Tag: sorbansantri

  • NU CARE LAZISNU BREBES SANTUNI ANAK YATIM PIATU DAN SERAHKAN KALENG KOIN NU KE EMPAT MWC

    NU CARE LAZISNU BREBES SANTUNI ANAK YATIM PIATU DAN SERAHKAN KALENG KOIN NU KE EMPAT MWC

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – PC NU CARE-LAZISNU Kabupaten Brebes, setelah mendapatkan legalitas dari Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah dan Pengurus Pusat NU CARE-LAZISNU, langsung dan gencar melaksanakan sosialisasi mengenai penggalangan dana Koin NU maupun Infaq dan Shodaqoh dari tingkat MWC NU (Kecamatan), sampai ke tingkat Ranting NU (Desa).

    SORBANSANTRI.COM

    Setelah Kecamatan Tanjung, Banjarharjo, Kersana dan Bulakamba serta Ranting-ranting di dalamnya, NU CARE-LAZISNU Kabupaten Brebes mensosialisasikan Program-program dan materi administrasi pengelolaan dana NU CARE-LAZISNU.

    Melalui acara diawali dg dibacakan tahlil dilanjutkan pembacaan kitab Mafahim yang digelar di gedung MWC Bumiayu dihadiri oleh MWC Tonjong, Bumiayu, Sirampog dan Paguyangan, H. Wahib Isma menyampaikan bahwa dengan adanya koin NU, yang dikelola dan dengan kerjasama yang kuat serta maksimal melalui NU CARE-LAZISNU dari tingkat kabupaten sampai ranting, InsyaAllah warga NU mampu mandiri.

    SORBANSANTRI.COM

    NU CARE-LAZISNU yang memiliki komitmen MANTAP (Modern, Akuntable, Transparan, Amanah dan Profesional), selalu melaksanakan tugas-tugasnya sebaik mungkin dan dengan gerakan yang cepat.

    Apalagi, saat ini kita sedang dilanda pandemi Covid19, khususnya di Kabupaten Brebes juga sedang dilanda siklus Rob tahunan di sebagian besar pantai pesisir Pulau Jawa. Alhamdulillah, NU CARE-LAZISNU selalu turut membantu dalam setiap kejadian bencana dan masyarakat yg terkena musibah.

    SORBANSANTRI.COM

    Bukan berarti pamer, namun saat ini peran NU dianggap perlu untuk ditampilkan sebagai pembuktian komitmen MANTAP. Tidak ada niat dalam hati kita untuk pamer apa lagi ria.

    Selain dihadiri oleh syuriyah dan tanfidz empat MWC di atas, acara tersebut juga dihadiri oleh Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Brebes, yaitu KH. Amin Masyhudi dan H. M. Aqsho selaku Ketua PCNU Kabupaten Brebes.

    Sebelum acara sosialisasi dimulai, dilakukan pentashorufan kepada anak yatim piatu, dan penyerahan Kaleng Koin NU ke masing-masing MWC. Rois Syuriyah KH Amin Mashudi dan Ketua PCNU Brebes H. Aqsho terlihat kompak menghimbau dan menyemangati warga Nahdliyin khususnya yang hadir dalam acara tersebut, untuk turut menyukseskan program Koin NU; dan keduanya juga mengisi ke kaleng Koin NU di tiap MWC yang sudah diserahkan.

    SORBANSANTRI.COM

    Tidak ketinggalan, Gus Sholah yang selaku jajaran Syuriyah PWNU Jawa Tengah juga hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan pesan kepada warga NU yang hadir agar selalu semangat dalam berkhidmat pada Nahdlatul ulama sesuai dengan bidangnya masing masing untuk mewujudkan kemandirian Nahdlatul Ulama.

    Semoga gerak langka PC NU CARE LAZISNU Kab Brebes senantiasa mendapat petunjuk dan Ridlo Allah Subhanahu wataala. Kegiatan ditutup dg doa yg dipimpin oleh Rois Syuriyah PCNU Kab Brebes Romo Kyai Haji Aminudin Mashudi.(PC NU kab. Brebes)

  • Raja Tanpa Istana

    Raja Tanpa Istana

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI – Dalam syair indah ini dijelaskan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memiliki kekuasaan yang gaib, tidak kasat mata. Secara makna tersirat dalam hadis berikut:

    ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﺮْﻭَﺓُ ﺃَﻱْ ﻗَﻮْﻡِ، ﻭَاﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻘَﺪْ ﻭَﻓَﺪْﺕُ ﻋَﻠَﻰ اﻟﻤُﻠُﻮﻙِ، ﻭَﻭَﻓَﺪْﺕُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻴْﺼَﺮَ، ﻭَﻛِﺴْﺮَﻯ، ﻭَاﻟﻨَّﺠَﺎﺷِﻲِّ، ﻭَاﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣَﻠِﻜًﺎ ﻗَﻂُّ ﻳُﻌَﻈِّﻤُﻪُ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻪُ ﻣَﺎ ﻳُﻌَﻈِّﻢُ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣُﺤَﻤَّﺪًا، ﻭَاﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﺗَﻨَﺨَّﻢَ ﻧُﺨَﺎﻣَﺔً ﺇِﻻَّ ﻭَﻗَﻌَﺖْ ﻓِﻲ ﻛَﻒِّ ﺭَﺟُﻞٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ، ﻓَﺪَﻟَﻚَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﻭَﺟِﻠْﺪَﻩُ، ﻭَﺇِﺫَا ﺃَﻣَﺮَﻫُﻢْ اﺑْﺘَﺪَﺭُﻭا ﺃَﻣْﺮَﻩُ، ﻭَﺇِﺫَا ﺗَﻮَﺿَّﺄَ ﻛَﺎﺩُﻭا ﻳَﻘْﺘَﺘِﻠُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺿُﻮﺋِﻪِ، ﻭَﺇِﺫَا ﺗَﻜَﻠَّﻢَ ﺧَﻔَﻀُﻮا ﺃَﺻْﻮَاﺗَﻬُﻢْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ، ﻭَﻣَﺎ ﻳُﺤِﺪُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ اﻟﻨَّﻈَﺮَ ﺗَﻌْﻈِﻴﻤًﺎ ﻟَﻪُ

    Urwah berkata: Wahai kaumku. Demi Allah. Aku telah bertamu kepada raja-raja. Aku pernah ke Kaisar Romawi, penguasa Persi dan Raja Najjasyi. Demi Allah. Tidak pernah kulihat seorang raja yang diagungkan oleh pengikutnya seperti Muhammad shalallahu alaihi wasallam diangungkan oleh Sahabatnya.

    Demi Allah. Muhammad tidak mengeluarkan dahak kecuali jatuh ke tangan para sahabatnya lalu ia usapkan ke wajah dan kulitnya. Jika Muhammad memerintahkan maka mereka berebut melakukan perintahnya. Jika Muhammad berwudhu’ maka mereka seperti mau perang berebut air wudhu’nya. Jika Muhammad berbicara maka sahabatnya melirihkah suara mereka di dekatnya. Dan mereka tidak ada yang menatap tajam ke arah Muhammad karena mengagungkan Muhammad (HR Bukhari no 2731)(abi SORBAN)

  • Ketua Tanfidziyyah PCNU Brebes, Serahkan Bantuan Untuk Korban ROB AIR LAUT

    Ketua Tanfidziyyah PCNU Brebes, Serahkan Bantuan Untuk Korban ROB AIR LAUT

    SORBANSANTRI.COM

     

    cyberaswaja.online- Ada hikmah dibalik Allah memberikan bala-cobaan, diantaranya adalah makin ditinggikannya derajat seseorang yang telah berhasil melalui ragam cobaan.

    Yah kira-kita begitulah kondisi PCNU Brebes saat ini, setelah kian lama melakukan ikhtiyar penataan kembali sel-sel yang telah lama tertidur dengan ragam pengkaderan, pengaktifan kembali lembaga-lembaga dibawah naugannya hingga penataan MWC sampai tingkat rantingnya, dibawah kepemimpinan Bapak KH. M. Aqsho, kini mulailah nampak betapa PCNU Brebes makin kelihatan kinerjanya, berwibawa dan amat dirasa nampak sumbangsihnya kepada masyarakat Brebes khususnya.

    Hampir semua lembaga dibawah kendali beliau bekerja dengan sungguh-sungguh dengan semangat baru melalui proses panjang, diantaranya LBM, LP Ma’arif, RMI, LDNU, PC NUcare LAZISNU, Aswaja Center NU dan ragam lembaga lainnya.

    Foto dibawah adalah gambaran petapa penataan manajemen PC NUcare LAZISNU Brebes dibawah kendali Bapak H. M. Wahib Isma sudah sesuai dengan amanah yang diberikan pada lembaga yang dipimpinnya.

     

    Walau nilainya tak begitu banyak, semoga sedikit sumbangan yang disalurkan kepada para korban ROB AIR LAUT Desa Randusanga Brebes bisa menjadi tauladan bagi yang lain untuk saling “fastabiqul khoiroot”.

    Tak ketinggalan pula PAC Muslimat Bulakamba ikut andil dalam penggalangan donasi tersebut. Semoga kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan dihari sabtu 13 Juni 2020 pukul 10.00 benar-benar diterima oleh Allah Ta’ala dan bisa bermanfaat bagi para korban, dan semoga para pemberi shodaqoh semoga makin diberkahi dan ditambah rizqinya oleh Allah Ta’ala أمين. (PCNU BREBES)

     

  • BARANGKALI AMERIKA DAN PALESTINA BUTUH PANCASILA

    BARANGKALI AMERIKA DAN PALESTINA BUTUH PANCASILA

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja- Belum selesai dihantam virus COVID-19, Amerika dilanda kerusuhan rasial. Rasialisme menjadi aib demokrasi terbesar di patung Liberty tersebut.

    Menurut Aljazeera, jumlah orang yang ditangkap paling sedikit sudah 5.600 orang berbagai di kota seluruh Amerika Serikat. Sejak demonstrasi meletus memprotes kematian George Floyd. Selain itu, korban jiwa juga sudah berjatuhan di berbagai tempat. https://wartakota.tribunnews.com/2020/06/02/).

    Amerika adidaya dunia yang mulai goyah. Krisis ekonomi dan politik kali ini, menjadi masalah domestik yang tidak berimbas kepada situasi global, menunjukkan pengaruh Amerika semakin melemah. Konstelasi politik global menuju titik kesetimbangan yang hampir sempurna.

    Indonesia diprediksi menjadi kekuatan global baru sebagai penyeimbang salah satu indikasinya, permintaan Hamas kepada Presiden Jokowi. Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah secara khusus meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu menggagalkan rencana Israel menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat. Permintaan itu disampaikan pemimpin Hamas itu melalui surat dikirim ke Jokowi selasa lalu. Dalam surat bertanggal 5 Juni 2020 yang diterima redaksi albalad.co. (https://albalad.co/palestina/2020A9968/).

    Ideologi Pancasila sebenarnya yang menjadi rahasia di balik kekokohan Indonesia di tengah ancaman krisis domestik, regional dan global sampai Hamas minta tolong ke Indonesia, bukan negara-negara Arab. Karena isi 5 sila itu adalah manifestasi tertinggi dari ajaran agama-agama di Indonesia.

    Pancasila menjadi titik temu, titik kumpul dan titik simpul dari puncak-puncak ajaran agama di Indonesia. Artinya seorang penganut agama belum mencapai maqam tertinggi jika belum menjadi insan Pancasila seutuhnya.

    Karena puncak ajaran agama-agama di Indonesia merupakan bagian integral dari Pancasila membuat Pancasila menjadi ideologi yang kental dengan aura spiritualitasnya dan juga sangat primordial bagi penganut agama-agama di Indonesia.

    Agama dan Pancasila satu ruh, satu jiwa, bersenyawa. Inilah yang membedakan ideologi Pancasila dengan ideologi Kapitalisme dan Komunisme. Di dalam ideologi Kapitalisme dan komunisme, agama bagian luar dari ideologi, sedang di dalam Pancasila, agama built in dan include.

    Khilafah tidak mungkin bisa mengganti posisi Pancasila, karena khilafah bukan puncak ajaran agama-agama di Indonesia. Khilafah hanya fiqih ranting kecil dari ajaran agama Islam. Khilafah terlalu kecil dan lemah untuk bisa mempertemukan puncak-puncak dari ajaran agama di Indonesia.

    Kecuali dengan sistem paksa di bawah todongan senjata. Akan tetapi itu hanya teori di atas kertas. Pada kenyataannya sistem paksa di bawah todongan senjata memicu perlawanan bersenjata juga. Melahirkan konflik kekerasan tak berujung. Walhasil khilafah menjadi sumber konflik. Bandung, 13 Juni 2020. (post)

    Oleh Ayik Heriansyah
    Pengurus LD PWNU Jabar

     

  • DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    DIALOG GUS DUR DAN SANTRI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI

    Santri : “Ini semua gara-gara Nabi Adam, ya Gus!”
    Gus Dur : “Loh, kok tiba-tiba menyalahkan Nabi Adam, kenapa Kang.”
    Santri : “Lah iya, Gus. Gara-gara Nabi Adam dulu makan buah terlarang, kita sekarang merana. Kalau Nabi Adam dulu enggak tergoda Iblis kan kita anak cucunya ini tetap di surga. Enggak kayak sekarang, sudah tinggal di bumi, eh ditakdirkan hidup di Negara terkorup, sudah begitu jadi orang miskin pula. Emang seenak apa sih rasanya buah itu, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak tahulah, saya kan juga belum pernah nyicip. Tapi ini sih bukan soal rasa. Ini soal khasiatnya.”
    Santri : “Kayak obat kuat aja pake khasiat segala. Emang Iblis bilang khasiatnya apa sih, Gus? Kok Nabi Adam bisa sampai tergoda?”
    Gus Dur : “Iblis bilang, kalau makan buah itu katanya bisa menjadikan Nabi Adam abadi.”
    Santri : “Anti-aging gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Iya. Pokoknya kekal.”
    Santri : “Terus Nabi Adam percaya, Gus? Sayang, iblis kok dipercaya.”
    Gus Dur : “Lho, Iblis itu kan seniornya Nabi Adam.”
    Santri : “Maksudnya senior apa, Gus?”
    Gusdur : “Iblis kan lebih dulu tinggal di surga dari pada Nabi Adam dan Siti Hawa.”
    Santri : “Iblis tinggal di surga? Masak sih, Gus?”
    Gus Dur : “Iblis itu dulunya juga penghuni surga, terus di usir, lantas untuk menggoda Nabi Adam, iblis menyelundup naik ke surga lagi dengan berserupa ular dan mengelabui merak sang burung surga, jadi iblis bisa membisik dan menggoda Nabi Adam.”
    Santri : “Oh iya, ya. Tapi, walau pun Iblis yang bisikin, tetap saja Nabi Adam yang salah. Gara–garanya, aku jadi miskin kayak gini.”
    Gus Dur : “Kamu salah lagi, Kang. Manusia itu tidak diciptakan untuk menjadi penduduk surga. Baca surat Al-Baqarah : 30. Sejak awal sebelum Nabi Adam lahir… eh, sebelum Nabi Adam diciptakan, Tuhan sudah berfirman ke para malaikat kalo Dia mau menciptakan manusia yang menjadi khalifah (wakil Tuhan) di bumi.”
    Santri : “Lah, tapi kan Nabi Adam dan Siti Hawa tinggal di surga?”
    Gus Dur : “Iya, sempat, tapi itu cuma transit. Makan buah terlarang atau tidak, cepat atau lambat, Nabi Adam pasti juga akan diturunkan ke bumi untuk menjalankan tugas dari-Nya, yaitu memakmurkan bumi. Di surga itu masa persiapan, penggemblengan. Di sana Tuhan mengajari Nabi Adam bahasa, kasih tahu semua nama benda. (lihat Al- Baqarah : 31).
    Santri : “Jadi di surga itu cuma sekolah gitu, Gus?”
    Gus Dur : “Kurang lebihnya seperti itu. Waktu di surga, Nabi Adam justru belum jadi khalifah. Jadi khalifah itu baru setelah beliau turun ke bumi.”
    Santri : “Aneh.”
    Gus Dur : “Kok aneh? Apanya yang aneh?”
    Santri : “Ya aneh, menyandang tugas wakil Tuhan kok setelah Nabi Adam gagal, setelah tidak lulus ujian, termakan godaan Iblis? Pendosa kok jadi wakil Tuhan.”
    Gus Dur : “Lho, justru itu intinya. Kemuliaan manusia itu tidak diukur dari apakah dia bersih dari kesalahan atau tidak. Yang penting itu bukan melakukan kesalahan atau tidak melakukannya. Tapi bagaimana bereaksi terhadap kesalahan yang kita lakukan. Manusia itu pasti pernah keliru dan salah, Tuhan tahu itu. Tapi meski demikian nyatanya Allah memilih Nabi Adam, bukan malaikat.”
    Santri : “Jadi, tidak apa-apa kita bikin kesalahan, gitu ya, Gus?”
    Gus Dur : “Ya tidak seperti itu juga. Kita tidak bisa minta orang untuk tidak melakukan kesalahan. Kita cuma bisa minta mereka untuk berusaha tidak melakukan kesalahan. Namanya usaha, kadang berhasil, kadang enggak.”
    Santri : “Lalu Nabi Adam berhasil atau tidak, Gus?”
    Gus Dur : “Dua-duanya.”
    Santri : “Kok dua-duanya?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dan Siti Hawa melanggar aturan, itu artinya gagal. Tapi mereka berdua kemudian menyesal dan minta ampun. Penyesalan dan mau mengakui kesalahan, serta menerima konsekuensinya (dilempar dari surga), adalah keberhasilan.”
    Santri : “Ya kalo cuma gitu semua orang bisa. Sesal kemudian tidak berguna, Gus.”
    Gus Dur : “Siapa bilang? Tentu saja berguna dong. Karena menyesal, Nabi Adam dan Siti Hawa dapat pertobatan dari Tuhan dan dijadikan khalifah (lihat Al-Baqarah: 37). Bandingkan dengan Iblis, meski sama-sama diusir dari surga, tapi karena tidak tobat, dia terkutuk sampe hari kiamat.”
    Santri : “Ooh…”
    Gus Dur : “Jadi intinya begitulah. Melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang tidak manusiawi, ya yang iblisi itu kalau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahannya justru malah merasa bener sendiri, sehingga menjadi sombong.”
    Santri : “Jadi kesalahan terbesar Iblis itu apa, Gus? Tidak mengakui Tuhan?”
    Gus Dur : “Iblis bukan atheis, dia justru monotheis. Percaya Tuhan yang satu.”
    Santri : “Masa sih, Gus?”
    Gus Dur : “Lho, kan dia pernah ketemu Tuhan, pernah dialog segala kok.”
    Santri : “Terus, kesalahan terbesar dia apa?”
    Gus Dur : “Sombong, menyepelekan orang lain dan memonopoli kebenaran.”
    Santri : “Wah, persis cucunya Nabi Adam juga tuh.”
    Gus Dur : “Siapa? Ente?”
    Santri : “Bukan. Cucu Nabi Adam yang lain, Gus. Mereka mengaku yang paling bener, paling sunnah, paling ahli surga. Kalo ada orang lain berbeda pendapat akan mereka serang. Mereka tuduh kafir, ahli bid’ah, ahli neraka. Orang lain disepelekan. Mereka mau orang lain menghormati mereka, tapi mereka tidak mau menghormati orang lain. Kalau sudah marah nih, Gus. Orang-orang ditonjokin, barang-barang orang lain dirusak, mencuri kitab kitab para ulama. Setelah itu mereka bilang kalau mereka pejuang kebenaran. Bahkan ada yang sampe ngebom segala loh.”
    Gus Dur : “Wah, persis Iblis tuh.”
    Santri : “Tapi mereka siap mati, Gus. Karena kalo mereka mati nanti masuk surga katanya.”
    Gus Dur : “Siap mati, tapi tidak siap hidup.”
    Santri : “Bedanya apa, Gus?”
    Gus Dur : “Orang yang tidak siap hidup itu berarti tidak siap menjalankan agama.”
    Santri : “Lho, kok begitu?”
    Gus Dur : “Nabi Adam dikasih agama oleh Tuhan kan waktu diturunkan ke bumi (lihat Al- Baqarah: 37). Bukan waktu di surga.”
    Santri : “Jadi, artinya, agama itu untuk bekal hidup, bukan bekal mati?”
    Gus Dur : “Pinter kamu, Kang!”
    Santri : “Santrinya siapa dulu dong? Gus Dur.”

    Sumber : Perpustakaan Universitas Menyan Indonesia (UMI)

  • KYAI ABDUL HAQ, TOKOH ASWAJA IDOLA ZAMAN

    KYAI ABDUL HAQ, TOKOH ASWAJA IDOLA ZAMAN

    SORBANSANTRI.COM
    (Oleh ; Maemun Abdul Ghofur)
    SORBAN SANTRI- Pertama Saya mengaji pada beliau adalah tahun 2003 di Lirboyo. Saya ngaji ushul fiqh saat itu. Dan sekarang, alhamdulillah walaupun melalui medsos, Saya masih dapat melanjutkan belajar pada beliau.

    Tulisan ini dipersembahkan untuk mereka yang mencari sosok panutan dalam bertauhid. Di sini Saya sekaligus ingin berbagi pengalaman mengaji kepada beliau.

    Sepanjang mengikuti pengajian beliau yang disiarkan di Facèbook secara live, ada 3 kelebihan beliau yang selalu membuat saya ketagihan mengikutinya.

    1. Kekayaan Bahasa

    Bahasa Arab adalah bahasa yang kaya akan makna. Bahkan dari sekian banyaknya bahasa, Allah memilihnya sebagai ‘penerjemah’ untuk menyampaikan pesan kepada umat manusia. Sebagai santri tulen, Kang Abdul Haq memiliki segudang wawasan tentang ilmu bahasa Arab, keunggulan balaghoh dan kekayaan mufrodat. Kita bisa melihatnya ketika beliau menyampaikan sebuah dalil ataupun mengenalkan istilah. Terkadang dalam satu istilah beliau menerjemahkannya dengan beberapa pilihan bahasa sehingga penyimak seperti disuguhi ‘makanan’ mana yang ia mau.
    Beliau selalu menempatkan bahasa sesuai pada muqtadho-nya. Dengan keluasan wawasan, kekayaan bahasa dan pengetahuan riwayat yang valid, beliau selalu tepat dalam memilih kata untuk menerjemahkan uniknya bahasa Arab dengan tetap menyediakan kata yang murodif yang mungkin bisa lebih difahami.

    2. Kekayaan Maqolah

    Dalam menjelaskan kitab, beliau bukan hanya sekedar membantu menerjemahkan, namun juga memberi ta’liqot dan tidak jarang mengutip maqolah-maqolah dari luar kitab sehingga kitab yang kecil-pun terasa sekali kekayaan faidahnya. Cara beliau menjabarkan seperti sedang ‘menyuapi’ kita dengan tambahan ‘lauk-pauk’ yang gurih, sehingga kita disadarkan dari berbagai hal yang dulu mungkin pernah terlintas namun sudah terlupa. Metode seperti inilah yang membuat pengajian beliau tidak membosankan seperti yang umumnya kita temui dari pengajian-pengajian kitab kuning. Seakan-akan beliau mengajari kita cara yang benar dalam ber-turats.
    Beliau juga tidak pelit untuk menceritakan khilafiyah-khilafiyah secara detil berikut referensinya. Contohnya ketika beliau berbicara tentang ayat yang terakhir diturunkan, secara gamblang beliau terangkan berikut riwayat-riwayat valid yang dinukil. Lagi-lagi ini menyadarkan kita bahwa mengaji tidak cukup dengan membaca dan mengiyakan, namun juga harus kritis, rewel menyelidiki validitas riwayat dan terbuka dengan khilafiyah.

    3. Pengayom Aqidah

    Dalam ber-teologi, beliau tergolong guru yang bijak namun tegas. Tidak jarang beliau mengingatkan kesalahan-kesalahan kita dalam mengucapkan kata yang berkaitan dengan tauhid. Contohnya dalam menjelaskan kata “Al Qoyyum”, beliau menjelaskan makna Qoyyum sekaligus mengingatkan kita bahwa “Qayyum” itu nama/ sifat Allah yang tidak semestinya kita gunakan untuk memanggil seseorang bernama Abdul Qoyyum.

    Sebagai pentolan Aswaja, beliau juga tergolong kyai yang sangat mengayomi aqidah umatnya, terutama dari pemikiran-pemikiran yang bathil. Dalam pengajian-pengajiannya, Saya sering menyaksikan kelihaian beliau dalam mendemonstrasikan argumen burhani ketika membahas isu-isu khilafiyah dengan madzhab-madzhab yang dianggap keluar dari jalur Aswaja. Beliau tidak perlu ngotot, mengejek atau nyinyir dalam menelanjangi kebathilan maupun menunjukkan lemahnya argumentasi lawan. Kemahiran dan akhlak yang terkawinkan dalam diri beliau, menjadikannya sosok yang amat patut menjadi idola kaum Aswaja masa-kini.

    Semoga Allah panjangkan umurnya, berkahi halaqahnya dan juga murid-muridnya.
    (PCNU BREBES)

  • Menjenguk Mantan Satkorcab BANSER Manado

    Menjenguk Mantan Satkorcab BANSER Manado

    SORBANSANTRI.COM

    Banser Satkorwil Kalsel– Kamis, 11 Juni 2020 Siang, kami menjenguk sahabat kami yang terbaring sakit sdr. Michael “KELO” Djamal ().
    Sakitnya agak unik, sdh krg lbh 1 tahun ybs mulai merasakan sesuatu yang tdk enak/sakit lalu melalukan pengobatan medis, namun semakin menjadi2 sakitnya dan dianggap sedikit aneh krn dokter tdk menemukan unsur penyakitnya, maka keluarga mencoba menempuh pengobatan alternatif (sdh beberapa jenis).
    Penyakit yang dialaminya adalah sdh krg lbh 4 bln badannya semakin menurun (kurus) tapi secar fisik tdk terlalu terasa sakit.
    Bahkan kedatangan kami kemarin, diterima oleh ayahnya dan ibu tiri yang dengan ikhlas dan tulus merawat ybs (kami bangga dgn ortunya), Kelo berbicara dan bahkan masih bisa bercanda artinya semangat hidupnya begitu kuat, secara fisik dia sakit tapi mentalnya sehat.
    Kami berbincang dgn Ayahnya bhw sdh seminggu ini ybs sdh mulai ada perubahan, makannya sdh lancar, diberikan minuman susu khusus (1 kaleng 700.000) dan madu itu saran dokter.
    Satu hal yang membuat saya terkejut, ketika kami akan pamit dan minta utk memanjatkan doa untuknya, justru dia meminta untuk memanjatkan doa untuk kami (Ka Ulyas boleh saya minta berdoa utk Ka Ulyas dan teman2? Kan doa orang sakit itu makbul kan kak, begitu yang dia sampaikan) Subhanallah, dgn kondisi sakit seperti itu dia tdk memimirkan utk dirinya tapi justru berpikir utk kebaikan dan kemaslahatan orang lain, maka karena itu permintaannya, yah kami persilahkan, dan dgn sedikit meneteskan air mata saya mendengarkan doanya yang luar biasa utk saya pribadi, kami semua yang datang dan untuk NU.
    Ya Allah, Engkau Maha Penyembuh, sembuhkanlah sahabat kami ini, hatinya begitu mulia.
    Allahumma rabbannas, ajhibil ba’sa, isfi anta safii la sifaa illa sifauka sifaan, laa yugadiru sakama.(ulyas taha)

  • Tata Laksana Ibadah Selama Masa Wabah Penyakit

    Tata Laksana Ibadah Selama Masa Wabah Penyakit

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Seperti yang disampaikan oleh KH Afifuddin Muhajir (Rais Syuriyah PBNU dan Wakil Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo saat pengantar BahZOOMasail online, Ahad kemarin) bahwa kita wajib mematuhi Ulil Amri. Dalam kondisi saat ini ada 3, yaitu pemerintah, ahli fikih dan medis.

    Ketika kewajiban beragama seperti ibadah, baik Fardlu ain (kewajiban setiap individu) maupun Fardlu kifayah (kewajiban kolektif seperti merawat jenazah) ‘bertabrakan’ dengan kesehatan, maka pelaksanaan dalam agama dilakukan pada tahap di bawahnya. Bukan menjalankan agama dengan menerjang hal-hal yang membahayakan baik pada diri sendiri maupun orang lain.

    Gambar:
    1. Ngaji Online Pakai CloudX bersama Telkomsel
    2. Pihak berwenang, aparat dan medis, berusaha menyelamatkan kita dari penyakit menular. Gambar dari Gus Dokter Muhammad S Niam (Ketua Perhimpunan Dokter NU).

    (kh. ma’ruf khozin)

  • Kalam Indah Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani

    Kalam Indah Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani

    SORBANSANTRI.COM

    1. Siapa saja yang memiliki kitab wiridku, berarti ia telah mendapatkan ijazah (izin untuk mengamalkannya). Ijazah itu bukan dariku, tetapi langsung dari para pengarang wirid-wirid tersebut.
    2. Seharusnya seorang santri mempunyai bacaan wirid untuk menjaga dirinya dari kesesatan.
    3. Seharusnya seorang santri banyak beribadah, dengan tujuan menjaganya dari perbuatan maksiat dan untuk memperkuat hafalannya.
    4. Kunci segala rahasia bersumber pada bacaan shalawat kepada Rasulullah ShalAllahu ‘Alaihi Wasallama.
    5. Jadikanlah Shalawat kepada Rasulullah ShalAllahu ‘Alaihi Wasallama. senantiasa berada diantara dirimu dan munajatmu.
    6. Ketika kita memuji atau menyebut keutamaan seseorang, bukan berarti kita juga merendahkan pihak lain (yang tidak disebut).
    7. Tidak meremehkan santri, kecuali orang bodoh.
    8. Sikap patuh dan rendah hati yang dibarengi dengan sedikit ilmu itu lebih baik, dari pada sifat licik dan sombong yang dibarengi dengan banyaknya ilmu.
    9. Aku senang kepada santri yang berani, tetapi sopan.
    10. Orang alim tidak cukup dengan ilmunya saja, tetapi ia harus meiliki sifat bijaksana.
    11. Orang alim tidak cukup dengn ilmunya saja, tetapi ia harus memiliki akhlak yang baik.
    12. Orang alim harus memiliki dada yang lapang.
    13. Orang yang memiliki cakrawala ilmu yang luas, akan sedikit protes kepada orang lain.
    14. Akhlak lebih di dahulukan daripada ilmu.
    15. Aku terlebih dahulu mengajarkan akhlak dan moral, sebelum aku mengajarkan ilmu dan kitab.
    16. Ilmu masih bisa dicari, tetapi tidak demikian dengan khidmah (pengabdian).
    17. Amar makruf dan nahi munkar harus dilakukkan dengan sikap bijak, lembut, dan bertahap.
    18. Hendaknya tujuanmu adalah menyebarkan ilmu, bukan malah mengalihkan perhatian banyak orang kepada dirimu.
    19. Sebarkanlah ilmu tanpa harus memperdulikan apakah mereka menerimamu atau berpaling darimu.
    20. Ilmu tidak akan berkumpul dengan sifat sombong di dalam satu dada.
  • Sempat Viral, LAZISNU Brebes Nyambangi Kang Darmin yang Lagi Sakit Parah

    Sempat Viral, LAZISNU Brebes Nyambangi Kang Darmin yang Lagi Sakit Parah

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Pengurus LAZISNU Brebes Nyambangi Kang Darmin Sing Lagi Sakit Parah

    Setelah viral di beberapa media terkait Darsim Warga Desa Karangbandung Kecamatan Ketanggungan, dimana mengalami luka serius pada bagian kepala, hari ini Ketua PC NUCARE LAZISNU Kab. Brebes H. Wahib didampingi Ketua PCNU Kab. Brebes H. M. Aqaho dan Rois Syuriyah KH. Aminudin yang dikawal oleh Kader NU dan Banser PAC Ketanggungan menjenguk dan memberikan bantuan kepada Darsim.

    Bantuan Uang dan support doa dari para tokoh NU diharapkan menjadi obat baginya untuk tetap berupaya semaksimal mungkin.

    Bantuan berupa uang Rp 1 juta dari NUCARE Brebes dan dari PAC Muslimat NU Bulakamba Rp 1 juta, bantuan diterima oleh kakak ipar sdr. Darsim.

    Darsim ini adalah anak yatim piatu dengan luka serius pada otaknya, ia sangat butuh donasi kemanusiaan, begitu sepenggal berita di berbagai media, anak ini hidup dalam lingkungan yang serba pas-pasan, dengan kondisi tubuhnya tidak bisa mengangkat sendiri, dan harus dibantu oleh saudaranya saat berbaring atau duduk dikasurnya karena pernah jatuh akibat kecelakaan dari kendaraan roda dua dan luka serius pada otaknya, akhirnya harus dirawat beberapa kali di Rumah sakit agar sembuh sediakala.

    (kontributor : Wahib /BU )