Tag: nkri

  • Jadi Banser Sekarang Enak, Dulu Taruh Nyawa

    Jadi Banser Sekarang Enak, Dulu Taruh Nyawa

    Berita Video

    wp.sorbansantri.com – Kemiri Timur, Subah, Batang – Satu lagi anggota Ansor Banser angkatan 60-an yang layak kita kenang adalah Mbah Musrim, seorang warga Desa Kemiri Timur, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Dalam kisahnya, Mbah Musrim menceritakan pengalamannya mengikuti pengkaderan di Ansor Banser pada masa itu yang sangat berbeda dengan sekarang.

    Menurut cerita beliau, pengkaderan Ansor Banser pada zamannya berlangsung lebih dari satu minggu. Mbah Musrim harus menempuh perjalanan ke Rembang untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan biaya sendiri. Tidak jarang, beliau harus berjalan kaki dalam keadaan kelaparan. “Dadi Banser jaman saiki kepenak, paling ngawal Kyai ceramah lan ngaji, kyaine ceramah bisa ditinggal udud. Jaman mbiyen ngawal uripe kyai, ngadepi wong-wong sing pengin mateni Kyai NU, bisa-bisa Dewe sing mati. Kancaku akeh sing mati orang genah kuburane,” ungkap Mbah Musrim dengan nada tegas.

    (“Jadi Banser jaman sekarang itu enak, paling mengawal kyai ceramah dan ngaji, kyainya ceramah bisa ditinggal merokok. Jaman dulu mengawal hidup matinya kyai menghadapi orang-orang yang ingin membunuh kyai NU, kalau tidak hati-hati bisa mati sendiri. Banyak temanku mati tidak tahu di mana kuburnya.”)

    Kisah Mbah Musrim menggambarkan betapa beratnya tugas anggota Ansor Banser pada masa itu. Mereka tidak hanya menjaga keselamatan para kyai saat ceramah, tetapi juga menghadapi ancaman nyata dari pihak-pihak yang ingin membunuh tokoh-tokoh NU.

    Ketika ditanya mengenai sikapnya jika ada yang ingin mengganggu NU dan NKRI, Mbah Musrim menjawab dengan penuh semangat, “O….aja macem-macem, senajan wis tua, mlaku wis angel, aku tetep Melu maju, mati ya mati, ora urus sapa sing tak adepi. Saiki mati mbesuk ya mati. Luwih Mulya mati mbela kyai lan negara, timbang mati nggletak orang ngapa-ngapa!”

    (“O…jangan macam-macam, walaupun sudah tua, berjalan sudah sulit, aku tetap ikut maju. Mati ya mati, tidak peduli siapa yang aku hadapi. Sekarang mati, besok mati. Lebih baik mati membela Kyai dan Negara, daripada mati tergeletak tidak melakukan apapun.”)

    Kisah Mbah Musrim ini menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya anggota Ansor Banser generasi sekarang, untuk tetap teguh dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita. Semoga semangat perjuangan beliau selalu menjadi teladan bagi kita semua. (AI Sorban)

    @beritasorban Mengenang kisah inspiratif dari Mbah Musrim, anggota Ansor Banser angkatan 60-an dari Desa Kemiri Timur, Subah, Batang. Pada masa itu, Mbah Musrim mengikuti pengkaderan Banser di Rembang selama lebih dari satu minggu dengan biaya sendiri, seringkali berjalan kaki dalam keadaan kelaparan. Pengalaman berat ini tidak menyurutkan semangatnya. "Dadi Banser jaman saiki kepenak, paling ngawal Kyai ceramah lan ngaji, kyaine ceramah bisa ditinggal udud. Jaman mbiyen, ngawal uripe kyai, ngadepi wong-wong sing pengin mateni Kyai NU, bisa-bisa dewe sing mati," ujar Mbah Musrim. Beliau juga menyatakan, "O…aja macem-macem, senajan wis tua, mlaku wis angel, aku tetep melu maju. Luwih mulya mati mbela kyai lan negara, timbang mati nggletak ora ngapa-ngapa!" Kisah Mbah Musrim ini menjadi teladan bagi kita semua untuk terus menjaga dan mempertahankan nilai-nilai perjuangan. Tetap semangat, jaga NKRI! #AnsorBanser #MbahMusrim #PahlawanNU #SejarahBanser #NKRI #PerjuanganNU #KisahInspiratif #Banser60an #JagaKyai #SemangatPerjuangan #pyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    SORBANSANTRI.COM
    ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)

    wp.sorbansantri.com – Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)

    Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat  kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.

    —000—

    Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi-  sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”.  Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.

    —ooo—

    Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.

    Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa  desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.

    Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an  “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.

    Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)

  • Muhasabah & Nasionalisme Memperingati Hari Lahir NU

     

    wp.sorbansantri.com – NU (Nahdlatul Ulama) didirikan oleh sejumlah ulama pada 31 Januari 1926. Yang digagas oleh 3 Ulama Besar yaitu KH. Hasyim Asyari (Kakek Gus Dur), KH. Bisri Sansuri dan KH. Wahab Chasbullah. Ketiga ulama tersebut merupakan yang berperan besar demi terbentuknya organisasi NU kita semua yang tersayang.

    NU berdiri juga karena diprakasai oleh KH. Hasyim Asyari, yang adalah Kakek dari Gus Dur kita semua. Pertemuan dari sejumlah ulama ini yang juga digagas oleh KH. Hasyim Asyari saat itu juga membahas tentang bagaimana membentuk wadah Islam tradisional untuk dapat terus dijaga.

    NU yang merupakan organisasi Islam yang besar memiliki visi sebagai organisasi sosiologis kemasyarakatan, keagamaan/religius Islam yang moderat dan juga dalam bidang ekonomi.

    SEJAK AWAL-AWAL DEKLARASI KEMERDEKAAN (Pada Periode Pemerintahan Ir. Soekarno)

    Sejak deklarasi kemerdekaan NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama, yaitu membela juga melindungi Ulama DAN membela NKRI.

    Ketahuilah, slogan “NKRI Harga Mati” itu adalah yang pertama menyebarkan dan menggelorakan adalah Kaum Pesantren dari NU (Nahdlatul Ulama).

    Saat itu NU juga bergerak dalam bidang politik. Bertujuan untuk konfrontasi dengan komunis saat itu. Dengan adanya NU akhirnya NKRI dapat dipertahankan dengan ideologi Pancasila yang sejak awal-awal deklarasi of NKRI kita semua.

    SEJAK AWAL-AWAL ORDE BARU (Pada Periode Pemerintahan Bapak Soeharto)

    Dengan berpindahnya kekuasaan ke Bapak Soeharto, dengan kekuasaan yang kuat itu, lalu NU bersama dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan). NU saat periode itu merupakan sama atau dengan kalimat lain adalah salah satu kelompok dalam PPP. PPP (Partai Persatuan Pembangunan) bersama NU kembali menjadi organisasi sosiologis religius.

    Lalu, menjadi organisasi kembali menjadi NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama. Yaitu untuk Melindungi Ulama DAN mensupport NKRI sebagai Organisasi Muslim/at yang Moderat dengan Pancasila sebagai ideologi dasar NKRI, Pandangan Hidup NKRI dan Falsafah Hidup of NKRI kita semua. Dan berlanjut ke Era Reformasi hingga sekarang ini…

    SEJAK ERA REFORMASI hingga SEKARANG

    Pada masa reformasi hingga sekarang, pola politik NU mulai berubah. NU sepakat kembali ke Khittah. Nahdlatul Ulama kembali menjadi organisasi yang murni sosilogis dan religius, menjaga jarak dengan partai politik yang ada. Karena itu, NU bukan milik siapapun, melainkan milik potensi NKRI kita semua.

    NU (Nahdlatul Ulama) MERUPAKAN CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI KITA SEMUA

    Dengan sejarah yang  lama ini,NU, tidak heran NU (Nahdlatul Ulama) merupakan
    CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI kita semua.
    Dengan peran yang besar semenjak sebelum deklarasi NKRI kita semua hingga jaman sekarang ini. NU adalah KERAMAT dari NKRI kita semua. Patutlah setiap kita dapat menghormati NU dan melindungi NU sebisa kita semua. (abi sorban)
  • Pancasila Selaras dengan Syari’at

    Pancasila Selaras dengan Syari’at

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Jika ada yang membenturkan Pancasila dengan Islam maka jelas ia tidak paham Pancasila dan Islam. Jika ada yang mempermasalahkan agama dan nasionalisme bahkan menganggap nasionalisme tidak ada dalilnya maka jelas ia tidak memahami inti sari ajaran agamanya walau berkedok ahli agama. Yang teriak NKRI kafir, thaghut, mengatakan Pancasila simbol berhala maka perlu ngaji lagi.

    Pancasila itu sangat selaras dengan syari’at bahkan Pancasila itu perwujudan dari syari’at. Pancasila itu ajaran langit yang sudah membumi. Perwujudan dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin ‘ala Nusantara. Dengan Pancasila, syari’at Islam bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tak sebatas hanya pesan yang menggantung dilangit.

    Coba, mana butirnya yang bertentangan dengan Islam? Sila keberapa yang bermasalah dan menabrak syari’at Islam? Dari sisi mananya sehingga mengatakan Pancasila itu simbol kekufuran? Pancasila itu bukan agama tapi menyatukan antar pemeluk agama. Jika setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila bukan berarti menandingi ajaran agama. Tidak tepat jika membandingkan norma Pancasila dengan norma agama. Tidak tepat jika memberikan pilihan untuk memilih Pancasila ataukah Islam. Ini pilihan yang jungkir balik sebab Pancasila itu berisi poin-poin ajaran Islam.

  • Satkoryon banser  ngoro gelar apel upacara di pantai gemah tulungagung dalam rangka harlah NU KE 96

    Satkoryon banser ngoro gelar apel upacara di pantai gemah tulungagung dalam rangka harlah NU KE 96

    Organisasi atau jam’iyah nahdlatul ulama’ (NU) di dirikan pada tanggal 31 januari 1926, saat ini usianya sudah memasuki ke 96 tahun, Banser  merupakan pasukan yang bertugas mengawal dan menjaga para kyai dan ulama’ serta berperan penting menjaga kesatuan NKRI kususnya kepada warga Nahdiyin, Harlah NU yang ke 96 kali mengambil tema “ KEMANDIRIAN DALAM BERKHIDMAT UNTUK PERADABAN DUNIA”

     

    Satkoryon BANSER kecamatan ngoro kabupaten Mojokerto pada hari minggu (30/01/2022) mengadakan apel upacara dalam rangka memperingati harlah NU ke 96 tahun di pantai gemah tulungagung, pada upacara kali ini yang menjadi inspektur upacara adalah ketua PAC GP ANSOR kecamatan ngoro.

     

    Sahabat Saufi selaku ketua PAC GP ANSOR  kecamatan ngoro selaku inspektur upacara mengatakan di hadapan para kader Ansor Banser yang ikut apel ‘ kita sebagai pasukan yang bertugas menjaga dan boleh di bilang sebagai benteng ulama’, kita harus rela berkorban apa saja demi menjaga warwah NU, kekompakan dan kesolitan kita adalah kuncinya, kita sebagai anggota Ansor Banser harus siap bila mendapatkan tugas dari para kyai dan ulama’ lebih lebih kepada jam’iyah Nahdlatul ulama’

     

    Di akhir sambutannya beliau menegaskan Satkoryon Banser  kecamatan ngoro adalah pusat basisnya banser se kabupaten mojokerto dan sudah banyak yang menjadi perwira maka sudah selayaknya bisa menjadi contoh tauladan kepada anggota banser yang dari daerah lain,

     

    ” jiwa loyalitas dan militansi mari kita tanamkan dan kita tunjukkan kepada masyarakat kalau Banser itu ada dan siap di butuhkan kapanpun dan di manapun” ucapnya dengan tegas sambil mengepalkan tangan kanannya.

     

    Acara berlangsung kurang lebih selama 1 jam di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars ansor, maes banser dan yang terakhir di tutup doa oleh H, edi selaku pengurus Rijalul Ansor kecamatan ngoro, semoga kita semua di akui santrinya hadrotussyeh Hasyim Asyari selaku pendiri jam’iyah nahdlatul ulama’, dan semua bisa khusnul khotimah.

     

     

    hasan sorban

  • Ngeri, Kiamat Kuantum Sudah di Depan Mata

    Ngeri, Kiamat Kuantum Sudah di Depan Mata

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comMendengar kata kiamat, individu mana sih yang gak merasakan ngeri?ditambah dosa-dosa karena suka membantah orang tua hehee.

    Tapi disini yang akan kita bahas bukan kiamat seperti yang kita pelajari disekolah gan, kiamat kuantum adalah sebuah keadaaan di mana file rahasia yang sudah dienkripsi tiba-tiba bisa dibuka.

    File terenkripsi itu dapat dibuka oleh komputer kuantum yang bekerja sangat berbeda dari komputer-komputer pada umumnya. Secara teori, mesin komputer kuantum dapat bekerja berkali-kali lipat daripada mesin komputer kita saat ini, cepat banget lah pokoknya.

    SORBANSANTRI.COM
    Perusahaan Jerman Q.ant, merancang fasilitas pemrosesan data optik untuk teknologi kuantum

    Saking cepatnya, komputer kuantum mampu dihadapkan dengan masalah yang super kompleks, seperti mencoba mendekripsi data dengan miliaran percobaan hanya dalam hitungan detik.

    Komputer biasa jika ingin mendekripsi data yang sama seperti komputer kuantum memerlukan waktu yang sangat lama bahkan bertahun-tahun untuk bisa membuka data yang terenkripsi.

    Komputer kuantum ini awalnya diciptakan untuk memecahkan segala macam masalah bagi umat manusia. Namun secara tidak langsung juga memberikan dampak buruk dimasa yang akan datang.
    Beberapa negara besar seperti Amerika, Cina, Rusia dan Inggris, bekerja sama untuk mengembangkan komputer kuantum super cepat ini dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan strategis dunia maya di masa yang akan datang.
    Setiap hari nya data yang kita miliki seperti transaksi perbankan, aktivitas sosial media, belanja online, semuanya sudah tersimpan dan terenkripsi di sebuah penyimpanan data yang dinamakan bank data, komputer kuantum kapan saja dapat mencuri data ini dan memecahkan kode enkripsi dengan sangat cepat.
    Melihat ini sebagai ancaman yang nyata serta biaya penelitian yang sangat mahal, raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Intel, dan IBM sedang mengerjakan solusi pencegahan terhadap ancaman dekripsi komputer kuantum.
    Para ilmuan saat ini terus mengkampanyekan kriptografi pasca-kuantum yang sedang berlangsung di Institut Sains dan Teknologi Nasional AS (NIST) di Washington DC. Tujuannya adalah untuk menetapkan strategi pertahanan standar yang akan melindungi industri, pemerintah, akademisi dan infrastruktur nasional kritis lainnya dari bahaya kiamat kuantum.
    Ngeri banget ya sahabat-sahabat komputer kuantum ini, komputer dirumah saiya aja buat nonton youtube udah lumayan panas, apalagi disuruh dekripsi data dengan miliaran percobaan, BISA MELEDAK. (abi tsani)
  • BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam buku ASRENDIKLATNAS telah menulis tentang PARADIGMA BARU dalam SIKAP KeBanseran untuk Mengembangkan DISIPLIN dan DEDIKASI menuju DAYA JUANG agar mampu menyikapi perkembangan MASA dan WAKTU

    Catatan:
    Awal Niat Semangat terbentuknya SATUAN BANSER adanya Perkembangan situasi Sosial baik di ranah Kesatuan Bangsa dan Negara dan juga yang membahayakan pada keberadaan Jamiyah NU beserta para Ulama dan Kyai pada masa itu.

    Dengan tekad yang kuat GP Ansor membentuk BARISAN ANSOR SERBAGUNA yg berAfiliasi dengan semua komponen para Penjaga Keamanan Perdamaian serta Keadilan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia demi menghadapi akan tercabik- cabiknya Perjuangan Kemerdekaan yang telah di capai oleh perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam kancah keikut sertaanya BANSER menjadi catatan sejarah dalam menjaga Perdamaian dalam mengisi Kemerdekaan.

    Sejarah tersebut tertulis KUAT hingga sekarang. Hingga SATUAN BANSER menetapkan Landasan perjuangannya dalam bentuk kesatuan NIAT yang tertuang pada NAWA PRASETYA BANSER

    Waktu terus berjalan berbagai Situasi dan Kondisi silih berganti dan berkembang, dalam perkembangan tersebut Banser siap mengembangkan Sikapnya dengan peningkatan PARADIGMA-PARADIGMA BARU yang komprehensif agar ADA di setiap TANTANGAN Zaman

    Disinilah bukti kecintaan GP ANSOR pada Negara,Bangsa juga kepada para Tokoh masyarakat, Ulama dan Kyai di lingkungan jamiyah NU. BANSER sebagai GARDA NKRI kan selalu siap Mengabdi. (sorban-infokom)

     

  • Sesepuh Dewan Pagar Nusa Mojokerto Hadiri Giat PSNU Plososari

    Sesepuh Dewan Pagar Nusa Mojokerto Hadiri Giat PSNU Plososari

     

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto-Sabtu, (5/06/2021), PSNU (Pencak Silat Nahdhatul Ulama) Ranting Plososari  menggelar Uji Ketangkasan (UKt) atau juga yang biasa disebut Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diikuti oleh 15 peserta bertempat di Pondok Pesantren Hidayatul , hadir dalam kegiatan itu sesepuh Dewan Pagar Nusa, Mbah Muslimin dari Gading dan Kang Dedi dari Pandan.

    Kegiatan ini adalah momen yang ke-dua kalinya di mana beberapa bulan yang lalu pada 31 Januari 2021 Pagar Nusa Ranting Plososari juga pernah mengadakan acara yang sama, namun kali ini ada yang istimewa karena peserta UKT kali ini rata rata masih duduk di bangku SD, suasana raut wajah anak anak yang masih belia ini sebagian ada yang diliputi rasa takut karena belum pernah mengikuti UKT namun beberapa pelatihnya selalu memberikan motivasi agar tetap semangat dan tidak takut, demikian juga sebaliknya ada banyak santri yang tetap tegar dan penuh semangat untuk mengikuti UKT.

    SORBANSANTRI.COM

    Sekitar 15 santri Pagar Nusa yang terdiri dari 14 laki laki dan satu wanita. Diberangkatkan dari halaman Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dusun Jalinan, Plososari, untuk melakukan jalan kaki secara berkelompok mencari pos pos tim penguji yang sudah di tentukan.

    Sebagai sesepuh Pagar Nusa Mojokerto Mbah Muslimin memberikan arahan kepada peserta, bahwa kegiatan ini untuk menanamkan rasa tanggung jawab, keberanian untuk menjaga aqidah dan ideologi negara.

    ” … dari acara ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk menanamkan rasa tanggung jawab, keberanian dalam mempertahankan aqidah dan pentingnya menjaga ideologi negara memang harus di paksakan semenjak usia dini,  supaya generasi bangsa Indonesia tidak mudah terombang-ambing oleh kaum radikal dan liberal yang kedua duanya sama sama menawarkan ideologi buatan mereka sendiri “, tuturnya.

    “…Pencak Silat Nahdhatul Ulama atau Pagar Nusa adalah benteng aqidah Aswaja dan ideologi Pancasila, Pagar Nusa adalah benteng NU dan BANGSA “, tegas Muslim memberikan arahan serta motivasi.

     

    (Rosyid sorban)

  • Menakar Militansi NU di Medsos

    Menakar Militansi NU di Medsos

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Dalam beberapa tahun terakhir ini, militansi NU di medsos terus meningkat. Hal ini sebagai bentuk perlawanan gelombang radikalisme yang kian tumbuh dinegeri ini. Mulai dari radikalisme Wahabi hingga radikalisme eks-HTI.
    Dulu medsos dikuasai oleh golongan minhum. Baik situs online, channel youtube hingga fanspage. Setiap kita mencari konten Islam pasti muncul media milik mereka, sangat sulit untuk mencari website NU hingga channel youtube. Tak jarang warga NU yang awam tentang Islam bisa dipastikan nyasar kemedia mereka. Selain masih sangat minimnya jumlah dan konten milik NU juga masih kalah canggih dengan media kelompok radikal.
    Kini, hal itu tidak berlaku lagi. Dakwah NU bisa menjadi penyeimbang bahkan melesat pesat. Warga NU tak kesulitan lagi mencari media dakwah kaum Nahdliyin. Warga NU bisa mudah mengakses media dakwah sesuai dengan minat mereka. Ketika kita mencari konten Islam dengan menyertakan kata kunci NU atau Aswaja, insyaAllah media NU akan muncul atau kita bisa langsung berkunjung kemedia NU yang sudah kita kenal.
    Facebook dan WA grup juga menjadi media dakwah yang penting bagi kaum nahdliyin. Menjadi media berbagi ilmu dari para pakar Aswaja atau media silaturahim menjaga militansi NU dari bani minhum sehingga konten yang menyesatkan dapat segera ditepis. Konten yang provokatif dapat segera tumpas.
    Peranan kader muda NU menjadi kata kunci bagi kemajuan dakwah NU dimedsos. Ada kekuatan dahsyat yang dimiliki generasi muda Nahdliyin sehinggga bangkit menguasai media sosial. Tumbuh subur akun-akun dakwah baru, channel youtube yang kian pesat dengan teknologi kekinian hingga tak kalah pentingnya, dukungan dari tokoh sepuh dan ulama senior NU. Beliau-beliau terus memacu semangat agar generasi NU terus bangkit dan bangkit menguasai media demi menjaga akidah Aswaja di bumi Nusantara dan menjaga kedaulatan NKRI.
    Solidnya militansi NU di medsos, menjadi kekuatan besar menghadang kelompok radikal. Konten Wahabi yang menyesatkan penuh tuduhan-tuduhan ngawur dapat langsung dijawab dengan hujjah Aswaja yang kokoh. Konten kaum Khilafah yang penuh provokasi, narasi hoax anti NKRI dan berita palsu dapat langsung dilayani dengan klarifikasi dan dalil-dalil yang gamblang.
    Dengan kekuatan seperti itu, kaum Wahabi tak akan bisa mewahabikan Nusantara dan kaum Khilafah tak akan bisa menumbangkan NKRI. Proyek mereka akan selalu gagal. Kekuatan kaum Khilafah kian lumpuh dengan ditetapkannya sebagai ormas terlarang seperti PKI dan kekuatan Wahabi kian surut dengan tampilnya para pakar Aswaja muda yang gigih dengan semangat membara. Namun tentunya, kedua kelompok ini tetap diwaspadai karena mereka akan terus menyebarkan ajarannya kepada kaum awam.
    Tanda akan bangkitnya generasi muda ini telah diisyarakatkan oleh Gus Dur pada tahun 2005 bahwa anak muda NU akan bangkit 10 tahun lagi. Kita akan panen. Mereka akan kalah dengan anak muda kita. Isyarat wali Gus Dur benar-benar nyata. NU menguasai dunia.
    Saya merekomendasikan untuk sahabat yang ingin mendalami ajaran Aswaja-NU secara kaffah dan tidak tersesat dalam belantara fesbuk, bisa mengikuti akun fesbuk atau fanspage tokoh-tokoh dan ulama muda NU. Kita akan mendapatkan pengetahuan yang luas tentang NU. Ini hanya beberapa saja, tokoh muda NU yang saya kenal sangat aktif dimedsos (fesbuk) menghadang kelompok Wahabi dan HTI. Beliau-beliau ini selain aktif menulis di fesbuk juga aktif menulis buku dan kitab. Diantaranya:
    1. Kiai Ahmad Ishomuddin, dosen dan Rois Syuriyah PBNU. Alamat Prov. Lampung.
    2. Kiai Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja Center Jatim dan penulis buku produktif tentang dalil-dalil dan hujjah Aswaja.
    3. Kiai Yusuf Suharto, tokoh senior Aswaja juga penulis buku produktif. Jatim.
    4. Kiai Nadirsyah Hosen, dosen dan penulis buku produktif, Ketua PCINU Australia dan New Zealand.
    5. Kiai Rijal Mumazziq Z, aktif menulis tentang sejarah dan pemikiran NU. Rektor INAIFAS, Jember.
    5. Kiai Ulil Albab Djalaluddin, Pakar Aswaja. Ketua Aswaja Center Jateng.
    6. Kiai Ainur Rofiq Al Amin, dosen. Mantan pengurus HTI. Aktif menulis kelemahan narasi HTI baik dimedsos maupun buku.
    7. Kiai Ajengan Ayik Heriansyah, Mantan HTI. Aktif membela NKRI dan membongkar narasi bobrok HTI. Ketua LDNU Jabar.
    8. Kiai Abdulloh Faizin. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Balagh, Lamongan. Juga penulis produktif buku hujjah Aswaja-NU.
    9. Kiai Muhammad Syamsudin, penulis produktif diwebsite NU. Pengasuh PP. Hasan Jufri, Jatim.
    10. Kiai Asnawi Ridwan, tokoh Aswaja Jatim.
    11. Kiai Ach Dhofir Zuhry, Pakar filsafat Islam. Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Al-Farabi. Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah, dan Pendiri Madzhab Kepanjen Malang. Juga produktif menulis buku.
    12. Kiai Taha Ahmadmun (Ahmad Muntaha), Tokoh dan pakar Aswaja Muda Magelang.
    13. Ustdz Brama Kumbara (UBK), Pendakwah yang getol menyuarakan perjuangan NU. Bogor.
    14. Kang Sumanto Al Qurtuby, Aktif menulis Antropologi dan Sejarah. Dosen Antropologi Islam di King Fahd, Saudi. Pengikut aliran NU Garis Lucu karena tulisan-tulisannya yang kocak namun cerdas.
    Dan masih banyak lagi tokoh atau ulama NU yang aktif dimedsos, para gus, para ning yang belum saya tulis tak terhitung jumlahnya yang punya andil besar dan ikhlas mengabdi, militansinya tak diragukan lagi dalam memperjuangkan NU.
    Diperkuat lagi komunitas-komunitas muda NU yang aktif dimedsos diantaranya komunitas HWMI (Hubbul Wathon Minal Iman), GMNU (Generasi Muda NU), GMNU-CT (Generasi Muda NU Cyber Team), PIN (Pejuang Islam Nusantara), BIN (Balayudha Islam Nusantara) dan lain-lain. Komunitas muda NU ini juga punya andil besar dalam membela NU dan NKRI.
    Marilah kita jaga persatuan demi kejayaan NU dan NKRI. Saling mendukung dan mengisi untuk kemenangan NU. Ikut andil menjadi bagian dari santri NU, santri Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Jayalah terus NU, Jayalah NKRI.
    (Ditulis oleh Suryono Zakka, Aswaja Sumsel)
  • Cinta Kiai Hamid Pasuruan Kepada Banser NU.

    Cinta Kiai Hamid Pasuruan Kepada Banser NU.

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Kyai dan Habib sangat mencintai Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Dari segi ‎namanya, Barisan Ansor Serbaguna, sangat identik dengan sahabat Ansor Madinah. Karakteristik ‎dari sahabat Ansor itu “menolong sesama tanpa pamrih”. Ansor berarti “menolong Rasulullah ‎SAW dan sahabat yang datang dari Makkah”. Kaum Ansor sangat mencintai Rasulullah SAW, ‎sehingga apa-pun akan dilakukan untuk baginda Rasulullah SAW.‎
    Nah, begitulah kira-kira ulama-ulama NU ketika mendirikan Barisan Ansor Serbaguna ‎‎(Banser). Para ulama NU, mendirikan Banser karena isyarat-isyarat langit hasil dari istikharah. ‎Bukan gagah-gagahan, walaipun memang terlihat gagah beneran. Tentu saja konteks nya ke-‎Indonesiaan. Banser, satu-satunya aset penjaga NKRI yang harus tetap dirawat dan dijaga. ‎Semua tahu, berdirinya NKRI, tidak lepas dari peran Kyai Hasyim Asy’ari, KH Wahab ‎Hasbullah, KH Siddiq Jember, KH Ahmad Dahlan dan juga para ulama lainnya. ‎
    Apalagi, saat ini salah satu tokoh terkemuka Barisan Ansor Serbaguna (Banser) adalah ‎‎“Maulana Habib Lutfi Pekalongan” seorang ulama dari kalangan Durriyah Rasulullah SAW. ‎Sang Habib tanpa sungkan-sungkan memakai busana Banser, begitu juga dengan Habib Zainal ‎Abidin. Bahkan, Habib Saikhan yang terkenal Habib Jaddab. ‎
    Jangan pernah khawatir, jika ada yang tidak suka terhadap Banser. Itu sudah wajar. ‎Karena memang tugasnya Banser menjaga marwah Kyai dan Habaib di Indonesia. Sebab, ‎sampai saat ini (2020) banyak Habaib dan Kyai NU, tetap setia dan mencintai Banser. Orang ‎yang mencibir Banser, kadang suatu saat tetap membutuhkannya.‎
    Berdirinya Banser sudah direstuai oleh pendiri NU, Hadratusysyaikh KH Muhammad ‎Hasyim Asy’ari serta ratusan Kyai dan Durriyah Rasulullah. Banser berdiri mengawal Ulama ‎dan NKRI yang ber Pancasila. Banser akan terdepan membela Ulama dan Habaib, serta NKRI ‎dari perongrong Pancasila.‎
    Seorang kekasih Allah Sayyid Ali Kwitang datang dari Jakarta ke meluncur menuju ‎Banyuwangi karena melihat dengan Bashirah (mata batin) seorang ketua PCNU KH Muhammad ‎Ali Manshur Shiddiq Basyaiban Banyuwangi sedang menulis bait-bair syair memuji Rasulullah ‎SAW dan sahabatnya karena ingin membandingi gerakan Gerwani di Banyuwangi. Kemudian bait-‎bait syair itu dikenal dengan “sholawat badar”. Kedatangan Habib Ali Kwitang, karena arahan ‎dari Rasulullah SAW melalui mimpinya.‎
    KH Siddiq, merupakan sosok ulama ahli hadis yang nasabanya nyambung dengan ‎‎“Basyaiban” yang diyakini masih durriyah Rasulullah SAW. KH Siddiq Jember salah satu ‎murid seorang pakar hadis Makkah yaitu Syekh Muhammad Mahfudz Al-Turmusi Makkah. ‎Kemudian Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani Makkah menyebutkan nama-nama gurunya di ‎Indonesia, salah satunya adalah “Syekh Siddiq Jember”. Hampir semua putra-putra Syekh ‎Siddiq jember menjadi ulama besar, seperti’ KH Ahmad Siddiq, KH Abdullah Siddiq, KH ‎Mahfudz Siddiq, dan KH Muhammad Ali Manshur yang pengubah Saolawat Badar.‎
    Awal berdirinya Banser, yang tidak suka adalah PKI, NII, DII. Banser dengan semangat ‎Sholawat Badar tidak pernah surut menyuarakan kebenaran. Mendatangi siapa-pun orang yang ‎meng-ganggu dan merongrong NKRI. Bahkan, saat seorang Habaib di sakiti di Solo, Banser ikut ‎serta menjaga. Kalau-pun ada oknum Banser yang kurang terpuji, tetap harus di berikan ‎pembinaan. Para ulama dan Habaib adalah orang-orang yang mendidik dan membina Banser di ‎seluruh Nusantara.‎
    Sebuah kisah menarik dari Mbah Hamid Pasuruan. Sosok waliyullah besar. KH Maemun ‎Zuber mengatakan “beliau menjadi wali besar antaranya karena biirul walidaian”. Suatu ‎ketika salah satu anggota Ansor yang sudah lulus dari Latihan Kader Lanjutan (LKL). Namun, ‎dia melakukan tindakan tidak terpuji yang bisa mencoreng nama Ansor. Maka, komandan atau ‎ketua Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Gus Zaki Ubed akan mengeluarkan surat pemecatan ‎kepada Anggota Ansor. ‎
    Selanjutnya, Gus Zaki sowan kepada Syekh KH Hamid, dengan harapan apa yang ‎dilakukan itu disetujui. Ternyata, KH Hamid tidak setuju. Beliau malah mengatakan “jadi bapak ‎itu harus bijaksana. Kemudian KH Hamid memberikan contoh. Seorang Bapak yang membawa ‎anaknya ke resepsi. Anak itu diberi pakaian yang bagus. Tiba-tiba ketika resepsi berlangsung, ‎sang anak buang air besar, mengotori pakaiannya sendiri dan bapaknya yang menggendong.‎
    ‎“Iku anak ojok kuen buwak (itu anak jangan engkau buang)”. Wong saiki akeh sing ‎butuh anak, dipek wong anak itu” (Jaman sekarang banyak orang butuh anak, nanti kalau ‎dibuang bisa diambil orang”. Jadi Bapak harus berani korban perasaan dam menderita demi ‎kepentingan anak-anaknya. ‎
    Kemudian Gus Zaki bertanya “jadi bagaimana?‎
    Mbah Hamid menjawab “Yo, cewokono maneh, (ya ceboki, lalu gendong lagi dia”. KH ‎Hamid sangat bijaksana di dalam melihat setiap masalah yang terjadi. Begitulah cara pandang ‎kekasih Allah SWT. Teringat Nabi Ibrahim as, walaupun banyak orang yang mengingkari nya ‎beliau berkata “siapa yang ikut aku termasuk golonganku, siapa yang durhaka kepada Allah, ‎maka sesungguhnya Allah maha pengampun”.‎
    Barisan Ansor Serbaguna sudah di jalur yang benar. Menjaga eksistensi NKRI dan ‎Pancasila. Dan setia kepada ulama dan Kyai. Wataknya seperti sahabat Ansor Madinah, ‎menolong tidak ada pamrih. Ketika ada seorang Kyai di hina, Banser datang, ketika ada yang ‎ingin merusak NKRI, Banser juga siap-siapa membela. Termasuk sikap terhadap HT (Hizbu ‎Tahrir) juga sudah benar, karena HT menghina Durriyah Rasulullah SAW yaitu Habib Lutfi ‎Pekalongan. ( ‎Penulis: Dr Abdul Adzim Irsad, Malang )