Penulis: Sorban Santri

  • ANSOR BAKTI SOSIAL PENGOBATAN BEKAM

    ANSOR BAKTI SOSIAL PENGOBATAN BEKAM

    Kesempatan yang di berikan oleh ALLOH SWT mungkin tidak akan bisa terulang lagi, itulah yang membuat pemuda pemuda ANSOR terus semangat untuk mengisi kesempatan yang mereka punyai dengan kegiatan kegiatan yang bermanfaat, baik bermanfaat untuk diri sendiri maupun untuk orang lain atau masyarakat di sekitar mereka

    Seperti yang di lakukan oleh pengurus ranting GP ANSOR Sidorejo Jetis mojokerto Jawa timur, bersama seluruh jajarannya dan di bantu ranting canggu serta ngabar kali ini mengadakan bakti sosial pengobatan dengan metode bekam di acara peringatan ISRA’ MI’RAJ nabi MUHAMMAD SAW 1441H yang di selenggarakan oleh PP AL-AMIN dusun kwangen desa Sidorejo (14/03/2020)

    Dengan semangat bisa berbagi kemanfaatan untuk warga sekitar yang di modali dana dari hasil urunan seiklasnya oleh pengurus dan anggota ranting GP ANSOR Sidorejo guna menyediakan perlengkapan untuk acara tersebut di harapkan bisa menanamkan rasa kekompakan di dalam internal GP ANSOR dan keihklasan hati untuk saling berbagi serta saling membantu terhadap sesama

    Karena baru pertamakali mengadakan bakti sosial pengobatan dengan metode bekam di wilayahnya maka para pengurus memasang benner di tempat tempat yang strategis dengan tujuan biar masyarakat banyak yang datang untuk berobat dan hasilnya sungguh di luar perkiraan pengurus GP ANSOR, satu hari sebelum hari pelaksanaan sudah banyak yang daftar ingin ikut berobat dengan metode bekam dan terbukti rencana baksos di mulai jam 14:00wib tapi setelah sholat dhuhur para warga udah mulai banyak yang menunggu .

    Menurut GUS ISA KURNIAWAN salah satu pengurus GP ANSOR saat di temui team infokom menyatakan ” kami selain ingin ikut berpartisipasi dalam acara ISRA’ MI’RAJ yang di adakan GUS ROFUL di pondoknya juga berharap sahabat sahabat ANSOR bisa membantu warga sekitar apabila ada yang sakit dengan pengobatan bekam, meskipun hasilnya kami cuma bisa mengurangi sedikit rasa sakitnya”

    SORBANSANTRI.COM
    Gus isa kurniawan saat menagani warga untuk di bekam

    Salah satu warga yang ikut bekam ( H. SUPAI ) saat di tanya team infokom menyatakan sangat senang dengan adanya acara baksos seperti saat ini bahkan beliau menyarankan ada jadwal rutin atau sering di adakan

    SORBANSANTRI.COM
    Proses baksos yang di ikuti warga dan santri

    Dari pihak santri pondok pesantren pun banyak yang ikut untuk di bekam karena adzan magrib sudah berkumandang maka dari pihak terapis yang koordinatori GUS MUNIF dengan berat hati untuk menghentikan pembekaman meskipun masih ada beberapa warga dan santri pondok yang masih belum sempat tertangani dan dari para terapis mohon maaf karena waktu sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan.

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Roful selaku pemangku pondok dan sahabatnya gus Karim dari gresik

    GUS ROFUL selaku pemangku dan pengasuh pondok AL AMIN sidorejo sangat berterima kasih dengan sahabat sahabat ANSOR dan mohon maaf tidak bisa ikut nimbrung di aula pondok karena beliau tidak tatak bila melihat darah hal ini si sampaikan pada team infokom di sela sela selesai sholat magrib berjamaah

    By : alim infokom

  • MENGUAK DALANG DARI AKUN MUSTOFA MAKSUM PENGHINA KASATKORNAS BANSER

    MENGUAK DALANG DARI AKUN MUSTOFA MAKSUM PENGHINA KASATKORNAS BANSER

    SORBAN Infokom | Ada apa dengan akun FB Mustofa Maksum yang baru ini mengatai orang yang sudah meninggal. Tak hanya keji menurut kami. Lebih dari itu layak disebut pecundang. Tak berperikemanusiaan.

    Disaat keluarga besar NU, khususnya Ansor-Banser tengah berkabung, ia seenaknya menghina sosok yang sangat dihormati oleh kalangan kami. Bagi kami jelas; Almarhum H Alfa Isnaeni bukan sosok biasa. Ia seorang Komandan Banser. Kader terpilih. Tepatnya panglima sebab Komando tertinggi milik Ketum Ansor.

    Okelah, soal yang sudah meninggal itu komandan atau panglima, cukup kami yang tau. Cuman ayok kita berfikir jernih, menilik rasa kemanusian kita. Layakkah orang sudah meninggal diolok olok?. Setau kami Bangsa Indonesia tak setega itu.

    Mau seberapa jauh perbedaannya, kepentingan politiknya, seberbeda ajarannya, pasti tak akan tega mencela sosok yang sudah meninggal. Terlebih ia seorang sosok publik, setidaknya merepresentasikan suatu organisasi atau komunitas.

    SORBANSANTRI.COM

    Ini fenomena pelik dan njelehi. Cuman ya silakan nilai sendiri. Siapa dibalik akun Mustofa Maksum. Khusnuzan kami dia bukan warga Indonesia. Sebab warga Indonesia tak setega itu. Kalau ia warga Indonesia, berarti ia adalah oknum warga yang teracuni paham anti Pancasila. Yang bakal merongrong NKRI. Dan jelas benci NU dan Banomnya.

    Dalam statusnya di facebook, tulisnya begini “Orang ini sudah mati, Panglima Banser, mau berbela sungkawa dengan tulisan arab takut dibilang kadrun dan kearab araban. Eh biar aman dan nyaman saya ucapkan salam Pancasila. >>
    Eg ngomong2 mau disolatin digereja atau bijimane, ”

    Yok coba dianalisis. Mungkinkah Mustofa Maksum warga biasa yang tidak terdidik oleh komunitas yang benci NU? Benci NKRI?. Asumsi kami tidak demikian.

    Dari dulu yang menyerukan islam rohmatal lilngalamin, islam ala Indonesia itu NU. Kami mengamini kebenaran Islam, tapi tak sepatutnya budaya Indonesia harus diganti dengan budaya Arab. Mungkin alasan inilah yang menjadikan alasan masuknya salah satu frasa di atas soal ke Arab-araban. Jelas ia orang yang dikader komunitas benci NU.

    Di kata selanjutnya, istilah “Salam Pancasila” jelas mengerdilkan pancasila itu sendiri. Sejauh ini NU berikut banomnya paling kenceng mengatakan Pancasila adalah falsafah bangsa yang sudah final tak perlu dirubah lagi. Dengan begitu tampak sekali ia kader terdidik yang benci NU dan tidak suka dengan ideologi Pancasila. Tau kan siapa?. Itu lho kelompok yang kenceng banget mau ganti Pancasila.

    Nah soal jenazahnya mau disolatkan dimana, di gereja?, nah frasa itu makin jelas menunjukkan ia dari kelompok yang tak suka toleransi. Emang ya, sejauh ini Banser-lah yang gemar membantu kelompok agama lain. Termasuk pengamanan gereja saat ada acara keagamaan umat Kristiani. Salahkah demikian?. Padahal jelas Bhineka Tunggal Ika artinya apa. toleransi dan persatuan bentuknya seperti apa.

    Kami menilai ia kelompok terdidik, entah ia akun pribadi atau akun kloningan kami kurang tau. Akan tetapi karena statusnya di fb sudah menyakiti hati warga Ansor Banser, Menyudutkan Pancasila, Mengerdilkan semangat toleransi, sudah sepatutnya penegak hukum mengusut tuntas dan bertindak.

    Yuk jangan jadi pengecut. Tebarkan islam ramah tidak meronta-ronta.

    Tulisan ini ditulis oleh Ketua Bidang Media dan IT, atas sepengetahuan Ketua PC GP Ansor Wonsobo.

    (satkoryon X23N)

  • CORONA(PAGEBLUG) DAN RADEN ARYA KEMUNING

    CORONA(PAGEBLUG) DAN RADEN ARYA KEMUNING

    SORBAN Infokom–Kaisar Ming mengirim utusan kepada Nusantara, meminta bantuan untuk mengatasi wabah penyakit di China.
    Wabah penyakit dulu di sebut “PAGEBLUG” artinya berjatuhan. Yaitu wabah yang menyebabkan banyak korban berjatuhan.Konon pada masa Majapahit juga pernah terjadi PAGEBLUG akibat ambisi membuat pusaka tak tertandingi yang menggegerkan dunia siluman. Tujuannya adalah untuk menyatukan Nusantara (kisah di balik Sumpah Palapa). Efeknya energi – energi negatif menyerang warga, namun dapat di redam dengan keris pusaka sabuk inten.SORBANSANTRI.COMCORONA juga disinyalir dari efek pembuatan senjata nuklir pemusnah masal.Jika memang benar adanya, dua kasus di atas memiliki akar masalah yang sama yaitu KESEIMBANGAN ALAM.Sunan Ampel menerima utusan khusus dari Kaisar Ming – China.
    Oleh karena permintaan dari raja (Kaisar Ming) Wali Songo bermusyawarah dan hasil keputusannya adalah mengirim Syekh Syarif Hidayatullah. Karena beliau adalah seorang wali sekaligus seorang raja, yaitu Raja Cirebon. Karena seorang raja mesti mengerti etika kerajaan.Raja Syarif Hidayatullah yang dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati berangkat ke Cina sendirian tanpa pengawalan. Beliau langsung terjun ke masyarakat karena kondisi darurat wabah dan langsung mengatasi pageblug dengan metode doa, air, syahadat dan rempah rempah seadanya.Kaisar Ming mendengar kabar bahwa ada tabib sakti yang dapat mengobati segala penyakit hanya dengan doa dan rempah – rempah seadanya. Padahal di China gudangnya tabib.Kaisar Ming mengundang tabib Syarif Hidayatullah ke kerajaan. Kaisar menyiapkan siasat dan pertanyaan jebakan untuk menguji beliau. Syekh Syarif Hidayatullah tidak diperlakukan sebagai mana seorang Raja melainkan seorang tabib, karena Kaisar Ming belum mengetahui bahwa Syekh Syarif Hidayatullah adalah Raja Cirebon.Kaisar Ming mendandani putrinya bernama Ong Tien sebagai mana orang hamil, perutnya diganjal dengan bokor kuningan (semacam bejana berbahan kuningan)Di depan para petinggi kerajaan Kaisar Ming bertanya kepada Syekh Syarif Hidayatullah. Jika benar kamu orang hebat, coba tebak kandungan putriku apakah anaknya laki -laki atau perempuan?
    Syekh Syarif Hidayatullah yang ilmunya sudah “Kun fayakun” menunjuk perut putri Ong Tien dan menjawab “laki – laki”.
    Sontak Syekh Syarif di tertawakan dan dipermalukan karena seisi kerajaan tau bahwa putri Ong Tien masih gadis hanya saja di dandani seperti orang hamil. Syekh Syarif dipersilahkan pulangSyekh Syarif bertolak ke Cirebon di antar oleh orang yang bersimpati kepadanya karena melihat kinerjanya di masyarakat dalam mengentaskan wabah. Dalam perjalanan pulang Perahu Syekh Syarif tiba tiba disergap bajak laut Mongol di pimpin Patih Keling. Mongol saat itu memang terkenal angkatan lautnya. Patih Keling yang dikalahkan Syekh Syarif bersumpah bahwa dirinya dan anak keturunannya akan mengabdi kepada Syekh Syarif dan keturunannya.
    Di cirebon, abdi dalem keturunan Patih Keling dikenal dengan sebutan “Elang”Di China Kaisar Ming mengadakan pesta seakan akan baru memenangkan sebuah permainan, tapi tiba-tiba Kaisar Ming kebingungan karena ternyata putri Ong Tien benar – benar hamil. Kaisar Ming rapat dengan para petinggi kerajaan akan nasib putrinya dan siapa yang harus jadi suaminya.
    Sementara itu utusan Kaisar Ming tiba membawa surat balasan dari Indonesia yang isinya bahwa Indonesia telah mengirim Raja Cirebon, bernama Syarif Hidayatullah untuk mengatasi pageblug di China.AAMMBYAARRR… kowe Miiiingg… Ming!!!Penyesalan dan rasa malu tak terkira yang ada di benak Kaisar Ming. Bagaimana tidak?
    Syekh Syarif telah mengatasi wabah namun Kaisar tidak berterima kasih. Tidak menghormatinya sebagaimana seorang raja, Bahkan ia mempermalukan dan menjebaknya dalam permainan tebak tebakan yang imbasnya putri Ong Tien benar – benar hamil. Lalu siapa yang harus jadi suaminya? Siapa ayah dari cucunya?
    Ah… Andai saja Syekh Syarif bukan seorang Raja….Kaisar Ming mengirim Putri Ong Tin beserta para pasukan dengan 500 perahu yang berisi perbekalan, pakaian, perabotan, perhiasan dsb. sebagai permohonan maaf sekaligus permohonan agar Syekh Syarif Hidayatullah sudi menikahi Ong Tien putrinya. Akhirnya Putri Ong Tien menikah dengan Syekh Syarif Hidayatullah dan anaknya dikenal dengan nama Raden Arya Kemuning.Pada jaman kenabian “Kun Fayakun” terjadi melibatkan Roh Kudus (Jibril) kemudian lahirlah Isa Al Masih putra Maryam.
    Pada jaman Wali Songo “Kun Fayakun” terjadi melibatkan Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) kemudian lahirlah Raden Arya Kemuning.Segala fasilitas dan kenikmatan kita sekarang ini tidak lepas dari doa dan jasa para leluhur kita. Maka selipkanlah doa dalam tawasul kepada leluhur kita sebagai rasa syukur.Untuk para leluhur IndonesiaLahum, al fatihah…..Rahayu kamulyaning Djagad 🙏🙏🙏

  • MENYIKAPI CORONA Do’a Gus Baha’ yang disampaikan di PP Al Hikam Depok

    MENYIKAPI CORONA Do’a Gus Baha’ yang disampaikan di PP Al Hikam Depok

    SORBAN Infokom | 15 Maret 2020

    “Yang ada adalah nasib-nasiban”
    Kalau pas Allah pakai Ghafur-Nya, ya aman.
    Kalau pas Allah pakai ………-Nya, ya tidak aman.
    *Makanya di sini pentingnya doa :

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Ya Allah,
    Saya berlindung semoga dengan ridha-Mu saya terbebas dari benci-Mu, dan semoga dengan ampunan-Mu saya berlindung dari siksa-Mu, dan saya berlindung dengan dzat-Mu dari dzat-Mu (juga). (kita hanya bisa berlindung dari Allah dengan kekuatan Allah sendiri), Saya tidak bisa menghitung pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu sendiri.

    Itulah potongan pengajian yang diadakan di PP Al-Hikam Depok dalam menyikapi virus tersebut.

    (semoga kita semua dihindari dari virus tersebut… Aamiin Ya Rob’al’alamiin)

    (lebih…)

  • Kitab Safinah an-Najah “PERAHU KESELAMATAN”

    Kitab Safinah an-Najah “PERAHU KESELAMATAN”

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Umat muslim nusantara sudah tidak asing lagi dengan kitab ini, begitu populer karena hampir seluruh madrasah dan pesantren, sejumlah majelis taklim, menjadikanya sebagai bacaan utama bagi “santri pemula dan jamaah”.

    Kitab ini masuk dalam kategori fan fiqih. Dan begitu mendengar isinya fiqih, kitab ini tipis harganya kisaran 18rb – 20rb Rupiah pasti Anda tidak percaya, kitab setipis ini isinya fiqh dari masalah rukun islam, thaharah, sampai bab mayit.

    Tipisnya kitab ini terkait dengan tipisnya “nalar masyarakat awam dalam memahami fiqih”.
    Sangat disayagkan bila kita telah menikmati sebuah karya, namun tak mengetahui siapa yang menulisnya. Terasa ada yg kurang, dan bisa jadi berkah ilmu kita bakal minus. Sebaliknya, mengenali sang penulis akan menjalin hubungan batin, sehingga cahaya ilmu yg tertransfer mampu menerangi relung hati pembaca. Dalam konteks sekarang, kita telah menyaksikan betapa manfaatnya kitab Safinah. Tidakkah terbenak dalam hati kita; siapa, sih, sang penyusun kitab tipis ini?

    Syekh Salim bin Sumair dari Hadramaut, Yaman. Harus diakui bahwa popularitas sang penulis dikalahkan oleh Safinah-nya.
    Dan, juga perlu diketahui bahwa beliau melawat dari Hadramaut (yaman) sampai ke nusantara (belum indonesia waktu itu) untuk meyebarkan ilmu. Tidak diketahui tahun kelahiran Syaikh Salim, yg tercatat meninggal di Batavia pada tahun 1271 H dan dikuburkan di Tanah Abang.

    Sungguh beliau adalah ulama besar. Beliau bisa saja menulis kitab fiqih yg tebal. Tapi bagi beliau, sebuah karya harus benar² mengarahkan kepada target dan sasaran. Dan target itu tentunya adalah masyarakat muslim Indonesia.

    Bukti akan keulamaan beliau dan kebermanfaatan karyanya, ulama besar dari Banten, Syekh Nawawi memberikan pujian, komentar dan catatan yg detil dan mendalam pada kitab Safinah. Pada akhirnya kitab Safinah dicetak bersamaan dengan komentar Syekh Nawawi yg berjudul Kasyifatus Saja fi Syarah Safinah an-Naja.

    Kitab Safinah ini dengan izin الله swt. dan atas kehendak-Nya telah tersebar secara luas di kalangan para pecinta ilmu fiqih terutama yg menganut Madzhab Imam Syafi’i. Kitab ini dikenal di berbagai negara baik Arab maupun Ajam seperti Yaman, Mekkah, Madinah, Jeddah, Somalia, Ethiopia, Tanzania, Kenya, Zanjibar, dan di berbagai belahan negara² Afrika.Namun demikian perhatian yg paling besar terhadap kitab ini telah diberikan oleh para ulama dan pecinta ilmu, yg hidup di semenanjung Melayu termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara lainnya.

    Kitab ini juga telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa asing seperti Indonesia, Melayu, Sunda, India, Cina, dan lainnya.

    Dengan perhatian khusus dan antusias tinggi para ulama telah berkhidmah (mengabdi) kepada kitab Safinah sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka masing². Banyak di antara mereka yg menulis syarah (buku pen­jelasan) kitab Safinah, di antara nama-nama kitab tersebut adalah:
    Kitab Kasyifatus Saja ala Safinatin Naja (menyingkap tabir kegelapan dengan syarah kitab safinah). Kitab syarah ini adalah yg terbesar dan terluas dari yg lainnya, dipenuhi dengan masalah² fiqih yg pokok dan mendasar. Kitab ini ditulis oleh seorang ulama dari Jawa Barat yaitu Syekh Nawawi Banten. Beliau dilahirkan pada tahun 1230 H (1815M) dan berangkat ke Mekkah untuk mencari ilmu ketika masih kecil.

    Setelah mendalami ilmu agama, di kota suci Mekkah, beliau juga belajar dari para ulama di kota suci Madinah, Syiria, dan Mesir. Beliau mengajar di Masjidil Haram Mekkah selama puluhan tahun sampai meninggal dunia pada tahun 1314 H (1897 M). Bagi saya, Syekh Salim sungguh seorang koki yg handal. Beliau paham betul tentang selera dan apa yg dimaui dan dibutuhkan oleh para pemula dalam belajar fiqh.

    Jika ada sebagian pihak yang memandang kitab ini dengan nyinyir. Kitab fiqih kok enggak ada Al Qur’an dan hadits.
    Maka saya harus katakan, di sinilah letak hebatnya Syekh Salim dengan Safinah-nya itu.
    Perhatikan perumpamaan berikut ini: Apakah Anda akan menyebut seorang Chef (juru masak) andal ketika ia menyuguhkan gulai kambing, lalu Anda masih menemukan bau kambing atau bulu kambing?
    Pasti Anda akan mengatakan “chef” pemula’.

    Begitu pula dengan Safinah. Begitu hebatnya Syekh Salim ‘memasak’ Al Qur’an dan hadits, sehingga muncullah semangkok ‘fiqih’ yg nyaris tak terendus bau-bau Al Qur’an dan hadits. Tapi yakinlah, bahan utama ‘gulai’ Safinah adalah Al-Qur’an dan hadits.
    والله اعلم

    (sumber)

  • PENTINGNYA MUSYAWARAH

    PENTINGNYA MUSYAWARAH

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Karena pentingnya peran musyawarah, agama sangat menenkankan praktik musyawarah kepada umat manusia. Dalam kitab Al-Azkar, Imam Nawawi menyebut perihal itu.

    قال الله تعالى وشاورهم فى الأمر والأحاديث الصحيحة فى ذلك كثيرة مشهوره. وتغني هذه الأية الكريمة عن كل شئ، فإنه إذا أمر الله سبحانه وتعالى فى كتابه نصا جليا نبيه صلى الله عليه وسلم بالمشاورة مع أنه أكمل الخلق، فما الظن بغيره؟ ”

    Allah berfirman, ‘Hendaknya kamu (Muhammad) bermsyawarah dengan mereka dalam suatu urusan’. Sementara hadis sahih perihal musyawarah ini banyak sekali dan terkenal. Satu ayat mulia ini cukup memadai untuk menyebutkan yang banyak itu. Perhatikan, dalam kitab-Nya dengan nash yang terang Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk musyawarah. Kalau Nabi-Nya sebagai makhluk paling mulia diperintah untuk itu, apalagi yang bukan Nabi?” (abi sorban)

  • KUATKAN KAJIAN KEILMUAN , IAIN SURAKARTA KAJI KITAB ULAMA NUSANTARA

    KUATKAN KAJIAN KEILMUAN , IAIN SURAKARTA KAJI KITAB ULAMA NUSANTARA

    SORBANSANTRI.COM

    Surakarta, wp.sorbansantri.com – Shamad bin Abdurahman al-Falimbani ini mendapatkan gelar yang berderet-deret di Masjidil Haram yaitu Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin Ulama Hijaz), al-Imam al-Muhaqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq (Imam yang Mumpuni ilmunya), A’yan Ulama al-Qarn al-Ram Asyar li al-Hijrah (Tokoh Ulama Abad 14 Hijriyah), hingga Imam Ulama al-Haramain, (Imam ‘Ulama Dua Kota Suci).

    Kajian yang ditujukan untuk mahasiswa IAIN Surakarta dan masyarakat umum ini diampu oleh beliau Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) IAIN Surakarta, Bapak KH. R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H.,M.H. Al-Hafidz yang akrab dipanggil Gus Mustain. Selain sebagai Direktur PUSKOHIS IAIN Surakarta beliau juga merupakan Ketua Lembaga Bahsul Masail PCNU Kota Surakarta dan Pengasuh Majelis Raudlatul Muhibbin Solo.

    Sebelumnya Gus Mustain sendiri mengkaji Kitab ini ketika nyantri di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta dibawah bimbingan KH. Muhammad Umar Fauzi Al-Hafidz, tidak berhenti sampai situ beliau juga mengkaji Kitab ini di Pondok Pesantren Fathul Ulum Kwagean Kediri di bawah Bimbingan KH. Abdul Hannan Maksum dan Ustadznya, tidak puas mempelajari kitab ini, Gus Mustain kemudian belajar Kitab yang sama di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, yang saat itu Pengajian Kitab Tafsir Munir diampu oleh Al Mukarrom KH. Abdullah Kafabihi Mahrus.

    Ketika Gus Mustain belajar di Fakultas Syariah, Universitas Imam Syafii, Hadramaut, Yaman beliau juga mengkaji keilmuan beberapa Tafsir dibawah bimbingan Al-Allamah Dr. Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Sa’id bin Abdullah Ba’athiyah Ad-Dau’ani Al Hadrami.

    Ust. Roihan Kepala Divisi Tafsir UKM JQH IAIN Surakarta mengatakan bahwa dengan diadakannya Kajian Kitab ini diharapkan Warga IAIN Surakarta dan Masyarakat Indonesia akan semakin mengenal kehebatan ulamanya, Bahwa Bangsa Indonesia memiliki Ulama yang berkaliber Internasional yang kitabnya dipakai rujukan didunia. Sehingga kecintaan Masyarakat kepad Negara dan Ulama nya semakin terpupuk dengan baik.

    Dimasa pandemi ini, dalam rangka menjaga jarak dan mematuhi Protokol Kesehatan, untuk sementara Semaan Al-Qur’an dan Pengajian Kitab Tafsir ini diadakan secara online. Mahasiswa atau Masyarakat bisa hadir melalui Zoom atau Channel Youtube UKM JQH Al-Wustha IAIN Surakarta. Informasi lebih lanjut bisa disampaikan kepada Ust Raihan : 081339249031.

    Semoga Ikhtiar baik dari IAIN Surakarta ini diridhoi Allah dan pengajian ini bisa istiqomah. Amin
    Oleh : Roihan ( Kepala Divisi Tafsir UKM JQH IAIN Surakarta )

  • Apel Penutupan SUSPELAT 1 di Gedung PCNU kabupaten Mojokerto

    Apel Penutupan SUSPELAT 1 di Gedung PCNU kabupaten Mojokerto

    Sorbansantri.com – Suasana serta perasaan Senang bercampur sedih terlihat jelas di wajah para peserta didik SUSPELAT 1 Satkorwil Banser Jatim pada saat Apel Penutupan yang dilaksanakan pada hari Minggu siang (14-3-2021) yang bertempat di gedung PCNU kabupaten Mojokerto.

    Perasaan senang,karena sudah 4 hari   meninggalkan istri,anak, saudaranya akan segera berjumpa lagi.
    Perasaan sedih,karena akan berpisah dengan Sahabat2 Banser  dan juga bersama Pelatih yang dalam 4 hari pendidikan selalu bersama sama,susah dan senang selalu bersama.

    Sehingga banyak hujan air mata yang tumpah pada saat saling maaf memaafkan antar sahabat dan Pelatih.

    Acara penutupan Pendidikan SUSPELAT 1 Satkorwil Banser Jatim ini dipimpin oleh Ndan H.Ulum (Ndanlat dalam pendidikan SUSPELAT) mewakili Kasatkorwil Banser Jatim yang tidak bisa hadir.
    Dalam sambutannya Ndan Ulum berpesan dan mengatakan “Sahabat2 adalah Pelatih,dan seorang pelatih harus bisa memberi contoh serta menjadi suri tauladan bagi yang lain,Dan yang paling utama adalah seorang Elatih Harus bisa melatih diri sendiri sebelum melatih orang lain” Sambutan H.Ulum (Ndanlat dalam Pendidikan)
    Dalam sambutan ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Ali Muhammad Nasih menyampaikan selamat kepada peserta yang telah lulus dalam pendidikan,mengucapkan terima kasih kepada semua pelatih dalam pendidikan SUSPELAT.SORBANSANTRI.COMDan juga ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto telah menyampaikan sedikit bantuan dana dari Ketua DPRD atau Ketua PKB Kab.Mojokerto Ibu Hj.Aini Zuhro untuk sahabat Banser dari Sumenep-Madura yang sempat di rawat di RS Sakinah karna sakit pada saat mengikuti pendidikan.
    Juga telah memberikan kenang kenangan kepada para Pelatih berupa Helm Ansor-Banser yang murni dari hasil karya Sahabat2 Ansor Banser Kabupaten Mojokerto.
    Anwar-SorbansatriSORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM

  • KURSUS PELATIH BANSER 1 (SUSPELAT) KAB. MOJOKERTO PENUH MOTIVASI DAN KEJUTAN

    KURSUS PELATIH BANSER 1 (SUSPELAT) KAB. MOJOKERTO PENUH MOTIVASI DAN KEJUTAN

    SORBANSANTRI.COM
    Peserta SUSPELAT 1 Satkorwil Jawa Timur

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Mojokerto akhirnya resmi melaksanakan  Kegiatan SUSPELAT (Kursus Pelatih) Banser tingkat wilayah Jawa Timur untuk pertama kalinya.  Kegiatan yang dilgelar di Wisma PCNU Kabupaten Mojokerto ini direncakanan tiga hari yaitu dari tanggal 12 hingga 14 Maret 2021. Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor kabupaten Mojokerto, Ali Mohammad Nasih, SE. M.Pd., di sela persiapan pembukaan Suspelat mengatakan bahwa kegiatan ini memang harus segera dilakukan karena kebutuhan Banser Pelatih yang kompeten sudah sangat mendesak.

    “Pengkaderan di tubuh Ansor terutama Banser semakin masif. Maka kebutuhan pelatih-pelatih yang berkualitas tak bisa dihindari.

    SORBANSANTRI.COM
    Jajaran Tokoh, Ansor dan Banser dalam SUSPELAT 1 kab. Mojokerto

    Selain untuk meningkatkan SDM pelatih, ini juga merupakan amanat organisasi. Tentu di tengah kondisi seperti ini kita sangat ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan mulai screening calon peserta hingga persyaratan wajib menyerahkan surat keterangan dari dokter bahwa calon peserta itu benar-benar bebas dari Covid”, ujar pria yang akrab disapa Gus Ali tersebut.

    “Alhamdulilah, doakan kegiatan ini nanti sukses dan menghasilkan sesuai yang kita cita-citakan. Karena  ini Suspelat pertama yang dilaksanakan di Jawa Timur. Dan diikuti 150 peserta baik dari Mojokerto, luar Mojokerto bahkan dari luar Jawa ada yajng ikut. Sumatera Barat, Bali dan lainnya turut mengirim peserta. Sekitar ada empat puluhan peserta dari luar Jawa”, imbuhnya.

    Hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut Ketua PCNU kabupaten Mojokerto (KH. Abdul Adhim Alwy) didampingi Sekretaris Tanfidliyah (Gus Taufiq)  dan Bendahara PCNU (H. Reza Pahlevi), Wakil Bupati Mojokerto ( Gus H. Muhammad Al Barra, LC.), Kasatkorwil Banser yang diwakili oleh H. Budi, seluruh perwakilan ketua banom PCNU kabupaten Mojokerto, jajaran Instruktur wilayah dari Satkorwil  Banser Jawa Timur, dan Kasatkorcab Banser kabupaten Mojokerto (H. Moh. Yunus) beserta jajaran Satsus Banser.

    Dalam sambutannya, KH. Abdul Adhim mengatakan bahwa Banser adalah benteng NU dan NKRI. Sejak era  perjuangan Banser selalu ada di garis terdepan dalam mengawal ulama’ dan menjaga NKRI.

    Hal senada juga disampaikan oleh wakil bupati Mojokerto. Pria yang akrab dipanggil Gus Barra tersebut  mengatakan bahwa sangat bangga dan mendukung perkembangan Ansor Banser di Mojokerto. 

    “Karena kecintaan Banser pada negara ini sudah terbukti. Kita masih ingat (Almarhum) Banser Rianto sudah membuktikan bahwa Banser itu rela mati demi menjaga perdamaian dan persatuan Indonesia. Inilah kehebatan Banser NU”, imbuhnya.

    Perwakilan Kasatkorwil, H. Budi dalam sambutannya mengatakan bahwa Suspelat adalah upaya untuk menata organisasi dan membentuk kader-kader Banser Pelatih yang militan. Karena semangat para pemuda di Mojokerto bahkan di seluruh Indonesia begitu tinggi untuk mengikuti pendidikan Ansor dan Banser. “Kita lihat betapa saat ini Ansor Banser adalah salah satu organisasi kepemudaan yang paling aktif baik di Mojokerto, Jawa Timur bahkan di seluruh Indonesia dalam hal pengkaderan. Semua untuk kemajuan NU dan Indonesia,” tuturnya.

    Dalam apel pembukaan Suspelat tersebut, Gus Ali selaku ketua PC GP Ansor  juga menyerahkan bantuan secara simbolik kepada masing-masing satuan khusus Banser dan biro. Bantuan tersebut dimaksudkan agar bisa dimanfaatkan untuk tiap-tiap satsus, mulai dari satsus BAGANA, BASADA, BALANTAS, MDS Rijalul Ansor, dan lainnya. Dan ada satu kesan haru dan unik saat ada kejutan dari salah satu anggota DPRD kabupaten Mojokerto Fraksi PKB ( H. Pitung) yang memberikan imbalan khusus kepada peserta Suspelat yang hadir dan mendaftar paling awal. Ternyata peserta tersebut berasal dari Sumatera Barat ( Sahabat  John). Iringan tepuk tangan meriah memenuhi aula wisma NU siang itu. Setelah acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Satkorwil Banser Jawa timur kemudian ditutup dengan doa bersama secara khidmat. (kinarto sorban)
    Live Kegiatan => fb sorbansantri

  • BANSER (Barisan Ansor Serbaguna)

    BANSER (Barisan Ansor Serbaguna)

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Banser adalah pengabdian yang sangat mulya, maka dari itu jangan terlalu benci terhadap banser, karna kita belum tentu bisa seperti mereka..
    1-BANSER CINTA ULAMA
    Karna orang yg cinta terhadap ulama adalah orang² yang sangat beruntung..
    Rosululloh Saw bersabda:
    المرء مع من احب
    Orang itu bersama dengan orang yang di cintai..
    Tapi cinta saja tidak cukup, seperti perkataan Imam Hasan Al-Basri di dalam kitab اتحاف السادة
    ياابن ادم لا يغرنك قول من يقول المرء مع من أحب
    Wahai manusia jangan engkau terlena dengan perkataan seorang yang mengatakan “Seseorang bersama orang yang ia cintai”..
    أنه من أحب قوما اتبع اثارهم ولن تلحق بالأبرار حتى تتبع اثارهم
    Barang siapa yang mencintai suatu kaum maka ia harus mengikuti jalan² mereka, dan Anda tidak akan pernah bersama dengan orang² baik sampai Anda mengikuti jalan² mereka..
    Dari keterangan di atas BANSER itu secara otomatis sudah mengikuti ulama² Ahlus sunnah Wal Jamaah An Nahdliyah…
    Karena orang masuk surga itu berkelompok, seperti firmannya Allah dalam Al -Qur an..
    فادخلي في عبادي وادخلي جنتي
    Masuklah ke dalam jamaah hamba² ku, dan masuklah ke dalam surga ku…
    2-BANSER CINTA NEGARA
    INDONESIA ini beda dengan negara² lainnya karena di INDONESIA ini banyak suku,ras dan agama tapi tujuan nya sama yaitu membuat negara Indonesia ini
    بلدة طيبة ورب غفور
    Karena Rosululloh Saw telah mengajarkan kita untuk selalu menjaga negeri kita yang di tempati, klau negara Aman dakwah kita akan Nyaman..
    ان النبي صلى الله عليه وسلم اذا قدم من سفر فنظر الى جدرات المدينة أوضغ ناقته وان كان على دابة حركها من حبها
    Rosululloh Saw ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding² madinah beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau mempercepat nya karena kecintaan beliau pada Madinah..
    Di dalam kitab فتح الباري di jelaskan..
    وفي الحديث دلالة على فضل المدينة وعلى مشروعية حب الوطن والحنين اليه
    Hadis ini menjelaskan keutamaan kota madinah dan di syariatkan cinta tanah air dan rindu pada nya…
    BANSER itu dari dulu sampai sekarang tetap menjaga INDONESIA Meskipun Presiden nya bukan orang NU…
    Makanya BANSER jaga gereja waktu natal, karena Banser di bentuk untuk menjaga ULAMA DAN NEGARA..
    Dan di INDONESIA ini banyak suku,ras dan agama. Makanya banser itu mencintai semua rakyat indonesia dan ingin menjadi انفعهم للناس
    Rosululloh Saw besabda
    لا يؤمن احدكم حتى يحب لأخيه مايحب لنفسه
    Tidak sempurna imannya salah seorang diantara kamu sebelum kamu mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri..
    Imam Nawawi dalam kitab قامع الطغيان
    Tentang hadis di atas ini mengutip pendapat nya As-Suhaimi
    قال السحيمي في معنى هذا الحديث
    As-Suhaimi berkata perihal makna hadits tersebut
    أي لا يكمل إيمان أحدكم حتى يحب لكل أخ ولو كافرا من غير أن يخص بمحبته أحدا دون آخر
    Tidak sempurna keimanan salah seorang kamu sebelum ia mencintai saudaranya meski pun kafir tanpa membatasi kasih sayangnya untuk kelompok tertentu.
    (Ustad Az Zaheery)