Penulis: Sorban Santri

  • DPRD CIREBON DIMASUKI TERORIS

    DPRD CIREBON DIMASUKI TERORIS

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Berikut Postingan dari Aoki Vera Kurniawati terkait Ucap sumpah Anggota DPRD CIREBON terkait khilafah.

    Indonesia SOS
    Pelajaran PMP, penataran P4, pelajaran Budiperkerti. Dan saya ngak akan berhenti menyuarakan ini.

    Bukan bercanda mereka terus mengakar..
    Segala usia dan segala bidang mereka susupkan..

    Makanya gW marah banget saat pak Andhika terima anak pembawa bendera Khilafah masuk TNI.!!!

    Ngak segampang itu melebur warna hitam di atas warna putih.
    Butuh waktu yg lama…
    Sedangkan merrka butuh waktu sebentar untuk menjadikannnya semua berwarna hitam.

    [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=z7B_ZxzzHO0″]

    @kemendagri
    Harus ada tindakan tegas.
    @mohmahfudmd
    @nadiem_makarim__
    Ayo gerak cepat pak🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️

    @prabowo puaskah anda mengacak acak tanah air anda sendiri..??
    Anda yg mengandalkan kekuatan mereka.. menjadikan kader2 anda gila khilafah.!!
    Tidak ada tersisa sedikitpun sumpah prajurit anda sepertinya..
    Apa karena hidup yg berpindah pindah..?
    Atau karena pernah di pecat dari angkatan..?
    Sekarang anda liat efeknya..

    TERORIS NGAK BISA DI AJAK DAMAI

    TIDAK ADA TEMPAT DIMANAPUN DI ATAS BUMI IBU PERTIWI UNTUK TERORIS.!!!

    DPRD CIREBON DIMASUKI TERORIS

    (abi sorban)

  • BELAJAR DARI NEGERI TETANGGA (MALAYSIA)

    BELAJAR DARI NEGERI TETANGGA (MALAYSIA)

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : UBK

    Kring kring kring….
    Suara Handphone berbunyi panggilan dari seorang kawan +60 yang hampir mau 5 bulan kita tidak bertemu dan berkomunikasi,
    sebelum Corona terjadi hampir kita selalu bertemu seminggu sekali di Kuala Lumpur..
    Beliau menanyakan kabar dll

    Ada yang unik,
    Singkat cerita beliau menceritakan tetangganya yang di tangkap Polisi Diraja Malaysia karena menyebarkan paham HT ( Hizbu Tahrir ) dia kaget bukan kepalang Bendera berAsmakan Alloh SWT hitam dan putih yang ia sering lihat ketika bertetangga itu adalah Organisasi Terlarang (mungkin tidak terlalu mengikuti berita) dia berpikir bahwa bendara itu baik baik saja karena bertuliskan Kalimat Tauhid, tapi ternyata…

    Saya pun jelaskan kondisi diIndonesia tentang bendera dan Organisasi terlarang itu bahwa disini sudah dibekukan izinnya tapi arwahnya masih bergentayangan karena Tidak dibubarkan oleh Tap MPR seperti layaknya PKI,
    karena jika dibubarkan oleh Tap MPR maka HTI tidak boleh membuat atribut dan menyebarkan pahamnya.

    Sedangkan di Malaysia tanggal 17 September 2015 melalui Komite Fatwa Negara Bagian Selangor, Malaysia menyatakan Hizbut Tahrir (HT) sebagai kelompok yang menyimpang.
    Malaysia menegaskan bagi siapapun yang mengikuti gerakan Pro-Khilafah dan menyebarkannya maka akan menghadapi hukum.

    Keputusan Komite Fatwa Malaysia itu seharusnya dijadikan pelajaran berharga untuk kita, mereka dengan sigap melakukan pencegahan penyebaran ajaran menyimpang itu karena memang sangat berpotensi mengganggu keamanan Nasional,

    Oleh mereka Asma Alloh SWT dijadikan tameng politik,
    Nama Tuhan dijadikan kamuflase ambisinya,
    Kecintaan kita terhadap agama dimanfaatkan betul oleh mereka,
    Padahal hakikatnya keberadaan mereka mengancam kita semua…

    Tetap kita selalu waspada..
    Jaga keluarga kita dari gerakan gerakan mereka,
    Pelajari ambisi mereka dan tanyakan kenapa mereka dilarang dimana mana..????

    Sukabumi, 9 Juli 2020

  • SILATURAHMI PAC GP ANSOR PACET SEBAGAI UPAYA REKONSILIASI

    SILATURAHMI PAC GP ANSOR PACET SEBAGAI UPAYA REKONSILIASI

     

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Usia pandemi makin hari makin memendek, dukungan pemerintah dan beberapa otonomi kedaerahan semakin menambah gemuk para pekerja produktif untuk melanjutkan estafet kegiatannya. Mojokerto dan Pacet khususnya, semenjak Sabtu “04 Juli 2020” kemarin, mulai dibukanya pelbagai tempat wisata kembali, lebih-lebih banyak wisatawan yang berdatangan ke daerah Pacet secara masif di hari-hari berikutya.

    Senada dengan hal itu tak menyurutkan semangat organisasi Nahdlatul Ulama untuk bangkit lagi mengadakan kegiatan setelah masa PSBB dimulai (4 bulan lalu lebih tepatnya). Kalangan Ansor PAC Pacet kali ini mengadakan kegiatan sejenis rekonsiliasi atas kegiatan dulu yang berjalan normal sebelum adanya himbauan masal dampak korona. Mereka kali ini mengadakan kegiatan yang bertajuk “Silaturahmi antar Kader NU”, yang inisiasinya berawal dari uneg-uneg beberapa sahabat-sahabat yang merasa resah memandang stagnasi gerakan kader NU cenderung pasif. Sedikitnya dalam kegiatan  ini dihadiri 100 kader antar banom dari Pacet.

    Mujiburrahman (ketua PAC Pacet) menyatakan dalam sambutannya bahwa secara eksplisit kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyambung tali silaturahmi kegiatan banom NU di Pacet, agar kedepannya tidak down dalam menghadapi situasi yang sama.

    SORBANSANTRI.COM

    Ada tiga poin dalam pidatonya kepada seluruh kader yang tengah hadir jika berbicara prinsip organisasi, yaitu : pertama “ulil amry” sebagai prisip  dalam mengemban amanah suatu organisasi, kedua “ulil albab” sebagai prinsip dalam mencetuskan ide-ide cemerlang sesuai khithoh warga Nahdliyyin, ketiga “ulil absor” sebagai pola terahir yang reflektif dalam menanggapi segala hal agar dapat  dikaji dan di tabayunkan (tutur Mujib).

    Hadir pada kesempatan kali ini Sekretaris PC GP Ansor Mojokerto, Komandan Yusuf. Kepada para kader ia berharap seluruh elemen kader dapat memfiltrasi informasi agar tidak tereduksi oleh plebagai isu publik. Sehingga arah juang kader NU masih tetap satu komando dan satu ideologi.

    “Berdoalah sedikit-demi sedikit, kirimkanlah tawassul kepada para muassis dan auliya se-dunia, kalau bisa tiap usau sholat, insyaallah barokah” (ujarnya dalam translit jawa). (red. Rizkillah – ipnu pac pacet)

  • SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : Shuniyya Ruhama

    cyberaswaja.online –Kalimat di atas kerap sekali terdengar, menghenyakkan kita semua. Mempertanyakan kapasitas muktabaroh Ulama, dan membandingkan dengan Kanjeng Nabi yang memang jelas tidak berbanding sama sekali. Jika tidak faham, maka akan jelas sekali seolah-olah banyak perkara yang dilakukan oleh Kyai bertentangan dengan Kanjeng Nabi.

    Kyai itu tidak berpendapat melalui hayalan beliau sendiri, melainkan berdasarkan ajaran dari Kyainya Kyai juga. Demikian seterusnya hingga sanad bersambung kepada Kanjeng Nabi. Jadi tidaklah benar bahwa Kyai itu menyelisihi Kanjeng Nabi.

    Ibaratnya, saat Kanjeng Nabi memerintahkan kita untuk “ngliwet sego”. Maka yang dilakukan Kyai bukan ‘sego diliwet’, melainkan akan ‘mususi’ beras, ‘dikaru’. Setelah setengah matang, ‘beras karon’ ini ditanak dalam dandang. Inilah yang disebut ngliwet sego.

    Sementara, mereka yang tidak punya guru yang jelas sanadnya, begitu ada perintah Kanjeng Nabi untuk ‘ngliwet sego’, maka yang mereka lakukan adalah mencari nasi untuk diliwet. Karena dalam hayalannya yang namanya ‘ngilwet sego’ berarti harus ada ‘sego’ kemudian ‘diliwet’.

    Tidak sampai di situ, mereka memprovokasi, mencaci maki dan mentertawakan serta menganggap kita bodoh, salah, menyelisihi Quran Hadits karena diperintahkan ‘ngliwet sego’, tapi malah kita ‘mususi beras’ dst.

    Itulah gambaran bagi wong NU yang belajar dari Kyai dalam memahami Quran dan Hadits, jika dibandingkan dengan mereka yang over percaya diri “memurnikan” Quran Hadits dan langsung mengambil hukum dari sumbernya, tanpa menggunakan ilmu alat.

    Lalu, mereka akan mempertanyakan kepada kita, “Anda percaya dengan Nabi atau Kyai?”, seakan-akan Kyai kita itu salah dan tersesat dalam memahami nash suci. Bagi masyarakat awam, hal ini tentu akan bisa menjerumuskan mereka untuk tidak percaya lagi dengan para ulama muktabaroh an nahdliyyah.

    Maka kita saksikan akhirnya, mereka beribadah, berijtihad dan mengambil hukum tidak jelas jluntrungnya karena memang tidak pernah dilakukan oleh generasi-generasi Ulama terdahulu.(abi sorban)

     

     

  • SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN  FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SORBANSANTRI.COM

    SELAMAT DATANG TAHUN PELAJARAN 2020 / 2021

    cyberaswaja.online- Pendekatan manusia terhadap ajaran agamanya akan melahirkan paham keagamaan. Maka dalam satu agama, bisa terdapat lebih dari satu paham keagamaan. Dari paham keagamaan inilah akan membentuk aliran keagamaan dan untuk sebagian besarnya kemudian menjadi kelompok – kelompok keagamaan ( firqoh ).

    Demikian halnya Corak keislaman seseorang ataupun kelompok sangat di tentukan oleh penghayatan, paham dan aliran keislamannya itu sendiri…

    Oleh karena itu Menjelang tahun pelajaran baru jangan sampai kita keliru menitipkan anak anak kita untuk di didik pada lembaga dan pola pendidikan yang jelas jelas berseberangan dengan aqidah, amaliyah, harokah, fikroh, manhaj juga siyasah kita.(FUAD ZAENUDDIN)

  • Ketua Ansor Jember Dibunuh PKI

    Ketua Ansor Jember Dibunuh PKI

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI. Habib Ali bin Abdullah Alhamid terhitung masih keponakan Habib Sholeh Tanggul, Jember. Beliau meninggal secara syahid di usia muda, sekitar 32 tahun, setelah diculik dan dieksekusi mati oleh kawanan PKI di kawasan Hutan Kumitir, sekitar tahun 1965. Hutan itu jadi saksi bisu kekejaman PKI kepada para ulama.

    Setelah ditembak mati, jasad Habib Ali Alhamid pertama kali ditemukan oleh perempuan paruh baya yang sedang mencari kayu bakar. “Ono wong mati Arab, ono wong mati Arab, ono wong mati Arab,” teriak perempuan itu sambil berlari memberitahu suami dan warga lain di sekitar hutan. Saksi hidup anak yang menemukan jasad habib masih ada hingga tulisan ini dibuat.

    Habib Ali bin Abdullah Alhamid pada waktu itu adalah Ketua GP Ansor Jember. Tragedi pembunuhan bermula dari kunjungan seorang tamu yang memberitahukan kalau jamaah dan santri beliau, saat itu, tengah ditangkap dan diamankan di kantor kepolisian setempat.

    Mendengar kabar mengejutkan tersebut, Habib Ali langsung berkemas menuju kantor kepolisian untuk memastikan kebenaran informasinya, karena memang saat itu situasi negara sedang tidak menentu. Tidak aman dan tidak kondusif.

    Di tengah perjalanan, ternyata Habib Ali diculik oleh gerombolan PKI, lalu diseret ke Gunung Kumitir atau Gunung Mrawan, yang terletak di perbatasan antara Jember dan Banyuwangi, Jatim. Tamu tersebut ternyata adalah suruhan PKI.

    Di lokasi yang telah ditentukan itu, Habib Ali hendak dieksekusi tembak oleh komplotan kejam PKI. Namun, peluru yang dihujamkan berkali-kali oleh PKI tidak mempan menembus dada sang habib. Habib Ali ternyata memiliki karomah kebal senjata. Tidak mempan senjata tembak.

    Pusing, tim eksekutor mengancam habib, yang isinya “jika pelurunya tidak tembus, maka, istri, anak dan semua keluarganya akan dibantai habis oleh PKI”. Dengan pelbagai pertimbangan, Habib Ali akhirnya hanya tersenyum dan menyerah, bersedia ikhlash dieksekusi mati.

    Namun, sebelum ditembak, Habib Ali bin Abdullah Alhamid berpesan agar setelah wafat nanti, jasadnya tidak dicampur dengan yang lain, sebagaimana kebiasaan PKI yang menumpuk mayat korbannya saat itu pasca eksekusi. Habib minta jasadnya disendirikan.

    Sebelum ditembak, Habib Ali mohon ijin untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah dan berdoa. Usai shalat, habib memasrahkan dirinya ditembak demi menyelamatkan keluarga, para pengikut serta santri dan jama’ahnya. Atas kehendak Allah, peluru akhirnya bisa tembus dan Habib Ali Alhamid wafat dalam keadaan syahid di tangan PKI.

    Riwayat pembunuhan ini menjadi gamblang dan terang sejak ada seorang laki-laki tua yang ziarah ke makam Habib Ali lalu menangis sejadi-jadinya di sana. Sekitar tahun 2000-an. Ia datang ke makam untuk meminta ampunan dan mohon maaf kepada habib beserta seluruh keluarganya karena telah menembak mati sang habib.

    Ia datang ziarah setelah merasakan kalau hidupnya tidak tenang dan dirundung penyesalan tanpa akhir. Kepada keluarga, ia menceritakan kronologi tragedi tersebut dari awal hingga akhir. Keterangan yang didapatkan Duta Islam menyebutkan kalau laki-laki itu adalah seorang muslim yang terpaksa menuruti perintah PKI menembak Habib Ali.

    Saat ekseskusi, katanya, telinga kiri laki-laki itu sudah dicung senapan oleh anggota PKI. Jika dia tidak menembak habib, maka peluru di senapan yang dekat telinganya tersebut akan segera menyasar kepalanya sendiri. Karena takut atas ancaman tersebut, terpaksa dia mengeksekusi tembak Habib Ali. (sumber: dutaislam)

  • AL HABIB ABU BAKAR BIN SEGAF ASSEGAF…CUCU DARI AL QUTHUB AL HABIB ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGAF GRESIK

    AL HABIB ABU BAKAR BIN SEGAF ASSEGAF…CUCU DARI AL QUTHUB AL HABIB ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGAF GRESIK

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Beliau adalah wali yang majdub…wali yang sejak usia 7 tahun sudah hafal Al Qur’an dan ribuan hadist beliau hafal…

    Sampai-sampai suatu pondok pesantren di jawa tidak berani menerima beliau menjadi murid di Pondok itu karena saking mulianya Al Habib Abu Bakar bin Segaf bin Abubakar Assegaf.

    Beliau sangat taat dan cinta kepada ALLOH SWT kemudian ALLOH SWT membalas cinta beliau dengan menjadikan majdub yaitu wali yang ALLOH SWT tinggikan derajatnya dan tidak ada lagi keinginan beliau terhadap kenikmatan dunia, beliau tidak bicara lagi sejak itu.

    ALLOH SWT angkat akal Basyariah beliau sangat-sangat suci…suci seperti bayi baru lahir.

    “yang saya sudah pernah mengalami melihat beliau secara langsung dan saya sendiri melihat qaromah beliau…saya berani bersaksi demi Alloh..SWT”beliau adalah orang yang sangat tinggi derajatnya dan sangat mulia jika kalian tidak bertemu cukup memandang photo beliau mudahan kalian semua mendapat keberkahan aamiin …”

    Tetapi hati-hati kepada yang menghina beliau….karena salah satu orang yang pernah menghina beliau…kemudian bermimpi melihat Nabi MUHAMMAD SAW yang dimana didalam mimpinya Nabi mengatakan HABIB ABU BAKAR BIN SEGAF ASSEGAF itu anak cucuku ,,, kemudian Nabi tak memandangnya dan pergi. Naudzubillah…jika tidak syafa’at nabi mau kemana kita mencari jalan keselamatan.”

    اللهم صل وسلم علی سيدنا محمد وعلی آل سيدنا محمد

    (abi tsani)

  • IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Dalam suatu kesempatan KH. Kholil Bisri (kakak kandung KH. Musthofa Bisri (Gus Mus))
    Memberikan ijazah ‘aam kepada para santri muda berupa “vitamin” anti Kanker.

    Ijazah ini beliau dapatkan langsung dari ibunda beliau sendiri, Nyai Ma’rufah.

    KANKER yang dimaksud bukanlah penyakit yang sudah kita mafhum selama ini, melainkan KANTONG KERING.

    Kaifiyatnya sederhana:

    1. Sholat sunnah Dhuha
      (terserah mau minimalis 2 rakaar atau maksimalis 8 rakaat);

    2️. Baca doa shalat dhuha sebagaimana biasanya.

    3️. Wirid surat Al Kautsar yang pendek itu
    (cuma) 14 kali.

    4️. Selesai.

    Kata beliau, yang mengamalkan ini insya ALLAH, tidak akan punya Kantong Kering, dan selalu dicukupi ALLAH kebutuhannya.
    Tentu saja, INSYA ALLAH.

    Saya bagikan kembali ijazah ini karena beliau dulu mempersilahkan pula untuk diamalkan oleh masyarakat umum. (abi-sorban)

    #alanumedia

  • MUDAH BAGI ALLAH MEMBUKA TOPENG ORANG YANG TAK PUNYA ADAB DI NEGERI INI.

    MUDAH BAGI ALLAH MEMBUKA TOPENG ORANG YANG TAK PUNYA ADAB DI NEGERI INI.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Terlihat spektakuler, Alhamdulillah menemukan video Panjangnya, tidak sepotong-sepotong, ini Felix sedang membahas Pancasila, dia seakan akan paham betul dan menjelaskan ngalor dan ngidul dengan sangat baik, para pendengarnya juga sangat Khidmat dalam mendengarkannya.

    Sepintas terlihat sangat ‘Alim melebihi ‘Alimnya Hadrotu Syaikh K.H Hasyim Asy’ari yang merestui Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Ya saya pun terpana mendengarnya, dengan bahasa yang ringan dia mencoba menelaah Pancasila.

    Kebodohannya dibuka oleh Allah saat ia berkata : “Nggak mungkin khidmah bisa diartikan kalau orang tidak membaca Al-Qur’an”

    Lalu membaca Surat Al Jum’at ayat 1, bukan hanya membaca tetapi ia juga mencoba tuk menafsirkannya sendiri, menurut seleranya.

    https://youtu.be/AwlmR6e8uDc

    Saran aja buat Felix: “Lain kali kalau ingin terlihat pintar di depan orang jangan membaca Al Qur’an, cukup terjemahan aja, Oke! Soalnya kalau kamu baca Al Qur’an seketika terlihat sangat bodoh sekali, dari segi apapun, Makhrojnya, Tajwidnya, dan Nahwunya. Membedakan Harokat nggak bisa, bahkan membedakan Ma’rifat dan Nakiroh saja kau tak bisa, tapi seakan sudah merasa lebih hueeebat dari Guru kami Hadrotusysyaikh K.H Hasyim Asy’ari yang menanamkan Cinta Pancasila & Tanah Air.

    Bila ayat Al Qur’an saja kau berani permainkan dengan santainya (tidak takut dosa merubah-rubah ayat) bagaimana dengan orang awam yang tidak tau apa-apa? Dan mereka tahunya kau panutan? Sedang kau sangat berantakan membaca ayat Al Qur’an, betapa beratnya bebanmu di akhirat, belum ngaji tapi sudah semangat menggurui.

    Mengapa Felix Siauw Berani Sembarangan Membaca Qur’an?

    Wallahu A’lamu.

    Penulis: Gus Abdul Haris, Ketua Rijalul Ansor Ranting Ansor NU Wonokromo Pleret Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengasuh Pesantren Nurul Istadz Wonokromo Pleret Bantul

  • KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seorang pemuda bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz:

    Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menundukkan badannya dan mencium tanganmu berbolak balik?

    Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik?

    Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama makhluk?

    Tidakkah hanya Allah saja yang layak disembah?

    Tunduk atau menunduk kepada makhluk adalah perbuatan syirik. Habib Umar hanya tersenyum mendengar ucapan dan pertanyaan dari seorang pemuda tersebut.

    Lantas Habib Umar memanggil pemuda tadi dan mendekatinya.

    Habib Umar mengambil pena yang ada di dalam saku baju pemuda tersebut kemudian menjatuhkannya ke bawah.

    Ketika si pemuda ini menundukkan kepala dan badannya kebawah guna mengambil pena tersebut, Habib Umar menahannya dan berkata: “Jangan menunduk!, tidakkah menunduk kepada makhluk adalah bathil?”

    “Tidak, aku hanya ingin mengambil pena ku di bawah.”

    Lantas Habib Umar berkata: “Aku ini ibaratkan pena, seorang pencari ilmu tidak akan mendapat ilmu jika tidak mempunyai pena, Begitu juga dengan murid-muridku mereka menghargai dan menghormatiku bukan atas permintaaanku, Aku tidak pernah memaksa, aku tidak pernah menyuruh mereka mencium tanganku. Tetapi ketahuilah wahai pemuda; Seorang thalabul ilim tidak akan mendapatkan setetespun ilmu yang bermanfaat jika dia tidak menghormati gurunya.”

    Inframe : Kiai Kafabihi Mahrus mencium tangan Kiai Dimyati Rois
    Credit : Ulama Nusantara