Tag: nu

  • MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    MADRID SANG JUARA CHAMPIONS

    SORBANSANTRI.COM
    ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)

    wp.sorbansantri.com – Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)

    Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat  kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.

    —000—

    Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi-  sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”.  Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.

    —ooo—

    Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.

    Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa  desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.

    Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an  “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

    Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.

    Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)

  • Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

    Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

    wp.sorbansantri.com –Negara maju dalam dunia modern saat ini terkesan tidak religius, namun sebaliknya negara yang religius masih banyak yang statusnya masih negara berkembang atau tidak maju.

    Tentu menimbulkan banyak pertanyaan kenapa Amerika, Jepang, Korea, Swiss, Norwegia dan negara-negara maju yang lainnya itu seperti tidak peduli dengan religi?

    Negara maju yang dimaksud bukan hanya maju ipteknya dan finansial, tapi juga maju secara moral. Tapi, negara yang religius malah mendapati kemunduran moral, contoh India sebagai negara religius tapi kasus pemerkosaannya cukup tinggi, KDRT, bunuh diri, intimidasi, bullying dan sebagainya sering terjadi.

    Atau contoh lain adalah Amerika Latin, dimana negaranya cukup religius tapi kasus pembunuhannya paling tinggi. Bahkan negara timur tengah, negara yang cukup religius sering kali membuka sarana untuk perang. Kita tahu perang itu seperti apa, siapa yang mati dan menjadi korban? Wanita dan anak-anak sering menjadi korban perang.

    Nah, kenapa bisa seperti itu?

  • PCINU Jepang, Kenalkan Islam Melalui Puisi dan Seni Musik Hadrah Berbahasa Jepang, pada Festival Seni Internasional di Tokyo

    PCINU Jepang, Kenalkan Islam Melalui Puisi dan Seni Musik Hadrah Berbahasa Jepang, pada Festival Seni Internasional di Tokyo

    Sorbansantri.com – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang bekerjasama dengan tim Hadrah Nusantara menampilkan Seni Musik Hadrah dan Puisi berbahasa Jepang, dalam acara Festival Seni Internasional, Design Festa Volume 55, di Tokyo Big Sight, Minggu (22/5).

    Design Festa, merupakan salah satu festival seni internasional terbesar di Asia, yang mengumpulkan ribuan seniman yang tertarik dengan kreativitas dan ekspresi artistik dari seluruh Jepang dan berbagai negara lainnya.

    Wakil Ketua I Tanfidziyah PCINU Jepang, K.A Arianto, mengatakan bahwa keikutsertaan Lesbumi PCINU Jepang di festival tersebut, merupakan suatu keistimewaan, karena mengenalkan seni Indonesia sekaligus berdakwah dengan Bahasa Jepang melalui puisi dan hadrah. “ Suatu kebanggaan Diaspora Nahdliyyin dapat tampil di depan ribuan pengunjung, yang mayoritas merupakan kaum muda mudi pecinta seni di Jepang“, kata Arianto yang hadir mendampingi tim Hadrah.

    Ketua Lesbumi PCINU Jepang, Yuliana Nur Arifin memaparkan bahwa festival seni tersebut memfasilitasi misi Lesbumi PCINU Jepang yang ingin mengenalkan dan mensyiarkan Islam dengan indah melalui seni seperti Walisongo. “Harapannya, warga Jepang ataupun pengunjung lainnya yang masih awam tentang Islam dapat mengenal Islam melalui hadrah, selain itu sebagai bukti bahwa hadrah juga siap bersaing dalam permusikan internasional“, sahut Yuliana Nur Arifin yang juga merupakan salah satu vokalis tim Hadrah.

    Pada festival tersebut, tim hadrah menampilkan shalawat dan puisi berbahasa Jepang berjudul “Anata ni Aitai “, yang berkisah tentang Nabi Muhammad SAW, lirik lagu dan puisi diterjemahkan langsung oleh Masae San, anggota PCINU Jepang yang merupakan warga asli Jepang. Menurut Ketua tim Hadrah Nusantara, Irwan Setiawan, melalui puisi dan shalawat tersebut, tim hadrah berharap dapat mengenalkan islam dan mengenalkan betapa spesialnya Nabi Muhammad SAW.Sejumlah pengunjung dari berbagai negara seperti Jepang, Italia, Brazil, Malaysia, termasuk warga Indonesia yang berdomisili di Jepang merasa terkesan, menikmati pertunjukan tim hadrah nusantara, bahkan meminta foto bersama dengan tim hadrah Nusantara. Ako San, yang merupakan warga asli Jepang mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan penampilan tim hadrah nusantara. “Saya suka Indonesia, sayang sekali selama pandemi ini tidak bisa wisata ke lndonesia, setelah mendengar Hadroh, saya terhibur sekali seperti wisata ke indonesia secara virtual“, kata Ako San.

    Kontributor lapangan : Masae San dan Avin , Dokumentasi PCINU Jepang

    #Anwar Sorban

  • MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    wp.sorbansantri.com – Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan yang secara formal dimiliki oleh Nahdlatul Ulama Cabang Mojokerto yang didirikan pada tanggal  17 Romadlon 1410 H  atau bertepatan tanggal 12 April 1990. Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto mulai beroperasi dalam melakukan pelayanan kesehatan pada tanggal  2 Oktober 1990 yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Lahirnya ( HARLAH ) Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

     

    Pendirian Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto berawal dari gagasan K.H.Achyat Chalimy yang direalisasikan oleh tokoh dan pengurus NU yang lain.

    Modal penyelenggaraan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah :

    Ijin Operasional nomor : 440/083/KES.2/416-115.3/2018, pada tanggal 05 Pebruari 2018 berlaku sampai tanggal 05 februari 2023.

     

    Pada tahun 2006 ada perubahan nama pengelola Rumah Sakit Islam Sakinah dari Yayasan berubah menjadi Perkumpulan Kesehatan Sakinah Mojokerto dengan Akte Notaris GRACE YANETTE POHAN, SH Nomor : 14  Tanggal 9 September 2006.

    Di tahun 2020, tepatnya pada tanggal 26 Februari 2020, RSI Sakinah telah menyelesaikan kegiatan Audit Eksternal Sistem Manajemen K3 berdasarkan kriteria PP no. 50 tahun 2012 dengan perolehan skor 90,36 dan memperoleh predikat Gold.

    Dalam melaksanakan pengelolaan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto oleh Perkumpulan Kesehatan Sakinah dilakukan oleh Badan Pelaksana Perkumpulan Kesehatan Sakinah atau Bapelkumkes-Sakinah yang merupakan salah satu Badan dalam Perkumpulan tersebut.

    Adapun Visi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Menjadi Rumah Sakit professional yang Islami, kebanggan pasien dan keluarga

    Misi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    1. Meningkatkan pendidikan dan kompetensi SDM demi pelayanan yang bermutu dan unggul;
    2. Melayani dengan senyum salam dan sapa seperti keluarga sendiri;
    3. Mengutamakan keselamaan dan kepusan pasien sebagai pondasi pelayanan;
    4. Inovatif berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

    Motto dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Memberikan pelayanan yang paripurna

    Demikian  sekilas gambaran pendirian dan perjalanan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

    Sumber Berita: http://www.rsisakinah.co.id/layanan–.html #ixzz7TXZP3UNW
    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

  • Sistem Khilafah itu Gimana sih? Cocok Nggak dengan Indonesia?

    Sistem Khilafah itu Gimana sih? Cocok Nggak dengan Indonesia?

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sistem pemerintahan Khilafah mungkin tidak terlalu asing di telinga kita karena belakangan ini ada beberapa pihak yang menuntut ditegakkannya sistem pemerintahan Khilafah untuk menggantikan pancasila. Khilafah sendiri adalah sebuah gerakan keagamaan yang berdasarkan syariat Islam dengan pemimpin seorang Khalifah.

    Khilafah sendiri secara terminologi diartikan dengan pergantian kepemimpinan dari Nabi Muhammad kepada para sahabat dan seterusnya. Kendati demikian Khilafah sebenarnya tidak cocok disebut sistem pemerintahan, lebih cocok disebut sebagai prinsip atau sistem. Khilafah menggunakan syariat Islam sebagai ideologi dan karena itulah Khilafah tidak memiliki detail tentang tatakelola negara maupun hubungan antar negara.

  • Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Islam adalah agama terlengkap dan semua teratur, termasuk dalam bertamu. Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya adab bertamu dalam kehidupan sehari-hari. Adab tersebut telah tertulis jelas dalam hadits-hadits, lalu diajarkan pada tiap generasi muslimin.

    Berikut adab bertamu berdasar hadits Rasulullah SAW, itu artinya begitulah Rasulullah mengajarkannya kepada kita:

    1. Tidak Berdiri Tepat di Depan Pintu

    Seorang tamu hendaknya berdiri di sisi kanan pintu, bukan tepat di depannya. Mengapa demikian? Karena jika pintu telah dibuka oleh tuan rumah, maka tamu tidak dapat melihat seluruh isi rumah. Selain itu, tamu tidak akan dapat melihat hal-hal yang tidak dibenarkan untuk dilihat.

    Adab ini tertulis dalam hadits berikut:

    كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

    Artinya: Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”

  • Ini Alasan dan Fakta Kenapa Tahun 571 M Disebut Tahun Gajah

    Ini Alasan dan Fakta Kenapa Tahun 571 M Disebut Tahun Gajah

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Mengapa tahun 571 dinyatakan sebagai tahun gajah? Mungkin pertanyaan jarang diketahui generasi XYZ, dan saya tertarik untuk membahas ini karena ada pertanyaan dari quiz. Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang yang tertarik dengan sejarah perjalanan agama, ilmu sejarah maupun kisah-kisah peradaban jaman kuno.

    Alasan mengapa tahun 571 Masehi disebut sebagai tahun gajah? karena dulunya tentara “Abraha al-Abyssinian” ingin menyerang Ka’bah pada tahun 571 Masehi, dimana seluruh pasukan Abraha al-Abyssinian semuanya menggunakan gajah sebagai armada perangnya.

    Meskipun memiliki banyak pasukan akan tetapi, segala upaya jahat yang dilakukan Abraha al-Abyssinian semuanya menjadi sia-sia karena ia tidak mampu menghancurkan Ka’bah dan menjajah suku Quraisy.

    Dalam beberapa catatan mengatakan, tujuan Abraha al-Abyssinian ingin menghancurkan Ka’bah adalah untuk menaklukkan orang-orang suku Quraisy dan Orang-orang Arab di Mekah, dan kemudian ingin menjajah mereka dan tunduk kepadanya.

    Abd al-Muttalib yang merupakan penguasa suku Quraisy (suku keturunan Ibrahim) saat itu dia memiliki beberapa unta dan kemudian Abraha al-Abyssinian ingin mengambilnya secara paksa. Kemudian Tuhan diceritakan, mengirimkan segerombolan burung Ababil yang membawa pecahan batu kecil dan menurut Surah Al-Fil batu Sijjil (kerikil neraka) dan menjatuhkannya ke arah pasukan Abraha al-Abyssinian dan kemudian mereka pun gagal menyerang dan merampas unta milik Abd al-Muttalib.

    Kemudian tahun 571 disebut sebagai tahun gajah, tahun gajah juga tertulis di ayat suci Al-Qur’an dalam Surah Al-Fil menceritakan tentang kisah penyerbuan dan kegagalan Abraha al-Abyssinian menyerang Ka’bah karena Allah SWT selalu melindungi Ka’bah dari orang-orang yang jahat. (abi sorban)

  • Bagaimana Puasanya?, Negara Dengan Banyak Senja Tanpa Malam atau Sebaliknya

    Bagaimana Puasanya?, Negara Dengan Banyak Senja Tanpa Malam atau Sebaliknya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Apakah ada yang pernah mengira kalau di belahan bumi kita ada tempat yang memiliki waktu malam dan siang yang unik? Uniknya bagaimana? Uniknya adalah waktu malam bisa mencapai 20 jam dan bahkan 24 jam. Begitu juga dengan waktu siangnya, bisa mencapai 20 jam bahkan 24 jam penuh tanpa ada gelap sama sekali. Dalam artian, matahari tidak tenggelam seperti yang biasa kita nikmati di Indonesia.

    Fenomena siang yang lebih lama daripada malam itu disebut ‘Midnight Sun‘. Sedangkan fenomena malam yan glebih lama dripada siang disebut dengan ‘Polar Night‘.

    Fenomena ini jelas bukan suatu masalah jika dialami oleh penduduk sekitar sana yang sudah terbiasa. Namun, akan jadi masalah jika penduduk sana namun memeluk agama Islam. Sebenarnya bukan masalah sih, namun hanya perlu melihat sudut pandang yang baru saja.

  • Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    SORBANSANTRI.COM
    Kiai tampar anggota Banser (Foto: tangkapan layar Youtube NU Garis Lurus)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com– Video kiai kelahiran Madura, KH Syukron Ma’mun yang tampak menampar salah satu Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) viral di media sosial (medsos).

    Dalam video itu, tampak tamparan kiai tersebut hanya untuk mengingatkan agar anggota Banser kembali kepada tugas utamanya untuk menjaga keamanan ulama atau kiai.

    Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman ini menyindir salah satu Banser yang diduga melakukan penjagaan di sebuah gereja. Kiai yang menggunakan baju serba putih ini meminta agar oknum anggota Banser itu kembali menjaga keamanan ulama.

    “Menjaga kiai mestinya kamu di rumah saya Banser ini. Tapi akhirnya Banser, kiainya enggak dijaga gereja yang dijaga,” kata Syukron dikutip dalam video berjudul ‘KH. Syukron Makmun Tampar Seorang Banser Agar Jangan Jaga Gereja,’ yang diunggah akun YouTube NU Garis Lurus, Sabtu (23/04/2022).

    Setelah itu, Kiai Syukron Makmun juga terlihat menampar seorang pemuda dan mengingatkan hal yang sama.

    “Akhirnya kiainya enggak dijaga gereja dijaga. Bagaimana benar kan saya ngomong? Lah iya suruh jaga kiai,” ujarnya.

    Video viral kiai menampar anggota Banser ini mengundang beragam reaksi warganet di medsos.

    “Kembalilah kejalan yang benar wahai saudara ku,jangan mau diperalat oleh pemimpin mu yang haus kekuasaan itu,”kata akun @Win**

    “Semoga dengan tamparan mbah kyai, Banser NU bisa kembali ke fungsinya semula menjaga para Ulama, menjaga agama Islam,”tulis akun @Sibawa***

    (sumber)

  • Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    SORBANSANTRI.COM

    FASYA-Sabtu, 16/04/2022. Di pertengahan bulan Ramadhan 1443 H ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan acara Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun yang mengangkat tema “Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian Kitab Qurrotul ‘Uyun”. Acara ini merupakan kegiatan kesekian kalinya yang termasuk salah satu program kerja keilmuan dari kepengurusan HMPS HKI tahun 2022 ini. Acara Ngaji Kitab ini bisa dikatakan perdana, dikarenakan dari tahun-tahun sebelumnya memang belum pernah mengadakan kegiatan Ngaji Kitab seperti ini. Maka dari itu, antusias dari jamaah yaitu yang terdiri dari para mahasiswa HKI ini sangat luar biasa, dalam mengikuti Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini.

    Sebenarnya, kitab Qurrotul ‘Uyun ini biasanya sering di konsumsi oleh kalangan pondok pesantren, yang mana pembahasannya mengenai ruang lingkup keluarga yang sesuai tuntunan agama Islam, mulai dari rukun dan syarat nikah sampai dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam hubungan pernikahan. Hal ini tentu menjadi penting sekali untuk dikuasai oleh para mahasiswa fakultas Syariah terutama mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang notabene nya menggeluti dibidang Hukum Keluarga. Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini diisi oleh Direktur Pusat Konstitusi & Hukum Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Gus A.M. Mustain Nasoha S.H., M.H. 

    Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi HKI dan ketua umum HMPS HKI 2022 yang di wakili oleh ketua panitia pelaksana yaitu Dilva Nahida. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh tim hadroh Jamuna Al Mubarok dari Fakultas Syariah. Selanjutnya pembacaan tahlil yang dipimpin oleh saudara Ahmad Makruf. Tepat pada pukul 09.00 WIB, penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun oleh Gus A.M. Mustain Nasoha mulai berlangsung.

    SORBANSANTRI.COM

    Di dalam Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.: “Barang siapa mempunyai istri dua dan dia berlaku tidak adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan pecah tubuhnya dan jatuh. Riwayat lain mengatakan: pecah dan bungkuk/miring tubuhnya”. Ujar Gus A.M. Mustain Nasoha dalam penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun. Kemudian ketika ada pertanyaan, “Lebih penting ibadah atau nikah terlebih dahulu? Nah, di dalam kitab Qurrotul ‘Uyun ini dijelaskan bahwasanya keduanya harus seimbang, tetap melaksanakan ibadah dan juga melaksanakan pernikahan”. Gus A.M Mustain Nasoha juga menyampaikan kiat-kiat dalam menjalin hubungan suami istri, mulai dari status hukumnya sampai dengan tata cara melaksanakannya. Semuanya di kupas tuntas oleh beliau.

    Di pengujung acara, Gus A.M Mustain Nasoha menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir, agar selalu menundukan pandangan terhadap lawan jenis dan selalu berusaha untuk senantiasa menutup aurat. Kemudian, acara diakhiri dengan pembacaan do’a oleh saudara Ahmad Makruf. Harapan dari panitia kepada acara ini adalah semoga dengan dilaksanakannya Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini dapat membawakan ilmu yang bermanfaat dan barokah bagi seluruh jamaah maupun panitia, untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupan berkeluarga kelak.

    (Ahmad Makruf/Divisi Keilmuan/Ed:afz)