Penulis: Sorban Santri

  • INDAHNYA BERBAGI (ANSOR CANGGU JETIS)

    INDAHNYA BERBAGI (ANSOR CANGGU JETIS)

    Ditengah perekonomian yang tidak menentu tidak menyurutkan semangat sahabat sahabat Ansor ranting Canggu untuk berbagi . Di awal bulan Dzulhijjah 1441 H ini Ansor Canggu masih bisa melanjutkan program program organisasi selain program rutin MDS dan program lainya ..Bertepatan hari Ahad tgl 26 Juli 2020 bakda Isyak pendistribusian santunan yatim dan dhuafa di laksanakan di awali dengan kordinasi tim yang di komandoi oleh Gus Rofiq, Tidak ketinggalan acara tersebut juga di support oleh IPNU ranting Canggu , dalam hal ini sekaligus sebagai upaya pembelajaran kepada IPNU yang akan menjadi estafet perjuangan Ansor ..

    SORBANSANTRI.COM

    Gus Rofic saat membagikan sembako

    Dalam program kali ini Banom NU yang di pimpin Gus Darto ini bisa memberikan santunan kepada yatim piatu sebanyak 19 anak dan membagikan paket sembako kepada 16 kaum duafa .Salah satu penerima paket sembako ( Bu Mis ) sangat gembira ketika menerima bantuan tersebut karena sangat membantu meringankan petekonomianya .

    SORBANSANTRI.COM

    Semoga kegiatan seperti ini bisa istiqoma dan memberikan inspirasi buat semuanya betapa pentingnya berbagi serta sesuai harapan dari ketua ranting NU Canggu ( H Alim Sadikin ) bahwa agar Ansor selalu bergerak baik kegiatan majlis zdikir maupun lainya seperti santunan untuk yatim dan kaum duafa …Wallahu a’ lam ..

    By: S. Parman SORBAN

  • KH. MUHAIMIN (MOJOKERTO) : SANTRI MBAH HASYIM ASY’ARI

    KH. MUHAIMIN (MOJOKERTO) : SANTRI MBAH HASYIM ASY’ARI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sosok Kyai memang menjadi panutan bagi jama’ah dan para santrinya. Karena beliau2lah pewaris para nabi. Salah ulama dan pejuang di Kota Mojokerto. KH. Muhaimin juga patut untuk dicontoh. Seorang ulama yg lahir di dusun kedung Kopek desa Surodinawan Kota Mojokerto, 13 April 1913 dari pasangan KH. Moh. Noer dan Hj. Shoimah. Di bawah bimbingan orang tua dan kakeknya, KH usman, beliau dibesarkan di lingkungan yg agamis di desa Surodinawan Kota Mojokerto. Mulai dari sini, beliau mendapatkan pendidikan agama yg sangat kental di tengah2 zaman penjajahan. KH. Muhaimin adalah salah satu sosok ulama dan pejuang kemerdekaan yg konsen dalam bidang sosial dan pendidikan, khususnya pendidikan agama.

    Pendidikannya dimulai tahun 1919 sampai 1925, beliau melanjutkan ke Pondok Pesantren Assholikhiyyah Kranggan Mojokerto yg diasuh oleh KH. Ilyas. Tahun 1925, beliau menuntut ilmu kembali di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang di bawah bimbingan Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Baidlowi dan Kyai Mahfudz. Bersama kawannya, KH. Achyat Chalimi, KH. Yahdi Matlab dan KH Shodiq mengaji dan sekolah di Jombang Jawa Timur.

    Atas izin Allah SWT, beliau bisa menunaikan ibadah haji pada tahun 1933. Sperti yg kita ketahui, perjalnan haji tidak semudah sekarang ini. Dahulu, perjalanan haji dapat memakan waktu yg cukup lama sehingga memerlukan periapan yg banyak. Dalam perjalanan panjang nya, beliau mengisinya dengan mendalami ilmu2 agama di atas kapal bersama kawan2nya. Sepulang dari tanah suci pada tahun 1939, beliau dinikahkan dgn putri Kyai Romli Trowulan Mojokerto. Namun karena belum siap untuk dijadikan mantu oleh kyai, KH. Muhaimin melarikan diri ke untuk mondok lagi di mojosari Nganjuk. Atas nasihat dari KH. Zainuddin, akhirnya beliau memutuskan untuk menikah dgn putri kyai. tiga tahun setelah menikah, beliau masih mondok di Nganjuk. Tahun 1936, beliau kembali ke Trowulan Mojokerto membantu di Pondok Pesantren bersama kakak iparnya, KH. Dimyati Romli, KH. Anwar Panji Buduran Sidoarjo, dan KH. Munasir.

    Tahun 1939, beliau pindah ke kedung mulang Kota Mojokerto dgn harapan bisa mengamalkan ilmu yg telah diperoleh kepada masyarakat sekitar. Selain rumah, beliau juga mendirikan surau (Sekarang menjadi komplek pendidikan Islam). Tahun berikutnya, dibantu oleh sang istri, beliau mengajarkan ilmu2 agama, baca tulis, bahasa Arab, dan keterampilan menyulam kerudung. Karena kegigihannya dalam pendidikan Islam, para penjajah Jepang sempat mengawasi secara ketat seluruh kegiatan keagamaannya. Untuk menyiasatinya, kegiatan keagamaan tetap berjalan di siang hari dan menjadi markaz komando untuk memba1has rencana strategi melawan penjajahan.

    Ketika gejolak G30S PKI tahun 1965, kegiatan pesantren pun terganggu. Banyak santri yang diganggu oleh orang2 PKI. Namun, ketika kondisi berubah ketika PKI dibubarkan oleh pemerintah pusat, kegiatan para santri lancar dan kondusif. Tahun 1986, yayasan sosial dan pendidikan yg didirikan berhasil mendapatkan pengakuan hukum dari negara melalui notaris., di antaranya adalah TK/MI, MTsN dan Pondok Pesantren Nurul Huda.

    Dibantu oleh ketujuh anaknya, yayasan ini berkembang pesat dalam bidang pendidikan dan sosial. Namun, pada hari Jum’at, 7 Juli 2000, beliau tertimpa musibah kebakaran hebat meluluhlantakkan bangunan rumah dan pesantren putri. Musibah ini tidak hanya menghanguskan bangunan saja, akan tepapi menghilangkan saksi sejara perjuangan kemerdekaan Indonesia dimana rumah tsb menyimpan berbagai peninggalan seperti seragam hisbullah, senjata2 rampasan tak terkecuali yg lebih menyedihkan adalah seluruh kitab2 beliau juga hangus dilalap si jago merah. Kejadian ini cukup mengagetkan, pasalnya seluruh keluarga beserta para santri sedang bersiarah ke walisongo dan menyisakan seorang anggota keluarga di rumah tsb dan beruntung beliau selamat. Namun, beliau tetap sabar dan tabah atas musibah ini.

    Di tahun itu pula, beliau pulang ke rahmatullah bertepatan pada hari senin, 7 agustus 2000 pukul 11.30 dalam usia 87 tahun dalam kecelakaan lalu lintas. Kemudian, beliau dimakamkan di makam Islam berdekatan dgn kakeknya KH. Usman surodinawan Kota Mojokerto. Tak berselang beberapa bulan, Ibu Nyai Hj. Siti Rohmah menyusul pulang ke pangkuan Ilahi pada Kamis, 1 Maret 2001 di Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto karena sakit. Dan beliau dimakamkan di Makam Islam Surodinawan Kota Mojokerto berdekatan dgn suaminya, KH. Muhaimin. Untuk mengenang jasa2 beliau, setiap kamis sore, salah satu keluarga ndalem mengajak seluruh santri untuk berziarah ke makam. Harapannya, perjuangannya dapat senantiasa diteruskan oleh seluruh santri dimanapun nantinya.

    Segala apa yg diperjuangkan oleh KH. Muhaimin dan keluarga, sekarang sudah membuahkan hasil yg baik. Di antaranya adalah Yayasan sosial dan pendidikan yg semakin membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik itu dari Pondok Pesantren Al-Qur’ans Nurul Huda maupun sekolah-sekolah Islamnya. Salah satu putranya yakni KH. Faqih Usman, Lc memiliki peranan sangat penting dalam memajukan warisan perjuangannya.

    Semoga perjuangannya dalam Islam dan Republik Indonesia dinilai Allah SWT sebagai amal baik dan bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. (Abi SORBAN)

    Disarikan dari file keluarga ndalem.
    http://nasrullohmaliki.blogspot.com
    Reshared by Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

    أطال الله بقاءهم في صحة وعافية وسلامة وأعاد علينا من بركاتهم وأسرارهم وعلومهم في الدارين آمين يا رب العالمين بجاه سيد المرسلين محمد صلى الله عليه وآله وسلم
    Lahumul faatihah..

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ، إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ، اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ، صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ. أمين

  • MANTAN EKS-HTI BERKISAH AGAR DIBACA YANG MASIH KEPINCUT DENGAN KHILAFAH

    MANTAN EKS-HTI BERKISAH AGAR DIBACA YANG MASIH KEPINCUT DENGAN KHILAFAH

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tadi malam, saya didatangi tamu yang ternyata mantan eks-HTI bernama Mas Syaiful Wijayanto. Dia mulai ikut halaqah umum pada tahun 2008 tepatnya di masa akhir SMA-nya di sebuah SMA NEGERI di Jombang. Dalam waktu 1 bulan mengikuti halaqah umum, ia pun mantap untuk menjadi bagian dari HTI dengan menaikkan statusnya dari halaqah umum menjadi darisin.

    Proses halaqah umum tersebut ia jalani di bawah bimbingan seorang musyrif (alm) Bapak B seorang Guru di MAN Kab. Mojokerto yang mengampu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

    Singkat cerita, ia melanjutkan kuliah di UIN Maliki Malang jurusan Pendidikan Agama Islam, dan sekitar tahun 2011 atau 2012 (ia lupa-lupa ingat tahun persisnya) ia pun mantap untuk diambil sumpah setianya (qosam) sebagai syarat menjadi anggota HTI yang kemudian dikenal dengan istilah hizbiyyin.

    Pengalamannya menjadi pengelola maktab HTI menjadikannya banyak mendapat informasi penting seluk beluk gerakan dan aktifitas para tokohnya yang singgah di Malang.

    Suatu saat ia ditelpon oleh salah satu petinggi HTI Malang yang juga berprofesi sebagai Guru Agama Islam di sebuah SMAN di Malang yang berstatus ASN untuk menyiapkan maktab karena akan ada orang DPP HTI yang ditugaskan mengontak militer di Malang untuk tujuan tholabun nushroh.

    Tahun 2011, ketika liburan semester ia pulang kampung dan menghadiri pertemuan salah satu tokoh HT dari Timur Tengah di PP Al-Mimbar Sambong Jombang. Tokoh itu adalah Ahmad Al Qossos penulis kitab “Usus al Nahdlah al Rasyidah”.

    Kenapa dia keluar?

    Tahun 2013, setelah lulus kuliah ia memutuskan untuk pulang kampung dan berpamitan kepada pengurus HTI Malang. Waktu itu tidak terbetik sedikitpun bahwa niatnya pulang meninggalkan Malang adalah untuk berhenti dari HTI. Justru ia berpikiran ingin melebarkan sayap “dakwah” HTI di kampungnya.

    Setelah kepindahannya ke Jombang nampaknya ia merasakan suasana yang berbeda sama sekali dengan suasana kampus. Interaksinya dengan masyarakat membuka cara berpikirnya. Ia pun mulai menyadari ada yang salah dengan aktivitasnya selama ini di HTI. Melalui perenungan yang mendalam ia pun berkali-kali shalat istikhoroh. Semakin hari keyakinannya untuk meninggalkan HTI semakin mantap. Ia pun memutuskan untuk keluar dari HTI.

    Hingga suatu hari mas’ul (ketua) HTI Jombang wilayah utara Brantas (Ploso, Kabuh, Kudu, dan Ngusikan) baru menghubunginya via sms untuk diajak melanjutkan halaqohnya yang di Malang sebelumnya. Namun ia menolak dan menyampaikan keinginannya untuk berhenti dari HTI.

    Hingga suatu malam mas’ul HTI tersebut datang ke rumahnya, namun ia sudah bulat untuk menolak melanjutkan halaqoh. Hingga suatu hari berikutnya ia diajak bertemu dengan pimpinan DPD II HTI Jombang bernama AF yang waktu itu adalah Guru SMAN di sebuah kecamatan di Jombang. Pertemuan ketiganya dilakukan di masjid Jami’ Bedah Lawak Kecamatan Tembelang.

    Setelah AF menanyai alasan keluar, maka ia pun mengajukan 10 poin alasan keluarnya terdiri dari 9 poin terkait pemikiran HTI dan 1 poin tentang fakta keburukan perilaku oknum syabab-syabab HTI Malang. Dari 10 poin tersebut, hanya 1 poin yang ditanggapi, sedangkan 9 poin tentang pemikiran HTI itu hanya ditanggapi dengan kalimat “ya untuk 9 poin ini perlu kita diskusikan di lain waktu”

    Ia pun menunggu tanggapan mas’ul AF tentang 9 poin tersebut, namun waktu berjalan tidak ada realisasi janji tersebut, yang ada malah ia diminta ikut dulu saja halaqoh dan rapat-rapat yang diadakan HTI Jombang. Namun ia menolak karena ia sudah hafal dengan siasat syabab-syabab HTI.

    Adakah kecaman atau olok-olok setelah dia keluar? Pasti ada, semisal, seorang temannya yang dari Madura dan juga anggota eks-HTI menyindir bahwa keluarnya karena sudah nyaman masuk PNS. Aneh kan? Padahal banyak anggota eks-HTI yang jadi PNS/ASN hingga saat ini. Terlebih lagi sejatinya dia keluar tahun 2013 dan diterima menjadi PNS sebagai guru SMP tahun 2015

    Lalu apa alasan dia keluar? Yang pokok adalah adanya doktrin dalam kitabnya bahwa sesiapa yang tidak berjuang menegakkan khilafah, maka baginya dosa besar yang akan diterima. Dia merenungi hal itu sambil bertanya kepada diri sendiri, apakah orangtuanya dan keluarganya juga akan menanggung dosa besar? Hal ini yang mendorong dia berani mempertimbangkan untuk menolak doktrin dosa besar, ditambah ada acara di TV 9 yang waktu itu narasumbernya salah seorang Habaib dari Madinah menyatakan tidak ada dosa besar kalau tidak menegakkan sistem khilafah. Maka dia dengan mantap berani keluar dari HTI.

    Namun yang perlu dicermati juga, adanya doktrin dosa besar ini pula yang membuat dia awalnya gamang dan tidak berani keluar. Banyak teman-temannya yang juga kemakan doktrin itu sehingga terbelenggu dalam dekapan atau cengkraman ormas yang sudah dilarang ini tanpa berani keluar.

    Saat ini dia berjuang bersama NU dengan mengikuti kegiatan NU di kampungnya. Dia bertekad mengisi NKRI dg ajaran Islam yang rahmah dan ramah.

    ~Dr.Ainur Rofiq Al-Amin

    #HubbulWathanMinaliman

  • Khalifah Mana Yang Berhak Memerintah Untuk Memotong Leher?

    Khalifah Mana Yang Berhak Memerintah Untuk Memotong Leher?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Saya tidak sedang berhadapan dengan oknum di gambar ini. Saya tidak pernah mengukur sebuah organisasi dengan oknum yang tidak mengerti sebuah dalil hukum. Tapi saya menghadapi pemikiran, yang dianggapnya seorang Khalifah boleh memerintah untuk memenggal leher, menghukum mati, semaunya sendiri.

    Larangan Membunuh

    Allah berfirman:

    وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ

    (Al-‘Isrā’: 33) “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar…”

    Apa alasan yang dibenarkan? Dijelaskan dalam banyak hadis:

    ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” ﻻ ﻳﺤﻞ ﺩﻡ اﻣﺮﺉ ﻣﺴﻠﻢ، ﻳﺸﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻧﻲ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﺇﻻ ﺑﺈﺣﺪﻯ ﺛﻼﺙ: اﻟﻨﻔﺲ ﺑﺎﻟﻨﻔﺲ، ﻭاﻟﺜﻴﺐ اﻟﺰاﻧﻲ، ﻭاﻟﻤﺎﺭﻕ ﻣﻦ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺘﺎﺭﻙ ﻟﻠﺠﻤﺎﻋﺔ ”

    Dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Tidaklah halal darah orang Islam yang bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Aku adalah utusan Allah, kecuali karena 3 hal. Membunuh, sudah menikah lalu berzina dan keluar dari Islam -murtad/disersi- (HR Bukhari 6878)

    Lalu Khalifah mana yang berhak membunuh? Naudzu Billah. Belum berdiri saja sudah mengancam akan membunuh orang yang tidak berhak dibunuh.

    Kapan Khilafah Berdiri?

    Sekarang saja sudah ada, khilafah ISIS, khilafah Boko Haram, khilafatul muslimin di Lampung pimpinan Ust Abdul Qadir Baraja dan sebagainya. Maka benar sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:

    «ﻛﺎﻧﺖ ﺑﻨﻮ ﺇﺳﺮاﺋﻴﻞ ﺗﺴﻮﺳﻬﻢ اﻷﻧﺒﻴﺎء، ﻛﻠﻤﺎ ﻫﻠﻚ ﻧﺒﻲ ﺧﻠﻔﻪ ﻧﺒﻲ، ﻭﺇﻧﻪ ﻻ ﻧﺒﻲ ﺑﻌﺪﻱ، ﻭﺳﻴﻜﻮﻥ ﺧﻠﻔﺎء ﻓﻴﻜﺜﺮﻭﻥ» ﻗﺎﻟﻮا: ﻓﻤﺎ ﺗﺄﻣﺮﻧﺎ؟ ﻗﺎﻝ: «ﻓﻮا ﺑﺒﻴﻌﺔ اﻷﻭﻝ ﻓﺎﻷﻭﻝ، ﺃﻋﻄﻮﻫﻢ ﺣﻘﻬﻢ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﺳﺎﺋﻠﻬﻢ ﻋﻤﺎ اﺳﺘﺮﻋﺎﻫﻢ»

    “Bani Israi terus-menerus diutus Nabi kepada mereka. Jika ada Nabi yang meninggal maka diganti oleh Nabi lainnya. Sungguh tidak ada Nabi lagi setelahku. Dan akan ada para Khalifah. Lalu Khalifah jadi banyak”. Mereka bertanya: “Apa perintahmu kepada kami?” Nabi bersabda: “Penuhilah dengan baiat Khalifah yang pertama dan seterusnya. Berikah hak mereka. Sebab Allah akan bertanya tentang apa yang mereka pimpin” (HR Bukhari 3455)

    Apa bisa lusa Khilafah berdiri? Belum bisa. Sebab khilafahnya ISIS, khilafah Boko Haram dan khilafatul muslimin belum selesai.(post kh ma’ruf khozin)

  • Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah Soal Membenahi Negara

    Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah Soal Membenahi Negara

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Diskusi siang ini sedikit membuat saya nervous, sebab ini pertama kali saya satu forum dengan para Doktor, Mahasiswa S3 dan praktisi Ekonomi Syari’ah.

    Di sambutan pembuka, Dr. Imron Mawardi selaku Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah menyampaikan bahwa tujuan menghadirkan saya agar ada tambahan referensi ke sumber dalil dari ulama klasik. Dari sini saya mulai merubah posisi duduk saya (pegel linu kambuh).

    40 menit saya menyampaikan materi, mulai wabah penyakit di masa Nabi, bentuk harta yang dikeluarkan dalam Islam, tetap mengeluarkan infaq dalam keamanan lapang atau sempit, terlebih praktik jaminan sosial yang dilakukan oleh Nabi baik selaku otoritas pembawa wahyu maupun pemimpin umat Islam dan sebagainya.

    Dilanjutkan dengan dialog, tanya jawab yang lebih dalam soal materi, ada yang beranjak ke soal Qurban, hingga bicara soal sistem negara.

    Penanya paling akhir menyuarakan kenapa tidak memakai sistem khilafah? Bukankah khilafah adalah solusi bagi masalah jaminan sosial? Hajat hidup manusia akan ditanggung oleh negara secara gratis dan sebagainya.

    Karena pertanyaan di injury time maka hanya saya yang menjawab. Saya sampaikan dengan memori sebuah buku disertasi Al-Ghazali VS Ibnu Taimiyah soal membenahi negara. Di buku tersebut dijelaskan bahwa cara Ibnu Taimiyah adalah revolusi. Artinya jika ada negara yang tidak sejalan dengan tujuan maka langsung ganti sistem.

    Sementara Imam Ghazali memilih pendekatan akomodatif, membenahi apa yang belum baik untuk menjadi baik. Saya kira pemikiran inilah yang diwarisi oleh para kyai yang terlibat dalam perjuangan di negeri ini. Negara terus berjalan dan apa yang kurang, atau bahkan Maqashid Syari’ah yang belum tercapai, dibenahi bersama agar sesuai dengan nilai-nilai Islam.

    Sistem yang ada saat ini memang belum jadi yang terbaik, tetapi setidaknya sudah menjadi perekat keutuhan dalam menjalankan kehidupan beragama dan bernegara. Sementara sistem khilafah yang digadang-gadang jadi solusi, diterapkan di negara mana yang sudah berhasil saat ini? Jawabannya tidak ada satupun, bahkan ditolak banyak negara yang berpenghuni umat Islam.(post kh. Ma’ruf khozin)

  • HTI MELAKUKAN PERGERAKAN MEREKA DARI PERUMAHAN PERUMAHAN YANG MEREKA BUAT SENDIRI

    HTI MELAKUKAN PERGERAKAN MEREKA DARI PERUMAHAN PERUMAHAN YANG MEREKA BUAT SENDIRI

    SORBANSANTRI.COM

    oleh : UBK (Ustadz Brama Kumbara)

    SORBAN SANTRI – Tahukah anda dana oprasional dan pergerakan “HATEISME” yang masif itu dananya dari mana??
    Diantaranya Yang paling besar adalah Dunia Property,

    Mereka bahu membahu bekerja sama membeli lahan kita untuk dijadikan perumahan perumahan,
    Lalu mereka membangun mesjid sebagai sarana untuk menyampaikan pemahamannya dibuatlah pengajian pengajian dan pasti ustadz ustadznya pun dari kelompok mereka..

    Mereka tahu bahwa orang Yang membeli perumahan baru itu “biasanya” orang Yang baru berumah tangga Yang awam dan haus akan ilmu agama sebagai bekal rumah tangganya,

    Disitulah kesempatan mereka mencari mangsa untuk mencecoki paham paham “HATEISME”

    Dan kita sudah terlambat untuk mengambil alih mesjid tersebut
    tidak berdaya karena mesjid itu mereka sendiri Yang membangun dan dalam lingkungan penguasaan mereka,..

    Itulah real nyata Yang terjadi saat ini dilapangan…

    Sementara kita hanya meratapi tanah kita diambil dan mereka dengan leluasanya pula menghasud orang lain dengan ideologi ideologi mereka..

    Dan kita tak berdaya…

    Oleh karena itu sudah seharusnya kita warga NU terkhusus
    harus bisa menguasai lahan lahan atau setidaknya bisa mempertahankan diri dari cara cara main mereka..

    Karena ketika tanah sudah diambil dan dimiliki mereka kita tidak bisa berbuat apa apa…

    NKRI harga mati dan hubbul wathon minal iman slogan dan teriak dibibir saja tetapi, dalam kenyataan,
    Tanah sudah dikuasai dan dimiliki mereka mungkin anak cucu kita nanti yang akan sangat merasakan imbasnya .

    Sukabumi 20 Juli 2020

    “UBK”

    (abi SORBAN)

  • KEJAR PERSIAPAN AKREDITASI, PAC ANSOR KARANGLEWAS ADAKAN BIMBINGAN ADMINISTRASI

    KEJAR PERSIAPAN AKREDITASI, PAC ANSOR KARANGLEWAS ADAKAN BIMBINGAN ADMINISTRASI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – PAC GP Ansor Kecamatan Karanglewas, malam hari tadi (Senin, 20 Juli 2020) melaksanakan persiapan akreditasi kepengurusan Ansor tingkat ranting dan anak cabang.

    Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan MI Maarif NU Singasari tersebut, dihadiri dan pandu langsung oleh Sahabat Samsudin selaku asesor akreditasi dari PC GP Ansor Cabang Banyumas.

    Pengurus harian ranting yang hadir, mendapatkan materi bimbingan persiapan administrasi dan kelengkapan berkas akreditasi secara berurutan per ranting.

    Menurut Syarifudin selaku Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Karanglewas, kegiatan rakor yang dikhususkan untuk bimbingan persiapan akreditasi tersebut sangat bermanfaaat untuk pembelajaran ketertiban administrasi organisasi.

    “Sebagian ranting dari 17 ranting di PAC kami, alhamdulillah sudah lengkap administrasi nya, ada beberapa yang salah dan belum lengkap jadi gamblang dan rencananya selepas kegiatan ini, masing-masing ranting secara mandiri melengkapi dan membenahi kekeliruan berkas yang akan kita cek lagi di pertemuan berikutnya” pungkas Syarif saat ditemui media di akhir kegiatan.

    Dengan menaati protokol kesehatan, semua ranting yang hadir, dapat menyelesaikan tahap bimbingan hingga pukul 23.45 Wib. Meski kelelahan, Sahabat Samsudin tetap semangat dengan piawai dalam menerangkan aspek-aspek akreditasi kepada ranting satu persatu di meja bimbingan. (Mario)

  • MEMBELA TANAH AIR TIDAK ADA DALILNYA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seumur-umur tidak ada yang berani menantang Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari. Jangankan menantang, menentangpun tidak ada yang berani. Bahkan mendongakkan kepala dihadapan beliau saja tidak ada yang berani. Hanya HTI yang berani “berlawanan” dengan Hadratussyeikh. Hanya satu kata yang patut disematkan kepada Felix Siauw, belajar lagi.

    Gelar “Hadratussyeikh” bukan gelar sembarangan. Hadratussyeikh itu gelar di atasnya syeikh. Di Arab bahkan Timur Tengahpun paling tinggi gelarnya hanya “syeikh”. Artinya di tanah Hijaz, beliau sangat dihormati. Bahkan ketika Mbah Wahab (KH Wahab Hasbullah) yang ditunjuk untuk menggagalkan pembongkaran makam Nabi, yang dilakukan pemerintah Arab Saudi ketika itu, beliau “disepelekan” ulama Sunni dan Syiah Arab. Namun begitu beliau bilang muridnya Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari, langsung ulama Sunni dan Syiah hormat ke beliau (Mbah Wahab) karena ta’dzim kepada Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari.

    Lha kok sekarang, ada orang HTI si Felix yang muallaf (baru masuk Islam) berani-beraninya berkata nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana berlawanan statemen dengan Hadratussyeikh. Dengan “ijtihad” beliau Hadratussyeikh yang meletakkan posisi Islam dan Indonesia, keislaman dengan kebangsaan dalam satu nafas sehingga didapatkan jargon HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air sebagian dari iman.

    Eeehhhh…..si Felix justru bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana bertentangan dengan apa yang di-“fatwa”-kan KH Hasyim Asyari. Beliau Hadratussyeikh itu paham sekali Alquran Hadits. Hadratussyeikh mendapat ijazah dan sanad langsung hadits Shahih Bukhari Muslim. Beliau juga hafal dan paham kutubussittah beserta rijalul haditsnya.

    Lha kok……. si Felix bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang.menentang Hadratussyeikh, beliau telah menelorkan jargon hubbul wathon minal iman. Apakah si Felix lebih alim dari Hadratussyeik KH Hasyim Asyari. Padahal ketika itu beliau adalah satu-satunya ulama rujukan, baik ulama Timur Tengah maupun Indonesia. Bung Karno pun saat mau memutuskan perjalanan bangsa Indonesia selalu mohon arahan dan doa restu Hadratussyeikh.

    HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air (nasionalisme) sebagian dari iman. Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari berkata:

    “Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan”

    Doa Nabi ﷺ :
    “Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah” (HR Bukhari).

    Doa kami bangsa Indonesia:
    “Ya Allah, jadikan kami mencintai Indonesia seperti cinta kami kepada Makkah dan Madinah, kota yang dicintai Rasul-Mu”

    Lha kok ada anak kemarin sore, dedengkot HTI berani menegasikan beliau Hadratussyeik. Ya, hanya satu kata untuk si Felix, belajar lagi.(abi-sorban)

  • Pemimpin ISIS ternyata agen Mossad Israel

    Pemimpin ISIS ternyata agen Mossad Israel

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Sejumlah media asing, diantaranya Veterans Today, mengatakan pemimpin ISIS Abu Bakar Al – Baghdadi adalah orang Yahudi tulen, yg paling mengejutkan adalah, dikatakan bahwa dia adalah agen sejati Mossad (Agen rahasia luar negeri Israel).

    Dijelaskan bahwa nama asli Abu Bakar Al – Baghdadi adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir Donostia-San Sebastián, Spaingi Yahudi asal orang tuanya dan direkrut serta dilatih Mossad utk membuat kekacauan di kawasan Timur Tengah serta perang sesama masyarakat Arab dan muslim.

    Hal ini makin menjelaskan kebocoran rahasia dari bekas agen NSA (Agen rahasia Amerika Serikat) Edward Snowden, yg menyebut ISIS sebenarnya adalah ciptaan dari inteligen Amerika Serikat, Inggris dan Israel.

    Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yg mengklaim kekhalifahan Islam dgn Abu Bakar Al – Baghdadi diusung sebagai khalifah utk menarik para militan Islam dari seluruh dunia untuk bergabung di dalamnya.

    Bukti nyata bahwa ISIS adalah ciptaan ISRAEL makin ketara ketika organisasi militan ini menyerang negara-negara Arab yg sedang kacau, diantaranya Irak dan Suriah.

    ISIS kini telah menguasai sebahagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa dan telah menguasai kota besar Mossul di Irak.

    ISIS mengklaim sebagai organisasi militan bernafas Islam, kelompok ini meledakkan makam Nabi Yunus dan mengancam akan meledakkan Ka`bah (Kiblat umat muslim se-dunia). ISIS juga mengancam menghancurkan Pemerintahan Hamas di Gaza Palestina , yg saat ini sedang diserang Israel .

    Parahnya di Indonesia, ISIS mendapat simpati dari segolongan orang yg secara sukarela mendaftarkan diri sebagai pengikut. Tanpa menyelidiki atau mencari kebenaran infomasi tentang ISIS.

    Wujud fakta nya bahwa para militan ISIS yg cedera dirawat di RS Israel di Dataran Tinggi Golan, persempadanan dgn Suriah. Setelah sehat diantar kembali ke semula. TIADA SATU PUN PELURU ISIS KE ARAH ISRAEL, padahal sebahagian wilayah penempatan mereka bersempadan dgn Golan (wilayah Suriah yg di kuasai Israel).

    Pembentukan ISIS adalah strategi “madu”, menarik para lebah militan Islam yg secara buta terpesona utk hijrah ke negara “Khalifah”.

    Setelah terkumpul dan terpisah dgn yg moderat, setelah mereka dimanfaatkan, langkah Israel dan Barat adalah menghapuskan para militan tersebut, dgn pengeboman massal dengan cara (genocide) yaitu Pembunuhan yang disengajakan oleh sekumpulan besar orang, terutamanya kumpulan etnik atau bangsa tertentu. Seperti memisahkan serigala dari domba.

    ISIS juga bertujuan menghancurkan kestabilan negara yg bersempadan dgn Israel : Suriah, Yordan, Lebanon Selatan, Mesir Sinai. AGAR NEGARA ZIONIS AMAN. Dgn taktik BATU API, perang saudara, issu Sunni versus Syiah, moderat versus fundamentalis, Islam versus Kristen, Kurdi versus Arab . Banyak muslim termakan isu tersebut, termasuk di indonesia.

    Sekali lagi, ini adalah RANCANGAN BESAR Zionis Yahudi

    Waspadalah……!!!

    Pengertian ISIS…..
    I. ISRAEL
    S. SECRET
    I. INTELIGENT
    S. SERVICES.

    Free to Share…

    #StrategiIsrael

    (abi SORBAN)

  • Penyakit Menular Di Masa Nabi

    Penyakit Menular Di Masa Nabi

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ada seorang Sahabat bernama Muaiqib, beliau terkena penyakit judzam atau kusta. Penularan penyakit ini sangat lambat dan tidak sampai menularkan kepada Sahabat yang lain. Mengapa? Karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sudah memperingatkan sejak awal:

    ﻭَﻓِﺮَّ ﻣِﻦَ اﻟْﻤَﺠْﺬُﻭْﻡِ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﻔِﺮُّ ﻣِﻦَ اﻷَﺳَﺪِ

    Larilah kamu dari orang yang terkena penyakit kusta seperti kamu lari dari singa (HR Bukhari No 5707)

    Kemudian bagaimana dengan hadis bahwa Nabi pernah makan bersama Muaiqib ini?

    ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺃﺧﺬ ﺑﻴﺪ ﺭﺟﻞ ﻣﺠﺬﻭﻡ ﻓﺄﺩﺧﻠﻬﺎ ﻣﻌﻪ ﻓﻲ اﻟﻘﺼﻌﺔ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ: «ﻛﻞ، ﺛﻘﺔ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺗﻮﻛﻼ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ»

    Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memegang tangan orang yang punya penyakit kusta dan memasukkan tangannya ke piring dan Nabi bersabda: “Makanlah, percaya kepada Allah dan pasrah kepada Allah” (HR Ibnu Majah)

    Makna hadis ini dijawab oleh Al Hafidz Ibnu Katsir:

    ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺧﺼﺎﺋﺺ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻘﻮﺓ ﺗﻮﻛﻠﻪ

    Boleh jadi makan bersama dengan orang sakit kusta adalah kekhususan bagi Nabi shalla Allahu alaihi wasallam karena tingginya tawakal beliau (Al Bidayah wa Niahayah 5/356)

    Artinya kita tidak boleh abai terhadap penyakit menular dengan dalil hadis kedua (Ibnu Majah), yang ternyata dinilai dhaif oleh sebagian ulama. Tetap ekstra hati-hati terhadap penyakit menular seperti hadis perintah menjauhi orang yang mengidap penyakit menular seperti kita menghindar dari .

    Cara menghindar saat ini:
    1. Jaga Jarak
    2. Pakai Masker
    3. Rajin Cuci Tangan

    (abi Sorban) post kh ma’ruf khozin