Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • Saya NU,Tapi NU nya Mbah Hasyim.,

    COPAS

    Hu – Ada warga NU yang suka membanggakan sebelah dengan terus menghujat kiai NU dan segala kebijakan para kiai besar di pengurus. Ia kemudian mengaku tidak bangga lagi dengan NU karena NU kini tidak sama lagi dengan NU zaman Mbah Hasyim Asyari. Beikut ini penjelasan strategi dakwah NU yang ditulis dalam bentuk dialog.

    “Aku malu jadi warga NU sekarang”.

    “Kenapa memangnya?”

    “NU sekarang tidak kayak NU zaman Mbah Hasyim dulu, sekarang NU disusupi Syiah, liberal, komunis bahkan sangat dekat dengan non muslim. Kalau Zamannya Mbah Hasyim kan masih murni, lurus, tidak disusupi macam-macam”.

    “Emang kamu pernah hidup dan merasakan NU di masa Mbah Hasyim?”

    “Nggak juga sih”.

    “Makanya jangan sok tahu dan termakan fitnah dan isu tidak benar”.

    “Kamu tahu kan Jepang itu penjajah yang menyembah matahari?”

    “Kalau itu tahu lah, kan banyak di tulis di buku sejarah”.

    “Kamu tahu nggak, NU nya Mbah Hasyim itu malah menginstruksikan santri-santri untuk latihan militer dengan Jepang. Bahkan Mbah Hasyim jadi Ketua Shumubu atau menteri agamanya Jepang. Padahal kan Jepang kafir, penjajah lagi. Dan ternyata NU nya Mbah Hasyim bisa kok bersikap kooperatif dengan Jepang”.

    “Masa Sih?”

    “Iya, Dan kamu tahu nggak kalau Mbah Wahab Hasbullah itu pernah dicap Kiai Komunis loh karena bersikap kooperatif dengan Bung Karno dalam Nasakom nya (berbeda dengan Masyumi yang memilih keluar)”.

    “Masa sih?”

    “Iya, itulah siyasah, strategi dakwah, lihatlah dampaknya, dengan kooperatif kepada Jepang akhirnya bangsa Indonesia dapat bertempur dengan baik dan akhirnya merdeka. Dengan kooperatif kepada Bung Karno yang dekat komunis akhirnya umat Islam terselamatkan dari bahaya komunis bahkan atas saran NU, akhirnya Bung Karno tidak jadi Membubarkan HMI”.

    “Gitu ya?”

    “Jadi NU Mbah Hasyim dan NU sekarang itu tetap sama, membela Islam dan Indonesia, bukan salah satunya, Islam saja atau Indonesia saja, Karena kalau membela salah satunya akan bisa memunculkan perang antar anak bangsa yang akhirnya ibadah jadi tidak nyaman dan selalui dihantui ketakutan”.

    “Oo gitu ya? Kalau begitu aku tidak malu lagi jadi NU, aku akan Bangga jadi NU”.

    “Makanya jangan percaya isu, fitnah atau hoax yang menjelekkan NU, belum apa-apa sudah nuduh macem-macem pada NU sekarang, kita nggak tahu yang sebenarnya, kita hanya tahu dari berita, medsos yang belum tentu benarnya, sebaiknya kita Husnudzon saja kepada penggede NU”.

    “Karena strategi NU ini mirip dengan strategi Nabi dalam berdakwah, kapan-kapan saja saya kasih tahu, sekarang ayo kerja, wes wayahe tandur”. Salam. Sorbansantri

  • KHILAFAH PROYEK GAGAL BUZZERS HTI

    KHILAFAH PROYEK GAGAL BUZZERS HTI

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh Ayik Heriansyah
    wp.sorbansantri.com – 10 tahun lalu terjadi demonstrasi besar-besaran di Kairo Mesir berhasil menurunkan Husni Mubarak dari kursi kepresidenan setelah ia menjadi presiden selama 30 tahun. Demo besar-besaran di Arab kala itu menjadi fenomena yang disebut dengan Arab Spring.
    Saya menonton di televisi berita-berita demonstrasi tresebut dari pesantren At-Taqwa Tanjung Pandan Belitung. Rumor yang berkembang, demonstrasi diorganisir dan diikuti oleh kelompok kiri dan Ikhwanul Muslimin. Hizbut Tahrir tidak tampak. Hanya ada foto orang sejumlah hitungan jari tangan yang membawa bendera Hizbut Tahrir di tengah lautan manusia.
    Awal 2011 saya masih tercatat sebagai anggota Hizbut Tahrir. Dalam benak saya, seharusnya, demo-demo besar tersebut diorganisir oleh Hizbut Tahrir Mesir dan lautan manusia di sana adalah para pendukung dan anggota Hizbut Tahrir. Karena Hizbut Tahrir masuk Mesir dibawa langsung oleh pendirinya Taqiyuddin an-Nabhani pada tahun 1950-an, sehingga massanya sudah banyak dan cukup untuk menggoyang kursi Presiden Mesir.
    Selama ini, kami diopinikan bahwa Hizbut Tahrir di Arab itu besar. Pendukung dan anggotanya banyak. Para pengurusnya sangat solid. Akan tetapi Hizbut Tahrir tidak dapat menunjukkan kebesarannya karena tekanan penguasa. Hizbut Tahrir tidak eksis di Arab bukan karena ajaran, doktrin, ide dan metode Hizbut Tahrir yang salah. Jadi, di Arab Hizbut Tahrir tidak ada masalah dengan pemikiran, tetapi politik penguasalah yang membuat mereka terlihat kecil.
    Fakta Arab Spiring membuka mata saya, bahwa sebenarnya Hizbut Tahrir di Arab memang ditolak karena pemikirannya, bukan karena tekanan penguasa. Di Arab berdiri kokoh kampus-kampus tua (yang telah melahirkan ratusan ribu ulama tersohor kelas dunia yang diakui kealiman, kejujuran dan ke-zuhud-annya. Tapi, mereka tidak menjadi pendukung dan anggota Hizbut Tahrir. Bahkan menjadi penentangnya. Sangat sulit jika mau dikatakan mereka menentang kebenaran dan penolak syariat Allah swt.
    Fakta yang sama juga terjadi di Indonesia. Di Indonesia, selama 23 tahun (1998 – 2021), Hizbut Tahrir leluasa menyebarkan paham di dunia maya dengan menggunakan berbagai macam nama website, blog dan akun media sosial. Aktivis HTI semuanya menjadi buzzers khilafah. Mereka aktif membagikan konten di media sosial yang merupakan ruang publik utama di era sekarang.
    Perilaku buzzers khilafah umumnya hanya mem-posting. Enggan menanggapi komentar, bantahan, kritik dan sanggahan netizen. Apalagi diajak adu argumen. Mereka menanggapinya dengan menyerang balik netizen, mengalihkan topik atau mem-posting konten baru, yang pada intinya mereka menghindar. Mengapa demikian? Karena konten yang disebarkan oleh buzzers khilafah bermuatan dis- dan mis-informasi.
    Ada tujuh dis- dan mis-informasi:
    1. Satire, yaitu, tidak ada niat untuk mengelabui tapi berpotensi merugikan.
    2. Konten yang menyesatkan, yaitu, penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu.
    3. Konten tiruan, yaitu, ketika sebuah sumber ditiru.
    4. Konten palsu, yaitu, ketika informasi 100% salah didesain untuk menipu.
    5. Koneksi yang salah, yaitu, ketika judul atau gambar tidak sesuai dengan konten.
    6. Konten yang salah, yaitu, ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.
    7. Konten yang dimanipulasi, yaitu, ketika gambar atau konten yang salah dimanipulasi untuk menipu. (MY. Alimi, 2018: 82).
    Mudah sekali bagi netizen mendeteksi dis- dan mis-informasi dari konten yang disebarkan oleh buzzers khilafah. Media sosial adalah ruang publik paling demokratis, independen dan netral saat ini. One man one voice. Setiap orang boleh menyatakan dan menyampaikan tentang dirinya ke orang lain tanpa batas selain batas moral dan hukum. Tidak ada batasan bagi nalar netizen, selain nalar netizen lain yang lebih akurat. Di media sosial nalar publik menjadi “hakim” yang imparsial.
    Ide khilafah yang diviralkan oleh buzzers HTI ditolak publik karena ide tersebut tidak akurat. Hujjah-nya lemah. Nalar publik sulit menerima khilafah sebagai solusi semua problematika umat manusia. Penolakan publik atas ide khilafah, bukan karena dibayar dan atas tekanan penguasa. Penolakan itu murni dari akal sehat netizen. Tidak saja di Indonesia, tetapi juga di Arab dan seluruh dunia. (abi sorban)
  • Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Sorbansantri.com — LAZISNU MWCNU JETIS pada tahun 2020 sudah mulai bergerak memberikan kemanfaatan kepada masyarakat sekitar, lembaga amil zakat infaq dan shodaqohnya NU yang di ketua bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag ini awalnya bekerja sama dengan PC LAZISNU kab Mojokerto dengan menyantuni 105 yatim piatu dan dhuafa di desa canggu, mlirib, penompo dan sidorejo pada bulan juli

    SORBANSANTRI.COM
    Pengurus lazisnu mwcnu jetis bersama pc lazisnu mojokerto saat menyalurkan bantuan di desa canggu

    Menurut keterangan dari bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua menjelaskan MWC LAZISNU JETIS setiap bulan sudah menyantuni dan membagikan sembako kepada yatim piatu dhuafa, setelah bulan juli di 4 desa yaitu canggu, mlirib, penompo, sidorejo bulan agustus kita gerak di lakardowo, bulan semtember di desa jetis, bulan oktober kita menyantuni di desa bendung, november kita bekerja sama dengan yayasan KOPI GLADAK menyantuni di desa ngabar, bulan desember di desa parengan, bahkan pada bulan agustus ada rumah warga yang terbakar habis dan MWC LAZISNU JETIS juga berperan paling depan untuk membangunkan rumah sampai selesai

    SORBANSANTRI.COM
    Lazisnu mwcnu jetis dan pcnu kab mojokerto saat menyerahkan bantuan kepada korban rumah kebakaran

    Senada dengan ketuanya bapak ALIM SODIKIN selaku sekertaris menginfokan dari 16 desa di kecamatan Jetis sudah kami datangi 9 desa dan akan kami lanjutkan pada tahun ini, dana yang masuk pada tahun 2020 yang kita mulai dari bulan juli sekitar 60jt, ini sudah termasuk bantuan pembangunan rumah bu SAYUTI yang terkena bencana kebakaran di desa bendung, yang mana kami berkerja sama dengan PC LAZISNU Mojokerto, PW LAZISNU JATIM, BAZNAS, dan warga sekitar, semua dana yang masuk sudah kami salurkan.

    Mudah mudahan tahun 2021, kami bisa meningkatkan gerakan kami yang lebih bermanfaat kepada warga sekitar, dan mohon bantuan kepada semua banom dan lembaga untuk mendukung gerakan kami serta kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan zakat,infaq, shodakohnya kepada kami” kata bapak ALIM SODIKIN

    By: dikin sorban

  • Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Infokom NU Mojokerto. Semangat dan perjuangan ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging untuk menghadiri DIBA’ KUBRO dan PELANTIKAN PENGURUS RANTING FATAYAT NU se-Kec.Pungging pada hari Minggu pukul 08.00-selesai bertempat di Balai desa Balongmasin Kec.Pungging.patut dan harus kita acungkan 2 jempol kepada mereka.

    SORBANSANTRI.COM
    Semangat yang luar biasa dari ibu ibu Fatayat Kec.Pungging
    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara tersebut Hadir. Ibu Pungkasiadi (istri Bupati Mojokerto),Ketua Fatayat NU Kab.Mojokerto,Bapak Bambang W ( kepala desa Balongmasin) dan ribuan ibu2 Fatayat di seluruh Kec.Pungging.

    SORBANSANTRI.COM
    Kehadiran ibu Pungkasiadi

    Acara tersebut mulai awal hingga akhir berjalan dengan aman dan nyaman, dengan adanya BANSER sebagai Garda terdepan NU mengamankan daalam kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER yang selalu siap sedia untuk NU

    #Infokom PAC Pungging

    #BY. Amirul M/irul

  • Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    InfokomBanserNU- Jum’at 14 Februari 2020, Kegiatan TURBA yang diadakan di TPQ An-Nur Pacet Utara Mojokerto Kasatkorcab Kab Mojokerto sangat bersyukur karena di Mojokerto sekarang sudah ada ± 2500 Banser dan 19 kali pengadaan DTD serta 1 kali Susbalan pada masa khidmad tahun 2017-2021 yang bertujuan untuk kaderisasi.

    Kaderisasi itu sangat penting untuk kesinambungan antar generasi dan menghidupkan organisasi, dan beliau lebih bersyukur lagi karena di Mojokerto sekarang sudah ada 5 SATSUS yang sudah berjalan dengan sangat bagus dan insyaalloh akan ditambah lagi Satsus Balakar kata Kasatkorcab Kab. Mojokerto H. MOH YUNUS dalam kegiatan turba di PAC GP Ansor Pacet Mojokerto.

    H. Moh Yunus berpesan untuk masing-masing satkoryon banser agar bisa menghadirkan minimal 2 orang untuk tiap-tiap 3 satsus yang sebentar lagi akan diadakan pelatihan di Mojokerto.

    Beliau juga bercerita, dengan Basada telah sowan dan Ada pesan yang sangat penting dari KH. Khusain Ilyas tersebut yang disampaikan oleh Kasatkorcab H. Moh. Yunus untuk diteruskan kepada Banser khususnya di Mojokerto bahwa, ” Agar Banser ditakuti musuh yang menentang ASWAJA, Banser Harus berwibawa “. Dari kata- tersebut seharusnya para Banser harus lebih menjaga sikap islami dan belajar menghargai perbedaan.
    (red. Abi Infokom)

  • SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    Sorbansantri.com -Untuk meningkatkan perekonomian warga Nahdliyyin kabupaten Mojokerto,Sahabat Boom Motoris (SBM) membuka peluang bisnis baru di gedung Nusantara Mart badan usaha milik MWC NU Kecamatan Ngoro Mojokerto yang bekerjasama dengan Ansor Ritail yang dipelopori oleh ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali Moh Nasih.

              Dalam louncing kali ini Senin (15-2-21) secara resmi dibuka untuk umum dengan ditandai pelepasan balon ke udara yang dipimpin oleh ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Adhim,dalam acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU serta Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Ngoro (KH. Marzuki,Ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro (Ahmad Saufi S.kom), seluruh ketua PAC GP Ansor se-kabupaten Mojokerto,perwakilan tokoh masyarakat NU,banom-banom NU dan hadir juga perwakilan dari PP GP Ansor (Sahabat Hasan Taufik) serta CEO Boom Motoris (Koko Shiong) beserta jajaran pengurus SBM Pusat.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

              Menurut keterangan dari Koko Shiong yang kami temui saat selesai acara, "<em>Maksud dan tujuan dibukanya SBM ini adalah untuk meningkatkan perekonomian kepada anggota Ansor - Banser dan untuk membuka peluang lapangan pekerjaan baru"</em>  menurutnya lagi dalam sambutannya "<em>saya berharap agar warga Ansor se-kabupaten Mojokerto bisa berkontribusi dan bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian kepada warga NU dengan cara membeli atau menyuplai barang yang ada di NUsantara mart ini</em>"
    
              Kabupaten Mojokerto menjadi SBM Yang ke-11 sebelumnya Yang Pertama dan ke-6 dinamakan Boom Motoris (BM), baru dinamakan Sahabat Boom Motoris (SBM) setelah kolaborasi dan bekerja sama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor yang dipelopori oleh Gus Hasan Taufik, setelah berinteraksi dan berdiskusi
    

    baru terbentuklah SBM pertama yg ada di wilayah Magetan menempati urutan ke-7, SBM ke-8 Tulungagung, SBM 9 Jombang, SBM 10 Batang Jawa Tengah,dan rencananya akan di kembangkan lagi ke seluruh wilayah Jawa lebih lebih bisa ke seluruh Nusantara.

               Menurut Gus Hasan Taufik dalam sambutannya mengatakan "<em>Sahabat-sahabat yang mempunyai produk bisa menjual atau menitipkan ke SBM ini, nanti ketika jaringan distribusi sudah terbentuk maka produk dari sahabat akan kita distribusikan ke seluruh wilayah Mojokerto, dan bagi para sahabat yang tidak mempunyai tujuan ke rana usaha bisa menjadi karyawan marketing, nanti disana akan diajari dan di bimbing bagaimana cara pemasaran dan sebagainya</em>
    
                 Berdirinya SBM di kabupaten Mojokerto ini disambut dengan senang hati oleh semua masyarakat terutama yang hadir dalam acara tersebut,dengan harapan adanya SBM ini sebagai langkah awal  menuju kebangkitan perekonomian masyarakat Mojokerto umumnya dan Masyarakat Ngoro khususnya.
    
                 Acara terahir ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH SHOLEH Selaku dewan penasehat MWC NU kec ngoro.
    
                  Mudah-mudahan dengan adanya SBM ini bisa menjadikan perekonomian usaha yang amanah, di samping harganya yang lebih murah dibawah harga pasaran juga bisa menjadikan peluang bisnis baru bagi warga Nahdliyyin di wilayah kabupaten Mojokerto. (<strong><em>hasan-sorban</em></strong>)
    
  • IPNU-IPPNU Jepara Siap Tancap Gas, Setelah Terima Kendaraan Operasional,

    IPNU-IPPNU Jepara Siap Tancap Gas, Setelah Terima Kendaraan Operasional,

    SORBANSANTRI.COM
    IPNU-IPPNU Jepara terima bantuan mobil operasional dari PCNU setempatipnu,ippnu,jateng,

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatakan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara menerima bantuan kendaraan mobil operasional dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara pada Sabtu (13/2) malam di SMK Hadziqiyyah Nalumsari Jepara.

    Penyerahan dilakukan oleh Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq kepada ketua PC IPNU Jepara Nurus Salam dan ketua PC IPPNU Jepara Wiwik Widayati. Momen penyerahan tersebut bersamaan dengan kegiatan Latin-Latpel PC IPNU-IPPNU Jepara.

    Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah mengucapkan selamat dan mengapresiasi perkembangan IPNU-IPPNU di Kabupaten Jepara yang dinilainya semakin maju. “Dalam lima tahun terakhir ini, IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara banyak mengalami kemajuan yang positif baik dari segi keorganisasian maupun kegiatannya,” terangnya.

    Maka dari itu, kami selaku pengurus NU Jepara mengapresiasi para pelajar NU Jepara ini agar ke depannya lebih baik dan maju. “Dengan bantuan mobil ini kita harapkan laju organisasi IPNU-IPPNU di Jepara semakin maju dan dapat bermanfaat untuk organisasi,” tambahnya.

    Ketua PC IPNU Jepara Nurus Salam berterima kasih kepada PCNU Jepara yang selama ini mendukung penuh segala kegiatan IPNU-IPPNU di Jepara. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada orang tua kami PCNU Jepara yang sudah memberikan bantuan kendaraan operasional, semoga ini menjadi spirit baru kepada kami untuk lebih cepat dan mudah dalam pergerakan organisasi,” katanya.

    Hal yang sama juga dikatakan Ketua PC IPPNU Jepara Wiwik Widayati, Ia mengaku senang dan akan memanfaatkan penuh kendaraan operasional ini untuk kepentingan organisasi. “Dengan bantuan kendaraan operasional ini, kami akan lebih mudah dalam menjalankan organisasi IPNU-IPPNU. Apalagi di Jepara ini termasuk wilayah yang luas, terdapat enam belas kecamatan, puluhan komisariat, dan ratusan ranting,” tandasnya.

    Kontributor: Wafa
    Editor: M Ngisom Al-Barony

  • Ansor Retail Diharapkan Bisa Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kendal

    Ansor Retail Diharapkan Bisa Meningkatkan Kesejahteraan UMKM Kendal

    wp.sorbansantri.com – Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kendal, Misbachul Munir atau yang akrab disapa Gus Misbach berencana kembali memberdayakan program perekonomian di PC GP Ansor Kendal, yang selama ini secara organisasi belum terstruktur dengan baik.

    Rencana ini disampaikan Gus Misbach, saat diskusi santai di sebuah kedai kopi Jalan Tembus Kendal, bersama Dirut Retail Ansor, Gus Hasan Taufik, Ketua Bidang Perekonomian PC GP Ansor Kendal, Mashuri dan Ketua PAC GP Ansor Boja, Kasan As’ari.

    Gus Misbach mengatakan, beberapa bisnis retail yang telah berjalan dan memiliki peluang pasar besar akan segera ditata kembali. Seperti pertanian jagung di Kaliwungu Selatan, Ansormart di Rowosari, koperasi di Boja, budi daya udang panami di Kendal, dan budi daya kambing etawa di Cepiring.

    “Rencananya itu semua nanti akan kami tata, kemudian kami kelola melalui manajemen retail Ansor agar lebih tertata rapi,” ucapnya.

    Penataan dan pemberdayaan usaha yang dimaksud, agar Ansor Kendal memiliki kemandirian ekonomi. Menurutnya, kemandirian ekonomi organisasi sangatlah penting untuk menggerakkan roda organisasi.

    “Pemberdayaan ini sengaja kami lakukan melihat adanya sebuah peluang. Informasi dari teman di wilayah, Kementerian Perekonomian memberikan 10 kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pengusaha yang usahanya sudah berjalan,” terangnya.

    Gus Misbach berharap, dengan adanya KUR tersebut dapat meningkatkan usaha yang digeluti para kader Ansor dan bisa merangkul pelaku UMKM di Kabupaten Kendal.

    Ditegaskan, orientasi pengurus periode 2020-2024 sesuai dengan amanah dari ketua yang lama adalah pemberdayaan ekonomi kader. Pasalnya, pada periode yang lalu orientasinya banyak bergerak dalam bidang ideologi.

    “Untuk sosialisasi penataan perekonomian PC GP Ansor Kendal akan dilakukan setelah pelantikan pengurus PC GP Ansor Kendal, yang rencananya akan digelar Minggu (26/7/2020) besok,” jelas Gus Misbach.

    Sementara itu, Ketua Bidang Perekonomian PC GP Ansor Kendal, Mashuri mengatakan, untuk mensukseskan upaya pemberdayaan perekonomian, dirinya akan segera berkoordinasi dengan beberapa pengurus kecamatan.

    “Kami berharap progam ini dapat berjalan sukses dan didukung semua pihak termasuk pelaku UMKM, demi peningkatan kesejahteran kader dan masyarakat umum,” ucapnya.

    Upaya pemberdayaan perekonomian ini mendapat support langsung dari Direktur Utama Ansor Retail, Hasan Taufik. Dikatakan, support yang diberikan lebih ke arah pembenahan sistem manajemen.

    “Jadi ada tiga hal yang kita berikan, yakni penataan sistem manajemen, pelatihan dan pengembangan SDM dan pembangunan struktur modal,” ujarnya.

    Dalam hal teknis, menurut Gus Hasan, ke depan akan dibuatkan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk mencari berbagai bahan kebutuhan yang ditawarkan oleh Ansor Retail.

    “Kami berharap usaha ini berjalan dengan baik, sehingga roda perekonomian khususnya pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Kendal bisa terbantukan oleh kader GP Ansor,” pungkasnya.(HS)

  • Cinta Kiai Hamid Pasuruan Kepada Banser NU.

    Cinta Kiai Hamid Pasuruan Kepada Banser NU.

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Kyai dan Habib sangat mencintai Banser (Barisan Ansor Serbaguna). Dari segi ‎namanya, Barisan Ansor Serbaguna, sangat identik dengan sahabat Ansor Madinah. Karakteristik ‎dari sahabat Ansor itu “menolong sesama tanpa pamrih”. Ansor berarti “menolong Rasulullah ‎SAW dan sahabat yang datang dari Makkah”. Kaum Ansor sangat mencintai Rasulullah SAW, ‎sehingga apa-pun akan dilakukan untuk baginda Rasulullah SAW.‎
    Nah, begitulah kira-kira ulama-ulama NU ketika mendirikan Barisan Ansor Serbaguna ‎‎(Banser). Para ulama NU, mendirikan Banser karena isyarat-isyarat langit hasil dari istikharah. ‎Bukan gagah-gagahan, walaipun memang terlihat gagah beneran. Tentu saja konteks nya ke-‎Indonesiaan. Banser, satu-satunya aset penjaga NKRI yang harus tetap dirawat dan dijaga. ‎Semua tahu, berdirinya NKRI, tidak lepas dari peran Kyai Hasyim Asy’ari, KH Wahab ‎Hasbullah, KH Siddiq Jember, KH Ahmad Dahlan dan juga para ulama lainnya. ‎
    Apalagi, saat ini salah satu tokoh terkemuka Barisan Ansor Serbaguna (Banser) adalah ‎‎“Maulana Habib Lutfi Pekalongan” seorang ulama dari kalangan Durriyah Rasulullah SAW. ‎Sang Habib tanpa sungkan-sungkan memakai busana Banser, begitu juga dengan Habib Zainal ‎Abidin. Bahkan, Habib Saikhan yang terkenal Habib Jaddab. ‎
    Jangan pernah khawatir, jika ada yang tidak suka terhadap Banser. Itu sudah wajar. ‎Karena memang tugasnya Banser menjaga marwah Kyai dan Habaib di Indonesia. Sebab, ‎sampai saat ini (2020) banyak Habaib dan Kyai NU, tetap setia dan mencintai Banser. Orang ‎yang mencibir Banser, kadang suatu saat tetap membutuhkannya.‎
    Berdirinya Banser sudah direstuai oleh pendiri NU, Hadratusysyaikh KH Muhammad ‎Hasyim Asy’ari serta ratusan Kyai dan Durriyah Rasulullah. Banser berdiri mengawal Ulama ‎dan NKRI yang ber Pancasila. Banser akan terdepan membela Ulama dan Habaib, serta NKRI ‎dari perongrong Pancasila.‎
    Seorang kekasih Allah Sayyid Ali Kwitang datang dari Jakarta ke meluncur menuju ‎Banyuwangi karena melihat dengan Bashirah (mata batin) seorang ketua PCNU KH Muhammad ‎Ali Manshur Shiddiq Basyaiban Banyuwangi sedang menulis bait-bair syair memuji Rasulullah ‎SAW dan sahabatnya karena ingin membandingi gerakan Gerwani di Banyuwangi. Kemudian bait-‎bait syair itu dikenal dengan “sholawat badar”. Kedatangan Habib Ali Kwitang, karena arahan ‎dari Rasulullah SAW melalui mimpinya.‎
    KH Siddiq, merupakan sosok ulama ahli hadis yang nasabanya nyambung dengan ‎‎“Basyaiban” yang diyakini masih durriyah Rasulullah SAW. KH Siddiq Jember salah satu ‎murid seorang pakar hadis Makkah yaitu Syekh Muhammad Mahfudz Al-Turmusi Makkah. ‎Kemudian Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani Makkah menyebutkan nama-nama gurunya di ‎Indonesia, salah satunya adalah “Syekh Siddiq Jember”. Hampir semua putra-putra Syekh ‎Siddiq jember menjadi ulama besar, seperti’ KH Ahmad Siddiq, KH Abdullah Siddiq, KH ‎Mahfudz Siddiq, dan KH Muhammad Ali Manshur yang pengubah Saolawat Badar.‎
    Awal berdirinya Banser, yang tidak suka adalah PKI, NII, DII. Banser dengan semangat ‎Sholawat Badar tidak pernah surut menyuarakan kebenaran. Mendatangi siapa-pun orang yang ‎meng-ganggu dan merongrong NKRI. Bahkan, saat seorang Habaib di sakiti di Solo, Banser ikut ‎serta menjaga. Kalau-pun ada oknum Banser yang kurang terpuji, tetap harus di berikan ‎pembinaan. Para ulama dan Habaib adalah orang-orang yang mendidik dan membina Banser di ‎seluruh Nusantara.‎
    Sebuah kisah menarik dari Mbah Hamid Pasuruan. Sosok waliyullah besar. KH Maemun ‎Zuber mengatakan “beliau menjadi wali besar antaranya karena biirul walidaian”. Suatu ‎ketika salah satu anggota Ansor yang sudah lulus dari Latihan Kader Lanjutan (LKL). Namun, ‎dia melakukan tindakan tidak terpuji yang bisa mencoreng nama Ansor. Maka, komandan atau ‎ketua Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Gus Zaki Ubed akan mengeluarkan surat pemecatan ‎kepada Anggota Ansor. ‎
    Selanjutnya, Gus Zaki sowan kepada Syekh KH Hamid, dengan harapan apa yang ‎dilakukan itu disetujui. Ternyata, KH Hamid tidak setuju. Beliau malah mengatakan “jadi bapak ‎itu harus bijaksana. Kemudian KH Hamid memberikan contoh. Seorang Bapak yang membawa ‎anaknya ke resepsi. Anak itu diberi pakaian yang bagus. Tiba-tiba ketika resepsi berlangsung, ‎sang anak buang air besar, mengotori pakaiannya sendiri dan bapaknya yang menggendong.‎
    ‎“Iku anak ojok kuen buwak (itu anak jangan engkau buang)”. Wong saiki akeh sing ‎butuh anak, dipek wong anak itu” (Jaman sekarang banyak orang butuh anak, nanti kalau ‎dibuang bisa diambil orang”. Jadi Bapak harus berani korban perasaan dam menderita demi ‎kepentingan anak-anaknya. ‎
    Kemudian Gus Zaki bertanya “jadi bagaimana?‎
    Mbah Hamid menjawab “Yo, cewokono maneh, (ya ceboki, lalu gendong lagi dia”. KH ‎Hamid sangat bijaksana di dalam melihat setiap masalah yang terjadi. Begitulah cara pandang ‎kekasih Allah SWT. Teringat Nabi Ibrahim as, walaupun banyak orang yang mengingkari nya ‎beliau berkata “siapa yang ikut aku termasuk golonganku, siapa yang durhaka kepada Allah, ‎maka sesungguhnya Allah maha pengampun”.‎
    Barisan Ansor Serbaguna sudah di jalur yang benar. Menjaga eksistensi NKRI dan ‎Pancasila. Dan setia kepada ulama dan Kyai. Wataknya seperti sahabat Ansor Madinah, ‎menolong tidak ada pamrih. Ketika ada seorang Kyai di hina, Banser datang, ketika ada yang ‎ingin merusak NKRI, Banser juga siap-siapa membela. Termasuk sikap terhadap HT (Hizbu ‎Tahrir) juga sudah benar, karena HT menghina Durriyah Rasulullah SAW yaitu Habib Lutfi ‎Pekalongan. ( ‎Penulis: Dr Abdul Adzim Irsad, Malang )
  • ARAB SAUDI MENANGKAP ULAMA-ULAMA WAHABI

    ARAB SAUDI MENANGKAP ULAMA-ULAMA WAHABI

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi demi langkah reformasi dan demokratisasi Arab Saudi. Muhammad bin Salman atau Pangeran Salman adalah orang yang berada di balik agenda tersebut.
    Terjadi lagi, pemerintah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi. Kali ini ulama dan qori’ terkenal, Syeikh Abdullah Basfar ditangkap oleh pihak otoritas Arab Saudi. Beberapa kasus penangkapan ulama dilakukan oleh Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir ini.
    Syeikh Abdullah adalah seorang profesor di departemen Sharia dan Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah. Ia juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia. Sebelumnya, Arab Saudi dikabarkan sudah menahan Syekh Saud Al-Funaisan. Al-Funaisan sendiri adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh.
    Langkah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi menguatkan asumsi terkait upaya pemerintah Arab Saudi untuk mengamankan dan mereformasi Arab Saudi atas inisiasi Muhammad bin Salman (MBS).
    Penangkapan Ulama dan Reformasi MBS.
    Beberapa kasus penangkapan ulama yang dilakukan oleh Arab Saudi menjadi semacam “pembersihan” pahak keagamaan. Kini MBS melakukan reformasi di dalam negaranya. Ia ingin mengubah citra Arab Saudi dengan paham moderasi Islam.
    Ulama-ulama yang ditangkap oleh pihak kerajaan dianggap melakukan tindakan dan ceramah-ceramahnya mengganggu stabilitas kerajaan. Oleh karena itu, pihak MBS dan para pendukungnya menindak mereka agar tidak mengganggu dan menjadi ancaman kepentingan internal kerajaan.
    MBS melakukan berbagai kebijakan penting dan kontroversial. Ia tengah mereformasi Arab Saudi. Kebijakan kontroversial yang dilakukannya, diantaranya yakni memperbolehkan perempuan untuk menyetir mobil, menonton sepak bola di lapangan, dan beberapa kebijakan yang mengarah pada reformasi birokrasi Arab Saudi.
    Bagi kaum muda dan perempuan Arab Saudi, MBS adalah sosok pembaruan di tubuh kerajaan Arab Saudi. Ia menjadi tumpuan mereka ditengah kungkungan kebijakan Arab Saudi yang rigid dan kaku.
    Tetapi, bagi kaum ulama Wahabi Arab Saudi, MBS telah melanggar pemahaman keagamaan Arab Saudi yang sudah tumbuh subur di negara “Penjaga Dua Kota Suci”. Kondisi ini membuat otoritas kerajaan harus melakukan tindakan tersebut.
    Moderasi Beragama Arab Saudi
    Kebijakan MBS yang dinilai banyak pihak memiliki dua sisi yang berseberangan. Di salah satu sisi, kebijakan reformasi Arab Saudi memiliki dampak besar dan memberikan kebebasan bagi kaum muda Arab Saudi dan melonggarkan mereka untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan selama ini.
    Moderasi beragama menjadi kebijakan dan keputusan yang diinisiasi MBS. Hal ini dilakukan ditengah paham Wahabisme yang dianggap terlalu kaku dan tidak memberikan ruang bagi banyak kaum muda dan perempuan Arab Saudi.
    Kebijakan Arab Saudi lainnya yang berusaha menggemakan moderasi beragama yakni melakukan diskusi intens dengan salah satu organisasi massa Islam moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
    Pihak Arab Saudi dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, telah melakukan diskusi terkait moderasi beragama tersebut. Diskusi ini juga menunjukkan bahwa Arab Saudi ingin melakukan reformasi keagamaan dengan menggemakan moderasi beragama. Sikap MBS melalui pelbagai kebijakan kontroversial di Arab Saudi dianggap sebagai tindakan “out of the box”. Ia juga tengah mempersiapkan menuju visi Arab Saudi 2030. (sumber harakah. id)