Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • ALHAMDULILLAH KIAI NAHDHATUL ULAMA’ BIKIN ULAH LAGI

    ALHAMDULILLAH KIAI NAHDHATUL ULAMA’ BIKIN ULAH LAGI

    SORBANSANTRI.COM

    Alhamdulillah! Kiai NU Meluruskan Khalid Basalamah yang Tidak Paham Dalil Tabarruk

    Beredarnya video bikinan tim “da’wah” Ustadz Khalid Basalamah benar-benar sangat berhasil membuat saya -wong ndeso ini- merangkai tulisan-tulisan yang saya dedikasikan buat tim beliau agar dibaca.

    Bukan karena saya lebih bisa, karena ternyata Ustadz Khalid lebih terkenal daripada saya.

    Bukan karena saya banyak tahu, tapi karena saya ingin meluruskan orang-orang yang sok tahu.

    Terlebih dalam video itu ada sosok Kiai yang kami -para santri- sangat kagumi dan sangat hormati. KH. Maimun Zubair. Juga sosok santri dan situasi pesantren.

    Baik Tim Ustadz Khalid,

    Ketika santri berebut mencium tangan Kiai, mereka berharap berkah dari beliau. Apakah itu salah? Sama sekali tidak. At-Tabarruk atau berharap berkah artinya : berharap tambah dan berlipatnya nilai ibadah. Bertabarruk bukan menyembah. Tolong Pahami itu.

    Dalam Al Qur’an, konsep tabarruk telah ada, seperti tertuang dalam Surat Al Baqoroh ayat 125 :

    وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

    “Kenapa sholat di Maqam Ibrahim?” Ini ada unsur tabarruk.

    Begitu juga dalam Surat Yusuf ayat 93 dan 96:

    اذْهَبُواْ بِقَمِيصِي هَذَا فَأَلْقُوهُ عَلَى وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا
    فَلَمَّا أَن جَاء الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَى وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا

    “Kenapa baju Nabi Yusuf yang dijadikan sebagai pelantara kesembuhan Mata Nabi Ya’qub?” Ini juga Tabarruk.

    Dalam Hadits Rasulullah Riwayat Muslim (1305) konsep tabarruk tertuang ketika Rasulullah membiarkan rambut mulianya dimiliki oleh para sahabat.

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَتَى مِنًى فَأَتَى الْجَمْرَةَ فَرَمَاهَا ثُمَّ أَتَى مَنْزِلَهُ بِمِنًى وَنَحَرَ ثُمَّ قَالَ لِلْحَلاَّقِ « خُذْ ». وَأَشَارَ إِلَى جَانِبِهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ الأَيْسَرِ ثُمَّ جَعَلَ يُعْطِيهِ النَّاسَ.

    “Kenapa Rasulullah membiarkan rambut beliau dibagi-bagikan kepada para sahabat?” Karena Beliau meridloi tabarruk.

    Kenapa ketika perang Yarmuk, Kholid bingung mencari pecinya padahal bisa saja ia memakai peci yang lain atau peci apa saja? Karena dalam pecinya ada rambut Rasulullah yang beliau cukur saat berumroh, dan tidak ada satupun peperangan yang ia hadiri dengan memakai peci itu kecuali Allah memberikan kemenangan kepada umat islam. Inilah tabarruk.

    Ada sebuah sumur di Madinah yang bernama sumur Bidla’ah. Nabi pernah meludahi air dalam sumur ini, sehingga setiap melewati sumur ini, Muslimin hampir pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan meminum airnya. Tabarruk juga ini namanya.

    (Majma’ Az Zawa’id Wa Manba’ Al Fawa’id, Nuruddin Ali bin Abi Bakar Al Haitsamy)

    Belum lagi riwayat Imam Bukhari tentang bagaimana para sahabat ketika tangannya berhasil menangkap dahak Rasulullah, ia mengusapkan keseluruh tubuhnya. Ketika Rasulullah berwudlu, para sahabat hampir seperti akan berperang hanya karena berebut sisa air wudlu Beliau. Semua itu dalam konsep Tabarruk bukan?

    Mungkin kalian akan berkata : “Ah, itukan kepada Rasulullah. Kalau selain Rasulullah beda dong? gak boleh dong?

    Oke, coba perhatikan yang berikut :

    Seorang Abdurrahman bin Razin (Tabi’in) bergegas mencium tangan Sahabat Salamah bin Akwa’ berharap keberkahan dari tangan yang pernah bersentuhan dengan Rasulullah.

    Begitu pula alasan Tsabit Al-Bunani (Tabi’in), ketika ia mencium tangan Sahabat Anas bin Malik setelah bertanya : “Apakah engkau menyentuh Rasulullah dengan tangan ini?” dan Sahabat Anas menjawab : “Ya”.

    Abu Aliyah, seorang ulama Salaf, mencium dan mengusap-usapkan apel pemberian sahabat Anas karena menganggap apel itu telah dipegang oleh tangan yang pernah menyentuh Rasulullah. Semua dengan alasan tabarruk lho.

    Kalian akan membantah lagi : “Loh, itu kan masih ada hubungannya dengan Rasulullah. Pasti beda dong kalau tanpa ada hubungannya dengan beliau”

    Eits, jangan ambil kesimpulan terburu-buru dong, emang terbiasa begitu kalian ya…. Perhatikan yang berikut ini dulu : Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah pernah mencium tangan dan kedua kaki pamannya Sahabat Abbas. Ketika bertemu, Imam Muslim mencium wajah gurunya -Imam Bukhari- diantara kedua mata beliau, lalu meminta restu agar beliau dapat mencium kedua kaki gurunya itu.

    Apa alasannya? tabarruk.

    Bahkan, Rasulullah pernah bertabarruk kepada kaum muslimin. Dalam sebuah kitab yang bernama Al Jami’ As Shoghir Wa Ziyadatih (Al Fath Al Kabir) yang ditulis oleh Muhammad Nashiruddin Al Albani (pasti kalian kenal dong beliau itu siapa) tertulis sebagai berikut :

    “كان يبعث إلى المطاهر فيؤتى بالماء فيشربه , يرجو بركة أيدي المسلمين”

    Bahwa Rasulullah meminum air dari tempat bersucinya para muslimin seraya berharap keberkahan mereka.

    Disebuah kesempatan Rasulullah jelas tidak suka para sahabat mengambil air dari sumur Kaum Tsamud lalu memerintahkan mereka mengambil air dari sumur yang pernah diminum airnya oleh unta Nabi Sholeh. Hal ini tertuang dalam Hadits berikut :

    عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى الْحِجْرِ أَرْضِ ثَمُودَ فَاسْتَقَوْا مِنْ آبَارِهَا وَعَجَنُوا بِهِ الْعَجِينَ فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُهَرِيقُوا مَا اسْتَقَوْا وَيَعْلِفُوا الإِبِلَ الْعَجِينَ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَسْتَقُوا مِنَ الْبِئْرِ الَّتِى كَانَتْ تَرِدُهَا النَّاقَةُ.

    Jadi, saudaraku sesama muslim, khusus teruntuk “tim da’wah Ustadz Khalid yang terhormat”.

    Bertabarruk itu boleh kok, bertabarruk itu dianjurkan kok. Jadi kalau kalian tidak menemukan referensi tentang itu, please deh, jangan terus kalian anggap amaliah kami salah, syirik dan lain sebagainya. Kami lo memaklumi kalau kalian begitu dibatasi dengan literasi dan pemahaman yang mudah dan instan tanpa penggalian lebih dalam ala santri, karena kalian tidak akan mampu seperti santri yang mau mengenyam pendidikan lebih lama guna bertafaqquh fid diin.

    Oh iya, ada ya kopi sampai bernilai jual tinggi karena ada unsur tabarruk? Kalau ada, emang kalian gak setuju ya?

    Lalu, Kenapa ya, di Negeri Wahabi ada sebuah gedung mewah dan megah yang didedikasikan untuk Syekh Utsaimin dan bahkan menganggap “keramat” pena yang terakhir beliau pakai sebelum beliau meninggal lalu menyimpannya dengan sistem keamanan tinggi bak menyimpan berlian bernilai triliunan rupiah?

    Hm, sudahlah, emang kalian begitu sih.

    Ada satu lagi, pesan Ustadz Khalid Basalamah agar tidak meminum air sisa minumannya dan tidak mencium tangannya ketika bertemu, dengan senang hati akan kami jalankan. Karena, kriteria orang-orang yang pantas dicium tangannya dan diminum air sisa minumannya -sangat kebetulan- tidak terdapat pada diri beliau. Jadi jangan khawatir, tanpa dimintapun, kami tak akan melakukannya.

    Wallahu A’lamu Bis Showab.

    H. Abdul Aziz. AR, Anggota Team Kiswah Aswaja NU Center PCNU Bangil

    Sumber: https://bangkitmedia.com/kiai-nu-meluruskan-khalid-basalamah-yang-tidak-paham-dalil-tabarruk/

    (InfokomBanserNu)

  • Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Semangat ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging

    Infokom NU Mojokerto. Semangat dan perjuangan ibu ibu Fatayat NU Kec.Pungging untuk menghadiri DIBA’ KUBRO dan PELANTIKAN PENGURUS RANTING FATAYAT NU se-Kec.Pungging pada hari Minggu pukul 08.00-selesai bertempat di Balai desa Balongmasin Kec.Pungging.patut dan harus kita acungkan 2 jempol kepada mereka.

    SORBANSANTRI.COM
    Semangat yang luar biasa dari ibu ibu Fatayat Kec.Pungging
    SORBANSANTRI.COM

    Dalam acara tersebut Hadir. Ibu Pungkasiadi (istri Bupati Mojokerto),Ketua Fatayat NU Kab.Mojokerto,Bapak Bambang W ( kepala desa Balongmasin) dan ribuan ibu2 Fatayat di seluruh Kec.Pungging.

    SORBANSANTRI.COM
    Kehadiran ibu Pungkasiadi

    Acara tersebut mulai awal hingga akhir berjalan dengan aman dan nyaman, dengan adanya BANSER sebagai Garda terdepan NU mengamankan daalam kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER yang selalu siap sedia untuk NU

    #Infokom PAC Pungging

    #BY. Amirul M/irul

  • Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    Ada 2500 BANSER Dan 19 Kali Diklat DTD 1 Susbalan Diadakan di Mojokerto

    InfokomBanserNU- Jum’at 14 Februari 2020, Kegiatan TURBA yang diadakan di TPQ An-Nur Pacet Utara Mojokerto Kasatkorcab Kab Mojokerto sangat bersyukur karena di Mojokerto sekarang sudah ada ± 2500 Banser dan 19 kali pengadaan DTD serta 1 kali Susbalan pada masa khidmad tahun 2017-2021 yang bertujuan untuk kaderisasi.

    Kaderisasi itu sangat penting untuk kesinambungan antar generasi dan menghidupkan organisasi, dan beliau lebih bersyukur lagi karena di Mojokerto sekarang sudah ada 5 SATSUS yang sudah berjalan dengan sangat bagus dan insyaalloh akan ditambah lagi Satsus Balakar kata Kasatkorcab Kab. Mojokerto H. MOH YUNUS dalam kegiatan turba di PAC GP Ansor Pacet Mojokerto.

    H. Moh Yunus berpesan untuk masing-masing satkoryon banser agar bisa menghadirkan minimal 2 orang untuk tiap-tiap 3 satsus yang sebentar lagi akan diadakan pelatihan di Mojokerto.

    Beliau juga bercerita, dengan Basada telah sowan dan Ada pesan yang sangat penting dari KH. Khusain Ilyas tersebut yang disampaikan oleh Kasatkorcab H. Moh. Yunus untuk diteruskan kepada Banser khususnya di Mojokerto bahwa, ” Agar Banser ditakuti musuh yang menentang ASWAJA, Banser Harus berwibawa “. Dari kata- tersebut seharusnya para Banser harus lebih menjaga sikap islami dan belajar menghargai perbedaan.
    (red. Abi Infokom)

  • SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    SBM = usaha perekonomian baru Ansar-Banser NU di Mojokerto

    Sorbansantri.com -Untuk meningkatkan perekonomian warga Nahdliyyin kabupaten Mojokerto,Sahabat Boom Motoris (SBM) membuka peluang bisnis baru di gedung Nusantara Mart badan usaha milik MWC NU Kecamatan Ngoro Mojokerto yang bekerjasama dengan Ansor Ritail yang dipelopori oleh ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Gus Ali Moh Nasih.

              Dalam louncing kali ini Senin (15-2-21) secara resmi dibuka untuk umum dengan ditandai pelepasan balon ke udara yang dipimpin oleh ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH Adhim,dalam acara tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU serta Rois Syuriah MWC NU Kecamatan Ngoro (KH. Marzuki,Ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro (Ahmad Saufi S.kom), seluruh ketua PAC GP Ansor se-kabupaten Mojokerto,perwakilan tokoh masyarakat NU,banom-banom NU dan hadir juga perwakilan dari PP GP Ansor (Sahabat Hasan Taufik) serta CEO Boom Motoris (Koko Shiong) beserta jajaran pengurus SBM Pusat.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

              Menurut keterangan dari Koko Shiong yang kami temui saat selesai acara, "<em>Maksud dan tujuan dibukanya SBM ini adalah untuk meningkatkan perekonomian kepada anggota Ansor - Banser dan untuk membuka peluang lapangan pekerjaan baru"</em>  menurutnya lagi dalam sambutannya "<em>saya berharap agar warga Ansor se-kabupaten Mojokerto bisa berkontribusi dan bekerjasama untuk meningkatkan perekonomian kepada warga NU dengan cara membeli atau menyuplai barang yang ada di NUsantara mart ini</em>"
    
              Kabupaten Mojokerto menjadi SBM Yang ke-11 sebelumnya Yang Pertama dan ke-6 dinamakan Boom Motoris (BM), baru dinamakan Sahabat Boom Motoris (SBM) setelah kolaborasi dan bekerja sama dengan Pimpinan Pusat GP Ansor yang dipelopori oleh Gus Hasan Taufik, setelah berinteraksi dan berdiskusi
    

    baru terbentuklah SBM pertama yg ada di wilayah Magetan menempati urutan ke-7, SBM ke-8 Tulungagung, SBM 9 Jombang, SBM 10 Batang Jawa Tengah,dan rencananya akan di kembangkan lagi ke seluruh wilayah Jawa lebih lebih bisa ke seluruh Nusantara.

               Menurut Gus Hasan Taufik dalam sambutannya mengatakan "<em>Sahabat-sahabat yang mempunyai produk bisa menjual atau menitipkan ke SBM ini, nanti ketika jaringan distribusi sudah terbentuk maka produk dari sahabat akan kita distribusikan ke seluruh wilayah Mojokerto, dan bagi para sahabat yang tidak mempunyai tujuan ke rana usaha bisa menjadi karyawan marketing, nanti disana akan diajari dan di bimbing bagaimana cara pemasaran dan sebagainya</em>
    
                 Berdirinya SBM di kabupaten Mojokerto ini disambut dengan senang hati oleh semua masyarakat terutama yang hadir dalam acara tersebut,dengan harapan adanya SBM ini sebagai langkah awal  menuju kebangkitan perekonomian masyarakat Mojokerto umumnya dan Masyarakat Ngoro khususnya.
    
                 Acara terahir ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH SHOLEH Selaku dewan penasehat MWC NU kec ngoro.
    
                  Mudah-mudahan dengan adanya SBM ini bisa menjadikan perekonomian usaha yang amanah, di samping harganya yang lebih murah dibawah harga pasaran juga bisa menjadikan peluang bisnis baru bagi warga Nahdliyyin di wilayah kabupaten Mojokerto. (<strong><em>hasan-sorban</em></strong>)
    
  • ARAB SAUDI MENANGKAP ULAMA-ULAMA WAHABI

    ARAB SAUDI MENANGKAP ULAMA-ULAMA WAHABI

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi demi langkah reformasi dan demokratisasi Arab Saudi. Muhammad bin Salman atau Pangeran Salman adalah orang yang berada di balik agenda tersebut.
    Terjadi lagi, pemerintah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi. Kali ini ulama dan qori’ terkenal, Syeikh Abdullah Basfar ditangkap oleh pihak otoritas Arab Saudi. Beberapa kasus penangkapan ulama dilakukan oleh Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir ini.
    Syeikh Abdullah adalah seorang profesor di departemen Sharia dan Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah. Ia juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia. Sebelumnya, Arab Saudi dikabarkan sudah menahan Syekh Saud Al-Funaisan. Al-Funaisan sendiri adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh.
    Langkah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi menguatkan asumsi terkait upaya pemerintah Arab Saudi untuk mengamankan dan mereformasi Arab Saudi atas inisiasi Muhammad bin Salman (MBS).
    Penangkapan Ulama dan Reformasi MBS.
    Beberapa kasus penangkapan ulama yang dilakukan oleh Arab Saudi menjadi semacam “pembersihan” pahak keagamaan. Kini MBS melakukan reformasi di dalam negaranya. Ia ingin mengubah citra Arab Saudi dengan paham moderasi Islam.
    Ulama-ulama yang ditangkap oleh pihak kerajaan dianggap melakukan tindakan dan ceramah-ceramahnya mengganggu stabilitas kerajaan. Oleh karena itu, pihak MBS dan para pendukungnya menindak mereka agar tidak mengganggu dan menjadi ancaman kepentingan internal kerajaan.
    MBS melakukan berbagai kebijakan penting dan kontroversial. Ia tengah mereformasi Arab Saudi. Kebijakan kontroversial yang dilakukannya, diantaranya yakni memperbolehkan perempuan untuk menyetir mobil, menonton sepak bola di lapangan, dan beberapa kebijakan yang mengarah pada reformasi birokrasi Arab Saudi.
    Bagi kaum muda dan perempuan Arab Saudi, MBS adalah sosok pembaruan di tubuh kerajaan Arab Saudi. Ia menjadi tumpuan mereka ditengah kungkungan kebijakan Arab Saudi yang rigid dan kaku.
    Tetapi, bagi kaum ulama Wahabi Arab Saudi, MBS telah melanggar pemahaman keagamaan Arab Saudi yang sudah tumbuh subur di negara “Penjaga Dua Kota Suci”. Kondisi ini membuat otoritas kerajaan harus melakukan tindakan tersebut.
    Moderasi Beragama Arab Saudi
    Kebijakan MBS yang dinilai banyak pihak memiliki dua sisi yang berseberangan. Di salah satu sisi, kebijakan reformasi Arab Saudi memiliki dampak besar dan memberikan kebebasan bagi kaum muda Arab Saudi dan melonggarkan mereka untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan selama ini.
    Moderasi beragama menjadi kebijakan dan keputusan yang diinisiasi MBS. Hal ini dilakukan ditengah paham Wahabisme yang dianggap terlalu kaku dan tidak memberikan ruang bagi banyak kaum muda dan perempuan Arab Saudi.
    Kebijakan Arab Saudi lainnya yang berusaha menggemakan moderasi beragama yakni melakukan diskusi intens dengan salah satu organisasi massa Islam moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
    Pihak Arab Saudi dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, telah melakukan diskusi terkait moderasi beragama tersebut. Diskusi ini juga menunjukkan bahwa Arab Saudi ingin melakukan reformasi keagamaan dengan menggemakan moderasi beragama. Sikap MBS melalui pelbagai kebijakan kontroversial di Arab Saudi dianggap sebagai tindakan “out of the box”. Ia juga tengah mempersiapkan menuju visi Arab Saudi 2030. (sumber harakah. id)
  • ANSOR PACET – ANSOR KUAT

    ANSOR PACET – ANSOR KUAT

    Sorbansantri.com – GP Ansor sebagai salah satu banom NU terus berusaha untuk meningkatkan kualitas organisasi, baik dari tingkat pusat, wilayah, cabang hingga tingkat PAC dan ranting. PAC GP Ansor Kecamatan Pacet pada Jum’at (12/02/2021), bertepatan dengan hari raya IMLEK serta awal masuknya bulan Rojab, telah sukses melaksanakan pelantikan pengurus dan lembaga PAC GP Ansor Kec. Pacet Kab. Mojokerto periode 2021-2023.

    Acara berlangsung sederhana dan dan tetap mentaati anjuran pemerintah untuk mentaati protokol covid-19. Hal itu nampak dalam tulisan yang terpampang di area pelantikan yang menghimbau kepada peserta dan undangan agar mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak selama prosesi pelantikan. Nampak hadir dalam pelantikan tersebut perwakilan dari KORAMIL Pacet, ketua MWCNU kecamatan Pacet, ketua Fatayat, ketua Muslimat, dan perwakilan dari Banom serta lembaga-lembaga NU di kecamatan Pacet.

    Pelantikan pengurus PAC GP Ansor Pacet yang diadakan di Gedung Graha NU Pacet ini, sesuai dengan jadwal yang telah direncakan. Acara berjalan lancar dan hikmat mulai pukul 13:30 hingga selesai pada pukul 18:30.
    “Meski Covid 19 belum usai, kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada organisasi. Tentu dengan ketat mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Semoga di tangan Sahabat Huda (Ketua PAC baru) PAC GP Ansor Pacet semakin maju dan berkembang”, Kata Sahabat Mujibur Rohman, Ketua PAC GP Ansor Pacet periode 2018-2021.
    Saat memberikan sambutan, Ketua MWC NU Pacet berpesan agar ANSOR sebagai garda terdepan generasi muda NU selalu kompak, inovatif dan cerdas menyikapi banyaknya informasi hoax, mendidik masyarakat untuk pandai menggunakan teknologi informasi.
    Selesai prosesi pelantikan, acara diakhiri dengan doa kemudian dilanjutkan dengan acara tasyakuran potong tumpeng dan makan bersama. Ki-Sorban

  • BANSER HUSADA BAKSOS PENGOBATAN KORBAN BANJIR

    BANSER HUSADA BAKSOS PENGOBATAN KORBAN BANJIR

    Cyberaswaja.online| Sooko. Dalam rangka meringankan para korban dampak banjir yang berlangsung pada awal bulan Februari 2020 lalu di salah satu Desa Kecamatan Sooko Kabupuaten Mojokerto, SATUAN KHUSUS BANSER HUSADA ( SATSUS HUSADA ) menggelar Bakti Sosial (Baksos).

    Pada kesempatan baksos kali ini, SASTUS BASADA bersama Biro Satsus lainnya ditingkatan Satuan Kordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (SATKORCAB BANSER) Kabupaten Mojokerto, bergerak mendatangi Dusun Tempuran Desa Bekucuk, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto untuk melaksanakan pengobatan Gratis. (11/02/2020).

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Kanan: Moch. Sokib Wakasatkorcab Banser bersama Banser Husada Kab.Mojokerto di Balai Desa Bekucuk-Sooko

    Kasatsus BASADA Kabupaten Mojokerto, mengatakan bahwa kegiatan ini sudah tugas kita semua menjadi Banser, kita laksanakan sesuai Instruksi Satu Komando dari Panglima tertinggi kita, yaitu ketua GP Ansor kabupaten Mojokerto, dan sebelumnya kita sudah koordinasi dengan pemerintahan setempat dan berkomunikasi dengan baik.

    “Pelaksanaan Baksos ini kita dilaksanakan pagi, mulai pukul 08:00-14:00 WIB, dan bertempat di Balai desa Bekucuk, dan sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan pemerintahan setempat, dan alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan respon cukup baik sekali oleh warga yang terdampak banjir”. Ucapnya sahabat Sabarudin Selaku Kepala Satsus Basada.

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Baksos Pengobatan Banser Husada korban banjir peserta Emak-Emak Muslimat

    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
    Foto: Baksos Pengobatan Banser Husada korban banjir

    Wakasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto mengatakan, bukan hanya Satsus BASADA saja yang telah terjun disini, sebelumnya sudah dilaksanakan oleh PC NU, beserta Banom-Banomnya diantaranya, BAGANA (Banser Tanggap Bencana), LBPI dan relawan-relawan lain untuk membantu evakuasi atas banjir yang terjadi.

    “Satsus Basada Baksos mengobati korban banjir, dan sebelumnya awal kejadian banjir, Banser Tanggap Bencana  (BAGANA) sudah terjun dahulu untuk membantu evakuasi bersama relawan-relawan yang lainnya”. Tegas Moch.Sokib selaku Wakasatkorcab Banser kab.Mojokerto.

    Bantuan Sosial berupa pengobatan diberikan BASADA, bermacam-macam, mulai dari pijat, tensi darah, bekam, terapi dan lain-lain, dan diberikan Gratis kepada warga yang sudah antri sejak pagi hari.

    “Pengobatan yang kita berikan diantaranya, tensi darah, pijat, bekam, terapi dan lain-lain, ini dilakukan oleh anggota Basada yang sudah mengikuti pelatihan-pelatihan sebelumnya, artinya mereka sudah punya skill dan kompetensi”. Tegas sahabat Basori Wakabiro Basada.

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Baksos Banser Husada Balai Desa Bekucuk

    baksos basada
    Foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    foto: Banser husada pengobatan kepada korban banjir
    Foto: Banser Husada Tensi Darah kepada korban banjir

    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
      foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    baksos basada
    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    Foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    Perlu diketahui, Bahwasannya Kaderisasi masing-masing Kecamatan se Kabupaten Mojokerto, alhamdulillah sudah terbentuk. Kehadiran Banser dalam kegiatan-kegiatan sosial agama, tampil dengan sesuai instruksi pimpinannya.

    Semoga banjir yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto ini cepat, surut dan masyarakat kembali melakukan rutinitas seperti biasanya. (wg/Infokom)

    nb: mohon maaf apabila salah tulis nama dan gelar dan tempat.
  • ANDI ISBANI MENYAMPAIKAN LPJ KEPENGURUSAN GP ANSOR PAC PURWOKERRO BARAT

    ANDI ISBANI MENYAMPAIKAN LPJ KEPENGURUSAN GP ANSOR PAC PURWOKERRO BARAT

    InfokomBanserNU- Konferensi Anak Cabang atau Konferancab yang merupakan majelis tertinggi permusyawaratan GP Ansor di tingkatan Anak Cabang digelar oleh kepengurusan GP Ansor Kecamatan Purwokerto Barat masa hidmat 2018-2020 sore ini di MI Maarif NU 02 Pasir Kidul Purwokerto Barat Kbupaten Banyumas.

    Tampak saking asyiknya berkegiatan, para peserta baru istirahat makan ketika jelang sholat ashar, dengan hidangan Ayam Penyet Surabaya di armada yang hadir ke lokasi. Setelah sholat ashar, kegiatan konferancab dilanjutkan dengan sidang LPJ Kepengurusan yang disampaikan oleh Sahabat Andi Isbani selaku ketua, yang telah habis masa tugasnya.

    Hujan lebat dan gemuruh petir mengiringi penyampaian LPJ yang dipandu oleh Sahabat H. Faisal Riza selaku Pimpinn Wilayah untuk korda Banyumas-Cilacap dengan didampingi oleh perwakilan pengurus cabang Sahabat M. Luqman.

    Hingga berita ini ditulis, sidang masih berjalan alot, belum tampak mengerucut antara diterima atau ditolaknya laporan pertanggungjawaban pengurus yang disampaikan oleh Andi Isbani beserta jajaran pengurus hariannya kepada peserta sidang.

    Kegiatan Konferancab yang dibuka oleh Sahabat Ahmad Zaenudin Masdar pada Ahad pagi ini, telah melewati beberapa sidang termasuk sidang komisi-komisi yang membahas berbagi hal terkait pergerakan Ansor di Kecamatan Purwokerto Barat kedepan.

    “Dengan mengusung tema -Menyongsong Peradaban yang Lebih Maju Bersama Generasi Muda NU-, konferncab kali ini kami harapkan dapat merealisasikan mimpi dan cita-cita kita bersama, bahwa pemuda sebagai pemegang sejarah di masa mendatang dapat ikut mengawali pertumbuhan peradaban baik yang sudah ada ini menjadi lebih baik lagi, dengan menyerap hal-hal baru yang baik yang mungkin muncul di zaman ini serta tetap melestarikan perihal lama yang baik” ungkap Andi di sela-sela persiapan sidang LPJ kepada tim ACM yang hadir ke lokasi sejak pagi.

    Kegiatan yang diikuti oleh 9 ranting dari 7 kelurahan di zona Kota Purwokerto Barat yang rencananya akan berlangsung hingga menjelang maghrib nanti, masih tampak hidmat diikuti oleh semua peserta. (ACM 1028 BMS)

  • MBAH MANSYUR MENGANGKAT SEPOOR

    MBAH MANSYUR MENGANGKAT SEPOOR

    SORBANSANTRI.COM

    Kaitan Masjid Brangkal dan Pondok Ndresmo

    Daya linuweh yang dimiliki seseorang bukanlah sebuah hal yang aneh. Kelebihan itu didapatkan dari proses lelaku dan kedekatan pada Sang Pencipta. Kejadian yang tidak mungkin bagi mereka dapat dilakukan. Mbah Mansyur salah seorang yang memiliki daya linuweh tersebut.

    Mbah Mansyur adalah seorang dai yang berasal dari Sidoresmo Surabaya. Dia menetap dan mendirikan sebuah masjid di dekat Kali Brangkal. Lokasi masjid itu langsung berhadapan dengan pabrik gula Brangkal milik Eachauzier. Pendirian. Pabrik itu merupakan pabrik gula terbesar yang ada di Mojokerto. Oleh masyarakat sekitar Mbah Mansyur dikenal sebagai orang sakti.

    Ketika membangun masjid Brangkal, ada sebuah peristiwa aneh yang dilakukan oleh Mbah Mansyur. Pada saat menaikkan kap bangunan ternyata diketahui bahwa ada blandar yang kurang panjang. Kayu yang tersedia sudah tidak ada lagi yang bisa digunakan menyambungnya. Menebang kayu lainnya juga tidak mungkin karena butuh waktu untuk mengeringkan kayu tersebut. Mendapatkan laporan dari para tukang, Mbah Mansyur segera turun ke lapangan. Kayu jati yang kurang panjang beliau pegang dan ditariknya. Seperti karet saja, kayu jati itu molor mengikuti tarikan Mbah Mansyur. Setelah itu kayu dipasang dan bangunan dapat diselesaikan tanpa tertunda lagi.

    Salah satu keanehan Mbah Masyur adalah kekuatannya saat menarik gerbong kereta. Diceritakan bahwa pada suatu hari gerbong kereta terjebur ke kali Brangkal. Gerbong kereta barang tersebut milik perusahaan kereta api Oost Java Stoomtram (OJS). Seperti biasanya jika ada kecelakaan semacam itu, maka didatangkalah kereta derek dari stasiun besar Mojokerto.

    Seharian penuh upaya evakuasi dilakukan dengan alat mekanis. Untuk kebutuhan itu maka jalur transportasi kereta dari arah Mojoagung harus dihentikan. Sayangnya gerbong tidak bisa ditarik dari dalam kali. Derek seolah tidak mampu mengangkat berat gerbong kosong tersebut. Para pekerja sudah kehabisan akal mengatasi hal itu.

    Pada saat itulah ada seorang warga yang menyarankan agar minta tolong pada Mbah Mansyur. Saran itu dilakukan dengan mendatangi beliau dan kesediaanpun dudapatkan. Untuk mengangkat gerbong dari dalam kali, Mbah Mansyur tidak butuh alat bantu apapun kecuali seutas benang. Dengan daya linuwehnya, gerbong berhasil ditarik sendiri oleh Mbah Mansyur. Ditarik sendiri dengan seutas benang.

    Peristiwa anjloknya gerbong kereta api OJS di Brangkal itu sendiri terjadi pada bulan Maret 1926. Berita kecelakaan tersebut sempat dimuat dalam koran Sumatra Post tanggal 15 Maret.

    Masyarakat memang tidak heran dengan kesaktiannya. Beliau berasal dari keluarga pesantren Ndresmo yang kondang dengan ilmu kanuragan. Sejak muda terbiasa dengan lelalu dan tirakat untuk menempa dirinya.

    Tokoh sakti itu hidup pada tahun 1930-an. Seperti tokoh yang memiliki kelebihan atau kasekten, maka Mbah Mansyur juga berusaha untuk menjauhkan diri dari keramaian dunia. Sebuah pondok beliau dirikan di Brangkal. Pesantren itu memang tidak sebegitu besar pada waktu diasuh oleh Mbah Mansyur dan mengalami kemajuan pesat saat dipegang oleh KH Khusen Ihsan. Karena itu pesantren tersebut dinamakan Al Ikhsan. Mbah Mansyur kembali ke Sidoresmo pada kisaran tahun 1940-an. Masjid dan pesantren diteruskan oleh Kyai Ihsan dan nantinya dilanjutkan oleh putranya, KH Khusen Ihsan.

    Pada mimbar khutbah di Masjid Brangkal tertulis bila masjid itu didirikan pada bulan Oktober 1938. Pendiriannya tepat pada bulan Ramadhan 1357 Hijriyah. Berdasarkan catatan tahun itu maka dapat dipastikan bahwa Mbah Mansyur tinggal di Brangkal pada kisaran tahun tersebut.

    Saat tinggal di Mojokerto Mbah Mansyur sering mengunjungi makam ulama di sekitar Mojokerto. Salah satu makam yang kerap dikinjungi adalah Makam Mbah Sinari Manting. Oleh karena itu makam mbah Manting hingga saat ini dihormati oleh keluarga Sidosermo.

    Ketetkaitan Mbah Mansyur dengan Pesantren Brangkal terjadi lagi tahun 1946. Keluarga Mbah Mansyur yaitu Kyai Mas Muhajir Masyur mengungsi ke Brangkal. Selain mengungsi beliau juga ikut mengajar disana. Aktifitas yang berhenti saat serdadu Belanda menyerang Brangkal dan menjadikan masjid Brangkal menjadi pos tentara Belanda.

    *photo dari www.Ndresmo.blogspot.

    Sumber : Catatan Serpihan Ayuhanafiq

  • Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Mabes Polri

    Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Mabes Polri

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Soni Ernata atau Ustadz Maaher meninggal dunia di Rutan Mabes Polri. Dia meninggal pada pukul 19.00 WIB tadi.

    “Betul, beliau meninggal sekira jam 7 malam di Rutan Mabes Polri,” ujar kuasa hukum Ustaz Maaher Djudju Purwantoro saat dihubungi, Senin (8/2/2021).

    Jenazah Ustaz Maaher langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada pukul 20.00 WIB.

    “Dan sekitar jam 8 dibawa ke RS Polri. Ba’da Isya. Dan saya saat ini menuju RS Polri Kramat Jati,” terangnya.

    Djudju mengungkapkan Ustaz Maaher meninggal karena sakit. Seminggu lalu almarhum baru saja kembali ke rutan dari RS Polri untuk mendapat perawatan.

    “Meninggal kan di berita-berita banyak sakitnya beliau dan kami mohon dibantarkan. Dan beliau seminggu yang lalu baru pulang dari RS Polri habis perawatan. Dan 3 hari lalu sudah dialihkan dilimpahkan ke kejaksaan dan Kamis saya sudah kirim surat atas nama kuasa saya mintakan yang bersangkutan melihat kondisi sakit untuk kembali dirawat,” tandasnya.

    Ustadz Maaher ditahan di Rutan Bareskrim Polri setelah menjadi tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial. Dia ditangkap pada 4 Desember 2020 lalu.

    Di dalam tahanan, Ustadz Maaher sempat mengeluhkan sakit. Dia kemudian dibantarkan ke RS Polri. (sumber)