Penulis: Sorban Santri

  • PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sebanyak 18 Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) kabupaten mojokerto resmi dilantik masa bakti 2021-2024 pada hari minggu 21 maret 2021 di institut pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto. 

    Pelantikan PC ISNU Kabupaten Mojokerto ini diagendakan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi oleh Bupati Mojokerto Dr. IKfina Fahmawati dan Wakil Bupati terpilih Gus Muhammad al Barra, namun karena ada kepentingan lain Ibu Gubernur Jatim ini berhalangan hadir. 

    Meskipun demikian, acara pelantikan 18 PAC yang tersebar di seluruh kecamatan se kabupaten mojokerto yang diawali dengan sambutan oleh ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali dilanjutkan sambutan tuan rumah Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim.MA., berjalan dengan khidmat dan lancar sampai akhir acara. 

    Jadwal acara yang padat dan berisi berlangsung dengan penuh semangat peserta, setelah ishoma acara yang dihadiri lebih dari 100 orang sarjana NU Mojokerto itu langsung dilanjut dengan acara simposium kebangsaan bertema “Peran Sarjana NU dalam mewujudkan Mojokerto Maju Adil dan Makmur” dengan nara sumber Prof. Mas’ud Saidi dan Gus Muhammad al Barra. 

    “Kita sebagai sarjana NU Mojokerto harus siap dan mampu memaksimalkan diri berperan aktif dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat” Jawaban Prof. Mas’ud Saidi atas pertanyaan yang dilontarkan peserta saudara Kusmanuji ketua PAC ISNU Pacet, disambut riuh applause dari peserta. (Abdu Pct)

  • Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    Kisah Khalifah Ali Menegur Keras Putrinya

    SORBAN Infokom –

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Posted by Saifur Ashaqi

    Setelah menjadi khalifah, Ali bin Abi Thalib terkenal sebagai seorang pemimpin yang adil. Dikisahkan pada suatu hari putri Ali bin Abi Thalib yang bernama Zainab keluar dengan memakai baju dan perhiasan yang mahal harganya. Melihat putrinya itu, Ali bertanya kepada Zainab, “Dari mana kalung ini? Siapa yang memberimu?”

    Sambil menahan rasa takut, Zainab menjawab, “Saya ambil dari Ibnu Abi Rafi, kepala baitul mal.”

    Sebagai khalifah yang adil, Ali lalu memanggil Ibnu Abi Rafi. Setelah Ibnu Abi Rafi datang, Ali dengan nada marah bertanya, “Siapa yang menyuruhmu memberikan kalung ini kepada putriku?”

    Ibnu Abi Rafi menjawab, “Saya hanya memberikan perhiasan itu kepada putrimu, itupun hanya dipinjam untuk 3 hari, setelah itu akan dikembalikan.”

    Ali tetap tidak setuju dan berkata, “Apakah putriku dapat meringankan siksa Allah kepadaku, dapat memikul dosa-dosaku di akhirat nanti?”

    “Tentu tidak, wahai Amirul Mukminin,” jawab Ibnu Abi Rafi.

    “Karena itu, sekarang juga ambil kalung itu dari putriku dan kembalikan ke baitul mal. Jangan engkau ulangi lagi perbuatan seperti itu.” perintah Khalifah Ali.

    Wallahu A’lam

  • Sejarah Lengkap Penulisan Al-Qur’an (bag. 1)

    Sejarah Lengkap Penulisan Al-Qur’an (bag. 1)

    SORBAN Infokom-

    بسم الله الرحمن الرحيم…
    Posted by Saifur Ashaqi

    Diambil dari kitab “Manahilul ‘Irfan fi Ulumil Qur’an” karya Imam Az-Zarqani. Pengumpulan Al-Qur’an ditinjau dari segi penulisannya terjadi 3 periode : Pertama, pada masa Nabi saw. Kedua, pada masa sahabat Abu Bakar As-Shiddiq. Ketiga, pada masa sahabat Utsman bin Affan. Dan pada masa terakhir ini mushaf-mushaf telah berhasil disalin dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia.

    Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Rasulullah saw.

    Rasulullah saw. mengangkat penulis-penulis wahyu manakala turun ayat-ayat Al-Qur’an dan memerintahkan mereka untuk menulisnya. Tujuannya adalah untuk mengukuhkan dan mengikat (menjaganya). Dan untuk menambah rasa percaya diri, hafalan, dan kehati-hatian pada kitab Allah Ta’ala, sehingga tulisan tersebut jelas lafadznya dan bisa ditulis lafadznya.

    Adapun mereka para penulis wahyu yang merupakan sahabat Nabi yang terbaik, di antaranya: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Muawiyah, Aban bin Sa’id, Khalid bin Walid, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Tsabit bin Qais, dan lainnya. Adapun Nabi saw. menunjuk mereka terhadap subjek yang ditulis dari surahnya. Dan mereka menuliskannya pada tempat yang mudah (mereka peroleh) yakni dari daun palm, batu, kulit atau kertas, potongan endoderm (jaringan bagian dalam kulit), tulang dari tulang bahu dan rusuk, kemudian tulisan tersebut disimpan di rumah Rasulullah saw.

    Demikianlah, berlalunya masa Nabi dengan selamat dan Al-Qur’an dikumpulkan dengan cara demikian. Bagaimana pun ia belum ditulis di atas mushaf.

    Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, “Apabila ada sebuah surah diturunkan kepada Rasulullah saw., maka beliau memanggil sebagian (sahabat) yang bertugas menulisnya dan bersabda : “Letakkanlah surah ini pada tempat yang disebutkan demikian dan demikian”.

    Dan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, “Pada masa Rasulullah saw. Al-Qur’an ditulis pada kulit atau kertas”. Dan adapun penyusunan tersebut (menjadi) pelajaran keteraturan susunan ayat-ayat berdasarkan bimbingan Nabi saw. dan dengan didasarkan atas ketetapan dari malaikat Jibril as. atas perintah Allah Azza wa Jalla.

    Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Sahabat Abu Bakar As-Shiddiq

    Peristiwa-peristiwa besar dan kesulitan-kesulitan yang terjadi telah membawa perubahan pada masa pemerintahan sahabat Abu Bakar As-Shiddiq. Diantaranya yaitu terjadinya perang Yamamah pada tahun 12 H. yang mana banyak para penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam pertempuran tersebut.

    Permasalahan ini ditanggapi serius oleh sahabat Umar bin Khattab, yang kemudian ia mendorong sahabat Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an. Hal tersebut dilakukannya karena dikhawatirkan Al-Qur’an dapat tersia-sia (tercecer), sebab banyaknya para penghafal Al-Qur’an yang meninggal dunia. Atas dasar dorongan sahabat Umar bin Khattab, Allah-pun membukakan hati sahabat Abu Bakar untuk mengumpulkan Al-Qur’an.

    Ia mendapatkan pencerahan dari Allah dalam mengerjakan pekerjaan ini, yaitu dengan mengangkat salah satu sahabat terbaik. yaitu Zaid bin Tsabit. Hal tersebut dikarenakan Zaid bin Tsabit merupakan sahabat yang memiliki kelebihan dibanding sahabat-sahabat lain, seperti beliau merupakan penghafal Al-Qur’an, penulis wahyu Rasulullah saw. dan juga turut menyaksikan Al-Qur’an dihadapkan kepada Rasulullah menjelang akhir hayatnya. Selain itu, Zaid bin Tsabit juga dikenal sebagai sahabat yang memiliki pendirian yang kokoh, wira’i, amanah, sempurna akhlaknya dan istiqomah dalam menjalankan agamanya.

    Dalam mengumpulkan Al-Qur’an, Zaid bin Tsabit menempuh jalan dengan sangat hati-hati, sabar dan menyusunnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh sahabat Abu Bakar dan sahabat Umar bin Khattab. Di dalam aturan tersebut terdapat tanggungan (aturan) yang mencakup kitabullah, dengan aturan yang patut baginya seperti penetapan (tasabbut/akurasi) yang tinggi dan kehati-hatian yang mendalam. Pengumpulan Al-Qur’an tidak hanya mengandalkan hafalan yang ia miliki, tidak pula dengan tulisan yang ia tulis dan apa yang ia dengar dari telinganya, akan tetapi lebih dari itu, ia berupaya semaksimal mungkin dengan rasa percaya diri, dengan mengacu pada dua hal pokok, yaitu:

    1.) Al-Qur’an yang ditulis langsung dihadapan Rasulullah saw.

    2.) Al-Qur’an yang telah dihafal oleh para sahabat

    Diantara kehati-hatian tersebut dibuktikan oleh sahabat Zaid bin Tsabit, bahwasanya ia sedikit pun tidak mau menulis sumber-sumber yang ada sebelum ia mendatangkan dua orang saksi bahwasanya Al-Qur’an yang ditulis benar-benar berasal dari Rasulullah saw.

    Berdasarkan peraturan yang bijaksana ini, penulisan dan pengumpulan Al-Qur’an selesai dilakukan dengan kemuliaan sahabat Abu Bakar, sahabat Umar bin Khattab, dan mayoritas para sahabat, serta kesepakatan umat. Sahabat Ali bin Abu Thalib berkata, “Orang yang mendapatkan pahala paling besar di dalam pengumpulan Al-Qur’an adalah sahabat Abu Bakar”. Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada sahabat Abu Bakar karena beliau merupakan pioner dalam pengumpulan Al-Qur’an.

    Al-Qur’an yang telah disusun oleh sahabat Zaid bin Tsabit dengan mendapatkan perhatian dan pertolongan yang lebih dari para sahabatnya, akhirnya diterima dan disimpan di sisi sahabat Abu Bakar, kemudian pada periode kekhalifahan Umar bin Khattab disimpan oleh beliau dan setelah sahabat Umar bin Khattab meninggal dunia, Al-Qur’an pun disimpan di rumah putri Umar bin Khattab, yaitu Hafsah yang mendapatkan gelar Ummul Mukminin. Pada periode selanjutnya Al-Qur’an yang telah berhasil dikumpulkan dijadikan pijakan oleh sahabat Utsman dalam penyalinan Al-Qur’an, sebagaimana keterangan berikut. (kalam ulama)

  • KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT MERAH

    KISAH NABI SULAIMAN DAN SEMUT MERAH

    Berita SORBAN- Ketika rombongan Nabi Sulaiman a.s akan melintasi lembah yang ditempati sebagai sarang semut, dan Beliau menyeru kepada semut-semut itu agar berlindung. Atas kebijakan Nabi SUlaiman inilah semut-semut itu memberikan pujian kepada Nabi Sulaiman.

    Pada masa-kanak-kanak, Nabi Sulaiman sudah menampakkan tanda-tanda kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian dalam mempertimbangkan dan mengambil suatu keputusan. Sebuah peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otak Nabi Sulaiman dibuktikan dengan kecerdasannya dalam memecahkan beberapa masalah.

    [irp]

    Salah satu mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Sulaiman adalah mengerti bahasa binatang. Suatu hari rombongan besar Nabi Sulaiman hendak menuju lembah Asgalan, dan rombongan itu terdiri dari Nabi Sulaiman dan umatnya, malaikat, jin serta binatang-binatang.

    Ditengah perjalanan, Beliau menyuruh rombongannya berhenti.

    “Berhentilah sejenak, kita beri waktu kepada makhluk ALlah untuk menyelamatkan diri,” ucap Nabi Sulaiman.

    “Wahai Nabiyullah, mengapa kita tiba-tiba berhenti di tengah jalan,” tanya salah satu rombongan.

    “Di depan ada lembah semut yang di dalamnya terdapat jutaan semut, mereka akan kusuruh untuk berlindung agar tidak terinjak oleh rombongan kita,” jawab Nabi Sulaiman.

    [useful_banner_manager banners=5 count=1]

    Dari jarak yang cukup jauh itu, Nabi Sulaiman nampaknya mendengar dialog Raja Semut yang menyuruh para semut untuk berlindung. Sungguh mukjizat yang sangat hebat sob, seseorang bisa mendengar pembicaraan hewan dari jarak yang jauh lagi, dialah Nabiyullah Sulaiman, Raja segala raja yang pernah hidup di dunia ini, dan tak pernah ada seorang rajapun di dunia ini sehebat Beliau.

    Pujian Semut.

    “Hai semut-smur, masuklah kalian ke dalam sarang agar selamat dan tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman,” ucap Raja Semut.

    [irp]

    Nabi Sulaiman tersenyum mendengar suara semut yang ketakutan itu.

    Ketika kaum semut itu tengah sibuk menyelamatkan diri, Nabi Sulaiman menyuruh kepada rombongannya untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Sungguh Anugerah Allah, meskipun diberi kekuatan hebat pun Nabi Sulaiman ini tidak pernah sombong, rasa syukur yang selalu Beliau ucapkan sob.

    Setelah beberapa saat berhenti, Nabi Sulaiman dan rombongannya kembali meneruskan perjalanan.

    Ketika melintasi lembah semut itu, Nabi Sulaiman dan rombongannya mendapatkan pujian dari Raja Semut. Kaum semut bersyukur karena sarangnya tidak rusak oleh rombongan Nabi Sulaiman.

    “Kami takjub kepada Nabi Sulaiman yang mengerti bahasa binatang, sehingga tidak ada satupun yang terbunuh diantara kami,” kata Raja Semut.

    [irp]

    Kisah ini merupak cuplikan dari ayat Al Qur’an surat An-Naml ayat 18 yang artinya,

    “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

    (QS. An-Naml: 18). (red-sorban)

  • Perjalanan “JOHN INDRA” Seorang Pejuang Gila BANSER

    Perjalanan “JOHN INDRA” Seorang Pejuang Gila BANSER

    Copas… John Indra

    Sorbansantri.com – JOHN sapaan akrab dari nama (JOHN INDRA) seorang diri melakukan perjalanan yang tidak dekat yaitu dari Dharmasraya,Sumatra Barat menuju Kab.Mojokerto provinsi Jawa Timur

    Cerita ini dimulai
    Minggu tanggal 7 Maret 2021 Pukul 10.30 WIB waktunya mau berangkat mencapai suatu keinginan untuk bisa diakui santri oleh Hadratus syeh Mbah Hasyim Azhari, walau hanya menjadi debu ditiang bendera NU.
    sebelum keberangkatan tekat sudah bulat, namun ongkos belum cukup untuk berangkat, karna ongkos baru dibayar uang muka syarat mendapatkan kursi.
    Disinilah rasa kawatir menghinggapi, ketegangan, ketakutan, namun dalam menuju loket Bus, seorang Sahabat mengajak untuk mampir dan minta ijin kepada Sepuh, yakni Abah sekaligus Guru yang selama ini membimbing saya.

    Dalam perjalanan ketempat beliau, ternyata beliau tidak berada dirumah, namun sedang menghadiri ijab kabul seorang insan untuk menunaikan salah satu Sunnah Kanjung Nabi Agung Muhammad SAW.
    tepat pada saat itu meminta untuk ditunggu sebelum saya melakukan perjalanan ke Mojokerto, dan tibalah saat yang ditumggu kurang lebih setengah jam, beliau keluar karna prosesi akad,telah selesai dilaksakan.
    Kemudian saya mohon ijin dan minta doa agar perjalanan ke Mojokerto lancar dan mendapat berkah

    Selaku seorang santri beliau, ketika bertemu dan berpamitan selalu mencium tangan beliau sebagai bentuk Ta’dhim kepada beliau, dan tidak disangka beliau mengeluarkan beberapa helai uang dari kantong beliau, dan itu ternyata cukup untuk melunasi kekurangan ongkos mobil Bus yang telah dipesan, setelah meminta ijin melanjutkan perjalanan,saya langsung diantar oleh Sahabat yang sebenarnya sudah tau dengan keadaan, namun tidak melihatkan kekawatirannya.

    Tepat pada pukul 11.45 WIB tiba diloket Bus, dan kebetulan bus tersebut mau berjalan, dan saya langsung menaiki Bus dengan gagahnya bak seorang pejuang tanpa ada rasa apapun.
    Dalam perjalanan, sesampai di lahat rintangan mulai kuhadapi, dengan matinya seluruh lampu karna hari sudah menunjukan pukul 18.30 WIB, sekitar kurang lebih 1 jam lampu Bus kembali menyala dan pak sopir melanjutkan perjalanan, malam berganti pagi, pada pukul 10.30 WIB kembali mengalami rintangan, Bus yang saya tumpangi tiba tiba….. dihantam oleh mobil truk yang mundur,tepat nya di daerah Rupit Sumatera Selatan, wah saya mulai kawatir, selang beberapa waktu urusan tersebut selesai, dan kembali Pak supir melanjutkan perjalanan,
    Hari Senin tgl 8 Maret 2021 pukul 14.00 WIB tibalah dipemberhentian yang ke 5 dirumah makan, disini saya sudah mulai getir, karna di beberapa tempat pemberhentian saya hanya pura-pura lupa akan lapar dan selalu diganjal dengan kopi, namun disini perut saya terasa lapar, teringat bahwa disaku saya masih ada beberapa sisa uang, dan saya beli mie gelas kayak yang lagi hacking aja nih he…he…

    Sedikit ada ganjel juga perut walau masih terasa lapar, tepat pada pukul 21.06 tiba di Bengkahuni tempat penyebarangan, hati saya yang ketir mulai terobati saat berada diatas dak kapal sambil menikmati perjalanan kurang lebih dua jam, bak seorang pejuang kesasar.
    Rasa kawatir, was-was mulai berkurang, menunggu sampai disebrang.
    Dalam perjalanan diatas kapal saya mulai teringat akan belahan hati yang selalu setia menemani buah hati kami Shiddiq dan Saidah, dan saya hanya berucap dalam hati “perjalanan Ayah ini adalah sebagian kecil perjuangan bagi orang lain, namun begitu berat bagi Ayah nak, namun Ayah hanya ingin mendapat barokah dan dianggap santri yang nantinya akan berguna bagi kalian”

    Wah Tepat pada pukul 23.00 WIB sudah dekat dan akhirnya sampai di pelabuhan Merak.
    Tepat pada hari Selasa tanggal 8 Maret 2021 pukul 05.00 WIB tiba di pemberhentian RM Indorasa Indramayu, seperti biasa ditempat pemberhentian sebelumnya, cari kopi dan rokok,disini saya mulai gelisah lagi, karna sebagian penumpang dioper,sementara saya tetap dimobil tanpa harus dioper, menurut cerita beberapa orang yang saya tanya, kalau tetap di mobil ini jarak yang akan ditempuh satu malam lagi, wah sementara kalau dioper lewat Semarang hanya menempuh waktu 2 sampai 3 jam, ini membuat pertanyaan bikin gelisah.
    Pukul 05.33 WIB Pak supir melanjutkan perjalanan.
    Pukul 10.30 WIB tiba di pemberhentian RM indorasa Grincing, seperti biasa, namun ada yang berbeda kali ini, pesanan agak sedikit berubah dari kopi hitam ke kopi susu, tapi tetap kopi Weh….Weh….

    Dak terasa, saya sudah melakukan perjalanan tiga hari tiga malam, ini merupakan perjalan yang lama saya tempuh, dan saya hanya bisa berdoa, agar saya tetap kuat akan perjuangan ini.
    Pukul 12.20 masuk kota Semarang, keluar dari tol masuk lagi tol, wah tol semua terimakasih Pak Presiden Joko widodo
    Pukul14.00 WIB tiba di Solo,Karanganyar, Sragen
    Sampai di Sragen pukul 16.05 WIB, dan saya dioper ke mobil lain yang menuju Lumajang, wah saya agak kaget karna kemungkinan saya akan diturunkan di terminal, ya sudahlah yang penting nyampe Mojokerto dulu, saya naik mobil operan dengan Nama Bus MILA, trayek Solo-Yogja, mobil Bus ini kecepatannya didalam tol beda dgn mobil saya yang pertama, mungkin ini mobil patas kali ya, pukul 16.36 tiba di Ngawi.
    Pukul 17.17 WIB Tiba di kota Madiun dan mampir di terminal Purboyo
    17.58 WIB tiba di Nganjuk dan mampir di terminal Nganjuk.
    Tepat pukul 19.30 WIB saya tiba di lokasi yang saya tuju, yakni Kantor PCNU Kab.Mojokerto, di sana saya merasakan kesenangan yang luar biasa. Karna saya sampai juga di lokasi tujuan dengan suka cita he….he..

    Hari ini Rabu tgl 10 Maret 2021 pukul 22.00 WIB saya ditemani oleh sahabat Banser melaksanakan ziarah ke Makam Syeh Djumadil Kubro, Syeh Djumadil Kubro merupakan Sesepuh dari Wali Songo, dan berharap semoga perjalanan saya mendapat ridho ALLAH SWT dan di dukung oleh para Masyayikh, Aamiin Ya Rabbal Alamiin

    Tanggal 11 Maret pukul 10.00 wib mulai skrening peserta sampai 24.00 WIB.tanggal 12 Maret pukul 08.30 Wib kegiatan pelatihan SUSPELAT 1 dimulai s.d 14 Maret 2021.

    SORBANSANTRI.COM

    Setelah usai pendidikan SUSPELAT 1 pada tanggal 14 Maret 2021, pukul 15.00 wib saya diantar oleh sahabat menuju Surabaya untuk menempuh lagi perjalanan jauh untuk pulang kembali ke Dharmasraya kampung halaman Tercinta.

    Tanggal 15 Maret 2021 pukul 20.22 Wib tiba di terminal K. Rambutan dengan kecepatan mobil yang sangat pelan, saya menyimpulkan harus turun dari mobil dan menuju PP GP ANSOR dan PBNU, Karna mumpung ada kesempatan dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam, saya sampai di Kramat raya, kebetulan ketua PW GP Ansor Sumatera Barat sdg berada di PP GP ANSOR melaksanakan kegiatan RAKERWIL.
    Pada tgl 16 Maret 2021
    Pukul 09.00 Wib, dalam kesempatan itu saya mampir ke gedung PP dan masuk ke dalam ruangan SATKORNAS dan saya mengabadikan dengan foto diruangan tersebut.
    Pada pukul 14.00 WIB, saya mengunjungi gedung PBNU dan dikesempatan tersebut saya bertemu dengan Sekjen PBNU Kiyai Helmi, dan dan meminta barokah untuk perjuangan saya biar tetap Amanah serta Barokah.

    Pukul 20.00 WIB saya menuju hotel ACASIA karna ada acara RAKERNAS PP GP ANSOR, disana saya menemui Ketum Gus Yaqut, dan mengabadikan dengan foto bersama. Disana jg saya bertemu dengan Gus Lo Rohman Bashori Alhamdulillah bisa ketemu dengan para panglima GP ANSOR.
    Pada tanggal 17 Maret 2021, tepat pada pukul 06.30 WIB saya berangkat menuju terminal Kebon Jeruk dengan tujuan ke Dharmasraya, dengan menggunakan jasa Gojek, dalam perjalan saya melintasi pusat kota, mulai dari Taman Proklamator, sampai saya melewati dan melihat tugu Monas yang katanya sebagai icon dari Ibu Kota Republik Indonesia di DKI Jakarta Pusat, dalam batin saya walaupun tidak berhenti untuk mengabadikan, minimal saya sudah melihat bahwa Tugu Monas memang sangat tinggi he…he…

    Tepat pada pukul 07.30 WIB saya naik bus ke merak karna di terminal Kebon Jeruk tidak ada mobil langsung ke Dharmasraya.
    Pukul 09.40 WIB saya tiba di Merak tepatnya di loket bus ALS, untuk melanjutkan perjalanan menuju Dharmasraya.
    Tepat pada pukul 10.41 WIB saya naik Bus Madu Kismo menuju Dharmasraya, disini saya mulai lega.
    Pukul 12.00, mobil yang saya tumpangi menaiki kapal di pelabuhan merak menuju Bakahuni.
    Pukul 14.30 WIB tiba di pelabuhan Bakahuni, mobil Bus yang saya tumpangi langsung tancap gas menuju Sumatera.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Tanggal 18 Maret 2021, pukul 23.30 wib saya sampai dirumah, yang dijemput oleh salah satu jendral kami di Sumatera Barat yaitu Heri Sulamto, terima kasih Ndan,
    Alhamdulilah, ketemu sama Ibu Negara Fajria Ningsih (istri saya) yang selalu setia mengurusi dan menjaga buah hati kami, M.Shiddiq dan Saidah Ismi Khadijah,

    SORBANSANTRI.COM

    Saya hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih sudah mendukung perjuangan saya.
    Perjuangan ini tak lepas dari dukungan dari :
    Ketua PW GP ANSOR
    Dr. Rahmat TK. Sulaiman
    Ketua PCNU Dharmasraya
    KH. Nurkholidin
    Firdaus. S.HI
    Wenadri.MM
    Ketua MWC Timpeh
    Kiyai Kusum
    Ketua PC GP ANSOR Dharmasraya
    Age Kurniawan, MM
    Sahabat
    TK Ori
    TK Mufti
    Ndan Heri Sulamto
    Ndan Sukarji
    Ndan Heru
    Ndan Heri
    Ndan Giyanto beserta sahabat yang lainnya 🙏🙏🙏🙏🙏

    (Jhon – Anwar sorban)

  • Perbedaan antara Salafi dan Wahabi

    Perbedaan antara Salafi dan Wahabi

    wp.sorbansantri.com – Mungkin sebagian orang masih bingung dengan istilah Salafi-Wahabi, dan apakah perbedaan dari keduanya. Untuk menjawab pertanyaan itu, marilah kita lihat penjelasan dari Allamah Habib Hasan Assegaf dalam kitab Salafi Wahabi. Beliau berkata:

    لا يقولون وهابية لأن هذا لقب صار مستشنعا

    “Tidak dikatakan kepada Salafi masa ini dengan sebutan Wahabi, karena julukan Wahabi ini telah menjadi stiqma negatif”. (Salafi Wahabi, Allamah Hasan Assegaf, Hal 20)

    Menurut penuturan Habib Hasan Assegaf as-Syafi’ie nama Wahabi telah menjadi stiqma negatif, sehingga untuk melancarkan misi dakwahnya mereka (para gembong Wahabi) membutuhkan baju baru, dan baju baru mereka itu bernama Salafi. Masih dalam kitab yang sama beliau berkata:

    الحقيقة أنه لا فرق بين السلفية و الوهابية فهما وجهان لعملة واحدة، فهم يعتقدون بنفس المعتقدات و الأفكار

    “Pada kenyataanya, tidak ada perbedaan antara Salafi dan Wahabi, karena keduanya (Salafi & Wahabi) memiliki misi satu misi, mereka pula memiliki keyakinan dan pemikiran yang sama”. (Salafi Wahabi, Hal 19)

    Dari penuturan di atas dapat diambil kesimpulan.

    -Salafi yang muncul di-era ini adalah Wahabi itu sendiri. Mereka menggunakan nama Salafi, untuk berkelit dan menyembunyikan identitas dari publik, dikarenakan stiqma negatif yang telah menempel pada istilah ini.

    -Salafi dan Wahabi adalah dua wajah, yang memiliki keyakinan dan pemikiran satu, bukan dua golongan yang berbeda”.

    Inilah daftar ustadz-ustadz Salafi Wahabi di Indonesia yang perlu diwaspadai, mereka memakai label ustadz-ustadz Sunnah untuk menipu kalangan awam.

    SORBANSANTRI.COM

    sumber

  • Gus Yaqut : SIAP MENERJUNKAN BASADA dan HUSADA LAWAN CORONA

    Gus Yaqut : SIAP MENERJUNKAN BASADA dan HUSADA LAWAN CORONA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN Infokom | Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau sering di sapa Gus Yaqut menyatakan siap menerjunkan relawan, untuk menangani virus corona.

    Gus Yaqut segera menerjunkan relawan setelah mendapat izin dari pemerintah.

    Gus Yaqut mengatakan, segera menerjunkan relawan setelah mendapat izin dari pemerintah dan GP Ansor mendukung langkah pemerintah dalam percepatan penanganan corona. Relawan kata dia akan sangat membantu, selain keterlibatan dari ilmuwan hingga pakar virus yang tengah membantu memberantas corona.

    Para relawan dapat bekerja melakukan sosialisasi penanganan virus hingga membantu pelayanan di bidang medis.

    Relawan bisa ditempatkan untuk membantu dalam bidang pelayanan komunikasi, publikasi, sosialisasi ke masyarakat, menjadi contact person non-teknis, berhubungan dengan jejaring kemitraan relawan di tingkat pusat, daerah, regional, maupun internasional. Selain itu, bisa juga mengkoordinir rapat-rapat, mensupport pelayanan data base, dll,” kata beliau. ( ansor cilongok)

    #AnsorMelawanCorona

     
     
     
  • Laiatul Ijtima’ : Membangkitkan Ashobiyyah/ fanatisme ke-NU-an

    Laiatul Ijtima’ : Membangkitkan Ashobiyyah/ fanatisme ke-NU-an

    Sorbansantri.com – Rabu Pahing (17/03/2021) Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
    menyelengarakan acara Lailatul Ijtima’ bertempat di Musholla Ihya’ Ulumuddin
    Ledok – Mojojejer – Pesanggrahan kec.Kutorejo, Mojokerto yang dihadiri oleh para pengurus ranting NU
    Pesanggrahan beserta jajaran dan banom-banom NU dan masyarakat sekitar.
    Gema sholawat Nabi Muhammad SAW mengawali Kegiatan Lailatul ijtima’ sebagai
    pembuka yang kemudian dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah,
    sholat-sholat sunnah, pembacaan Rotibul Haddad, pemberian santunan hasil donasi
    Koin NU dan diakhiri dengan pengajian.

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutan acara oleh Ustadz Nursalim,
    Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
    mengapresiasi kegiatan yang berlangsung setiap Rabu pahing tersebut.
    “Lailatul Ijtima ini, alhamdulillah telah berjalan istiqomah selama sekian tahun tanpa putus, hal yang demikian harus terus dilanjutkan untuk menjadi wadah bagi para Nahdhiyyin di wilayah Pesanggrahan ”, ujar Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan.
    “santunan yang diberikan kepada para Dhuafa’ dan yatim piatu diperoleh dari
    pengumpulan Koin NU yang tiap bulannya diambilkan dari para donator koin (masyarakat pesanggrahan), yang manfaatnya juga bisa langsung dirasakan”, ujarnya menegaskan tentang program koin NU.

    Program Koin NU Pesanggrahan menjadi wadah para donatur untuk bisa berbagi
    kepada para kaum dhuafa dan yatim piatu. Program yang sudah berjalan 3 tahunan ini memberikan manfaat buat seluruh warga yang membutuhkan.
    “pada malam hari ini, santunan dari koin NU diberikan untuk 15 orang penerima (dhuafa dan yatim piatu), semoga bisa bermafaat buat yang menerima ” ujar Abah Munadi, Ketua Upzis NU care Ranting Pesanggrahan.

    Dalam pengajian yang dipandu oleh Gus Zamroni Umar juga mengatakan
    bahwa Program Koin NU ini
    merupakan skema gotong royong
    untuk berbagi kemanfaatan buat
    orang yang membutuhkan.
    “Ketika niku didamel skema gotong
    royong, mongko arto niki manfaati
    dumateng tiyang liyane. Wonten
    huququ jiwar sing saget kita lepas. NU
    niku lek disonggo sareng-sareng, alhamdulillah yakin, bakal manfaati kanggene tiang katah (ketika (koin NU) ini dibuat dengan skema gotong royong, maka harta itu
    bisa manfaat untuk orang lain, ada hak-hak tetangga yang bisa kita lepas. NU itu kalau ditopang bersama, alhamdulillah yakin akan memberikan manfaat buat orang
    banyak) ”, kata Gus Zamroni Umar memberikan penjelasan dan motivasi untuk Koin NU.

    Selain membahas mengenai program koin NU, Gus Zamroni juga menegaskan tentang pentingnya kegiatan lailatul Ijtima’ dan kefanatikan terhadap NU.
    “setiap lailatul Ijtima’ ngeten niki dikei ngaji kitab Bidayatul Hidayah lan kajian keNU-an, niki penting, niki dalam rangka membangkitkan ashobiyah kito,
    membangkitkan fanatisme kito (setiap lailatul ijtima’ seperti ini diberikan pengajian
    kitab bidayatul hidayah dan kajian ke-NU-an, ini penting, ini dalam rangka membangkitkan ashobiyah, membangkitkan kefanatikan kita)”, tuturnya.
    “syeikh Ibnu Kholdun dawuh ngeten, Innama da’watut diniyyatu bighoiri
    ashobiyyatin la tatimmu, anging mestine dakwah keagamaan tanpo ashobiyyah/fanatisme iku ora sampurno, dadi dakwah agomo niku kedah wonten fanatike (syeikh ibnu Kholdun menyampaikan bahwa dakwah tanpa fanatisme itu tidak sempurna, jadi dakwah keagamaan itu harus ada fatiknya) ”, imbuhnya menegaskan akan pentingnya dalam dakwah keagamaan.
    (hr_NU Pesanggrahan – Sorban)

  • PERSIAPAN KONFERANCAB PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO

    PERSIAPAN KONFERANCAB PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO

    Sorbansantri.com — kepengurusan PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO pada periode 2019-2021 telah berakir, oleh karena itu pengurus segera untuk melakukan koferancab yang akan di lakukan pada hari minggu (21/03/2021), semua panitia bahu membahu untuk menyukseskan acara tersebut.

    Gus IBNU QOHAR selaku ketua pimpinan anak cabang menginfokan kepada team sorban karena kepengurusan kami berakir pada tanggal 29 maret maka pengurus untuk membentuk panitia konferancab biar segera di tindak lanjuti.

    “Harapan kami selalu pengurus mudah mudahan pengurus terpilih nanti bisa melanjutkan perjuangan kami dan melaksanakan progam progam yang sudah jalan serta membawa GP ANSOR kedepan lebih baik lagi, sekalian saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat sahabat ANSOR JETIS yang telah membantu saya menjalankan progam progam kami dan mohon maaf bila ada salah saya pada saat memimpin” kata Gus IBNU QOHAR.

    Beliau juga menjelaskan untuk biaya di ambil dari hasil usaha, kontrubusi kader dan sponsor ( NUTRISI, AJ STORE)

    SORBANSANTRI.COM
    Gus IBNU QOHAR dan Gus ISA KURNIAWAN S.Kom

    Gus ISA KURNIAWAN S.Kom selaku panitia menjelaskan kesiapan panitia mulai dari tempat dan sarana pra sarana yang di butuhkan semua sudah di sediakan, termasuk masker, tempat cuci tangan peserta dan undangan yang hadir untuk mematuhi protokol kesehatan, untuk peserta yang akan hadir cuma ketua dan seketaris ranting GP ANSOR sekecamatan jetis serta perwakilan dari MWCNU dan banom.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER saat membantu panitia koferancab
    SORBANSANTRI.COM
    Panitia saat menata lokasi koferancab

    “mohon doanya ya… biar acara kami lancar tidak ada kendala, yang hasilnya nanti mudah mudah bisa membawa kemanfaatan dan barokah untuk kita semuanya” kata Gus ISA sambil meneguk NUTRISI air meneral produk ANSOR MOJOKERTO. (Dikin sorban)

  • PEMAKAMAN KASATKORNAS BANSER Ir. H. ALFA ISNAINI, M.Si

    PEMAKAMAN KASATKORNAS BANSER Ir. H. ALFA ISNAINI, M.Si

    SORBAN cyberaswaja.online | Berikut adalah rangkaian acara prosesi pemakaman KASATKORNAS BANSER Ir. H. ALFA ISNAINI, M.Si. 

    Pukul 13.00 WIB Jenazah disholatkan pertama kali di Kantor PP GP ANSOR NU/MARKAS KOMANDO BANSER INDONESIA di Jl. Kramat Raya Jakarta dan kemudian disholatkan untuk kedua kalinya di Masjid Kantor PBNU.

    Pukul 14.00 WIB setelah disholatkan di Masjid PBNU, jenazah diberangkatkan menuju bandara Soekarno Hatta

    Pukul 17.30-18.30 WIB : Jenazah diterbangkan dari Bandara Soekarno Hata menuju Juanda SBY

    [irp]

    Pukul 19.00 – 21.30 WIB Jenazah diberangkatkan menuju Rumah Sidoarjo lalu di ke Rumah Duka di Tulungagung dengan pengawalan TIM GARNISUM, Jajaran tim SATKORNAS BANSER dan PW GP ANSOR JATIM

    Pukul 22.00 – 23.30 WIB Jenazah disholatkan di rumah duka oleh Keluarga Besar NU dan ANSOR BANSER Tulungagung

    Pukul 23.30-24.00 WIB Upacara Penghormatan terakhir oleh satuan Tim SARKORNAS BANSER INDONESIA

    Pukul 00.00-00.30 WIB pemberangkatan jenazah menuju peristirahatan terakhir di Taman Makam Keluarga di Dusun Karangduren Bendil Panggungrejo Tulungagung oleh para Masyayikh PWNU Jatim dan PCNU Tulungagung.

    انالله وانااليه راجعون
    اللهم اغفرله وارحمه وعافه واعف عنه.اللهم اكرم نزله ووسع مدخله واجعل الجنةمثواه

    (HARIYADI-SATSUS PROTOKOLER BANSER NASIONAL)