SORBANSANTRI.COM

02/12/2021 10:33 AM / Sorban Santri

TERLALU…. Reuni 212 Tahun Ini Membuktikan Mereka Gak Punya Empati*

COPAS….!!
Alifurrahman – Seword

Sorbansantri. Com. Bagi saya, kelompok 212 ini adalah sekumpulan orang-orang yang tak punya hati dan maunya menang sendiri. Pokoknya kepentingan sendiri yang didahulukan, tidak peduli dengan hak orang lain. Mau menang sendiri.

Jika sebelumnya mereka hanya terlihat menutup jalan demi kepentingan demo, hari ini mereka semakin ditunjukkan keburukannya.

Rencana acara reuni 212 tahun ini memang terbilang yang paling buruk. Karena Rizieq ditangkap, Munarman ditangkap, dan donatur sudah tidak bisa lagi kirim logistik ke rekening para demonstran. Apalagi, kotak amal yang selama ini dicurigai adalah bagian dari biaya pergerakan juga sudah ditumpas habis dan diamankan.

Sontak panitia 212 terlihat kelabakan. Pemilihan tempat acara reuni sudah mirip seperti pemilihan lokasi balapan formula e. Pindah-pindah dan tidak jelas.

Semula mereka akan menggelar reuni di Monas. Tapi karena tidak diijinkan dan Monas belum dibuka untuk umum, maka mereka pindah ke patung kuda. Tapi di sana lokasinya tidak terlalu luas. Dan di sana pun mereka tidak dapat ijin juga.

Sebagai antisipasi, mereka menyiapkan tempat yang lebih aman. Yakni di pesantren adzzikra. Pesantren milik almarhum Arifin Ilham.

Pemilihan tempat ini sudah dilakukan jauh hari. Meski adzzikra bukan di Jakarta, tapi itu lebih logis dan masuk akal dijadikan tempat acara reuni. Karena memang massa terbanyak peserta 212 ada di Bogor.

Mengingat mereka sekarang juga tidak mendapat logistik, tidak dapat bus gratis, tidak dapat amplop dan nasi bungkus, maka kalau diselenggarakan di Bogor pasti akan menghemat anggaran.

Ibaratnya, kalau acara diselenggarakan di Jakarta, massa dari Bogor mungkin akan banyak yang berhalangan hadir. Tapi kalau dilaksanakan di Bogor, mereka lebih mudah datang. Jalan kaki pun sampai.

Akhirnya, untuk pertama kalinya, reuni 212 terlihat tidak berdaya. Sampai mereka harus menyiapkan tempat alternatif.

Padahal secara isu, mestinya sekarang lah waktu yang tepat bagi mereka untuk berkumpul dalam jumlah besar. Mestinya sekarang lah mereka marah dan berdemo besar-besaran. Karena Rizieq ditangkap, Munarman ditangkap, bahkan MUI dihajar habis oleh densus 88.

Tapi rencana reuni malah terlihat melempem. Tidak ada gairah. Tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa mereka sebenarnya tidak peduli dengan Rizieq Munarman atau siapapun itu. Jadi meski semua pimpinannya sudah ditangkap polisi, kalau tidak ada uang logistik, maka mereka tidak akan datang. Lalu taqdir Tuhan itu memang kadang unik. Entah ini kebetulan atau tidak, anak dari almarhum Arifin Ilham, Ameer Adzikra meninggal dunia di usia yang sangat muda. 20 tahun.

Ameer meninggal karena sakit liver beberapa hari sebelum acara reuni 212.

Sekarang pesantren Adzikra sedang dalam suasana duka. Para pengurus pesantren akhirnya menolak acara reuni 212 diadakan di pesantren. Surat ini secara jelas disampaikan kepada satgas dan panitia reuni.

Namun karena mereka ini mungkin emang ga punya hati, atau ga punya perasaan, mereka masih ngotot untuk menggelar acara kumpul-kumpul di masjid Adzikra.

Modusnya, acara reuni akan diganti dengan doa bersama untuk kepergian Ameer Adzikra. Luar biasa! benar-benar tak tau malu dan tak punya otak.

Karena alasan itu hanya akal-akalan saja agar mereka bisa kumpul-kumpul.

Pada dasarnya mereka tidak peduli dengan wafatnya Ameer Adzikra. Mereka juga tidak peduli dengan keluarga yang ditinggal. Cerita ini persis seperti para pendukung Ahok yang meninggal dunia di Jakarta dan tidak boleh dishalatkan di masjid. Persis. Mereka hanya peduli pada kepentingan pribadi dan politiknya, tidak peduli dengan kondisi dan mental orang sekelilingnya.

Kalau mereka waras. Mestinya tak perlu menunggu surat pemberitahuan dari pesantren. Mestinya mereka secara reflek membatalkan acara di pesantren Adzikra. Kalaupun mereka mau mendoakan Ameer, ya mestinya sudah datang kemaren. Bukan menunggu momen 212.

Tapi ya sekali lagi, dasarnya mereka ga punya otak dan perasaan, maka mereka hanya fokus pada kepentingan dan hajatnya sendiri, masalah orang lain lagi sedih dan sebagainya, kelompok 212 tidak peduli sama sekali.

Jadi pada akhirnya siapapun pendukung 212 mereka akan habis dilalap oleh pengurusnya, bahkan saat Riziq si tahanpun mereka tidak peduli sama sekali.

BEGITULAH KURA-KURA

(Tole Sorban) – RN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *