberikan pemasangan lampu jalan adalah meneruskan instruksi dari ketua PAC Ansor Kec. Ketapang kab. Sampang sahabat R. Agus Salim Hasan kepada Sahabat Muslim sebagai Ketua Ranting Ansor Paopale Laok. Dan alhamdulillah sudah 2 (dua) Dusun yang sudah terpasang lampu penerang jalan yaitu Dusun gunung kesan Timur Desa Paopale Laok dan Dusun Gunung Konyik Desa Paopale Laok.

    SORBANSANTRI.COM
    ketua Tanfidziyah PC NU Sampang dan Sahabat R. Agus Salim Hasan ketua PAC Ansor Kec. Ketapang kab. Sampang

    Dalam pemasangan lampu penerang jalan kali ini, dana yang dipakai dari berbagai macam sumber seperti iuran anggota ansor dan warga. Dengan harapan agar apa yang sudah dilakukan oleh pengurus ranting Ansor Desa Paopale Laok Ketapang Sampang Madura bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat.

    Untuk kedepannya diharapkan peranan pemerintah juga sangat dibutuhkan agar tiang listrik masuk secara menyeluruh ke desa Paopale Laok dikarenakan dalam pemasangan lampu jalan, aliran listrik masih menyalur dengan warga sekitar.” kata Sahabat Muslim Ketua Ranting Ansor Paopale Laok. (Wadi Achmad)

  • Rapat persiapan DTD PAC GP Ansor Kecamatan Jatirejo

    Rapat persiapan DTD PAC GP Ansor Kecamatan Jatirejo

    Rapat Koordinasi Panitia DTD PAC GP Ansor Jatirejo bersama jajaran Instruktur PC GP Ansor Kabupatem Mojokerto yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at sampai Minggu tanggal 20,22,23 Desember 2019 di Yayasan MI Sunan Ampel Desa Sumberagung Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

  • RS Kamar Medika Mojokerto Berikan Pengobatan Gratis Seumur Hidup Untuk Keluarga Riyanto

    RS Kamar Medika Mojokerto Berikan Pengobatan Gratis Seumur Hidup Untuk Keluarga Riyanto

    Suara Jatim Post – Sebagai bentuk apresiasi, Rambo Garudo, selaku Direktur RS Kamar Medika, yang juga Bendahara GP Ansor Kota Mojokerto, memberikan tali asih berupa Berobat Gratis seumur hidup bagi keluarga mendiang Riyanto. Sabtu (19/12).

    Hal itu diserahkan saat pelaksanaan Haul Akbar Riyanto ke -19 didampingi Walikota beserta Forkompinda Kota Mojokerto.

    RS Kamar Medika akan membantu memberikan pelayanan kesehatan kedua orang tua riyanto sesuai dengan standar RS. Meliputi rawat inap juga rawat jalan, karena usia kedua orang tua riyanto yang tidak lagi muda, tentu akan membutuhkan perhatian khususnya dalam hal kesehatan,”kata dr Rambo Garudo ketika dimintai keterangan oleh kontributor www.suarajatimpost.com

    Ia melanjutkan, pihaknya telah datang ke rumah mendiang Riyanto dan banyak diskusi dengan keluarga.

    Penyakit yang umum diderita pada orang tua biasanya darah tinggi, diabetes/kencing manis, linu sendi, dll. Walaupun kita semua berharap kesehatan kedua orang tua Riyanto ini terus membaik sampai nanti, tidak ada salahnya kita mempersiapkan hal hal yg tidak kita duga,”tambahnya.

    Seperti diketahui, Riyanto merupakan anggota Banser yang Wafat mengorbankan dirinya dalam menyelamatkan jemaah Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) 19 tahun silam.

  • GP ANSOR SATU KOMANDO

    GP ANSOR SATU KOMANDO

    Cyberaswaja.online. Mojokerto Bergerak Kordinasi dengan panglima tertinggi Banser di 18 Kecamatan yang ada di kabupaten Mojokerto.Berkaitan dengan Marwah organisasi dan martabat organisasi pengurus dan anggota mengadakan Rutinan Konsolidasi.Bertempat di MWCNU PURI pada pukul 18:00 WIB kegiatan berlangsung lancar dan aman dengan kawalan beberapa Banser (13/12).”Konsolidasi ini dilakukan salah satunya berkaitan dengan HAUL Alm.Riyanto ke XIX agar satu Komando” Pinta PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali.Kordinasi tersebut dihadiri ketua GP ANSOR Se Kabupaten Mojokerto, Antara lain : PAC Pungging, PAC Trowulan, PAC Jatirejo, PAC Gondang, PAC pacet, PAC Dawa⁩rBlandong, PAC Puri, PAC Kutorejo⁩, PAC Ansor Mojosari, PAC Gedeg⁩, dan PAC Jetis. (WakGenk/Infokom)

  • Acara rutinan jamiyah sholawat Seribu Rebana

    Acara rutinan jamiyah sholawat Seribu Rebana

    NU Sentul- Acara rutinan jamiyah sholawat Seribu Rebana pada hari ini 14 Desember 2019 diselenggarakan Kabupaten Jombang Jawa Timur. Peserta dihadiri kira-kira 5000 jamaah dari berbagai daerah.

    Acara tersebut mengundang beberapa tamu khusus dari Camat kapolsek muspika tokoh agama tokoh masyarakat serta Jama’ah Sholawat dan selebihnya jamaah rutinan.

    GP ANSOR PAC TEMBELANG
    Banser Satkoryon Tembelang

    Tetep istiqomah berdzikir & bersholawat
    bersama rutinan Jam’iyah Sholawat
    SERIBU REBANA KAB.JOMBANG
    Di Balai Desa Pulogedang
    Tembelang Jombang

    Salah satu harapan dari NU Sentul dalam statusnya

    #SholualannabiMuhammad
    #SerbanJombang
    #SerbanTembelang
    #AnsorTembelang
    #BanserTembelang

  • BANSER PASANG BADAN

    BANSER PASANG BADAN

    Cyberaswaja.online. Mojokerto, Biro Infokom kabupaten Mojokerto melanjutkan edukasi kepada kader kader muda berkaitan dengan media sosial.Kali ini bagaimana memanfaatkan media sosial yang baik untuk perjuangan dan sekaligus ibadah (13/12).Kegiatan yang berlangsung santai namun serius, diikuti oleh beberapa perwakilan Banser Se Kabupaten Mojokerto. Bertepatan di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo.SORBANSANTRI.COM“Pelatihan bulanan Infokom berkaitan dengan cyber di dunia Maya, Banser melalui Biro Infokom mari bersama sama aktif di media sosial” tegas Sahabat Farid selaku Ketua PAC GP Ansor Jatirejo.(WakGenk/Infokom)