Tag: nkri

  • Kenapa PANCASILA Harus Dikuatkan?

    Kenapa PANCASILA Harus Dikuatkan?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Setelah membaca dengan seksama RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), saya menangkap pesan yang mendalam di dalamnya untuk memantapkan PANCASILA sebagai satu-satunya ideologi dalam berbangsa dan bernegara kesatuan republik Indonesia.

    Pertanyaannya kenapa PANCASILA harus dikuatkan?
    Serbuan dan serangan ideologi dari luar yang salah satunya dimotori oleh HTI adalah yang melandasinya serta beberapa organisasi yang pernah terdeteksi menolak PANCASILA sebagai dasar ideologi.

    Terlepas dari beberapa kalimat, frasa di dalam pasal yang menimbulkan perdebatan, RUU HIP bagi saya (rakjat djelata) perlu untuk dilanjutkan. Beberapa ketidaksepahamam masih bisa dilakukan diskusi-diskusi dan jalan tengah. Hal tersebut karena di dalam RUU HIP ini juga syarat kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi KEADILAN SOSIAL, kewajiban usaha besar bermitra dengan koperasi, UMKM, usaha kecil dan juga dijaminnya kebebasan berserikat.

    Tidak saya ketemukan dalam pasal-pasal yang ada untuk mengganti ideologi Pancasila justru yang ada adalah menguatkan posisi ideologi Pancasila.
    Jadi sungguh sangatlah aneh ketika ada kelompok yang tidak mengakui ideologi Pancasila dan sekarang seolah-olah menjadi SANG PEMBELA. Gleeekkkk…!!

    Terkait dengan frasa “Ketuhanan yang berkebudayaan” sebaiknya merujuk kepada penjelasan yang diberikan bapak bangsa, Ir H. SOEKARNO.

    Jadi, mari berfikir adil sejak dari dalam fikiran. Jauhi ikut-ikutan tanpa upaya untuk mencari kebenaran. (Yusa Abdulloh Syah)

  • PENGAKUAN KADER PKS “CARA MENGHANCURKAN NKRI”

    PENGAKUAN KADER PKS “CARA MENGHANCURKAN NKRI”

    101675916_565592290815146_7158340933325422592_n

    cyberaswaja.online – Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama Arbania Fitriani, sebagai “note” pribadi di facebook.

    Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam.

    Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta jargon sebagai partai bersih. Sayangnya, banyak masyarakat dan orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.

    Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita saya, dan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar.

    Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari ‘amsirriyah sampai ke ‘am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS.

    Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran, yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro’ah (MS), lingkaran kedua yang disebut majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), lembaga kerohanian islam.

    Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan, fakultas, sampai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama dan punya kegiatan kemahasiswaan, maka di sana pun pasti ada struktur seperti yang telah saya terangkan.

    Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerakan politik dalam negeri atas nama mahasiswa, baik itu yang berwujud demonstrasi maupun pergerakan lainnya. Sistem pergerakan, pengkaderan dan struktur lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi di tingkat nasional.

    Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus, orang-orang yang duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah mahasiswa yang memang sudah dikader sejak SMU. Tapi ada juga yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS yang baru dikader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.

    Struktur MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas’ul(ah) ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang membawahi sayap-sayap dakwah, yakni sayap tarbiyah (mengurusi pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat, materi liqoat, dll), sayap syiar (mengurusi syiar Islam, khususnya dalam lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru), dan sayap sosial & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus, yakni BEM dan MPM).

    Di lingkaran kedua adalah majelis besar, anggotanya adalah ikhwah yang sudah dikader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk dilaksanakan. Jadi, MS ini adalah think-tank dari seluruh kegiatan yang terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat atau MPM/BPM, maka semua kegiatannya harus mendapat izin dari MS dan memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat oleh MS.

    Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah seorang menjadi kader yang militan?

    Jalan pertama adalah menguasai Senat, BEM, BPM, dan MPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai, akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan mahasiswa baru.

    Saat orientasi mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk menjadi kelompok kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. Kegiatan ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini akan berkumpul 1 minggu sekali. Dari sinilah biasanya akan terjaring orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwan militan, bahkan orang yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan.

    Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari HTI). Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at qobla kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dua doktrin inilah yang membuat kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Setiap instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami akan kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya. Seperti menyumbang, mengikuti demonstrasi, meskipun harus bolos kuliah, dll.

    Selama saya aktif di pergerakan ini, saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Dulu saya merasa kasihan kepada mereka, karena yang saya tahu — diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih atau tausiyah (semacam kultum) — bahwa dalam jalan dakwah ini selalu akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwah. Mereka adalah orang-orang futur (berbalik ke belakang).

    Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan sakit hati). Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun merasa tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar dari ADK, padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi dosen atau karyawan tetap di kampus).

    Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk keluar, antara lain: Adanya eksklusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang di luar ADK. Kami para ADK adalah orang-orang khos (orang khusus) dan mereka adalah adalah orang ’amah (orang umum). Orang khos adalah orang yang sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi lebih khusus lagi) dan orang ’amah adalah orang yang belum mengenal tarbiyah. Para ikhwah, terutama para ADK, tidak akan mau menikah dengan ’amah karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi futur, bahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah.

    Istilah khos dan a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidak manusiawi dalam menghadapi teman saya yang ’amah. Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Jika saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami, apalagi bisa menjadi ADK, maka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. Saya merasa menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK adalah sahabat saya. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan lebih memandang mereka sebagai objek dakwah.

    Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang membuat saya tidak sreg, seperti bahwa saya harus lebih mengutamakan liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Bahkan saya pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’at, meski orang tua saya sakit dan harus menjaganya, saya harus tetap datang liqo (entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang kurang manusiawi ini). Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo saya, padahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo saya, masih banyak sekali kebenaran di luar sana.

    Bahkan buku bacaan pun diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat Islam namun oleh murabbi saya dilarang. Untuk hal ini saya membangkang karena, seandainya Islam itu memang benar rahmatan lil alamin, ilmunya pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di PKS semata. Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun dauroh-dauroh (training) saya merasa lebih banyak diajarkan tentang kebencian terhadap agama atau aliran lain, seperti bagaimana kejamnya kaum Nashoro (Nasrani) yang membantai saudara kami di Poso, Yahudi yang membantai saudara kami di Palestina, JIL yang memusuhi kami, NII yang sesat, teman-teman Salafi yang mengganggu kami, dst.

    Sampai-sampai, akibat begitu terinternalisasinya hal tersebut, ketika saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siang, saya dan teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah orang-orang Yahudi dan Nashoro. Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk mujahid-mujahid di Palestina dan Afghanistan (kadang saya berpikir kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah menghadiahkan kemerdekaan kepada kita). Sejujurnya, saya lebih tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang surah seperti Al-Qiyamah yang menceritakan azab-Nya.

    Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT lebih cepat dari murka-Nya, yang artinya cinta Allah SWT seharusnya dapat menghapus kemarahan-Nya terhadap umat manusia. Inilah sebabnya mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti tausiyah dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan kebencian. Semua ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan, juga dari petinggi PKS sendiri, tentang agenda yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang selevel saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.

    AGENDA UTAMA PKS

    Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi.

    Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung pada saat menjadi ADK, seperti upaya kami untuk menghalang-halangi acara seni, budaya, musik, dll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD).

    Saya ingat dulu, karena saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan bisa melemahkan iman, saya seringkali membolos kalau ada latihan menari sampai saya sempat dibenci teman-teman saya.

    Kembali pada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi, tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai Indonesia, mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada 2050 dan melalui jamaah haji.

    Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di Timur Tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.

    Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.

    Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, saat itulah NKRI akan bubar.

    Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non-muslim atau yang masih memegang budaya lokal di Indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah-belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.

    Peta rencananya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas Kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai oleh Cina.

    Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Maka berbagai produk kebijakan, seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata hanya sekadar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam.

    Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi, menyelesaikan permasalahan kesehatan, pendidikan, pencegahan bencana alam, korupsi, trafficking, tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat, dan permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita ketimbang sekadar mengatur cara orang dewasa berpakaian dan berperilaku.

    Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman saya ini adalah black campaign. Renungkan dengan hati nurani yang dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran.

    Saya tahu risiko yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim, karena tahu kebenaran, namun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya.

    Buat rekan saya, murabbi saya, sahabat-sahabat saya dulu sesama ikhwah, saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian.Saya berharap, persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah partai atau agama yang mempersaudarakan kita, tapi karena kita satu umat manusia, anak-cucu Adam. Kalau bahasa teman saya, kita menjadi saudara karena kita menghirup udara yang sama, makanya kita disebut “sa-udara”. Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagia, makmur dan sentosa, yang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan Nusantara. sumber(nublitar.or.id)

  • FUNGSI dan TUGAS BANSER

    FUNGSI dan TUGAS BANSER

    SORBANSANTRI.COM

    FUNGSI BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Fungsi Kaderisasi, merupakan kader yang terlatih, tanggap terampil dan berdaya guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor.
    2. Fungsi Dinamisator, merupakan bagian organisasi yang berfungsi sebagai pelopor penggerak program-program Gerakan Pemuda Ansor.
    3. Fungsi Stabilisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai pengaman program-program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama.
    4. Fungsi Katalisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai perekat hubungan silaturrohim dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota Banser, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama serta masyarakat.

    TUGAS BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita perjuangan Gerakan Pemuda Ansor serta menyelamatkan dan mengembangkan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai.
    2. Melaksanakan program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan serta program pembangunan yang berbentuk rintisan dan partisipasi.
    3. Menciptakan terselenggaranya keamanan dan ketertiban di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan lingkungan sekitarnya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
    4. Menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silaturrohim sesama anggota Banser dan Gerakan Pemuda Ansor.

    TANGGUNG JAWAB BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan Gerakan Pemuda Ansor dan jamiyah Nahdlatul Ulama.
    2. Berpartisipasi aktif melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Banser, Gerakan Pemuda Ansor, Jamiyah Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.
    3. Bersama dengan kekuatan Bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan NKRI.

    (red. Mujiburrohman)

  • PEMBUKTIAN TERBALIK

    PEMBUKTIAN TERBALIK

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ini yang seharusnya dilakukan oleh Negara

    Siapa pun yang mengatakan PKI sudah bangkit harus dimintai keterangan sebagai Saksi keberadaan PKI, Jika tidak bisa memberikan kesaksian tentang keberadaan PKI sama dengan melindungi PKI, TANGKAP !!!

    Siapa pun yang membakar bendera PKI harus dimintai keterangan untuk memberikan keterangan darimana sumber bendera yang dibakar, Jika mereka tidak mau menunjukan asalnya maka mereka sama dengan melindungi PKI, TANGKAP !!!

    Jika si pembakar bendera dan atribut PKI membuat sendiri bendera dan atributnya, maka mereka harus dianggap sebagai pembuat onar, tukang adu domba, tukang gaduh dan mengganggu keamanan juga ketertiban nasional, TANGKAP !!!

    klau nggak ada ketegasan akan menjadi komoditas politik bola liar yg akan membahayakan keutuhan bangsa
    makanya isu bola liar ini harus disikapi dgn ketegasan biar cepet selesai
    polemik ini dimasyarakat benar tidak Pki ntuu ada ato tidak…

    jgn wariskan kelak anak cucu kita konflik yg nggak ada ujungnya yg ahkirnya menjadi bangsa yg tertinggal secara beradabpan moral

    salam NKRI

  • LARANGAN MENGIKUTI HABAIB YANG MENYEBARKAN KEBENCIAN DAN PROVOKASI

    LARANGAN MENGIKUTI HABAIB YANG MENYEBARKAN KEBENCIAN DAN PROVOKASI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Penjelasan untuk umum Dari Habaib sepuh “Al Habaib Anies Solo cucu Al Habaib Ali Shohibul simtudurror”

    “Bagi para habaib yang tidak mengikuti dakwah datuknya atau leluhurnya dari segi akidah dan akhlak dan lain lain seperti, hasud, adu domba, dan menebarkan fitnah dan teriak teriak kebencian terhadap umat dan Ulama yang berbeda golongan dan pemerintah.”

    Maka dari itu dia bukanlah alawy/ Habaib oleh sebab itulah tinggalkanlah mereka Habaib Habaib yang telah menyimpang akidahnya dari adab adab dakwah wa tabligh seperti,

    Pencaci maki, penghujat, pencela Tukang provokasi umat Islam (hasud)

    Ahli sebarkan kebohongan penuh amarah dan ujaran kebencian

    Suka memfitnah dan mengada ada tentang Allah dan khabar yang ghoib atau masa depan….

    Janganlah duduk di majelisnya !!!

    Jangan ikuti ajakannya yang bathil (ajakan jihad bela Islam tapi tujuannya untuk kepentingan duniawi atau politik merebut kekuasaan NKRI) !!!

    Ikutilah saja Habaib atau Ulama Ulama yang mengajarkan ajaran agama Islam yg benar (Haq) lurus mengajarkan akidah dan akhlak yang baik sebagaimana yang dicontohkan oleh leluhurnya Rasulullah ﷺ .

    Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

    “Aku diturunkan kemuka bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia dan bertoleransi.”

    Hal senada disampaikan pula oleh “Al Habaib Najib bin Thoha” serta “Al Habaib Luthfi bin Yahya” Pekalongan;

    Fitnah akhir zaman datang dari dzurriyat Rasulullah ﷺ

    “Keturunan Rasulullah (Habaib) yang tidak mengikuti adab adab dakwah dan adab ilmu serta akhlaq datuknya akan menjadi fitnah akhir zaman,
    Mereka termasuk golongan ULAMA ULAMA JAHAT (SUU’) yang penuh hasud dan adu domba umat.”

    Semoga bermanfaat tulisan ini dan menjadi pedoman umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia, terkhusus untuk Indonesia (NUSANTARA)

    #PejuangIslamNusantara
    #Nahdlatul_Ulama
    #IslamNUsantara
    #HubbulWathonMinalIman

  • PERTEMPURAN PACET PEBRUARI 1949 SEDAHSYAT PERTEMPURAN SURABAYA.

    PERTEMPURAN PACET PEBRUARI 1949 SEDAHSYAT PERTEMPURAN SURABAYA.

    Pertempuran Pacet Pebruari 1949 Sedahsyat pertempuran Surabaya

    Ketika berburu buku di Kios buku Velodrom Malang, sebuah sebuah buku yang lama aku cari. SAM KARYA BHIRAWA ANORAGA, buku yang menceritakan tentang perjuangan tentara dari Kodam Brawijaya. Terdapat satu paragraf menarik dalam buku tersebut, yaitu paragraf yang membenarkan keyakinanku tentang perang di Mojokerto. Keyakinan itu yang dulu mendorong lahirnya buku GARIS DEPAN PERTEMPURAN

    Memang hanya satu paragraf tetapi itu sudah cukup untuk dijadikan sebagai dasar pengakuan bahwa Mojokerto benar-benar sebuah garis depan perjuangan kemerdekaan. Sebuah peristiwa besar yang tidak banyak ditulis dalam sejarah kita. Bagaimana mungkin, peristiwa yang menelan korban lebih kurang 1000 orang prajurit luput dari catatan ?

    Pertempuran Pacet yang berlangsung dari Januari hingga pebruari 1949 telah memusnahkan 1/3 dari kekuatan pasukan Komando Hayam Wuruk. Sebuah pasukan komando yang dibentuk dari gabungan batalyon Mansyur, Batalyon Bambang Yuwono dan Batalyon Tjipto. Pasukan gabungan itu dikenal dengan nama pasukan MBT, sesuai dengan singkatan nama para komandan batalyonnya. Perintah buat pasukan komando itu adalah menyerang Surabaya dari arah selatan atau dari sidoarjo.

    Pada awal pertempuran, mereka berhasil menguasai daerah Pacet, Mojosari, Ngoro dan Trawas. Dari sana mereka menjadikannya sebagai basis teretorial untuk masuk ke Surabaya. Upaya masuk lewat jembatan Ngoro, Tanjangrono dan Porong tidak berhasil karena dijaga ketat oleh musuh. Sementara. Menyeberang langsung lewat sungai porong nyaris tidak mungkin karena airnya sedang besar besarnya di musim hujan kala itu.

    Kekuatan pasukan MBT kian bertambah ketika ada beberapa kesatuan pejuang masuk ke wilayah Mojosari selatan. Mayor Moenasir datang dengan separuh anggota batalyonnya setelah gagal merebut Brangkal. Sebagian anggota batalyon Moenasir yang dikenal dengan sebutan Batalyon Tjondromowo itu masuk ke utara sungai membantu Mayor Djarot yang berusaha masuk ke Surabaya juga. Ikut bergabung juga Kapten Soemadi dengan anggota kompinya yang dinamakan kompi Macan Putih. Kompi tempur atau Stot-trop iki masuk ke Pacet usai meloloskan diri dari kepungan musuh di Mendalan Kediri.

    Pada pertengahan bulan pebruari, konsolidasi musuh sudah selesai. Kekuatan pasukan belanda disiapkan secara matang berikut senjata beratnya. Pertempuran besar kembali terjadi di Dlanggu dan para pejuang terjepit. Belanda juga membuat siasat perisai hidup dengan menggiring penduduk di depan pasukannya. Dari belakang muntahan peluru dari tank dan meriam terarah pada posisi tentara republik.

    Pertarungan berlangsung sengit mulai pagi hingga malam. Dan kegelapan malam yang menyelamatkan pasukan komando hayam wuruk itu. Mereka mampu lolos dari kepungan, namun sebagian anggotanya tidak bisa kembali ke induk pasukannya, entah meninggal atau hilang. Sebagian dari yang meninggal adalah prajurit yang pernah dilatih dalam kamp pelatihan Hizbullah di Cibarusa. Kapten Mat Yatim, komandan kompi batalyon Mansyur Solikhi dan Madjid Asmara, kepala staf batalyon gugur pada pertempuran di Ngembeh Dlanggu. Batalyon Mansyur yang terkenal keberaniannya dalam pertempuran kehilangan hampir separuh anggotanya. Kesatuan yang merupakan peleburan dari resimen Hizbullah karesidenan Surabaya itu tetap berdiri hingga penyerahan kedaulatan pada akhir tahun 1949.

    Sebagian pejuang berhasil lolos dari pertempuran itu namun jauh lebih banyak lagi yang gugur atau hilang tak kembali ke induk pasukannya. Kyai Achyat Chalimy menyebut besarnya korban di Batalyon Moenasir dengan julukan “Batalyon Ilang”, batalyon yang musnah. Ya, dalam konsolidasi di Cukir Jombang, Moenasir menghitung anggota pasukannya hanya sebagian kecil yang bisa dikumpulkan kembali, sebagian lainnya tidak hadir di tempat yang disepakati sebagai titik kumpul. Karena kehilangan anggota itulah Abah Yat menyebutnya Batalyon Ilang. Maka untuk mencukupi jumlah personil satu batalyon, Mayor Moenasir merekrut anggota baru dari pesantren di sekitar Cukir. Dengan memobilisasi santri itulah Batalyon Moenasir selamat dari likwidasi atau pembubaran. Batalyon ini baru membubarkan diri setelah kemerdekaan berhasil dicapai.

    Bagaimana dengan korban dari pihak lawan?. Menurut penuturan Pak Yazid Qohar (alm) yang menerima cerita dari Abah Yat, pada hari selesainya pertempuran besar itu truk-truk Belanda datang mengevakuasi korban baik yang meninggal maupun terluka. Korban itu kemudian dibawa ke Surabaya. Tidak diketahui berapa jumlah korban tersebut. Sedangkan korban dari rakyat dan pejuang dibiarkan bergeletakan di tempat.

    Sayangnya, pertempuran besar itu tidak ditandai dengan monumen yang layak. Monumen yang patut dijadikan pengingat bahwa ribuan nyawa telah melayang di sana demi mempertahankan kata KEMERDEKAAN.

    Sudowangun, 24 Nopember 2014

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber : Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • BANCAKAN JAJAN PASAR

    BANCAKAN JAJAN PASAR

    #Sopo_Gelem_tak_Dongengi

    Bancakan adalah tradisi di masyarakat Jawa yang masa lalu sering kita jumpai, atau bahkan kita lakukan. Kegiatan bancakan merupakan jenis selamatan dengan segment khusus untuk anak-anak. Biasanya yang dijadikan menu Bancakan adalah makanan jenis jajan pasar atau makanan nasi atau bubur dengan porsi kecil. Maklum karena segmen-nya anak-anak yang porsi makannya sedikit.

    Jajan pasar dipilih sebab menjadi kesukaan anak-anak. Jajan pasar ini seperti kelanting, klepon, Gatot dan semacamnya yang dulu banyak dijual di pasar tradisional. Namun perkembangan jaman jajanan tradisional itu kemudian sering diganti dengan makanan dalam kemasan alias chiki-chikian.

    Bancakan umumnya dilakukan pada hari weton kelahiran anak yang dibancaki. Waktu weton itu dipakai karena adanya keyakinan bila pada hari weton kelahiran anak biasa terjadi balak atau naas dalam kehidupannya. Maka untuk menghilangkan naas itulah maka dimintakan doa dalam bentuk Bancakan.

    Bagaimana awal mula Bancakan itu terjadi ?

    Tersebutlah seorang lelaki yang menikah dengan bidadari. Namanya Joko Tarup yang dengan tipu muslihatnya berhasil menyunting Dewi Nawangwulan. Dalam perkawinan mereka dikaruniai seorang anak perempuan. Namun pada akhirnya Dewi Nawangwulan berhasil mendapatkan kembali selendang yang disembunyikan Joko Tarup dalam lumbung padi. Setelah itu Dewi Nawangwulan menggunakan selendang untuk balik ke habitatnya sebagai bidadari di Kayangan. Maka tinggallah Joko Tarup sendiri membesarkan buah hati mereka.

    Sebelum Dewi Nawangwulan pergi, Joko Tarup sempat merajuk pada istrinya, “Bagaimana nanti jika anak kita bertanya dan ingin menemui ibunya, Dinda ?’, ujarnya seraya berharap istrinya mengurungkan niat.

    “Nanti kalau anak kita rindu padaku ajaklah keluar halaman pada saat bulan purnama. Aku akan datang menghiburnya, Kakang”, jelas Dewi Nawangwulan.

    Pada malam bulan purnama, Joko Tarup berdiri di halaman menatap bulan yang bulat terang bersinar. Seperti yang dijanjikan Dewi Nawangwulan dia berharap dapat bertemu lagi, meski hanya semalam saja. Namun yang dinanti tidak kunjung muncul dihadapannya.

    “Yayi Dewi, dimana kau kini ?”, kata Joko Tarup yang tidak tahu pada siapa kata itu ditujukan. Tidak ada orang dihadapan yang bisa diajak berbincang.

    Tiba-tiba, terdengar suara. Suara yang dikenal Joko Tarup sebagai nada suara milik istrinya.

    “Aku disini, Kakang. Aku menjelma menjadi bulan purnama yang sejak tadi Kakang pandang”, ucap Dewi Nawangwulan.

    “Duh Yayi, aku kira Dinda akan muncul kembali untuk menjenguk anak kita yang terus menanyakan dimana ibunya’, terang Joko Tarup.

    “Maaf, Kakang. Aku tidak bisa datang karena kita berbeda alam”, balas Dewi Nawangwulan.

    “Kalau genduk rindu padaku bawalah dia ke halaman serta. Aku akan menghiburnya, bersenandung untuknya”, jelasnya.

    Pupus sudah harapan Joko Tarup untuk bisa bersanding kembali dengan istrinya. Kata rindu yang dijadikan alasan tidak diindahkan. Lalu kata apa lagi yang akan disodorkannya ?.

    “Terus bagaimana bila genduk sakit, sedangkan bulan purnama belum masanya ?”, sergah Joko Tarup.

    “Agar genduk tidak sakit maka lakukan Bancakan jajan pasar pada hari wetonnya. Dengan demikian genduk akan terhindar bukan hanya dari sakit tetapi juga terhindar dari mala petaka. Bagikan jajan pasar itu pada anak-anak di sekitar rumah kita”, kata Dewi Nawangwulan menjelaskan.

    Pesan Dewi Nawangwulan itu kemudian dijalankan oleh Jojo Tarup. Dengan Bancakan dia berharap anaknya tumbuh besar jauh dari marabahaya. Makanan yang disediakan pun membuat anak-anak yang sedang senang-senangnya mengkonsumsi jajanan menjadi gembira. Maka sejak itu Bancakan dilakukan pada masyarakat di Jawa.

    Madiun, 12 Juli 2019.

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq