Kategori: Opini dan Analisis

Artikel opini, analisis mendalam, dan editorial tentang berbagai topik yang relevan.

  • KARENA NU BUKAN PAHLAWAN KESIANGAN

    KARENA NU BUKAN PAHLAWAN KESIANGAN

    SORBANSANTRI.COM

    Jasa NU terhadap negeri ini tak dapat diabaikan. Mulai dari Islamisasi secara damai, memperjuangkan negeri ini dari penjajahan, turut memproklamasikan kemerdekaan hingga ikut dalam membangun bangsa. Tak salah jika NU adalah penyangga NKRI. Jika tidak ada NU maka sudah dapat dipastikan NKRI bubar. Tidak heran jika NU mati-matian membela NKRI apapun taruhannya.

    NU mengakui bahwa NKRI adalah negara kesepakatan. Diperjuangkan bukan hanya satu golongan dan didirikan bukan hanya satu kelompok agama melainkan penuh ragam kebhinekaan. Atas dasar itu, maka NU menerima Pancasila sebagai dasar negara dengan penuh suka cita. Pancasila adalah fitrah sekaligus rahmat bagi bangsa Indonesia. Tak boleh diingkari dan tak boleh dikhianati.

    Kesetiaan NU terhadap negeri ini bukan omong kosong dan sudah dibuktikan secara nyata, lahir dan batin. Banyak tokoh-tokoh NU baik yang tercatat bahkan lebih banyak yang tak tercatat dalam tinta sejarah sebagai pahlawan. Bagi NU, diabadikan atau tidak, tak menjadi persoalan karena keikhlasan tak membutuhkan tanda jasa dan gelar kehormatan.

    Yang menjadi persoalan dan menjadi musuh besar bagi NU adalah kelompok-kelompok yang mencoba merusak negeri ini. Kelompok-kelompok pendatang dan baru kenal Islam namun berupaya merusak kebhinekaan atas nama Islam. Kelompok-kelompok anti Pancasila yang menggunakan simbol-simbol agama untuk melakukan pemberontakan, pembodohan dan hinggga penyesatan.

    Kelompok inilah yang disebut sebagai pahlawan kesiangan. Mengaku sebagai pembela Islam, pembela rasulullah, pembela ulama, penegak syariah namun sikap dan karakternya tak mencerminkan sebagai pejuang Islam. Kehadirannya sedikitpun tak membawa rahmat melainkan sebagai penghujat, penebar kebohongan dan pembawa ideologi makar.

    Disebut pahlawan kesiangan karena seolah hanya kelompok mereka yang memperjuangkan Islam. Seolah hanya golongannya yang membela kepentingan Islam. Diluar golongannya, dianggap anti Islam, dituduh tak paham ajaran Islam. NKRI yang sudah lama tegak berdiri, mereka anggap belum syar’i, perlu diislamkan karena masih dalam kondisi kekafiran dan kemusyrikan.

    Pahlawan kesiangan itu bernama kaum khilafah. Pancasila bagi mereka adalah produk kafir-jahiliyah dan simbol thaghut-berhala yang wajib dibasmi. Maka sangat wajar dalam sepanjang sejarah NKRI, kaum khilafah terus berupaya merongrong kedaulatan negara untuk menancamkan ideologi khilafahnya. Mulai dari DI/TII, HTI hingga Khilafatul Muslimin.

    Bukan hanya tidak bermanfaat kehadiran mereka bagi negeri ini namun sangat membahayakan bagi masa depan bangsa. Virusnya kian tersebar dalam ruang kehidupan. Mulai dari institusi Polri, BUMN, Lembaga Pendidikan hingga PNS/ASN, walau tak semua, sudah terpapar ideologi radikal khilafah.

    Kaum khilafah adalah kaum yang buta sejarah tentang NKRI. Tidak paham bagaimana NKRI ini ditegakkan dengan susah payah oleh seluruh elemen bangsa tanpa membedakan identitas agama mereka. Pancasila adalah jalan tengah bagi persatuan bangsa. Apabila diusik dan diubah maka rusaklah persatuan bangsa ini.

    Apakah mereka tidak paham bahwa negara ini bukan negara agama melainkan negara yang penduduknya beragama. Adanya ideologi Pancasila sebagai bukti bahwa negara ini sudah sangat bersyariah dan tak perlu diubah. Jika diubah menjadi negara syariah belum menjadi jaminan akan lebih baik bahkan bisa bubrah.

    NU sebagai ormas moderat yang turut berkontribusi melahirkan NKRI tak pernah mempermasalahkan Pancasila karena Pancasila sebagai tuntunan bernegara yang tak bertentangan dengan syariat Islam bahkan lahir dari beberapa prinsip ajaran Islam. Dengan Pancasila, NU terus berupaya mensyar’ikan nusantara sesuai dengan konteks masyarakat nusantara yang heterogen. Jadi, bagi NU, untuk membentuk negara yang ideal sesuai ajaran Islam tak perlu menegakkan khilafah atau ideologi negara syariah.

    Bagi NU, menegakkan ajaran Islam dengan cara menghayati ajaran Islam setiap pemeluknya masing-masing sehingga ajarannya diamalkan dalam setiap perbuatan. Menegakkan ajaran rasulullah bagi NU tak perlu menerapkan negara daulah atau negara syariah karena rasulullah tak pernah mewajibkan umatnya untuk membentuk negara syariah melainkan kondisional sesuai dengan konteks dan kesepakatan masyarakatnya. Cukup meneladani akhlak rasulullah dengan menabar rahmat kepada seluruh manusia apapun agamanya. Justru dengan adanya Pancasila, masyarakat Indonesia telah mencontoh rasulullah dalam mendirikan negara Madinah yang terhimpun atas kemajemukan sebagaimana NKRI. Pancasila adalah perwujudan Piagam Madinahnya bangsa Indonesia.

    Jadi, hidup di NKRI tak perlu lagi menjadi pahlawan kesiangan yang berupaya memformat baru konsep negara yang sudah syar’i dan final. NU yang sudah jelas turut andil mendirikan NKRI tak pernah teriak-teriak khilafah dan ganti sistem tapi mengapa anak-anak yang baru lahir kemarin sore merasa lebih paham tentang ajaran Islam dan merasa lebih ahli dalam merumuskan negara. Aneh.

    Mudah saja hidup di NKRI. Jika memang ingin tetap hidup di NKRI maka terima saja semua sistem berbangsa dan bernegara yang sudah dibuat oleh pendiri bangsa ini. Tak perlu membuat rumusan sendiri yang tak laku dan tak disukai oleh rakyat Indonesia. Jika memang tetap kukuh ingin mendirikan negara khilafah yang auto masuk surga tanpa hisab maka silakan saja buat negara yang jauh dari NKRI. Gitu aja kok repot? Tapi anehnya, kaum khilafah tetap kerasan di NKRI dan beranak pinak, padalah kata mereka negara ini adalah thaghut. Ajib! (Suryono Zakka)

    Credit: Hubbul Wathon Minal Iman

  • Saya Tidak Mau Menggunakan Duitnya NU

    Saya Tidak Mau Menggunakan Duitnya NU

    SORBANSANTRI.COM

    Suatu hari PBNU mengadakan sebuah acara di Surabaya, mengundang duta-duta besar negara sahabat, dan pelayanan-nya pun VVIP. Lebih-lebih KH. Sahal Mahfudz, sebagai Ra’is Amm PBNU, tentu bisa mendapatkan pelayanan yang lebih.

    Di Kota Pahlawan ini, Mbah Sahal -sapaan mulianya, selama dua hari bermalam di sebuah hotel berbintang. Tapi, ketika panitia acara ingin membayar kamar hotel yang ditempati Kyai Sahal, beliau bilang: “Ndak usah, aku jek duwe duet dewe,” (Tidak, saya masih punya uang sendiri), sambil berjalan ke kasir. Panitia pun masih merayu Kyai sahal agar mau dibayari oleh panitia. Mbah Kyai Sahal tetap bilang “Ndak usah” sambil beliau mengeluarkan uang dari tasnya. Setelah itu panitia masih berkata: “Mana bon-nya yai, biar kami ganti.” Mbah Sahal dawuh: “Ndak usah, aku moh nganggo duite NU. Aku gowo duetku dewe ae. Nek NU iku urip-urip NU, ojo sepisan-pisan golek urip nok NU.” (Tidak, saya tidak mau menggunakan duitnya NU. Saya pakai uang saya sendiri saja. Di NU itu harus menghidupi NU, jangan sekali-kali mencari hidup di NU).

    Sifat Mbah Kyai Sahal patut kita contoh. Beliau benar-benar tulus, ikhlas mengabdi untuk NU. Padahal sekelas Ra’is Amm seperti mbah sahal tentu mudah sekali bagi beliau untuk mendapat fasilitas dari NU. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Al-Fatihah

  • Dia lah yg mengharumkan nama bangsa di kancah dunia yg tidak di ekspos media

    Dia lah yg mengharumkan nama bangsa di kancah dunia yg tidak di ekspos media

    cyberaswaja.online- Kenal Musa kan? Ada yg blm…?
    Iya.. Bocah dari Bangka yg berhasil meraih Juara 1 Hafidz Indonesia 2014 dan tanggal 14 april kemarin baru saja berhasil meraih juara 3 Musabaqah Hifzil Qur’an di Mesir, mengalahkan 80 peserta dari 60 Negara, Masya Allah banget kan..?

    Yah.. Namanya Musa bin Abu Hanafi., Seorang Hafidz Cilik, usianya masih 7 thn., bicaranya masih cadel, tp jangan tanya prestasinya…

    Sudah hafal Qur’an saat usianya blm genap 6 thn, dan sekarang Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh (Nah loh.. saya aja baru tau nama2 itu sekarang, malu banget ya Allah), Juara 1 hafidz Indonesia 2014, berhasil mencatatkan namanya pada rekor MURI sebagai hafidz termuda, bahkan bukan saja terbaik seIndonesia.. tapi juga terbaik seDunia dalam kompetisi penghapal Quran, dan in syaa Allah terbaik juga di akhirat nantinya.

    Yah.. berita kemenangan nya yg mengharumkan nama bangsa kurang terekspos di media.. entahlah.. mungkin Standar definisi “Bangga” dan “Mengharumkan Nama Bangsa” kita masih belum jelas. Mungkin menurut mereka, baru layak disebut “Mengharumkan Nama Bangsa” jika memenangi kontes putri2an yg mengumbar aurat itu., sehingga mereka berlomba ramai2 memberitakan,
    atau “Mengharumkan Nama Bangsa” karena berhasil menangkap “terduga teroris”..aaah.. sudahlah.. anggap saja mereka lagi butuh aqua xixi..😬

    Meskipun begitu..
    Kami bangga padamu nak..
    Jika media2 mainstream itu tak ingin memberitakanmu..
    Biarkan kami saja yang menshare berita tentangmu dan mengabarkannya pada Indonesia!!

    Karena media2 ini tampaknya lebih tertarik sama berita politik yg penuh permainan dan acting, aksi tipu2 atau berita gosip artis2 yg tidak bermutu..

    biarlah kami yg memberitakanmu ditengah sesaknya berita2 sampah itu..

    Itulah dia Musa..
    Seorang putra terbaik bangsa Indonesia..

    Musa tak butuh trilyunan rupiah jika sekedar untuk mengharumkan nama bangsa..

    Ia pun tidak perlu bersurat ke Dubes atau KBRI agar difasilitasi selama diluar negeri, meskipun membawa nama bangsa.

    Ia juga tak perlu mengemis sponsor untuk sekedar mengharumkan nama bangsa, apalagi harus merepotkan negara ratusan milyar dan menodong kementrian agar pegawainya dipotong gajinya.. untuk sekedar mengharumkan nama bangsa..

    Iya., Kami tahu, kamu tidak butuh itu semua nak untuk sekedar membuatmu terkenal di dunia, karena terkenal pada penduduk langit lebih mulia

    Ahh.. Musa kamu lagi2 membuat kami bangga nak.. bukan saja membuat bangga orang tuamu, tapi juga membuat bangga umat islam, dan terlebih bangsa ini yg kau wakili.

    Tetesan airmata kagum dan haru, bkn saja dari penonton, dan peserta tp jg syeikh2 penguji kelas dunia yg menjadi juri diajang itu..

    Mereka berlomba berfoto dan mencium kepalamu.. sebagai tanda takzim, bahkan Presiden Mesir akan memberi penghargaan khusus buatmu sayang..

    Teruslah berkarya dan berprestasi nak, kami b’harap padamu, harapan didunia dan akhirat sebagai barisan penjaga Qur’an dan penjaga kalam Allah, Semoga Allah selalu menjaga dan merahmatimu nak

    (abi sorban)

  • TABARUKAN KITAB SAYID MUHAMMAD MALIKI

    TABARUKAN KITAB SAYID MUHAMMAD MALIKI

    SORBANSANTRI.COM

    Anda akan berubah banyak hal disebabkan teman yang mendampingi dan buku yang dibaca setiap hari. Begitu pepatah mengatakan.

    Tabarukan kitab
    karya Sayyid Muhammad bin Abbas bin Alwi Almaliki yang telah di Tahqiq oleh putranya Doktor Sayid Ahmad bin Muhammad bin Abbas AlMaliki. Keduanya merupakan Ulama besar pada zamannya dan menjadi rujukan ulama ahlussunah wal jamaah dunia.
    Beliau bermukim di Rushoifah Makkatul Mukarromah. Dan banyak pula tersebar alumninya yang alim allamah di negeri kita tercinta indonesia.
    Beliau wafat hari Jumat 15 Ramadhan 1425 H bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2004 M dan dimakamkan di pemakaman al-Ma’la di samping Sayyidah Khadijah al-Kubro.

    Al-‘Allamah al-Muhaddits Prof. Dr. as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani meninggalkan karya tulis yang sangat banyak. yang sudah terbit ada kisaran 77 judul dan dicetak oleh Darul Minhaj.
    Penulis niat bertabaruk karya-karya Sayid Muhammad dengan harapan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya. Dan tentunya tulisan para Ulama’ berbeda dengan tulisan orang biasa dalam segi nur dan keberkahannya.
    Adapun dalam hal harga, harga kitab tidak semahal handphone keluaran terbaru.

    Tentang membeli kitab Teringat sebuah Maqolah dari Syekh Ali Jum’ah
    شراء الكتب يعود بعشر امثاله رزقا
    Membeli kitab menyebabkan rezeki kembali sepuluh kali lipat

    Maqolah dari Habib Salim As-Syatiri
    Membeli kitab dapat memudahkan datangnya rezeki.
    ‎شِراء الكُتب مع النِّية الحسنة مِن أسباب سِعَّة الرِّزِق ويُورِث صاحبه الغنى. كان الأستاذ محمد الخانجي صاحب مكتبة الخانجي شغوفا بتحصيل الكتب وشرائها.. وكان عنده شقتان ملأهما بالكتب. وكان يقول: “شراء الكتب يعود على صاحبه بعشرة أضعاف الثمن مجرب قلت: وهو كذلك مجرب
    Membeli kitab dengan niat yang baik merupakan sebab akan luasnya rizqi dan menyebabkan kekayaan bagi pemiliknya.
    Ustadz Muhammad al-Khaniji, pemilik penerbit Maktabah al-Khaniji sangat gemar mengoleksi dan membeli kitab. Ia punya dua rumah yang penuh dengan kitab. Ia sering berkata, membeli kitab akan mendatangkan uang berlipat-lipat daripada harga yang dibeli. Ini mujarab. Aku berkata, ini mujarab, alias terbukti.
    ‎شراء الكتب يورث الغنى.
    ‎Membeli buku akan menjadi investasi kekayaan.

    اذا كان عندك مال واردت ان تستري به ثوبا فاشتر به كتابا يأتيك ثوب
    Jika kamu memiliki uang lalu berkeinginan membeli pakaian, maka alihkanlah untuk membeli buku, kelak pakaian yang kamu inginkan akan datang. Syaikh Abdullah Izzuddin, Kairo.
    Raden Asnawi kudus
    Belilah kitab walau harganya mahal. Uang yang untuk membeli tidak akan hilang, sebab dengan kitab semua kebodohan hilang.

    Beberapa Kutipan dawuh Sayid Muhammad al-Maliki al-Hasani.
    أنا ما زلت طالباً ( بضمير التكلم
    Selamanya aku tetap sebagai santri

    ما زلت طالِباً ( بضمير الحطاب
    Selamanya engkau tetap sebagai santri

    لا زلت إلى الآنَ أَبحَث عَلَى مَنْ يُعَلِمُني
    Hingga sekarang, aku tetap mencari orang yang mau mengajariku ilmu agama.

    قدوة في العلم وفي الادب مع الرسول صلى الله عليه وسلم الامام مالك ابن انس

    Teladanku dalam berilmu dan beradab kepada Rasulullah saw adalah Imam Malik bin Anas.

    قدوة في الزي والمظهر والهيئة الامام مالك والامام ابو الحسن الشاذلي

    Teladanku dalam berpakaian dan berpenampilan adalah imam Malik dan Imam Abul Hasan As Syadzili

    ليس قصدي من التجمل والتزين سوى احترام العلم

    Tujuanku berpenampilan bagus dan rapi tiada lain kecuali untuk menghormat ilmu.

    استحي من الله ان يخرج ضيفي من عندي بلا شيئ في يده بلاطعام
    Aku merasa malu kepada Allah swt juka tamuku keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa ditangannya/ tanpa mencicipi makanan

    لست بكثير الصيام والقيام وقراءة القران وعسى الله يتقبل مني بسلامة الصدر
    Aku tidak banyak melakukan puasa sholat atau membaca al Qur’an. (Aku harap) semoga Allah swt menerimaku dengan selamatnya hati.

    ليس عندي كثير العمل والعبادة ولعل الله يتقبل مني بخدمة الناس
    Aku tidak mempunyai banyak amalan dan ibadah. (Aku berharap) semoga Allah swt menerimaku berkat membantu orang lain.

    لاتخلو شنطتي من دفتر وقلم ومسواك
    Tasku tidak pernah kosong dari buku kecil, bulpen dan siwak.

    لاتفارق المسبحة (السبحة) جيبي اوشنطتي
    Tasbih tidak pernah lepas dari saku baju atau taski.

    أحَاول أن يَكُونَ مَعي دائماً كتاب أو كُتيت في أسفاري , تَقلِيدًا بسَيْدِي الْوَلِيدِ ( السيد عَلَوي )
    Dalam perjalananku, aku selalu berusaha untuk membawa kitab demi mengikuti jejak ayahandaku.

    لاتغلب التجارة العلم
    Jangan sampai bisnis mengalahkan ilmu.

    العلامة الرابطة بين الشيخ وتلميذه نشر علومه والسير على منهجه
    Ikatan yang memperkuat hubungan antara guru dan murid adalah menyebarkan ilmunya dan mengikuti jalannya.

    قليل مع الاستمرار خير من كثير يتخلله الانقطاع
    Sedikit yang disertai keberlanjutan itu lebih baik daripada banyak yang diikiti keterputusan.

    اهل جاوة اهل الادب والكرام
    Masyarakat jawa adalah masyarakat yang berakhlak baik dan pemurah.

    Dan masih banyak lagi dawuh-dawuh beliau yang menyejukkan dan menentramkan hati.
    Selengkapnya bisa dilihat dalam kitab:
    استخراج اللآلي والالماس من بحر صاحب المعالي ابوي ابن عباس

    Semoga kecintaaan kita kepada para Habaib dan Ulama’ menjadikan hidup kita semakin terarah dan penuh berkah.

    Salam Takdzim
    Zainuddin Bad
    Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang.

  • Setelah baca Al Qur’an Shadaqallahul Adzim Bid’ah?

    Setelah baca Al Qur’an Shadaqallahul Adzim Bid’ah?

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Bisa gak sih sebulan saja Salafi ini tidak berulah di bulan Ramadhan ini? Saya tidak mau mengotori bulan suci ini dengan perdebatan. Tapi rupanya mereka tidak membedakan mana bulan suci dan tidak. Kalau pun terpaksa saya ‘meladeni’ menjawab tuduhan Bid’ah mereka maka saya lakukan malam hari.

    Bacaan “shadaqallah al-A’dzim” ini dinilai bidah oleh Syekh Bin Baz dan Syekh Utsaimin. Namun Syaikh Athiyah Shaqr, Mufti al-Azhar mengeluarkan Fatwa terkait amaliah membaca Shadaqallahul Adzim saat selesai membaca al-Quran (Fatawa al-Azhar, 8/86):

    وذكر القرطبى في مقدمة تفسيره أن الحكيم الترمذى تحدث عن آداب تلاوة القراَن الكريم وجعل منها أن يقول عند الانتهاء من القراءة : صدق الله العظيم أو أية عبارة تؤدى هذا المعنى . ونص عبارته “ج 1 ص 27 ” : ومن حرمته إذا انتهت قراءته أن يصدق ربه ، ويشهد بالبلاغ لرسوله صلى الله عليه وسلم

    Al-Qurthubi menyebutkan di Mukaddimah Tafsirnya bahwa Hakim al-Tirmidzi menyampaikan tatakrama dalam membaca al-Quran diantaranya adalah “Maha benar Allah”, atau redaksi lain yang semakna. Ia menjelaskan (1/27) bahwa diantara bentuk memuliakan al-Quran jika selesai membacanya adalah menyatakan Allah maha benar dan memberi kesaksian bahwa Rasulullah telah menyampaikan wahyu

    وجاء فى فقه المذاهب الأربعة ، نشر أوقاف مصر، أن الحنفية قالوا : لو تكلَّم المصلى بتسبيح مثل . صدق اللّه العظيم عند فراغ القارئ من القراءة لا تبطل صلاته إذا قصد مجرد الثناء والذكر أو التلاوة ، وأن الشافعية قالوا : لا تبطل مطلقا بهذا القول

    Dijelaskan dalam Fikih 4 Madzhab bahwa Ulama Hanafiyah berkata: “Jika orang yang salat membaca Tasbih, misalnya ‘Allah maha benar’ setelah imamnya selesai membaca al-Quran, maka tidak batal jika bertujuan memuji Allah, berdzikir atau membaca al-Quran”. Ulama Syafiiyah berkata: “Tidak batal mengucapkan kalimat ‘Allah maha benar’ secara mutlak”

    فكيف يجرؤ أحد فى هذه الأيام على أن يقول : إن قول : صدق الله العظيم ، بعد الانتهاء من قراءة القرآن بدعة؟ أكرر التحذير من التعجل فى إصدار أحكام فقهية قبل التأكد من صحتها ، والله سبحانه وتعالى يقول :{ولا تقولوا لما تصف ألسنتكم الكذب هذا حلال وهذا حرام لتفتروا على الله الكذب إن الذين يفترون على الله الكذب لا يفلحون } النخل : 116

    Maka bagaimana mungkin hari ini ada yang mengatakan bahwa mengucapkan ‘Allah maha benar’ setelah membaca al-Quran adalah bidah? Saya (Syaikh Athiyah) ulang-ulang mengingatkan supaya tidak tergesa-gesa dalam mengeluarkan hukum fikih sebelum memperkuat kesahihannya. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (al-Nahl: 116) (abi-sorban)

  • Terpilih Sebagai Wakil Presiden Organisasi Keagamaan Sedunia

    Terpilih Sebagai Wakil Presiden Organisasi Keagamaan Sedunia

    SORBANSANTRI.COM
    Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj

    cyberaswaja.online- Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj Terpilih Sebagai Wakil Presiden Organisasi Keagamaan Sedunia
    Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj terpilih menjadi vice president atau wakil presiden di Religion for Peace. Penetapan sesuai keputusan 900 orang pemimpin agama dari 125 negara di dunia, pada sebuah pertemuan di Jerman.

    “Para tokoh agama tersebut berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang,” kata Deputy Secretary General  eligion for Peace, Kyoichi Sugino Kyoichi mengatakan, dipilihnya Said Aqil lantaran para pemimpin aqama- gama, Kyoichi mengatakan, dipilihnya Said Aqil lantaran para pemimpin agama-agama sedunia menilai ulama asal Cirebon, Jawa Barat itu telah berhasil memimpin NU dan sukses membawa organisasi masyarakat itu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai.

    Selain Said Aqil, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mendapatkan kedudukan yang sama. Amanah itu, bakal diemban Kiai Said Aqil Siroj dan Haedar Nashir selama lima tahun ke depan.

  • Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj Terpilih Sebagai Wakil Presiden Organisasi Keagamaan Sedunia

    Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj
    Terpilih Sebagai Wakil Presiden
    Organisasi Keagamaan Sedunia

    SORBANSANTRI.COM

    Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj terpilih menjadi vice president atau wakil presiden di Religion for Peace. Penetapan sesuai keputusan 900 orang pemimpin agama dari 125 negara di dunia, pada sebuah pertemuan di Jerman.

    “Para tokoh agama tersebut berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang,” kata Deputy Secretary General Religion for Peace, Kyoichi Sugino

    Kyoichi mengatakan, dipilihnya Said Aqil lantaran para pemimpin agama-agama sedunia menilai ulama asal Cirebon, Jawa Barat itu telah berhasil memimpin NU dan sukses membawa organisasi masyarakat itu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai.

    Selain Said Aqil, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mendapatkan kedudukan yang sama. Amanah itu, bakal diemban Kiai Said Aqil Siroj dan Haedar Nashir selama lima tahun ke depan

  • Pentingnya Mendokumentasikan Peninggalan Kitab-kitab Ulama Indonesia

    Pentingnya Mendokumentasikan Peninggalan Kitab-kitab Ulama Indonesia

    cyberaswaja.online- Belum genap 1 bulan dari sekarang Gus Nanal Ainal Fauz meminta ustad KH.Ma’ruf Khozin untuk sekedar menulis kata-kata atas terbitnya kitab beliau, Tsabat Al-Indonisiyi. Sebuah karya berbahasa Arab yang mendokumentasikan karya-karya Kitab Ulama Indonesia yang mencapai 1000 kitab dan ditulis oleh lebih dari 90 Ulama Indonesia. Biasanya kitab yang berbasis Sanad atau Biografi menggunakan urutan Abjad, disini Gus Nanal menggunakan tahun wafat yang paling dulu.

    1000 kitab bukan angka sedikit untuk dihimpun. Gus Nanal termasuk yang sigap untuk segera menulisnya dalam sebuah kitab, melakukan Rihlah (perjalanan) ke beberapa kota yang beliau dengar ada seorang ulama yang menjadi Muallif / Author. Termasuk beliau menggali dari Maha Guru Kyai Maimun Zubair, Allahu Yarhamhu.

    Mengapa ulama Indonesia yang masuk kategori Ajami (non Arab, memang ada sebagian dari Saadah Alawiyyin) berhasil melahirkan para ulama yang mampu menulis kitab seperti para ulama di tempat asal Islam diwahyukan? Saya kira bukan sebuah kebetulan. Melainkan sebuah “grand design” dari Allah yang Maha segalanya.

    Ulama dari Nusantara, diantaranya adalah Indonesia, sejak sekitar 200 tahun dari saat ini telah banyak menimba ilmu kepada para Ulama di Hijaz, ilmu dan Amaliah Ahlussunah telah diajarkan keseluruhan. Begitu di Arab berpindah haluan madzhab, ternyata ulama Indonesia juga memperoleh bagian dari ‘warisan’ keilmuan dan Amaliah tersebut. Misalnya, catatan dalam kitab-kitab Thabaqat dulu di Makam para Sahabat ditemukan jenis ziarah Tabarruk dan saat ini sudah dilarang di Saudi, maka kita temukan di Indonesia. Kalau Mesir dan negeri lain yang pernah didatangi generasi Sahabat dan Tabi’in tidak perlu dibahas. Sudah maklum.

    Sayangnya buku-buku saya tidak dimasukkan dalam daftar ini, mungkin karena tidak berbahasa Arab. Boleh jadi tahun depan saat direvisi akan tercantum nama saya setelah buku-buku saya berhasil saya alihkan ke Bahasa Arab melalui Google Translate. (abi sorban)

  • IBLIS ITU SANGAT ALIM..(AZAZIL)

    IBLIS ITU SANGAT ALIM..(AZAZIL)

    SORBANSANTRI.COM
    ilustrasi

    cyberaswaja.online- Jika engkau bertanya tentang Al-Qur’an kpd iblis, maka iblis akan menerangkan dengan sangat jelas, kerana iblis tau dengan jelas sekali bila ayat itu turun dari langit…

    jika engkau bertanya tentang ilmu hadis kepada iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya, kerana iblis tau asbabul wurud dari hadis…

    jika engkau bertanya tentang cerita para nabi, iblis akan dengan tepat menceritakannya kerana iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam syurga…

    iblis ahli alqur’an…
    iblis ahli hadis….
    iblis ahli riwayat..
    iblis alim/pandai dalam segala ilmu…
    tapi iblis tidak pernah menjadi kekasih Allah, kerana dalam diri iblis ada kalimat…

    “AKU LEBIH BAIK DARI SIAPAPUN”

    Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta’alla dihati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan…

    YANG AKU TAKUT

    Yang aku takut…
    hatiku kian mengeras dan sukar menerima nasihat, namun sangat pandai menasihati.

    Yang aku takut…
    aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.

    Yang aku takut…
    egoku terlalu tinggi, hingga
    merasa paling baik di antara yang lain.

    Yang aku takut…
    aku lupa bercermin, namun
    sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

    Yang aku takut…
    ilmuku akan membuatku
    menjadi sombong, memandang yang lain berbeza denganku.

    Yang aku takut…
    lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

    Yang aku takut…
    aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam berbuat.

    Yang aku takut…
    aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.

    Yang aku takut…
    aku membenci dosa orang lain, namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.

    Kiranya Allah Subhana Wa Ta’alla senantiasa menyedarkanku sehingga lebih rajin dan sibuk mengurus diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku…

    (sorban – abi)

  • NASEHAT GUS MUS YANG KAN MERUBAH KITA SELAMANYA

    NASEHAT GUS MUS YANG KAN MERUBAH KITA SELAMANYA

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Mus ( KH. Mustofa Bisri )

    cyberaswaja.online- Transkrip dari nasehat Gus Mus semalam 21 April 2020 agar kita semua mendapat manfaat darinya.

    1. Ketahuilah, kepanikan global yang disebabkan makhluk Allah yang sangat lembut ini MASIH TERLALU KECIL dibanding kepanikan akbar yang terjadi di yaumil qiyamah.
    2. Ada yang memandang pandemi ini sbg musibah, pelajaran dan juga pencucian atas dunia.
    3. Kita biasanya mengejar dunia, sekarang dipaksa menjaga jarak dengan dunia sehingga langit pun menjadi bersih dan cerah.
    4. Dulu kita sibuk dengan dunia, tanpa jarak, sampai jarang di rumah. Dengan keluarga berjarak, dengan diri kita sendiri, apalagi!
    5. Kita dipaksa kembali pada keluarga kita dan diri kita sendiri.
    6. Wabah menghancurkan keangkuhan kita
    7. Yang kaya menjadi sombong karena kekayaannya, yg berpangkat karena pangkatnya, yang berilmu karena ilmunya.
    8. Kini mereka semua yang kaya, yang berilmu yang berpangkat semua kelimpungan.
    9. Kita diajak Alloh untuk menengok diri kita sendiri sebagai manusia saja, tanpa embel embel tanpa gelar, sebagai anak cucu adam.
    10. Kullukum min adam. Wa adam min turab. Setiap darimu adalah anak cucu adam, dan adam adalah dari tanah.
    11. Kita lupa kita bersaudara sama sama sebagai anak cucu adam. Kita lupa asal kita tanah!
    12. Kita diutus menjadi khalifah di atas dunia, tapi justru menjadi hamba dunia.
    13. Ini mesti menjadi perenungan kita dimasa sulit ini, ketika kita sendiri dengan Allah, agar kita bisa kembali *menjadi hamba Allah yang dhaif* dan kemudian bertaubat.
    14. Tapi dengan ujian seperti ini pun kita masih angkuh.
    15. Kita sibuk membersihkan jasad, tapi kita lupa membersihkan diri.
    16. Kita satu jam dua jam membersihkan badan, itu bagus, tapi kita lupa membersihksn ruh yang menjadi inti diri kita.
    17. Kita minta tolong kepada Allah tapi masih berjarak dengan Allah dan masih lengket dengan dunia.
    18. Keangkuhan (karena ilmu, harta, pangkat) dan kedekatan kita dengan dunia itulah yang membuat kita berjarak dengan Allah.
    19. Oleh karena itu marilah kita bertaubat.

    Dari Kiai Yasir Alimi (PWNU Jateng) di dinding Facebook beliau Yasir Alimi II (sorban- abi)