Tag: sorbansantri

  • SIKAP WARGA NU TERHADAP PKS HTI FPI

    SIKAP WARGA NU TERHADAP PKS HTI FPI

    SORBANSANTRI.COM
    SIKAP WARGA NU TERHADAP PKS, HTI, FPI

    SORBAN SANTRI- Kita ini kader NU dan kita tahu bahwa minhum (PKS, HTI, FPI dkk) itu ingin  Menghancurkan NU dan ingin menerapkan khilafah. Prinsip nya apapun yang datang dari mereka JANGAN PERCAYA!!

    Pegangan kita dalam hal pilihan politik: “Dawuh Habibana Luthfi bin Yahya, di mana ada mereka maka ambillah jalan seberangnya.”

    Pegang baik-baik dawuh beliau tersebut. Panduan kita dalam mencari kebenaran terkait situasi kebangsaan dan politik:

    “Jika kita ingin mengetahui kebenaran itu ada di mana? Maka lihatlah PKS ada di mana, kebenaran itu pasti ada di seberangnya (berlawanan dgn PKS).”

    Mereka sudah dikenal produsen Hoax. Sejak dr 2014 sampai sekarang mereka tidak berubah. Rentetan narasi ujaran kebencian, caci maki dan pelecehan telah sering mereka lakukan kepada Kyai-kyai NU dan NU.

    masih percaya mereka?

  • GERAKAN POLITIK SBY-AGUS DAN PKS SOAL OMNIBUS LAW, HADAPI JOKOWI DIDUKUNG BIN

    GERAKAN POLITIK SBY-AGUS DAN PKS SOAL OMNIBUS LAW, HADAPI JOKOWI DIDUKUNG BIN

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Banyak yang tak paham. Dikira BIN, TNI/POLRI diam dan melakukan pembiaran. Jokowi dikira takut lalu kabur ke Kalteng. Padahal ada skenario kejahatan para politikus yang harus dipahami publik. Aparat keamanan sudah mencium gelagat gerakan untuk membangun kerusuhan.
    Hoaks tentang UU Cipta Kerja sudah beredar seminggu lebih sebelum demo besar. Hoaks yang gagal di-counter oleh Tim Komunikasi Jokowi. Dari Kominfo sampai kementerian terkait gagal memenangkan perang komunikasi.
    Akibatnya, SBY-Agus dan PKS memainkan opini kepentingan. Kepentingan mereka. Lewat tangan proxy yang disebut buruh. Tidak semua buruh. Bahkan perusuh bayaran.
    Sejak dua pekan lalu telah beredar luas informasi terkait para dalang dan gembong gerakan anti UU Omnibus Law, sebagai tunggangan politik. Para pembuat onar baik di medsos maupun di lingkaran politikus dan politikus gelandangan serta kaum khilafah, sudah tampak.
    Namun, Pemerintah gagal menindaklanjuti informasi intelijen – gagal menerapkan pre-emptive measures. Gagal bertindak mencegah. Baru setelah isu hoaks UU Omnibus Law berhasil menghasut rakyat, Pemerintah sudah telat bertindak.
    Uang besar, kekuasaan, alat negara, gagal dimanfaatkan secara tepat karena carut marut kemampuan komunikasi publik yang berantakan. Kalah melawan kemampuan buruh seperti KPSI dalam membangun opini. Kenapa? Tidur kenyang menikmati kue kemenangan Pilpres 2019. Lupa akan kepentingan komunikasi yang elegan cerdas dan decisive. Komunikasi yang mencerahkan rakyat.
    Tak salah maka ketika Agus-SBY dan PKS memanfaatkannya. Tentu diikuti kaum khilafah, eks HTI, dan kadrun yang ikut bermain. Tujuan sama menggoyang Jokowi. Catatan SBY dan Agus serta kaum kadal gurun selalu bersinggungan. Kolaboratif. Catatan SBY memang suka bikin onar. Kompor.
    Demonstrasi 4/11/2016 yang disebut oleh SBY sebagai gerakan seperti Arab Springs. Gagal menjungkalkan Jokowi lewat 411, hanya berhasil menjungkalkan Ahok.
    Kini bapak-anak gagal bernama SBY-Agus kembali bikin ulah.Kini SBY-Agus memainkan Omnibus Law alias UU Cipta Kerja. Sentimen dan settingan dibangun dengan SBY dan Agus menarasikan kegagalan berjuang di parlemen. Agus sebagai fotokopi SBY pun menerapkan politik culas nan kotor. Seolah mereka berjuang menolak UU Cipta Kerja.
    Dengan uang bejibun Cikeas menggerakkan demo, mendukung demo persis seperti Anies yang ikut menyurakan aspirasi. Aspirasi penggerogotan wibawa pemerintah. Sejatinya SBY-Agus, berkolaborasi dengan partai berbalut agama PKS membangun kepentingan bisnis.
    Mereka sedang melindungi kroni mereka seperti eks boss Petral Muhammad Reza Chalid dan yang sedang ngumpet Hatta Rajasa. Karena bisnis besar mereka terancam dibabat habis di bawah Jokowi. Apalagi dengan UU Cipta Kerja, dalam persaingan bebas, mereka bisa rontok.
    Kenapa? Karena Omnibus Law mengatur memangkas lebih dari 1.200 peraturan yang menjadi ajang korupsi. Peraturan yang dibuat rumit sehingga melanggengkan korupsi. Tugas sangat berat Jokowi.
    “Omnibus Law atau UU Cipta kerja salah satunya adalah untuk pemberantasan korupsi,” kata Mahfud MD di Jakarta Jumat (9/10/2020).
    Setelah Netizen membongkar konspirasi persiapan demo Cikeas, bahkan secara khusus Agus memamerkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja lewat video, setelah demo besar gagal terlaksana pada 6 Oktober 2020. Dan, skenario kerusuhan besar pun gagal.
    Nah, lalu kenapa tampak TNI/Polri lebih persuasif dan tidak bertindak keras? Karena BIN, TNI/Polri sudah mencium gelagat skenario kerusuhan dengan biaya besar, seperti 411, sedang dipersiapkan. Para pendemo bayaran, kelompok radikal, dan perusuh telah siap untuk membakar Jakarta. Terbukti mereka membakar halte, pos polisi, kendaraan aparat.
    Terlebih lagi situasi PSBB dan Covid-19 akan menjadi titik serang media, ketika terjadi bentrokan all-out. Maka, tindakan aparat adalah menjaga jarak dengan demonstran dan perusuh. Titik-titik obyek vital dijaga dan gerakan massa dikelola di titik tertentu.
    Hasilnya? Bentrokan yang diharapkan gagal total. Dan, gagal pula SBY-Agus dan PKS menjadi pahlawan kesiangan. (Penulis: Ninoy N Karundeng).
  • Silaturahmi KH Thoifur Mawardi Purworejo di kediaman Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan

    Silaturahmi KH Thoifur Mawardi Purworejo di kediaman Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Rabu, 7 Oktober 2020 selepas Isya Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan kedatangan seorang tamu, ulama kharismatik dari kota Purworejo Jawa Tengan, alumni Abuya Sayid Muhammad Almaliki Mekkah, yaitu KH Thoifur Mawardi Purworejo.
    Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan terlihat sangat gembira dan senang sekali dg kedatangannya.
    Begitu beliau tiba dan duduk sejenak di ruang tamu, sudut atas, maka salah seorang abdi dalem beliau memberi tahu, maka beliau Maulana Habib Lutfi bin Yahya langsung beranjak dari kamarnya dan segera menemuinya. Dan ternyata memang kedatangannya itu tengah dinanti- nanti oleh beliau.
    Dua ulama besar yg saling menghormati dan saling menyintai, satu dari kalangan kyai yg satu dari kalangan dzurriyah nabi saw, persis seperti yg pernah terjadi dan dialami pada sahabat Ibnu Abbas dan zeid bin Tsabit ra.
    Kedatangan KH Thoifur Mawardi Purworejo di kediaman Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan disamping untuk silaturahmi, juga untuj membahas berbagai masalah yg berkaitan dg masalah umat, perjuangan dakwah dan lainnya, juga untuk mengantarkan sebuah kitab karya Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan yg usai disyarahi dan beri ta’liq oleh beliau.
    Pertemuan kedua ulama besar tersebut walaupun dalan waktu singkat dan tidak lama, yakni sekitar 2-3 jam, tapi terlihat sangat hangat penuh keakraban dan sejuk di pandang, petanda rahmat dan barokah Allah akan segera turun untuk keamanan dan keselamat negeri tercinta Indonesia ini, yg tengah dilanda berbagai macam masalah, penyakit dan lain sebagainya.
    Keduanya mengungkapkan berbagai cerita sejarah dan untaian ilmu yg sangat menarik, yg kami hanya dapat tercengang, sambil mendengar dan mencatatnya dg setia.
    Dari mulai cerita tentang sholawat, keampuhan membaca sholawat, sejarah nabi, makam para wali dari india, Mesir, Yaman, Mekkah hingga Indonesia, kaum Wahai, sejarah para pejuang Indinesia, hingga cerita tentang guru mereka berdua, yaitu Abuya Sayid Muhammad Almaliki Mekkah.
    Yang menarik adalah saat Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan menceritakan secara rinci tentang berbagai karomah Abuya Sayid Muhammad Almalik dan bagaimana kecintaan, perhatian, sayangnya Abuya Sayid Muhammad kepadanya, maka KH Thoifur Mawardi Purworejo menuturkan dg tegas, “Iya betul, kawan- kawan santri menceritakan hal itu semua kepadaku, Abuya Sayid Muhammad Almaliki Mekkah telah memperlakukan Maulana Habib Lutfi bin Yahya dg sangat istimewa dan luar biasa, dan beliau sangat cinta dan sayang dg Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan.” (Muhdor Ahmad)
  • Sunan Drajat Raden Syarifudin Atau Raden Qasim

    Sunan Drajat Raden Syarifudin Atau Raden Qasim

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Nama aslinya adalah Raden Syarifudin. Ada sumber lain yang mengatakan namanya adalah Raden Qasim, putra Sunan Ampel dengan seorang ibu bernama Dewi Candrawati. Jadi Raden Qasim itu adalah saudaranya Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Oleh ayahnya yaitu Sunan Ampel, Raden Qasim diberi tugas untuk berdakwah di daerah sebalah barat Gresik, yaitu daerah antara Gresik dengan Tuban. Di desa Jalang itulah Raden Qasim mendirikan pesantren.

    Dalam waktu yang singkat telah banyak orang-orang yang berguru kepada beliau. Setahun kemudian di desa Jalag, Raden Qasim mendapat ilham agar pindah ke daerah sebelah selatan kira-kira sejauh satu kilometer dari desa Jelag itu. Di sana beliau mendirikan Mushalla atau Surau yang sekaligus dimanfaatkan untuk tempat berdakwah. Tiga tahun tinggal di daerah itu, beliau mendapat ilham lagi agar pindah tempat ke satu bukit.

    Dan di tempat baru itu beliau berdakwah dengan menggunakan kesenian rakyat, yaitu dengan menabuh seperangkat gamelan untuk mengumpulkan orang, setelah itu lalu diberi ceramah agama. Demikianlah kecerdikan Raden Qasim dalam mengadakan pendekatan kepada rakyat dengan menggunakan kesenian rakyat sebagai media dakwahnya. Sampai sekarang seperangkat gamelan itu masih tersimpan dengan baik di museum di dekat makamnya. (abi sorban)

  • JIHAD NU ONLINE

    JIHAD NU ONLINE

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kita berharap kader NU menguasai medsos dan ilmu terkaitnya, untuk meluruskan hoax dan menebar fakta.

    Saat ini kita masih sangat minim kader yang punya pengetahuan luas tentang itu. Kita masih kalah dengan mereka kelompok Wahabi, Salafi, HTI, IM dan sejenisnya di bidang penguasaan IT, medsos dan informatika.

    Karena itu PBNU telah mengeluarkan seruan JIHAD NU ONLINE tuk melawan radikalisme di medsos.

    Sebagai warga NU kita wajib berperan serta berjuang di medsos sebagai salahsatu cara kita berkhidmat di NU. Kalau kita di dunia nyata tidak mampu berkhidmat di NU, maka cara lain berkhidmat di NU adalah berjuang di medsos (dunia maya).

    Tegakkan Islam, Aswaja dan kebenaran. Tegakkan adab dan akhlaq yang paling baik. Berantas segala hoax dan ujaran kebencian, dan kuasai IT, segala situs dan link di medsos.

    Gus Dur pernah berkata, “Akan saatnya kelak anak-anak muda NU akan berhasil menguasai segala bentuk medsos, teknologi dan informatika” (Grup Nahdlatul Ulama)

  • Khidmah kepada Guru untuk Keberkahan Ilmu

    Khidmah kepada Guru untuk Keberkahan Ilmu

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – ‘Ilmu bi ta’allum wal barakah bil Khidmah. Ilmu diperoleh dengan belajar, keberkahan Ilmu diperoleh dengan khidmah. Inilah salah satu slogan para santri dan asatidz di pesantren-pesantren. Slogan ini bukan sekedar slogan. Ia memiliki makna yang berusaha diwujudkan dalam proses pendidikan di pondok pesantren.

    Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

    ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

    ” Memperoleh Ilmu, Futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar Adabmu bersama Gurumu. Kadar besarnya Gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu “.(al Manhaj as Sawiy : 217)

    Para Ulama’ ahli Haqiqat mengatakan,”mayoritas Ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan baik antara murid dengan Gurunya”.

    Untuk memperoleh keberkahan Ilmu harus dengan khidmah. Bagian ini berisi dua kata kunci, yaitu berkah dan khidmah. Agar ilmu yang telah dipelajari berberkah, maka seorang penuntut ilmu harus Berkhidmah. Apa yang dimaksud berkah? Apa pula maksud Khidmah?

    Secara sederhana keberkahan Ilmu atau Ilmu yang berberkah dapat diartikan sebagai Ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang telah dipelajari dengan susah-payah memberi manfaat baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu itu membawa manusia mendekat kepada Allah, bukan malah menjauh. Jika suatu ilmu menjauhkan manusia dari Allah, itu ciri Ilmu itu tidak bermanfaat, walaupun ilmu itu misalnya, membawa kekayaan dan mengantarkan pelakunya kepada puncak popularitas.

    Keberkahan Ilmu ini kurang lebih sama dengan keberkahan harta. Harta yang berberkah adalah harta yang mendekatkan pemiliknya kepada Allah, bukan malah membuatnya semakin jauh dari Allah. Walaupun banyak, jika hanya menjadi sarana maksiat, menambah dosa, maka harta dapat disebut tidak berkah. Begitu pula Ilmu.

    Khidmah adalah satu satu cara meraih keberkahan Ilmu. Khidmah dapat diterjemahkan dengan pengabdian. Jadi seorang penuntut Ilmu adalah orang yang Mengabdi, baik kepada Gurunya, lembaga pendidikannya, atau kepada masyarakat pada umumnya.

    Tujuan utama dari Khidmah adalah untuk menciptakan hubungan batin yang kuat antara murid dengan guru dan mendapatkan Keridhaan Guru. Jika Guru sudah ridha kepada murid, itu alamat sang murid akan berhasil. Keridhaan Guru merupakan keberhasilan pertama murid.(abi-sorban)

  • NABI KHIDIR YANG MEMILIH GUS DUR JADI KETUM PBNU

    NABI KHIDIR YANG MEMILIH GUS DUR JADI KETUM PBNU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-Pada saat Gus Dur sedang cuci darah di Rumah Sakit, saya dan Lora Shaleh diperkenankan sowan dan masuk ke kamar Gus Dur yang sedang di rawat. Pada saat itu kurang lebih satu bulan Gus Dur pulang ke Rahmatullah.
    Kami berdua diterima oleh Gus Dur dan dipersilahkan duduk di kursi yang ada dan Gus Dur tetap berbaring dengan tangan di infus namun kondisi beliau terlihat sehat. Bahkan Gus Dur mengajak diskusi dan bercerita hal-hal yang lucu membuat kami tertawa. Sehingga kami cukup lama di ruang kamar tersebut.
    Gus Dur juga cerita bahwa pada saat Muktamar NU tahun 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, saat itu Gus Dur duduk bersama KHR. As’ad Syamsul Arifin. Sedangkan forum Muktamar NU telah memutuskan bahwa untuk menentukan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU dengan Ahlul Halli wal Aqdi tunggal yaitu KHR. As’ad Syamsul Arifin.
    Dengan keputusan itu tentu banyak kyai yang mengusulkan pada Kyai As’ad. Terkait dengan penentuan itu, kata Gus Dur, saya saat itu sedang bicara dengan Kyai As’ad, tiba tiba datang Kyai dari Malang dan langsung matur pada Kyai As’ad, agar Ketua Umum PBNU diberikan pada Kyai Tholhah. Spontan Kyai As’ad dawuh, “Tidak, Nabi Hidir baru saja meninggalkan tempat ini dan tetap menunjuk Gus Dur jadi Ketua Umum PBNU.”
    Kami yang mendengar cerita ini berfikir, berarti Nabi Khidir, Kyai As’ad dan Gus Dur sebelum Kyai dari Malang itu datang sedang bincang-bincang terkait siapa yang akan menakodai atau memimpin NU.
    Bila kita ambil filosofi sufi dari cerita ini; berarti Nahdlatul Ulama ini organisasi yang dijaga oleh para kekasih Allah SWT. Dulu Alm. KH. Hasyim Muzadi dawuh, NU ini punya komisaris, dan pengurus yang ada ini hanya direktur-direktur yang sewaktu waktu bisa ganti. Tapi sang pemilik NU akan selalu menjaga NU.
    Dari itu Alm. KH. Khatib Umar Sumberwringin dawuh pada saya, “Misbah , kamu jadi pengurus NU pegang kalimat ini; Sirrul wali bil wali wa sirrul Ulama’ bil Ulama. (Rahasia wali itu yang tahu hanya orang wali dan rahasia Ulama itu juga yang tahu hanya Ulama).”
    Cerita ini sebenarnya mengandung makna kita harus hati hati menjadi pengurus NU. Karena pengurus NU akan menjalankan amanah perjuangan Ulama yang nota bene pewaris para Nabi. Bila sikap dan Amaliah tidak sesuai dengan keinginan komisaris NU, khawatir ada keadilan Allah yang akan menimpa pada dirinya.
    Semoga para pejuang dan pengurus NU dari PB hingga Kelompok Anak Ranting NU senantiasa dalam hidayah Allah dan diberi kemampuan dan keistiqamahan menjalankan amanah perjuangan NU sesuai dengan Rel Khittah NU, dan tidak membawa NU ke ranah kepentingan yang tidak sesuai dengan cita cita perjuangan NU.
    Penulis: HM. Misbahus Salam, Pengasuh Yayasan RDS (Raudlah Darus Salam) Sukorejo Bangsalsari Jember.
  • KISRUH OMNIBUS LAW JANGAN SAMPAI DI TUNGGANGI OKNUM YANG BERTUJUAN POLITIK PRAKTIS

    KISRUH OMNIBUS LAW JANGAN SAMPAI DI TUNGGANGI OKNUM YANG BERTUJUAN POLITIK PRAKTIS

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Undang-Undang Cipta kerja yang baru saja di sahkan menuai polemik, banyak pro-kontra bukan hanya di kalangan elit parpol, bahkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun ikut menyoroti kebijakan tersebut, PBNU menilai kebijakan tersebut sangat sarat ketidakadilan bagi kaum buruh, perlu evaluasi tetapi dengan cara yang baik tidak Demonstrasi atau sampai mogok kerja, sementara di pihak lain seperti Bapak Dahlan Iskan menilai kebijakan tersebut cukup tepat sebagai titik awal kebangkitan ekonomi Indonesia disaat negara lain seperti vietnam, malaysia dan negara kawasan berlomba-lomba menarik investor, dan menurut Pakar Pemerhati Kebijakan Publik Bapak Trubus Rahadiansyah menilai kebijakan tersebut bisa menarik investor yang beberapa tahun ke belakang banyak yang memilih hengkang dari Indonesia, beliau juga menilai kebijakan itu bisa membuat perputaran investasi yang merata bukan hanya di kota-kota besar saja, tetapi akan menyasar ke daerah-daerah lain dalam memilih upah minimum regional daerah.
    Tidak sedikit pula yang menilai kisruhnya kebijakan ini sangat sarat campur tangan kepentingan politik yang menunggangi serikat buruh, seperti yang di beritakan Serikat buruh KSPN pastikan tidak akan terlibat dalam aksi mogok kerja nasional, banyak yang menilai jaringan buruh yang ngotot demo dan mogok nasional adalah jaringan buruh dari Said Iqbal (Kader PKS) yang sempat gagal di Pemilihan Legislatif, Bukan hanya itu saja, Gatot Nurmantyo yang sempat kontroversi tentang isu kebangkitan Komunis (PKI) pun mendukung Demonstrasi kaum buruh, termasuk mogok kerja nasional, Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwa banyak para ulama yang mendoakan beliau agar menjadi presiden untuk menyelamatkan Indonesia dalam acara jaringan KAMI yang sempat di tolak berbagai daerah tersebut.
    Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pun membuka suara kepada semua Serikat pekerja / buruh, bahwa mogok kerja bukan jalan yang tepat untuk menemukan solusi yang tepat.
    “Saya dengan antusias menunggu teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan.saya percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengan yang saling menenangkan”
    “Kita sedang berupaya menyalakan lilin, bukan menyalahkan kegelapan” ujar Ida Fauziyah (Kemenaker RI)
    – Haddi VJB | Aswaja Media
  • JIWAMU BEGITU BERSIH

    JIWAMU BEGITU BERSIH

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Tidak ada yang jauh lebih penting dari politik selain kemanusiaan.
    Belum kutemukan sampai hari ini.
    Presiden yang begitu santun dalam hargai agama .
    Belum kutemukan lagi tokoh kemanusiaan sepertimu.
    Kehadiranya begitu singkat tp penuh misteri contoh dari suri tauladannya.
    Yaa ALLoH….ampuni segala dosanya dan tempatkan beliau ketaman indah abadiMU.
    aamiin….
    Gus, susah kucari teladan sepertimu sekarang… Semuanya berpolitik hanya demi sebuah kekuasaan dan menyalurkan syahwat, hasrat dan cita-cita menjadi petinggi bangsa ini..
    Aku lelah Gus…., Doakan bangsa ini dari sana Gus, semoga bangsa ini akan selalu dalam lindungan Alloh Subhanallah Wa Taala.
    Tidak ada kekuasaan yang harus diperjuangkan mati-matian apalagi harus menumpahkan darah..
    Hari ini dan seterusnya, entah tragedi kemanusiaan apalagi yang akan terjadi. Perusakan dan anarkisme apalagi yang akan muncul. ( Yusa Abdulloh Syah )
  • Sunan Giri Raden Paku

    Sunan Giri Raden Paku

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishak dan ibunya bernama Dewi Sekardadu putra Menak Samboja. Kebesaran Sunan Giri terlihat antara lain sebagai anggota dewan Walisongo. Nama Sunan Giri tidak bisa dilepaskan dari proses pendirian kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Ia adalah wali yang secara aktif ikut merencanakan berdirinya negara itu serta terlibat dalam penyerangan ke Majapahit sebagai penasihat militer.

    Sunan Giri atau Raden Paku dikenal sangat dermawan, yaitu dengan membagikan barang dagangan kepada rakyat Banjar yang sedang dilanda musibah. Beliau pernah bertafakkur di goa sunyi selama 40 hari 40 malam untuk bermunajat kepada Allah. Usai bertafakkur ia teringat pada pesan ayahnya sewaktu belajar di Pasai untuk mencari daerah yang tanahnya mirip dengan yang dibawahi dari negeri Pasai melalui desa Margonoto sampailah Raden Paku di daerah perbatasan yang hawanya sejuk, lalu dia mendirikan pondok pesantren yang dinamakan pesantren Giri. Tidak berselang lama hanya dalam waktu tiga tahun pesantren tersebut terkenaldi seluruh Nusantara. Sunan Giri sangat berjasa dalam penyebaran Islam baik di Jawa atau nusantara baik dilakukannya sendiri waktu muda melalui berdagang tau bersama muridnya. Beliau juga menciptakan tembang-tembang dolanan anak kecil yang bernafas Islami, seperti jemuran, cublak suweng dan lain-lain. (ABI SORBAN)