Tag: sorbansantri

  • GP ANSOR SIDOREJO JETIS MOJOKERTO, berdzikir dan bersholawat untuk covid-19

    GP ANSOR SIDOREJO JETIS MOJOKERTO, berdzikir dan bersholawat untuk covid-19

    SORBAN JETIS – Pandemi covid-19 sudah melanda dunia hampir satu tahun, lebih dari 200 negara mengalami dampak yang sangat berarti karena pandemi covid-19 termasuk INDONESIA, dan semua lapisan masyarakat sangat menginginkan keadaan kembali seperti sedia kala

    Berbagai upaya pemerintah dan masyarakat sudah di lakukan supaya keadaan normal kembali, hampir semua masyarakat sudah mematuhi protokol kesehatan, termasuk sering cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak di setaip situasi, termasuk yang di lakukan sahabat sahabat GP ANSOR SIDOREJO JETIS MOJOKEERO saat melakukan kegiatan rutin

    Kali ini GP ANSOR SIDOREJO melakukan Dzikir dan sholawat di mushola al ihklas dusun ngaglik setelah sholat isyak(11/10/2020 ) semua yang hadir sebelum masuk ke lokasi harus cuci tangan dan memakai masker

    Menurut sahabat ISA KURNIAWAN salah satu pengurus GP ANSOR SIDOREJO mengatakan “kami semua kumpul di sini berdzikir dan bersholawat bersama serta berdoa mudah mudahan pandemi covid-19 segera teratasi dan keadaan bisa normal kembali”

    SORBANSANTRI.COM

    Gus ISA di dampingi BANSER sidorejo

    Saat team SORBAN memantau lokasi ada beberapa personil BANSER yang membantu mengondisikan jamaah untuk mematuhi protokol kesehatan, semua harus cuci tangan, pakai masker dan duduknya harus berjarak

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan Ta’mir Mushola Al-Iklas oleh Bpk. SABAR yang juga menjabat Wakel Katib di jajaran pengurus Ranting NU menyampaikan “segala sesuatu harus diawali dengan Niat yang Baik, jangan berandai andai apabila berjalan dan berjuang di jalan Allah, Allah pasti menjamin dan memudahkan langkah hambanya yang karena Niat tulus dan ikhlas. semoga para pemuda khusunya GP Ansor bisa istiqomah dalam menjalankan kegiatan MDS Dzikir dan Sholawat dengan lancar.

    By: alim sorban

  • SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI – Mantan kader partai Demokrat mengirim surat terbuka melalui media sosial, berikut Surat yang beredar dan sudah banyak dibagikan di media sosial Facebook atas nama Tito Gtsu.
    Kepada Yth
    Bp. Jend. (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC
    Presiden Republik Indonesia Ke – 6
    Di Puri Cikeas.
    Dengan Hormat,
    Teriring Do’a serta Salam, semoga Bapak beserta keluarga besar dalam keadaan sehat, panjang usia serta bahagia. Izinkan pada kesempatan ini saya sebagai Mantan Kader Partai Demokrat memohon beberapa hal kepada Bapak.
    1. Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Ir. H. Joko Widodo dan bukan Soesilo Bambang Yudhoyono lagi. Jadi dengan segala hormat, mohon Bapak berkenan diam dan serta tidak banyak nyinyir terhadap segala macam bentuk kebijakan yang dilakukan Pemerintahan Presiden Jokowi, baik dalam masalah luar negeri maupun dalam negeri. Saya mohon Bapak berkenan menjadi Negarawan Sejati yang baik, tidak mencampuri Pemerintahan lagi. Contohlah Almarhum BJ. Habibie Presiden Republik Indonesia Ke – 3 serta Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri Presiden Repblik Indonesia Ke – 5 yang tidak pernah nyinyirin pemerintahan Bapak sewaktu bapak menjabat sebagai Presiden RI.
    2. Berdasarkan Hasil Survei Lembaga Internasional milik Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) Yaitu Gallup Word Pull, Pemerintahan Presiden Ir. H. Joko Widodo menduduki PERINGKAT PERTAMA DUNIA sebagai Pemerintahan Paling Dipercaya Masyarakatnya, yaitu sebesar 80%. Dan Prestasi ini BELUM PERNAH Bapak capai saat Bapak menjabat Presiden Republik Indonesia.
    3. Organisasi Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ), Organisasi Kerjasama Islam ( OKI ) yang merupakan Organisasi Terbesar Kedua Di Dunia setelah Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) juga telah mengakui bahwa Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo sebagai 4 BESAR PEMIMPIN NEGARA yang PALING DISEGANI DI DUNIA setelah Donald Trump ( Presiden Amerika Serikat ), Vladimir Putin ( Presiden Rusia ), serta Ram Nath Kovind ( Presiden India ). Dan prestasi Presiden Jokowi ini BELUM PERNAH BAPAK RAIH saat 10 menjabat Presiden RI.
    4. Presiden Republik Indonesia Ir, H. Joko Widodo tercatat sebagai 13 Besar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia dari 500 Tokoh Muslim Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre ( RISSC). Dan prestasi inipun BELUM PERNAH BAPAK DAPATKAN selama 10 tahun Bapak menjadi Presiden Republik Indonesia 2004 – 2014.
    5. Suka atau tidak suka, 6 tahun Pemerintahan Jokowi jauh lebih bagus peningkatannya dibanding 10 tahun Pemerintahan Bapak sendiri. Bahkan tidak sedikit tokoh papan atas partai kita, saudara seperjuangan saya di Partai Demokrat masuk penjara karena kasus korupsi di masa kepemimpinan Bapak sebagai Presiden. Dari Muhammad Nazaruddin, Andi Alfian Malarangeng, Hartati Murdaya, Jero Wacik, Almarhum Sutan Bhatoegana, Angelina Sondakh, Amrun Daulay, Sarjan Tahir, As’ad Syam, Bahkan Ketua Umum Anas Urbaningrum masuk penjara. Dan hampir semuanya DPP Partai Demokrat, orang – orang dekat Bapak semua.
    6. Justru Bapak SBY harus belajar banyak tentang Kesabaran, Ketegaran, Kesederhaan, Ikhlas serta Kebijaksanaan pada Presiden Jokowi. Saat Mas AHY diserang netizen karena cuitannya yg nyinyirin Presiden Jokowi, Bapak SBY langsung ngamuk tidak karuan melalui medsos menyerang para netizen yang membully Mas AHY, bahkan menyalahkan Bapak Jokowi.
    Apa hubungannya dengan Bapak Jokowi ?
    Justru Mas AHY yang menyerang Presiden Jokowi sesaat setelah Mas AHY dilantik sebagai Ketum Partai Demokrat. Presiden Jokowi diserang habis – habisan dan bertubi – tubi oleh pembencinya, dikatain Komunis, Anak Haram, PKI, termasuk orang tuanya juga difitnah serta di bully habis – habisan. Bahkan saat Ibundanya meninggal, masih diserang fitnah.
    NAMUN Bapak Jokowi tidak pernah membalas, tidak pernah menanggapi dan tetap fokus bekerja untuk rakyatnya.
    Dari klausal 1 – 6 diatas, saya memohon sekali lagi pada Bapak SBY yang Terhormat, untuk berkenan menjaga wibawa, tidak lagi mencampuri permasalahan pemerintahan Jokowi.
    Jika ingin menyampaikan masukan ke Bapak Jokowi selaku Presiden, lebih elegan jika Bapak berkenan menyampaikan langsung kepada Beliau, baik bertemu sillaturahmi dan atau melalui telepon.
    Demikian surat terbuka ini saya sampaikan, karena bapak pernah menjadi Ketua Umum saya di Partai Demokrat.
    Terima Kasih
    Hormat Saya,
    Deka Surya Abadi
  • Rabu Wekasan Menurut NU

    Rabu Wekasan Menurut NU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Besok adalah malam Rabu Wekasan yaitu malam Rabu terakhir (wekasan) di bulan Shafar.
    Sebagian orang ahli ma’rifat termasuk orang yang ahli mukasyafah mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala’ (bencana) yang berjumlah 320.000. Kesemuanya diturunkan pada hari Rabu yang terakhir di bulan Shafar. Maka dianjurkan hari itu shalat 4 raka’at dengan 2 salaman,” katanya,

    Kiai Jamal menjelaskan, shalat yang dilakukan tersebut diniati dengan shalat mutlak.
    Pada setiap rakaat dalam shalat tersebut membaca
    Al-Fatihah sekali,
    surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali,
    surat Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq sekali dan An-Nas sekali.
    “Kemudian setelah salam membaca doa dan shalatnya tidak berjamaah. Tapi dilakukan bersama-sama di lokasi yang sama pula,” tambahnya.

    Tradisi Rabu Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan lain-lain. Bentuk ritual Rabu Wekasan umumnya dilakukan dengan shalat , berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturrahin, dan berbuat baik kepada sesama.

    Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (W.1151 H) dalam kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut Mujarrobat Ad-Dairobi).

    Anjuran serupa juga terdapat pada kitab Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (W. 970 H), Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.

    Keputusan musyawarah NU Jawa Tengah tahun 1978 di Magelang juga menegaskan bahwa shalat khusus Rabo Wekasan hukumnya haram, kecuali jika diniati shalat sunnah muthlaqah atau niat shalat hajat. Kemudian Muktamar NU ke-25 di Surabaya (20-25 Desember 1971 M) juga melarang shalat yang tidak ada dasar hukumnya, kecuali diniati shalat mutlak.

    “Shalatnya bisa di pagi (dluha) atau habis shalat maghrib,” pungkas Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini. (abi sorban)

  • LATBER 150 BANSER HUSADA (BASADA) JATIM DI PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO

    LATBER 150 BANSER HUSADA (BASADA) JATIM DI PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM
    KASATKORCAB Banser Kab.Mojokerto H.M Yunus

    SORBAN SANTRI- Pentingnya pembekalan dalam menjalankan kewajiban sebagai banser memang perlu ditingkatkan untuk masing-masing satsus agar dalam menjalankan tugas dilapangan lebih tanggap dengan masalah yang ada. Kali ini Minggu, 11 Oktober 2020 PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto mengadakan latihan bersama (LATBER) untuk satsus Banser HUSADA ( BASADA ).

    Latihan bersama kali ini diadakan di Aula Gedung PCNU Kabupaten Mojokerto dengan jumlah peserta 150 banser husada ( basada ) yang berasal dari PC Kabupaten dan Kota Mojokerto serta dari berbagai wilayah di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Trenggalek, Ponorogo, Madura.

    Acara latber yang di mulai dari pukul 07.00 – 14.00 wib tersebut, dihadiri oleh Ketua PCNU Kab.Mojokerto KH.Abdul Adhim Alwi, Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Gus Ali Moh Nasih, KASATKORCAB Banser Kab. Mojokerto H.M Yunus , serta Jajaran Pengurus Ansor dan Banser Kab. Mojokerto. Selain itu juga hadir tamu undangan dari pengurus Banser wilayah Jawa Timur.

    Dan sebagai pemateri dalam kegiatan Latihan Bersama banser Husada adalah Kasatsus BASADA Jawa Timur Sekaligus pemateri Ndan Anton Sujarwo, yang dalam penyampaian beliau lebih memperdalam bekal Banser Husada ( basada ) dalam mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan masyarakat. (abi sorban)

  • PENDAPAT SEBAGAIAN ULAMA’ TENTANG DEMO

    PENDAPAT SEBAGAIAN ULAMA’ TENTANG DEMO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tidak banyak ulama yang berani menyoroti hukumnya berdemonstrasi dalam islam. Sebab sebagian ulama ada yg sudah menganggap aksi demo itu ‘jihad’. Mungkin juga beberapa dari mereka takut dituduh fanatik anti-demokrasi karena melarang demo.

    Tapi hey, aksi demo itu cuma atribut demokrasi lhoo…bukan demokrasi itu sendiri. Banyak cara dalam sistem demokrasi untuk menyampaikan pendapat selain aksi demo. Bahkan di banyak negara eropa warganya jarang demo, kecuali para simpatisan partai berhaluan kiri atau komunis-marxis (yg memang aksi demo itu adalah modulnya) di Eropa.

    Pertimbangan para ulama yg melarang demo tak lain adalah MUDHARAT atau dampak negatif yg ‘mendompleng’ aksi demo itu sendiri seperti ditunggangi kelompok dg niat terselubung, dibonceng kelompok2 anarkis yg ingin mengail untung di dalam kerusuhan massal bakar2an, jatuhnya korban nyawa dsb

    Masih mau demo ?

    Hmm belajar aja deh yaa. Biar otak, akal dan lisan kamu tajam dan tidak tumpul seperti orasi mu atau mati seperti spanduk aksi mu

    “.. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.” (QS Yunus : 100)
    (abi-sorban)

  • Agama Perintahkan Lawan lewat Diplomasi Bukan Demo

    Agama Perintahkan Lawan lewat Diplomasi Bukan Demo

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Bila melihat penguasa yang kita anggap zolim, diperintahkan untuk : Menguasai masalah – Berwawasan – Bertutur kata – Santun. Ini semua disebut BERDIPLOMASI atau tabligh.

    Diplomasi itu penting karena dengag ini kita bisa mencapai win-win solution, menghindari kemudharatan dan memenangkan perang tanpa pertempuran dan jatuh korban.

    Bahkan ahli perang Tiongkok kuno, Sun Tzu mengatakan ‘Kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih sebelum pertempuran itu dimulai’

    Kalau belum sanggup berdiplomasi lalu kita kudu ngapain dong ? Ya belajar sih, menambah wawasan, mengasah keahlian.

    Pun kalo kita belum bisa berdiplomasi itu artinya memang kita belum memahami masalahnya dan belum waktunya bagi kita untuk memecahkan masalah itu. Kalau kita belum paham masalahnya lalu kebelet melakukan aksi yaa artinya kita sudah ditunggangi.

    Kalau cuma aksi bergerombol unjuk rasa, angkat spanduk, teriak2. Itu ngga perlu belajar, apalagi memahami masalah, siapapun bisa. Bahkan bocil medsos pun bisa. (abi-sorban)

  • Demonstrasi adalah praktik ajaran Komunis & Marxisme

    Demonstrasi adalah praktik ajaran Komunis & Marxisme

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Demonstrasi (aksi pagelaran massa) pertama kali dipopulerkan oleh Lenin, tokoh komunis Unisovyet. Di tahun 1917 Lenin memprovokasi kaum proletar (buruh) untuk mogok dan melakukan aksi protes melawan Kerajaan Tsar Rusia yg berkuasa saat itu selama berhari2 dan menebarkan kekacauan dan teror yg puncaknya adalah para buruh bersama Lenin melakukan pemberontakan bersenjata dan menggulingkan (kudeta) kekuasaan Tsar dan mendirikan Republik Unisovyet berhaluan Komunis-Marxisme, dengan menumbalkan korban di kedua belah pihak.

    Modus yg sama terjadi dalam berdirinya negara RRC di Tiongkok dan aksi2 massa PKI th 1965 di Indonesia dulu.

    Konon Ketua PKI DN Aidit dan Muso saat bergabung dg Komintern (Komunis Internasional) menjalani pembekalan di Unisovyet. Mata kuliah wajib yg mereka pelajari diantaranya metode pagelaran massa (aksi demo) dan teknik agitasi dan propaganda, yg menjadi ciri khas partai-partai berhaluan komunis-marxis di seluruh dunia.

    Metode aksi massa ini merupakan tafsiran Lenin atas ajaran Karl Marx (Marxisme) bahwa kemenangan kaum proletar (buruh) dapat terjadi hanya melalui benturan langsung atau pergulatan antar kelas – borjuis kapitalis vs proletar.

    Tidak dianjurkannya mahasiswa muslim untuk berdemo sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. yaitu barang siapa mengikuti suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tersebut. (abi-sorban)

  • KETUA PC GP ANSOR MOJOKERTO HADIR DALAM GIAT RUTIN KEBANSERAN

    KETUA PC GP ANSOR MOJOKERTO HADIR DALAM GIAT RUTIN KEBANSERAN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-Sabtu, 10 Oktober 2020. Untuk kesekian kalinya Satkoryon Banser Kec. Pacet melakukan giat rutin manaqib banser serta Sharing keBanseran yang harus ada untuk maksimalnya jalannya organisasi.
    Kali ini Musholla Pandan Sili Dsn.Treceh Ds.Sajen menjadi tempat berlangsungnya kegiatan tersebut yang disertai dengan selamatan tumpengan adanya pengurus Ranting yang baru.

    Dalam kegiatan tersebut sempat hadir Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Sahabat Gus Ali M. Nasih untuk memberikan wawasan dalam penguatan IDEOLOGI yang harus dijaga, dari hulu sampai hilir harus satu barisan, satu komando dalam gerakan karena ANSOR hari ini adalah tanggung jawab kita.

    Untuk pesta demokrasi yang akan diadakan 9 Desember 2020, kader-kader Ansor Banser harus bisa memilih pemimpin yang bisa memberikan manfaat besar untuk organisasi bukan untuk pribadi dan kepentingan kelompok. Kita pertahankan IDEOLOGI kita, Kita ramaikan Masjid-masjid kita, dengan kegiatan Amaliyah-amaliyah Annahdliyah. IDEOLOGI itu nomor satu dan menjadi dasar dalam menjalankan organisasi dan beragama.

    Beliau juga berpesan agar dalam rapat atau group group whatsapps, Jangan apatis dalam menyikapi setiap kegiatan seperti yang sudah banyak dan jadi budaya adalah kata PASRAH. Hal yang seperti itu tidak dianjurkan dalam membahas dan merencanakan kegiatan. Kader Ansor Banser diharapkan punya gagasan dan ide untuk keberlangsungan dan kelancaran setiap kegiatan.

    Pasrah (Ngepas No Arah) itu cuma ada 4 :
    1. Satu garis lulus dengan guru
    2. Satu arah dengan Orang tua
    3. Satu Jalan dengan Rosulullah SAW
    4. Pasrah terhadap Alloh SWT

    Mudah-mudahan realita dalam keAnsoran keBanseran masih 1 Barisan, 1 Komando dan semua sahabat-sahabat diluangkan waktunya oleh Alloh SWT dan diberikan rizki yang barokah sehingga bisa istiqomah dalam setiap kegiatan. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (abi sorban)

  • Sunan Kalijaga Raden Sahid

    Sunan Kalijaga Raden Sahid

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Said. Ia juga memiliki sejumlah nama panggilan seperti Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban atau Raden Abdurrahman. Beliau merupakan putra Raden Sahur putra Temanggung Wilatika Adipati Tuban. Terdapat beragam versi menyangkut asal-usul nama Kalijaga yang disandangnya.

    Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kalangan Jawa mengaitkannya dengan kesukaan wali ini untuk berendam ‘kungkum’ di sungai (kali) atau “jaga kali”. Namun ada yang menyebut istilah itu berasal dari bahasa Arab “qadli dzaqa” yang menunjuk statusnya sebagai “penghulu suci” kesultanan. Raden Sahid sebenarnya anak muda yang patuh dan kuat kepada agama dan orang tua, tapi tidak bisa menerima keadaan sekelilingnya yang terjadi banyak ketimpangan, hingga dia mencari makanan dari gudang kadipaten dan dibagikan kepada rakyatnya. Tapi ketahuan ayahnya, hingga dihukum yaitu tangannya dicampuk 100 kali sampai banyak darahnya dan diusir.

    Setelah diusir selain mengembara, ia bertemu orang berjubah putih, dia adalah Sunan Bonang. Lalu Raden Sahid diangkat menjadi murid, lalu disuruh menunggui tongkatnya di depan kali sampai berbulan-bulan sampai seluruh tubuhnya berlumut. Maka Raden Sahid disebut Sunan Kalijaga.

    Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dalam rangka penyebaran Islam, antara lain dengan wayang, sastra dan berbagai kesenian lainnya. Pendekatan jalur kesenian dilakukan oleh para penyebar Islam seperti Walisongo untuk menarik perhatian di kalangan mereka, sehingga dengan tanpa terasa mereka telah tertarik pada ajaran-ajaran Islam sekalipun, karena pada awalnya mereka tertarik dikarenakan media kesenian itu. Misalnya, Sunan Kalijaga adalah tokoh seniman wayang. Ia tidak pernah meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian wayang masih dipetik dari cerita Mahabarata dan Ramayana, tetapi di dalam cerita itu disisipkan ajaran agama dan nama-nama pahlawan Islam. (abi sorban)

  • PESANTREN ITU URUNG DIBAKAR DI PAPUA

    PESANTREN ITU URUNG DIBAKAR DI PAPUA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Cerita berawal dari profesi saya sebagai penjual ayam, yang alhamdulillah lumayan sukses. Banyak masyarakat Papua, baik pendatang maupun asli sana yang jadi pelanggan ayam saya. Namun, dalam menyembelih ayam-ayam itu, mereka masih belum dikatakan sempurna secara syar’i.
    Dari situlah awal saya memberikan sedikit demi sedikit arahan soal menyembelih hewan. Alhamdulillah banyak yang meniru. Di Papua sini komunitas muslim sangat minoritas. Sebetulnya banyak kelompok Islam baru yang bermunculan, namun berhaluan keras. Sehingga masyarakat asli merasa terusik dan tentu tidak begitu tertarik atas kehadiran mereka.
    Karena itulah ketika kami membangun Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (PPMQ) di Papua Barat, mereka mengira bahwa kami sama dengan komunitas muslim garis keras yang tidak simpatik kepada orang Papua dan juga adat Papua. Berkat pertolongan Allah, alhamdulillah lama-kelamaan mereka mengetahui siapa kami dan bahkan mau belajar Al-Quran kepada kami, yang hanya penjual ayam ini.
    Saya tidak punya ilmu Al-Quran sebaik dan sepandai sahabat-sahabat santri lain. Saya hanya bisa alif ba’, ta’. Namun semua aktivitas mengajar Qur’an kami lakukan dengan ikhlas, sesuai nasihat Romo Kiai Yusuf Masyhar.
    Awal berdiri, semua menolak kehadiran PPMQ Al-Qalam. Bahkan dari pihak lintas gereja pun menolak keras (maaf, saya ngetik ini sambil menangis karena ingat waktu itu). Majelis Rakyat Papua juga menolak.
    Kami dikepung. Tempat kami dikelilingi berbagai macam sajam, tombak, panah, parang dan lainnya, hendak mengusir kami dari bumi Papua. Mereka pun merangsek masuk ke dalam pondok, ke ruang utama. Di saat itulah mereka melihat logo NU, foto Gus Dur, Kalender Tebuireng dan MQ, serta foto Mbah Hasyim dan lainnya.
    Melihat semua itu, kepala suku besar berteriak ke orang-orang sudah siap dengan senjatanya di luar pondok, “Berhenti, kau punya pesantren ada hubungan apa dengan Tebuireng dan foto-foto ini?”. Saya hanya diam tidak menjawab. Kondisi saat itu benar-benar mencekam.
    Setelah itu, mereka meletakkan senjata semua. Duduk dengan hormat mengikuti kepala suku besarnya. Mereka berteriak, “Gus Dur… Gus Dur,.. kita punya orang tua… NU kita punya saudara…”. Ya Allah ya Rabb.
    Lalu mereka berkata langsung ke saya, “Pak ustadz, mulai detik ini kami yang menjaga pesantren ini, kami yang jaga”. Lalu mereka berteriak bersama-sama tanda mendukung.
    Alhamdulillah sampai detik ini pesantren kita berdiri, dengan dukungan mereka, sahabat kami semua, yang mengakui dan tunduk menghormati Gus Dur sebagai orang tua. Masyaallah. Terimakasih kepada kepala suku, Gus Dur dan NU.
    Sahabatku semua, ini kisah nyata yang kami alami di Papua Barat. Banyak yang belum saya ceritakan. Insyaallah lain waktu saja. Doa, berkah, serta ridho guru-guru kita di pondok pesantren sangatlah penting. Sekali lagi, berpeganglah pada Al-Quran dan berdakwalah dengan akhlak yang sejuk. Semua akan membantu.
    Darto Syaifuddin, pengasuh PP Tahfidz Madrasatul Qur’an Al-Qolam, Papua Barat, alumni Madrasatul Qur’an Tebuireng tahun 2000. (PRANOTO)