
Kategori: Peristiwa
kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.
-

PESANTREN ITU URUNG DIBAKAR DI PAPUA
SORBAN SANTRI- Cerita berawal dari profesi saya sebagai penjual ayam, yang alhamdulillah lumayan sukses. Banyak masyarakat Papua, baik pendatang maupun asli sana yang jadi pelanggan ayam saya. Namun, dalam menyembelih ayam-ayam itu, mereka masih belum dikatakan sempurna secara syar’i.Dari situlah awal saya memberikan sedikit demi sedikit arahan soal menyembelih hewan. Alhamdulillah banyak yang meniru. Di Papua sini komunitas muslim sangat minoritas. Sebetulnya banyak kelompok Islam baru yang bermunculan, namun berhaluan keras. Sehingga masyarakat asli merasa terusik dan tentu tidak begitu tertarik atas kehadiran mereka.Karena itulah ketika kami membangun Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (PPMQ) di Papua Barat, mereka mengira bahwa kami sama dengan komunitas muslim garis keras yang tidak simpatik kepada orang Papua dan juga adat Papua. Berkat pertolongan Allah, alhamdulillah lama-kelamaan mereka mengetahui siapa kami dan bahkan mau belajar Al-Quran kepada kami, yang hanya penjual ayam ini.Saya tidak punya ilmu Al-Quran sebaik dan sepandai sahabat-sahabat santri lain. Saya hanya bisa alif ba’, ta’. Namun semua aktivitas mengajar Qur’an kami lakukan dengan ikhlas, sesuai nasihat Romo Kiai Yusuf Masyhar.Awal berdiri, semua menolak kehadiran PPMQ Al-Qalam. Bahkan dari pihak lintas gereja pun menolak keras (maaf, saya ngetik ini sambil menangis karena ingat waktu itu). Majelis Rakyat Papua juga menolak.Kami dikepung. Tempat kami dikelilingi berbagai macam sajam, tombak, panah, parang dan lainnya, hendak mengusir kami dari bumi Papua. Mereka pun merangsek masuk ke dalam pondok, ke ruang utama. Di saat itulah mereka melihat logo NU, foto Gus Dur, Kalender Tebuireng dan MQ, serta foto Mbah Hasyim dan lainnya.Melihat semua itu, kepala suku besar berteriak ke orang-orang sudah siap dengan senjatanya di luar pondok, “Berhenti, kau punya pesantren ada hubungan apa dengan Tebuireng dan foto-foto ini?”. Saya hanya diam tidak menjawab. Kondisi saat itu benar-benar mencekam.Setelah itu, mereka meletakkan senjata semua. Duduk dengan hormat mengikuti kepala suku besarnya. Mereka berteriak, “Gus Dur… Gus Dur,.. kita punya orang tua… NU kita punya saudara…”. Ya Allah ya Rabb.Lalu mereka berkata langsung ke saya, “Pak ustadz, mulai detik ini kami yang menjaga pesantren ini, kami yang jaga”. Lalu mereka berteriak bersama-sama tanda mendukung.Alhamdulillah sampai detik ini pesantren kita berdiri, dengan dukungan mereka, sahabat kami semua, yang mengakui dan tunduk menghormati Gus Dur sebagai orang tua. Masyaallah. Terimakasih kepada kepala suku, Gus Dur dan NU.Sahabatku semua, ini kisah nyata yang kami alami di Papua Barat. Banyak yang belum saya ceritakan. Insyaallah lain waktu saja. Doa, berkah, serta ridho guru-guru kita di pondok pesantren sangatlah penting. Sekali lagi, berpeganglah pada Al-Quran dan berdakwalah dengan akhlak yang sejuk. Semua akan membantu.Darto Syaifuddin, pengasuh PP Tahfidz Madrasatul Qur’an Al-Qolam, Papua Barat, alumni Madrasatul Qur’an Tebuireng tahun 2000. (PRANOTO) -

WARGA SUMUT KEMBALI MELAKUKAN PELECEHAN TERHADAP KIAI
SORBAN SANTRI- Pengunggah Foto KH Ma’aruf Amin-‘Kakek Sugiono’ Ditangkap, Begini TampangnyaPolisi menangkap penunggah foto Wakil Presiden Ma’ruf Amin disandingkan dengan bintang porno Jepang Shigeo Tokuda alias ‘Kakek Sugiono’.
Sulaiman Marpaung (37), Pengunggah Foto Ma’aruf Amin-‘Kakek Sugiono’ Pelaku bernama Sulaiman Marpaung (37) merupakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat kecamatan. Informasi yang diperoleh, pelaku ditangkap di rumahnya di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, Jumat (2/10/2020).Pelaku diketahui menggunakan akun Facebook Oliver Leaman S saat memposting kolase foto Ma’ruf dan ‘Kakek Sugiono
Jangan kasih KENDOR ndan!!Dan JANGAN MATERAI 6000..SELESAI (abi sorban) -

Pekikan Takbir Nasionalisme
SORBAN SANTRI- Pengabdian atas Pertiwi ini, tentu bukan hanya tentang pangkat dan jabatan saja, namun lebih dari itu, ini tentang Ketulusan dan Keikhlasan sebuah perjuangan.Bung Tomo yang kebetulan representasi dari NU dan para pahlawan pendahulu lainnya, adalah Patriot yang hingga kini masih sangat terasa gaung nasionalismenya, bung tomo dengan pasukan santri dan doa kyai, telah secara nyata turut serta memperjuangkan kemerdekaan NKRI tercinta ini.Kami selaku Nahdhiyin muda, sangat masih punya keyakinan yang begitu dalam, Bahwa sebagai generasi penerus, BANSER bersama elemen muda lainnya akan selalu bisa bersinergi untuk bahu membahu menjaga Negeri ini, dari rong-rongan kaum yang tak punya jiwa nasionalisme.Kita yaqini bersama, bahwa NU dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya, juga akan mampu menciptakan Generasi-Generasi selayaknya Bung Tomo atau Jendral Soedirman.Karena Generasi Sudirman dan Bung Tomo inilah, generasi yang Takbirnya Murni dari hati demi kesatuan BANSA, AGAMA dan NEGARA, bukanlah Takbir yang dipekikkan demi kepentingan politik sesaat…Dirgahayu ke-75 TNI. Semoga TNI makin kuat, makin kukuh, makin kompak, menjaga kedaulatan NKRI, dan semakin dicintai rakyat Indonesia.(mwc nu srumbung) -

Kepada NU Dan Banser Mojokerto. Bersediakah Kalian Menolong Kami Lagi?

SORBAN SANTRI- Lagi-lagi terjadi di Indonesia. Hak beribadah dijadikan musyawarah. Musyawarahnya pun musyawarah tanpa peri kemanusiaan dan peri keadilan. Sama sekali tidak ada perwakilan dari gereja, lembaga Kristen, Bimas Kristen atau setidaknya dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Lalu setelah itu pihak desa sok bijak meminta Sumarmi memenuhi persyaratan SKB dua menteri sebelum melakukan pembangunan rumah ibadah. Sementara sebelumnya, renovasi rumah Sumarmi tiba-tiba jadi polemik setelah berhembus kabar bahwa kediaman Sumarmi akan dijadikan gereja gara-gara bentuk renovasi rumahnya menyerupai gereja lengkap dengan glassblock salib di eksterior depan bagian atas. Sumarmipun sudah mengalah menghilangkan glassblock itu sehingga tidak ada salib.
Melihat kelakuan mereka yang seperti ini, mungkinkah ijin mendirikan gereja di rumah Sumarmi didapatkan? Sementara melihat salib doang berupa glassblock, mereka sudah ketakutan kejang-kejang begitu. Trus gaya-gaya mau mengijinkan sebuah gereja berdiri di sana? Ngga mungkin banget khan.Yang menyakitkan adalah saat kegiatan ibadah dan doa bersama umat Kristen dianggap sebagai kegiatan yang meresahkan warga. Sekarang mari kita bayangkan jika ada warga minoritas mengatakan ibadah dan doa bersama umat mayoritas adalah kegiatan yang meresahkan warga. Pasal penistaan pasti langsung bicara. Dari kasus inilah saya menumpahkan semua isi hati saya dalam artikel ini. Sejahat itukah kalian memperlakukan orang lain, sementara diri kalian sendiri tak suka diperlakukan seperti itu? Lalu kepada siapakah kami warga minoritas bisa mengadu tentang ketidakadilan seperti ini selain kepada Tuhan?Mengadu pada Presiden Jokowi sudah sering kami lakukan lewat banyak tulisan. Tapi tampaknya Jokowi terlalu sibuk dengan pembangunan berderet-deret infrastruktur yang ada. Mengadu pada Menteri Agama “Islam” RI juga sama saja. Inilah yang dinamakan salah mengadu.Dari sinilah saya langsung teringat pada teman-teman NU dan Banser yang selama ini sangat baik pada kami umat minoritas. Saya terkenang pada Banser Riyanto dari Mojokerto. Atas dasar inilah saya memberanikan diri minta tolong “lagi” pada teman-teman NU dan Banser Mojokerto untuk membantu menyelesaikan masalah intoleransi di sana. Semoga kali ini saya tidak salah mengadu. Amin. Terpujilah Tuhan.(Berikut adalah berita yang redaksi peroleh dari Group FB yang bersumber dari seword)(ABI SORBAN) -

MENJAGA IDEOLOGI SERTA SOLIDARITAS LEWAT TAWASSUL DAN DO’A

SORBAN SANTRI – Ada hal yang sangat menarik dan patut diteladani dalam makna persaudaraan yang ada di Ansor dan Banser. Mengingat Ansor adalah pagar bajanya aqidah Aswaja NU dan Benteng NKRI harus selalu kokoh dan serempak dalam gerakan.
Ada cerita lain waktu sahabat-sahabat PAC GP Ansor Banser Pacet dalam kegiatan yang diadakan warga NU asal Mojokerto hadir pada acara Haul ke-12 Syeikh Mahmud Muchtar Cirebon tanggal 21 September 2020, disela-sela waktu ishoma kegiatan acara haul, sahabat-sahabat PAC GP ANSOR Pacet Mojokerto masih menyempatkan doa dan ziarah ke makam syeikh Mahmud Muchtar Cirebon untuk tawassul dan mendoakan sahabat SORBAN (Ansor Banser) di Pacet agar selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam berjuang menegakkan IDEOLOGI.
Mengingat masa-masa Pilkada serempak PILBUB 2020 di Mojokerto banyak penyimpangan IDEOLOGI dalam memperjuangkan Aqidah Annahdliyah. Masih banyak Bapak kita (MWC) dan Sahabat kita ( Lembaga dan Banom), masih belum mengetahui baik itu sadar apa tidak bahwa saat ini kita dalam masa perang IDEOLOGI dan ada penyelewengan secara struktural dengan meng atas namakan NU.
Untuk itu kami berharap agar semua kader yang masih ragu-ragu dalam berpolitik, yang masih mementingkan kepentingan sendiri dalam politik, diberikan kecerahan hati dan pikiran untuk tetap setia memegang teguh IDEOLOGI ASWAJA NU” ungkap sahabat Sunardi yang memimpin dalam kegiatan doa dan tawassul PAC GP ANSOR PACET. (Abi SORBAN )
-

PACARAN TIDAK DIRESTUI, SIMBOL NEGARA JADI SASARAN EMOSI
SORBAN SANTRI- Lagi-lagi pelecehan simbol negara berasal dari gudangnya warga kadrun. Polda Sumatera Utara (Sumut) mengamankan seorang wanita berinisial RP (28) atas dugaan kasus penistaan terhadap lambang negara bendera sang saka merah putih.Wanita pemilik akun Instagram @maya.maya635 yang merupakan, warga Jalan Jalan Negara Lk III, Kelurahan Petapahan, Lubuk Pakam tersebut, saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik dari Unit 2 Subdit V Ditreskrimsus Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyampaikan, dari hasil penyidikan sementara, motivasi RP melakukan penghinaan terhadap bendera negaranya lantaran hanya untuk mencari perhatian banyak orang.“Motivasi tersangka melakukan perbuatan itu ingin mencari perhatian seluruh warga dunia atas tindakannya yang berpacaran dengan warga Malaysia, namun tidak didukung bahkan cenderung ditentang (oleh) keluarga dan semua kenalannya,” ungkapnya, Jumat (18/9/2020) malam.MP Nainggolan menjelaskan, atas perbuatannya, RP akan dijerat dengan Pasal 57 Jo Pasal 68 Undang-Undang RI Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 310 Jo Pasal 316 KUHPidana.Selain itu, sambung dia, dari tersangka petugas juga mengamankan barang bukti, 1 unit Handphone Samsung A20, akun facebook atas nama Lovelyta Putri Valentine, akun Instagram atas nama maya.maya635, 1 buah sikat WC, 1 buah foto Presiden RI dan Wakil Presiden yang telah dirusak dan diberikan warna pada bagian wajah Wakil Presiden, 1 bendera merah putih, 1 bundelan screenshoot dari akun facebook Lovelyta Putri Valentine dan akun Instagram atas nama maya.maya635. (abi SORBAN) -

BERIKUT INI TRAGEDI YANG DI REDAM NU (2020)

SORBAN SANTRI – 2020 Sayyid Haddad Alwi Di Persekusi Oleh Ormas Radikal Di Sukabumi, Di Waktu lain setelah kejadian, Sayyid Haddad Alwi Hadir di beberapa Acara Nahdlatul Ulama baik di PBNU maupun pesantren-pesantren NU,
> Ormas Radikal mencoba memainkan isu Syi’ah dan memcoba membenturkan umat islam di Indonesia, alhasil setelah Haddad Alwi beberapa kali bertemu Habib Luthfi bin Yahya, masalah selesai dengan sendirinya.
2020 Salah satu Habib Rumahnya di obrak-abrik saat acara pernikahan keluarganya oleh Ormas Radikal di Solo, Habib tersebut mengalami luka-luka yang cukup parah sempat mendapat / menjalani perawatan medis beberapa hari (kritis)
> Ormas Radikal juga sama memainkan isu Syi’ah, setelah kejadian tersebut, Baik PBNU maupun anak-anak organisasi Ansor Banser Mengutuk kejadian tersebut, meminta aparat mengusut tuntas beberapa pelaku ormas Radikal, tak lama Polda Jateng Berhasil Menangkap para Pelaku.
2020 Syekh Ali Jabeer di tusuk oleh orang tidak di kenal saat safari dakwahnya di Bandar Lampung, sempat membuat heboh publik, beberapa provokator baik dari Politikus pro Organisasi radikal dan ustadz-ustadz KW mencoba memprovokasi, dengan memainkan isu PKI (komunis) hingga Konspirasi lain, di tempat lain, Syekh Ali Jabeer menyampaikan jangan mengait-ngaitkan peristiwa yang menimpa dirinya dengan Politik.
> Melalui pertemuan di sebuah acara, Syekh Ali Jabeer Menyatakan bahwa Ansor Banser selalu memberi kenyamanan tersendiri di setiap safari dakwahnya yang beberapa kali memang sering di kawal Ansor Banser. (abi SORBAN)
#Ket: Belum termasuk Penyerangan Sayyid Seif Alwi Di Tangerang
- Ansor Banser semuanya
@PemudaNahdliyin @AswajaMedia
- Ansor Banser semuanya
-

LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

SORBAN SANTRI – Tahun ini bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa, khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Sampai saat ini pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster, dan kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir.
Dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, kami RMI PBNU sengaja mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo ayo mondok pakai masker, sebagai spirit untuk kita semua selalu menjaga kesehatan, semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan Pesantren Sehat maka Indonesia akan Kuat.
Bersama ini RMI PBNU menghimbau kepada kalangan pesantren untuk :
- Senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren
- Semua warga pesantren terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19, supaya visi misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang.
- Mesnsosialisasikan logo Hari Santri 2020
Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari fitnah covid-19, Aamiin.. (abi SORBAN)
-

Penusukan Pemuka Agama dan Pentingnya Posisi Banser
SORBAN SANTRI- Kejadian penusukan terhadap Ustadz Ali Jabir mengingatkan kita pada rentannya penceramah (di atas panggung) atas serangan bersenjata. Dulu, ketika sedang berceramah, KH. Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, pernah didatangi seseorang yang membabat beliau dengan linggis. Tentu saja beliau langsung ambruk dan kemudian dirawat di rumah sakit. Namun, beliau memaafkan orang tersebut yang, lagi-lagi, sakit jiwa.KH. Maimoen Zubair, ketika berceramah di atas panggung, juga didatangi seseorang yang menusuk beliau. Mbah Moen selamat, tapi salah seorang yang melindunginya terluka, lantas sakit, hingga wafat.Ketika berkunjung ke Filipina, Syekh Aidh al-Qarni juga pernah diberondong AK-47. Beliau selamat. Di Mesir, Syekh Ali Jum’ah mengalami kejadian yang sama. Dibedil teroris. Beliau dilindungi Allah. Selamat. Di Suriah, Syekh Said Ramadhan al-Buthy gugur dibom tatkala sedang mengajar di masjid.Resiko berceramah di hadapan massa memang rentan pada aksi kekerasan bersenjata. Yang terjadi bukan saja menimpa orator muslim. Mahatma Gandhi, pejuang antikekerasan, ditembak ekstremis Hindu, Nathuram Godse, 30 Januari 1948. Di AS, pendeta pejuang kesetaraan ras, Martin Luther King Jr, juga dibunuh pengikut ultra-konservatif AS tatkala menghadiri aksi massa, 20 tahun setelah Gandhi gugur.Pembunuhan yang paling mengerikan, di hadapan massa dialami Rajiv Gandhi, PM India, ketika seseorang mengalungkan bunga berisi bom, 1991, yang membuat nyawanya melayang (film Bollywood berjudul “Madras Cafe” mengisahkannya).16 tahun berselang, giliran mantan PM Pakistan, Benazir Bhutto, dihabisi dari jarak dekat oleh Bilal, pemuda 15 tahun, yang segera meledakkan dirinya menggunakan bom. Rajiv dibunuh oleh pemberontak Macan Tamil. Sedangkan Benazir dieksekusi utusan Taliban.Apapun motifnya, juga kondisi kejiwaan penusuk, kita pantas bersimpati pada apa yang menimpa Ustadz Ali Jabir. Semoga tidak ada lagi kejadian sama yang menimpa mubaligh lain.Dalam tradisi NU, sudah menjadi kewajiban Banser mengawal dan menjaga ulama saat berada di panggung. Beberapa kejadian yang menimpa ulama NU di atas, sebatas pengetahuan saya, pada saat “tidak dikawal resmi” oleh mas-mas Banser.Almaghfurlah KH. Ma’shum Jauhari, Lirboyo, yang kondang sebagai pendekar pilih tanding juga pernah diserang oleh pemuda pada saat berceramah di Ponorogo. Setelah pidato usai, beliau turun panggung, tiba-tiba beliau menendang seorang pemuda hingga terpelanting, nyemplung dalam got. Ternyata pemuda ini berusaha menusuk beliau menggunakan keris. Sayang tidak mempan. Hanya baju yang terkoyak, sedangkan tusukan keris hanya menyisakan goresan kecil saja.Karena itu, wajar jika mas-mas Banser ikut serta mengamankan para kiai. Keselamatan kiai menjadi tanggungjawabnya. Jangan heran jika seringkali kita disuguhkan pemandangan, seorang kiai berceramah yang di samping kanan kirinya berdiri tegap mas-mas Banser. (Kuat berdiri, sanggup menahan haus, juga tahan ngempet pipis berjam-jam).Sebelum maupun sesudah naik panggung-pun, mas-mas Banser ini juga membentuk pagar mengelilingi kiainya. Sungguhpun kadang malah tampak menghalangi masyarakat yang mau cium tangan kepada teladannya. Soal ini, ada anekdot.Di Probolinggo, seorang Banser senior yang bertubuh tegap gagah mengawal kedatangan Gus Dur dalam pengajian. Dia memegang erat lengan Gus Dur sembari tangannya menghalau siapapun yang mau mencucup tangan Gus Dur.“Minggir, ayo minggir. Kasih jalan, kasih jalan…Kiai mau lewat! Minggir”. katanya tegas menggelegar.Hadirin beringsut. Nggak mau berurusan sama Banser galak ini. Sebagian menggerutu.Setelah Gus Dur duduk di kursi paling depan, siapa yang pertama kali mencium tangan Gus Dur?Ya si Banser galak ini.“Minta barokahnya, kiai.” katanya takzim sambil mencium tangan Gus Dur bolak balik.Cup…cup.. Cerdik juga!Foto: Satkoryon BANSER Srumbung mengawal Gus Miftah, ketika akan mengisi ceramah dalam pengajian akbar di Dusun Tulungrejo, Desa Tegalrandu, Srumbung, Magelang beberapa bulan lalau sebelum pandemi Covid melanda Neger. (Oleh: Rijal Mumazziq Z) (MWC NU Srumbung) -

Muhammad Fajri Kembali Pimpin Ansor Sei Beduk

SORBAN SANTRI – Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sei Beduk kembali mengamanahkan Tapuk pimpinan kepada sahabat Muhamad Fajri
Konferancab yang mengambil tema Mengamalkan Aswaja NU dan Menjaga NKRI Harga Mati, dibuka oleh Rahmad Budi Harto, S.E M.Si ketua Pimpinan Wilayah gerakan pemuda Ansor provinsi Kepri, Minggu ( 13/09/2020).
Dalam sambutannya Rahmad mengajak kepada seluruh kader-kader Ansor Banser untuk tetap aktif dan eksis serta selalu menjaga silaturahmi. ” Tetap mengedepankan silaturahmi jaga kekompakan”.
Rahmad juga menambahkan bahwa Ansor Banser harus tetap satu komando, tidak boleh melangkah sendiri-sendiri tanpa komando. Ia juga berharap Konferancab Sei Beduk ini menghasilkan pemimpin yang amanah dapat bekerja dan membesarkan Ansor Banser di Sei Beduk.
“Iya, harapanya siapapun yang terpilih menjadi ketua untuk tetap mengedepankan etika dan silaturahmi. Rangkul semua stackholder dan kibarkan bendera Ansor Banser di Sei Beduk setinggi-tingginya.”
Sementara itu ketua terpilih Ansor Sei Beduk Masa Khidmat 2020-2022, Muhammad Fajri mengatakan Konferancab ini harus dijadikan sebagai media untuk konsolidasi organisasi, bukan ajang untuk saling menjatuhkan. Dengan memperbanyak silaturahmi akan menumbuhkan semangat kekeluargaan.
“KonferAncab ini harus dijadikan sebagai media untuk konsolidasi organisasi dan terus memperkuat jati diri dan akar historisnya sebagai gerakan moral kemasyarakatan yang lahir dan dibesarkan oleh Nahdalatul Ulama.” Kata Fajri.
Untuk diketahui, Konferancab PAC Ansor Sei Beduk dilaksanakan di Mako Banser Sei Beduk, kelurahan mangsang. Selain dihadiri oleh Ketua PW Ansor Kepri terlihat juga jajaran Pengurus Cabang Ansor Batam. Selama Konferancab berlangsung, panitia menghimbau untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan menggunakan masker.(SORBAN Sei Beduk)







