Tag: sorbansantri

  • KADO BANSER LALU LINTAS AKHIR TAHUN 2019

    KADO BANSER LALU LINTAS AKHIR TAHUN 2019

    Mojokerto, Cyberaswaja.online – Kebangaan DTD Banser di PAC GP Ansor Jatirejo ini, mempunyai arti sendiri, Pada Sesi Materi Lalu Lintas, di isi sendiri Biro Balantas Kabupaten Mojokerto. Hal ini menjadi moment yang membanggakan.

    Kaderisasi dengan pembentukan di masing masing Biro sudah mulai terbentuk, salah satunya Biro BALANTAS. Berkaitan dengan Lalu Lintas mereka di didik untuk memahami dan mematuhi Rambu-Rambu lalu lintas. 21/12/19

    Sebagai Garda terdepan, Banser dalam memberikan Keamanan ketika ada agenda-agenda dari NU, untuk senantiasa mengatur lalu lintas agar acara berjalan dengan aman dan tertib. Hal ini yang mejadikan di Biro BALANTAS, selalu berproses belajar untuk memberikan yang terbaik, Bagi Organisasi, bangsa dan Negara. (WakGenk/Infokom).

    Doc.Biro Balantas Memberikan Materi Lalu lintas
  • LATIHAN DASAR CYBER MEDIA OLEH ANSOR CABANG BANYUMAS

    LATIHAN DASAR CYBER MEDIA OLEH ANSOR CABANG BANYUMAS

    BANSER BANYUMAS | Sekitar 55 peserta dari anggota Ansor, Banser dan Denwatser Kabupaten Banyumas, sore mengikuti pembukaan pelatihan cyber dan media atau Cyber Basic Training.

    media, kegiatan CBT yang di helat di Kompleks MI Maarif NU Batuanten Cilongok kali ini merupakan pelatihan putaran yang ke tiga di zona Cikal Purba (Kecamatan Cilongok, Karanglewas, Purwojati dan Kedungbanteng).

    Dalam sambutannya Ketua Cabang Ansor Banyumas, Zaenudin Masdar, mengatakan “Ber NU hari ini, berbeda dwngan ber NU di tahun 65, perang kita saat ini merupakan perang kekinian di dunia maya yang efeknya bisa berakibat sangat buruk apabila kita tidak paham medan peperangan kita” pungkasnya.

    “PBNU sendiri sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj bahwa sudah saatnya kita berjihad di dunia maya terkenalnya disebut Jihad Online, kita sami’na wa ato’na, kita siap menyambut fatwa jihad online ini khususnya di wilayah Banyumas sebagai bentuk pengamalan wal akhdu bil jadidil aslah” Tegas Mohammad Luqman Direktur ACM.

    Saat ditemui ditengah acara persiapan, Mufid salah seorang koordinato ACM menyatakan bahwa kegiatan CBT merupakan kegiatan yang di takling oleh ACM, bagian dari Ansor Banyumas yang khusus mengurusi pengkaderan dan pemberdayaan sumberdaya anggota di bidang media, “Kami punya target pada awal 2020 semua PAC dan Ranting Ansor di Banyumas memiliki akun media sosial yang aktif dan siap menjadi corong media serta garda jihad online grassroot, yang kedepan akan merambah ke badan otonom NU lainnya” pungkas Mufid.

    Kegiatan yang dibuka sore ini akan diselenggarakan hingga Ahad siang, secara patas hingga penutupan yang dibarengkan dengan pembaiatan peserta Diklatsar Banser dan PKD Ansor yang diselenggarakan di lokasi yang sama. (red. infokom ansor banser nu )

  • Perusak NU yang selalu Mengaku NU

    Perusak NU yang selalu Mengaku NU

    wp.sorbansantri.com – NU zaman KH. Said Aqil Siradj :
    Pimpinannya dituduh Syiah, Liberal, Sesat, Kafir dll.

    NU zaman KH. Hasyim Muzadi:
    Kyai yang secara khusus mendampingi Jokowi saat umroh beberapa hari menjelang pencoblosan capres 2014 ini juga dituduh Syiah karena pembelaannya terhadap nuklir Iran, masa kepemimpinannya banyak mengirimkan mahasiswa ke Iran.

    NU zaman KH. Abdurrahman Wahid :
    Lebih dulu dituduh Liberal, antek Zionis, agen Syiah, Kafir, dll.

    NU zaman KH. Achmad Sidiq :
    Dituduh keislamannya goyah karena menerima Pancasila sebagai asas tunggal.

    NU zaman KH. Bisri Syansuri :
    Dituduh takut pada pemimpin yg dzolim karena justru memberhentikan Kyai Subhan ZE pengurus PBNU yang paling vokal mengritik orde baru.

    NU zaman KH. Wahab Hasbullah:
    Dituduh PKI karena menerima nasakom

    NU zaman Hadratussyeikh KH. Hasyim Asyari :
    Dituduh pro penjajah Jepang. Memerintah rakyat menanam padi yang pada akhirnya padi digunakan oleh Jepang.

    Dari zamannya Mbah Hasyim sampai kepada seluruh pewaris ilmu dan amanahnya selalu dicari celah untuk diserang dan coba dihancurkan Jadi, dari zaman dulu hingga sekarang, orang-orang yang ngomongin NU sekalipun ngaku NU dibagi menjadi dua.

    Pertama, yang ta’dzim dan ikut merawat NU, insyaallah dapat barokahnya NU.

    Kedua, yang membenci NU dengan membenci pimpinan NU, menggerogoti martabat NU dengan tidak ada ta’dzim dan sering menghina pimpinan NU, insyaallah akan dapat kuwalatnya NU, sekalipun ngakunya NU.

    يا جبار يا قهار

    Inilah Perusak NU yang Selalu Mengaku NU-nya Mbah Hasyim Asy’ari.

    Suka ada yg bilang NU sekarang beda dengan NU dulu, Sebenernya NU jaman siapa yg dianggap baik dan terbebas dari tuduhan2 ²?!

    Sebenarnya siapa mereka yg suka ngaku² NU! tp selalu mencari² celah untuk menuduh menyudutkan bahkan memfitnah NU !

    (red. infokom ansor banser nu)

  • KETUA ANSOR SERUKAN KADER JANGAN PILIH BUPATI YANG DI USUNG DARI PARTAI PKS

    KETUA ANSOR SERUKAN KADER JANGAN PILIH BUPATI YANG DI USUNG DARI PARTAI PKS

    Mojokerto.Cyberaswaja.online – Pertarungan pilihan Bupati dan wakil bupati serentak di Indonesia sebentar lagi berlangsung. Memasuki Memasuki tahun politik 2020, memberikan sikap dan arahan tegas Ketua Ansor Cabang kepada Kadernya yang tersebar di wilayah kabupaten Mojokerto. Bertepatan pelaksanaan DTD (Diklat Terpadu Dasar) Banser (Barisan Ansor Serbaguna), dihadiri Tokoh Undangan, KH. Adzim Alwy (Ketua PC NU Kab.Mojokerto), KH.Manshur (Ketua MWC NU Jatirejo), Muspika Jatirejo, Bapak Kepala Desa Sumberagung, serta Banom NU Se Kec.Jatirejo. Dengan seksama mengikuti Pembukaan Acara terebut. 20/12/19.
    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Ketua PC GP Ansor Pimpin Apel
    Pada sambutan sekaligus Pembukaan DTD Banser Di Kecamatan Jatirejo, Panglima Tertinggi Banser Kab.Mojokerto tersebut, menyampaikan dihadapan Puluhan Kader Kader Militan GP Ansor, BANSER, Tamu Undangan VIP serta tokoh tokoh NU, Toko Masyatakat beserta Banom Banom NU yang respon dengan tepuk tangan begitu meriah. “Salam Satu Komando Sahabatku, Pengkaderan di Ansor Banser terus menerus dilakukan, Hal ini adalah salah satunya membentengi NKRI, khususnya berkaitan menjelang tahun Politik 2020, Kader Ansor Jangan Pilih Pasangan Yang di Usung dari Partai PKS. Mereka secara ideologi berbeda dan berlawanan dengan Kita Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU), oleh karena itu sikap harus tegas, membentengi NKRI dan NU, manut Kyai ne NU, bila perlu tahun politik 2020 kita Tengelamkan PKS. Apakah Sahabat2 siap…!! (Siap!!!/jawab PesertaApel) Salam Satu Komando”. Tegas Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto, Gus Moh. Ali Nasikh.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: tiga dari kiri jas hijau ketua PC NU
    SORBANSANTRI.COM
    Doc. Tamu Undangan VIP
    SORBANSANTRI.COM
    Doc. DTD Banser Kec.Jatirejo
    SORBANSANTRI.COM
  • ADA GERAKAN KOIN NU DI DESA POHJEJER

    ADA GERAKAN KOIN NU DI DESA POHJEJER

    Mojokerto.Cyberaswajaonline – Gerakan Untuk kemandirian Organisasi NU beserta Banomnya berlahan membawa angin segar, optimis harapan kedepan baik serta dukungan Pemerintahan Desa Pohjejer. Tepat di Pendopo Balai Desa Pohjejer, kegiatan awal yang di gagas dari kader PKPNU ini berjalan baik, dengan kehadiran BANOM NU IPPNU, FATAYAT, serta MUSLIMAT, untuk bergerak bersama demi kemandirian Organisasi khususnya di wilayah Desa Pohjejer kec.Gondang Kab.Mojokerto. 22/12
    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Jamaah KOIN NU
    Kehadiran Bapak Kepala Desa bapak Tri Pallira Alviansyah, beserta tokoh masyarakat Desa Pohjejer, dengan duduk beralaskan karpet, diantaranya; H. Ma’shun Arif, H. Ma’hum, Ketua Ranting NU (bapak Tobi’in) Pokja Koin NU (bapak Ahmad Kholis), Ketua FATAYAT, serta Ketua MUSLIMAT Ranting Pohjejer.

    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Santunan oleh Ketua Ranting NU
    “Pemerintahan Desa Pohjejer, memberikan support berkaitan kegiatan ini, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif serta memberikan ketentraman Rohani, selalu bergerak dengan kegiatan yang positif guna memberikan berkah kepada Desa” ungkap Kepala Desa Pohjejer, Bpk. Tri Palira.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Tiga kari kanan Kepdes Pohjejer
    Acara yang sejak pagi pukul 08:00 s/d 12:00 WIB ini di hadiri kurang lebih 100 (seratus) jamaah, degan Santunan Kaum Dhuafa yang kemudian di isi Mauidhoh Khasanah oleh Bapak. H. Ma’shun Arif begitu seksama didengarkan jamaah. “Adanya Gerak KOIN NU ini kita bersama sama, untuk menuju kemandirian Organisasi, setidaknya kegiatan NU dan Banom di ambil dari hasil KOIN NU ini, sesuai judul “dari jam’iyah (organisasi) untuk jamaah” tegas beliau. Kegiatan awal ini semoga menjadikan titik bergerak dan kemauan besar jamaah untuk diberikan kepada NU, yang kemudian ditutup dengan Do’a oleh H.Ma’shum. (wakgenk/Infokom)
  • Malam Puncak Peringatan Haul Gus Dur

    Malam Puncak Peringatan Haul Gus Dur

    InfokomBanserNU-

    Ngaji bareng gus baha ,gus muwafiq

    Di pondok pesantren tebuireng Jombang
    Sabtu, 21 Desember 2019 merupakan acara puncak dalam rangka Haul Gus Dur Ke 10.
    Acara tersebut dimulai pada Hari Kamis, tanggal 19 Desember 2019 yang diawali dengan ISHARI. Dan esoknya lagi khotmil qur’an. dan acara puncak Hari sabtu, 21 Desember 2019 yang di mulai pada jam 8.00 wib dengan acara seminar disusul dengan seribu rebana.

    Setelah ba’da Isya’ baru acara inti dimulai dengan pembicara inti KH Bahauddin Nursalim ( gus baha’ ).

    #InfokomAnsorBanserNU

  • Ijazah dari Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan

    Ijazah dari Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan

    InfokomBanserNU- Abah, sejak saya menikah saya belum memiliki pekerjaan tetap, umpama berdagang maka hanya laku diawal awal, umpama melamar kerja di pt tidak pernah dipanggil, umpama ikut orang ada saja sebabnya tidak bisa lama, tapi tidak pernah karena ada konflik itu tidak pernah.
    Saya masih ngontrak berpindah-pindah terus, penghasilan belum bisa mencukupi, apalagi putra saya banyak..
    Mohon petunjuk Abah..

    “Kamu amalkan surat Annas 100x dibuka dengan sholawat 100x lalu ditutup dengan sholawat 100x juga.”
    Baik Abah..

    Ijazah tersebut didapatkan oleh saudara Ahmad Fajari Ash-Shadhili ketika sowan bertemu dengan Habib Luthfi bin Yahya.


    Ijazah diatas bersifat umum Walaupun saya belum pernah bertatap muka dengan beliau, tetapi saya amalkan amalan dari Abah Luthfi diatas dengan hati yg yakin & juga mencintai beliau dgn tulus, & apa yg terjadi banyak sekali keberkahan dalam hidup saya & sangat dimudahkan Allah SWT dalam urusan rejeki, hal ini semua berkat barokah & doa dari Abah Habib Luthfi bin Yahya

    #GMNUCyberTeam

    #InfokomBanserNU

  • Konferancab PAC IPNU IPPNU Tayu Optimis Sukses

    Konferancab PAC IPNU IPPNU Tayu Optimis Sukses

    Pac Ipnu Ippnu Tayu_ Sekali lagi sukses atau tidaknya acara ini dapat dikatakan menjadi indikator pergerakan PAC IPNU IPPNU Tayu, 2 Tahun kedepan. Tetap dengan ke-solid an pengurus selama ini, atau bertambah nya pelajar nu tayu yang peduli dan sadar dengan pentingnya ber-organisasi di ipnu ippnu, bisa dilihat dari kehadiran dan antusias rekan rekanita pada acara ini, bisa dikatakan sukses bila banyak wajah baru yang peduli dengan ipnu ippnu di kecamatan tayu, dan bisa dikatakan gagal bila masih tetap, hanya wajah-wajah pengurus selama ini yang peduli dengan ipnu ippnu dikecamatan tayu, sebenarnya itulah salah satu dari faktor kehadiran dan antusias yang bisa dijadikan indikator seperti apa ipnu ippnu tayu dua tahun kedepan.

    Maka dari itu, semua persiapan dan perencanaan yang sudah di persiapkan dan direncanakan berhari-hari lalu, semoga besok pelaksanaan nya sukses, lancar, dan banyak wajah-wajah baru yang peduli dengan ipnu ippnu di kecamatan tayu, amin

  • ABAH YAI DASUKI MENGHADIRI RUTINAN DESA MEKAR SARI

    ABAH YAI DASUKI MENGHADIRI RUTINAN DESA MEKAR SARI

    Bogor Mekarsari – Menghadiri rutinan desa mekar sari, pengajian Minggu manisan.

    Mauidohasanah oleh Abah yai Dasuki

    “Pahala berkunjung/silaturrahim pada saudara muslim adalah 100 kali seperti ibadah umroh”

    *berkawan karena Allah dalam kebaikan sekalipun dengan kawan yang belum taat kepada Allah, bisa membawa kawan dalam ketaatan kepada Allah…*

    Waallahualam 🙏

    Alhamdulillah diiringi hujan yang berkah ( Red- Infokom Ansor Banser NU )

  • GUS DUR DAN MATA ALLAH

    GUS DUR DAN MATA ALLAH

    TANPA didampingi siapa pun, Gus Dur dan aku bertemu di warung nasi depan kampusku.
    Pakaian batik dan sarung membungkus tubuhnya, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya.
    Dialog yang bagiku aneh pun terjadi.
    Aneh karena perbincangan kami kesana kemari, tak jelas arahnya.

    Gus Dur :
    “Sebenar apa pun tingkahmu, sebaik apapun prilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada.
    Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.!”

    Mughni :
    “Iya, Gus. Tapi..”

    Gus Dur :
    “Bagaimana tidak repot, hidupmu terlalu banyak ‘tapi’.!”

    Mughni :
    “Hehehehe..”

    Gus Dur :
    “Apa kamu kenal Wa Totoh?
    Maksud saya KH. Totoh Ghozali.”

    Mughni :
    “Disebut kenal ya tidak, tapi saya sering mendengar ceramah-ceramahnya di Radio.”

    Gus Dur :
    “Belajarlah kamu kepadanya, bagaimana memurnikan tauhid masyarakat.
    Dia menggunakan bahasa lokal sebagai senjatanya, memakai humor cerdas tanpa hina dan caci.”

    Mughni :
    “Baik, Gus, kalau itu perintah Panjenengan.”

    Gus Dur :
    “Ini bukan perintah, ini memang sesuatu yang seharusnya kamu lakukan sebagai Da’I.”

    Mughni :
    “Laksanakan.”

    Gus Dur :
    “Kamu suka menulis?”

    Mughni :
    “Tidak, Gus, tulisan saya buruk sekali.
    Saya coba menulis puisi atau cerita pendek, tapi benar-benar buruk hasilnya.”

    Gus Dur :
    “Rupanya kamu belum pernah dilukai seorang wanita, makanya tulisan kamu tidak bagus.”

    Mughni :
    “Lha, Panjenengan tau darimana kalau saya belum pernah dilukai wanita?”

    Gus Dur :
    “Ya itu tadi, karya sastramu buruk sekali.”

    Mughni :
    “Hmmmmm..”

    Gus Dur :
    “Kamu pernah pesantren?”

    Mughni :
    “Pernah, Gus.”

    Gus Dur :
    “Dimana?”

    Mughni :
    “Di Al-Falah sama di Al-Musaddadiyah.”

    Gus Dur :
    “Rupanya kamu Santri Kyai Syahid sama Kyai Musaddad.”

    Mughni :
    “Iya.”

    Gus Dur :
    “Saya juga sering bersilaturahmi ke beliau-beliau itu.
    Mereka salah satu penjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.”

    Mughni :
    “Ketika jadi Santri, saya nakal sekali.
    Saya merasa malu kepada beliau-beliau itu, Gus.”

    Gus Dur :
    “Saya beritahu kamu, kebaikan seorang Santri tidak dilihat ketika dia berada di Pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni.
    Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah santri yang baik.”

    Mughni :
    “Terima kasih, Gus.”

    Gus Dur :
    “Dunia tanpa pesantren, bagi saya adalah siksa.
    Bersyukurlah karena kamu pernah menjadi bagian di dalamnya.”

    Mughni :
    “Iya, Gus.”

    Gus Dur :
    “Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?”

    Mughni :
    “Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan.”

    Gus Dur :
    “Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah ‘mata’ Allah.”

    Mughni :
    “Waduh. Bagaimana contohnya?”

    Gus Dur :
    “Contohnya begini.
    Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada.
    Karena apa?
    Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakkan hati mereka untuk datang kepada saya.
    Jika saya tolak karena mereka bersalah, itu sama saja saya menolak kehendak Allah.
    Perlindungan saya kepada orang-orang yang disudutkan karena kesalahannya itu, bukanlah bentuk bahwa saya melindungi kesalahannya, tapi saya melindungi kemanusiaannya.”

    Mughni :
    “Duh..”

    Gus Dur :
    “Lebih jauhnya begini.
    Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Qur’an, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Qur’an.
    Jika kamu memusuhi orang yang berbeda Agama dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Agama.
    Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral.
    Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya.
    Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah.”

    Mughni :
    “Ya Allah..”