Tag: KAJIAN ISLAMI

  • Pengajian GUS MIFTAH di Pungging Mojosari

    Pengajian GUS MIFTAH di Pungging Mojosari

    Infokom Banser NU – Minggu, 29 Desember 2019. Diujung tahun 2019 ini Gus miftah hadir di acara maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan di Pungging Mojosari Mojokerto. Ribuan jama’ah dari berbagai penjuru Kabupaten Mojokerto hadir dalam pengajian tersebut.

    Gus miftah hadir pukul 21.00 wib dengan dikawal deretan ratusan Banser Kabupaten Mojokerto sampai menuju panggung. Selain dari BANSER juga ada TNI-POLRI dalam pengamanan.

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Ppz-vdBx90A[/embedyt]

    Pengunjung sangat riuh dengan hadirnya Gus Miftah. Dimulai dengan yel yel banser beliau memulai acara tersebut. Menambah riuh acara tersebut.

    Sebebenarnya pada saat pengajian, Gus Miftah tidak suka adanya pedagang asongan yang berkeliaran di area jama’ah pengajian. Tetapi masih saja ada kejadian tersebut.

    Saat ini acara tersebut masih berlangsung… Bersambung..

    (infokom banser NU)

  • Gus Miftah Mengguncang Bumi Pungging Mojokerto Bersamaan Dengan ULTAH Deddy Corbuzier

    Gus Miftah Mengguncang Bumi Pungging Mojokerto Bersamaan Dengan ULTAH Deddy Corbuzier

    Mojosari, InfokomBanserNU- Suasana meriah di Pungging Mojokerto baersamaan dengan hadirnya Tokoh Ulama’ NU sekaligus da’i Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah adalah  pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta. Ia merupakan keturunan ke-9 Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.

    Alhamdulillah acara berjalan lancar, gerimis bukan menjadi penghalang untuk jama’ah yang ingin mendengarkan Ceramah dan Tausyiah beliau. Banyak sekali yang hadir dari luar daerah seperti Trawas Mojokerto Pacet Trowulan dan sekitarnya.

    Dalam acara tersebut ternyata bersamaan dengan ULTAH sahabat Gus Miftah yang sekarang Mu’alaf Siapa lagi kalu bukan Deddy Corbuzier. Beliau mengucapkan selamat Ulang Tahun bersama jama’ah pengajian dan berharap supaya anak Deddy Corbuzier mendapatkan Hidayah dari Alloh dan Rambut Botaknya biar cepat tumbuh, kata Gus Miftah sekaligus diaminkan oleh para jama’ah yang hadir.

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=zDcmZz9G8Vk[/embedyt]

    Acara berlangsung sangat meriah dan diharapkan Acara seperti itu banyak diadakan di Mojokerto dan sekitar sebagai bentuk Cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan menghidupkan sendi-sendi ahlussunnah wal jama’ah. Dan acara tersebut berakhir dengan kawalan yang bagus serta rapi oleh sahabat-sahabat Banser Mojokerto pada pukul 23.00 WIB.
    (InfokomBanserNU)

    #BANSER…..JAYA

    #INFOKOM MOJOKERTO

  • MENJAMURNYA USTADZ GADUNGAN PENYEBAB UMAT MABUK AGAMA

    MENJAMURNYA USTADZ GADUNGAN PENYEBAB UMAT MABUK AGAMA

    Infokom Banser NU –

    Oleh: Ahmad Ishomuddin

    Saya membaca satu ayat al-Qur’an atau hadits Nabi terkadang butuh waktu lama untuk bisa memahami dengan benar makna-maknanya, sehingga oleh karena takut salah memahami baik arti, makna, dan maksudnya saya perlu menelaah penafsiran tentang ayat atau hadits itu dari berbagai kitab tafsir atau kitab syarh (yang menjelaskan) hadits, bahkan saya tidak segan untuk bertanya kepada para ahlinya atau dengan senang hati mendiskusikannya.

    Saya rasakan memang untuk mampu memahami ajaran agama dengan benar dan mantap itu butuh banyak hal, seperti beragam ilmu yang berkaitan dengannya, kecerdasan, kesabaran, kegigihan, tempat bertanya, teman diskusi yang tepat, dan butuh waktu yang relatif lama. Sedang untuk mengamalkannya amat diperlukan keteladanan dan bimbingan yang terus menerus dari para ahlinya.

    Terus terang, selamanya saya tidak mau pernah percaya kepada pemahaman ajaran agama dari siapa saja yang memeroleh ilmu agamanya secara instan dan diperoleh dari nara sumber yang tidak jelas. Saya tidak mudah percaya kepada setiap orang yang ucapannya banyak keliru, argumentasinya tidak kokoh, lebih-lebih bila berisi cercaan kepada orang-orang berilmu (ulama) atau siapa saja, dan perilakunya tidak layak diteladani. Saya amat bersyukur tidak pernah mendapatkan ilmu agama dari mereka itu.

    Kini keadaan telah mencemaskan dan memprihatinkan. Betapa berserakan dan dengan mudah dijumpai seseorang yang tidak jelas kepada siapa ia pernah belajar agama tidak pula diketahui telah berapa lama ia pernah mengaji, dan keilmuannya pun tidak dikenal telah teruji, tiba-tiba telah berjuluk “ustadz”, dan bahkan anehnya baru saja ia menjadi “muallaf” yang isi ceramahnya hanya menghujat ajaran agama lama yang pernah dianutnya. Mungkin ia pikir ternyata ceramah agama bisa menjadi profesi baru yang pantas ditekuni karena menjadi ladang “rizki” yang menjanjikan untuk memenuhi hajat hidup dirinya. Mungkin orang yang waras merasa heran dan tak habis pikir, mengapa banyak orang mau bermakmum mengikuti para “ustadz” itu dengan segala kefanatikannya?

    Saya mengamati saat ini bahwa dunia keberagamaan umat Islam sudah surplus penceramah agama karena siapa saja boleh biacara apa saja tentang agama. Semua mau bicara, tidak ada lagi yang mau mendengarnya dengan seksama. Sungguh telah nyata ada banyak kekacauan di dalam kita beragama sehingga “para pemabuk agama” itu benar-benar mengganggu keharmonisan hidup bersama kita.

    Banyak orang telah “mabuk agama” karena porsi keberagamaan yang mereka telan telah over dosis, menelan apa saja informasi tentang apa saja yang dianggapnya berbau agama tanpa kadar yang pas, tanpa seleksi dan tanpa petunjuk dari orang yang memiliki spesialisasi dan punya otoritas dalam bidang agama. Banyak sekali “ustadz gadungan” yang melakukan mal praktek di bidang sosial keagamaan, sebagaimana mereka yang bukan dokter mengaku sebagai dokter yang berpraktek “menipu” dengan mengobati para pasiennya.

    Saat ini betapa mudah dijumpai beberapa “ustadz gadungan” yang dengan seenaknya menjelaskan agama dengan mengutip sepenggal ayat al-Qur’an dengan cara baca yang salah, baik tajwid maupun makhraj-nya, dengan terjemah yang sangat keliru, dengan tafsiran berdasarkan hawa nafsu, dan bahkan dengan berani melakukan tahrif (perubahan) baik terhadap lafal, makna, bahkan terhadap redaksinya.

    Semua keburukan di bidang sosial keagamaan kita itu terjadi karena kebodohan dari “sang ustadz” dan para pengikutnya yang tidak disadari dan penyakit arogansi (kesombongan) yang tidak pernah diobati. Ia tersesat dan menyesatkan pemahaman agama umat, sehingga penampilan wajah keberagamaan kita menjadi sangar, menakutkan, jauh dari keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan. Keberagamaan dalam bimbingan para “ustadz gadungan” itu bukan membawa manusia memasuki wilayah kemaslahatan, tetapi justru menjerumuskan umat manusia ke dalam lembah kerusakan. Beragama dengan ilmu, cara, dan arahan dari “ustadz” yang keliru itu senyatanya bukan menyelesaikan masalah kemanusiaan, tetapi justru menjadi masalah bagi hubungan kemanusiaan.

    #HubbulWathonMinalIman

    (Abdul Jalal)

  • KUALITAS ANDA DITENTUKAN DENGAN SIAPA ANDA DUDUK ATAU BERTEMAN

    KUALITAS ANDA DITENTUKAN DENGAN SIAPA ANDA DUDUK ATAU BERTEMAN

    Infokom Banser NU- Siapa saja yang sering duduk bersama 8 orang kelompok manusia, Allah akan memberinya 8 perkara:

    من جلس مع الأغنياء زاده الله حب الدنيا والرغبة فيها.

    1. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang kaya, Allah akan menambahkan cinta kepada dunia & semangat untuk mendapatkan dunia.

    ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى

    2. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahkan perasaan syukur & redha atas pemberian Allah.

    ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب

    3. Barangsiapa yang duduk dengan para pemimpin/raja, Allah akan menambahkan perasaan sombong & kerasnya hati.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوه

    4. Barangsiapa yang duduk dengan perempuan, Allah akan menambahkan kebodohan & syahwat.

    ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح

    5. Barangsiapa yang duduk dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahkan lalai & gurau senda.

    ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب والمعاصي والإقدام عليها،والتسويف في التوبة

    6. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahkan berani berbuat dosa & kemaksiatan serta mendorongkan diri untuk berbuat maksiat kemudian menunda-nunda akan taubat.

    ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات

    7. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang soleh, Allah akan menambahkan perasaan cinta kepada amalan-amalan ketaatan.

    ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع

    8. Barangsiapa yang duduk dengan para ulama’, Allah akan menambahkan ilmu & perasaan tidak cintakan dunia.

    (Muhtarom Husnan)
  • Kebanggaan Monaslimin 212 mengatakan ALLOH BINGUNG

    Kebanggaan Monaslimin 212 mengatakan ALLOH BINGUNG

    cyberaswaja.online– Haikal Hasan yg katanya ustad kebanggan 212 mengatakan bahwa “ALLOH BINGUNG” terhadap org2 yg lbh milih urusan dunia dg mengesampingkan ahirat.
    Diakeluarkan dalil ارضيتم بالحيوة الدنيا من الأخرة sbg pembenaran atas ucapanya.

    Ayat yg sebenarnya adalah menjelaskan murka Alloh terhadap org2 yg enggan berangkat perang Tabuk, namun sang ustad mengartikan secara sembarangan bahwa “Alloh bingung” bla bla bla…..

    Jika Alloh bingung, maka Alloh tdk layak menyandang sifat ‘ILMUN & ‘ALIMAN, yg artinya Alloh itu JAHLUN & KAUNUHU JAHILAN. Dg demikian Alloh mempunyai kelemahan.
    #Naudzubillah

    Mana suaranya pembela Islam….???
    sumber (ahmad rifqi)

  • RIJALUL ANSOR RAJA’I BADAN BANSER

    RIJALUL ANSOR RAJA’I BADAN BANSER

    Mojokerto, CyberAswaja.online – Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Jatirejo Kab.Mojokerto Punya Gawe berupa DTD (Diklat Terpadu Dasar) Banser (Barisan Ansor Serbaguna), kader muda dan baru yang masuk menjadi BANSER sebagai Garda Terdepan Menjaga NKRI. 21/12/19
    SORBANSANTRI.COM
    Foto:tengah Ketua LMDSA RA Gus Lutfi bersama Pengurus
    Ciri khas Jas Warna Putih selaku Wakil ke-2 (dua) dari GP Ansor, bernama LMDSA (Lembaga Majlis Dzikir dan Sholawat) RIJALUL Ansor cabang ini melakukan Gemblengan kepada Peserta DTD Banser yang akan melaksanakan Caraka Malam, salah satu tahapan pelaksanaan DTD BANSER. “Penulisan Raja ini fungsi salah satu agar BANSER kebal secara Kanuragan, peka Kondisi dan Siap sewaktu-waktu” ujar ketua LMDSA RA, Gus Lutfi Hakim.
    SORBANSANTRI.COM
    Berserta jajaran pengurus RIJALUL ANSOR mereka pun dibagi tugas pelaksanaan yang kemudian peserta melaksanakan Caraka Malam sampai pagi. (WakGenk/Infokom)
  • PERAN PENTING INSTRUKTUR BANSER MOJOKERTO

    PERAN PENTING INSTRUKTUR BANSER MOJOKERTO

    Mojokerto, cyberaswaja.online – Menjadi BANSER harus lulus mengikuti Diklatsar (Pendidikan Latihan Dasar) Banser, Pentingnya Peran Instruktur Banser di Jajaran SATKORCAB (SATUAN KORDINATOR CABANG) BANSER Kab.Mojokerto untuk pelaksanaa Kaderisasi Banser Di wilayahnya. Kordinasi dan Konsolidasi INSTRUKTUR dalam pelaksanaan pelatihan untuk Kaderisasi ini memerlukan waktu ekstra yang luar biasa, penyusunan konsep kordinasi dengan pihak terkait dan lain sebagainya. Kunci sukses pelatihan Banser ini, salah satunya tergantung Tim Instruktur, meluangkan waktu sampai meninggalkan rumah, merupakan konsekuensi mereka yang diberikan tugas dan tanggung jawab menjalankan roda organisasi. Kaderisasi di wilayah kabupaten Mojokerto terus dilakukan terus menerus oleh GP Ansor, mencetak kader kader yang militan, serta menjaga Marwah nama baik organisasi merupakan ketegasan dalam bingkai “Satu Komando” Semoga kita semua yang berkhidmah kepada NU melalui BANOMnya nantinya diakui serta diakhirat bersama sama KH. Hasyim Asy’ari memasuki Surga. Amin
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Kordinasi tim instruktur dan bayangan caraka malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto:Konsolidasi TIM Instruktur Caraka Malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: intruktur penetuan rute caraka malam

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Penelusuran Rute caraka malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: kordinasi Intruktur pada Peta Caraka Malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: evaluasi oleh Pemateri tiap Pos caraka malam
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Peran Penting Provost di DTD Banser Jatirejo
  • BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    BANSER Adalah Menjaga Kedamaian NKRI

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Doc.PC GP Ansor Sidoarjo

    SIDOARJO — Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sedang berkumpul di Sidoarjo. Tepatnya, dengan titel acara Banser Bersholawat Bersama TNI-Polri untuk Kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di GOR Sidoarjo, Sabtu 14 Desember 2019, malam ini.

    “Mencintai Indonesia lahir batin, menyejukkan dengan Sholawat Nabi,” tulis akun resmi Banser Jawa Timur.

    Banser sebagai elemen penting dalam Gerakan Pemuda Ansor belakangan cukup banyak mendapat tantangan. Namun, dinamika eksistensi Banser di tengah masyarakat selalu mendapat perhatian.

    Bahkan, Habib Ali Al Jufri berpesan khsusu kepada Banser NU: “Kalian Sekarang Sedang Jihad di Jalan Allah”.

    Habib Ali Al-Jufri dalam ceramahnya pada acara Ramah Tamah dan Bedah Buku “‘Al-Insaniyyah Qabla Tadayun’ karya Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri, di UIN Walisongo Semarang, menyampaiakan rasa terima kasih kepada Banser NU yang telah menjaga keamamanan.

    Habib Ali Al Jufri, ulama asal Uni Emirat Arab ini, menyampaikan:

    “Terima kasih yang menjaga keamanan, yang berdiri di sini (Banser NU). Ini bukan cuma basa-basi saja. Apa yang niatnya jujur dari hati, yang kalian niatkan di dalam hati kalian, dan Allah mengetahui apa yang di hati. Di dalam pekerjaan yang kalian lagi lakukan sekarang ini, (yaitu) mengamankan manusia, menjaga bangsa dan negara, mencari ridhonya Allah, maka kalau niat seperti itu kamu sekarang sedang jihad di jalan Allah”.

    Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda : Mata-mata yang nanti tidak menangis di hari kiamat adalah mata yang tidak tidur karena menjaga keamanan.

    Maka semakin tinggi ketaqwaan, maka Allah akan mendidik kalian untuk menjaga yang lain. (Red) Sumber: https://pwnujatim.or.id/banser-bersholawat-di-gor-sidoarjo-bersama-tni-polri-untuk-kedamaian-nkri/

  • Ngaji Gus Baha’ : Sisi Manusiawi Nabi Muhammad SAW

    Ngaji Gus Baha’ : Sisi Manusiawi Nabi Muhammad SAW

    Infokom Banser NU- Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang agung nan luhur budi pekertinya. Tak ada sesiapa yang menyangkalnya. Namun, tak sedikit yang kerap lupa bahwa Nabi Muhammad juga memiliki sifat jaiz sebagaimana layaknya manusia pada umumnya.
    .
    Gus Baha dalam suatu pengajiannya pernah menceritakan Nabi Muhammad SAW pernah lupa. Hal itu terjadi saat shalat zuhur. Ketika itu, Nabi hanya melaksanakan shalat zuhur dua rakaat dan langsung menyelesaikan ibadahnya.
    .
    Para pun sahabat bertanya-tanya. Mereka segan ingin bertanya kepada sosok panutan penuh kharisma itu. “Tidak ada yang berani bilang ke Nabi,” kata Gus Baha.
    .
    Namun, tetiba Dzul Yadain mendekati Nabi dan menanyakan peristiwa langka itu. Ia bertanya apakah hal tersebut baru atau bagaimana. Nabi pun terkejut ketika hal itu disampaikan dan langsung kembali ke pengimaman.
    .
    Nabi mengonfirmasi kepada para jamaah apa hal yang disampaikan Dzul Yadain benar. Para sahabat pun mengiyakannya. “Naam ya Rasulullah. Tadi engkau shalat zuhur hanya dua rakaat,” kata para sahabat.
    .
    Lalu, Nabi pun, jelas Gus Baha, langsung bertakbir lagi dan menuntaskan shalat zuhurnya dua rakaat lagi hingga salam tahiyat akhir.
    .
    Menurut Gus Baha, lupa bagi Nabi adalah hal lumrah mengingat ia memiliki sifat jaiz sebagaimana manusia biasa pernah lupa. “Nabi tuh gak apa-apa lupa. Wong bukan Tuhan. Yang gak boleh lupa tuh Tuhan,” tegas Rais Syuriyah PBNU itu.
    .
    Gus Baha’ juga menceritakan bahwa Nabi pernah suatu pagi menanyakan makanan kepada Sayidah Aisyah. Istri Nabi itu menjawab tidak ada.
    .
    “Ya udah saya puasa saja,” kata Gus Baha menirukan respon Nabi ketika mendengar jawaban istrinya.
    .
    Saat waktu mulai beranjak siang, Nabi kembali bertanya makanan kepada Sayidah Aisyah. Kali itu, putri Sayidina Abu Bakar al-Shiddiq itu menjawab ada. “Ya sudah saya makan saja,” ujar Gus Baha menyampaikan respons Nabi kepada Aisyah.
    .
    Gus Baha juga menyampaikan bahwa kelupaan Nabi itu agar menjadi sunnah. “Saya ini tidak pernah lupa. Tapi saya diberi lupa supaya menjadi sunnah,” pungkas Gus Baha menerjemahkan pernyataan Nabi tentang kelupaannya.

    #GusBahauddin #UlamaNUsantara #NU
    #RijalulAswajaNU #RijalulAnsorNU #NU
    #GP_AnsorNU #BanserNU #PagarNusaNU
    #AswajaNU #RijalulNU #KyaiDanHabaib #HWMI_NU GusMuwafiq #GusSayyidSeif #KyaiNUsantara #HabaibNUsantara #SantriNUsantara #NUsantaraSatuJiwa
    #NahdlatulUlamaBersamaNKRI

    (Rijalul Ansor NU )

  • Ngaji Rutin Jum’at Pon MWCNU Pacet dengan Tema  ZIARAH KUBUR TRADISI ATAUKAH SUNNAH.

    Ngaji Rutin Jum’at Pon MWCNU Pacet dengan Tema ZIARAH KUBUR TRADISI ATAUKAH SUNNAH.

    ZIARAH KUBUR TRADISI ATAUKAH SUNNAH

    Oleh ASNUTER MWC NU PACET.

    Ziarah kubur merupkan salah satu amalan yang sering dilakukan oleh warga nahdhiyyin, lebih lebih pada hari hari tertentu ataupun juga moment moment tertentu. Ditinjau dari sudut pandang agama, apakah ziarah kubur hanya sebatas tradisi ataukah ada tuntunan dari Agama. Dibawah ini akan disampaikan dalil yang berkaitan dengan ziarah kubur.

    Ziyarah Kubur perintah Rasulullah SAW : (594
    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها (رواه ومسلم، رقم ٥٩٤)

    “Rasulullah SAW bersabda: aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah” (HR. Muslim [594])

    Hadist diatas merupakan dalil umum yang memberikan penjelasan bahwa sunnahnya melaksankan ziarah kubur sebagaimana yang sudah sering kita lakukan.

    Pada awal awal Islam memang Rasulullah SAW melarang para Sahabat untuk berziarah kubur, dikarenakan keimanan mereka masih labil ( kurang kuat ), sehingga dikhawatirkan akan terjerumus kepada kemusyrikan. Dan setelah Islam semakin berkembang dan kaum muslimin semakin kokoh imannya, maka Nabi Muhammad memerintah mereka untuk berziarah kubur.

    Rasulullah ziyarah ke makam ibu Nya.

    عن ابي هريرة قال زار النبي صلى الله عليه وسلم قبر امه فبكى و ابكى من حوله (رواه مسلم رقم ٢٣٠٤)

    “Dari Abi Hurairah, berkata bahwa Rasulullah SAW berziarah ke pesarean ibundanya dan beliau menangis serta membuat orang di sekitarnya menangis” (HR. Muslim [2304])

    Dalam berziyarah kubur Rasulullah bukan hanya memerintahkannya, tetapi juga melaksanakan, sebagaimana penjelasan hadist diatas, bahwa beliau pernah ziarah ke makam Ibu Nya Rosululloh sudah melegalkan berziarah sekaligus memberi contoh berziarah ke makam, maka sudah barang tentu andaikan kita kaum muslimin ikut melaksanakannya juga sebagai bentuk itba’ kepada beliau Nabi Muhammad SAW.

    SORBANSANTRI.COM