Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • Mujahid 212 Desak Polri Segera Usut Penyerang Syekh Ali Jaber

    Mujahid 212 Desak Polri Segera Usut Penyerang Syekh Ali Jaber

    SORBANSANTRI.COM

    jpnn.com, LAMPUNG – Salah satu anggota Mujahid 212 Damai Hari Lubis meminta Polri segera mengusut tuntas penyerangan yang dialami Syekh Ali Jaber saat berceramah di Bandar Lampung, Minggu (13/9).

    Damai meminta kepada penyidik Polri agar tidak terburu-buru menyimpulkan pelaku adalah orang gila. “Harus diusut tentang motif dari si pelaku,sehingga berani menusuk seorang ulama. Kali ini sebaiknya Polri jangan lagi terburu-buru menyimpulkan pelaku gila seperti acap kali publik dengar,” kata Damai dalam keterangannya, Minggu.

    Damai menerangkan, pihaknya yang selalu mendukung para ulama mengaku bingung dan heran kepada pemerintah. Pasalnya, pemerintah seperti tidak serius dalam mengusut aksi kriminal yang dialami ulama.

    “Kali ini kami sangat berharap kepolisian segera mengungkap latar belakang pelaku, apakah ini benar pelaku sengaja atau mengidap sakit jiwa,” imbuh Damai. Apabila pelaku tidak sakit jiwa, maka harus dikejar juga apa yang menjadi alasan utama penyerangan. Damai curiga ada pihak yang sengaja menyuruh pelaku menjalankan aksi tersebut.

    “Harus dipastikan gila hanya pura-pura gila. Bila benar pelaku mengalami sakit jiwa, kepolisian sangat perlu melibatkan psikolog atau ahli jiwa untuk membuktikannya secara ilmiah serta bertanggung jawab secara hukum,” tegas Damai. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Ali Jaber saat kejadian baru memberikan tausiah sekitar 15 menit di Masjid Falahuddin, Kota Bandar Lampung.

    Penusuk yang teridentifikasi berbaju kuning lalu merangsek naik ke atas mimbar menusuk Ali.

    “Tiba-tiba ada seseorang laki-laki tidak dikenal langsung menghampiri dari sebelah kanan. Nah, dengan itu maka terjadilah kemudian dengan refleks yang tinggi, sempat melakukan tangkisan. Tetapi kena lengan sebelah kanan di bahu,” kata Pandra kepada JPNN.com. (cuy/jpnn)

    SUMBER

  • OPM (Organisasi Papua Merdeka) KEMBALI KEPANGKUAN NKRI

    OPM (Organisasi Papua Merdeka) KEMBALI KEPANGKUAN NKRI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- SURAT TERBUKA Organisasi Papua Merdeka (OPM), Buat Presiden RI. JOKO WIDODO.
    “Kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya memberontak ingin berpisah dari NKRI, kini kami memutuskan kembali kepangkuan NKRI…..”
    “Setelah bertahun-tahun lamanya kekayaan alam kami dirampas, dikuras, dan diperas oleh Perusahaan-perusahaan tambang. Dampak tambang tersebut ekosistem alam kami jadi rusak sedemikian hebat. Otomatis kami protes dan memberontak, karena kami mencintai tanah warisan leluhur kami dimana jiwa kami telah menyatu dengan alam.

    Rusaknya alam kami, berarti rusak jiwa raga kami.
    Kami memberontak namun tidak berdaya melawan “senjata penguasa.”
    Kami hanya bisa melihat dari jauh, kami hanya bisa menangis menyaksikan Surga Kecil yang dianugrahkan Tuhan untuk kami jaga dan rawat, dirusak dan diperkosa oleh penguasa yang tamak.
    Tanah yang telah turun-temurun kami diami, dikotori dan diporak-porandakan oleh tangan besi.
    Penguasa menghunuskan senjatanya, membunuh saudara-saudara kami yang memberontak karena mempertahankan tanah warisan nenek moyang kami.

    Entah kepada siapa lagi kami mengadu, tak ada yang peduli.
    Melalui surat terbuka ini kami nyatakan, bahwa telah lama kami berDoa supaya lahir seorang Pemimpin yang mempedulikan kami, peduli terhadap tanah kami, nasib kami, penderitaan kami, dan masa depan kami. Kami percaya Tuhan tidak tidur…..
    Ketika kekayaan alam kami diambil, tanah kami dirusak, apa yang kami dapat? Nothing…
    Kami seperti “sapi perah” bagi penguasa. Susu kami diperas dan kami ditinggalkan.

    Tidak ada kompensasi nyata dari Penguasa membangun tanah kami yang katanya juga “Indonesia”.
    Semua janji-janji pembangunan, janji-janji kesejahtraan, hanyalah janji-janji kosong. Buktinya nihil.
    Kami sadar kalau kami sudah diperdaya oleh Penguasa yang kami harapkan, yang kami jadikan tempat mengadu dan bernaung. Sehingga kami yang dianak tirikan inipun putus asa, lalu kami berinisiatif melakukan perlawanan terhadap Penguasa dengan apapun yang kami punya, dan apapun yang kami tahu. Walaupun dengan senjata seadanya, tapi kami punya kekompakan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

    Tekad kami hanya satu, “Papua harus pisah dari NKRI”! Kami menyebut diri kami Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebagai kelompok pemberontak. Dan kamilah yang menulis surat terbuka ini supaya bisa sampai kepada Bapak Jokowi. Tanah kami yang subur, yang berlimpah kekayaan alamnya, harus kami perjuangkan meskipun dengan menyabung nyawa.

    Katanya “Indonesia” tapi kami tidak diperhatikan. Katanya “Indonesia” tapi kami dianak tirikan. Katanya “Indonesia” tapi tanah kami dijarah dan kami diabaikan.
    Yang kami tahu Indonesia itu ada dipulau Jawa, bukan tanah Papua atau “Sabang sampai Meraoke seperti nyanyian Lagu Kebangsaan itu”. Bukan…! Buktinya dipulau Jawa saja yang lengkap fasilitasnya, lengkap pembangunannya, dan lengkap segala-galanya.

    Harga BBM mencapai Rp120 ribu, kami tidak pernah Demo. Harga kebutuhan pokok tingginya selangit, kami tidak pernah Demo. Kami tidak diajarkan untuk mengeluh dan menggerutu, kami ditempa menjadi pribadi yang tangguh untuk mampu manghadapi kerasnya kehidupan. Hingga kami terbiasa hidup dihutan, bangunan rumah hanya gubuk tanpa penerangan. Kami terbiasa hidup seadanya, kami terbisa hidup menderita, ya,, kami sudah terbiasa….
    Kami tidak kenal bangunan rumah yang terbuat dari tembok semen, karena harga semen mencapai Rp 2 juta per shak. Tapi bukan berarti kami ingin terus menerus hidup seperti ini, kami juga ingin maju seperti yang lainnya.

    Kami juga ingin anak-anak kami kelak bisa merasakan kehidupan yang lebih layak dan lebih baik dari kehidupan kami yang sekarang. Itu Doa kami….. Ternyata Tuhan jawab Doa kami.
    “Doa kami supaya lahir seorang pemimpin yang peduli dan mengerti dengan penderitaan rakyatnya yang nyaris putus asa itu, terjawab didiri Bapak Jokowi…” Kehadiran Bapak Jokowi merupakan jawaban Tuhan atas Doa kami.
    Pemimpin yang jujur dan adil ialah Bapak Jokowi.

    Berkat kehadiran Bapak Jokowi, tanah kami dihargai, alam kami diperhatikan, kesejahteraan kami diperjuangkan, segala keluh-kesah kami, pergumulan kami, harapan kami, dan Doa-doa kami, semuanya terjawab.
    Bukti nyata pembangunan dan infrastructure, juga program-program lainnya yang memajukan Papua, menumbuhkan harapan masa depan dan kesejahteraan bagi kami dan anak-cucu kami.
    Kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya memberontak ingin berpisah dari NKRI, kini kami memutuskan kembali kepangkuan NKRI…..

    Bapak Jokowi adalah anugrah terbesar bagi kami masyarakat Papua.
    Bapak sudah membangun tanah kami, dan kami akan membesarkan anak-anak kami dengan sehat. Kami akan memberitahukan kepada mereka (anak-anak kami) bahwa Papua juga bagian dari NKRI.
    Dan yang lebih penting adalah, kami dengan bangga hati akan menceritakan kepada anak-cucu kami bahwa dulu ada seorang Presiden yang jujur, adil, dan berjasa besar bagi pembangunan ditanah Papua. Namanya Joko Widodo.
    Sejarah ini akan menjadi legenda abadi dan tak terlupakan dibumi Cendrawasih……

    Kami berjanji: Sepenuh hati, jiwa dan raga, mendukung Kepememimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, untuk Indonesia lebih maju dan disegani oleh dunia internasional….
    Terima kasih Bapak jokowi, kami anak-anak Papua menyatakan: Kau adalah “Bapak Papua”
    GOD BLESS YOU Godfather Joko Widodo. (post syafif hidayatulloh)
    Salam Hormat…..

  • Pelantikan pengurus ranting GP ANSOR se kec jetis mojokerto

    Pelantikan pengurus ranting GP ANSOR se kec jetis mojokerto

    SORBAN JETIS__Mbah Hasyim tersenyum…. Ya, itulah kira kira kalimat yang pantas di ungkapkan pada malam selasa berepatan tgl 31 Agustus 2020 jam 20 .00 sampai 23 .00 wib . Bagaimana tidak , karena pada malam itu kader kader muda NU yang merupakan bentengnya ulama dengan semangat tinggi mengikuti prosesi pelantikan ketua beserta pengurus GP Ansor ranting se kec Jetis ..

    Acara yang di laksanakan di aula ponpes bidayatul hidayah Canggu asuhan ustadz NUR ALIMAN al hafidz, ini sebuah acara yang krusial dan menjadi sejarah bagi Ansor ranting Canggu karena akan menjadi tonggak bangkitnya Ansor di wilayah Jetis umumnya dan Canggu khususnya …

    Tersenyumnya Mbah Mbah hasyim semakin sempurna karena acara tersebut di hadiri sesepuh NU jetis , ketua MWCNU Jetis, ketua ranting NU canggu dan ketua PC GP Ansor kab Mojokerto serta jajaranya .

    Sebelum prosesi sumpah jabatan di laksanakan sekjend PC GP Ansor Mojokerto yang bertindak sebagai pemandu mengingatkan kembali tentang betapa pentignya ketegasan kader kader Ansor dalam bertindak ( jangan lembek ) karena Ansor menjadi benteng nya ulama dan negara .

    SORBANSANTRI.COM

    Proses pelantikan oleh Sahabat YUNUS selaku pengurus PC GP ANSOR

    Seruan sekjend yang biasa di panggil sahabat Yunus ini di sambut dengan semangat dan suara keras gegap gempita semua anggota yang menjadi ciri khas Ansor yang berbunyi : ” SIIAAP

    Dalam sambutannya Gus ALI MUHAMMAD NASEH selaku ketua PC GP ANSOR kab mojokerti ini meminta agar semua kader tetap solid baik sesama anggota maupun Banom yang lain terutama harus bisa bersinergi dengan para sesepuh NU di wilayahnya masing masing sebagai upaya untuk menjaga dan mengembangkan organisasi …

    SORBANSANTRI.COM

    Gus ALI MUHAMMAD NASEH ketua PC GP ANSOR kab MOJOKERTO saat memberikan sambutan

    Acara di akhiri dengan lantunan sholawat yang jadi IKON dari kaum Nahdliyyin dengan iringan group banjari Al fattah, IPNU Canggu .. Tidak mau kalah dengan Ansor , pasukan garda terdepan perjuangan organisasi yang lahir tahun 1926 ini mengerahkan 30 pasukan demi terlaksana serta suksesnya acara tersebut ..

    SORBANSANTRI.COM

    Gus IBNU KOHAR ketua PAC GP ANSOR JETIS

    Sukses terus Ansor Jetis semoga Allah meridhoi amiin .

    By : alim sorban

  • KTP WARGA SOOKO MOJOKERTO ADA DI MARKAS ISIS

    KTP WARGA SOOKO MOJOKERTO ADA DI MARKAS ISIS

    SORBANSANTRI.COM
    IM.com – Seorang warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ditengarai menjadi anggota kelompok separatis, Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang beroperasi di Yaman. Identitas Syamsul Hadi Anwar, terungkap dalam pergerakan kelompok militan Syiah, Houthi, ke markas tersembunyi jaringan ISIS-Al Qaeda and Arabian Peninsula (AQAP) di Al Bayda, Yaman.

    Penggerebekan markas Syamsul Hadi dan anggota jaringan ISIS lainnya itu direkam melalui video amatir oleh milisi Houthi. Video tersebut disebarkan di media sosial oleh akun @natsecjeff, Sabtu (29/8/2020). Akun ini spesialis menyebarkan foto dan video peristiwa yang berkaitan dengan konflik di negara-negara Timur Tengah.

    Dalam video tersebut, anggota kelompok Houthi yang bergerak ke markas persembunyian jaringan ISIS-AQAP di Al Bayda, mengobok-obok setiap ruangan dan benda yang ada di dalamnya. Hingga pada suatu tayangan, perekam video menyorotkan kameranya ke sebuah kartu identitas warga negara Indonesia yang mereka temukan di sebuah ruangan.

    Pada kartu identitas yang masih berupa KTP (belum e-KTP) tersebut tercantum nama Syamsul Hadi Anwar dengan alamat Japan Raya RT 1, RW 12 Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan pada kolom kelahiran tidak terlihat dengan jelas. Namun KTP itu sudah habis masa berlakunya sejak 24-12-2013 silam.

    Dalam dompet tempat penyimpanan KTP Syamsul Hadi, ada juga beberapa lembar pecahan Rp 2.000, Rp 5.000 dan Rp 10.000. Lembaran rupiah itu dikeluarkan semua oleh milis Houthi.

    Dompet berisi KTP dan uang rupiah itu ditemukan dalam sebuah ruangan yang juga terdapat bendera ISIS dan beberapa barang elektronik seperti laptop dan proyektor.

    Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia maupun Pemkab Mojokerto terkait dugaan keterlibatan warga Kecamatan Sooko dalam kelompok teroris ISIS-AQAP seperti yang beredar dalam video tersebut.

    Video amatir milisi Houthi saat menggerebek markas ISIS-Al Qaeda di Al Bayda, Yaman yang beredar di media sosial, Sabtu (29/8/2020):

    Houthi merupakan kelompok militan Islam yang menganut paham Syiah. Kelompok ini resmi dideklarasikan oleh pencetusnya, Hussein al Houthi pada awal 2000.

    Namun akar organisasi Houthi memiliki sejarah panjang dan bagian dari kelompok Syiah cabang Zaydi yang mengendalikan sebuah kawasan di Yaman Utara sejak abad ke 9 masehi.

    Kelompok ini kemudian melakukan perlawanan militer terhadap pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pemberontakan ini menyusul masuknya ajaran Salafi dan Wahabi, yang dibawa seorang tokoh ulama ke Yaman bagian utara

    Konflik dan kekacauan di Yaman semakin memenas sejak Houthi menguasai sebagian wilayah negara tersebut pada 2014, termasuk Ibukota Sanaa. Pada 2015 koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.

    Sejak itu, puluhan ribu orang Yaman, termasuk warga sipil, tewas dalam konflik tersebut. PBB mengungkapkan 14 juta warga Yaman terancam mati kelaparan. (im)

    (SUMBER INILAH MOJOKERTO)

  • SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Adanya pemasangan banner yang bertuliskan dibawah komando IMAM BESAR HABIB RIZIQ SYIHAB telah ramai dan jadi perbincangan hangat di group facebook, group WA, dll, khususnya warga Mojokerto sendiri.

    Hal ini memang patut di pertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam pesan gambar dipemasangan umbul-umbul dan spanduk dari bahan banner tersebut. dan hanya bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB”.

    Komando untuk apa? untuk Perayaan apa? Calon Bupati tidak, CAGUB tidak, CAPRES juga tidak,? dan tidak adanya pesan dalam gambar tersebut. Jangan jangan ada beberapa oknum yang memang sengaja mencoba menggoyang ideologi di daerah Mojosari dan sekitarnya, Ungkap salah satu Netizen dalam komentarnya mengenai gambar HABIB RIZIEQ SYIHAB. Dan lebih aneh lagi hal ini di pasang pada waktu momen HUT RI ke-75 yang berlangsung tanggal 17 Agustus 2020.

    Pemasangan BANNER yang tidak jelas akan maksud dan tujuannya itu, dilakukan oleh orang yang belum jelas identitasnya, dari kelompok organisasi mana dan untuk apa. dan diduga tidak adanya perizinan dalam pemasangan banner tersebut.

    Adanya Banner yang bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB” itu sudah ada sejak 13 Agustus 2020 dan sudah terlihat di lampu merah perempatan pekukuhan mojosari, panjer dan lainnya.

    Hal ini patut dipertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam gambar tersebut, dan diharapkan agar masyarakat lebih waspada dengan adanya gerakan yang tidak jelas serta selalu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dalam memperoleh kejelasan. (abi sorban)

  • ERUPSI GUNUNG SINABUNG SUMATERA UTARA

    ERUPSI GUNUNG SINABUNG SUMATERA UTARA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Telah terjadi erupsi G. Sinabung, Sumatera Utara pada tanggal 10 Agustus 2020 pukul 10:16 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 5.000 m di atas puncak (± 7.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

    SORBANSANTRI.COM

    Saat ini G. Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

    1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
    2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
    3. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

    SUMBER DATA
    KESDM, Badan Geologi, PVMBG
    Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung

  • PENGANIAYAAN PADA KELOMPOK MINORITAS DI SOLO

    PENGANIAYAAN PADA KELOMPOK MINORITAS DI SOLO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada tanggal 8 Agustus 2020 sekitar pukul 17.45 bertempat di rumah Alm. Assegaf bin Jufri Kp. Metrodanan Jl. Cempaka No. 81 Rt 01 Rw 01 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta telah terjadi Penganiayaan Terhadap Keluarga Umar Asegaf  yang dilakukan oleh Kelompok Laskar yang hendak melaksanakan acara Midodareni (Do’a sebelum acara pernikahan) yang diikuti ± 20 orang

    [su_youtube url=”https://youtu.be/dFiL5s0h7ik”]

    Adapun kronologi kejadian sebagai berikut :

    a. Sebelumnya saat keluarga Umar Asegaf () sedang mengadakan acara Midodareni (Do’a sebelum acara Pernikahan anaknya) di rumah Alm. Segaf bin Jufri di Jl. Cempaka No. 81 Kp. Mertodranan Rt 01 Rw 01 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta tiba-tiba sekitar pukul 17.45 datang Pok Tertentu (Laskar) sekitar 100 orang dengan menggunakan tutup kepala. Kemudian mempertanyakan kegiatan yang ada di dalam rumah sambil berteriak-teriak (“Allahuakbar, Bubar, Kafir, dan ada yang mengatakan bahwa bukan Islam, musuh Islam, darah kalian halal”). Dimana kelompok laskar tersebut mencurigai bahwa kegiatan yang ada didalam merupakan kegiatan keagamaan yang ditentang oleh kelompok Laskar. Dari kelompok internal laskar sendiri beredar bahwa kegiatan yang ada didalam mengadakan kegiatan keagamaan, sehingga dilakukan pembubaran.

    b. Sekitar Pukul 17.45 Kelompok Laskar yang berada di Depan Gang Masuk Rumah Alm. Assegaf bin Jufri bertambah semakin banyak sekitar 130 orang, tidak lama kemudian Aparat dari Polresta Surakarta tiba di TKP. Selanjutnya Kombes Pol Andy Rifai, SH. S.IK (Kapolresta Surakarta), didampingi Kompol Phunky Mahendra, SH, S.IK, MH. M.IK (Kasat intel Polresta Surakarta), Kompol I Ketut Sukarda (Kabag Ops Polresta Surakarta), dan AKP Adis Dani Harta, S.IK. MH (Kapolsek Pasar Kliwon) meminta waktu kepada Pok Laskar untuk melakukan Negoisasi, setelah 15 menit negoisasi berjalan kelompok laskar berteriak-teriak bahwa negoisasi kelamaan, sehingga aparat meminta tambahan waktu 15 menit untuk melakukan negoisasi ulang.

    c. Setelah Kapolresta melakukam negoisasi ke dalam rumah selama ± 15 menit, akan tetapi dari pihak keluarga tidak mau membubarkan diri sebelum Pok Laskar yang ada diluar rumah membubarkan diri dan dari Pok Laskar sendiri juga tidak mau membubarkan diri sebelum kegiatan tersebut benar-benar bubar dan orang-orang yang ada di dalam semua keluar. Selanjutnya Kapolresta Surakarta kembali melakukan negoisasi, namun hal tersebut tidak diindahkan dari kedua belah pihak, dan kelompok Laskar juga bersikukuh untuk bertahan. Dari pihak tuan rumah sendiri tidak mau membubarkan diri dengan alasan bila ada salah satu keluarga/jamaah yang keluar dikhawatirkan langsung dianiaya oleh kelompok laskar, dengan adanya hal tersebut dirinya berpedoman pada kejadian pada tahun lalu sekitar tahun 2018.

    d. Selang berjalannya waktu ada sebagian keluarga sekitar 3 orang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor akan keluar rumah tiba-tiba dari kelompok laskar langsung memukul dengan tangan kosong dan sebagian melempari dengan menggunakan batu. Karena jumlah yang tidak seimbang dengan petugas maka keluarga tersebut mengalami luka-luka (identifikasi awal mengalami luka pada, kaki, tangan dan kepala). Sehingga petugas melakukan pencegahan dan akhirnya kelompok laskar dapat dikendalikan. Kemudian para korban di bawa ke RS Kustati Solo untuk penanganan lebih lanjut.

    e. Sekitar Pukul.18.45 saat kumandang adzan Isya tiba, Pok laskar membubarkan diri untuk melakukan sholat isya.

    f. Pada pukul 20.55 s.d 21.00 Habib Novel (Majelis Ar Raudah) tiba di lokasi dan menyampaikan kepada Kompol I Made Sukada (Kabag Ops Polresta Surakarta) sebagai berikut :
    Saya minta kepada aparat keamanan terutama Kepolisian segera tangkap otak dari kejadian malam ini, jangan tangkap anak buahnya tetapi tangkap pimpinannya dan hadapkan kepada saya. Saya tidak mau ada kerusuhan di Solo, saya mau Solo selalu aman. Jika Polisi tidak bisa menyelesaikan masalah inindan memproses para pelaku terutama pimpinan dari kerusuhan ini akan saya turunkan seluruh umat muslim ke Solo ini.

    g. Adapun kerugian korban yang di evakuasi ke RS. Kustati dan Barang bukti sebagai berikut :
    1) Korban :
    a) Umar Assegaf, 54 tahun, Islam, wiraswasta, alamat Jl. Bengawan Solo 10 no. 2 RT 004 RW 009 Kel. Mojo kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta.
    Luka robek di kepala bagian kiri depan Kurang lebih 3,5 cm, di kepala kiri bagian belakang kurang lebih 5 cm (diijinkan pulang/rawat jalan)
    b) Hadi Umar, 15 th, Islam, Pek. Lain lain, D/A Jl. Bengawan Solo 10 no. 2 RT 004 RW 009 Kel. Mojo kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta.
    Luka lecet di kepala kanan kiri lebam nyeri kaki kiri. (diijinkan pulang/rawat jalan)
    c) Husin Abdullah, 57 tahun, Islam pegawai negeri, Jl. Ahmad Dahlan 132 Kel. Pasar Kliwon, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta.
    Luka robek di dahi kanan Kurang lebih 4 cm, luka robek di kepala bagian kanan depan kurang lebih 5 cm (masih di observasi oleh dr. Sedang)

    2) Barang Bukti :
    a) Sepeda Motor Yamaha NMax No Pol. AD 3169 S
    b) SPM Honda Spacy No. Pol. AD 5904 VU

  • Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    SORBANSANTRI.COM
    Photo sebagian Sahabat Banser Gringsing Batang yang dulu pernah diberangkatkan ke Tolikara Papua. #BanserNU

    SORBAN SANTRI- Kisah ini kami angkat kembali, meskipun pernah kami post beberapa tahun yang lalu tentang pemberangkatan anggota Banser ke Tolikara Papua, agar Banser muda tahu bahwa saat konflik dengan isue agama di Tolikara Papua, Banser lah yang datang ke sana dan ikut memulihkan kondisi sehingga Umat Muslim Tolikara bisa dengan aman melaksanakan Ibadah seperti sebelumnya. Kali ini, akan kami angkat kisah lain di balik keberhasilan tersebut.

    Cerita ini saya dengar langsung dari Kyai Faizin GZ Plelen Gringsing yang meminpin missi perdamaian ke Tolikara Papua.

    Berawal dari tawaran Satkornas Banser kepada beberapa Satkorcab yang siap diberangkatkan ke Tolikara untuk misi perdamaian terhadap konflik Sara yang berujung pembakaran masjid.

    Dari sekian satkorcab, ternyata Satkorcab Batang yang bersedia diberangkatkan. Meskipun dengan syarat yang berat, di antranya semua personel harus kebal senjata apapun dan ahli bela diri.

    Perjalanan diawali dari Batang menuju Jakarta untuk mendapat pembekalan dan breffing. Selanjutnya setelah dua kali penerbangan, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat yang sangat panjang.

    Begitu mendekati lokasi konflik, tiba-tiba pasukan Banser Batang yang berjumlah 15 orang itu dikepung oleh pasukan penduduk asli yang dibekingi pemberontak Papua. Dengan bersenjatakan panah, tombak dan golok, mereka siap menyerang rombongan banser yang berpakaian lengkap yang didampingi juru bicara atau pemandu dri orang asli Papua. Negosiasi panjang dilakukan dalam suasana sangat tegang dan mencekam.

    Tiba² naluri Banser muncul dari Kyai Faizin, dengan lantang beliau berteriak,
    “Kami pasukan Gus Dur.
    Datang kesini utk berdamai dengan saudara² Papua.”

    Begitu mendengar teriakan
    “Pasukan Gus Dur maka sang pimpinan pasukan suku asli itu bangkit dan berteriak,
    “Stop. Kita kedatangan saudara,
    Gus Dur saudara, Gus Dur saudara.”

    Maka, seketika semua pasukan pengepung itu meletakkan senjata dan maju merangkul dengan sangat akrab.”

    Banser begitu diterima oleh semua komponen di Tolikara. Hingga missi perdamaian berhasil dengan kesepakatan² kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik.

    Ketika pasukan Banser Batang hendak pulang, pakaian seragamnya dilucuti dan diminta oleh penduduk asli. Mereka ingin memakainya dan berminat menjadi anggota Banser.

    Demikianlah. Menurut Kyai Faizin, kita benar² meyakini kewalian *Gus Dur*. Sebab, meskipun telah tiada, nama besarnya masih bgitu berpengaruh dan ditakuti banyak pihak. Sehingga, wirid dan hizib yg telah diamalkan, kanuragan dan kesaktian yang telah disiapkan, tak jadi digunakan. Cukup dengan menyebut nama “Gus Dur”, semua bisa teratasi dan misi berjalan kancar.

    (Kisah saya dengar dari Kyai Faizin dan saya kembangkan dengan redaksi saya. Kurang lebihnya bisa dikonfirmasi langsung kepada Beliau)

    Sumber tulisan: Sodikin Rusydi, M. Ag. (Sahabat Ansor Reban Batang) tulisan asli dengan edit tanda baca seperlunya. (M. Wicaksono)

  • Sekali Banser Tetap Banser

    Sekali Banser Tetap Banser


    SORBANSANTRI.COM

    Orang seperti Mbah Mujiono ini, tidak banyak, bisa dihitung jumlahnya. Dilahirkan sebelum bangsa ini merdeka. Pada di usia 6 tahun, sampai sekarang memorinya masih tajam untuk mengenang gelegar bom para sekutu berikut berondongan suara peluru.

    Waktu pun berlalu. Dan kini, Mbah No, sapaan akrab Mujiono (79) warga Jl. Abusono RT. 08 RW. 02 Nomor 20 Kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, menghabiskan sisa waktunya menjadi pemulung untuk bertahan hidup dengan barang rongsokan.

    Usia, baginya, tidak bisa menjadi alasan untuk meninggalkan pengabdian kepada bangsa, negara dan juga menjaga para ulama. Meski telah renta, namun semangat hidupnya dibuktikan dengan bergabung menjadi anggota Banser Ranting Ngampel.

    Hampir di semua kegiatan di Kota Kediri, sosok kakek bercucu dua ini, selalu tidak lepas dari sepeda onta yang mengantarkan ke mana pun dia pergi. “Saya dulu menggembala kambing milik Mbah Kiai Mahrus Aly. Saat itu, Tahun 1950, dari Cirebon diminta datang ke Pondok Lirboyo,” tutur Mbah No ditemui di rumahnya, hanya seluas 2 x 4 meter dengan dikelilingi barang rongsokan.

    Ikut Diklat Banser di Jombang.

    Memang, selain mengembala kambing titipan milik para tetangga, Mbah No juga mencari barang bekas berkeliling Kota Kediri dengan berjalan kaki. Barang-barang tersebut kemudian dikumpulkan di rumahnya, lalu ada yang datang untuk mengambil.

    Hasil yang didapat dari usaha ini, kisaran Rp900 ribu dalam sebulan. “Ya cukup buat makan sehari–hari, karena ketika sakit sudah mendapat keringanan bantuan dari pemerintah,” kata Mbah No sangat polos.

    Penghasilannya juga menyokong kebutuhan anak perempuan dan kedua cucunya yang masih duduk di bangku TK. “Saya mulai mencari barang bekas sejak Tahun 2006, setelah ditinggal mati istri. Anak dua, yang pertama laki-laki bekerja di proyek. Yang kedua perempuan telah lama cerai sama suaminya, tinggal di rumah bersama dua anaknya masih TK,” jelasnya.

    Terkait keikutsertaannya di organisasi GP Ansor, jelasnya, ini sudah dijalani sejak Tahun 1943 ketika merantau ke Cirebon, Jawa Barat. Ketekunannya menjadi pasukan Banser sehingga mempertemukannya dengan Mbah Kiai Mahrus Aly tahun 1950. Sedangkan Diklat Banser, ia ikuti sekitar tahun 2000 di Jombang.

    Mengabdi kepada Kiai dan organisasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupnya. Baginya sekali Banser tetap Banser. Seiring meninggalnya Mbah Kiai Mahrus Aly, Mbah Mo memutuskan aktif di organisasi Banser untuk mengisi waktu luangnya. Meski di bawah garis kemiskianan, namun sosok Mbah No tetaplah santun dan terlihat semangat yang luar bisa untuk mengisi waktu sehari–harinya. Tenaganya juga sering dibutuhkan untuk pengamanan acara.

  • Ledakan Bom Tak Kenal Etika Kemanusiaan

    Ledakan Bom Tak Kenal Etika Kemanusiaan

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Saya dari dulu mengikuti pilihan para kyai NU yang selalu menjaga perdamaian, tidak memilih opsi perang. Mengapa? Sebab perang di zaman Nabi berbeda dengan zaman sekarang. Dulu di zaman Nabi perang memiliki etika. Sekarang sama sekali tidak ada etikanya karena alat perangnya membabi-buta dan meluluhlantakkan apapun.

    Memangnya apa etika perang yang diajarkan oleh Nabi? Berikut adalah sabda mulia Nabi kita:

    عن ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: «اﻧﻄﻠﻘﻮا ﺑﺎﺳﻢ اﻟﻠﻪ ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﻣﻠﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ، ﻭﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮا ﺷﻴﺨﺎ ﻓﺎﻧﻴﺎ ﻭﻻ ﻃﻔﻼ ﻭﻻ ﺻﻐﻴﺮا ﻭﻻ اﻣﺮﺃﺓ، ﻭﻻ ﺗﻐﻠﻮا، ﻭﺿﻤﻮا ﻏﻨﺎﺋﻤﻜﻢ، ﻭﺃﺻﻠﺤﻮا ﻭﺃﺣﺴﻨﻮا ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﺤﺐ اﻟﻤﺤﺴﻨﻴﻦ»

    Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda (kepada para pasukan yang akan berangkat perang) : “Berangkatlah dengan nama Allah, karena Allah dan ikut Agama Rasulullah. Jangan bunuh orang tua renta, jangan bunuh bayi, jangan bunuh anak kecil dan jangan bunuh wanita. Jangan berkhianat. Kumpulkan harta rampasan perang. Lakukan islah (rekonsiliasi) dan berbuatlah baik. Sebab Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan” (HR Abu Dawud)

    Dalam riwayat lain:

    ” ﻭﻻ ﺗﻘﺘﻠﻮا اﻟﻮﻟﺪاﻥ، ﻭﻻ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺼﻮاﻣﻊ ”

    “Jangan bunuh anak-anak dan para pendeta” (HR Ahmad)

    Sabda Nabi yang lain:

    ﻭﻻ ﺗﺨﺮﺑﻮا ﻋﻤﺮاﻧﺎ، ﻭﻻ ﺗﻘﻄﻌﻮا ﺷﺠﺮﺓ ﺇﻻ ﻟﻨﻔﻊ، ﻭﻻ ﺗﻌﻘﺮﻥ ﺑﻬﻴﻤﺔ ﺇﻻ ﻟﻨﻔﻊ، ﻭﻻ ﺗﺤﺮﻗﻦ ﻧﺨﻼ، ﻭﻻ ﺗﻐﺮﻗﻨﻪ، ﻭﻻ ﺗﻐﺪﺭ، ﻭﻻ ﺗﻤﺜﻞ

    “Jangan hancurkan bangunan, jangan tebang pohon kecuali diperlukan, jangan bunuh hewan kecuali diperlukan, jangan bakar pohon kurma, jangan tenggelamkan, jangan rusak perjanjian dan jangan membunuh dengan mutilasi” (HR Al-Baihaqi)

    Ini etika perang yang diperintah oleh Nabi ketika perang fi Sabilillah. Lalu kalau perang sesama Muslim apalagi sesama anak negeri? Semoga NKRI tetap aman dan damai.

    •] Tulisan ini tidak secara khusus mengomentari peristiwa di Lebanon, namun menyampaikan secara umum bahaya perang. Jazakumullah Khoiron katsiron. (POST  KH. MA’RUF KHOZIN)