
Tag: sorbansantri
-

SUSAHNYA MENGHANCURKAN ISLAM DI NUSANTARA
SORBAN SANTRI- Alhamdulillah, akhir-akhir ini orang merasakan manfaatnya Nahdlatul Ulama (NU). Dulu, orang yang paling bahagia, paling sering merasakan berkahnya NU adalah keluarga orang yang sudah meninggal : setiap hari dikirimi doa dan tumpeng. Hari ini begitu dunia dilanda kekacauan, ketika Dunia Islam galau: di Afganistan perang sesama Islam, di Suriah perang sesama Islam, di Irak, perang sesama Islam. Semua ingin tahu, ketika semua sudah jebol, kok ada yang masih utuh: Islam di Indonesia.Akhirnya semua ingin kesini, seperti apa Islam di Indonesia kok masih utuh. Akhirnya semua sepakat: utuhnya Islam di Indonesia itu karena memiliki jamiyyah NU. Akhirnya semua pingin tahu NU itu seperti apa.Ternyata, jaman dulu ada orang Belanda yang sudah menceritakan santri NU, namanya Christia Snouck Hurgronje. Dia ini hafal Alquran, Sahih Bukhori, Sahih Muslim, Alfiyyah Ibnu Malik, Fathul Mu’in , tapi tidak islam, sebab tugasnya menghancurkan Islam Indonesia.Mengapa? Karena Islam Indonesia selalu melawan Belanda. Sultan Hasanuddin, santri. Pangeran Diponegoro atau Mbah Abdul Hamid, santri. Sultan Agung, santri. Mbah Zaenal Mustofa, santri. Semua santri kok melawan Belanda.Akhirnya ada orang belajar secara khusus tentang Islam, untuk mencari rahasia bagaimana caranya Islam Indonesia ini remuk. Snouck Hurgronje masuk ke Indonesia dengan menyamar namanya Syekh Abdul Ghaffar. Dia belajar Islam, menghafalkan Alquran dan Hadis di Arab. Maka akhirnya paham betul Islam.Hanya saja begitu ke Indonesia, Snouck Hurgronje bingung: mencari Islam dengan wajah Islam, tidak ketemu. Ternyata Islam yang dibayangkan dan dipelajari Snouck Hurgronje itu tidak ada.Mencari Allah disini tidak ketemu, ketemunya Pangeran. Ketemunya Gusti. Padahal ada pangeran namanya Pangeran Diponegoro. Ada Gusti namanya Gusti Kanjeng. Mencari istilah shalat tidak ketemu, ketemunya sembahyang. Mencari syaikhun, ustadzun , tidak ketemu, ketemunya kiai. Padahal ada nama kerbau namanya kiai slamet. Mencari mushalla tidak ketemu, ketemunya langgar.Maka, ketika Snouck Hurgronje bingung, dia dibantu Van Der Plas. Ia menyamar dengan nama Syekh Abdurrahman. Mereka memulai dengan belajar bahasa Jawa. Karena ketika masuk Indonesia, mereka sudah bisa bahasa Indonesia, bahasa Melayu, tapi tidak bisa bahasa Jawa.Begitu belajar bahasa Jawa, mereka bingung, strees. Orang disini makanannya nasi (sego). Snouck Hurgronje dan Van Der Plas tahu bahasa beras itu, bahasa inggrisnya rice, bahasa arabnya ar-ruz .Yang disebut ruz, ketika di sawah, namanya pari, padi. Disana masih ruz, rice. Begitu padi dipanen, namanya ulen-ulen, ulenan. Disana masih ruz, rice. Jadi ilmunya sudah mulai kucluk , korslet.Begitu ditutu, ditumbuk, digiling, mereka masih mahami ruz, rice , padahal disini sudah dinamai gabah. Begitu dibuka, disini namanya beras, disana masih ruz, rice . Begitu bukanya cuil, disini namanya menir, disana masih ruz, rice. Begitu dimasak, disini sudah dinamai sego , nasi, disana masih ruz, rice.Begitu diambil cicak satu, disini namanya upa, disana namanya masih ruz, rice. Begitu dibungkus daun pisang, disini namanya lontong, sana masih ruz, rice. Begitu dibungkus janur kuning namanya ketupat, sana masih ruz, rice. Ketika diaduk dan hancur, lembut, disini namanya bubur, sana namanya masih ruz, rice.Inilah bangsa aneh, yang membuat Snouck Hurgronje judeg, pusing.Mempelajari Islam Indonesia tidak paham, akhirnya mencirikan Islam Indonesia dengan tiga hal. Pertama, kethune miring sarunge nglinting (berkopiah miring dan bersarung ngelinting). Kedua, mambu rokok (bau rokok). Ketiga, tangane gudigen (tangannya berpenyakit kulit).Cuma tiga hal itu catatan (pencirian Islam Indonesia) Snouck Hurgronje di Perpustakaan Leiden, Belanda. Tidak pernah ada cerita apa-apa, yang lain sudah biasa. Maka, jangankan Snouck Hurgronje, orang Indonesia saja kadang tidak paham dengan Islam Indonesia, karena kelamaan di tanah Arab.Lihat tetangga pujian, karena tidak paham, bilang bid’ah . Melihat tetangga menyembelih ayam untuk tumpengan, dibilang bid’ah. Padahal itu produk Islam Indonesia. Kelamaan diluar Indonesia, jadi tidak paham. Masuk kesini sudah kemlinthi, sok-sokan, memanggil Nabi dengan sebutan “Muhammad” saja. Padahal, disini, tukang bakso saja dipanggil “Mas”. Padahal orang Jawa nyebutnya Kanjeng Nabi. (abi sorban) -

JENAZAH YANG HUTANGNYA DILUNASI JIBRIL

SORBAN SANTRI – Ketika Rasulullah SAW sedang duduk di gerbang kota Madinah, tiba-tiba ada jenazah yang hendak dishalati.
Kemudian beliau bertanya, “Apakah dia punya tanggungan hutang?”
“Ia mempunyai tanggungan hutang 400 dirham”, kata salah seorang Sahabat.
“Shalatilah jenazahnya! Aku tidak akan menyalati jenazah seseorang yang mempunyai tanggungan hutang 400 dirham dan belum dilunasi”, sabda Baginda Rasul SAW.
….
Selang beberapa lama kemudian, Malaikat Jibril turun dan mengatakan: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT membacakan salam kepadamu. Aku telah diutus berwujud seseorang dan melunasi hutang lelaki yang meninggal itu. Maka shalatilah jenazah lelaki itu, karena Allah telah mengampuninya!”“Bagaimana ia mendapat kekeramatan ini?”, tanya Nabi penasaran.
“Karena bacaannya. Setiap hari ia tak pernah lepas membaca surah al-Ikhlas sebanyak seratus kali. Dimana kandungan surah al-Ikhlas terdiri atas penjelasan sifat-sifat Allah dan pujian terhadap-Nya”, terang Jibril AS. (yusa Abdullah syah)
#referensi Kitâb al-‘Ushfûriyah, 16.
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
-

PENGUATAN KADER NU MELALUI WIRID

SORBAN SANTRI- Jum’at, 16 Oktober 2020. Sudah ke-8 kali giat rutin kader NU di Kecamatan Pacet Mojokerto melalui Wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB sebagai sarana benteng pertahanan semua kader NU yang berguna untuk pemantapan kader dalam mejaga ideologi ASWAJA Annahdliyah. Kitab yang ditulis oleh Syeikh Mahmud Muhtar Plambon Cirebon ini, berisi semua nama-nama waliyulloh dan harus dibaca secara jama’ah.
Untuk mewujudkan dalam menasionalkan kitab tersebut maka, Semua BANOM dan LEMBAGA NU sekecamatan Pacet Mojokerto seperti Ansor Banser Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dll berkumpul menjadi satu untuk membaca Kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Yang tersusun mulai dari Sambutan, Tawassul, Pembacaan Kitab, Mahallul Qiyam, Penjelasan Materi dalam penguatan kader dan yang terakhir ngobrol santai silaturrokhim antar kader.
Alhamdulillah., di Kecamatan Pacet Mojokerto ini sudah 8 kali diadakan belum genap satu bulan ini. Dan diharapkan bisa istiqomah dalam mengamalkan kitab tersebut dengan cara bergilir merata dari desa ke desa sekecamatan. Gerakan Giat Rutin TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini alhamdulilah sudah ada ranting yang melakukan giat tersebut.
Adapun tujuan dari wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini adalah sebagai sarana silaturrakhim antar kader NU biar tidak kocar kacir, tercerai berai dengan keadaan yang saat ini dirasa banyak yang masuk baik secara halus atau terang-terangan menyerang aqidah annahdliyah. Bahkan sudah banyak yang tersusupi secara tidak terasa walaupun itu didepan mata, entah itu karena kepentingan,ragu-ragu,balas budi, rayuan atau yang lain.
Semua kader NU dalam berkhidmat harus satu sanad, satu arah, dan satu komando dari pusat sampai tingkat ranting. Jangan menjadi kader NU yang punya kepentingan untuk dirinya atau golongan. Jangan menjadi kader NU yang ragu-ragu dalam berkhidmat, Jadilah kader NU yang kokoh menjaga ideologi dengan gerakan satu komando dari pusat sampai bawah. Apalagi dalam setiap pengkaderan sudah dibaiat.
NU itu organisasi besar, atas dasar isyaroh para wali begitu juga kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Mbah KH. Hasyim Asy’ari dalam mendirikan NU itu baru direstui oleh Mbah Kholil Bangkalan dan baru dapat jawaban setelah 1 Tahun, jadi NU itu bukan sembarang organisasi dan siapa yang merusak NU akan kualat. (abi SORBAN)
-

GIAT RUTIN GUBUK AL BAROKAH KWANGEN SIDOREJO JETIS MOJOKERTO
SORBAN JETIS -Kegiatan dan amaliyah warga Nahdiyin di Indonesia sangat beragam dan rata rata di lakukan secara berjamaah, seperti yang di lakukan oleh majelis dzikir wa ta’lim GUBUK AL BAROKAH yang berada di dusun Kwangen Sidorejo Jetis Mojokerto yang di asuh oleh ustadz MUSTAKIM S. Ag alumni PP LIRBOYO
Jamaah selain di ajarkan membaca AL QUR’AN dan kitab kuning ada kegiatan rutin yang di lakukan dua minggu sekali setiap hari Jum’at ba’da sholat isya’ yang di hadiri kurang lebih 150 jamaah dari warga sekitar

Ustadz MUSTAKIM S. Ag saat mengisi acara
Menurut keterangan dari pengasuh (ustadz MUSTAKIM) selain melatih jamaah untuk terbiasa berdzikir dan memahami hukum hukum agama ada harapan mudah mudahan dengan melakukan dzikir dan doa bersama sama hajat jamaah di kabulkan ALLOH SWT, serta terjalinnya rasa persaudaraan sesama jamaah

Jamaah istigosah putra

Jamaah istigosah putti
Ustadz MISTAKIM sempat mengatakan “kalau kita berdzikir sendiri sendiri di rumah agak berat untuk melakukannya oleh karena itu kita lakukan berjamaah, meskipun kadang kadang di saat melakukan dzikir di majelis ada yang sampai tertidur” kata beliau sembil senyum

Pengamanan BANSER
Saat team SORBAN hadir pada saat istigosah yang hadir ada ketua tanfidziyah NU Sidorejo ustadz MAHMUD BIKHORI dan beberapa personil BANSER yang ikut mengamankan jalannya acara
By: alim sorban
-

MENGHINA PEMIMPIN ADALAH KEBIASAAN KHOWARIJ
SORBAN SANTRI- Manusia diutus di dunia ialah sebagai khalifah (pemimpin) minimal memimpin dirinya sendiri. Sekali lagi, KHOLIFAH (pemimpin) bukan KHILAFAH ya gaes..Dalam mengemban tugas sebagai pemimpin diri sendiri, Begitu juga dengan kepemimpinan-nya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dari tingkat desa hingga keatas yg dipimpin oleh seorang presiden.Sosok pemimpin itu juga seorang manusia biasa yg tidak maksum dan tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan dalam menjalankan roda kepemimpinan. Ada sebagian kalangan langsung mencaci dan menghina pemimpin kala ia melakukan kesalahan ataupun kekeliruan.Jika pemimpin atau pemerintah melakukan kesalahan, tentunya ada prosedur tersendiri dalam memperingatkan atau mengkritiknya baik dengan perspektif hukum agama maupun hukum negara.Bisa dibilang, mereka yg kerap mencaci atau menghina pemimpin merupakan ciri khas manhaj kaum khawarij. Mungkin awalnya hanya sekedar mengkritik dan membeberkan aib pemimpin di atas mimbar, seminar, dan media-media lainnya, akan tetapi ujung-ujungnya membengkak hingga akhirnya berusaha memberontak pemimpin.Manhaj khawarij seperti ini menyelisihi petunjuk Rasulullah , karena mengingkari penguasa dan merupakan sumber segala fitnah atau kerusakan sepanjang sejarah peradaban islam.Bukti sejarah bahwa cara-cara seperti itu adalah cara yg digunakan para kaum khawarij berdasarkan riwayat Imam Tirmidzi dan selainnya dari Ziyad bin Kusaib Al-Adawi:“Saya pernah bersama Abu Bakrah di bawah mimbar Ibnu Amir yg sedang berkhutbah sambil mengenakan pakaian tipis.Abu Bilal berkata: Lihatlah pemimipin kita, dia mengenakan pakaian orang-orang fasiq.Abu Bakrah menegurnya seraya berkata: Diamlah, saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yg menghina pemimpin di muka bumi, niscaya Allah akan menghinakannya” (Lihat Shahih Sunan Tirmidzi: 1812 )Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan:“Qa’adiyyah adalah orang-orang yg memperindah pemberontakan kepada pemerintah sekalipun mereka tidak memberontak secara langsung”.Kemudian dalam sebuah ayat Allah berfirman:وَكَذلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظَّالِمِيْنَ بَعْضًا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأنعام : 129).“Demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang yg dzolim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yg lain disebabkan apa yg mereka usahakan”.(QS. al-An’am : 129).Dalam menafsirkan ayat di atas, al-Imam Fakhruddin al-Razi berkata:“Ayat di atas menunjukkan bahwa apabila rakyat melakukan kedzoliman, maka Allah akan mengangkat seorang yang dzolim seperti mereka sebagai penguasa.Sehingga jika mereka ingin melepaskan diri dari pemimpin yg dzolim tersebut, hendaknya mereka meninggalkan perbuatan dzolim.Diriwayatkan dari Malik bin Dinar: “Dalam sebagian kitab-kitab Allah , bahwasanya Allah berfirman:“Akulah Allah, Penguasa raja-raja di dunia.Hati dan ubun-ubun mereka berada dalam kekuasaan-Ku. Barangsiapa yg taat kepada-Ku, aku jadikan raja-raja itu sebagai rahmat baginya.Dan barangsiapa yg durhaka kepada-Ku, aku jadikan raja-raja itu sebagai azab atas mereka.Janganlah kalian menyibukkan diri dengan memaki-maki para penguasa karena kezaliman mereka.Akan tetapi, bertaubatlah kalian kepada-Ku, maka akan Aku jadikan mereka mengasihi kalian.”(Al-Imam Fakhruddin al-Razi, al-Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib, juz 13, hal. 159. Ibnu Abil-‘Izz al-Hanafi dalam Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah).Sebetulnya dari keterangan ayat di atas dapat ditarik benang merah sebagai berikut;Kita wajib meyakini bahwa pemimpin yg dipilih semata-mata adalah takdir Allah .Pemimpin yg dzolim ialah cerminan masyarakatnya yg juga dzolim.Anjuran bertobat bagi masyarakat atau rakyat dari kedzoliman mereka.Baca Juga: Apakah Isbal Dilarang?Begini Penjelasan Ahli Hadits.Karena meskipun seorang pemimpin itu dzolim, kita dilarang menghujat atau menghina pemimpin tersebut.Sebagaimana Sabda Rasulullah ﷺ sebagai berikut:مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن“Barangsiapa yg menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR at-Tirmidzi [2224], dan berkata: “Hadits hasan”).Hadits di atas memberikan pesan:Larangan menghina seorang pemimpin dan dianjurkan menasehati dengan baik serta bersabar atasnya.Maksud pemimpin dalam hadits tersebut, ialah setiap orang yg memiliki kekuasaan dan tanggungjawab terhadap kaum Muslimin seperti khalifah, presiden, amir, gubernur, bupati dan seterusnya.Allah akan menghinakan orang yg menghina pemimpin di dunia, karena telah berusaha menghina seseorang yg diberi kemuliaan oleh Allah.Di akhirat kelak Allah akan menghinakan orang yg menghina seorang pemimpin, hal itu karena telah durhaka kepada Allah.(Al-Imam Ibnu ‘Illan al-Shiddiqi, Dalil al-Falihin li-Thuruq Riyadh al-Shalihin, 3/124).Abu Usman az-Zahid mengatakan:“Nasihatilah para pemimpin, perbanyakkanlah doa untuk mereka agar mereka melakukan kebaikan dan kebenaran dalam beramal dan menjalankan hukum.Sesungguhnya jika mereka baik, maka akan baiklah rakyat.Hati-hatilah kamu!Jangan sampai kamu mendoakan keburukan atau melaknat mereka, kerana yg demikian hanya akan menambah kerusakan keadaan orang-orang Islam.Tetapi mintakanlah ampunan kepada Allah untuk penguasa (pemerintah dan pemimpin), semoga mereka meninggalkan perbuatan yg tidak baik, kemudian dihilangkanlah musibah dari kaum Muslimin”.(Al-Jamii Li Syu’abil Iman. 13/99. Al-Baihaqi. Cetakan Dar as-Salafiyah).Wajib dipahami bahwa sebenarnya Islam mengajarkan untuk bersikap santun dan taat terhadap pemimpin.Karena seorang pemimpin itu merupakan representasi dari rakyat atau masyarakatnya sendiri.Apabila masyarakatnya baik maka sangat mungkin pemimpinnya juga baik dan begitu juga sebaliknya.Maka dari itu, islam melarang untuk menghujat dan menghina pemimpin meskipun ia pemimpin yg dzolim sekalipun, karena hal tersebut termasuk mengindikasikan bahwa dirinya sendiri juga termasuk orang yg dzolim.Wallahua’lam Bisshawab. (Y.A.S.)● NB : Presiden & Wakilnya adalah wajah suatu bangsa, siapapun yg melempar noda tercorenglah seluruh negeri.Yg merebutnya secara paksa adalah pengkhianat bangsa, bagi warga negara yg berintregitas tinggi adalah melawan bibit makar.Jangan pernah lelah kita membelanya… -

Sunan Muria Raden Umar Said

SORBAN SANTRI- Salah seorang Walisongo yang banyak berjasa dalam menyiarkan agama Islam di pedesaaan Pulau Jawa adalah Sunan Muria. Beliau lebih terkenal dengan nama Sunan Muria karena pusat kegiatan dakwahnya dan makamnya terletak di Gunung Muria (18 km di sebelah utara Kota Kudus sekarang).
Beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya Raden Umar Said, dalam berdakwah ia seperti ayahnya yaitu menggunakan cara halus, ibarat menganbil ikan tidak sampai keruh airnya. Muria dalam menyebarkan agama Islam. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan dan rakyat jelata. Beliau adalah satu-satunya wali yang mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah dan beliau pulalah yang menciptakan tembang Sinom dan kinanthi. Beliau banyak mengisi tradisi Jawa dengan nuansa Islami seperti nelung dino, mitung dino, ngatus dino dan sebagainya.
Lewat tembang-tembang yang diciptakannya, sunan Muria mengajak umatnya untuk mengamalkan ajaran Islam. Karena itulan sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata daripada kaum bangsawan. Cara dakwah inilah yang menyebabkan suna Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwak tapa ngeli yaitu menghanyutkan diri dalam masyarakat. (abi sorban)
-

Ular Besarnya Keluar.. PKS mulai gerah : Segera Bebaskan Petinggi KAMI yang Ditangkap!

SORBAN SANTRI – PKS menyakini sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap polisi tidak akan mengarahkan massa untuk berbuat anarki dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. PKS meminta agar polisi membebaskan mereka.
“Karenanya segera dibebaskan saja 8 tokoh yang ditangkap itu,” kata Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).Menurut HNW, sejumlah tokoh KAMI yang ditangkap merupakan aktivis senior yang kritis. Karena itulah, HNW meyakini mereka tidak akan mengarahkan massa agar berbuat anarki.“Dan kemudian itu yang ditangkap-tangkap itu, Pak Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, itu kan mereka yang dikenal aktivis-aktivis lama. Aktivis-aktivis senior yang dari dulu mereka mengerahkan massa tapi tidak anarkis. Dari dulu mereka para aktivis yang orientasinya kritis dan tidak anarkis,” ungkapnya.Lebih lanjut, HNW juga meyakini kegiatan yang digelar oleh KAMI selalu meminta izin dari pihak terkait. Menurutnya, jika mereka yang bergelar kegiatan yang berizin justru difitnah hingga ditangkap, maka akan menghadirkan ketegangan di masyarakat.
“Jadi saya berkeyakinan dari 8 tuntutan perjuangan KAMI, dan tokoh-tokoh KAMI, dan kegiatan yang mereka gelar. Selama ini kan mereka yang mereka gelar kegiatan terbuka, minta izin dan sebagainya,” tutur HNW.
“Justru kalau itu dihalang-halangin, di-framing, difitnah, dibuat spanduk ke sana kemari, yang spanduknya juga fitnah, tokoh-tokoh ditangkap, nah ini akan membuat semakin menghadirkan ketegangan yang tidak diperlukan,” imbuhnya. (sumber)
-

Sunan Kudus Ja’far Sadiq

SORBAN SANTRI- Sunan Kudus menyiarkan agama Islam di daerah Kudus dan sekitarnya. Beliau memiliki keahlian khusus dalam bidang agama, terutama dalam ilmu fikih, tauhid, hadits, tafsir serta logika. Karena itulah di antara walisongo hanya ia yang mendapat julukan wali al-‘ilm (wali yang luas ilmunya), dank arena keluasan ilmunya ia didatangi oleh banyak penuntut ilmu dari berbagai daerah di Nusantara.
Ada cerita yang mengatakan bahwa Sunan Kudus pernah belajar di Baitul Maqdis, Palestina, dan pernah berjasa memberantas penyakit yang menelan banyak korban di Palestina. Atas jasanya itu, oleh pemerintah Palestina ia diberi ijazah wilayah (daerah kekuasaan) di Palestina, namun Sunan Kudus mengharapkan hadiah tersebut dipindahkan ke Pulau Jawa, dan oleh Amir (penguasa setempat) permintaan itu dikabulkan. Sekembalinya ke Jawa ia mendirikan masjid di daerah Loran tahun 1549, masjid itu diberi nama Masjid Al-Aqsa atau Al-Manar (Masjid Menara Kudus) dan daerah sekitarnya diganti dengan nama Kudus, diambil dari nama sebuah kota di Palestina, al-Quds.
Dalam melaksanakan dakwah dengan pendekatan kultural, Sunan Kudus menciptakan berbagai cerita keagamaan. Yang paling terkenal adalah Gending Makumambang dan Mijil. Cara-cara berdakwah Sunan Kudus adalah sebagai berikut:
a. Strategi pendekatan kepada masa dengan jalan- Membiarkan adat istiadat lama yang sulit diubah
- Menghindarkan konfrontasi secara langsung dalam menyiarkan agama islam
- Tut Wuri Handayani
- Bagian adat istiadat yang tidak sesuai dengan mudah diubah langsung diubah.
b. Merangkul masyarakat Hindu seperti larangan menyembelih sapi karena dalam agama Hindu sapi adalah binatang suci dan keramat.
c. Merangkul masyarakat Budha
Setelah masjid, terus Sunan Kudus mendirikan padasan tempat wudlu denga pancuran yang berjumlah delapan, diatas pancuran diberi arca kepala Kebo Gumarang diatasnya hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha “ Jalan berlipat delapan atau asta sunghika marga”.
d. Selamatan Mitoni, biasanya sebelum acara selamatan diadakan membacakan sejarah Nabi.
Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus. Di pintu makan Kanjeng Sunan Kudus terukir kalimat asmaul husna yang berangka tahun 1296 H atau 1878 M. (ABI SORBAN)










