Tag: KAJIAN ISLAMI

  • 12 GOLONGAN MANUSIA YANG DI DOAKAN MALAIKAT

    12 GOLONGAN MANUSIA YANG DI DOAKAN MALAIKAT

    1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
    “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.” (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

    2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
    “Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’.” (HR. Imam Muslim dariAbu Hurairah, Shahih Muslim 469).

    3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan.” (Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra’ bin ‘Azib)

    4. Orang yang menyambung shaf shalat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).
    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

    5. Para malaikat mengucapkan ‘aamiin‘ ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
    “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhoollinn, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.” (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

    6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
    “Para malaikat akan selalu berselawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya,(para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.’” (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

    7. Orang-orang yang melakukan shalat Shubuh dan Ashar secara berjamaah.
    ” Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian merekaberkumpul lagi pada waktu shalat ‘asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.’” (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

    8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
    “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikatyang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’” (HR. Imam Muslim dari Ummud Darda’, Shahih Muslim 2733)

    9. Orang-orang yang berinfak.
    “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil).’” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari1442 dan Shahih Muslim 1010)

    10. Orang yang sedang makan sahur.
    “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur” Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa “sunnah”. (HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

    11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
    “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh.” (HR. Imam Ahmad dari ‘Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad no. 754)

    12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
    “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahily)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    “Sebenarnya (malaikat – malaikat itu) adalah hamba – hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah – perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa’at melainkan kepada orang – orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati – hati karena takut kepada-Nya” (Q.S. Al-Anbiya: ayat 26-28)

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: ayat 43)

    Masya Allah, alangkah bahagianya menjadi orang-orang yang dicintai para malaikat.
    Sebab mendapatkan syafa’at, pertolongan, dan do’anya.

    Wallahu A’lam Bishawab

  • ADA GERAKAN KOIN NU DI DESA POHJEJER

    ADA GERAKAN KOIN NU DI DESA POHJEJER

    Mojokerto.Cyberaswajaonline – Gerakan Untuk kemandirian Organisasi NU beserta Banomnya berlahan membawa angin segar, optimis harapan kedepan baik serta dukungan Pemerintahan Desa Pohjejer. Tepat di Pendopo Balai Desa Pohjejer, kegiatan awal yang di gagas dari kader PKPNU ini berjalan baik, dengan kehadiran BANOM NU IPPNU, FATAYAT, serta MUSLIMAT, untuk bergerak bersama demi kemandirian Organisasi khususnya di wilayah Desa Pohjejer kec.Gondang Kab.Mojokerto. 22/12
    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Jamaah KOIN NU
    Kehadiran Bapak Kepala Desa bapak Tri Pallira Alviansyah, beserta tokoh masyarakat Desa Pohjejer, dengan duduk beralaskan karpet, diantaranya; H. Ma’shun Arif, H. Ma’hum, Ketua Ranting NU (bapak Tobi’in) Pokja Koin NU (bapak Ahmad Kholis), Ketua FATAYAT, serta Ketua MUSLIMAT Ranting Pohjejer.

    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Santunan oleh Ketua Ranting NU
    “Pemerintahan Desa Pohjejer, memberikan support berkaitan kegiatan ini, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif serta memberikan ketentraman Rohani, selalu bergerak dengan kegiatan yang positif guna memberikan berkah kepada Desa” ungkap Kepala Desa Pohjejer, Bpk. Tri Palira.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Tiga kari kanan Kepdes Pohjejer
    Acara yang sejak pagi pukul 08:00 s/d 12:00 WIB ini di hadiri kurang lebih 100 (seratus) jamaah, degan Santunan Kaum Dhuafa yang kemudian di isi Mauidhoh Khasanah oleh Bapak. H. Ma’shun Arif begitu seksama didengarkan jamaah. “Adanya Gerak KOIN NU ini kita bersama sama, untuk menuju kemandirian Organisasi, setidaknya kegiatan NU dan Banom di ambil dari hasil KOIN NU ini, sesuai judul “dari jam’iyah (organisasi) untuk jamaah” tegas beliau. Kegiatan awal ini semoga menjadikan titik bergerak dan kemauan besar jamaah untuk diberikan kepada NU, yang kemudian ditutup dengan Do’a oleh H.Ma’shum. (wakgenk/Infokom)
  • Malam Puncak Peringatan Haul Gus Dur

    Malam Puncak Peringatan Haul Gus Dur

    InfokomBanserNU-

    Ngaji bareng gus baha ,gus muwafiq

    Di pondok pesantren tebuireng Jombang
    Sabtu, 21 Desember 2019 merupakan acara puncak dalam rangka Haul Gus Dur Ke 10.
    Acara tersebut dimulai pada Hari Kamis, tanggal 19 Desember 2019 yang diawali dengan ISHARI. Dan esoknya lagi khotmil qur’an. dan acara puncak Hari sabtu, 21 Desember 2019 yang di mulai pada jam 8.00 wib dengan acara seminar disusul dengan seribu rebana.

    Setelah ba’da Isya’ baru acara inti dimulai dengan pembicara inti KH Bahauddin Nursalim ( gus baha’ ).

    #InfokomAnsorBanserNU

  • Ijazah dari Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan

    Ijazah dari Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan

    InfokomBanserNU- Abah, sejak saya menikah saya belum memiliki pekerjaan tetap, umpama berdagang maka hanya laku diawal awal, umpama melamar kerja di pt tidak pernah dipanggil, umpama ikut orang ada saja sebabnya tidak bisa lama, tapi tidak pernah karena ada konflik itu tidak pernah.
    Saya masih ngontrak berpindah-pindah terus, penghasilan belum bisa mencukupi, apalagi putra saya banyak..
    Mohon petunjuk Abah..

    “Kamu amalkan surat Annas 100x dibuka dengan sholawat 100x lalu ditutup dengan sholawat 100x juga.”
    Baik Abah..

    Ijazah tersebut didapatkan oleh saudara Ahmad Fajari Ash-Shadhili ketika sowan bertemu dengan Habib Luthfi bin Yahya.


    Ijazah diatas bersifat umum Walaupun saya belum pernah bertatap muka dengan beliau, tetapi saya amalkan amalan dari Abah Luthfi diatas dengan hati yg yakin & juga mencintai beliau dgn tulus, & apa yg terjadi banyak sekali keberkahan dalam hidup saya & sangat dimudahkan Allah SWT dalam urusan rejeki, hal ini semua berkat barokah & doa dari Abah Habib Luthfi bin Yahya

    #GMNUCyberTeam

    #InfokomBanserNU

  • KETAMPANAN RASULULLAH SAW

    KETAMPANAN RASULULLAH SAW

     

    Infokom Banser NU-Disebutkan di dalam kitab al-Mahabbah karya Imam al-Ghazali bahwa Imam Muhammad bin Asy’ats berkata,
    “Pada masa Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, penduduk Mesir pernah hidup selama empat bulan tanpa adanya makanan. Bila mereka lapar, mereka cukup memandang Nabi Yusuf ‘Alaihissalam saja sehingga ketampanannya menjadikan mereka melupakan rasa laparnya. Pada masa itu pula, pernah terjadi, di mana tanpa sadar sekumpulan perempuan mengiris-ngiris jemarinya, karena merasa takjub saat melihat ketampanan Nabi Yusuf ‘Alaihissalam.”
    Di lain keterangan, Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki dalam kitabnya, Muhammad Insanul Kamil, mengatakan bahwa prosentase ketampanan, keindahan dan keelokan yg Allah SWT turunkan ke alam ini dibagi menjadi beberapa bagian, dengan rinciannya yaitu :
    50% untuk Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, dan 25 % untuk Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, sedangkan sisanya 25% lagi dibagikan kepada seluruh alam semesta beserta isinya yg meliputi keindahan alam, keelokan hewan, ketampanan dan kecantikan manusia, dan lain sebagainya.
    Baik Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam maupun Nabi Yusuf ‘Alaihissalam sama-sama tampan dan mempesona. Siapapun yg memandag akan takjub dan kagum. Mereka juga sama-sama diberi 10 hijab dari cahaya guna menjaga penampilannya dari fitnah.
    Bedanya, semua hijab Nabi Yusuf ‘Alaihissalam telah dibuka semenjak di dunia, sedangkan hijab Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam hanya satu saja yg dibuka. Sisanya, akan dibuka dan ditampakan kelak di surga. Karena jika semua hijab beliau shallallahu alaihi wasallam dibuka semenjak di dunia, maka orang-orang akan tanpa sadar mengoyak-ngoyak jantungnya karena tak kuasa menahan takjub ketika melihat beliau.
    Referensi :
    Kitab al-Mahabbah karya Imam al-Ghazali.
    Kitab Muhammad Insanul Kamil karya Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani.
    اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد

  • Kasus Uighur, PP GP Ansor Minta Klarifikasi atas Lahan Minyak dan Gas di Xinjiang

    Kasus Uighur, PP GP Ansor Minta Klarifikasi atas Lahan Minyak dan Gas di Xinjiang

    Cyberaswaja.online, Mojokerto – Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, tudingan persekusi yang dialami etnis muslim Uighur di Xinjiang tersebut diduga berlatar belakang ekonomi.  Menurut Yaqut, berdasar data yang diperoleh pihaknya dan kemudian diolah, kasus yang menimpa etnis Uighur di Xinjiang ini tak lain soal penguasaan lahan saja. Isu agama, budaya dan lainnya, lanjut Yaqut, membuat motif aslinya tampak kabur, dan membuat kasus menjadi semakin rumit. “Dari data yang kita peroleh, di Xinjiang itu ada beberapa blok migas, sumur gas, dan pipa gas. Bahkan dalam catatan kita pernah ditawarkan 30 blok migas di tahun 2017. Semua bloknya onshore (di daratan). Jadi, berita tentang etnis muslim Uighur dengan segala bumbunya seperti ditulis The Wall Street Journal, saya kira perlu ada klarifikasi. Jangan-jangan ini hanya soal ingin menguasai lahan di Xinjiang yang kaya akan sumber daya alam saja,” tandas Gus Yaqut, sapaan akrab Ketum GP Ansor ini, Senin (16/12/2019). Sebab itu, kata Gus Yaqut, GP Ansor memilih bersikap hati-hati. Namun demikian dia mendesak adanya klarifikasi yang cepat sekaligus tepat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tiongkok. Begitu juga Kementerian Luar Negeri RI mengenai hal ini. Lalu sama-sama mendiskusikan apa yang bisa dan sebaiknya Indonesia lakukan untuk menciptakan perdamaian dunia, termasuk di Xinjiang. Dijelaskan, kasus etnis muslim Uighur tersebut adalah masalah geopolitik. Politisasi terhadap kasus ini, yakni Islam vs Tiongkok, ujarnya, justru membuat komplikasi dari kasus yang sudah rumit tersebut. Ditambah dengan konstelasi politik hari ini yang cenderung berwujud sebagai “neo cold war geopolitics di mana ada benturan politik ekonomi dan ideologi antara Barat (Amerika) dan Timur (Tiongkok).  Di sisi lain, kata Gus Yaqut, GP Ansor memahami bahwa Tiongkok memiliki kepentingan untuk mengundang dan memperkuat hubungan (engagement) dengan para stakeholders dan key opinion leaders dari seluruh negara di dunia. Tujuannya untuk melihat masalah Uighur, termasuk tokoh NU, Muhammadiyah, akademisi, dan lainnya. “Ansor juga dapat memahami bagaimana Amerika dan aliansinya melalui semua kanalnya bersuara untuk kepentingan dan keuntungan mereka, termasuk Wall Street Journal (WSJ) yang membeberkan laporan terkait hal ini, tapi di saat bersamaan mempromosikan layanan subscribe untuk jadi pembacanya,” tutup ketum PP GP Ansor ini.  sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/243342/kasus-uighur-pp-gp-ansor-minta-klarifikasi-atas-lahan-minyak-dan-gas-di-xinjiang
    #PP GP ANSOR  #UIGHUR  #XINJIANG
  • GONDANG Gelar Kubro Muslimat NU Dan Fatayat NU

    GONDANG Gelar Kubro Muslimat NU Dan Fatayat NU

    SORBANSANTRI.COM

    Khidmatnya acara tersebut juga menghadirkan Ibu Nyai Sholihatin, dari kecamatan Jatirejo untuk mengisi Siraman Rohani kepada kader kader Banom NU ini. Kegiatan terebut jugaDihadiri ibu ketua tim penggerak PKK Kecamatan serta bpk Zainal mewakili Kepala desa kalikatir.(15/12)

    SORBANSANTRI.COM
  • Bendera Rasulullah berwarna Merah Putih

    Bendera Rasulullah berwarna Merah Putih

    Andrian Banser Pringsewu-Dalam Syarah Muslim jilid 9, Kitab (Bab) Fitan nomor 2889
    Di sebutkan

    عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا

    Dari Tsauban R.A dia berkata, “Rasulullah telah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tlah memperlihatkan seluruh bumi kpdaku hingga aku dapat melihatnya,
    baik itu bagian timur maupun bagian barat.
    Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai bagian2 bumi yg tlah diperlihatkannya kpdaku

    Aku telah dianugerahkan dua perbendaharaan,
    MERAH DAN PUTIH

    Sesungguhnya aku telah memohonkan kepada Tuhanku mengenai umatku,
    Semoga Allah tdk menghancurkan umatku dngan habisnya pangan dlm jangka setahun penuh

    Semoga Allah tdk menjadikan umatku dpat dikuasai oleh musuh dari luar mereka yg melucuti pelindung kepala mereka.

    Sesungguhnya Tuhanku telah berfirman, “Hai Muhammad, apabila Aku telah memutuskan sesuatu, maka sesuatu itu pasti tidak akan tertolak.

    Sesungguhnya Aku telah menjamin umatmu bahwasanya,

    Aku tidak akan menghancurkan umatmu dngan kehabisan pangan dlm setahun penuh

    Aku tdk akan menjadikan umatmu dikuasai oleh musuh dari luar mreka yg melucuti pelindung kepala mereka

    meskipun mereka diserang dari berbagai penjuru,
    kecuali jika sesama umatmu saling menghancurkan & saling menawan.
    {Muslim 8/171}.

  • TGB : PERLU GUS BAHA’ – GUS BAHA’ BARU DI NEGERI INI

    TGB : PERLU GUS BAHA’ – GUS BAHA’ BARU DI NEGERI INI

    Oleh : Zainurrofieq

    Laziznu Tuban – Sempat sedikit agak terpana saya, ketika TGB (Tuan Guru Bajang) Muhammad Zainul Majdi yang sejak satu tahun terakhir ini sangat getol menarasikan wasatiyyah terutama dalam arah politik keummatan Indonesia, dalam diskusi tim kecil di WA Group alumni Al azhar, TGB menyataka :”Perlu Gus Baha – Gus Baha baru yang muncul kepermukaan yang sebenarnya banyak di pondok-pondok pesantren, yang pemikirannya cemerlang, kita harus dorong mereka untuk terjun aktif ditengah ummat. Nilai-nilai pesantren perlu direvitalisasi termasuk konsep tawadhu. Saking tawadhunya santri, akhirnya panggung dakwah diserahkan kepada yang tidak faham atau setengah faham, dan akhirnya jadilah sebuah dagelan. Kita lihat conto baik dari kehadiran viralnya Gus Baha, setelah tampil ke public, banyak ummat yang tercerahkan’.

    Sejak postingan TGB itu, saya akui hampir semua video dakwahnya Gus Baha saya buka dan ikuti narasinya, subhanalllah, Saya pun merasakan ada mutiara indah yang tersampaikan dalam viralnya tausiah-tausiah gus Baha ini.

    Gus Baha, sebutan bagi KH. Bahauddin bin Kiai Nursalim, sedang menjadi idola santri-santri dan milenial muslim, Gus Baha jadi oase di tengah maraknya ustadz-ustadz yang mencari popularitas. Di tengah meruahnya pendakwah yang mengumbar kebencian dan mengadu domba umat. Cara dakwah Gus Baha riang gembira, selow dan santai. Bikin nyaman.

    Ketertarikan terhadap Gus Baha’ didasarkan kepada metodologi yang digunakan dalam menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an yang tidak melepaskan diri dari paradigma fikih yang dikuasainya. Banyak yang menganggap bahwa cara penyajian Gus Baha’ tersebut terbilang langka. Karena selama ini, mereka hanya menerima penjelasan ayat-ayat al-Qur’an yang bersifat letterlik dan bahkan terkadang disisipi oleh lathaif siyasah (motif-motif politik yang tersembunyi).

    ————————————
    📌 #GusBaha‘ tentang Ketidakjelasan Politik
    🎥 https://youtu.be/G5vW0ICnMMc
    ————————————-

    Gus Baha’, melalui topik-topik yang diangkatnya, sepertinya telah membaca apa yang sebenarnya dibutuhkan publik di luar pesantren. Beliau seperti tidak ingin memaksakan cara pandangnya di dalam memahami masalah kepada audiens yang mendengarkan. Itu bisa dicermati dari bagaimana beliau mencoba menyederhanakan deskripsi fikih yang rumit ke dalam bahasa yang mudah, melalui perumpamaan yang mudah dimengerti siapa saja.

    Mengomentari kemunculan Gus Baha ini, teringat Kiai Ahmad Baso, di dalam karyanya, ” Islam Pasca Kolonial” selalu menegaskan bahwa liberalisme pemikiran bukanlah senyawa orisinil dunia pesantren. Pesantren mempunyai khasanah dan manhaj-nya sendiri untuk berbicara tentang peradaban.

    Bisa kita nikmati betapa metode pesantren di nusantara telah menyuguhkan produk pemikir dan pemikiran yang universal dan kekinian tanpa harus memasukan metode barat yang liberal tapi focus pada literasi klasik yang digali dengan pisau analisa tanggungjawab dakwah yang solutip keumatan.

    Lebih dalam mengomentari fenomena dakwah keumatan Gus Baha ini, TGB menegaskan bahwa termasuk dalam arah wasatiyyah adalah keseimbangan antara fikrah dan harakah. Ide dan gerak, ilmu dan amal.

    Bergerak tanpa kefahaman akan melahirkan teriakan tanpa manfaat, bising tanpa maslahat. Karenanya panggung dakwah itu harus diisi oleh orang-orang berkefahaman yang dalam dan utuh, dengan semangat yang kuat.

    Kalau sekedar bersemangat, panggung dakwah bisa berubah menjadi mimbar kebencian. Semoga Allah menjadikan kita termasuk yang selalu beramal dalam ilmu dan berilmu dalam amal.

    Yaa ritt….. Syukron Tuan Guru !!!
    (Tasikmalaya, 71219)

    Source : tengah dot co

  • TURBA SEORANG ULAMA “Disipilin Jam’iyah ala Kyai Nawawi”

    TURBA SEORANG ULAMA “Disipilin Jam’iyah ala Kyai Nawawi”

    Ada sebuah artikel yang ditulis oleh KH. Wahid Hasyim yang judulnya “Mengapa Saya Memilih NU”. Isi tulisannya tentang rasionalisasi pilihan terhadap organisasi para kyai itu. Setelah memaparkan kelemahannya dimana NU ditempatkan sebagai organ non-radikal serta tidak cukup memiliki intelektual maka beliau menyatakan bila keunggulan NU ada di faktor Ulama-nya dan ketegasannya terhadap anggota.

    Dari sisi ketegasan, Kyai Wahid menyatakan NU “streng”, terlampau “keras” didalam tuntutannya pada anggota. Keras dalam lingkup kewajiban agama. Tiap anggota NU harus “beres” sembahyangnya, jum’atannya, puasa dan lain kewajiban agamanya. NU didalam hal kehidupan “prive” anggotanya mempunyai ukuran yang berat.

    Seorang anggota NU bisa dipecat jika dinilai melanggar norma agama, melakukan perbuatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mereka yang dipecat akan ditarik kartu anggotanya serta diumumkan pada khalayak. Dengan demikian jika seseorang dipecat sama artinya dia mendapatkan sanksi sosial.

    Pengurus NU Mojokerto terbentuk tahun 1928 atau dua tahun setelah dideklarasikan sebagai organisasi para ulama. KH Zainal Alim Suronatan terpilih sebagai ketua syuriyah saat itu. KH Nawawi ditetapkan sebagai salah satu wakilnya. Komposisi itu mirip dengan duet Mbah Hasyim dan Mbah Wahab. Mbah Hasyim sebagai penjaga moral dan Mbah Wahab selaku operator lapangan. Di Mojokerto, Kyai Zainal Alim yang memang dikenal alim didampingi pekerja keras pada diri Kyai Nawawi. Dalam menjalankan organisasi, Kyai Nawawi lebih suka berprinsip “sepi ing pamrih rame ing gawe”. Tidak ingin terlalu menyukai popularitas dan bekerja secara diam. Konsep itu beliau lakukan dengan turun langsung ke bawah atau kring, sebutan untuk pengurus ranting atau desa pada masa lalu. Turba itu dijalankannya sendiri untuk meninjau kondisi pengurus NU, biasanya dengan mengendarai dokar.

    Pada suatu hari, Kyai Nawawi mengunjungi Kring Modopuro Mojosari. Sesampainya di rumah ketua NU setempat kebetulan empunya rumah sedang tidak ada. Maka Kyai Nawawi memutuskan untuk menunggu. Setelah tuan rumah pulang ditanya dari mana dan dijawab baru pulang dari warung. Kyai Nawawi selanjutnya meminta buku organisasi yang dibawanya. Setelah itu beliau menyatakan jika tuan rumah dipecat sebagai anggota NU karena telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji, yaitu siang hari nongkrong di warung.

    Mengapa demikan ? Untuk menjelaskan hai itu harus ditarik pada kondisi sosiokutur dan sosiopolitik yang diambil NU saat itu. NU sedang berhadapan dengan kelompok Islam modernis yang ingin menghabisi Amaliyah ala kaum Nahdliyyin. Karena itu NU wajib menjaga disiplin dan moral anggotanya agar tetap memiliki semangat “satu barisan”, Kedua. NU juga berupaya menciptakan identitasnya yang tentu berbeda dengan indentitas kelompok lainya dengan jargon “man tashabbaha bi qaumin fahua minhum”. Ketiga, NU melihat saat itu budaya “marung” merupakan bagian dari identitas kolonial yang suka menghamburkan uang di tempat makan-minum atau berfoya-foya

    Betapa kerasnya aturan organisasi ketika itu. Sementara saya setiap hari nongkrong di warung kopi.

    Sidowangun, 3 Juli 2015

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanfiq