Penulis: Sorban Santri

  • Kelak Orang Miskin Berkuasa

    Kelak Orang Miskin Berkuasa

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Suatu hari Rasulullah… memberitahu kepada para sahabatnya, bahwa orang-orang miskin nanti akan memiliki kekuasaan.

    Sahabat bertanya:

    “Kekuasaan apa ya Rasulullah..?”

    Rasulullah SAW menjawab:

    “Di hari kiamat nanti… Setelah manusia dikumpulkan… Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, lihatlah di sekelilingmu…. Carilah mereka yang pernah memberimu makan walau sesuap, memberi minum walau seteguk, memberi ilmu walau Sedikit dan memberi pakaian walau selembar. Peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga…”

    Masyaa Allah..!!!

    Saudaraku…
    Dalam kehidupan banyak orang yang tidak mau berhubungan dengan orang-orang miskin.
    Dengan alasan…
    Malulah..
    Gak level-lah,
    Parahnya lagi takut ketularan miskin.
    Ini sungguh gak benar sama sekali. Justru kita yang butuh mereka. Karena dengan menolong mereka, maka Allah akan menolong kita.
    Ketika kita meringankan beban mereka, maka Allah akan meringankan beban kita.

    Bantulah mereka di sekitar anda

    Jangan pernah takut memberi bantuan atau pertolongan.
    karena itulah yang akan menolong kita di dunia ini dan di akhirat nanti.

    Semoga kita semua dikaruniai oleh Allah bisa membantu orang miskin dan anak-anak yatim secara Istiqomah.
    Aamiin… Aamiin ya Robbal’alamiin.(PUTRA WIJAYA)

  • IKUTI YG MAYORITAS

    IKUTI YG MAYORITAS

    SORBANSANTRI.COM

    oleh : kyai Ahmad Muzammil

    siapakah mereka
    Rasululullah ﷺ bersabda ;

    “ما كان الله لا يجمع هذه الأمة على ضلالة أبداً، وإن يد الله مع الجماعة هكذا، فعليكم السواد الأعظم، فإن من شذ في النار”

    “Sesungguhnya Allah tidak menghimpun umat ini diatas kesesatan selamanya. Dan tangan Allah bersama Al jama’ah. maka hendaklah kalian bersama As-Sawad Al-A’dzham [kelompok muslimin terbanyak] dan barangsiapa yang menyimpang, maka ia menyimpang ke neraka”(Hadist shahih riwayat Al-Hakim dan At-Tirmidzi )

    Pada hadits lain disebutkan Rasululullah ﷺ bersabda ;

    وَإنّ هَذِهِ الْمِلّةَ سَتـَفْترَِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَْ فِرْقَةً، ثِنْتَانِ وَسَبـْعُوْنَ فيِ النَّارِ وَوَاحِ دَةٌ فيِ الجَْنّةِ وَهِيَ الجَْمَاعَةُ (رَوَاهُ أبـُوْ دَاوُد)

    “Dan sesungguhnya umat agama ini akan pecah menjadi tujuh puluh tiga golongan,
    tujuh puluh dua di neraka, dan hanya satu di surga; dan dia adalah Al jama’ah [kelompok mayoritas]”.
    (HR. Abu Dawud)

    Rasululullah ﷺ bersabda ;

    إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم…

    “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas [as-sawad al a’dzham].”
    (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shahih)

    al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah menafsirkan kata As-sawadul A’dzham sebagai sekelompok (jamaah) manusia yang mayoritas/terbanyak, yang bersatu dalam satu jalan manhaj yang lurus. (Lihat: Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283). Menurut al-Hafidz al-Muhaddits Imam Suyuthi, As-Sawad Al-A’dzham merupakan mayoritas umat Islam.

    Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataan Imam Ath-Thabari mengenai makna kata “jama’ah” dalam hadits Bukhari yang berbunyi, “Hendaknya kalian bersama jamaah”, beliau berkata, “Jamaah adalah As-Sawad Al-A’dzham.” (Lihat Fathul Bari juz 13 hal. 37)
    Ibnu Hajar al-Atsqolani pun memaknai “Jama’ah” sebagai As-Sawad Al-A’zhom (mayoritas umat Islam). (abi sorban)

    #PACGPAnsorKradenanGrobogan
    #santrigoibNUsantara
    #penggerakannahdiyyah
    #generasimudaNU

  • SOSIALISASI DAN ISOLASI 7 HARI BAGI SANTRI KEMBALI KE PONDOK PLOSO MOJO KEDIRI

    SOSIALISASI DAN ISOLASI 7 HARI BAGI SANTRI KEMBALI KE PONDOK PLOSO MOJO KEDIRI

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Kata Imam Syafi’i, kalau tidak belajar ya mengajar. begitu pentingnya menuntut ilmu khususnya bagi santri-santri baik yang akan balik kepondok atau yang akan pergi belajar ke pesantren. Dalam masa pandemi covid-19 ini berdampak juga pada lingkungan pesantren, kali ini kegiatan sosialisasi dan isolasi mandiri selama  7 hari diadakan di Pondok Pesantren Al-Falah Kec. Pacet Mojokerto, yang menampung 50 santri yang akan kembali ke pondok ploso mojo kediri.

    Kegiatan ini melibatkan kerjasama antara pondok pesantren Al Falah, PCNU Mojokerto, santri, wali santri, serta mendatangkan penyuluhan perihal standart kesehatan oleh dinas kesehatan dari upt puskesmas pacet untuk menyampaian standart kesehatan santri kembali kepondok.

    Peranan Pondok Al-Falah Pacet serta banser satkoryon pacet akan sangat dibutuhkan dalam kegiatan tersebut terutama Banser Husada (BASADA), karena harus aktif menjaga santri selama dalam masa isolasi yaitu bergiliran melakukan pengamanan selama 7 hari.
    Acara tersebut dilaksanakan dari pukul 09.00 wib Selasa, 14 Juli 2020 di PP. Al-Falah Pacet, mulai dari pemeriksaan santri dan tamu yang hadir yang dilaksanakan Banser Husada (BASADA) dan LPBI NU. (abi sorban)

  • Kisah Terciptanya Hewan Babi, Tikus, dan Kucing di Kapal Nabi Nuh

    Kisah Terciptanya Hewan Babi, Tikus, dan Kucing di Kapal Nabi Nuh

    SORBANSANTRI.COM

    SorBan Santri- Ketika kapal Nabi Nuh masih berada diatas air ketika banjir besar. Kapal masih berlayar diatas air tanpa mengetahui kemana arah untuk dituju. Kerana tujuan semata hanya untuk menyelamatkan diri dari bencana air banjir tersebut. Malangnya, segala kotoran yang dibuang oleh para binatang membuat keadaan dikapal menjadi tambah bermasalah. Sehingga banyak menimbulkan penyakit bagi anak kapal yang tinggal didalamnya. Nabi Nuh hanya melihat dan diam dan menyerahkan urusan ini kepada Allah SWT. Nabi Nuh lalu bermohon agar dibukakan jalan keluar dari permasalahan ini.

    Maka Malaikat Jibril menemui Nabi Nuh dan memerintahkannya untuk mengusap dahi seekor gajah. Setelah arahan itu disampaikan maka Nabi Nuh AS mengusap dahi seekor gajah yang ada didepannya. Atas Kuasa Allah SWT maka keluarlah sepasang babi dari belalai gajah yang diusapkannya. Semua anak kapal yang menyaksikan tampak keheranan dengan peristiwa ajaib tersebut. Maka babilah yang akan menyapu bersih seluruh kotoran yang ada dikapal tersebut. Karena demikian itu adalah makanannya. Tampak Nabi Nuh lega masalah yang dihadapinya selesai.

    Malangnya,iblis telah menyusup didalam kapal bahtera yang dihuni oleh Nabi Nuh dan para pengikutnya. Lantas iblis membuat onar didalam kapal. Dia mengusapkan bagian belakang tubuh babi tersebut, lalu muncullah dari hidung babi tersebut sepasang tikus. Tikus tersebut menggigit-gigit papan papan dan barang-barang yang ada didalam kapal.

    “Dari mana sebab datangnya semua ini, sehingga semua barang-barang yang ada dikapal habis dan rusak” ucap Nabi Nuh keheranan. Maka Jibril mendatangi beliau dan memberitahukannya, bahwa yang melakukan ini semua adalah akibat iblis. Lantas Jibril menyampaikan kepada Nabi Nuh agar mengusap bagian belakang tubuh harimau. Maka Nabi Nuh mengusap bagian belakang tubuh harimau. Ketika Nabi Nuh mengusapnya maka keluarlah sepasang kucing yang kemudian segera memburu tikus-tikus yang ada didalam kapal. Begitulah Sejarah penciptaan babi, kucing, dan tikus di bumi.(abi sorban)

  • PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT

    PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril
    “Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

    “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

    “Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
    Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.

    “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
    “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya malaikat ibril lagi.
    “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.

    Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
    “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
    “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”

    Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.
    Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina muhammad….

    Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.
    Allahumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad….

    Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafaat baginda Rosulullah SAW.
    Aamiin.

    Yang like, komentar dan share status ini, Semoga kelak akan berkumpul bersama Rasulullah dan mendapatkan aliran syafa’at dari Baginda kita, Rasulullah Muhammad SAW.
    Amiin…

    Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad……

    (abi sorban)

  • LAZISNU PC KAB MOJOKERTO RUTIN BERBAGI SEMBAKO

    LAZISNU PC KAB MOJOKERTO RUTIN BERBAGI SEMBAKO

    SORBAN JETIS__ LAZISNU PCNU KAB MOJOKERTO Tidak kenal lelah dan teros bergerak serta semangat yang luar biasa terbukti ada kegiatan yang rutin mereka lakukan, salah satunya adalah berbagi sembako ke fakir miskin dan orang orang yang membutuhkan, kali ini LAZISNU MOJOKERTO berbagi ke empat desa yang ada di kec Jetis Mojokerto (12/07/2020) yaitu desa mlirib, penompo, Canggu dan Sidorejo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa mlirib

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa canggu

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa penompo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa sidorejo

    Seperti yang di sampaikan oleh GUS ROFI’ selaku ketua LAZISNU MOJOKERTO pada SORBAN beliau mengatakan ” kami akan teros melakukan kegiatan serupa setiap bulan” beliau mengharapkan meskipun tak seberapa yang LAZISNU berikan tapi bisa meringankan beban ekonomi mereka di era pandemi covid-19

    SORBANSANTRI.COM

    H. MUHAMMAD ROFI’UDDIN S.Ag saat membagikan sembako

    Dalam sambutannya H. KHOIRUL AMIN selaku ketua MWCNU Jetis menjelaskan ini adalah salah satu Khidmah NU pada umat dan masih banyak lagi kegiatan kegiatan sosial yang telah di lakukan NU serta teros mengadakan efaluasi biar selalu ada peningkatan

    SORBANSANTRI.COM

    Pengawalan BANSER JETIS

    Setiap ada kegiatan NU tak pernah ketinggalan kader barisan Ansor sebagian (BANSER) selalu mengawal, kegiatan kali ini ada sekitar 9 personil banser yang mengawal

    Ada yang mengharukan saat pembagian sembako di desa sidorejo, waktu pemberian secara simbolis yang di lakukan oleh kepala desa, tokoh nomer satu sedesa sidorejo bapak KOKOH SANTOSO sempat meneteskan air mata dan membuat pengurus LAZISNU terdiam dan ikut terharu menyaksikan kejadian tersebut

    By: alim sorban

  • LAZISNU MOJOKERTO RUTIN BERBAGI  SEMBAKO

    LAZISNU MOJOKERTO RUTIN BERBAGI SEMBAKO

    SORBAN JETIS__ LAZISNU PCNU KAB MOJOKERTO Tidak kenal lelah dan teros bergerak serta semangat yang luar biasa terbukti ada kegiatan yang rutin mereka lakukan, salah satunya adalah berbagi sembako ke fakir miskin dan orang orang yang membutuhkan, kali ini LAZISNU MOJOKERTO berbagi ke empat desa yang ada di kec Jetis Mojokerto (12/07/2020) yaitu desa mlirib, penompo, Canggu dan Sidorejo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa canggu

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa sidorejo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa penompo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa mlirib

    Seperti yang di sampaikan oleh GUS ROFI’ selaku ketua LAZISNU MOJOKERTO pada SORBAN beliau mengatakan ” kami akan teros melakukan kegiatan serupa setiap bulan” beliau mengharapkan meskipun tak seberapa yang LAZISNU berikan tapi bisa meringankan beban ekonomi mereka di era pandemi covid-19

    SORBANSANTRI.COM

    H. MUHAMMAD ROFI’UDDIN S.Ag (GUS ROFU’) saat membagikan sembako

    Dalam sambutannya H. KHOIRUL AMIN selaku ketua MWCNU Jetis menjelaskan ini adalah salah satu Khidmah NU pada umat dan masih banyak lagi kegiatan kegiatan sosial yang telah di lakukan NU serta teros mengadakan efaluasi biar selalu ada peningkatan

    SORBANSANTRI.COM

    Pengawalan BANSER jetis

    Setiap ada kegiatan NU tak pernah ketinggalan kader barisan Ansor sebagian (BANSER) selalu mengawal, kegiatan kali ini ada sekitar 9 personil banser yang mengawal

    SORBANSANTRI.COM

    Mengharukan Penyerahan secara simbolis oleh kepala desa sidorejo

    Ada yang mengharukan saat pembagian sembako di desa sidorejo, waktu pemberian secara simbolis yang di lakukan oleh kepala desa, tokoh nomer satu sedesa sidorejo bapak KOKOH SANTOSO sempat meneteskan air mata dan membuat pengurus LAZISNU terdiam dan ikut terharu menyaksikan kejadian tersebut

    By: alim sorban

  • RAKER NU CARE-LAZISNU KECAMATAN PACET MOJOKERTO

    RAKER NU CARE-LAZISNU KECAMATAN PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Selalu saja banyak KEGIATAN dan acara NU yang DIADAKAN Kecamatan Pacet. Kali ini sabtu, 11 Juli 2020 pukul 09:00 wib sudah dimulai lagi kegiatan yaitu RAKER NU CARE-LAZISNU KECAMATAN PACET MOJOKERTO. yang bertempatkan di Gedung Graha MWCNU PACET MOJOKERTO.

    Dalam bahasan kali ini LAZISNU menekankan bahwa LAZISNU selama ini rumornya yang cenderung bergerak di politik harus kembali dan menjaga Khittoh NU yaitu hanya bergerak dibidang keagamaan, kata Gus Dodi Diyauddin selaku pemateri dari PWNU Jawa Timur.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus Dodi Diyauddin Manager Operasional PW NU-CARE LAZISNU JAWA TIMUR

    Dikegiatan tersebut melibatkan semua jajaran kepengurusan LAZISNU Kec. PACET MOJOKERTO seperti tokoh-tokoh agama IPNU IPPNU ANSOR BANSER Dll yang ada dibawah naungan MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Mempererat semua anggota LAZISNU serta melaporkan kinerja selama satu tahun, agar bisa evaluasi kerja selama satu tahun dan diharapkan agar kedepannya lebih baik lagi.

    Dengan melibatkan semua BANOM dan LEMBAGA, rencana ini merupakan kegiatan rutin agenda tahunan sebagai bentuk kontrol dan evaliasi organisasi.
    Tidak luput juga peran aktif banser dalam setiap kegiatan yang berada didalam aqidah Ahlussunnah Wal jama’ah antara lain pengamanan yang dilakukan Banser Lalu Lintas (BALANTAS). (Abi SORBAN)

  • Khutbah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Berbahasa Sunda Pegon Zaman Jepang

    Khutbah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Berbahasa Sunda Pegon Zaman Jepang

    SORBANSANTRI.COM
    Berbahasa Sunda Pegon, Ini Khutbah Kh. Hasyim Asy’ari di Majalah Era Jepang

    SORBAN SANTRI- Berikut ini adalah penggalan khutbah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam versi terjemahan bahasa Sunda aksara Arab (Sunda Pegon) yang termuat dalam majalah al-Syu’lah edisi 1 Rajab 1363 Hijriah (bertepatan dengan 1 Juli tahun Jepang 2604 atau tahun Masehi 1944), nomor 5 tahun 1.

    Majalah al-Syu’lah adalah majalah berbahasa Sunda Pegon yang terbit pada zaman pendudukan Jepang yang penerbitannya dikeluarkan oleh “Gunseikanbu Shumubu” (Departemen Agama Pemerintahan Balatentara Jepang). Di halaman terakhir majalah, terdapat keterangan pencetaknya adalah Gun-Kanetsu-Han yang beralamat di Pemandangan, Jakarta.

    Khutbah KH Hasyim Asy’ari dalam bahasa Sunda Pegon ini termuat secara lengkap dalam 3 lembar halaman (hal. 16-18). Tertulis dalam pembukaan khutbah:

    بيانتارانا سسفوه اݢوڠ مشيومي

    كيائي الحج هاشم أشعري دينا فاتمؤن علما دي ساكولياه/ جاوا تڠاه تڠݢل 25 جوني 2604 دي سؤلؤ

    (Biantarana sesepuh agung Masyumi// Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dina patemon ulama di sakawilayah/ Jawa Tengah tanggal 25 Juni 2604 di Solo [Khutbah sesepuh besar Masyumi Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dalam pertemuan ulama seluruh wilayah Jawa Tengah tanggal 25 Juni 22604 di Solo])

    Setelah membuka dengan basmalah, hamdalah dan shalawat dalam bahasa Arab, Hadratussyekh kemudian mengatakan dalam bahasa Sunda:

    كلايان أسمانا الله انو ميكا اسيه سرتا ميكاڽاءه. سݢال فوجي ايت كاݢوڠان الله ݢوستي نو موربيڠ عالم. رحمة جڠ كابݢجاءن كاجوڠ جوڠان اورڠ نبي اݢوڠ محمد صلى الله عليه وسلم جڠ كاساكابيه كولاورݢانا سرتا كا فارا صحابة نا

    (Kalayan asmana Allah anu mikaasih sarta mikanyaah. Sagala puji eta kagungan Allah Gusti nu murbeng alam. Rahmat jeung kabagjaan ka jungjungan urang Nabi agung Muhammad SAW jeung sakabeh kulawargana sarta ka para sahabatna [Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji milik Allah yang menguasai alam raya. Rahmat dan kebahagiaan tercurah untuk jungjungan kita Nabi agung Muhammad SAW beserta semua keluarga dan para sahabatnya])

    سيم كوريڠ ڽڠݢاكن كافارا جوراݢان سادايا شوكور سرتا اوچافان ويلوجڠ سومفيڠ تينا كاساتياءن فارا جوراݢان نو فارنتوس سامي كرسا ڠابولكن أونداڠان فيكن ڠاهاضيران ايئي فاتمون

    (Sim kuring nyanggakeun ka para juragan sadaya syukur sarta ucapan wilujeng sumping tina kasatiaan para juragan nu parantos sami kersa ngabulkeun ondangan pikeun ngahadiran ieu patemon [Saya menghaturkan kepada para tuan semua rasa syukur (terima kasih) dan ucapan selamat datang atas kesetiaan para tuan yang sudah berkenan memenuhi undangan guna menghadiri pertemuan ini])

    Saya menjumpai majalah al-Syu’lah edisi nomor 5 tahun 1 di rumah Ajengan Ahmad Muhibbuddin, keluarga pengasuh pesantren Nurul Fata, Cikondang, Sukabumi.


    Teks khutbah berbahasa Sunda di atas sejatinya adalah terjemahan dari teks asli yang ditulis dalam bahasa Arab dan disampaikan dalam rapat pertemuan para ulama Jawa Tengah yang diadakan di kota Solo pada 25 Juni 1944. Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menyampaikan khutbah tersebut dalam kapasitasnya sebagai pucuk pimpinan tertinggi umat Muslim Indonesia.

    Teks asli berbahasa Arab khutbah di atas dimuat dalam majalah Soeara Moeslimin Indonesia edisi Rajab 1363 Hijriah (Juli tahun Jepang 2604 atau 1944 tahun Masehi). Soeara Moeslimin Indonesia adalah majalah berbahasa Melayu-Indonesia beraksara Latin (di dalamnya terdapat sisipan bahasa Jepang dan bahasa Arab) yang diterbitkan oleh Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia (Masjoemi).

    Dalam majalah Soeara Moeslimin Indonesia, pidato asli berbahasa Arab Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tersebut termuat secara lengkap dalam dua halaman (hal 2-3). Tertulis penggalan tiga paragraf pertama pidato tersebut:

    بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين. أيها الاخوان العلماء الكرام أرفع الى حضراتكم جميل الشكر وأطيب التهاني على تلبيتكم الدعوة لحضور هذا الاجتماع. وما دفعكم الى الحضور هنا الا الرغبة الأكيدة للعمل المجدي مع الحكومة العسكرية والارادة القوية لرفع شأن الإسلام والاهتمام بأمر المسلمين كما أمرنا بذلك رسولنا الأعظم محمد صلى الله عليه وسلم (صلعم). اليوم يجتمع هنا (بمدينة صالو) علماء جاوا الوسطى كما اجتمع من قبل علماء جاوا الشرقية بمدينة سورابيا. ونسأل الله تعالى أن يجعل اجتماعنا هذا اجتماعا مباركا يكون لنا منه خير الدنيا وثواب الآخرة. آمين.


    Selain khutbah berbahasa Sunda di atas, saya juga menjumpai tulisan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari lainnya yang berbahasa Sunda (sebagai terjemahan dari teks aslinya yang berbahasa Melayu). Tulisan tersebut termuat dalam majalah al-Mawaidz (Pangrojong Nahdlatoel Oelama Tasikmalaja)” edisi nomor 4 tahun 1933. Al-Mawaidz adalah sebuah majalah berbahasa Sunda yang diterbitkan oleh Bestuur (Cabang) Nahdlatul Ulama Tasikmalaya sepanjang tahun 1933 hingga 1935.

    Adalah Kang Ajengan Iip D. Yahya, penulis dan sejarawan Jawa Barat, yang telah berbaik hati mengirimi saya tulisan KH Hasyim Asy’ari berbahasa Sunda dalam majalah Al-Mawaidz tersebut.

    Tulisan Hadratusayekh KH Hasyim Asy’ari sebagaimana dimaksud di atas berisi surat tanggapan beliau seputar hukum membangun rumah fakir miskin dari harta zakat. Kasus “rumah miskin” ini sempat mencuat sebagai polemik di Tasikmalaya pada saat itu antara sesama ulama tradisionalis. Surat tersebut ditulis di Tebuireng, bertanggal 18 Agustus 1933 Masehi.

    Tertulis dalam pengantar surat tulisan KH Hasyim Asy’ari yang dimaksud:

    Dina Al-Mawaidz noe ti pajoen parantos didjawab patarosan tina hal Roemah Miskin noe bade ngadeg di oerang Tasik, noemoetkeun pamendak, kenging inchtiar di Tasik bae.

    Barang nampi eta patarosan, redaksi henteu mertjantenkeun ka Oelama Nahdloh di Tasikmalaja bae, namoeng enggal njoehoenkeun timbanganana oelama-oelama noe ternama, parantos kasjohor di kalangan Islam Indonesia, sapertos: Kiai Hasjim bin Asj’ari, Rois Hoofsbestuur Nahdlatoel Oelama, adjengan di Teboe Ireng, Djombang; Kiai H. Ahmad Sanoesi Tanah Tinggi Batawi, biasa disebat Adjengan Tjantajan; Kiai Natadilaga Dawoean, Mantri Goeroe pangsioen.

    Ieu di handap disanggakeun, satjeplasna timbanganana Adjengan Hasjim Asj’ari, noe geus kapertjanten djadi panoengtoen koe poeloeh-poeloeh reboe kaom Moeslimin henteu ratoes reboe oge”

    (Dalam Al-Mawaidz edisi yang lalu, telah dijawab pertanyaan perihal Rumah Miskin yang akan dibangun di Tasik. […?…]

    Ketika menerima pertanyaan terebut, redaksi tidak hanya mempercayakan jawabannya kepada para ulama NU di Tasikmalaya saja, tetapi juga segera meminta pertimbagan dari ulama-ulama yang ternama, yang sudah masyhur di kalangan Islam Indonesia, seperti Kiai Hasyim Asy’ari Rois Hoofbestuur NU, seorang ajengan di Tebu Ireng [Jombang], juga kepada KH Ahmad Sanusi Tanah Tinggi Batavia, yang biasa disebut Ajengan Cantayan [Sukabumi], juga kepada Kiai Natadilaga di Dawuan [Cikampek, Karawang], seorang mantra guru pension

    Di bawah ini dikemukakan sejelas-jelasnya pandangan Ajengan Hasyim Asy’ari, yang sudah terpercaya menjadi panutan oleh puluhan ribu kaum Muslim, jika tidak oleh ratusan ribu). Wallahu A’lam.

    Sukabumi, Kapit-Dzulkaedah 1441 Hijri/ Juli 2020 Masehi

    Alfaqir A. Ginanjar Sya’ban

  • ADEKKU SAYANG CALON EKSTRIMIS

    ADEKKU SAYANG CALON EKSTRIMIS

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Adekku sayang..

    Abang kasihan sama kalian. Teganya orangtua kalian mendoktrin kalian seperti ini. Hilang masa kecil kalian yang seharusnya berwarna. Kalian sejak kecil hanya tahu dua warna, kalau tidak hitam ya putih aja.

    Tau gak dek. Masa kecil abang dulu sangat bahagia. Abang main kejar2an, main layang2. Abang dulu kecil penuh dgn permainan. Ada petak umpet, main gundu, galah asin dan boy2an. Teman abang yang cewek main karet gelang, main congklak, wuih nikmatnya masa kecil kami.

    Dan karena kami kaya dengan semua permainan itu, abang tumbuh jadi orang yang kreatif, bergaul dgn semua orang tanpa kenal dia siapa, agamanya apa, dari suku mana. Bagi abang dulu semua sama, kami anak kecil yang bahagia yang kadang jotakan, tapi cepat baikan.

    Indah, kan dek ?

    Dan lihatlah diri kalian sekarang. Coba pandangi foto kalian. Menyedihkan, bukan ? Sibuk dengan bendera2 yg kalian juga gak tau artinya apa. Sibuk dgn simbol2 yg kalian jg gak tau maknanya. Wajah kalian kusam, ga ada cahaya kegembiraan seperti anak kecil umumnya.

    Abang kasihan sama kalian. Lebih kasihan lagi sama orang tua kalian, yang dengan teganya mengumpankan kalian kepada ustad2 jahil, bodoh, goblok, dan terkadang jadi predator. Orangtua kalian yang tanpa sadar menjadikan kalian mesin penghancur, tanpa perasaan, eksklusif, fanatik dan sudah pasti bodoh dan tidak mudah bergaul dgn siapa saja.

    Mereka yang merasa bangga, bukan kalian. Kalian hanya korban, adek2ku sayang. Korban dari kebodohan orangtua kalian, yang dulu waktu kecil sebenarnya kaya dgn permainan anak2. Tapi mereka mungkin selalu jadi pecundang, sehingga tidak punya kebanggaan diri dan mencari eksistensi lewat simbol2 kebanggaan semu yang miskin arti.

    Kelak ketika kalian dewasa dan tumbuh jadi pribadi mengerikan yang ingin merusak ketahanan negeri ini, maafkan abang dek. Anak2 abang sudah dilatih untuk melawan kalian. Anak2 abang sudah abang didik untuk mencintai negeri ini dan siap membelanya sampai titik penghabisan.

    Mungkin kelak kalian akan berhadapan dgn anak2 abang. Dan itu bisa jadi takdir kalian bertemu di simpang jalan. Bukan, bukan abang jahat. Tapi supaya ideologi kalian tidak berkembang dan merusak semua tatanan yg dibangun pendiri bangsa ini untuk hidup damai dalam keragaman.

    Cium sayang abang untukmu, dek. Abang doakan kalian ketika dewasa, melawan semua doktrin yang sekarang dipaksakan kepada kalian. (abi sorban)