Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Cyberaswaja.online | Sooko. Halaman parkir penuh dan Aula PCNU Kab Mojokerto ramai, dilangsungkan Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gusdur dengan tema “KEBUDAYAAN MELESTARIKAN KEMANUSIAAN”. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 wib tersebut, dihadiri Tokoh lintas Agama, diantaranya Walikota Mojokerto, BUPATI Mojokerto, KAPOLRES Kabupaten Mojokerto, DANDIM dan Seluruh ORMAS serta Lintas Komunitas. 25/01/2020.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade oleh Ning Alisa Wahid

    Acara tersebut sangat penting bagi bangsa dan negara mengingat dari pribadi GUS Dur yang selalu dirindukan dan menjadi marwah NU sebagai satu-satunya ormas yang sudah tidak diragukan lagi dengan Politik Kebangsaannya, sebagai pemersatu bangsa yang berbeda-beda dan merupakan elemen penting dalam berdirinya suatu bangsa.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Pengurus PC NU bersama jajaran Forkopimda Mojokerto pada Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Peserta Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade

    Dengan pemateri semua tokoh lintas agama se Kabupaten Mojokerto, keistimewaan acara ini turut juga dihadiri Neng Alisa Wahid, beliau menyampaikan pesan dan kesan, serta bercerita tentang kisah kehidupan almarhum Gus Dur perihal Kebangsaan dan Bernegara. (red-fio)

  • Kisah sahabat Banser yang selalu membuatku kangen berada di tengah2 mereka. Inspiratif dan tak kenal lelah untuk kemanusiaan

    Kisah sahabat Banser yang selalu membuatku kangen berada di tengah2 mereka. Inspiratif dan tak kenal lelah untuk kemanusiaan

    wp.sorbansantri.com – Saya sempat kehilangan kontak beberapa saat lamanya dengan mereka. Sebagian anggota tim juga resah.

    Rencananya mereka akan melakukan survei lokasi sekaligus membuka jalan menyisir posko pengungsian di Kota Mamuju. Sekaligus melaporkan titik penyaluran logistik sebelum kami datang.

    Dengan alasan itu akhirnya mereka berangkat mendahului tim kami mengikuti rombongan pengangkut logistik kampungnya, Desa Kasano Kecamatan Baras.

    Namun sampai pemberangkatan bantuan logistik tahap pertama Malam Minggu yang lalu. Atau 48 jam paska gempa, mereka tak berkabar. Padahal signal di Kota Mamuju aman-aman saja.

    Sampai kami menerima rekaman ini, barulah diketahui kalo mereka berada jauh diluar Kota Mamuju.

    Posisinya mendekati daerah pusat gempa. Daerah yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Majene dan Mamuju, Desa Mekatta namanya di Kecamatan Malunda.

    Daerah ini merupakan salah satu daerah dengan titik kerusakan parah.

    Perlu diketahui dua hari setelah gempa, Malunda bukannya daerah yang susah ditembus tapi mustahil ditembus.

    Selain longsor sebelum Malunda dari arah Kota Majene menyebabkan akses jalur darat dari arah selatan lumpuh sehingga menyebabkan bantuan harus memutar melewati Kabupaten Mamasa bila ingin ke Kota Mamuju.

    Dari arah utara juga susah karena jembatan Bolong rusak dan tebing di sekitarnya sering longsor. Akhirnya daerah ini jadi terisolir. Logistik pun Tak ada yang sampai ke pengungsi.

    Kemarin siang saya menerima kabar dari sahabat Yudhy, Banser Pasangkayu yang membawa Logistik ke Mamuju. Katanya mereka berada di Malunda dan akan turun gunung menemani beberapa orang pengungsi untuk menjemput logistik di Sekretariat PMII Mamuju.

    SORBANSANTRI.COM

    Saya lega. Tim lega. Akhirnya kader hilang itu ditemukan. Mereka sukses menjadi relawan pertama yg masuk ke sana dan membuka akses ke pengungsi untuk mendapat logistik.

    Tapi ada satu hal yang membuat saya bertanya-tanya, bagaimana caranya mereka bisa menembus jalur utara lewat tapalang dan jembatan bolong dengan mudah? Entahlah, nanti kalo mereka datang akan saya tanyakan.

    Salut sahabat Rusdi dan Sardin. Kalian Luar biasa. (rosyid sorban)

    Sumber:
    Abdul Hakim Madda
    Ketua PC GP Ansor Pasangkayu, Prov. Sulawesi Barat.

  • MONUMEN SEDATI NGORO PENANDA PERANG YANG TERHALANG

    MONUMEN SEDATI NGORO PENANDA PERANG YANG TERHALANG

    SORBANSANTRI.COM

    Patung pejuang kemerdekaan berdiri di sekitar pertigaan Ngoro Indutrial Park (NIP). Penanda peristiwa masa revolusi itu merupakan salah satu monumen terbaik di Kabupaten Mojokerto karena bentuknya berbeda dengan bentuk monumen yang sering kita lihat hanya berupa tugu berbentuk peluru. Namun sayang tidak banyak yang tahu mengapa monumen itu didirikan disana ?

    Ketika belanda melakukan gerakan militer pada bulan september 1948, para pejuang republik terpaksa mengalami perubahan posisi. Serdadu Belanda menyerang hampir semua kedudukan militer RI, bahkan ibukota Jogjakarta jatuh dan para petinggi pemerintahan ditawan. Belanda mengambil momentum saat kedudukan militer Indonesia kacau akibat peristiwa Musi di Madiun yang dikenal sebagai Madiun Affair. Dalam analisa militer Belanda, pada saat itu kekuatan militer Indonesia lemah akibat pertikaian internal republik. Namun perkiraan itu meleset sebab para pejuang menolak menyerah dan menyerang balik menggunakan taktik gerilya. Maka berkobarlah perang Kemerdekaan jilid 2.

    Suatu hari di bulan Pebruari 1949, satu kompi pasukan dibawah pimpinan Kapten Budiman Sumantri membuat barikade. Kompi Budiman merupakan bagian dari kesatuan tempur Batalyon Bambang Yuwono (BY) yang saat itu ditempatkan di wilayah Ngoro-Mojosari. Kompi itu menggunakan bekas bangunan Pabrik Gula Sedati sebagai markasnya. Misi sebenarnya dari batlayon BY adalah masuk ke wilayah Sidoarjo dengan sasaran akhir bersama kesatuan perjuangan lainnya merebut Surabaya. Namun misi itu terhalang oleh kuatnya penjagaan lawan di jembatan Ngerame, Tanjangrono maupun jembatan porong. Sedangkan masuk ke Sidoarjo dengan cara menyeberangi Kali Porong juga riskan karena airnya besar pada saat musim hujan saat itu.

    Kompi Budiman membuat barikade di jalan raya yang menghubungkan Sedati dengan Japanan yang saat itu dikuasai musuh. Barikade itu dibuat dengan cara menebang pohon-pohon dan meletakkannya melintang di jalanan, bebatuan atau benda apa saja yang dapat menghambat pergerakan lawan. Barikade harus dibuat sebab beberapa hari sebelumnya terjadi pertempuran sporadis di desa Jedong. Setelah kejadian itu kemungkinan serdadu Belanda akan melakukan pembersihan dan berusaha menguasai Sedari.

    Tidak lama setelah barikade terpasang, sekira pukul 10.00 mulai terlihat gerakan pasukan musuh. Sebuah brencarrier berjalan pelan disertai formasi pasukan agak jauh dibelakangnya. Kendaraan tempur itu merupakan pembuka jalan untuk serangan lebih besar. Barikade yang dipasang para pejuang cukup efektif menghambat laju lawan. Kedatangan panser ringan itu segera disambut dengan tembakan pejuang. Sebuah upaya yang kurang efektif sebab jarak kendaraan itu masih diluar jarak tembak efektif. Namun hujan peluru itu cukup mengagetkan lawan. Terjadi kontak senjata sekitar setengah jam.

    Rupanya serdadu Belanda tidak tahan tekanan hujan peluru dari para pejuang. Walaupun brencarrier sanggup menahan peluru, tetapi mereka memilih lari meninggalkan kendaraannya untuk bergabung dengan induk pasukannya. Rupanya sebelum lari, serdadu itu sudah merusak mesin peralatan tempur tersebut. Saat didekati oleh para pejuang kondisi kendaraan itu mesinnya mati. Dari pertempuran singkat itu berhasil disita sebuah radio komunikasi (LCR), sepucuk pistol suar/isyarat dan tentu kendaraan itu sendiri. Namun karena mesin mati kendaraan itu ditinggal setelah dirusak. Mutralieur yang terpasang juga tidak bisa dibawa sebab sulit melepasnya.

    Beberapa hari berselang sejak peristiwa itu, tepatnya tanggal 11 Pebruari, gerakan pasukan lawan kembali terlihat. Sebelum masuk ke wilayah Sedati, mereka sudah melepaskan tembakan meriam terlebih dahulu. Kedudukan pejuang menjadi porak poranda karena masing masing berusaha menyelamatkan diri tanpa menghiraukan formasi pasukannya. Setelah peluru meriam dan mortier berhenti, tank.dan panser bergerak masuk ke Sedati. Perlawanan sporadis dilakukan menyambut datangnya lawan. Namun perlawanan itu tak banyak berarti karena formasi pejuang sudah porak poranda. Pada hari itu Sedati jatuh ke tangan Belanda. Tidak lama kemudian Mojosari juga berhasil dikuasai tentara belanda.

    Rupanya Sedati dan Mojosari memang menjadi target serangan lawan. Dari kedua daerah itu kemudian dilakukan serangan besar-besaran terhadap kedudukan pejuang di daerah Kutorejo. Pasukan Belanda menyerang dari berbagai arah. Kedudukan pasukan republik yang tergabung dalam Pasukan Komando Hayam Wuruk terjepit. Pertempuran terjadi sejak pagi hingga malam pada tanggal 12 Pebruari 1949.

    Jika saja waktu itu Sedati bisa dipertahankan tentu para pejuang masih punya jalan untuk lolos dari kepungan. Pertempuran besar itu merupakan pertempuran terbuka, kedua kekuatan berhadapan mengadu senjata dan keberanian, mirip dengan pertempuran nopember 1945 di Surabaya. Tidak tercatat pasti berapa jumlah korban, namun setidaknya lebih dari 1000 nyawa melayang.

    Monumen Sedati dibangun untuk mengenang perjuangan pasukan pejuang dari kesatuan Batalyon Bambang Yuwono. Selain di Sedati, sebuah tugu peluru di Gumeng Gondang juga didirikan  sebagai penanda bagi Batalyon tersebut. Sayangnya monumen sebagai penanda perjuangan masa revolusi kemerdekaan itu keberadaannya tidak banyak diketahui. Patung pejuang tersebut terhalang pandang oleh bangunan yang tumbuh disekitarnya.

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • Makna Filosofi Logo Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama

    Makna Filosofi Logo Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama

    Sorbansantri.com – Jakarta, NU Online //
    Pada 31 Januari 2021 yang akan datang, Nahdlatul Ulama genap berusia 95 tahun dalam hitungan tahun Masehi. Pada tahun ini, tema yang diangkat pada Hari Lahir (Harlah) ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini, adalah Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.

    Visualisasi tema besar ini pun sudah terwujud dalam logo Harlah Ke-95 NU. Sang desainer logo, Dain Nur Rafita Ardani Rahmansyah menjelaskan bahwa ada makna filosofis terkandung dalam logo Harlah yang waktu pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar empat hari.

    Dalam desain tersebut terdapat dua bulatan yang menggabungkan angka sembilan dan lima di bagian tengah. Dua bulatan yang berbentuk seperti angka delapan ini dibuat dengan satu tarikan garis memiliki makna konsistensi atau keajegan.

    “Ini sesuai tema yang diusung yaitu konsistensi khidmah NU dalam menyebarkan Aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan, serta konsistensi dalam membawa Islam yang Rahmatan lil alamin,” jelas Dian kepada NU Online, Ahad (17/1).

    Dalam logo Harlah yang dipadu dengan logo NU di atasnya dan tanggal serta tahun kelahiran NU di bawahnya ini, ada dua warna yang dominan yakni warna emas dan hijau. Bukan tanpa alasan dua warna ini dipadukan dengan apik sehingga mewujudkan logo yang terlihat bersinar.

    “Warna emas menggambarkan kemuliaan, hijau melambangkan kedamaian,” jelas Dian.

    Saat penggarapan, Dian mengungkapkan beberapa langkah dan kompleksitas dalam mewujudkan desain ini. Memang menurut Dian, kesulitan yang dihadapi oleh para desainer logo adalah mencari konsep dan memvisualisasikan tema. “Biasanya konsep udah nemu tapi nggak nyambung sama tema,” ungkapnya.

    Namun, dengan kesungguhan dan pengalaman dalam dunia desain, akhirnya ia bisa mewujudkan logo Harlah Ke-95 NU untuk tahun 2021. Logo ini nantinya bakal banyak terwujud dalam berbagai media seperti umbul-umbul, bendera, dan berbagai suvenir.

    Pewarta: Muhammad Faizin
    Editor: Kendi Setiawan


    Follow @nuonline_id
    Kunjungi www.nu.or.id

    #nahdlatululama #nu #nuonline #nuonline_id #harlah95nu

  • SAKSI MATA PERISTIWA GUMENG KECAMATAN GONDANG

    SAKSI MATA PERISTIWA GUMENG KECAMATAN GONDANG

    Mengenang Pahlawan

    Namanya Kamil yang aku panggil Mbah Kamil karena usianya memang sudah sepuh. Dulu kerjanya bertani seperti profesi penduduk desa lainnya. Dan hanya dia yang tersisa dari peristiwa 68 tahun silam. Peristiwa gugurnya para pejuang kemerdekaan di desa tengah hutan

    Siang itu, 29 Desember 1949. Penduduk desa yang sedang bekerja di ladangnya terkejut oleh kedatangan ratusan orang. Rombongan yang sebagian besar membawa senjata api itu muncul dari hutan yang mengelilingi desa. Pakaian yang dikenakan terlihat lusuh seperti berhari-hari belum dicuci. Wajah mereka tampak lelah dengan peluh bercampur sisa air hujan yang membasahi tubuhnya. Kemunculan yang tidak diduga oleh warga desa Gumeng.

    Gumeng adalah desa di tengah hutan selatan Pohjejer Kec. Gondang Mojokerto. Ada sebuah sungai dengan air jernih membelah desa kecil itu. Jalan yang menghubungkan dengan dunia luar adalah jalan setapak yang susah dilewati pada musim penghujan. Kala itu penduduknya hanya puluhan orang saja. Rumah pun masih jarang.

    Pak Kamil mendengar bila pimpinan rombongan pejuang republik itu bernama Pak Pamoe. Para pejuang itu berangkat dari Wonosalam di daerah Jombang sekitar 4 hari sebelumnya. Perjalanan melelahkan karena harus menembus lebatnya pepohonan dan tanah licin saat diguyur hujan bulan Desember. Orang bilang Desember itu gede-gedene sumber, besar-besarnya curah hujan.

    Lurah Gumeng sempat bilang bila warganya tidak akan bisa memberi makan ratusan, mungkin jumlahnya seribuan orang pejuang. Ternak dan simpanan bahan makanan milik warga mungkin hanya cukup dikonsumsi 2-3 hari saja. Kekhawatiran Lurah yang dijawab pak Pamoe dengan kalimat tidak usah repot kami hanya singgah melepas lelah, ada bahan makanan kami bawa sendiri.

    Ada beras yang membebani kuda-kuda para pejuang itu. Bahan makanan yang bisa menghidupi lebih dari seminggu. Mereka juga masih bisa mengambil makan dari buah atau umbi-umbian di hutan. Makan memang bukan persoalan, namun sebagai tuan rumah Pak Lurah jelas tidak enak kalau tidak menyambut tamunya secara layak.

    Sore itu suasana desa menjadi berbeda. Desa kecil menjadi penuh sesak oleh senda gurau manusia. Malamnya, pendopo rumah pak lurah tidak bisa menampung orang yang numpang tidur. Begitupun rumah warga sudah penuh hingga sebagian tidur di luar rumah. Pagi esoknya sebagian besar berpencar pergi meninggalkan desa Gumeng. Pak Kamil tidak tahu kemana dua rombongan pejuang itu menuju. Di desa yang tersisa jumlahnya mungkin tiga ratusan orang. Pak Pamoe juga masih ada di Gumeng.

    Siangnya, Pak Pamoe memimpin pejuang berbaris di halaman rumah pak Lurah. Dia memerintahkan pasukan yang masih ada untuk segera berkemas. Pak Kamil mendengar bila mereka akan menuju desa Pugeran yang letaknya di utara desa Gumeng. Sebelum barisan dibubarkan, di udara terlihat pesawat terbang Belanda melintas dari arah utara.

    Pesawat itu kemudian berbelok dan dari arah timur terbang rendah. Pak Pamoe berteriak memerintahkan pasukannya bubar dan mencari perlindungan. Komandan itu tahu kalau pesawat itu akan menyerang barisan pejuang. Benar saja, seperti hujan peluru berhamburan dari senapan mesin di sayap dan badan pesawat tersebut. Serangan itu diakhiri oleh lemparan bom dari pesawat yang selanjutnya menghilang ke barat.

    “Bom meledak dengan suara keras memekakkan telinga. Suasana menjadi gelap oleh asap dan debu tanah yang berhamburan. Ada juga serpihan kain yang terkoyak berhamburan” kata Pak Kamil mengenang peristiwa yang disaksikannya.

    Serangan pesawat itu ternyata menewaskan puluhan orang pejuang. Pak Pamoe selamat karena berlindung di balik batu besar yang menahan terjangan peluru mitralyur dan guncangan ledakan bom. Mereka yang tidak sempat mencari perlindungan banyak menjadi korban. Para korban kemudian segera dimakamkan dan para pejuang bergegas meninggalkan desa. Tidak lama kemudian datang pasukan Belanda masuk Gumeng merazia mencari para pejuang yang sudah pergi masuk hutan.

    Itulah sedikit kisah dari Pak Kamil yang rumahnya ada di dekat Tugu Peringatan Pertempuran Gumeng. Cerita yang keluar dari orang tua yang matanya sudah tidak bisa dipakai melihat dan pendengarannya yang berkurang. Lima tahun yang silam aku temui di rumahnya. Apakah saat ini Pak Kamil masih sehat? entahlah…..

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • PELANTIKAN AKBAR DIALUN ALUN KECAMATAN BANJARMANGU MWC NU KEC. BANJARMANGU

    PELANTIKAN AKBAR DIALUN ALUN KECAMATAN BANJARMANGU MWC NU KEC. BANJARMANGU

    InfokomBanserNU- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC NU Kecamatan Banjarmangu minggu kemarin 12 Januari 2020 mengadakan pelantikan akbar dialun alun kecamatan banjarmangu
    Acara yang dihadiri forkompimca Banjarmangu, Pengurus PCNU Banjarnegara,Pengurus MWC NU tetangga Kecamatan ,Pengurus ormas lain di Banjarmangu & ribuan warga nahdliyyin banjarmangu & sekitarnya.

    Pengajian dibawakan oleh KH Syaroni Jazuli (Ketua LDNU Cilacap ) & KH Dr Arja Imroni MA (Syuria PWNU Jateng & Pengasuh pesantren mahsiswa UIN Semarang)
    Kepengurusan baru dari MWC NU ,PAC ANSOR dan 17 Ranting NU sekecamatan Banjarmangu masa khidmat 2019-2024 dengan ketua tanfidziyah KH. Hatim Al Ashom dan Rois Syuriyah Kiai Nasrulloh.
    Untuk Jajaran PAC Ansor masa khidmat.2019-2021 sekarang di nahkodai oleh Sahabat Mohammad Hamdan sebagai ketua.
    Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh beliau Gus Zahid Hasani selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Banjarnegara.


    Dalam sambutannya “ini adalah sebuah kebangkitan yang luar biasa di banjarmangu , mengingat tetangga sebelah / organisasi-organisasi yang lain sudah muali marak di banjarmangu karena banjarmangu termasuk zona merah, setelah beberapa tahun fakum kegiatan / mati suri. tegas Gus Zahid.


    Karena pelantikan yang luarbiasa semua pengamananpun diperketat dengan menerjunkan personil banser meliputi rayon banjarmangu, wanadadi ,rakit , sigaluh, kota , punggelan,bawang, susukan, klampok, kalibening, karangkobar serta madukara dan juga gasmi pagarnusa dan pasukan inti pagarnusa kabupaten banjarnegara.


    Seminggu sebelum acara pelantikan juga di adakan lomba – lomba , baik untuk banser & muslimat, hal ini dilakukan untuk menunjukan semangat syiar Nahdlatul Ulama, akan tetapi pengumuman dan penyerahan hasil perlombaan di umumkan tadi yaitu Lomba Paduan suara yang dimenangkan oleh Muslimat Kalilunjar selaku juara 1, muslimat kesenet juara 2 , dan muslimat sigeblog menjadi juara 3 , penyerahan tropi diserahkan langsung oleh H. Lasno Adi Firmansyah selaku ketua panitia.
    #instagram #instaword #instapic #ansorbanjarnegara #banserbanjarnegara #nahdlatululama #alanumedia #prophetmuhammad #nuonline #nuonline_id #ansor #banser #ansorbanser #ansornu #gpansor #banserindonesia #bansernusantara

    (PC Ansor Banjarnegara)

  • GESTREK Bersama Ansor – Banser Ngoro

    GESTREK Bersama Ansor – Banser Ngoro

    Sorbansantri.com – Komunitas Trel Gestrek Ngoro yg di pandegani oleh GUS HAFID atau yang akrap di panggil GAPERO , pada Selasa malam tanggal 11 Januari 2021 mengadakan rutinan pengajian bulanan dengan membacakan istighosah, tahlil & rotibul haddad yg bertempat di rumah Gus Ghufron Purwojati, rutinan ini berpindah2 di tiap bulannya ada jadwal giliran ke rmh2 setiap anggota grestrek ngoro.
    Menurut gus hafid selaku ketua.

    Malam itu sangat istimewah bagi komunitas GESTREK karena bisa mewujudkan impian sahabat Budy (anggota BANSER yang mengalami cacat fisik dari kecil) untuk memiliki kendaraan sepeda motor roda 3 agar bisa mengikuti dalam kegiatan ke-Banseran yg ada di kecamatan Ngoro.

    Sahabat Budy menerima bantuan sepeda motor roda 3

    SORBANSANTRI.COM
    Ndan budi dan ndan hasan

    Sahabat Budy adalah alumni DIKLATSAR BANSER angkatan IV tahun 2020 (25-26-27 Desember) yang di adakan oleh Satkoyon Banser Ngoro yang memiliki semangat luar biasa dalam mengikuti pelatihan Diklatsar meskipun banyak kekurangan fisik pada dirinya.

    Sahabat Budy saat mengikuti DIKLATSAR angkatan IV

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM

    Dalam pnyerahan kendaraan langsung diberikan oleh Gus Hafid dan di saksikan oleh Ketua PAC GP ANSOR Ngoro ( Moh. Saufi S.Kom) beserta Jajaran Ansor Banser PAC Ngoro. (Hasan-Irul Sorban)

  • BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY

    BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY

    Mlirip Jetis,InfokomBanserNU- Pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 kegiatan sholawatan yang diadakan di Masjid Sabilul Huda bumi mlirip jetis mojokerto dengan tema BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY (SOLO), acara yang diadakan di Masjid Sabilul Huda Dsn Clangap Mlirip RowoJd Dsn Clangap Mlirip Jetis tersebut berlangsung hidmat dan semarak.

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Y2HXTt4Wudw[/embedyt]

    Dengan pengamanan banser mojokerto dalam acara Sholawat tersebut sukses dilaksanakan dengan hadirnya warga dari berbagai penjuru Jawa Timur. Suasana malam minggu disaat itu jadi mempunyai warna tersendiri di Bumi Mlirip Jetis Mojokerto. Meriah dengan gema sholawat yang merdu yang merupakan Seni Islam dan harus dipertahankan.

    Warga sekitar juga berperan aktif sebelum diadakannya acara tersebut, mulai dari persiapan, pembuatan kue, tempat, dan lain-lain. Aktivitas warga dengan harapan suksesnya acara tersebut mulai terlihat sejak hari Rabu sebelum acara  BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY di laksanakan.

    Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan sukses semoga mendapat safaat NABI MUHAMMAD SAW dengan lantunan SHOLAWAT, kata, salah satu pengunjung acara BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY.
     (mochamad nurul huda DTD Jatirejo )

  • STORY SEMANGAT BANSER TAMANSARI BERIKAN DUKUNGAN MORAL PADA KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN

    STORY SEMANGAT BANSER TAMANSARI BERIKAN DUKUNGAN MORAL PADA KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN

    BANSER TAMANSARI, InfokomBanserNU- Di suasana pagi yang sejuk (Selasa,14/01/2020) mengiringi langkah kaki kami (ANSOR-BANSER TAMANSARI) untuk menuju ke sebuah lokasi yang pada hari Sabtu kemarin (11/01/2020) terjadi “musibah kebakaran rumah” salah seorang warga Tamansari Grumbul Gebangsari RT 03/05 Atas Nama Pemilik Rumah Bpk. Tasam. Alhamdulillah pagi tadi Ketua Ansor dan Wakasatkorkel Banser Tamansari serta beberapa sahabat Banser yang lainnya sudah bertemu dengan Bpk. Tasam,dan Beliau menyambut kita dengan baik.

    Kunjungan kami tidak lain untuk memberikan semangat kepada shohibul Musibah agar tetap bersabar dan terus tawakal kepada Yang Maha Kuasa,karna musibah apapun yang terjadi itu semua sudah menjadi kehendak Alloh SWT. Dan kami juga memberikan sejumlah uang dari sahabat – sahabat Ansor-Banser yang mungkin tak seberapa,namun semoga bisa bermanfaat untuk keluarga Bpk. Tasam,itu semua karna kita ingin belajar untuk menjadi Organisasi yang peduli dan bermanfaat untuk seluruh Ummat,karna KITA INI SAMA, sama – sama Saudara di tanah Indonesia yang kita Cinta.

    #NU
    #Ansormajusatubarisan
    #BanserBanyumas
    #ACMBanyumas
    #CBTCIKALPURBA

    (Ansor Banser Tamansari)
  • PERTEMUAN INFOKOM BANSER NU DENGAN KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

    PERTEMUAN INFOKOM BANSER NU DENGAN KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

    Infokom Banser NU- 

    Pertemuan saat ini itu penting..
    Komunikasi itu penting…
    apa lagi yang kita komunikasikan adalah hal hal yang positif maka hasilnya akan positif juga maka, jangan sepelekan undangan rapat sekecil apapun. Karena dari rapat itu kita bisa berkomunikasi dengan baik. Jangan sampai kita memendam unek unek tanpa dikomunikasikan supaya tidak ada keburukan ditubuh NU terutama di tubuh pemuda NU. Mari berinovasi, berkreasi, karena… Allah sudah memberi kita kebebasan berfikir dan berkarya. Itu yang dikatakan ” KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO, GUS ALI MOHAMAD NASIH ” pada pertemuan infokom Banser Mojokerto yang diadakan Minggu, 12 Januari 2020.

    Beliau menyayangkan kegiatan banser jarang termuat media dan diketahui masyarakat luas. misalnya jika ada kegiatan-kegiatan pengajian atau acara yang diadakan NU, itu yang terexpost Acaranya, alangkah baiknya jika berita kegiatan tersebut ada nama peranan banser disitu. Jadi pentingnya Infokom sebagai ujung tombak informasi untuk disebarkan dimasyarakat.

    Gus Ali Mohamad Nasih juga menyinggung Perlengkapan masing-masing biro itu harus tersedia peralatan sbg sarana kegiatan seperti HT buat komunikasi, Ambulance untuk Banser Tanggap Bencana ( BAGANA ), dan lain-lain.

    SORBANSANTRI.COM
    KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO, GUS ALI MOHAMAD NASIH

    Ada empat (4) point penting dari pertemuan yang diadakan di Pondok Pesantren Al Istiqomah Mojo karang Dlanggu Mojokerto.

    1. Pentingnya Komunikasi itu memecah kebuntuan masalah.
    2. Inovasi. Masing-masing biro itu harus melakukan inovasi, misal ambulans. Helm buat BALANTAS, meskipun itu tidak ada PO dalam kebanseran.
    3. Kreativitas, misal perlengkapan tas khusus buat pengobatan. misal penulisan berita terutama judul dalam berita.
    4. Satu Komando. disesegerakan ada pertemuan rapat kasatkoryon kabiro Kasatkorcab untuk mengkoordinasikan jadwal dan tugas. Dan rapinya dalam organisasi menuju Satu Komando..

    Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan Biro dan Satsus Banser Mojokerto. Tampak hadir juga KASATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO H. MOH YUNUS DAN MOH. SHOCIB WAKIL KEPALA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO. Beliau juga menginstruksikan Jika ada undangan atau kegiatan bersamaan antara PC dan PAC, yang harus didahulukan adalah kegiatan PC dan ijin ke KASATKORYON kalau ada kegiatan di PC. beliau yakin bahwa yang hadir disini adalah militan dan siap membantu Diklatsus di Mojokerto yang InsyaAlloh dilaksanakan Tanggal 9 10 11 12 april 2020 . Dan pertemuan masing-masing BIRO ingin dilaksanakan Minimal 1 bulan sekali untuk membahas kegiatan dan dilaporkan ke Infokom Banser Mojokerto.