Kategori: Nasional

berita yang mencakup peristiwa dan kejadian yang terjadi di tingkat nasional suatu negara. Berita ini meliputi berbagai topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat secara luas, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan, dan berbagai isu penting lainnya yang memiliki dampak signifikan bagi negara tersebut. Liputan berita nasional bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan relevan kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi di tingkat nasional.

  • ANSOR, MELALUI PASUKAN BANSERNYA KEMBALI HADIR UNTUK KEUTUHAN NKRI MELALUI APEL KEBANGSAAN VIRTUAL

    ANSOR, MELALUI PASUKAN BANSERNYA KEMBALI HADIR UNTUK KEUTUHAN NKRI MELALUI APEL KEBANGSAAN VIRTUAL

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Dalam rangka meneguhkan kembali semangat persatuan dan kesatuan bangsa, Ansor sebagai bagian dari generasi muda yang mau tidak mau akan menjadi pewaris sejarah bangsa, sudah selayaknya hadir untuk ikut menata keutuhan negeri. Akan sangat menyebalkan bukan,, bila nanti warisan yang mesti dipegang itu berupa kerusakan yang butuh banyak membuang sumberdaya untuk memperbaikinya?
    Dalam kondisi mental dan fisik yang sedang di tempa berbagai kenyataan seperti saat ini, masyarakat mesti cerdas mengambil sikap, bukan diam pasrah terhadap tantangan pandemi maupun gonjang-ganjing politik yang makin membingungkan, ya membingungkan bagi yang tidak punya pegangan yang kuat, diam pasrah tergerus-bergerak berlebih bakal terberangus.
    Apel virtual cara terbaik mewakili kebersamaan, toh di jaman kekinian ruang dan waktu mestinya memang bukan lagi jadi halangan untuk terus bersama-sama berjuang. Ilmu dan teknologi telah memberi kemudahan, jangankan untuk hal-hal baik, untuk Kenakalan-kenakalan dan kejahatan saja sudah beralih model menjadi kenakalan virtual.
    Pembatasan dan jaga jarak mesti dilaksanakan, karena sejauh ini, hanya hal itu yang paling mudah untuk kita lakukan untuk melawan Covid-19, selebihnya percayakan kepada para ahli untuk menjalankan amanah yang semoga mereka senantiasa bisa dipercaya. Disisi lain pembatasan yang berakibat pada tergantikannya model komunikasi antar warga dari komunikasi nyata ke komunikasi maya, bukan tidak mungkin mengakibatkan distorsi informasi yang makin meningkat.
    Keringanan jari dan kemudahan menangkap informasi, akan jadi hal yang salah kaprah bila pada jalurnya terdapat oknum-oknum yang pandai menari, bukan di atas luka saja, tetapi juga menari untuk mengorek menyayat agar melahirkan luka. Menjaga garis komando secara penuh semoga menjadi cara terbaik untuk menghindari salah kaprah, bilapun nanti ada komando bergerak telah diturunkan, semua telah terbiasa siaga satu komando. (banser banyumas)
  • BULLSHIT PARA “PEMBELA” ISLAM

    BULLSHIT PARA “PEMBELA” ISLAM

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Sejak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, Rabu, 19 November 2014, para “pembela” Islam tidak bisa hidup tenang sampai hari ini. Mereka semakin radikal. Radikalisme dalam hal ini dalam konteks pemikiran dan tindakan politik yang berlatar belakang agama. Karena itu potensi radikalisme ada di semua agama, bukan monopoli salah satu agama tertentu. Bahkan potensial pada setiap individu manusia.
    Pada kenyataannya, aksi-aksi bela Islam yang mereka gelar bullshit semata. Bullshit artinya omong kosong, tahi (kotoran) dan tipuan. Harry G Frankfurt pertama kali menyajikan bullshit sebagai sebuah teori pada artikelnya di jurnal Raritan Quaterly Review tahun 1986.
    Kemudian diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul On Bullshit pada tahun 2005. Menurutnya, bullshit adalah pembicaraan yang dimaksud untuk membujuk tanpa memperhatikan kebenaran. Berbeda dengan pembohong, yang peduli dengan kebenaran tapi menyembunyikannya.
    Bullshit yang paling Nampak di depan mata, adalah akhlak dan tutur kata mereka yang jauh dari ajaran Islam. Caci maki, umpat dan sumpah serapah meluncur dengan ringan dari mulut mereka. Sangat bertolak belakang dengan ajaran Rasulullah Muhammad saw.
    Mereka menjadikan Islam sebagai alasan dalam bertindak radikal. Akibatnya nama Islam menjadi “fitnah” bagi Islam dan umatnya. Sedangkan hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan substansi dan tujuan Islam itu sendiri. Tentu saja merugikan dan memecah belah umat Islam, serta merusak citra baik Islam yang justru memicu lahirnya sikap islamofobhia.
    Mereka adalah bullshiter, tidak peduli apakah yang dikatakannya itu benar atau salah, dia hanya peduli, apakah pendengarnya bisa dibujuk atau tidak. Bullshitter tidak peduli apakah hal-hal yang dikatakannya itu menggambarkan realitas yang benar atau tidak. Dia hanya mengambilnya, membuatnya, sesuai dengan tujuannya.
    Aksi bela Islam mereka tidak ada hubungannya dengan kedalaman iman seseorang. Karena kedalaman iman seseorang terkait dengan kedekatan hatinya dengan Allah swt. Kedalaman iman ada dalam diri seseorang, ia bersifat imanen. Dari kedalaman iman memancar kesalehan pribadi.
    Pada hakekatnya tujuan beragama (Islam) hanyalah untuk mencari ridho Allah SWT, maka mutlak harus berangkat dari hati yang ridho atau ikhlas, guna mengenal dan mencintai, serta dicintai-Nya (makrifat).
    Kedalaman iman yang memancarkan kesalehan pribadi sesuai dengan substansi Islam tertuang dalam visi, “Menjadi rahmat bagi alam semesta” (Wama arsalnaka illa rahamatan lil’alamin), dan misi berupa tiga pilar agama, yaitu enam rukun iman (tauhid-aqidah), lima rukun Islam (syariat fiqih), dan puncaknya adalah rukun ihsan yaitu akhlaqul karimah.
    Ciri seseorang berakhlak karimah, memberi manfaat kepada orang lain. Orang merasa aman, nyaman dan damai bersamanya. Dari kesalehan pribadi menjadi kesalehan sosial.
    Menurut Evan Davis, bullshit sebagai ketidakpedulian atau tidak adanya perhatian terhadap kebenaran. Bullshit merupakan salah satu fitur dan kunci masuk ke budaya kontemporer yang merasuk segala aspek kehidupan sehari-hari dan politik.
    Bullshit adalah isi dan esensi post-truth, dimana emosi dianggap lebih penting ketimbang bukti dan fakta. Bullshit menjadi sarana komunikasi yang efektif.
    Sedangkan radikalisme bersifat politis. Motif dasar kaum radikal sesungguhnya adalah kekuasaan. Islam menjadi alat melegitimasi motif tersebut. Dalam paradigma kaum radikal, Islam akan tegak dengan kekuasaan politik. Sebab itu puncak kekuasaan harus diraih. Tanpa memegang tampuk kekuasaan, syariah Islam tidak bisa diterapkan.
    Karena itu pemaksaan keyakinan pada level ini akan mengganggu ketertiban masyarakat, keamanan dan ketahanan negara.
    Oleh Ayik Heriansyah
  • LANGKAH CANTIK JOKOWI MERUBAH MUI MENJADI ORGANISASI ISLAM YANG CINTA DAMAI & SESUAI CITA CITA BANGSA

    LANGKAH CANTIK JOKOWI MERUBAH MUI MENJADI ORGANISASI ISLAM YANG CINTA DAMAI & SESUAI CITA CITA BANGSA

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Terjawab Sudah kenapa ketika HRS kembali dari Saudi malah dijaga ketat sampai kepulangannya rupanya Presiden Ingin menarik Garis yang cantik dan memukul lawan tanpa bisa berkutik lagi kuncinya adalah di MUI Karena HRS yang diikuti para politisi oportunis selalu menggembar gemborkan diri Atas nama Ulama.
    MUI sudah menyelesaikan Munas ke 10 ditandai dengan Berbagai perubahan platform bahkan penggantian Ketua Umum tentunya yang paling menggembirakan tak ada satupun tokoh 212 dan politisi masa lalu seperti Dien Samsudin walaupun masih ada Pimpinan garis keras tapi ketua umum MUI Kali ini adalah tokoh NU kharismatik.
    Walaupun MUI yang seharusnya menjadi organisasi yang selalu mendukung pemerintah selama lima tahun terakhir menjadi organisasi yang cukup liar Karena semenjak Orde baru hingga masa reformasi organisasi ini selalu menjadi alat kompromi politik kekuatan – kekuatan lama untuk mengembalikan Fasisme di Indonesia , Kita tau sebelumnya bahwa Islam di Indonesia dikenal sebagai Wasathiyatul Islam atau Islam yang moderat yang selama ini menjadi platform NU.
    Pada dasarnya sejak dahulu hanya ada dua organisasi besar di Indonesia yang mewarnai Perjalanan Republik Indonesia NU dan Muhammadiyah bahkan Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Islam lainnya bahkan organisasi politik pergerakan di Indonesia.
    Untuk mempersingkat penjelasan hal yang tak bisa dipungkiri dari fakta sejarah adalah , Bung Karno, Muso dan Soekarmadji Kartosuwirjo adalah sama-sama aktivis Muhammadiyah sewaktu muda tapi mereka mempunyai Ideologi yang berbeda dikemudian hari, bung Karno menjadi seorang nasionalis bahkan cenderung menjadi seorang NU dan bersama-sama tokoh NU menggali Pancasila , Muso menjadi seorang komunis dan Soekarnadji Kartosuwirjo menjadi seorang tokoh NII dan DI / TII . yang pada akhirnya Muso dan Kartosuwirjo meninggal dieksekusi dan dianggap pengkhianat Negara. Melihat hal tersebut cukup Kiranya menjadi bukti bahwa Wasathiyatul Islam adalah islam yang memang platform Islam terbaik di Indonesia.
    Jika Muhammadiyah akhirnya merupakan organisasi yang lebih mengutamakan pendidikan , NU lebih konsisten menegakkan Wasathiyatul Islam dengan bergerak menjaga agar islam tidak terganggu oleh terorisme dan menjaga nasionalisme, Pancasila dan budaya leluhur. Hal ini dibuktikan oleh NU dengan Fatwa K H. Hasyim Asy’ari pada hari Pahlawan 10 Nopember 1945 mengobarkan perlawanan rakyat menghadapi Agresi militer Belanda yang fatwanya justru didukung oleh tokoh lintas Agama yang ada di Indonesia.
    Bisa dikatakan dua kelompok ini secara alamiyah membentuk harmonisasi kehidupan masyarakat Indonesia sejak bertahun -tahun yang lalu, Muhammadiyah memberikan pendidikan islam secara moderat dan NU menjaga Akhlaqul Kharimah dan menjaga Wasathiyatul Islam untuk kehidupan yang lebih harmonis dalam berbangsa dan bernegara. Walaupun akhir-akhir ini Muhammadiyah Banyak kemasukan angin dari para oportunis politik.itu karena platform mereka yang lebih cenderung ke pendidikan berbeda dengan NU yang hingga ukuran akhlak.
    MUI didirikan Pemerintah Orde Baru sebagai corong Pemerintah setelah dua Ormas Islam besar NU dan Muhamadiyah dilarang untuk berpolitik. Dan alat rujukan atau legitimasi .Tujuannya adalah membuat pemetaan Islam agar sesuai dengan keinginan pemerintah mengendalikan Islam, sejak Itu banyak Fatwa yang beredar baik yang bertujuan politik maupun komersial seperti sertifikat halal.
    Ada Hal yang sulit dilupakan oleh umat islam pada Generasi Orde Baru dimana pada Tahun 1985 Pemerintah menerbitkan kupon undian berhadiah yang tujuannya untuk membiayai bidang Olah raga dari undian ini Juga berhadiah dinamakan Porkas, ketika Itu semua organisasi Islam Melarang terutama NU dan Muhammadiyah.
    Begitu gencarnya permintaan fatwa tentang porkas ini, tetapi fatwa itu tak kunjung dikeluarkan.
    Malah sebaliknya, Ketua Komisi Fatwa MUI, Ibrohim Hosen mengeluarkan pernyataan bahwa undian Porkas bukan perjudian, dengan alasan antara pembeli kupon dan penyelenggaranya tidak berada dalam satu majlis dalam satu waktu.
    Meskipun pernyataannya itu disertai pernyataan bahwa pendapatnya itu adalah pendapat pribadi, tetapi kedudukannya sebagai ketua komisi fatwa menyebabkan masyarakat menganggapnya sebagai pendapat dan fatwa MUI. (Acehtrend 12 2018)
    Walaupun pada akhirnya keluar fatwa dan Porkas dilarang , tapi pemerintah sudah mendapatkan sumber keuangan dari Porkas . Sebuah konsep efektif untuk melegalkan tindakan Haram apabila dibutuhkan dalam suatu waktu. Tapi duitnya gak Haram kan?.
    Begitu juga langkah Orde Baru dalam menerapkan azas Tunggal Pancasila dengan menindas umat islam di Indonesia MUI sama sekali tidak ada perannya kecuali melegalkan semua tindakan pemerintah.
    Bahkan pada Masa reformasi MUI digunakan oleh para politisi dan pengikut Orde Baru untuk berpolitik praktis (bahkan sukses menjadikan ketuanya menjadi Wakil Presiden), memberi fatwa haram untuk lawan politik dan mengimpor faham yang bersebrangan dengan Islam yang mengadopsi budaya Indonesia , seperti HTI dan Islam dari tanah Arab yang menolak budaya nasional tak lain hanya bertujuan membentuk opini bahwa MUI dan orde baru selalu benar dan menutupi sejarah kebohongannya.
    Pada saat pembukaan Munas MUI ke 10 Jokowi bicara soal dakwah Islam yang damai dan tidak menebar kebencian.
    Hal itu disampaikan Jokowi melalui rekaman video yang ditayangkan dalam Munas MUI. Jokowi awalnya menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus MUI yang menjadi penghubung ulama dengan pemerintah.
    “Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pengurus MUI pusat dan daerah di Indonesia atas perannya menjadi jembatan komunikasi antara ulama dengan pemerintah, antara ulama dengan umara, atas kontribusinya dalam mencerdaskan dan memberdayakan ekonomi umat,” kata Jokowi.
    Menurut Jokowi, MUI telah menjadi tenda besar umat Islam dan sebagai pelayan umat. Jokowi lalu menyampaikan dukungan kepada MUI dalam mewujudkan Islam yang damai di Tanah Air.
    “Pemerintah mendukung penuh ikhtiar MUI dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin dalam kehidupan bangsa yang majemuk. Corak keislaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian, jauh dari karakter ekstrem dan merasa benar sendiri,” ujar Jokowi.
    “Hal ini menunjukkan bahwa semangat dakwah keislaman kita adalah merangkul, bukan memukul, karena hakikat berdakwah adalah mengajak umat ke jalan kebaikan sesuai akhlak mulia Rasulullah SAW,” lanjutnya.
    Jokowi mengatakan MUI berperan membangun hubungan harmonis, tak hanya di internal umat Islam, tetapi juga antar umat beragama di Indonesia. Menurutnya, Indonesia punya modal besar karena pemerintahnya didukung oleh para ulama.
    “Alhamdulillah ikhtiar MUI didukung oleh semua elemen bangsa yang menyadari untuk hidup berdampingan dan bekerja sama demi kebaikan dan kemajuan bangsa. Pemerintah tidak dibiarkan sendirian, namun ditemani bahkan dibantu oleh berbagai ormas Islam, para ulama, para habaib, dan para cendekiawan muslim. Inilah modal berharga kita sebagai sebuah bangsa yang belum tentu dimiliki oleh negara-negara lain,” ujarnya.
    Bentuk pidato tersebut adalah sebuah penegasan apalagi sebelum musyawarah Nasional tema Munas yang disetujui Jokowi adalah :
    “Wasathiyatul Islam, Pancasila, dan UUD NRI 1945, secara Murni, dan Konsekuen’.
    KH Miftachul Akhyar akhirnya terpilih menjadi Ketua umum MUI disyukuri bahwa MUI sekarang dipimpin seorang Kyai yang rendah hati tapi pertanyaan ya sekarang mampukah Kyai Miftah membawa MUI menuju Wasathiyatul Islam, Pancasila, dan UUD NRI 1945, secara Murni, dan Konsekuen’.
    Profil K.H. Miftachul Akhyar
    Kyai Miftah atau K.H. Miftachul Akhyar
    tentu saja bukan nama baru di kalangan NU. Terutama Nahdliyin dan kalangan pesantren Jawa Timur.
    Ia lahir dari tradisi dan melakukan pengabdian di NU sejak usia muda. Tak heran kemudian hari ini mengemban puncak kepemimpinan NU, sebagai Penjabat Rais Aam. Kiai Miftah adalah Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Ia adalah putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah KH Abdul Ghoni.
    Lahir tahun 1953, anak kesembilan dari 13 bersaudara. Di NU ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020, di Gedung PBNU, Menurut catatan PW LTNNU Jatim Ahmad Karomi, genealogi keilmuan KH Miftachul Akhyar tidak diragukan lagi.
    Siapapun K.H. Miftachul Akhyar adalah seorang NU sejati , sebuah organisasi Islam besar di Indonesia yang mempunyai platform tradisional, toleran dan terbukti selalu menjaga Pancasila dan UUD 1945 apalagi Kyai Miftah adalah tokoh kharismatik yang sangat loyal mendukung ketua PB NU K.H. Agil Syirad dan Presiden Joko Widodo.
    Sekarang Kita mencoba memahami apa itu Wasathiyatul Islam.
    Wasathiyatul Islam atau Islam wasatiyyah, yang sering diterjemahkan sebagai Islam moderat atau Islam jalan tengah (middle path).
    Salah satu alasan mengapa MUI harus berprinsip dan kembali kepada wasathiyatul Islam ialah karena munculnya keprihatinan melihat gejala islamofobia akibat terjadinya gerakan radikalisme-ekstremisme serta terorisme yang mengatasnamakan Islam, yang telah berakibat munculnya konflik dan peperangan sesama umat Islam seperti terlihat di Timur Tengah.
    Lebih dari itu, berbagai peristiwa radikalisme-terorisme tersebut juga telah menimbulkan sikap antipati masyarakat Barat pada Islam. Meski di Indonesia terdapat kelompok-kelompok ekstrem, bahkan jaringan teroris, Indonesia dikenal paling berhasil dalam menjinakkan gerakan teroris jika dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah.
    Sesungguhnya Islam wasatiyyah memiliki dasar normatif-teologis yang tercantum dalam Alquran (Albaqarah: 143) dan juga pernah dibuktikan dalam sejarah baik semasa hidup Rasulullah Muhammad maupun semasa abad tengah. Islam begitu toleran, akomodatif, dan apresiatif terhadap budaya luar, di samping Islam telah membuktikan dirinya sebagai penggerak peradaban.Dalam konteks Indonesia, Islam wasatiyyah itu juga terlihat bagaimana kehadiran Islam ke Nusantara melalui jalan damai. Sekadar contoh, sampai sekarang warisan Hindu-Buddha seperti candi Borobudur dan Prambanan tetap dipelihara dengan apik, baik oleh pemerintah maupun masyarakat sekitarnya yang beragama Islam.
    Masyarakat Islam pun ikut menjaga kelestarian tradisi Hindu Bali dan beberapa aliran kepercayaan lokal yang ada di Nusantara.Islamisme, nasionalisme, dan modernismeYang paling fenomenal dan historis ialah pembentukan negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Sebuah pertemuan dan kompromi antara Islamisme, nasionalisme, dan modernisme.
    Meski umat Islam sebagai warga negara mayoritas dan sederet nama pejuang kemerdekaan ialah tokoh-tokoh Islam, Indonesia menganut paham demokrasi (republik), bukan negara Islam (Islamic State). Negara tetap peduli terhadap pembinaan kehidupan beragama yang dipayungi Pancasila dan dilindungi UU.Ini jalan tengah sebuah ijtihad dan eksperimentasi sejarah yang tidak memperhadapkan antara keislaman dan kebangsaan, antara islamisme dan nasionalisme.
    Pancasila merupakan landasan bersama (kalimatun sawa’) untuk mengakomodasi dan melindungi keragaman etnik, agama, dan kepercayaan penduduk Nusantara yang sangat plural ini, yaitu semua warga negara memiliki kedudukan sama di depan hukum.Secara normatif-ideologis nilai-nilai luhur bangsa Indonesia tercantum dalam Pancasila, yang memiliki akar kultural-filosofis ke masa lalu dan hidup dalam masyarakat.
    Namun, sekaligus juga visioner menatap dan menjangkau masa depan.Lebih dari itu, Pancasila juga memiliki rujukan atau sumber transendental, sebagaimana tertera dalam sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Kebertuhanan merupakan fondasi dan kesadaran awal yang mesti ditanamkan pada warga negara melalui berbagai jalur pendidikan sejak dini, baik di rumah tangga maupun sekolah. Yaitu kebertuhanan yang menumbuhkan rasa cinta pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban. Bukan kebertuhanan yang bersikap eskapis, lari dari kepedulian terhadap agenda kemanusiaan.
    Bukan kebertuhanan yang antikemanusiaan dan peradaban.Dua nilai universal ketuhanan dan kemanusiaan tersebut hendak ditumbuhkan dalam masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan yang diikat dalam semangat keindonesiaan karena sejak awal berdirinya sangat disadari akan kemajemukan masyarakatnya sehingga tanpa persatuan yang kuat pasti akan buyar apa yang disebut Indonesia ini.
    Karena sadar dan setia akan semangat persatuan yang dijiwai nilai kemanusiaan dan keadilan, demokrasi Indonesia senantiasa menjunjung tinggi mekanisme musyawarah yang dipimpin hikmah kebijaksanaan. Bukan demokrasi yang hanya mengandalkan kemenangan jumlah suara. Mekanisme dan suasana batin yang penuh hikmah dalam permusyawaratan itulah yang diharapkan akan mampu mendekatkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Jadi, rentang antara kebertuhanan dan terwujudnya masyarakat yang berkeadilan dalam rumusan Pancasila terdapat tahapan dan prasyarat yang mesti dipenuhi.
    Tidak mungkin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia akan terwujud jika para pemimpin tidak menghayati dan setia pada kebertuhanan, kemanusiaan, keadilan, dan semangat menjaga persatuan serta menjunjung tinggi hikmah kebijaksanaan dalam membuat kebijakan publik dan dalam kehidupan sehari-hari.
    Pelan tapi pasti Pak Presiden mereformasi seluruh elemen yang bisa merusak sendi kemasyarakatan dan kehidupan beragama dengan merubah flatform dan nasionalisme sehingga betul betul menjadi pengayom masyarakat Serta menjadikan masyarakat Indonesia lebih nasionalis dan rasional dalam memahami Agama.
    Wallahu’Alam bishowab,
    Tito Gatsu
  • MENGENAL KH. MIFTAHUL AKHYAR ( Ketua Umum MUI Periode 2020 – 2025 ) DAN KH. AFIFUDDIN MUHAJIR (Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat periode 2020 – 2025 )

    MENGENAL KH. MIFTAHUL AKHYAR ( Ketua Umum MUI Periode 2020 – 2025 ) DAN KH. AFIFUDDIN MUHAJIR (Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat periode 2020 – 2025 )

    SORBANSANTRI.COM

    KH Miftachul Akhyar

    ( Ketua Umum MUI Periode 2020 – 2025 )

    wp.sorbansantri.com- KH Miftachul Akhyar tentu saja bukan nama baru di kalangan NU. Terutama Nahdliyin dan kalangan pesantren Jawa Timur. Ia lahir dari tradisi dan melakukan pengabdian di NU sejak usia muda. Tak heran kemudian hari ini mengemban puncak kepemimpinan NU, sebagai Penjabat Rais Aam.  

    Kiai Miftah adalah Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Ia adalah putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah KH Abdul Ghoni. Ia lahir tahun 1953, anak kesembilan dari 13 bersaudara.

      Di NU ia pernah menjabat sebagai :

    – Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005,

    – Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan

    – Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai

    – Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020, di Gedung PBNU, Sabtu (22/9).

    Menurut catatan PW LTNNU Jatim Ahmad Karomi, genealogi keilmuan KH Miftachul Akhyar tidak diragukan lagi. Ia tercatat pernah nyantri di :

    – Pondok Pesantren Tambak Beras,

    –  Pondok Pesantren Sidogiri (Jawa Timur),

    –   Pondok Pesantren Lasem Jawa Tengah, dan

    – mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

    Masih menurut Karomi, penguasaan ilmu agama KH Miftachul Akhyar ini membuat kagum Syekh Masduki Lasem sehingga ia diambil menantu oleh oleh kiai yang terhitung sebagai mutakharrijin (alumnus) istimewa di Pondok Pesantren Tremas.

    Kemudian KH Miftachul Akhyar mendirikan Pondok Miftachus Sunnah di Kedung Tarukan mulai dari nol. Awalnya ia hanya berniat mendiami rumah sang kakek, tetapi setelah melihat fenomena pentingnya “nilai religius” di tengah masyarakat setempat, maka mulailah beliau membuka pengajian. Apa sebab? “Konon, kampung Kedung Tarukan terkenal sejak lama menjadi daerah yang tidak ramah pada dakwah para ulama. Namun berkat akhlak dan ketinggian ilmu yang dimiliki KH Miftachul Akhyar, beliau berhasil mengubah kesan negatif itu sehingga kampung yang “gelap” menjadi “terang dan sejuk” seperti saat ini dalam waktu yang relatif singkat,” tulis Karomi.

    Kesederhanaan KH. Miftachul Akhyar, menurut Karomi, yang terekam dengan jelas adalah bentuk penghormatan terhadap tamu. Kiai Miftah tidak segan-segan menuangkan wedang dan menyajikan cemilan kepada tamunya.

    “Akhlak ini beliau dapat dari ayahandanya, KH Abdul Ghoni,” lanjut Karomi.

      Karomi mengutip penuturan Gus Tajul Mafakhir, bahwa ayah KH Miftachul Akhyar  merupakan karib KH M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo saat sama-sama nyantri kepada Kiai Romli di Rejoso, Jombang.

      Terlebih lagi saat sang ayah nyantri kepada Kiai Dahlan Ahyad Kebondalem sang pendiri MIAI dan Taswirul Afkar. “Tepatlah kiranya pepatah mengatakan: “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.

      KH Abd Ghoni dalam pandangan Abah Thoyib Krian merupakan salah satu kiai ampuh yang ditutupi oleh keindahan akhlak. Acapkali KH Abd Ghoni mengadukkan wedang, menyuguhkan dan mempersilahkan kepada tamunya. Nah, “lelaku sae” inilah yang oleh KH Miftachul Akhyar tetap dilestarikan,” tulis Karomi. (Abdullah Alawi)

    Biografi KH. Afifuddin Muhajir

    ( Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Periode 2020 – 2025 )

    KELAHIRAN

    1. Afifuddin Muhajir lahir pada tanggal 20 Mei 1955, di Jerengoan Sampang Madura Jawa Timur. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Muhajir dan Nyai Zuhriyah. Beliau dikenal juga sebagai keturunan Bani Ahmad, tokoh Jerengoan Sampang .

    PENDIDIKAN

    1. Afifuddin Muhajir memulai pendidikannya dengan belajar di Sukorejo, dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah sampai Strata I, Fakultas Syariah di Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII), di bawah naungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Menempuh magister di Universitas Islam Malang (Unisma).

    Selain itu, KH. Afifuddin Muhajir belajar ke beberapa kiai Jawa Timur. Guru-guru beliau diantaranya:

    1. R. As’ad Syamsul Arifin
    2. Ghazali Ahmadi
    3. Qasdussabil Syukur

    MENGASUH PESANTREN

    1. Afifuddin Muhajir adalah wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Asembagus Situbondo.

    KIPRAH DI NU

    1. Afifuddin Muhajir sering diundang menjadi nasumber diskusi ilmiah berskala regional, nasional dan internasional. Dalam forum Bahtsul Masail tingkat PBNU beliau dikenal sebagai muṣhaḥiḥ. Selian itu beliau pernah menjabat sebagai :

    – Katib Syuriah PBNU 2010-2015, dan menjadi

    – Rais syuriyah PBNU antar waktu 2019 – 2020.

    TELADAN

    1. Afifuddin Muhajir adalah sosok kiai yang berpenampilan sederhana. Suaranya lembut dan terkesan hemat bicara. Intonasinya datar. Pembawaan dirinya tak mengecoh orang untuk segera memperhatikannya. Namun, ketika ia tampil sebagai pembicara di forum-forum seminar, audiens tak bisa mengabaikannya. Ia tampak powerfull.

    KARYA-KARYA

    – Fungsionalisasi Uṣūl Fiqh dalam Bahtsul Masail NU, Judul buku: Kritik Nalar Fikih NU, Penerbit: Lakpesdam.

    – Fikih Anti Korupsi, Judul Buku: Korupsi kaum Beragama, Penerbit: P3M.

    – Fikih Menggugat Pemilihan Langsung, Penerbit: Pena Salsabila.

    – Kitab Fatḥul Mujīb Al-Qarīb Syaraḥ at-Taqrīb li Abī Syuja’, Penerbit: Maktabah As’adiyah.

    – Al-Luqmah As-Sā’igah, Penerbit: Maktabah As’adiyah.

    – Metodologi Kajian Fikih, Penerbit: Ibrahimy Press.

    – Maslaḥah sebagai Cita Pembentukan Hukum Islam, Penerbit: Ibrahimy Press.

    Sumber : laduni.id

    #HubbulWathonMinalIman

  • Pesta Demokrasi bagi warga NU adalah Perang IDEOLOGI

    Pesta Demokrasi bagi warga NU adalah Perang IDEOLOGI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Urusan PILKADA bukan hanya memilih sahabat, sosok atau pemimpin tapi ada 1 hal yang pokok yang sangat penting dalam pesta demokrasi!! apa itu?, yaitu sesuatu yang sangat mendasar dan sering kita lalaikan bahkan ada yang mengabaiakan hanya untuk kepentingan sesaat atau tahunan yaitu IDEOLOGI.

    Banyak yang belum memahami susahnya mempertahankan IDEOLOGI apalagi mendirikan IDEOLOGI suatu negara ditempuh dengan banyak pengorbanan dari darah sampai nyawa menjadi taruhan.

    Untuk itu, bagi warga Nahdliyin khususnya. Jangan sampai IDEOLOGI ASWAJA NU ini disepelekan, apalagi dimanfaatkan untuk kepentingan tahunan. Hanya memperoleh janji manis dan tipu daya paslon PILKADA, kita taruhkan IDEOLOGI ASWAJA. Ingat !! menciptakan ideologi itu dengan pertaruhan nama besar dan nyawa.

    Kita warga Nahdliyin seharusnya lebih merapatkan barisan dengan adanya momen pilkada serentak yang akan di adakan pada Hari Rabu 9 Desember 2020. Jangan sampai ada celah ideologi yang jelas-jelas bersebrangan dengan ASWAJA NU masuk dalam barisan.

    Lantas dengan cara apa dan bagaimana agar susah ditembus? jawabannya adalah mau atau tidaknya kita ada dalam barisan NU dengan 1 komando para kiai yang sudah jelas statusnya di struktur organisasi NU. 1 komando dari pusat sampai bawah,rapatkan barisan jangan sampai ada celah. bersambung…

    #NKRI_harga_MATI #santri_nderek_kiai #sorbansantri

    oleh : (abi sorban)

  • Habib Hasan Mulachela Prihatin Ada Kalangan Habaib yang Omong Kasar dan Jorok saat Maulid Nabi

    Habib Hasan Mulachela Prihatin Ada Kalangan Habaib yang Omong Kasar dan Jorok saat Maulid Nabi

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- “Memuliakan Nabi Muhammad itu dengan kebaikan dan keteladanan. Kalau dengan provokasi dan kata-kata kotor itu justru malah mengotori kebesaran Nabi. Keturunan Rasulullah itu menyejukkan, bukan memanaskan umat,”
    Adalah Habib Hasan Mulachela, tokoh Habaib nasional dan ulama nusantara asal Solo, menegaskan, merasa prihatin adanya provokasi serta kata kasar dan jorok dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hal itu menurutnya sangat bertentangan dengan akhlak Rasulullah.
    “Rasulullah itu lembut dan santun akhlaknya. Beliau tidak pernah berkata kasar. Apalagi berkata provokatif,” ucap Hasan Mulachela, yang juga keturunan Nabi Muhammad SAW ini.
    Karenanya, ia sangat menyesalkan jika ada ulama, bahkan habib sesama keturunan Nabi Muhammad yang tidak sesuai dengan akhlah kakek buyutnya itu.
    “Memuliakan Nabi Muhammad itu dengan kebaikan dan keteladanan. Kalau dengan provokasi dan kata-kata kotor itu juatru malah mengotori kebesaran Nabi. Keturunan Rasulullah itu menyejukkan, bukan memanaskan umat,” tutur Habib Hasan.
    Habib Hasan juga merasa sedih saat ada habib yang justru menjadikan peringatan Maulid Nabi dengan cara begitu. Bagi dia, memperingati Maulid Nabi itu dengan kebaikan. Misalnya berbagi kepada fakir miskin dan dhuafa.
    “Kalau Hasan Mulachela menghormati dan memperingati Maulid Nabi dengan berbagi beras ratusan ton dan uang pada fakir miskin. Itu untuk memuliakan dan memperingati Maulid Rasul. Ini artinya memuliakan. Tapi ada orang lain memuliakan Maulid Nabi dengan kata-kata kotor, piye ngunu iku,” katanya.
    Ia pun menyitir hadits yang diriwayatkan Tirmidzi bahwa kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lalu, sambung dia, hadits lain riwayat Al Baihaqi menyebut bahwa Rasulullah Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
    “Sudah jelas kan. Yang utama adalah akhlak. Dan akhlak itu yang paling sederhana dilihat dan rasakan adalah kata-kata dan ucapannya,” tutur Habib Hasan.
    Karenanya, sekali lagi Habib Hasan Mulachela minta pada para habaib untuk menjaga lisannya sesuai ajaran kakek buyutnya, Nabi Muhammad SAW. “Itu juga salah satu cara memuliakan ajaran beliau, yakni Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” pesan Habib Hasan. (han)
  • Pendiri Akui PKS Memang Ikhwanul Muslimin

    Pendiri Akui PKS Memang Ikhwanul Muslimin

    SORBANSANTRI.COM
    Mohammad Morsy, Presiden Mesir hasil pemilu demokrasi setelah kejatuhan rezim Husni Mubarok. Morsyi kemudian di kudeta militer Mesir karena dituduh mereka ingin mensyariahkan Islam seluruh Mesir dengan partainya yaitu ‘Ikhwanul Muslimin’ tanpa mengindahkan golongan minoritas dan meninggalkan militer

    SORBAN SANTRI- Jakarta – Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan–cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera–memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah. Tokoh-tokoh di awal pendirian PKS, kata Yusuf, merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Gerakan ini sendiri awalnya digagas sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Madinah, Arab Saudi, termasuk Yusuf sendiri dan KH Hilmi Aminuddin.

    Latar belakang Hilmi sebagai anak Panglima Militer Darul Islam, Danu Muhammad Hasan, menurut Yusuf, juga sudah diketahui banyak pendiri PK lainnya ketika itu. Hilmi mengenal Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi dan mendirikan gerakan ini di Indonesia sepulangnya dia ke Tanah Air. Yusuf juga mengaku bagian dari gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hilmi itu. Karena itulah, di awal masa perkembangannya, PKS banyak dibantu gerakan persaudaraan muslim itu. “Ketika pertama kali ikut Pemilu 1999 lalu, kami juga disokong secara pendanaan dari Timur Tengah,” kata Yusuf. Jumlahnya, kata Yusuf, sampai lebih dari 90 persen. (abi sorban)

    sumber

  • 1000 KADER ANSOR BANSER RA BANYUMAS LONGMARCH PERINGATI HARI PAHLAWAN

    1000 KADER ANSOR BANSER RA BANYUMAS LONGMARCH PERINGATI HARI PAHLAWAN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Hari ini (Ahad,15/11/2020) seluruh kader Ansor dan Banser PC Banyumas berkumpul di Alun – Alun kota Purwokerto guna mengikuti acara “PARADE MERAH PUTIH” dalam rangka Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2020 kemaren.

    Di hadiri sekitar 1000 Kader Ansor – Banser – Rijalul Ansor yang berada di seluruh Kabupaten Banyumas. Acara yang di mulai pukul 13.00 WIB dengan acara pembukaan yang di pimpin oleh Ketua PC GP. Ansor Kab. Banyumas (Sahabat Zaenudin Masdar) dan Do’a oleh Ketua PC Rijalul Ansor Kab. Banyumas (Habib Abdul Qodir Maulakhailah).

    Meskipun sejak mulainya acara kota Purwokerto di Guyur hujan,namun seluruh Kader Ansor Banser tetap semangat, karna acara ini menjadi moment berkumpulnya seluruh Kader Ansor Banser setelah sekian lama tidak ada kegiatan besar karena masa pandemi Covid-19.

    Longmarch yang start dan finish di Alun – alun Purwokerto dengan urutan Mobil Patwal Polres – Mobil Jeep Banser – Mobil Sound System – Pasukan Pembawa Bendera Ansor,Banser,Rijalul Ansor,dan Merah Putih oleh BANSER PROVOST – Barisan Ansor – Barisan Rijalul Ansor – Barisan Baanar – Pasukan 666 Banser pembawa Bendera Merah Putih sepanjang 500 m – Barisan Pasukan Banser. (Ansor Banser Tamansari)

    Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses.

    #Parademerahputih
    #Haripahlawan
    #BanserBanyumas

  • Maheer At-Thuwailibi Keterlaluan Singgung Habib Lutfi

    Maheer At-Thuwailibi Keterlaluan Singgung Habib Lutfi

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Habib Luthfi yang saya tahu, tak pernah mengujar kebencian kepada siapapun, jangankan caci maki, menyindir personal pun tak ada.
    Ceramah beliau selalu ajakan agar kita bersatu, jangan terpecah belah, jaga persatuan dan kesatuan bangsa, rawat NKRI dan Pancasila. Tapi pengusung khilafah begitu sangat membenci beliau? Tak jarang beliau selalu dihina dan dicaci maki oleh kelompok ini contohnya oleh si soni eranata ini.
    Ketika Habib yang getol bela Negara, bela kesatuan dan persatuan bangsa dihinakan, tak terdengar istilah bela Habib dari kubu yang paling gencar merasa paling bela agama bahkan imam besarnya seorang Habib.
    Berbeda jika Habib dr golongan mereka terkena kasus penganiayaan dan terjerat hukum, mereka paling keras berteriak ‘kriminalisasi ulama/habib’ ‘rezim zolim’ dll.
    Aneh.. Dasar pembajak agama!!!! (abi sorban)
  • BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    SORBAN SANTRI ~ Kalau pada hari pahlawan warga masyarakat banyak yang melakukan upacara untuk memperingati hari bersejarah itu, ada seorang BANSER dari madiun jawa timur untuk mengenang dan memperingati hari pahlawan dia melakukan napak tilas dengan berjalan kaki seorang diri dari kota madiun menuju srono banyuwangi tempat deklarator ANSOR pertama kali, BANSER tersebut bernama EKO HADI memulai perjalannya hari selasa(10/11/2020) sekitar jam 11, Meskipun usia sudah 54th dan sudah mempunyai dua cucu dari kedua anaknya tapi semangatnya bagaikan usia 17 tahun

    SORBANSANTRI.COM

    Sahabat EKO HADI BANSER MADIUN sambil membawa bendera BANSER saat milintas di mojokerto

    Madiun banyuwangi memang satu propinsi tapi satu di wilayah barat jawa timur dan yang satunya di wilayah timur jawa timur dengan jarak kurang lebih 420km dan bila di tempuh dengan jalan kaki bisa 4 atau 5 hari tanpa istirahat namun sahabat EKO HADI seorang BANSER ini dengan semangat yang tinggi mengerakan langkahnya untuk mengenang jasa jasa para pahlawan yang mungkin akan lebih dari satu minggu karena di perjalanannya dia juga singgah ke makam para kyai dan ulama yang di liwati jadi jarak tempuh bisa mencapai 600km

    Saat melintas di mojokerto team SORBAN sempat mewawancarainya dan bercerita bahwa BELIAU sempat mampir ziarah ke makam para kyai yang di liwati, antara lain KH WAHAB HISBULLOH , MBAH SAYIT SULAIMAN, bahkan mampir juga ke makam RIYANTO BANSER pahlawan kemanusian dengan di dampingi beberapa peesonil banser kota mojokerto, saat memasuki wilayah bangsal mojokerto kehadirannya di sambut 20 personil BANSER SATKORYON BANGSAL dan pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    SORBANSANTRI.COM

    Saat ziarah ke makam BANSER RIYANTO pahlawan kemanusiaan

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan BANSER SATKORYON BANSAL kepada sahabat EKO HADI

    BELIAU melakukan napak tilas ini selain memperingati hari pahlawan juga hari santri nasianol serta sumpah pemuda dengan harapan bisa mengugah para kader ansor dan pemuda pemuda agar lebih semangat dan termotifasi lagi dalam berorganisasi di ANSOR BANSER guna mengisi kemerdekaan yang di raih oleh para kyai dan pahlawan

    Salah satu pengurus PAC GP ANSOR BANSAL Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM yang ikut menyambut kehadiran sahabat EKO mengatakan ” Ini salah satu pelajaran yang di berikan oleh sahabat EKO HADI dari Madiun karena dengan usia 54 BELIAU tetap semangat berorganisasi dan loyalitas yang tinggi untuk organisasi, kita yang masih muda muda ini harus bisa meniru semangat beliau, dan semoga perjalanan BELIAU lancar tidak ada halangan apapun”

    SORBANSANTRI.COM

    Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    Setelah istirahat sebentar dengan minum teh hangat yang di sajikan oleh sahabat sahabat BANSER bangsal beliau langsung meneruskan perjalanan ke mojosari dan di mojosaripun sudah menunggu beberapa personil BANSER

    by: sodikin sorban