Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • Jenazah ABK Kapal China Asal Banyumas Tiba di Indonesia

    Jenazah ABK Kapal China Asal Banyumas Tiba di Indonesia

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Jenazah Anak Buah Kapal (ABK) asal Banyumas, Dzul Faqih pada Kamis (4/2/2021) sekira pukul 11.30 WIB tiba di rumah duka di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
    Suasana seketika itu pecah dengan derai air mata yang tak bisa dibendung oleh keluarga almarhum Dzul Faqih dan tetangga.
    Setelah dikabarkan meninggal pada hari Kamis (9/4/2020), jenazah Dzul Faqih sempat tidak jelas keberadaan dan kapan dipulangkan ke tanah air.

    “Memang agak sulit karena terkendala adanya pandemi dan sempat adanya lockdown jadi tidak bisa kemana-mana.
    Akhirnya kita saling kontak dengan agensi dan BNP2MI,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Banyumas, Joko Wiyono kepada Tribunbanyumas. Minggu (7/2/2021).

    Dzul Faqih adalah anak dari pasangan Rudi Hermawan dan Sri Lestari yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal FV Ming Xiang No.878 yang berbendera China dengan nomor Paspor C3702084 melalui agensi PT. Agung Semilir Bahari, Pemalang.
    Almarhum bekerja sebagai ABK sejak Juli 2019, dan dikabarkan meninggal karena kecelakaan kerja pada 9 April 2020. Karena keadaan yang belum memungkinkan dipulangkan akibat pandemi Covid-19, membuat keluarga merasa khawatir dan cemas terkait keberadaan jenazah di kapal tersebut.

    Dzul Faqih adalah kader Ansor-Banser Kabupaten Banyumas, dan telah mengikuti jenjang kaderisasi Diklatsar Banser yang diadakan di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas pada 2019.
    Pihak keluarga didampingi pengurus PAC GP Ansor dan Satkoryon Banser meminta PC GP Ansor Kabupaten Banyumas melalui LBH Ansor untuk melakukan advokasi atas kejadian kecelakaan kerja tersebut dan meminta untuk dilakukan upaya pemulangan jenazah.

    LBH Ansor yang ditugaskan oleh Ketua PC GP Ansor Banyumas sekaligus ditunjuk sebagai kuasa hukum pihak keluarga melalui Ketua LBH Ansor menugaskan secara langsung kepada sahabat Febrian Rosa Pratama, S.H. untuk melakukan advokasi secara tuntas.

    Pengumpulan berkas serta data-data yang dibutuhkan dilakukan, melakukan klarifikasi dan penggalian informasi langsung ke Kantor PT. Agung Semilir Bahari di Pemalang dilakukan secara cepat sambil melakukan upaya-upaya lainnya.

    Setelah semua data dan informasi terkumpul, LBH Ansor melakukan Press realese melalui PC GP Ansor Banyumas pada awal Januari 2021 dan melakukan upaya hukum dengan jalan meminta ketegasan kepada PT. Agung Semilir Bahari dan pihak Kementrian Luar Negeri di Jakarta.
    Sebelum melakukan pertemuan dengan pihak kemenlu, LBH Ansor, berkomunikasi dengan Pimpinan Pusat GP Ansor di Kantor Jl. Kramat Raya Jakarta.

    Setelah 9 bulan sejak kabar meninggalnya almarhum Dzul Faqih dan setelah melakukan berbagai upaya, kabar kejelasan kepulangan jenazah almarhum didapatkan dari pihak Kemenlu RI.
    Kemenlu menerangkan bahwa almarhum akan diterbangkan dari bandara Shanghai International pada Rabu, 3 Februari 2021.

    Jika tidak ada halangan sampai di rumah duka pada Kamis, 4 Februari 2021.
    Almarhum di salatkan di Masjid Jami’ Desa Karangkemiri sebelum diberangkatkan di tempat peristirahatan terakhirnya.

    Almarhum Dzul Faqih adalah Pahlawan nyata bagi keluarga dan negara. GP Ansor- Banser bangga memiliki kader seperti dia yang bekerja di luar negeri dengan niatan baik untuk membantu perekonomian keluarga.
    Tugas LBH Ansor Banyumas belumlah selesai, karena masih harus melakukan advokasi terkait kewajiban PT. Agung Semilir Bahari berupa asuransi pekerja.

    Setelah momen dimakamkannya Dzul Faqih, PC GP Ansor Banyumas mengucapkan Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berupaya penuh terkait pemulangan jenazah.
    Terutama Pimpinan Pusat GP Ansor, pihak Kemenlu RI, BP2MI, pihak PT. Agung Semilir Bahari sebagai agensi penyalur Dzul Faqih. (Ansor Banyumas)

  • Penipuan Mengatasnamakan Bantuan untuk Pesantren

    Penipuan Mengatasnamakan Bantuan untuk Pesantren

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com –
    Pringsewu, NU Online Seiring bergulirnya bantuan pemerintah ke pesantren untuk penanganan Covid-19, masih saja ada pihak-pihak yang tega melakukan penipuan pada pesantren atas nama bantuan tersebut. Modusnya pun terbilang baru dan cukup meyakinkan pihak pesantren. Praktik penipuan ini di antaranya terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung dan mengakibatkan beberapa pesantren menjadi korban. Sekretaris Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pringsewu, Hizbullah Huda (Gus Hiz) mengatakan bahwa awalnya penipu menghubungi pihak pesantren dan mengaku dari pemerintah daerah. Kemudian penipu meminta nomor rekening resmi pesantren yang akan digunakan untuk mentransfer dana bantuan.
    Gus Hiz mensinyalir penipu meminta nomor rekening resmi atas nama pesantren karena biasanya rekening tersebut tidak menggunakan SMS ataupun Internet Banking. Sehingga tidak ada notifikasi (pemberitahuan) jika ada dana yang masuk ke rekening dan tidak bisa dicek langsung keadaan saldonya. “Selang waktu tak lama, penipu mengirimkan foto bukti/slip transfer palsu yang tertulis bahwa dana bantuan telah ditransfer ke nomor rekening pesantren. Jumlahnya bervariasi mulai dari 8 juta sampai 14 juta rupiah lebih,” katanya kepada NU Online, Ahad (7/2).
    Setelah itu, lanjut Gus Hiz, oknum penipu ini meminta pesantren untuk mentransfer dana dalam jumlah tertentu, dengan alasan untuk membantu anak yatim piatu. Dikarenakan pengurus pesantren tidak mengecek terlebih dahulu keadaan saldo terakhirnya, maka mereka pun tertipu dengan modus ini. “Penipu meminta dana berkisar 2,5 juta rupiah dari pesantren,” ungkapnya. Gus Hiz mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari beberapa pesantren di Pringsewu yang dihubungi oknum penipu ini. Mengetahui hal ini, pihaknya dengan cepat melakukan koordinasi dan mengingatkan pengurus pesantren di daerahnya untuk waspada. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan melaporkan kasus ini ke aparat hukum untuk ditindaklanjuti,” katanya. (Muhammad Faizin)
  • Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    InfokomBanserNU-  Hajjaj bin Yusuf adalah panglima perang paling kejam dari Bani Umayyah. Ia telah membunuh 120 ribu nyawa. Tetapi kali ini, ia ingin mengeksekusi seorang ulama besar tabi’in yang terkenal zuhud dan tak takut mati. Sa’id bin Jabir. Hajjaj tidak mau langsung membunuh Sa’id. Ia ingin merekayasa sebuah persidangan yang bisa membuktikan bahwa Sa’id bersalah dan karenanya harus dieksekusi. Sebelumnya, Sa’id bersama sejumlah ulama terlibat pemberontakan atas kezaliman Hajjaj.

    Pemberontakan itu kemudian dipatahkan Hajjaj dengan cara-caranya yang licik, lalu tokoh-tokohnya ditangkap.
    “Siapa namamu?” pertanyaan pertama terlontar dari mulut Hajjaj di depan persidangan hari itu.
    “Sa’id bin Jubair”
    “Tidak. Namamu adalah Syaqiy bin Kusair,” timpal Hajjaj bermaksud merendahkannya. Syaqiy bin Kusair artinya adalah orang celaka anak orang yang rusak. Maknanya adalah kebalikan dari Sa’id bin Jubair yang berarti orang bahagia putra orang yang membetulkan hal-hal rusak.
    “Ayahku tentu lebih tahu namaku daripada dirimu,” jawaban tenang Sa’id bin Jubair ini membuat kondisi Hajjaj terbalik. Bukannya merasa berhasil merendahkan, ia malah terasa disindir bodoh.
    “Kamu celaka, ayahmu juga celaka,” Hajjaj mulai gusar.
    “Hal yang belum terjadi tak mungkin engkau mengetahui. Sebab hanya Allah yang Maha Mengetahui,” jawab Sa’id bin Jubair. Lagi-lagi, Hajjaj semakin tersulut emosinya.
    “Kalau begitu, aku akan mengganti siksaan untukmu dengan api yang berkobar-kobar” ancamnya.
    “Seandainya aku percaya bahwa api itu milikmu, tentu aku tidak akan menyembah tuhan selainmu” serangan emosional kalimat demi kalimat terus dipatahkan Sa’id bin Jubair. Sebaliknya, Hajjaj semakin marah dan gusar. Ia mencari cara bagaimana agar Sa’id bisa dijebak dengan pertanyaan yang kontroversial.
    “Apa yang kau ketahui tentang Muhammad?” pertanyaan ini sebenarnya tidak pantas ditujukan kepada ulama tabi’in sekaliber Sa’id. Tetapi Sa’id tetap menjawabnya dengan tenang, sementara Hajjaj merencanakan pertanyaan berikutnya setelah pertanyaan ini terjawab.
    “Muhammad adalah Rasulullah, Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam”
    “Bagaimana pendapatmu tentang Ali, apakah ia masuk surga atau masuk neraka?” Hajjaj adalah panglima perang yang tunduk pada para khalifah Bani Marwan, bagian dari kekhilafahan Bani Umayyah. Di zaman itu, sosok Ali adalah fenomena tersendiri yang menjadi diskusi kontroversial bagi penguasa dan rakyatnya. Hajjaj berharap Sa’id terjebak dengan pertanyaan ini dan kemudian ia segera bisa dieksekusi. Namun, ia sangat marah dengan jawaban yang membuatnya kalah telak.
    “Jika engkau masuk surga, pasti engkau akan tahu siapa saja orang-orang yang masuk surga” jawab Sa’id, membuat darah Hajjaj makin mendidih.
    “Bagaimana pendapatmu tentang para khalifah?” Kini Hajjaj berharap Sa’id tidak bisa lari dari pertanyaan ini.
    “Aku tidak berwenang menilai mereka,” lagi-lagi jawaban Sa’id adalah jawaban yang diplomatis. Dan ini makin membuat Hajjaj geram sekaligus mati langkah. Tanya jawab di pengadilan itu terus berlangsung hingga beberapa lama. Hingga akhirnya, meskipun tidak ada kesimpulan tegas bahwa Sa’id bersalah, Hajjaj tetap mengeksekusinya.
    “Pilih cara pembunuhan apa yang kamu inginkan dariku?” pertanyaan pamungkas itu akhirnya keluar dari mulut Hajjaj.
    “Justru engkaulah yang harus memilih untuk dirimu sendiri wahai musuh Allah. Demi Allah, jika engkau hari ini membunuhku dengan suatu cara, aku akan membunuhmu dengan cara yang sama di akhirat nanti”
    Ulama yang mulia ini kemudian digiring ke tempat eksekusi. Di sana ia disembelih. Namun sebelum ia menghadap Allah, ia sempat berdoa: “Ya Allah, Jangan berikan kesempatan kepada Hajjaj untuk menghukum seorangpun setelah kematianku.”

    Doa itu menggetarkan langit. Langsung diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak lama kemudian, Hajjaj dihantui ketakutan. Ia sering mengigau. Tidurnya tak bisa lelap. Seperti ada Sa’id yang mencengkeram tenggorokannya. Dan ketika ia terjaga, ia terngiang-ngiang nama Sa’id. Hajjaj sudah seperti orang gila. Hajjaj jadi sering berteriak-teriak: “Wahai orang-orang, ada apa dengan Sa’id bin Jubair? Mengapa setiap kali aku akan tidur, Sa’id mencengkeram tenggorokanku?”
    Akhirnya, lima belas hari setelah wafatnya Sa’id, Hajjaj pun meninggal. Meninggal dalam kondisi terhina. Meninggal seperti meninggalnya orang gila.

    *Disarikan dari buku Al Ulama’ fii Wajhit Tughyan (Bukan Ulama Biasa)

     karya *Prof. Dr. Muhammad Rajab Al Bayyumi

  • BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    InfokomBanserNU- Pagi hari cuaca mendung dan sebagian berkabut, Banser tanggap bencana berkoordinasi
    dengan ketua Tagana untuk mendirikan Dapur umum untuk memasak nasi bungus ± 1200 bungkus dan membantu evakuasi warga terdampak dilokasi banjir diwilayah Kec. Sooko Kab. Mojokerto. Banjir Luapan Sungai Avour Watudakon terjadi di 2 Dusun yaitu Dusun. Tempuran dan Dusun Bekucuk. Banjir ini terjadi hari Minggu, 02 Februari 2020 dini hari tepat pada pukul  06.00 WIB.

    Adapun berbagai tempat yang telah terendam banjir diwilayah tersebut yaitu:
    Di Wilayah Dusun.Tempuran:

    • Di Jalan Dusun Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 50 cm
    • Halaman Balai Desa Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 40 – 50 cm
    • Fasum 1 gereja tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Fasum Sdn Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Dan dibeberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 20 – 40 cm 63KK(209 jiwa)

    Di Wilayah Dusun. Bekucuk:

    • Di Jalan Dusun Bekucuk tergenang air dengan ketinggian ± 50 – 55 cm
    • Dan di beberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 35 – 50 cm 4KK (1822 jiwa)

    Di Area Persawahan/Lahan:

    Dusun Tempuran
    -Lahan Padi 11 Ha
    -Lahan Tebu 20 Ha

    Dusun Bekucuk
    -Lahan Padi 40 Ha
    -Lahan Tebu 5 Ha

    Selanjutnya Banser tanggap bencana melakukan distribusi nasi bungkus kepada warga terdampak banjir bersama TAGANA dan Karang Taruna setempat.

    (RED.ABI)

  • Mencari Makam Syuhada

    Mencari Makam Syuhada

     

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto Kota Perjuangan

    Makam dengan nomer kode 244 ada di jajaran paling selatan Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada Mojokerto. Pada nisannya tertulis nama Mat Jatim. Pada makam itulah tertanam jasad seorang syuhada, dia mati syahid.

    Ditulis oleh Pamoe Rahardjo, komandan Pasukan Komando Hayam Wuruk, bila jenazah Mat Jatim dipindahkan dari Ngembeh sekitar tahun 1950. Saat dibongkar kondisi jasad dan pakaiannya dalam kondisi utuh. Padahal Mat Jatim gugur dalam pertempuran tanggal 12 Pebruari 1949.Subhanallah.

    Jenazah yang masih mengenakan baju saat meninggal dengan peluru menembus dada itu dipindah ke belakang Kantor Kecamatan Kutorejo. Prakarsa pemindahan makam syuhada tersebut datang dari Mayor Mansyur Solikhi yang saat itu menjabat Komandan KDM Mojokerto sekaligus merangkap selaku Bupati Militer Kab. Mojokerto. Mayor Mansyur adalah atasan Mat Yatim pada pertempuran tanggal 12 Pebruari yang menyebabkan dia gugur. Tahun 1980-an makam Mat Yatim dipindahkan lagi ke TMP Gajah Mada Mojokerto.

    Informasi penghuni TMP bisa kita lihat setelah melewati pintu gerbang. Pada dinding marmer yang memuat nama jenazah yang dimakamkan di lokasi itu tertulis nama Achmad Khosim. Nama itu adalah nama asli komandan Kompi IV Bn 03 Mansyur Sholikhi. Mat Jatim merupakan nama panggilan karena dia memang anak yatim. Kemungikinan dia gugur pada usia muda, sekitat 20 tahun.

    Perkiraan umur itu bisa ditentukan dari syarat pendaftaran Hizbullah pada awal tahun 1945. Untuk bisa berangkat ke kamp pelatihan adalah seorang pemuda muslim, usia sekurangnya 17 tahun, masih lajang dan mendapatkan ijin dari orang tua atau walinya. Karena hidup di Panti Asuhan ijin tertulis didapatkan dari pengurus panti. Perkiraan Khosim lahir pada tahun 1928

    Pendidikan militer dia dapatkan tentara Jepang tahun 1945. Mat Jatim merupakan salah satu peserta pelatihan Hizbullah di Cibarusa Bekasi. Syarat menjadi peserta adalah pemuda dwngan usia minimal 17 tahun. Peserta juga harus lajang, belum berumah tangga. Disanalah dia digembleng untuk memperoleh sertifikat yang ditandatangani Mbah Hasyim Asyari. Dan setelahnya dia setia bergabung dalam kesatuan Lasykar Hizbullah Mojokerto hingga dilebur dalam TNI tahun 1947.

    Bila melihat kondisi makamnya, tampak bahwa tidak pernah ada yang menziarahi. Ada banyak rumput tumbuh di atas pusaranya. Rerumputan itu segera dicabuti oleh petugas makam saat menunjukkan lokasi makam tersebut. Sepertinya makam yang tidak pernah didatangi keluarga tidak begitu diperhatikan oleh petugas kebersihan TMP.

    Sayangnya niat mencari makam Kapten Madjid Asmara, Kepala staf Bn 03 tidak ketemu. Pada buku daftar nama makam tidak tercantum nama mantan Komandan Hizbullah Gresik yang menjadi korban pertempuran di jembatan Ngembeh tersebut. Sebelum bergabung dalam Lasykar Hizbullah, Madjid Asmara pada jaman Jepang merupakan anggota sukarelawan PETA.

    Kemungkinan besar Kapten Madjid Asmara adalah korban pertempuran dengan jabatan tertinggi saat itu. Jabatan Kepala Staf Batalyon merupakan orang kedua setelah Mansyur Sholikhi, komandan yang berpangkat Mayor. Karena itu, Mansyur sangat berduka atas gugurnya Madjid Asmara.

    Jika menilik dari pemindahan makam para pahlawan yang ada di seluruh wikayah Mojokerto untuk disatukan di TMP, harusnya makam Madjid Asmara ada di tempat itu juga. Setidaknya tidak jauh dari makam Kapten Mat Jatim. Entah dimana makamnya setelah proses pemindahan. Ataukah nisannya diberi nama “tidak dikenal” seperti makam lainnya. Memang ada banyak makam tertulis tanpa nama di TMP Gajah Mada itu.

    Seorang syuhada jelas tidak butuh makam karena sudah disediakan tempat oleh Allah. Seperti juga saat berjuang yang tidak memikirkan jabatan. Namun adalah tugas generasi kini untuk merawatnya sebagai bentuk penghormatan. Rasa hormat atas pengorbanan para syuhada

    Sumber : Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • NU CARE LAZISNU MWCNU JETIS membantu yatim piatu dan dhuafa di desa sawo

    NU CARE LAZISNU MWCNU JETIS membantu yatim piatu dan dhuafa di desa sawo

    Sorbansantri.com – NU CARE LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO memberikan bantuan kepada 20 yatim piatu dan dhuafa di masjid al hidayah desa sawo kecamatan jetis kabupaten mojokerto(31/01/2021), acara di mulai dari ba’da sholat magrib, selain dari para anak yatim piatu dan dhuafa yang hadir juga dari pengurus masjid serta warga sekitar.

    Ustadz MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua, saat memberikan sambutan menjelaskan kepada warga yang hadir tentang keberadaan LAZISNU MWCNU JETIS di wilayah jetis dan mengharapkan warga jetis bila menyalurkan zakat, infaq, shodaqohnya ke LAZISNU, cukup dengan menghubungi pengurus via whatsapp maka team khusus akan hadir untuk mengambil donasi, beliau juga menjelaskan untuk warga yang ingin berinfaq shodaqoh ke LAZISNU meskipun 10.000 team khusus siap untuk mengambil.

    SORBANSANTRI.COM
    Ustadz MAHMUD BUKHORI S.Ag saat memberikan sambutan

    “Untuk santunan saat ini adalah progam lanjutan tahun 2020 yaitu menyantuni yatim piatu dhuafa ke seluruh desa yang ada di kecamatan jetis secara bergilir, dengan harapan bisa meringankan beban mereka meskipun yang di berikan NU CARE LAZISNU JETIS tidak seberapa” kata Ustadz MAHMUD S.Ag kepada team SORBAN.

    Sebelum pembagian bantuan di serahkan kepada para yatim piatu dan dhuafa, ada arahan, penjelasan dari pengurus PC LDNU KAB MOJOKERTO yaitu KH MAHRUS ALI kepada semua yang hadir dan masyarakat jetis untuk sadar zakat, meskipun pada awalnya dengan memaksakan diri untuk mengeluarkan zakat dan kalau sudah terbiasa akan hadir ke iklasan dari hati, beliau juga menharapakan warga jetis untuk menyalurkan zakat, infaq dan shodaqohnya melalui lembaganya NU yaitu LAZISNU

    Beliau juga menjelaskan pentingnya zakat dan shodaqoh di musim pandemi berdasarkan hadits rosululloh

    وقال صلى الله عليه وسلم: {حَصِّنُوا أموالَكم بالزَّكاةِ وَدَاووا مَرْضَاكُمْ بالصَّدَقَةِ وأَعِدُّوا لِلْبَلاءِ الدُّعَاءَ}
    Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: {“Jagalah harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit dengan sedekah dan siapkanlah do`a untuk menolak bencana.”}

    Para jamaah yang hadir mendengarkan penyampaian dari pengurus LAZISNU dan KH MAHRUS ALI dengan khitmad dan tidak ada yang meninggalkan lokasi sampai acara selesai (Dikin sorban)

  • AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI, TANAH LONGSOR DAN POHON TUMBANG DI PACET

    AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI, TANAH LONGSOR DAN POHON TUMBANG DI PACET

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – selasa, 2 Februari 2021. Setelah hujan yang berhari-hari mengguyur kawasan pacet mojokerto dan sekitarnya, akhirnya terjadi juga tanah longsor yang disertai pohon bambu. yang mana kejadian tersebut menutup jalan raya antara Pacet dan trawas. Peristiwa tersebut terjadi di Dsn Kambengan Ds Cempokolimo Kecamatan Pacet Kab. Mojokerto.(2/2/2021)

    Tim relawan Banser Tanggap Bencana (BAGANA) bersama relawan lainnya berhasil mengevakuasi longsoran tersebut dengan memakai alat seadanya. Kawasan Pacet pada bulan-bulan ini memang sering diguyur hujan deras dari siang sampai malam hari, terkadang disertai angin kencang yang membuat rasa was-was bagi warga, apalagi pengguna jalan raya” kata sahabat sulistiawan yang merupakan anggota ansor dan banser di PAC Pacet Mojokerto.

    Peranan masyarakat apalagi pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini.  Apabila sewaktu-waktu ada bencana lagi seperti tanah longsor, pohon tumbang yang memang sangat rawan dan memungkinkan terjadinya bencana di Kawasan Pacet ini. Namun sangat disayangkan karena Relawan dengan potensi serta tenaga seperti BAGANA yang ada di Pacet Mojokerto, belum mempunyai peralatan yang mendukung dalam setiap kegiatan terutama di bidang kebencanaan. (abi sorban)

     

  • HARLAH NU ke-94 OLEH MWCNU PACET MOJOKERTO

    HARLAH NU ke-94 OLEH MWCNU PACET MOJOKERTO

    InfokomBanserNU- Peringatan HARLAH NU ke 94 Tahun 1026-2020 H memberikan nuansa lain di Bumi Pacet Mojokerto. Dengan bertemakan “Meneguhkan Kemandirian NU untuk Perdamaian Dunia”. Deretan pengurus MWCNU Pacet Mojokerto hadir dalam peringatan Harlah NU ke-94 tersebut. 

    Acara yang diadakan Hari Jum’at 31 Januari 2020, dihadiri oleh semua jajaran pengurus MWCNU PACET MOJOKERTO serta warga dan didukung oleh banom-banom NU seperti Ansor Banser IPNU IPPNU FATAYAT MUSLIMAT Pacet, menambah semarak dengan suasana hikmat dalam tiap-tiap jalannya acara, yang dimulai dari Mars Ansor Lagu Indonesia Raya dan Gema Sholawat oleh anggota Ansor Banser Pacet.

    Hadir juga KH. ISKANDAR MUNIR sebagai Ro’is Suriah MWCNU PACET MOJOKERTO memimpin pembacaan Istighosah Dzikir yang dilanjut dengan Al Banjari dari sahabat Ansor dan Banser.

    SORBANSANTRI.COM
    RO’IS SURIAH MWCNU PACET MOJOKERTO – KH. ISKANDAR MUNIR

    Dalam acara HARLAH tersebut disisipkan perjalanan panjang sejarah NU di Pacet Mojokerto, yang dimulai dari slide foto dan video tentang NU di Pacet yang di pandu oleh Ustadz AGUS SANTOSO selaku sekretaris MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM
    SEKRETARIS MWCNU PACET MOJOKERTO – USTADZ AGUS SANTOSO

    Penyelamatan aset yang ada di Pacet harus segera diselamatkan seperti Masjid Musholla Pendidikan dan lainnya. Karena selama ini hanya memakai atasnama pribadi, tujuannya dari itu semua biar mudah mengkondisikan aset serta mengamankan waqof yang dapat dikelola penuh memakai atasnama MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM
    KETUA MWCNU PACET MOJOKERTO – H. M. YUSUF. S.Pd

    Acara tersebut berakhir sekitar pukul 23.00 wib dengan penutup Do’a oleh KH. Abdul Jamil yang dilanjutkan dengan ramah tamah berupa makan tumpeng. 

    Mengingat pentingnya acara tersebut, dalam menegakkan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah, SATSUS BALANTAS ( Banser Lalu Lintas ) Pacet, mengawal jalannya lalu lintas demi keselamatan dan kelancaran Acara Harlah NU ke-94 di Gedung Graha NU Pacet Mojokerto. (red-AbiTsani)

  • SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    InfokomBanserNU- Snouck Hurgronje adalah mata2 imperialisme Belanda. Ia disusupkan utk menghancurkan kekuatan kaum pejuang yg mayoritas beragama Islam. Mengapa rakyat Indonesia sulit ditaklukkan?

    Snouck menemukan jawabannya. Tak lain dan tak bukan, kekuatan itu terletak pada semangat agamanya. Agama yang mengajarkan utk mencintai tanah air. Agama yg menyuntikkan dimensi jihad utk mengusir segala bentuk kolonialisme.

    Lalu Snouck mempelajar Islam. Budaya Islam. Tradisi Islam. Bahkan detail2 etos spiritualitas yg membuat bangsa Indonesia begitu gigih berjuang.

    Bukan berhenti di situ. Snouck pun mempelajari pangkal utama ajaran agama tsb. Ia hafal Al-Quran 30 juz. Ia juga mempelajari kitab2 hadits yg mu’tabarah, seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kutubus sittah lainnya. Bahkan, Snouck hafal sebagian besar hadits2 tsb di luar kepala.

    Lalu apa tujuan Snouck? Tak lain adalah utk menghancurkan Islam dari dalam. Tanpa menafikan kekuatan dan perjuangan agama lain, tapi dengan menggerogoti kekuatan Islam, maka perjuangan rakyat Indonesia terhadap kolonial Belanda relatif akan lemah, dan akan mudah dihancurkan.

    Inilah yg disebut orientalisme. Mempelajari Islam bkn utk mendapatkan hidayah, melainkan utk menghancurkannya. Dengan begitu, menguasai Nusantara hanya soal waktu saja. Nusantara, akan dg mudah dikuasai.

    Zaman berubah musim pun berganti..

    Sekarang terbitlah Felix Siauw, sang muallaf yg baru sekitar th 2002 memeluk Islam. Felix tdk perlu menghafalkan Al quran dan mempelajari hadits scr detail layaknya Snouck. Itu butuh waktu lama.

    Dengan kemampuannya mengolah kata, Felix ibarat mercusuar. Ia segera mendapatkan simpati dan pengikut yg relatif banyak dari kalangan generasi muda islam berusia tanggung, anak2 muda yg blm mengenal banyak hal tentang agama. Anak remaja yg msh labil dan mencari jati diri.

    Tidak perlu waktu lama, Felix segera menjadi tokoh penting di lingkungan HTI. Ia pun segera memulai menjalankan misi propaganda pecah belah. Ia gelorakan ide khilafah yg sangat gila dan paling tdk masuk akal itu.

    Laju gerakan Felix seperti tak terbendung. Ia segera mengkampanyekan bhw nasionalisme itu tdk ada dalil dan dasarnya dlm Islam.

    Mafhum mukhalafahnya adalah, mencintai tanah air itu tdk penting. Yang penting adalah islam. Padahal negeri ini didirikan berdasarkan kesepakatan segenap komponen bangsa dan agama yg beragam. Semua bersatu dlm satu ikatan Nasional, Indonesia..!

    Sepintas gagasan itu benar. Tapi sangat menipu dan penuh kamuflase. Bagaimana dpt menegakkan Islam jika negara (state) dan bangsa (nation) hancur berantakan? Padahal Imam Al-Ghazsli pernah menyebut, pemerintahan negara dan misi kenabian ibarat saudara kembar.

    Saya yakin, Felix tahu persis, bhw jika Pancasila diganti, dan sistem khilafah berdiri di bumi Nusantara, maka sekeping tanah surga yg bernama Indonesia akan berubah menjadi neraka. Perang saudara akan terjadi. Papua, Makasar, Bali, Aceh, dst, akan segera memproklamasikan diri lepas dari Indonesia. Dan di atas pangkuan ibu pertiwi, akan menjadi ladang pembantaian. Sesama anak negeri akan saling memangsa..!

    Indonesia negeri damai, yg didirikan oleh para founding fathers dg genangan darah dan air mata, akan terkoyak dlm kepingan2 kecil. Indonesia pun, akan menjelma seperti kawasan Syiria, Irak, Afganistan, dan libiya, yg tak pernah bisa tidur dg nyenyak, dan tak sempat membangun mimpi masa depan, karena di daratan dan udara, terdengar desing peluru dan mesiu yg memekakkan telinga.

    Dengan begitu, ide2 Felix adalah mesin penghancur terhadap pemikiran para founding fathers negeri ini. Dasar2 keagamaan para ulama dan cendekiawan muslim, seperti Qurays Sihab, Gus Mus, Cak Nur, dicampakkan begitu saja.

    Sebagai seorang muallaf, Felix telah melampaui batas dan kapasitas intelektual pas-pasan yg ia miliki. Melalui medan dakwah, ia suntikkan virus perpecahan, benih2 anti nasionalisme, dst.

    Dengan congkak ia berani mengibaratkan pemerintahan Jokowi sbg rezim Firaun yg membunuh anak laki2, lantaran Jokowi menerbitkan Perppu Ormas, Felix telah memecah belah elemen bangsa, dan sesama umat.

    Pertanyaan besarnya adalah, misi apa gerangan yg dibawa Felix?

    Sama halnya misi Snouck Hurgronje yg baru diketahui 100 tahun kemudian, maka misi mendasar dari Felix tdk mudah utk diketahui saat ini. Tapi 100 tahun di kemudian hari, ketika keutuhan NKRI berhasil dicabik-cabik, ktk seluruh anak bangsa hanya bisa meratapi kekonyolannya, maka barulah sejarah akan mengetahui itu.

    Benturan antar peradaban seperti disinyalir oleh Huntington, bkn isapan jempol belaka. Itu memang nyata. Dan Indonesia, yg memiliki potensi kekuatan besar dunia setelah Cina, menjadi sasaran utama penghancuran.

    Apakah Felix adalah Snouck Hurgronje dalam wujud yg beda? Entahlah.. Yang jelas, para pemilik suara lantang ‘anti china’ sangat ditunggu teriakan lantangnya ‘anti felix’.
    Mungkinkah itu terjadi?

    Wallahu A’lam..

  • SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    SEBELAS DUA BELAS ANTARA FELIX DAN MATA-MATA IMPERIALISME BELANDA

    Snouck Hurgronje adalah mata2 imperialisme Belanda. Ia disusupkan utk menghancurkan kekuatan kaum pejuang yg mayoritas beragama Islam. Mengapa rakyat Indonesia sulit ditaklukkan?

    Snouck menemukan jawabannya. Tak lain dan tak bukan, kekuatan itu terletak pada semangat agamanya. Agama yang mengajarkan utk mencintai tanah air. Agama yg menyuntikkan dimensi jihad utk mengusir segala bentuk kolonialisme.

    Lalu Snouck mempelajar Islam. Budaya Islam. Tradisi Islam. Bahkan detail2 etos spiritualitas yg membuat bangsa Indonesia begitu gigih berjuang.

    Bukan berhenti di situ. Snouck pun mempelajari pangkal utama ajaran agama tsb. Ia hafal Al-Quran 30 juz. Ia juga mempelajari kitab2 hadits yg mu’tabarah, seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kutubus sittah lainnya. Bahkan, Snouck hafal sebagian besar hadits2 tsb di luar kepala.

    Lalu apa tujuan Snouck? Tak lain adalah utk menghancurkan Islam dari dalam. Tanpa menafikan kekuatan dan perjuangan agama lain, tapi dengan menggerogoti kekuatan Islam, maka perjuangan rakyat Indonesia terhadap kolonial Belanda relatif akan lemah, dan akan mudah dihancurkan.

    Inilah yg disebut orientalisme. Mempelajari Islam bkn utk mendapatkan hidayah, melainkan utk menghancurkannya. Dengan begitu, menguasai Nusantara hanya soal waktu saja. Nusantara, akan dg mudah dikuasai.

    Zaman berubah musim pun berganti..

    Sekarang terbitlah Felix Siauw, sang muallaf yg baru sekitar th 2002 memeluk Islam. Felix tdk perlu menghafalkan Al quran dan mempelajari hadits scr detail layaknya Snouck. Itu butuh waktu lama.

    Dengan kemampuannya mengolah kata, Felix ibarat mercusuar. Ia segera mendapatkan simpati dan pengikut yg relatif banyak dari kalangan generasi muda islam berusia tanggung, anak2 muda yg blm mengenal banyak hal tentang agama. Anak remaja yg msh labil dan mencari jati diri.

    Tidak perlu waktu lama, Felix segera menjadi tokoh penting di lingkungan HTI. Ia pun segera memulai menjalankan misi propaganda pecah belah. Ia gelorakan ide khilafah yg sangat gila dan paling tdk masuk akal itu.

    Laju gerakan Felix seperti tak terbendung. Ia segera mengkampanyekan bhw nasionalisme itu tdk ada dalil dan dasarnya dlm Islam.

    Mafhum mukhalafahnya adalah, mencintai tanah air itu tdk penting. Yang penting adalah islam. Padahal negeri ini didirikan berdasarkan kesepakatan segenap komponen bangsa dan agama yg beragam. Semua bersatu dlm satu ikatan Nasional, Indonesia..!

    Sepintas gagasan itu benar. Tapi sangat menipu dan penuh kamuflase. Bagaimana dpt menegakkan Islam jika negara (state) dan bangsa (nation) hancur berantakan? Padahal Imam Al-Ghazsli pernah menyebut, pemerintahan negara dan misi kenabian ibarat saudara kembar.

    Saya yakin, Felix tahu persis, bhw jika Pancasila diganti, dan sistem khilafah berdiri di bumi Nusantara, maka sekeping tanah surga yg bernama Indonesia akan berubah menjadi neraka. Perang saudara akan terjadi. Papua, Makasar, Bali, Aceh, dst, akan segera memproklamasikan diri lepas dari Indonesia. Dan di atas pangkuan ibu pertiwi, akan menjadi ladang pembantaian. Sesama anak negeri akan saling memangsa..!

    Indonesia negeri damai, yg didirikan oleh para founding fathers dg genangan darah dan air mata, akan terkoyak dlm kepingan2 kecil. Indonesia pun, akan menjelma seperti kawasan Syiria, Irak, Afganistan, dan libiya, yg tak pernah bisa tidur dg nyenyak, dan tak sempat membangun mimpi masa depan, karena di daratan dan udara, terdengar desing peluru dan mesiu yg memekakkan telinga.

    Dengan begitu, ide2 Felix adalah mesin penghancur terhadap pemikiran para founding fathers negeri ini. Dasar2 keagamaan para ulama dan cendekiawan muslim, seperti Qurays Sihab, Gus Mus, Cak Nur, dicampakkan begitu saja.

    Sebagai seorang muallaf, Felix telah melampaui batas dan kapasitas intelektual pas-pasan yg ia miliki. Melalui medan dakwah, ia suntikkan virus perpecahan, benih2 anti nasionalisme, dst.

    Dengan congkak ia berani mengibaratkan pemerintahan Jokowi sbg rezim Firaun yg membunuh anak laki2, lantaran Jokowi menerbitkan Perppu Ormas, Felix telah memecah belah elemen bangsa, dan sesama umat.

    Pertanyaan besarnya adalah, misi apa gerangan yg dibawa Felix?

    Sama halnya misi Snouck Hurgronje yg baru diketahui 100 tahun kemudian, maka misi mendasar dari Felix tdk mudah utk diketahui saat ini. Tapi 100 tahun di kemudian hari, ketika keutuhan NKRI berhasil dicabik-cabik, ktk seluruh anak bangsa hanya bisa meratapi kekonyolannya, maka barulah sejarah akan mengetahui itu.

    Benturan antar peradaban seperti disinyalir oleh Huntington, bkn isapan jempol belaka. Itu memang nyata. Dan Indonesia, yg memiliki potensi kekuatan besar dunia setelah Cina, menjadi sasaran utama penghancuran.

    Apakah Felix adalah Snouck Hurgronje dalam wujud yg beda? Entahlah.. Yang jelas, para pemilik suara lantang ‘anti china’ sangat ditunggu teriakan lantangnya ‘anti felix’.
    Mungkinkah itu terjadi?

    Wallahu A’lam..