Tag: sorbansantri

  • Amien Rais Ancam Serukan Azan Hayya Alal Jihad, Sidang Habib Rizieq Sesat

    Amien Rais Ancam Serukan Azan Hayya Alal Jihad, Sidang Habib Rizieq Sesat

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Alasannya permintaan Habib Rizieq sidang secara langsung ditolak pengadilan. Amien Rais merupakan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI.

    Amien Rais ancam serukan jihad atau Hayya Alal Jihad jika Habib Rizieq mendapat perlakukan tak adil di pengadilan. Bahkan Amien Rais menyatakan sidang Habib Rizieq melanggar HAM atau hak asasi manusia.

    Hal itu diungkapkan Amien Rais dalam video berjudul “Jangan Sampai Keluar Seruan Hayya Alal Jihad” yang disiarkan melalui kanal YouTube-nya, Selasa (23/3/2021).

    Amien Rais menilai Habib Rizieq merupakan salah satu tokoh Islam terkemuka sehingga dia heran kenapa kriminalisasi terhadapnya terus berjalan bahkan berlanjut sampai pengadilan.

    Amien Rais mengungkit kejadian di Khasmir yang jangan sampai terjadi pula di Indonesia yakni berkumandangnya seruan Hayya Alal Jihad.
    “Saya cuma ingin menyampaikan, jangan sampai keluar dari lisan Pak Habib Rizieq itu misal ya seperti terjadi di Khasmir. Bagaimana orang India ketika terpojok lantas mengumandangkan Hayya Alal Jihad,” tukas Amien Rais.

    “Ini bukan dalam konteks azan, tetapi dari menara Masjid Khasmir terdengar seperti itu. Menimbulkan keberanian luar biasa, dan ketika kaum muslimin yang terpojok itu bangkit, kemudian seolah sudah apapun dikorbankan baik nyawa dan harta,” sambung dia.
    Amien Rais menerangkan, orang yang hendak menghina, menista, bahkan membunuh kaum muslimin kemudian mereda karena timbulnya keberanian.
    Lebih lanjut, Amien Rais mengaku tidak melihat dalam diri Habib Rizieq upaya untuk melakukan pemberontakan atau penggulingan kekuasaan.

    “Cuma ingin bagaimana negeri ini dibenahi, nilai-nilai agama Islam dimuliakan. Jangan sampai umat Islam mendapatkan diskriminasi atau demonisasi, seperti hantu yang ingin dimusnahkan,” tuturnya.
    (sumber)

  • PEMBUNUHAN2 ATAS PERINTAH IBN ABDUL WAHAB

    PEMBUNUHAN2 ATAS PERINTAH IBN ABDUL WAHAB

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ibnu Abd Wahab sendiri lahir tahun 1703 M di Najd sebelah timur Madinah sekarang utara Riyadh.
    حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا وكيع عن عكرمة بن عمار عن سالم عن ابن عمر قال خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم من بيت عائشة فقال رأس الكفر من ههنا من حيث يطلع قرن الشيطان يعني المشرق
    Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah yg berkata telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ikrimah bin ‘Ammar dari Salim dari Ibnu Umar yg berkata “Rasulullah keluar dari pintu rumah Aisyah dan berkata “sumber kekafiran datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan yaitu timur.
    (HR. Muslim).
    Dalam perjalanan sejarahnya kakak kandung ibnu Abdul Wahab yakni: “Sulaiman bin Abd Wahab mengkritik dan menolak secara panjang lebar tentang pemikiran adik kandungnya tersebut dalam kitab “as sawaiq al ilahiyah fi ar rad al wahabiyah (petir tuhan untuk wahabiyah). Adakah kakak kandung yang “kurang kenal tobi’at adik kandungnya”?
    Ekstremisitas pemikiran Wahabi dipicu oleh pemahaman yg mengacu bunyi harfiah teks al Qur’an maupun Hadits, menjadikan mereka kaum tekstualis, sehingga Wahabiyah sangat anti urf (tradisi), menolak tahlil, maulid Nabi Saw, barzanji, manaqib, dan sebagainya.
    Pemahaman tekstualis ala Wahabi pada akhirnya mengeklusi dan memandang orang² di luar Wahabi sebagai orang kafir dan keluar dari Islam.
    Mereka lupa bahwa keselamatan yg sejati tidak ditunjukkan dengan klaim² Wahabi tersebut, melainkan dengan cara beragama yg ikhlas, tulus dan tunduk sepenuhnya pada Allah Swt.
    Kekuasaan dakwah keagamaan Wahabi ditopang oleh kekuasaan Ibnu Saud (raja Saudi pertama) yg saat itu menjadi penguasa Najd. Ibnu Saud sendiri adalah seorang politikus yg cerdas yg hanya memanfaatkan dukungan Wahabi, demi untuk meraih kepentingan politiknya belaka.
    Ibnu Saud misalnya meminta kompensasi jaminan Ibnu Abdul Wahab agar tidak mengganggu kebiasaannya mengumpulkan upeti tahunan dari penduduk Dir’iyyah.
    Koalisipun dibangun secara permanen untuk meneguhkan keduanya. Jika sebelum bergabung dengan kekuasaan, Ibnu Abdul Wahab telah melakukan kekerasan dengan membid’ahkan dan mengkafirkan orang di luar mereka, maka ketika kekuasaan Ibnu Saud menopangnya, Ibnu Abdul Wahab sontak melakukan kekerasan untuk menghabisi orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.
    Pada tahun 1746 M, koalisi Ibnu Abdul Wahab dan Ibnu Saud memproklamirkan jihad melawan siapapun yg berbeda pemahaman tauhid dengan mereka.
    Mereka tak segan-segan menyerang yg tidak sepaham dengan tuduhan syirik, murtad dan kafir.
    Setiap muslim yg tidak sepaham dengan mereka dianggap murtad, yg oleh karenanya, boleh dan bahkan wajib diperangi.
    Sementara, predikat muslim menurut Wahabi, hanya merujuk secara eklusif pada pengikut Wahabi, sebagaimana dijelaskan dalam *kitab Unwan al Majd fi Tarikh an-Najd*.
    Tahun 1802 M Wahabi menyerang Karbala dan membunuh mayoritas penduduknya yg mereka temui baik di pasar maupun di rumah, termasuk anak² & wanita.
    Tak lama kemudian, yaitu tahun 1805 M Wahabi merebut kota Madinah. Satu tahun berikutnya, Wahabi pun menguasai kota Mekah.
    Di dua kota ini, Wahabi mendudukinya selama 6 tahun. Para ulama dipaksa sumpah setia dalam todongan senjata.
    Pembantaian demi pembantaian pun dimulai. Wahabi pun melakukan penghancuran besar-besaran terhadap bangunan bersejarah dan pekuburan, pembakaran buku-buku selain al Qur’an dan Hadits, pembacaan puisi Barzanji.
    Tercatat dalam sejarah, Wahabi selalu menggunakan jalan kekerasan baik secara doktrinal, kultural maupun sosial.
    Misalnya, dalam penaklukan jazirah Arab hingga tahun 1920-an, lebih dari 400 ribu umat Islam telah dibunuh dan dieksekusi secara publik, termasuk anak² & wanita.
    Ketika berkuasa di Hijaz, Wahabi menyembelih Syaikh Abdullah Zawawi, guru para ulama Madzhab Syafii, meskipun umur beliau sudah 90 tahun. Di sini, setidaknya kita melihat dua hal tipologi Wahabi yg senantiasa memaksakan kehendak pemikirannya.
    Pertama, ketika belum memiliki kekuatan fisik dan militer, Wahabi melakukan kekerasan secara doktrinal dan psikologis dengan menyerang siapapun yg berbeda dengan mereka sebagai murtad, musyrik dan kafir.
    Kedua, setelah mereka memiliki kekuatan fisik dan militer, tuduha² tersebut dilanjutkan dengan kekerasan fisik dan bahkan pembunuhan.
    Ironisnya, Wahabi ini menyebut apa yg dilakukannya sebagai dakwah dan amar maruf nahi mungkar yg menjadi intisari ajaran Islam???
    Membanjirnya buku² Wahabi di Toko Buku akhir-akhir ini, adalah merupakan teror dan jalan kekerasan yg ditempuh kaum Wahabi secara doktrinal, intelektual dan sekaligus psikologis terhadap umat Islam di Indonesia. Wahabi Indonesia yg merasa masih lemah saat ini menilai bahwa cara efektif yg bisa dilakukan adalah dengan membid’ahkan, memurtadkan, memusyrikkan dan mengkafirkan orang yg berada di luar mereka.
    Jumlah mereka yg minoritas hanya memungkinkan mereka untuk melakukan jalan tersebut di tengah² kran “demokrasi” yg dibuka lebar-lebar untuk mereka.
    Saya yakin jika suatu saat nanti kaum Wahabi di negeri ini memiliki kekuasaan yg berlebih dan kekuatan militer di negeri ini, mereka akan mengulang lagi sejarah , menggunakan cara-cara kekerasan dengan pembantaian dan pembunuhan terhadap sesama muslim yg tidak satu paham dengan mereka.
    Tercatat dalam sahih Buhari, Muslim, Rasulullah berdoa :
    “Ya Allah, berikan kami berkat dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: “Dan dari Najd, wahai Rasulullah”, baginda berdoa lagi: “Ya Allah, berikan kami keberkatan dalam negara Syam dan Yaman”, dan pada yg ketiga kalinya baginda bersabda: “Di sana (Najd-Riyadh sekarang) akan ada kegoncangan fitnah, serta di sana akan muncul tanduk syaitan.”. Dalam riwayat lain dinyatakan, dua tanduk syaitan.
    (Tarikh an Najd).
    Ada usaha “pembodohan” tarikh (sejarah) oleh orang² wahabiyah melalui medsos, dengan menisbatkan kelompok Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum disebut Wahbiyyah sebagai Wahabiyyah.
    Padahal Wahbiyah yg dinisbatkan kepada pendirinya yaitu Abdullah bin Wahbi ar-Raasibi (38 H), jika ditulis dengan bahasa Arab huruf Ha’nya tanpa alif dan disukun (اْلوَهْبِيَّةُ) sedangkan Wahhabiyyah jika ditulis dengan bahasa Arab, huruf Ha’nya disambung dengan alif sedangkan yg ditasydid huruf Ha’nya (الوَهَّابِيَّةُ), memiliki perbedaan yg sangat jauh baik sisi penulisan, bacaan, atau pun pada nisbah dan ajarannya.
    Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun disebutkan :
    “ Dan konon Yazid (khalifah penganti Muawiyyah) telah berhasil menghinakan kaum Khawarij dan menstabilkan kondisi Negara, maka negaranya menjadi tenang penuh hari-hari tentram dan suka di dalam ketenangan Abdul Wahhab bin Rustum yg termasuk kalangan Wahbiyyah “
    Dan dalam buku seorang sejarawan asal Prancis yang juga dijadikan hujjah oleh kaum Wahhabi dalam memanipulasi istilah Wahbiyyah ini yaitu Al-FIrak Fii Syimal Afriqiya, yg ditulis oleh Al Faradbil (1945 M) menyebutkan sebagai berikut :
    “ Dan sungguh mereka dsebut Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, sebagai pimpinan Khawarij ”
    Dari sini jelas bahwa Wahbiyyah atau Wahbiyyin nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar Rasibi yg juga ajarannya diikuti oleh Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, maka Wahbiyyah bukan dinisbatkan kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum ini melainkan nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar-Rasibi dan kelompoknya disebut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah…
    والله اعلم (abi sorban)
  • LBM PCNU SURAKARTA OPEN RECRUTMEN PERUMUS, MUSOHHIH, PENGURUS DAN TIM AHLI

    LBM PCNU SURAKARTA OPEN RECRUTMEN PERUMUS, MUSOHHIH, PENGURUS DAN TIM AHLI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam rangka membuka kesempatan kepada muslimin muslimat untuk berkhidmah ke Nahdlatul Ulama maka Lembaga Bahtsul Masail PCNU Surakarta dibawah pimpinan Kyai Ahmad Muhamad Mustain Nasoha mengadakan Open Recruitment Kepengurusan dengan formasi
    1. Perumus dan Musohhih
    2. Pengurus LBM Cabang dan MWC
    3. Tim Ahli.

    Gelaran Open Recruitmen ini dilaunching bersamaan dilaksanakannya Bahtsul Masail Kubro PCNU Surakarta ke 16 di Masjid Hamzah bin Abdul Mutolib Banjarsari, Surakarta pada Jumat, 19 Maret 2021.

    Dalam penjelasannya Ketua LBM PCNU Kota Surakarta yang akrab dipanggil Gus Mustain ini menyampaikan bahwa Rekruitmen ini terbuka untuk umum. Siapapun boleh dan bisa mendaftar asalkan memenuhi syarat.

    Adapun syarat-syarat pendaftar adalah sebagai berikut:

    1. PERUMUS/MUSOHIH LBM
    Syarat :
    – Memiliki Sanad / Ijazah Kitab Mahalli atau Kitab Fathul Wahhab atau Setingakatnya
    – Pernah ikut PKPNU atau jika belum, berkomitmen akan mengikuti PKPNU secepatnya
    – Lulus Seleksi Ujian berupa Nahwu, Sorof, dan Fiqih

    2. PENGURUS LBM Cabang
    Syarat :
    – Memiliki Sanad / Ijazah Kitab Fathul Qorib atau Fathul Muin atau Kitab Busyrol Karim atau Kitab Setingkatnya
    – Pernah ikut PKPNU atau jika belum, berkomitmen akan mengikuti PKPNU secepatnya
    – Lulus Seleksi Ujian berupa Nahwu, Sorof, dan Fiqih

    3. TIM AHLI
    Bidang yang dibutuhkan:
    Ahli Kesehatan ( Dokter, Dokter Spesialis, Apoteker dan lain lain ), Ahli Hukum Tata Negara, Pidana, Perdata, Acara dan Administrasi Negara, Ahli Kelautan dan Geologi, Ahli Psikiater dan Psikolog, Ahli Ekonomi, Ahli Fisika, Ahli Arsitektur, Ahli Pertanian, ahli Teknik, Ahli Astronomi, dan Ahli Antropologi.

    Syarat Tim Ahli:
    – Memiliki Ijazah sesuai bidang keahlian masing-masing
    – Pernah ikut PKPNU atau jika belum, berkomitmen akan mengikuti PKPNU secepatnya
    – Lulus wawancara

    Pendaftaran :
    25 Maret – 25 Mei 2020

    Bagi yang ingin mendaftarkan diri bisa menghubungi Ustadz Rahmad Al Bazzar 085640508723.

    Semoga kita semua diakui sebagai Santri KH. Muhammad Hasyim Asyari.

    (Muladi Mahardika ( Sekretaris LBM PCNU Surakarta )

  • Ruwah desa dan rutinan majelis dzikir sholawat rijalul ansor ranting Ngoro kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto

    Ruwah desa dan rutinan majelis dzikir sholawat rijalul ansor ranting Ngoro kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Pengajian umum dalam rangka ruwah desa yang dilaksanakan pada hari Sabtu malam (20/3) di halaman mushola al-ikhlas depan rumah kepala desa Ngoro, acara berjalan penuh hikmat pasalnya acara tersebut berkolaborasi dengan para gerakan pemuda Ansor dan majelis dzikir rijalul ansor ranting Ngoro yang dipimpin oleh ustad muslik.

    sebelum acara dimulai atau pra acara di isi dengan lantunan lantunan sholawat oleh Grup Al-Banjari dan santunan anak yatim piatu yang ada di desa tersebut, rasa haru pun menyelimuti suasana tatkala waktu pemberian santunan karena rata-rata mereka masih kecil-kecil sudah ditinggal pergi oleh orang tuanya menghadap sang khalik, tampak suasana begitu meriah ketika pembukaan diisi dengan lagu-lagu mars syubbanul Wathon, mars Ansor, dan mars Banser, yang di iringi oleh musik, dari panitia turut mengundang para alim ulama sesepuh desa dan kepala desa beserta jajaran perangkatnya, juga tampak hadir ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro sahabat saufi s.Kom ketua PAC rijalul ansor kecamatan Ngoro gus Sujono dan ustaz Yasin Basuni selaku penceramah agama serta seluruh elemen masyarakat desa Ngoro umumnya.

    dalam sambutan dari kepala desa Ngoro bapak Suryo Hartono mengatakan acara ruwah desa Ngoro sengaja dibarengkan dengan acara majelis dzikir dan sholawat dengan harapan ingin mengalap barokah dari para alim ulama agar desa Ngoro lebih makmur aman dari segala balak dan musibah khususnya dalam bencana pandemik seperti saat ini, masih kata kepala desa acara ini bertujuan untuk mempersatukan masyarakat dari tingkat bawah sampai atas agar selalu guyub rukun bersatu membaur dalam segala hal utamanya dalam kegiatan kegiatan desa.
    sambutan yang kedua dari ketua PAC GP ANSOR kecamatan Ngoro sahabat Saufi mengatakan bahwasanya beliau dan para pengurus merasa bahagia dan istimewa bisa diundang untuk menghadiri acara ruwah desa tersebut dan rasa bahagia itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata selain mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para jajaran pemerintahan desa Ngoro khususnya bapak kepala desa.

    memasuki acara inti pengajian umum yang disampaikan oleh Al Mukarom ustaz Yasin Basuni dari Mojokerto beliau menerangkan tentang Fadhilah dan keutamaan sholawat apalagi di bulan sya’ban saat ini kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca shalawat nabi karena sholawat juga bisa menjauhkan dari balak dan musibah, acara berakhir dengan pembacaan doa oleh beliau.

    acara berakhir tepat pukul 22.00, ruwah desa dan majelis dzikir berjalan dengan lancar dan sukses berkat kerjasama panitia juga pengamanan dari anggota BANSER satkoryon kecamatan Ngoro yang dipimpin oleh sahabat apiin.  (Hasan sorban)

  • PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sebanyak 18 Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) kabupaten mojokerto resmi dilantik masa bakti 2021-2024 pada hari minggu 21 maret 2021 di institut pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto. 

    Pelantikan PC ISNU Kabupaten Mojokerto ini diagendakan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi oleh Bupati Mojokerto Dr. IKfina Fahmawati dan Wakil Bupati terpilih Gus Muhammad al Barra, namun karena ada kepentingan lain Ibu Gubernur Jatim ini berhalangan hadir. 

    Meskipun demikian, acara pelantikan 18 PAC yang tersebar di seluruh kecamatan se kabupaten mojokerto yang diawali dengan sambutan oleh ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali dilanjutkan sambutan tuan rumah Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim.MA., berjalan dengan khidmat dan lancar sampai akhir acara. 

    Jadwal acara yang padat dan berisi berlangsung dengan penuh semangat peserta, setelah ishoma acara yang dihadiri lebih dari 100 orang sarjana NU Mojokerto itu langsung dilanjut dengan acara simposium kebangsaan bertema “Peran Sarjana NU dalam mewujudkan Mojokerto Maju Adil dan Makmur” dengan nara sumber Prof. Mas’ud Saidi dan Gus Muhammad al Barra. 

    “Kita sebagai sarjana NU Mojokerto harus siap dan mampu memaksimalkan diri berperan aktif dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat” Jawaban Prof. Mas’ud Saidi atas pertanyaan yang dilontarkan peserta saudara Kusmanuji ketua PAC ISNU Pacet, disambut riuh applause dari peserta. (Abdu Pct)

  • Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    SORBAN Infokom –

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Posted by Saifur Ashaqi

    Setelah menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib terkenal sebagai seorang pemimpin yang adil. Dikisahkan pada suatu hari putri Ali bin Abi Thalib yang bernama Zainab keluar dengan memakai baju dan perhiasan yang mahal harganya. Melihat putrinya itu, Ali bertanya kepada Zainab, “Dari mana kalung ini? Siapa yang memberimu?”

    Sambil menahan rasa takut, Zainab menjawab, “Saya ambil dari Ibnu Abi Rafi, kepala baitul mal.”

    Sebagai khalifah yang adil, Ali lalu memanggil Ibnu Abi Rafi. Setelah Ibnu Abi Rafi datang, Ali dengan nada marah bertanya, “Siapa yang menyuruhmu memberikan kalung ini kepada putriku?”

    Ibnu Abi Rafi menjawab, “Saya hanya memberikan perhiasan itu kepada putrimu, itupun hanya dipinjam untuk 3 hari, setelah itu akan dikembalikan.”

    Ali tetap tidak setuju dan berkata, “Apakah putriku dapat meringankan siksa Allah kepadaku, dapat memikul dosa-dosaku di akhirat nanti?”

    “Tentu tidak, wahai Amirul Mukminin,” jawab Ibnu Abi Rafi.

    “Karena itu, sekarang juga ambil kalung itu dari putriku dan kembalikan ke baitul mal. Jangan engkau ulangi lagi perbuatan seperti itu.” perintah Khalifah Ali.

    Wallahu A’lam

  • Sejarah Lengkap Penulisan Al-Qur’an (bag. 1)

    Sejarah Lengkap Penulisan Al-Qur’an (bag. 1)

    SORBAN Infokom-

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Posted by Saifur Ashaqi

    Diambil dari kitab “Manahilul ‘Irfan fi Ulumil Qur’an” karya Imam Az-Zarqani. Pengumpulan Al-Qur’an ditinjau dari segi penulisannya terjadi 3 periode : Pertama, pada masa Nabi saw. Kedua, pada masa sahabat Abu Bakar As-Shiddiq. Ketiga, pada masa sahabat Utsman bin Affan. Dan pada masa terakhir ini mushaf-mushaf telah berhasil disalin dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.

    Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Rasulullah saw.

    Rasulullah saw. mengangkat penulis-penulis wahyu manakala turun ayat-ayat Al-Qur’an dan memerintahkan mereka untuk menulisnya. Tujuannya adalah untuk mengukuhkan dan mengikat (menjaganya). Dan untuk menambah rasa percaya diri, hafalan, dan kehati-hatian pada kitab Allah Ta’ala, sehingga tulisan tersebut jelas lafadznya dan bisa ditulis lafadznya.

    Adapun mereka para penulis wahyu yang merupakan sahabat Nabi yang terbaik, di antaranya: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Muawiyah, Aban bin Sa’id, Khalid bin Walid, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Tsabit bin Qais, dan lainnya. Adapun Nabi saw. menunjuk mereka terhadap subjek yang ditulis dari surahnya. Dan mereka menuliskannya pada tempat yang mudah (mereka peroleh) yakni dari daun palm, batu, kulit atau kertas, potongan endoderm (jaringan bagian dalam kulit), tulang dari tulang bahu dan rusuk, kemudian tulisan tersebut disimpan di rumah Rasulullah saw.

    Demikianlah, berlalunya masa Nabi dengan selamat dan Al-Qur’an dikumpulkan dengan cara demikian. Bagaimana pun ia belum ditulis di atas mushaf.

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, “Apabila ada sebuah surah diturunkan kepada Rasulullah saw., maka beliau memanggil sebagian (sahabat) yang bertugas menulisnya dan bersabda : “Letakkanlah surah ini pada tempat yang disebutkan demikian dan demikian”.

    Dan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, “Pada masa Rasulullah saw. Al-Qur’an ditulis pada kulit atau kertas”. Dan adapun penyusunan tersebut (menjadi) pelajaran keteraturan susunan ayat-ayat berdasarkan bimbingan Nabi saw. dan dengan didasarkan atas ketetapan dari malaikat Jibril as. atas perintah Allah Azza wa Jalla.

    Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Sahabat Abu Bakar As-Shiddiq

    Peristiwa-peristiwa besar dan kesulitan-kesulitan yang terjadi telah membawa perubahan pada masa pemerintahan sahabat Abu Bakar As-Shiddiq. Diantaranya yaitu terjadinya perang Yamamah pada tahun 12 H. yang mana banyak para penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam pertempuran tersebut.

    Permasalahan ini ditanggapi serius oleh sahabat Umar bin Khattab, yang kemudian ia mendorong sahabat Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Hal tersebut dilakukannya karena dikhawatirkan Al-Qur’an dapat tersia-sia (tercecer), sebab banyaknya para penghafal Al-Qur’an yang meninggal dunia. Atas dasar dorongan sahabat Umar bin Khattab, Allah-pun membukakan hati sahabat Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an.

    Ia mendapatkan pencerahan dari Allah dalam mengerjakan pekerjaan ini, yaitu dengan mengangkat salah satu sahabat terbaik. yaitu Zaid bin Tsabit. Hal tersebut dikarenakan Zaid bin Tsabit merupakan sahabat yang memiliki kelebihan dibanding sahabat-sahabat lain, seperti beliau merupakan penghafal Al-Qur’an, penulis wahyu Rasulullah saw. dan juga turut menyaksikan Al-Qur’an dihadapkan kepada Rasulullah menjelang akhir hayatnya. Selain itu, Zaid bin Tsabit juga dikenal sebagai sahabat yang memiliki pendirian yang kokoh, wira’i, amanah, sempurna akhlaknya dan istiqomah dalam menjalankan agamanya.

    Dalam mengumpulkan Al-Qur’an, Zaid bin Tsabit menempuh jalan dengan sangat hati-hati, sabar dan menyusunnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh sahabat Abu Bakar dan sahabat Umar bin Khattab. Di dalam aturan tersebut terdapat tanggungan (aturan) yang mencakup kitabullah, dengan aturan yang patut baginya seperti penetapan (tasabbut/akurasi) yang tinggi dan kehati-hatian yang mendalam. Pengumpulan Al-Qur’an tidak hanya mengandalkan hafalan yang ia miliki, tidak pula dengan tulisan yang ia tulis dan apa yang ia dengar dari telinganya, akan tetapi lebih dari itu, ia berupaya semaksimal mungkin dengan rasa percaya diri, dengan mengacu pada dua hal pokok, yaitu:

    1.) Al-Qur’an yang ditulis langsung dihadapan Rasulullah saw.

    2.) Al-Qur’an yang telah dihafal oleh para sahabat

    Diantara kehati-hatian tersebut dibuktikan oleh sahabat Zaid bin Tsabit, bahwasanya ia sedikit pun tidak mau menulis sumber-sumber yang ada sebelum ia mendatangkan dua orang saksi bahwasanya Al-Qur’an yang ditulis benar-benar berasal dari Rasulullah saw.

    Berdasarkan peraturan yang bijaksana ini, penulisan dan pengumpulan Al-Qur’an selesai dilakukan dengan kemuliaan sahabat Abu Bakar, sahabat Umar bin Khattab, dan mayoritas para sahabat, serta kesepakatan umat. Sahabat Ali bin Abu Thalib berkata, “Orang yang mendapatkan pahala paling besar di dalam pengumpulan Al-Qur’an adalah sahabat Abu Bakar”. Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada sahabat Abu Bakar karena beliau merupakan pioner dalam pengumpulan Al-Qur’an.

    Al-Qur’an yang telah disusun oleh sahabat Zaid bin Tsabit dengan mendapatkan perhatian dan pertolongan yang lebih dari para sahabatnya, akhirnya diterima dan disimpan di sisi sahabat Abu Bakar, kemudian pada periode kekhalifahan Umar bin Khattab disimpan oleh beliau dan setelah sahabat Umar bin Khattab meninggal dunia, Al-Qur’an pun disimpan di rumah putri Umar bin Khattab, yaitu Hafsah yang mendapatkan gelar Ummul Mukminin. Pada periode selanjutnya Al-Qur’an yang telah berhasil dikumpulkan dijadikan pijakan oleh sahabat Utsman dalam penyalinan Al-Qur’an, sebagaimana keterangan berikut. (kalam ulama)

  • KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT MERAH

    KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT MERAH

    Berita SORBAN- Ketika rombongan Nabi Sulaiman a.s akan melintasi lembah yang ditempati sebagai sarang semut, dan Beliau menyeru kepada semut-semut itu agar berlindung. Atas kebijakan Nabi SUlaiman inilah semut-semut itu memberikan pujian kepada Nabi Sulaiman.

    Pada masa-kanak-kanak, Nabi Sulaiman sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian dalam mempertimbangkan dan mengambil suatu keputusan. Sebuah peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otak Nabi Sulaiman dibuktikan dengan kecerdasannya dalam memecahkan beberapa masalah.

    [irp]

    Salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Sulaiman adalah mengerti bahasa binatang. Suatu hari rombongan besar Nabi Sulaiman hendak menuju lembah Asgalan, dan rombongan itu terdiri dari Nabi Sulaiman dan umatnya, malaikat, jin serta binatang-binatang.

    Ditengah perjalanan, Beliau menyuruh rombongannya berhenti.

    “Berhentilah sejenak, kita beri waktu kepada makhluk ALlah untuk menyelamatkan diri,” ucap Nabi Sulaiman.

    “Wahai Nabiyullah, mengapa kita tiba-tiba berhenti di tengah jalan,” tanya salah satu rombongan.

    “Di depan ada lembah semut yang di dalamnya terdapat jutaan semut, mereka akan kusuruh untuk berlindung agar tidak terinjak oleh rombongan kita,” jawab Nabi Sulaiman.

    [useful_banner_manager banners=5 count=1]

    Dari jarak yang cukup jauh itu, Nabi Sulaiman nampaknya mendengar dialog Raja Semut yang menyuruh para semut untuk berlindung. Sungguh mukjizat yang sangat hebat sob, seseorang bisa mendengar pembicaraan hewan dari jarak yang jauh lagi, dialah Nabiyullah Sulaiman, Raja segala raja yang pernah hidup di dunia ini, dan tak pernah ada seorang rajapun di dunia ini sehebat Beliau.

    Pujian Semut.

    “Hai semut-smur, masuklah kalian ke dalam sarang agar selamat dan tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman,” ucap Raja Semut.

    [irp]

    Nabi Sulaiman tersenyum mendengar suara semut yang ketakutan itu.

    Ketika kaum semut itu tengah sibuk menyelamatkan diri, Nabi Sulaiman menyuruh kepada rombongannya untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Sungguh Anugerah Allah, meskipun diberi kekuatan hebat pun Nabi Sulaiman ini tidak pernah sombong, rasa syukur yang selalu Beliau ucapkan sob.

    Setelah beberapa saat berhenti, Nabi Sulaiman dan rombongannya kembali meneruskan perjalanan.

    Ketika melintasi lembah semut itu, Nabi Sulaiman dan rombongannya mendapatkan pujian dari Raja Semut. Kaum semut bersyukur karena sarangnya tidak rusak oleh rombongan Nabi Sulaiman.

    “Kami takjub kepada Nabi Sulaiman yang mengerti bahasa binatang, sehingga tidak ada satupun yang terbunuh diantara kami,” kata Raja Semut.

    [irp]

    Kisah ini merupak cuplikan dari ayat Al Qur’an surat An-Naml ayat 18 yang artinya,

    “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

    (QS. An-Naml: 18). (red-sorban)

  • Perjalanan “JOHN INDRA” Seorang Pejuang Gila BANSER

    Perjalanan “JOHN INDRA” Seorang Pejuang Gila BANSER

    Copas… John Indra

    Sorbansantri.com – JOHN sapaan akrab dari nama (JOHN INDRA) seorang diri melakukan perjalanan yang tidak dekat yaitu dari Dharmasraya,Sumatra Barat menuju Kab.Mojokerto provinsi Jawa Timur

    Cerita ini dimulai
    Minggu tanggal 7 Maret 2021 Pukul 10.30 WIB waktunya mau berangkat mencapai suatu keinginan untuk bisa diakui santri oleh Hadratus syeh Mbah Hasyim Azhari, walau hanya menjadi debu ditiang bendera NU.
    sebelum keberangkatan tekat sudah bulat, namun ongkos belum cukup untuk berangkat, karna ongkos baru dibayar uang muka syarat mendapatkan kursi.
    Disinilah rasa kawatir menghinggapi, ketegangan, ketakutan, namun dalam menuju loket Bus, seorang Sahabat mengajak untuk mampir dan minta ijin kepada Sepuh, yakni Abah sekaligus Guru yang selama ini membimbing saya.

    Dalam perjalanan ketempat beliau, ternyata beliau tidak berada dirumah, namun sedang menghadiri ijab kabul seorang insan untuk menunaikan salah satu Sunnah Kanjung Nabi Agung Muhammad SAW.
    tepat pada saat itu meminta untuk ditunggu sebelum saya melakukan perjalanan ke Mojokerto, dan tibalah saat yang ditumggu kurang lebih setengah jam, beliau keluar karna prosesi akad,telah selesai dilaksakan.
    Kemudian saya mohon ijin dan minta doa agar perjalanan ke Mojokerto lancar dan mendapat berkah

    Selaku seorang santri beliau, ketika bertemu dan berpamitan selalu mencium tangan beliau sebagai bentuk Ta’dhim kepada beliau, dan tidak disangka beliau mengeluarkan beberapa helai uang dari kantong beliau, dan itu ternyata cukup untuk melunasi kekurangan ongkos mobil Bus yang telah dipesan, setelah meminta ijin melanjutkan perjalanan,saya langsung diantar oleh Sahabat yang sebenarnya sudah tau dengan keadaan, namun tidak melihatkan kekawatirannya.

    Tepat pada pukul 11.45 WIB tiba diloket Bus, dan kebetulan bus tersebut mau berjalan, dan saya langsung menaiki Bus dengan gagahnya bak seorang pejuang tanpa ada rasa apapun.
    Dalam perjalanan, sesampai di lahat rintangan mulai kuhadapi, dengan matinya seluruh lampu karna hari sudah menunjukan pukul 18.30 WIB, sekitar kurang lebih 1 jam lampu Bus kembali menyala dan pak sopir melanjutkan perjalanan, malam berganti pagi, pada pukul 10.30 WIB kembali mengalami rintangan, Bus yang saya tumpangi tiba tiba….. dihantam oleh mobil truk yang mundur,tepat nya di daerah Rupit Sumatera Selatan, wah saya mulai kawatir, selang beberapa waktu urusan tersebut selesai, dan kembali Pak supir melanjutkan perjalanan,
    Hari Senin tgl 8 Maret 2021 pukul 14.00 WIB tibalah dipemberhentian yang ke 5 dirumah makan, disini saya sudah mulai getir, karna di beberapa tempat pemberhentian saya hanya pura-pura lupa akan lapar dan selalu diganjal dengan kopi, namun disini perut saya terasa lapar, teringat bahwa disaku saya masih ada beberapa sisa uang, dan saya beli mie gelas kayak yang lagi hacking aja nih he…he…

    Sedikit ada ganjel juga perut walau masih terasa lapar, tepat pada pukul 21.06 tiba di Bengkahuni tempat penyebarangan, hati saya yang ketir mulai terobati saat berada diatas dak kapal sambil menikmati perjalanan kurang lebih dua jam, bak seorang pejuang kesasar.
    Rasa kawatir, was-was mulai berkurang, menunggu sampai disebrang.
    Dalam perjalanan diatas kapal saya mulai teringat akan belahan hati yang selalu setia menemani buah hati kami Shiddiq dan Saidah, dan saya hanya berucap dalam hati “perjalanan Ayah ini adalah sebagian kecil perjuangan bagi orang lain, namun begitu berat bagi Ayah nak, namun Ayah hanya ingin mendapat barokah dan dianggap santri yang nantinya akan berguna bagi kalian”

    Wah Tepat pada pukul 23.00 WIB sudah dekat dan akhirnya sampai di pelabuhan Merak.
    Tepat pada hari Selasa tanggal 8 Maret 2021 pukul 05.00 WIB tiba di pemberhentian RM Indorasa Indramayu, seperti biasa ditempat pemberhentian sebelumnya, cari kopi dan rokok,disini saya mulai gelisah lagi, karna sebagian penumpang dioper,sementara saya tetap dimobil tanpa harus dioper, menurut cerita beberapa orang yang saya tanya, kalau tetap di mobil ini jarak yang akan ditempuh satu malam lagi, wah sementara kalau dioper lewat Semarang hanya menempuh waktu 2 sampai 3 jam, ini membuat pertanyaan bikin gelisah.
    Pukul 05.33 WIB Pak supir melanjutkan perjalanan.
    Pukul 10.30 WIB tiba di pemberhentian RM indorasa Grincing, seperti biasa, namun ada yang berbeda kali ini, pesanan agak sedikit berubah dari kopi hitam ke kopi susu, tapi tetap kopi Weh….Weh….

    Dak terasa, saya sudah melakukan perjalanan tiga hari tiga malam, ini merupakan perjalan yang lama saya tempuh, dan saya hanya bisa berdoa, agar saya tetap kuat akan perjuangan ini.
    Pukul 12.20 masuk kota Semarang, keluar dari tol masuk lagi tol, wah tol semua terimakasih Pak Presiden Joko widodo
    Pukul14.00 WIB tiba di Solo,Karanganyar, Sragen
    Sampai di Sragen pukul 16.05 WIB, dan saya dioper ke mobil lain yang menuju Lumajang, wah saya agak kaget karna kemungkinan saya akan diturunkan di terminal, ya sudahlah yang penting nyampe Mojokerto dulu, saya naik mobil operan dengan Nama Bus MILA, trayek Solo-Yogja, mobil Bus ini kecepatannya didalam tol beda dgn mobil saya yang pertama, mungkin ini mobil patas kali ya, pukul 16.36 tiba di Ngawi.
    Pukul 17.17 WIB Tiba di kota Madiun dan mampir di terminal Purboyo
    17.58 WIB tiba di Nganjuk dan mampir di terminal Nganjuk.
    Tepat pukul 19.30 WIB saya tiba di lokasi yang saya tuju, yakni Kantor PCNU Kab.Mojokerto, di sana saya merasakan kesenangan yang luar biasa. Karna saya sampai juga di lokasi tujuan dengan suka cita he….he..

    Hari ini Rabu tgl 10 Maret 2021 pukul 22.00 WIB saya ditemani oleh sahabat Banser melaksanakan ziarah ke Makam Syeh Djumadil Kubro, Syeh Djumadil Kubro merupakan Sesepuh dari Wali Songo, dan berharap semoga perjalanan saya mendapat ridho ALLAH SWT dan di dukung oleh para Masyayikh, Aamiin Ya Rabbal Alamiin

    Tanggal 11 Maret pukul 10.00 wib mulai skrening peserta sampai 24.00 WIB.tanggal 12 Maret pukul 08.30 Wib kegiatan pelatihan SUSPELAT 1 dimulai s.d 14 Maret 2021.

    SORBANSANTRI.COM

    Setelah usai pendidikan SUSPELAT 1 pada tanggal 14 Maret 2021, pukul 15.00 wib saya diantar oleh sahabat menuju Surabaya untuk menempuh lagi perjalanan jauh untuk pulang kembali ke Dharmasraya kampung halaman Tercinta.

    Tanggal 15 Maret 2021 pukul 20.22 Wib tiba di terminal K. Rambutan dengan kecepatan mobil yang sangat pelan, saya menyimpulkan harus turun dari mobil dan menuju PP GP ANSOR dan PBNU, Karna mumpung ada kesempatan dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam, saya sampai di Kramat raya, kebetulan ketua PW GP Ansor Sumatera Barat sdg berada di PP GP ANSOR melaksanakan kegiatan RAKERWIL.
    Pada tgl 16 Maret 2021
    Pukul 09.00 Wib, dalam kesempatan itu saya mampir ke gedung PP dan masuk ke dalam ruangan SATKORNAS dan saya mengabadikan dengan foto diruangan tersebut.
    Pada pukul 14.00 WIB, saya mengunjungi gedung PBNU dan dikesempatan tersebut saya bertemu dengan Sekjen PBNU Kiyai Helmi, dan dan meminta barokah untuk perjuangan saya biar tetap Amanah serta Barokah.

    Pukul 20.00 WIB saya menuju hotel ACASIA karna ada acara RAKERNAS PP GP ANSOR, disana saya menemui Ketum Gus Yaqut, dan mengabadikan dengan foto bersama. Disana jg saya bertemu dengan Gus Lo Rohman Bashori Alhamdulillah bisa ketemu dengan para panglima GP ANSOR.
    Pada tanggal 17 Maret 2021, tepat pada pukul 06.30 WIB saya berangkat menuju terminal Kebon Jeruk dengan tujuan ke Dharmasraya, dengan menggunakan jasa Gojek, dalam perjalan saya melintasi pusat kota, mulai dari Taman Proklamator, sampai saya melewati dan melihat tugu Monas yang katanya sebagai icon dari Ibu Kota Republik Indonesia di DKI Jakarta Pusat, dalam batin saya walaupun tidak berhenti untuk mengabadikan, minimal saya sudah melihat bahwa Tugu Monas memang sangat tinggi he…he…

    Tepat pada pukul 07.30 WIB saya naik bus ke merak karna di terminal Kebon Jeruk tidak ada mobil langsung ke Dharmasraya.
    Pukul 09.40 WIB saya tiba di Merak tepatnya di loket bus ALS, untuk melanjutkan perjalanan menuju Dharmasraya.
    Tepat pada pukul 10.41 WIB saya naik Bus Madu Kismo menuju Dharmasraya, disini saya mulai lega.
    Pukul 12.00, mobil yang saya tumpangi menaiki kapal di pelabuhan merak menuju Bakahuni.
    Pukul 14.30 WIB tiba di pelabuhan Bakahuni, mobil Bus yang saya tumpangi langsung tancap gas menuju Sumatera.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Tanggal 18 Maret 2021, pukul 23.30 wib saya sampai dirumah, yang dijemput oleh salah satu jendral kami di Sumatera Barat yaitu Heri Sulamto, terima kasih Ndan,
    Alhamdulilah, ketemu sama Ibu Negara Fajria Ningsih (istri saya) yang selalu setia mengurusi dan menjaga buah hati kami, M.Shiddiq dan Saidah Ismi Khadijah,

    SORBANSANTRI.COM

    Saya hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih sudah mendukung perjuangan saya.
    Perjuangan ini tak lepas dari dukungan dari :
    Ketua PW GP ANSOR
    Dr. Rahmat TK. Sulaiman
    Ketua PCNU Dharmasraya
    KH. Nurkholidin
    Firdaus. S.HI
    Wenadri.MM
    Ketua MWC Timpeh
    Kiyai Kusum
    Ketua PC GP ANSOR Dharmasraya
    Age Kurniawan, MM
    Sahabat
    TK Ori
    TK Mufti
    Ndan Heri Sulamto
    Ndan Sukarji
    Ndan Heru
    Ndan Heri
    Ndan Giyanto beserta sahabat yang lainnya 🙏🙏🙏🙏🙏

    (Jhon – Anwar sorban)

  • Perbedaan antara Salafi dan Wahabi

    Perbedaan antara Salafi dan Wahabi

    wp.sorbansantri.com – Mungkin sebagian orang masih bingung dengan istilah Salafi-Wahabi, dan apakah perbedaan dari keduanya. Untuk menjawab pertanyaan itu, marilah kita lihat penjelasan dari Allamah Habib Hasan Assegaf dalam kitab Salafi Wahabi. Beliau berkata:

    لا يقولون وهابية لأن هذا لقب صار مستشنعا

    “Tidak dikatakan kepada Salafi masa ini dengan sebutan Wahabi, karena julukan Wahabi ini telah menjadi stiqma negatif”. (Salafi Wahabi, Allamah Hasan Assegaf, Hal 20)

    Menurut penuturan Habib Hasan Assegaf as-Syafi’ie nama Wahabi telah menjadi stiqma negatif, sehingga untuk melancarkan misi dakwahnya mereka (para gembong Wahabi) membutuhkan baju baru, dan baju baru mereka itu bernama Salafi. Masih dalam kitab yang sama beliau berkata:

    الحقيقة أنه لا فرق بين السلفية و الوهابية فهما وجهان لعملة واحدة، فهم يعتقدون بنفس المعتقدات و الأفكار

    “Pada kenyataanya, tidak ada perbedaan antara Salafi dan Wahabi, karena keduanya (Salafi & Wahabi) memiliki misi satu misi, mereka pula memiliki keyakinan dan pemikiran yang sama”. (Salafi Wahabi, Hal 19)

    Dari penuturan di atas dapat diambil kesimpulan.

    -Salafi yang muncul di-era ini adalah Wahabi itu sendiri. Mereka menggunakan nama Salafi, untuk berkelit dan menyembunyikan identitas dari publik, dikarenakan stiqma negatif yang telah menempel pada istilah ini.

    -Salafi dan Wahabi adalah dua wajah, yang memiliki keyakinan dan pemikiran satu, bukan dua golongan yang berbeda”.

    Inilah daftar ustadz-ustadz Salafi Wahabi di Indonesia yang perlu diwaspadai, mereka memakai label ustadz-ustadz Sunnah untuk menipu kalangan awam.

    SORBANSANTRI.COM

    sumber