Penulis: Sorban Santri

  • Lailatul Ijtima’ MWC NU Jetis, Cermin Kokohnya Persatuan Jamaah

    Lailatul Ijtima’ MWC NU Jetis, Cermin Kokohnya Persatuan Jamaah

    Cyberaswaja.online|Jetis. Kekuatan sebuah jam’iyyah bisa diukur dari seberapa besar kekompakan jamaahnya dalam menjalankan amanat organisasi. Dalam NU, salah satu cara untuk memompa semangat dalam berorganisasi adalah dengan mengadakan acara Lailatu Ijtima’. Acara ini biasanya diikuti oleh semua Banom dan Lembaga NU di seluruh tingkatan.

    Inilah yang dilakukan oleh jajaran MWC NU Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Ketua MWC NU Kecamatan Jetis, H. Khoirul Amin, S.Sos, menyatakan kebanggaannya atas terselenggaranya acara lailatul ijtima’ ini. Menurutnya, lailatul ijtima’ ini sangat besar manfaatnya bagi seluruh warga Nahdliyyin Jetis. Karena dari kegiatan ini rasa ukhuwwah semakin tertanam, seluruh masalah dalam ranting tersampaikan ke MWC dan koordinasi dari PAC sampai Pengurus Ranting bisa maksimal.

    lailatul Ijtima MWCNU Jetis
    Foto: Jamaah Lailatul Ijtima MWCNU Di Masjid Al-ittihad Perning Kec.Jetis

    “Di Jetis sudah menjadi agenda rutin bulanan bergantian antar ranting. Bahkan biasanya jumlah jamaah Lailatul ijtima’nya terbanyak se kabupaten,” Ungkap Ketua MWC NU Kecamatan Jetis, H. Khoirul Amin, S.Sos, Senin (27/1/2020).

    Lailatul ijtima’ yang diadakan di Masjid Al Ittihad desa Perning kecamatan Jetis ini dihadiri sekitar 3000 warga Nahdliyyin baik dari kalangan muda maupun tua. Jajaran BANSER Satkoryon Jetis juga terlihat aktif ikut mengamankan dan mengatur lalu lintas jalan raya.

    “Kegiatan ini jelas sangat penting karena selain sholat dan doa bersama, jamaah juga memahami kondisi pergerakan NU, informasi yang dihadapi, sekaligus solusi terbaik untuk jamiyyah,”  imbuhnya. Adanya pertemuan seperti ini juga menambah wawasan jamaah dan semangat organisasi dalam membuat inovasi baru dalam pergerakan.

    lailatul Ijtima MWCNU Jetis
    Foto: Jamaah Lailatul Ijtima MWCNU Di Masjid Al-ittihad Perning Kec.Jetis

    “Apalagi di era milenial seperti ini. Banyak berita yang harus disikapi dengan bijak oleh warga NU. Agar tidak mudah terprofokasi dan menimbulkan perpecahan dalam tubuh NU,” Tegas Ketua MWC NU Kecamatan Jetis, H. Khoirul Amin, S.Sos.

    oto: Jamaah Lailatul Ijtima MWCNU Di Masjid Al-itihad Perning Kec.Jetisoto: Jamaah Lailatul Ijtima MWCNU Di Masjid Al-itihad Perning Kec.Jetis
    Foto: Jamaah Lailatul Ijtima MWCNU Di Masjid Al-ittihad Perning Kec.Jetis

    Puncak kegiatan Lailatul Ijtima’ adalah Mauidloh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Abdul jalil Umar Lamongan. Tampak hadir pada kegiatan tersebut KH. Sholihin (Rois Syuriyah), H. Usail (katib), KH. Mahrus Ali (PC LDNU Mojokerto), H. Imam Muslim (bendahara PCNU Mojokerto) dan seluruh ketua ranting NU beserta seluruh Ketua Banom dan Lembaga NU kecamatan Jetis.

    Penulis ; Ki Narto
    Editor : WG-Infokom
  • Kualitas Aspal Ataukah Cara Pengerjaan Yang Kurang Tepat

    Kualitas Aspal Ataukah Cara Pengerjaan Yang Kurang Tepat

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    -Di musim penghujan saat ini banyak keluhan oleh warga akibat rusaknya jalan raya baik jalan raya kabupaten, provinsi maupun nasional, tak banyak warga yang menjadi korban akibat jalan yang berlubang, ada yang luka ringan ada juga yang mengalami luka berat.

    Sudah beberapa kali kami menyampaikan keluhan ke dinas2 terkait atas keluhan warga ini, walaupun kami secara tidak langsung datang ke kantor dinas tersebut tapi kita sudah melaporkannya lewat medsos, betul mendapat respon dan langsung di tindak lanjuti oleh pihak terkait tetapi hasil kenyataan di lapangan tidak sesuai harapan yang kita rasakan.

    Contoh kecil kemarin kita mengajukan perbaikan jalan yang berlubang yang ada di jembatan jurangsari kecamatan ngoro kab mojokerto yang baru di tindak lanjuti oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur baru dapat beberapa hari belum sampai seminggu aspal yang buat menambal sudah pada mengelupas dan terjadi lubangan lagi.

    Di tempat lain sepanjang jalan nasional yang kemarin kita ajukan mulai dari jln tunggal pager pungging sampai di jln raya wilayah kecamatan ngoro juga sudah banyak yang mengelupas lagi bahkan ada lubang yang terlewati dan tidak katut dalam penanganan oleh @dinas pu bina marga jalan nasional.

    Harapan kami agar dari dinas pu bina marga provinsi dan nasional agar menurunkan tim survey lokasi seminggu setelah penanganan guna untuk mengecek hasil dari pekerjaan yang sudah di lakukan oleh para pekerja yang ada di lapangan, bila dari hasil survey di temukan ada kejanggalan baik dari bahan aspal atau cara pengerjaan yang kurang optimal mari di kaji ulang dan di evaluasi agar ketika terjun di lapangan hasil dari pekerjaan tersebut benar benar bisa berkualitas dan tidak terkesan mindon gaweni dan dari tim survey bisa mengecek jalan jalan mana sana saja yang perlu di tangani, kami dari RELAWAN LALU LINTAS (RELANTAS ISN) juga siap bila di suruh menunjukkan titik titik lokasi mana saja yang perlu di perbaiki kususnya di sekitaran wilayah ngoro dan pungging.

    Bagi para nitizen kami mohon untuk berkomentar secara bijak yang wajar wajar saja jangan sampai ada komentar yang saling menjatuhkan atau memojokkan, karna disini kita mencari solusi bukan saling membully instansi.
    (Hasan_sorban)

  • KOK ADA WARGA NU CABANG NASRANI?

    KOK ADA WARGA NU CABANG NASRANI?

    Oleh: Shuniyya Ruhama
    Murid Mbah Wali Gus Dur

    wp.sorbansantri.com -Dapat banyak pertanyaan dan keluh kesah beberapa sahabat tentang statemen Guru Mulia KH Said Aqil Siroj yang menyatakan , ” … Bisa dikatakan Pak Kapolri ini warga NU cabang Nasrani”.

    Seperti yang sudah diduga sebelumnya, statemen ini dipotong konteksnya dan diperkarakan secara ndakik-ndakik berlebihan dan dijadikan amunisi menyerang beliau secara pribadi.

    Padahal, jika orang tersebut memang kader NU beneran di tingkat akar rumput dan paham konteks, pasti sudah mafhum bahwa ini merupakan guyonan khas orang NU sebagai penghormatan dan perangkulan atas keberagaman.

    Kecuali jika memang dapatnya cuma potongan statemen yang sudah diberi narasi kebencian yang membuncah dan mengaduk-aduk sentimen keNUan, akan beda lagi masalahnya.

    Lha orang becanda kok dibahas serius amat becandaannya, lalu digoreng sedemikian rupa. Dan seperti biasanya, beberapa orang yang mengaku NU juga ikut-ikutan terprovokasi.

    Mendadak mereka seperti kehilangan logika yang sehat. Padahal semua paham bahwa orang NU beneran yang paling awam sekalipun pasti tahu bahwa NU itu Islam Aswaja. Lha wong yang ngaku Islam saja belum tentu bisa jadi NU, apalagi yang bukan Islam.

    Dan sebenarnya, candaan ini sudah biasa sejak jaman dulu kok. Mbah Wali Gus Dur pada era tahun akhir 1990an juga suka becanda yang model begini. Tapi gak ada yang ribut waktu itu.

    Salah satunya, dulu ada tokoh bernama Pak Bingki Irawan sesepuh agama Konghucu, pernah diperkenalkan Mbah Wali:

    “Pak Bingki ini orang NU, tapi belum bersyahadat”. Semua yang mendengar jadi tertawa dan menjadi akrab dengan Pak Bingki Irawan.

    Bisa jadi Mbah Said ini juga meniru guyonnya Mbah Wali Gus Dur yang sudah ada puluhan tahun silam. Tokh memang Mbah Said Aqil adalah sahabat sekaligus santri Mbah Wali.

    Bedanya, waktu Mbah Wali guyon, pendengarnya adalah Mbah Said dan generasinya sehingga menjadi konsumsi menambah cair suasana.

    Sedangkan saat Mbah Said guyon, yang dihadapi sebagian diantaranya adalah barisan awam yang gak sinkron antara semangat dan kapasitas ilmunya, jadi ya begitu deh.. (Abi sorban)

    Salam cinta NU..
    Salam cinta Indonesia…

  • KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    InfokomBanserNU- Membaca Sholawat Fatih 1 kali dihadiahkan kepada ahli qubur dengan niat supaya ditebus dimerdekakan dari neraka (fida’/’ataqoh), maka dimerdekakannya seketika
    (al-Yaqutah, hal.: 61).

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) semua bacaan tasbih, zikir, do’a yang terjadi di alam
    (Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Apabila semua bacaan zikir, shighot sholawat, dan do’a satu per satu masing-masing dari semuanya bila setiap harinya dibaca 100 000 kali selama 100.000 tahun, dan pahala semuanya dikumpulkan menjadi satu, maka tidak bisa menyamai pahala Sholawat Fatih 1 kali
    (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 70).

    SORBANSANTRI.COM

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) 600.000 kali lipat sholawatnya semua malaikat, manusia, dan jin sejak alam diciptakan hingga hari membacanya ditambah 400 perang Sabilillah
    (al-Yaqutah, hal. 59, dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271, dan Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Jika diumpamakan ada 100.000 umat, pada setiap umat terdapat 100.000 kabilah (suku), setiap kabilah 100.000 orang masing-masing hidup 100.000 tahun setiap harinya membaca sholawat kepada Nabi saw. selain Sholawat Fatih, dan semua pahalanya selama 100.000 tahun itu dikumpulkan, maka tidak akan bisa menyamai Sholawat Fatih satu kali (Jawahir al- Ma’ani, jilid I, hal. 117).

    Mendapat pahalanya semua bacaan tasbih, zikir, solawat, do’a semua makhluk, manusia, malaikat, dan jin dengan dilipatkan 6000 kali (Jawahir al-Ma’ani dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271).

    Apabila ada wali al-‘arif billah berumur satu juta tahun yang tidak membaca Sholawat Fatih, maka orang awam membaca sholawat Fatih 10 kali lebih banyak pahalanya dari pada wali tersebut (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 69 dan Bughyah
    al Mustafid, hal. 270).

    Wallahu a’lamu bisshowabi…

    Demikianlah, di antara keutamaan Sholawat Fatih, dan masih lebih banyak yang tidak mampu disebutkan, yang lebih tidak mampu dijangkau angan-angan karena luasnya fadhol Allah ta’aala.

    Semoga manfaat

  • UJIAN MENTAL, KEASWAJAAN DAN KEBANGSAAN MENJADI SARAT UTAMA KENAIKAN TINGKAT PSNU

    UJIAN MENTAL, KEASWAJAAN DAN KEBANGSAAN MENJADI SARAT UTAMA KENAIKAN TINGKAT PSNU

    wp.sorbansantri.com – Suasana pagi hari yang sejuk nampak gumpalan mendung menyelimuti langit sehingga menutupi cayaha matahari di pagi hari itu, tepatnya pada pukul 08.00. WIB. Tgl 31 Januari 2021.tampak para santri berpakaian Serba hitam dan di balut sabuk hijau yang terikat di pinggang (pakaian sakral PSNU Pencak Silat Nahdlatul Ulama) sedang berdatangan berkumpul di lapangan dusun sarirejo/ jalinan, Plososari, Puri, Mojokerto.untuk mengikuti acara ujian kenaikan tingkat dari sabuk strip polos ke strip putih.

    Ujian ini adalah ujian tingkat dasar sebelum Santri Pagar Nusa masuk ke jenjang berikutnya, mereka harus mengikuti ujian mental,materi ke aswajaan,materi kebangsaan,dan materi pencak silat. UKT pada tahun ini di ikuti oleh sekitar 30 peserta mulai dari usia 8 tahun sampai 12 tahun, hadir pula dalam acara tersebut dewan pengurus wilayah pagar Nusa Jawa timur yaitu H. Budi. Mbah Sumarno. Dan juga pengurus cabang kabupaten Mojokerto yaitu kang Hariadi kang Dedi dan Mbah Muslimin.tak ketinggalan para dewan pendekar dari berbagai ranting pagar nusa sebagi tim penguji juga datang di acara itu.

    Acara dimulai dengan jalan fisik keliling desa Plososari dari dusun jalinan ke makam Sayyid Mahmud Tirim Plososari, jalan fisik yang di lalui para santri PSNU cukup jauh sekitar 3 km baru sampai di makam Sayyid Mahmud tirim. Di sana mereka melakukan tawassul, istighotsah dan berdoa bersama agar mendapat ridho dari Allah Swt.

    Setelah istighotsah,mereka berjalan lagi, namun kali ini di buat beberapa kelompok untuk mengikuti tes dari tim penguji di setiap pos pos yang di laluinya.namun di tengah tengah ujian tes tiba tiba hujan lebat turun suasana makin seru karena diguyur hujan, dalam keadaan basah kuyup santri dan tim penguji tetap semangat. Jika para peserta sudah sampai pos terakhir mereka kembali berkumpul di lapangan dsn jalinan untuk mengikuti upacara dan menerima tausyiah serta penyematan sabuk oleh H Budi.

    Walaupun keadaan lapangan tergenang air karena habis di guyur hujan, H Budi tetap semangat dengan suara lantang berapi api menyampaikan pesan pesan moral tentang tujuan mengikuti pencak silat Nahdlatul Ulama.
    Bahwa mengitkuti pencak silat bukan untuk mencari musuh,bukan untuk kesombongan,bukan untuk adigang adigung,tapi harus mengedepankan akhlak mulia, rendah hati, tawadduk,taat, patuh, sopan santun baik kepada kedua orang tua,guru,dan sesama santri, sanggup menjaga ajaran Aswaja dan mengabdikan diri kepada bagsa dan agama. Setelah doa dan penutup para santri kemudian makan purakan ala santri.
    (Sorban Santri Rosyid).

  • HARLAH NU ke-94 OLEH MWCNU PACET MOJOKERTO

    HARLAH NU ke-94 OLEH MWCNU PACET MOJOKERTO

    InfokomBanserNU- Peringatan HARLAH NU ke 94 Tahun 1026-2020 H memberikan nuansa lain di Bumi Pacet Mojokerto. Dengan bertemakan “Meneguhkan Kemandirian NU untuk Perdamaian Dunia”. Deretan pengurus MWCNU Pacet Mojokerto hadir dalam peringatan Harlah NU ke-94 tersebut. 

    Acara yang diadakan Hari Jum’at 31 Januari 2020, dihadiri oleh semua jajaran pengurus MWCNU PACET MOJOKERTO serta warga dan didukung oleh banom-banom NU seperti Ansor Banser IPNU IPPNU FATAYAT MUSLIMAT Pacet, menambah semarak dengan suasana hikmat dalam tiap-tiap jalannya acara, yang dimulai dari Mars Ansor Lagu Indonesia Raya dan Gema Sholawat oleh anggota Ansor Banser Pacet.

    Hadir juga KH. ISKANDAR MUNIR sebagai Ro’is Suriah MWCNU PACET MOJOKERTO memimpin pembacaan Istighosah Dzikir yang dilanjut dengan Al Banjari dari sahabat Ansor dan Banser.

    SORBANSANTRI.COM
    RO’IS SURIAH MWCNU PACET MOJOKERTO – KH. ISKANDAR MUNIR

    Dalam acara HARLAH tersebut disisipkan perjalanan panjang sejarah NU di Pacet Mojokerto, yang dimulai dari slide foto dan video tentang NU di Pacet yang di pandu oleh Ustadz AGUS SANTOSO selaku sekretaris MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM
    SEKRETARIS MWCNU PACET MOJOKERTO – USTADZ AGUS SANTOSO

    Penyelamatan aset yang ada di Pacet harus segera diselamatkan seperti Masjid Musholla Pendidikan dan lainnya. Karena selama ini hanya memakai atasnama pribadi, tujuannya dari itu semua biar mudah mengkondisikan aset serta mengamankan waqof yang dapat dikelola penuh memakai atasnama MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM
    KETUA MWCNU PACET MOJOKERTO – H. M. YUSUF. S.Pd

    Acara tersebut berakhir sekitar pukul 23.00 wib dengan penutup Do’a oleh KH. Abdul Jamil yang dilanjutkan dengan ramah tamah berupa makan tumpeng. 

    Mengingat pentingnya acara tersebut, dalam menegakkan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, SATSUS BALANTAS ( Banser Lalu Lintas ) Pacet, mengawal jalannya lalu lintas demi keselamatan dan kelancaran Acara Harlah NU ke-94 di Gedung Graha NU Pacet Mojokerto. (red-AbiTsani)

  • VIRUS ANSOR MEWABAH KE SEKOLAH

    VIRUS ANSOR MEWABAH KE SEKOLAH

    InfokomBanserNU- Belajar berorganisasi pada saat sekarang ini memang sangat diperlukan, terutama untuk generasi2 muda yang kelak menjadi penerus bangsa. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa saat ini banyak organisasi yang justru menjerumuskan generasi muda kita kedalam lembah kesesatan.
    Menyikapi hal tersebut, MA Al Hidayah PUrwojati mengadakan kegiatan Penguatan Keorganisasian untuk Pengurus OSIS yang baru dilantik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Januari s/d 1 Februari 2020 dan diikuti oleh 30 siswa MA Al Hidayah Purwojati.

    SORBANSANTRI.COM
    Menurut Kepala Madrasah, Bapak Panggih Widodo, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan untuk memantapkan para Pengurus OSIS agar dapat menjadi organisator yang baik, dan tidak bertentangan dengan Pancasila.
    Dalam kegiatan ini, pihak MA Al Hidayah Purwojati mempercayakan pada PAC Ansor Purwojati untuk menghandle untuk memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa.

    Menurut Ketua PAC Ansor Purwojati, sahabat Yuslihudin, kegiatan semacam ini bernilai sangat positif bagi siswa2 ataupun generasi muda. Terlebih lagi, kegiatan ini juga dilaksanakan untuk menguatkan aqidah aswaja An-Nahdliyah serta menangkal radikalisme yang sekarang marak di Indonesia.
    Lebih lanjut, sahabat Yuslih menyampaikan bahwa kegiatan ini hendaknya bisa dilaksanakan oleh sekolah2 lain, agar nantinya tercipta generasi muda yang unggul, bukan hanya dalam bidang akademik, tp juga bisa meneruskan perjuangan generasi sebelumya yang beraqidah ahlussunnah wal jamaah anNahdliyah dan tidak bertentangan dengab Pancasila Dan UUD ’45. (ansor pejogol)
    #PCNUbanyumas
    #PCAnsorbanyumas
    #PACAnsorpurwojati
    #ACMbanyumas
    #ACMcikalpurba
    #Ansormedia

  • GEBRAKAN AWAL SORBAN PEDULI DI HARLAH NU KE-95

    GEBRAKAN AWAL SORBAN PEDULI DI HARLAH NU KE-95

    wp.sorbansantri.com – Minggu, 31 Januari 2021. Santunan yang dikemas dalam Sorban Peduli adalah bentuk sosial kemanusiaan yang dirasa sudah waktunya dilakukan, apalagi setelah mengkaji beberapa kasus kemanusiaan (khususnya Janda), mereka hampir tidak tersentuh dalam giat sosial yang apalagi janda-janda yang akan memperoleh santunan adalah mereka yang terdampak bencana banjir di Mojokerto.

    Mengingat gerakan sosial kemanusiaan tersebut masih dalam wacana tapi harus dilakukan maka, sorban santri membuat Komunitas Sorban Peduli yang kedepannya akan secara rutin dilakukan di wilayah kecamatan di kabupaten Mojokerto. Dan pertama kali difokuskan di daerah sooko mojokerto dan sekitarnya dan dipilih untuk janda yang memperjuangkan dalam organisasi NU sekaligus memeriahkan HARLAH NU ke 95.

    salah satu contoh Bu Sumiati yang mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Sorban Peduli atas bantuan yang sudah diperoleh. Bu Sumiati adalah istri dari pak darno yang merupakan salah satu penggerak ISHARI yang ada di mengelo sooko-Mojokerto.

    Data janda pejuang NU yang terkumpul dihasilkan dari PAC GP Ansor Sooko yang diserahkan pada Sorban Peduli Kamis (28/1). Dan nilai tambah dalam pelaksanaan penyalurannya yaitu diadakan Do’a bersama yang dipimpin oleh Ustad H M Rofiudin sebelum diserahkan. Dengan harapan agar para Donatur, Relawan dan Janda Pejuang NU, diberi kelancaran rejeki yang dipenuhi keberkahan.

    Banyak yang mendukung dan mensupport dari gerakan ini, ada yang dari kalangan media Online dan Cetak seperti sekilasmedia.com dan RepublikNews. Ada juga komunitas, Organisasi serta masyarakat umum. Pembina Sorban Peduli Gus Ali M Nasih berharap, apa yang telah dilakukan dalam Sorban Peduli ini bisa meluas gerakannya dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat bisa amanah dan  bermanfaat bagi yang berhak untuk kita perjuangkan ” Pungkasnya. (abi sorban)

    Data Donasi masuk dan zona amal Sorban Peduli bisa di lihat di SINI

  • Hujan Bukan rintangan untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat

    Hujan Bukan rintangan untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat

    Cyberaswaja.online|Pungging. Sungguh semangat yang luar biasa kita acungkan 4 jempol kepada para jama’ah dan penggemar Dzikir dan Sholawat pada hari Sabtu malam pukul 20.30wib sampai selesai. Meskipun hujan terus melanda mulai dari sore tadi tapi tetap semangat dan pantang menyerah para Jama’ah untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat.(01/02/2020).

    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor

    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor

    Kegiatan Dzikir dan Sholawat ini di adakan oleh LMDS-RA GP.Ansor PAC Kec.Pungging bersama MBS (Majelis Bronto Sholawat) dihadiri oleh para Ulama’ dan Umaro’ diwilayah Kec.Pungging serta dihadiri jamaah sekitar 1.500 orang.

    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
    Foto: Seni Sholawatan

    Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, terlihat BANSER sebagai Garda Terdepan Bangsa ini, juga menjaga untuk memastikannya kegiatan berjalan dengan baik. (Irul/infokom)

  • Abu Janda, Indonesia Membutuhkannya

    Abu Janda, Indonesia Membutuhkannya

    sorbanpeduli.com – Permadi Arya atau yang akrab disapa dengan Abu Janda adalah sosok pegiat media sosial yang telah mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia ini dalam melawan dan membasmi intoleran dan radikalisme di media sosial.
    Ancaman bunuh, pemenggalan kepala, hingga bullyan sudah menjadi sarapan sehari-hari baginya. Ia yang memilih zona tak nyaman dalam kehidupannya, itu yang membuat salut saya dan semua pejuang yang menghendaki Indonesia ini tetap merah putih, tetap Pancasila dan tetap dalam kebhinekaan.
    Eksistensi Abu Janda dalam proteksinya untuk bangsa Indonesia tidak kita ragukan. Dia punya khas dalam melawan segala bentuk intoleran dan radikalisme. Tentunya ada upaya melemahkannya. Dia harus tetap ada laksana benteng penyelamat. Dari banyak pernyataannya ia telah banyak membantu bangsa Indonesia ini bangkit, mengajak untuk bersemangat menjaga NKRI hingga menetralisir akun-akun sosial yang melakukan propaganda untuk memecah belah Indonesia.
    Apa yang terjadi dalam 2 hal tentang dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai adalah hal yang dipaksakan belaka. Kata evolusi tidaklah bermaksud pada teori Darwin, tapi evolusi yang mencakup perubahan. Adapun perubahan itu maknanya luas. Abu Janda sendiri telah menjelaskan bahwa evolusi di sini artinya perubahan pada pemikiran. Ya sebagaimana kita ketahui bahwa Natalius terkadang juga berlebihan dalam status-statusnya di media sosial.
    Kemudian masalah penyebutan Islam adalah agama arogan dalam satu statementnya bukanlah merujuk pada ajarannya atau entitas Islam itu sendiri. Tapi sejatinya adalah fokus memfilterisasikan sikap keberagamaan seorang muslim yang intoleran. Karena lanjutan dari pernyataannya adalah ada orang Islam yang mengharamkan kebaya, mengharamkan sedekah laut dll.
    Nah, apa yang disebutkan oleh Permadi Arya ini sangat bagus dan alhamdulillah viral pula. Yang ia katakan benar ada pola Islam yang dibawa itu sampai mengharamkan wayang, keris, beduk, marhabanan, maulid, Isra’ Mi’raj dsb. Bahkan mengkafirkan yang tak sepaham dengan mereka yang merasa Islamnya paling benar. Itulah sebabnya ia katakan tidak ramah jadinya.
    Di Alquran pun sendiri disebutkan misalnya dalam surat Al-Adiyat ayat 6, “Sesungguhnya manusia itu ingkar.” Ayat tersebut mengindikasikan bahwa kata manusia itu disebutkan secara umum tapi dimaknai khusus, artinya tidak semua manusia yang ingkar. Begitu pula ketika disebutkan Islam Arogan bukanlah keseluruhan Islam yang ajarannya rahmatan lil ‘alamin tapi Islam yang telah terpolarisasi di tangan muslim yang tidak menempatkan makna Islam sebagai agama damai sesuai definisi etimologinya. Seperti cara beragama wahabi dll.
    Ini merupakan kritik konstruktif sejatinya supaya jangan hiperbolik beragama sehingga membutakan nurani dan menghambat kecerdasan. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat An-Nisa’ ayat 171, “Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam beragama.”
    Saya sampaikan teruslah berjuang mas Permadi Arya seperti pahlawan yang terus mempertahankan benteng NKRI ini dari kadrun, intoleran dan radikalisme. (kang salim)