Kategori: Sosial

berita yang mengulas tentang aspek-aspek sosial dalam masyarakat, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, keadilan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pekerjaan, lingkungan hidup, dan permasalahan sosial lainnya

  • DTQ JQHNU Jetis di meriahkan LAZISNU dengan menyantuni yatim piatu

    DTQ JQHNU Jetis di meriahkan LAZISNU dengan menyantuni yatim piatu

    Sorbansantri.com — LAZISNU MWCNU Jetis memberikan santunan kepada 27 yatim piatu pada acara Diklat Tilawah Qur’an (DTQ) yang di lakukan oleh PAC JQHNU Jetis di masjid Sabilur Rosyad dusun tumapel desa jolotundo jetis pada hari rabu (28/04/2021), untuk memeriahkan acara DTQ dan memperkenalkan LAZISNU kepada peserta DTQ.

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua LAZISNU MWCNU Jetis Ustadz MAHMUD BUKHORI S.Ag. menyatakan acara ini memang sengaja di selipkan di acara Diklat Tilawah Qur’an kali ini, selain bisa menambah memeriahkan acara ini kami berusaha mengenalkan LAZISNU MWCNU Jetis dengan tujuan biar peserta tau keberadaan LAZISNU sudah ada di jetis dan cara menyalurkan zakat infaq shodaqohnya cukup dengan japri pengurus maka kami akan datang menjemput.

    SORBANSANTRI.COM
    Ketua LAZISNU Jetis saat memberikan santunan

    Beliau juga menerangkan bahwa masih banyak warga Nahdiyin yang belum tau keberadaan LAZISNU yang sudah ada di Jetis apalagi cara menyalurkan zakat infaq shodaqohnya melalui LAZISNU, oleh karena itu pengurus selalu dan selalu mensosialisasikan kepada masyarakat biar ke depan LAZISNU MWCNU Jetis bisa tambah baik dalam menebar kemanfaat kepada masyarakat.

    SORBANSANTRI.COM
    Tamu kehormatan yatim piatu jolotundo

    H. SOLIKIN S.Pd.I selaku Rois ranting NU jolotundo memberikan sambutan baik kepada LAZISNU MWCNU Jetis dengan gerakan santunan yatim piatu ini, dan mohon maaf apabila ada penataan atau sambutan yang kurang berkenan, karena acaranya yang singkat, cuma satu jam waktu yang di gunakan.

    SORBANSANTRI.COM

    Beliau mempunyai harapan kepada LAZISNU MWCNU Jetis supaya teros bergerak mencari donatur atau muzaki termasuk di jolotundo supaya kedepan bisa lebih lagi dalam menebar kemanfaatan kepada masyarakat. (Dikin sorban)

  • HARLAH GP ANSOR KE – 87 : PAC NGORO GELAR BAGI BAGI TAKJIL DI KAWASAN INDUSTRI

    HARLAH GP ANSOR KE – 87 : PAC NGORO GELAR BAGI BAGI TAKJIL DI KAWASAN INDUSTRI

    Sorbansantri.com – Mojokerto. Demi memeriahkan hari lahir Gerakan Pemuda ANSOR yang ke 87 (1934-2021), PAC GP ANSOR kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto yang di ketuai oleh sahabat GUS SAUFI S.Kom melakukan giat bhakti sosial dengan cara membagikan takjil kepada setiap pengendara yang lewat di kawasan pintu keluar NIP (NGORO INDUSTRI PERSADA)

    Acara di laksanakan pada Sabtu sore (24-04-21) pukul 16.00 wib, dengan tujuan untuk menyemarakkan dan memeriahkan hari lahir Gerakan Pemuda Ansor yang KE 87, dalam acara ini di hadiri oleh para anggota dari semua lembaga yang ada di naungan ANSOR diantara ada BANSER, RIJALUL ANSOR, yang ada di seluruh kecamatan Ngoro.

    Menurut ketua PAC GP ANSOR sahabat Saufi “acara ini terlaksana berkat kerjasama dan kekompakan dari para anggota dari semua lembaga yang ada, mereka saling patungan/iuran seiklasnya lalu kita kumpulkan jadi satu kita belanjakan untuk kebutuhan takjil yang kita bagi bagi tadi sore” masih kata sahabat Saufi “semoga acara ini tidak berhenti di sini saja kita upayakan menjadi program tahunan karena melihat manfaat dan antusias respon dari masyarakat yang begitu mendukung maka acara seperti ini kita lestarikan ketika di bulan suci Ramadhan, karena rata rata masyarakat yang ada di wilayah Ngoro itu di dominasi oleh warga pendatang.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Acara berlangsung secara singkat kira kira 30 menit dengan pengamanan ketat dari para anggota kesatuan khusus Satkoyon Banser Ngoro yang di pimpin oleh sahabat API’IN sebagai Kasatkoryon, (Hasan Ngoro Sorban)

  • SOLIDARITAS TINGGI DITUNJUKKAN BANSER PACET

    SOLIDARITAS TINGGI DITUNJUKKAN BANSER PACET

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam beberapa hari terakhir semua dikejutkan dengan bom gereja di sulawesi oleh kelompok radikal dengan atasnama agama. Oleh karena itu Satkoryon Banser Pacet pada hari ini Jum’at 2/4/2021 mengerahkan pasukannya untuk mewujudkan keamanan, ketertiban dan kelancaran pelaksanaan Kebhaktian umat Nasrani dalam rangka peringatan Isa Al-masih Tahun 2021.

    Bersama dengan Koramil, Polsek setempat serta satuan lainnya, banser satkoryon Pacet mengerahkan 8 personil dalam menjaga kelancaran kegiatan. Baik itu jalan raya serta siaga didepan lokasi di Gereja Santa Maria Stasi Pacet Mojokerto.

    Penjagaan dan pengamanan ini seyogyanya dilaksanakan dikarenakan siaga akan terjadinya aksi terorisme yang belakangan ini marak di media sosial. Mulai dari penembakan dan bom bunuh diri yang dilakukan dengan atas nama Agama.

    Kegiatan ini dilaksanakan dari pukul 14.30 wib – 16.30 wib. ” Dalam situasi sekarang ini, Banser harus tetap siaga dengan segala kemungkinan yang terjadi ” kata Kasatkoryon Banser Pacet sahabat M. Bahrul Ulum.

    Semoga kedepannya tidak ada tindakan radikal dan aksi teror lagi yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Indonesia. (abi Sorban)

  • AIR MATA MENETES SAAT PENGURUS LAZISNU MWCNU JETIS MENYANTUNI YATIM PIATU ,DHUAFA

    AIR MATA MENETES SAAT PENGURUS LAZISNU MWCNU JETIS MENYANTUNI YATIM PIATU ,DHUAFA

    Sorbansantri.com — UPZIS LAZISNU MWCNU JETIS tak henti hentinya gerak menebar kemanfaatan kepada warga di wilayah jetis, kali ini dari pantauan team sorban lembaga yang di ketuai oleh USTADZ MAHMUD BUKHORI S.Ag tersebut membagikan sesuatu pada yatim piatu, dhuafa yang ada di desa mojolebak kec jetis.

    Acara berlangsung di masjid ISMAILLIYAH dusun ketapang wetan desa mojolebak, sekitar jam 16:09wib, nampak yang hadir selain dari pengurus LAZISNU juga hadir pengurus ranting NU, takmir masjid dan tamu istimewa yaitu para yatim piatu dan dhuafa sejumlah 70.

    Sambutan dari ketua tanfidiyah MWCNU jetis H. USAI S.Pd.i menginggatkan kembali semua yang hadir untuk tetap mengamalkan, menjaga dan melestarikan amaliyah amaliyah yang sudah biasa di lakukan oleh warga NU, seperti tahlian, yasinan, diba’, sholawatan dll, beliau juga memperkenalkan keberadaan LAZISNU dan manfaat bersedekah melalui LAZISNU serta menjelaskan bagi yang suka berzakat, berinfaq,. bersodaqah jangan takut miskin.

    SORBANSANTRI.COM
    H. USAIL S.Pd.i ketua tanfidiyah MWCNU JETIS

    Di akhir sambutannya beliau mendoakan semoga semua yang telah berzakat, berinfaq, bersodaqoh melalui LAZISNU di balas berlipat ganda dan barokah.

    SORBANSANTRI.COM
    Ustadz MAHMUD BUKHORI S.Ag ketua LAZISNU

    Dari ketua LEMBAGA AMIL ZAKAT SHODAQOH Ustadz MAHMUD BUKHORI dalam sambutannya mengharapkan dari agniya’ yang ada di mojolebak untuk menyalurkan zakat infaq shodaqohnya melalui LAZISNU MWCNU JETIS dan akan di salurkan kepada yang membutuhkan.

    SORBANSANTRI.COM
    H. MAT SALI ketua ranting NU Mojolebak

    H. MAT SALI sebagai ketua ranting NU Mojolebak mengucapkan terima kasih atas bantuan kepada pengurus LAZISNU karena membantu yatim piatu, dhuafa yang ada di desa mojolebak, dan mohon maaf apabila ada penghormatan kepada semua yang hadir ada yang kurang berkenan.

    SORBANSANTRI.COM
    Ananda AHMAD ALI RAMDANI bersama ibunya

    Setelah doa di panjatkan pembagian santunanpun di mulai, satu persatu mendapatkan bagian secara bergilir, saat sampai pada ananda AHMAD ALI RAMDHANI yang sekitar usia 3 tahun putra dari almarhum bapak RIDUWAN BUDI SANTOSO yang dampingi ibunya, ibu SULIS INDAH WATI banyak yang meneteskan air mata karena ayah dari si yatim barusan beberaoa bulan yang lalu meninggalnya. (Dikin sorban)

  • *PENGAJIAN UMUM DAN PERESMIAN MUSHOLLA AS-SHOHEH DESA SEDATI KEC NGORO KAB MOJOKERTO*

    *PENGAJIAN UMUM DAN PERESMIAN MUSHOLLA AS-SHOHEH DESA SEDATI KEC NGORO KAB MOJOKERTO*

    Sorbansantri.com-Demi meningkatkan keimanan dalam hal ibadah warga Desa Sedati RT 04/05 merenofasi tempat ibadah (Mushola As-Shoheh) yang direhap total sehingga tampak menjadi bangunan yang mewah, dengan tujuan agar para jama’ah bisa menjadi nyaman dan bersemangat dalam beribadah apalagi sebentar lagi menjelang datangnya bulan suci Ramadhan biasa para warga pada antusias berbondong bondong untuk melaksanakan ibadah sholat Taraweh.

      Tepat hari Rabu malam (31/3) Mushollah As-Shoheh di resmikan dan Di wakaf kan kepada warga lingkungan sekitar musholla, yang awalnya milik perseorangan kini sudah menjadi milik warga umum.
    
        Tampak hadir dalam acara pengajian ini para Kyai kyai NU banom NU, jajaran pemerintahan desa sedati khususnya pak Lurah, Kyai Nur Wahid pimpinan yayasan pondok Masyitoh juga kyai Nurul Huda dari bangil Pasuruan sebagai pembicara atau Mauidhotul Hasanah.
    
          Menurut panitia pelaksana kyai Abdul Manaf mengatakan "<em>sengaja musholla ini di rehab secara total agar para jama'ah bisa melaksanakan ibadah sholat  lebih khusu' </em>lagi karena tempatnya sudah tampak mewah dan memadai tidak seperti bangunan yang sebelumnya, masih menurut kyai Manaf beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada para semua pihak yang ikut mensukseskan acara ini.
    
         Sambutan yang kedua disampaikan oleh kepala desa Sedati Bapak Alwi mengatakan "<em>kita wajib merasa bersyukur sudah mempunyai bangunan musholla yang bagus mudah2an dengan adanya musholah ini kita bisa semakin tekun untuk beribadah kepada Allah apalagi musholla ini sudah di wakaf kan kepada warga jadi mari kita pergunakan untuk beribadah secara khusu"'</em>, sebelum acara pengajian di mulai kepala desa Sedati membuka acara meresmikan musholla tersebut.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

        Memasuki acara inti pengajian umum yang disampaikan oleh Al-Mukarramah Kyai Nurul Huda dari Pasuruan dalam Mauidhotul menerangkan tetang "<em>pentingnya kita bersyukur kepada Allah dalam keadaan apapun dan di manapun terutama bisa melaksanakan ibadah secara aman dan nyaman tidak seperti di negara lain yang sedang di landa konflik"</em>
    
          Tepat pukul 22.00 acara selesai dan di tutup dengan doa yang di pimpin oleh Kyai Abdul Wahid Rozak. (<em>Hasan-Anwar Sorban</em>)
    
  • Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Kapolsek – NU Kutorejo Gelar Silaturahmi Bahas Dinamika di Tengah Masyarakat

    Sorbansantri.com-Mojokerto-Menyikapi problematika dan dinamika kemasyarakatan ditengah masyarakat, Kapolsek Kecamatan Kutorejo AKP Hery Susanto, SH gelar silaturahmi di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Gus Hadi Prawiro Negoro, Senin (29/03/2021), hadir juga dalam silaturahmi tersebut Ketua MWC NU Kutorejo Abah Khasan, Ketua PAC GP Ansor Kutorejo Gus Saifuddin beserta jajarannya.

       Pertemuan yang berlangsung secara singkat tersebut, membahas mengenai dinamika kemasyarakatan yang terjadi akhir-akhir ini khususnya kejadian terorisme di Gereja Katedral-Makasar (28/03/2021) yang memakan beberapa korban.
    

    AKP Hery Susanto, SH mengajak kepada elemen masyarakat khususnya organisasi Nahdlatul Ulama yang memiliki basis besar di wilayah kutorejo untuk ikut serta dalam menjaga Keamanan dan ketertiban masyarakat (KAMTIBMAS) di wilayah Kecamatan Kutorejo.
    Kami memohon dan mengajak secara bersama-sama kepada Pengurus NU untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di Kecamatan Kutorejo, karena NU memiliki peran penting di dalam masyarakat “, ujar Hery Susanto.
    Selain itu, kita juga terus bekerjasama dalam mengantisipasi isu-isu yang berkembang saat ini, sehingga kondisi KAMTIBMAS yang ada di wilayah Kecamatan Kutorejo ini bisa kondusif ”, tambahnya.
    MWC NU Kutorejo, Abah Hasan Juga menyambut inisiatif baik dari penuturan Kapolsek Kutorejo AKP Heri Susanto, SH dengan terus menjalin koordinasi dan komunikasi intens terkait hal tersebut.
    Menyikapi isu-isu yang terjadi, insya Allah NU Kutorejo beserta GP Ansor, Banser siap untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo ”, ungkap Abah Hasan, Ketua MWC NU Kutorejo.

        Dalam kesempatan itu Gus Hadi Prawiro Negoro juga menuturkan akan pentingnya sinergitas antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.
    

    Kita ini selalu siap kapanpun untuk membantu aparat keamanan/ kepolisian untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban yang ada di masyarakat ”, ungkap pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Simbaringin.
    kesiapan kita ini karena bentuk kecintaan kita terhadap tanah air, kita dilahirkan disini, hidup disini, mati disini, kiamat juga disini, maka harus bagi kita terus merasa memiliki dan menjaga tanah air ini ”, tambah Gus Hadi menuturkan tentang Cinta Tanah Air.

    Komitmen untuk ikut serta dalam menjaga KAMTIBMAS di wilayah Kutorejo juga didukung oleh PAC GP Ansor Kutorejo dan Banser.
    Kami dari PAC GP Ansor Kutorejo, Banser dan segenap jajaran berkomitmen untuk ikut serta mendukung langkah dari pak Kapolsek dalam menjaga KAMTIBMAS di Kutorejo dengan menginstruksikan kepada anggota Ansor maupun Banser untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ”, ungkap Gus Saifuddin Ketua PAC GP Ansor Kutorejo. (hr-Psg/Anwar Sorban)

  • Laiatul Ijtima’ : Membangkitkan Ashobiyyah/ fanatisme ke-NU-an

    Laiatul Ijtima’ : Membangkitkan Ashobiyyah/ fanatisme ke-NU-an

    Sorbansantri.com – Rabu Pahing (17/03/2021) Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
    menyelengarakan acara Lailatul Ijtima’ bertempat di Musholla Ihya’ Ulumuddin
    Ledok – Mojojejer – Pesanggrahan kec.Kutorejo, Mojokerto yang dihadiri oleh para pengurus ranting NU
    Pesanggrahan beserta jajaran dan banom-banom NU dan masyarakat sekitar.
    Gema sholawat Nabi Muhammad SAW mengawali Kegiatan Lailatul ijtima’ sebagai
    pembuka yang kemudian dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah,
    sholat-sholat sunnah, pembacaan Rotibul Haddad, pemberian santunan hasil donasi
    Koin NU dan diakhiri dengan pengajian.

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutan acara oleh Ustadz Nursalim,
    Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan
    mengapresiasi kegiatan yang berlangsung setiap Rabu pahing tersebut.
    Lailatul Ijtima ini, alhamdulillah telah berjalan istiqomah selama sekian tahun tanpa putus, hal yang demikian harus terus dilanjutkan untuk menjadi wadah bagi para Nahdhiyyin di wilayah Pesanggrahan ”, ujar Ketua Pengurus Ranting NU Pesanggrahan.
    santunan yang diberikan kepada para Dhuafa’ dan yatim piatu diperoleh dari
    pengumpulan Koin NU yang tiap bulannya diambilkan dari para donator koin (masyarakat pesanggrahan), yang manfaatnya juga bisa langsung dirasakan”, ujarnya menegaskan tentang program koin NU.

    Program Koin NU Pesanggrahan menjadi wadah para donatur untuk bisa berbagi
    kepada para kaum dhuafa dan yatim piatu. Program yang sudah berjalan 3 tahunan ini memberikan manfaat buat seluruh warga yang membutuhkan.
    pada malam hari ini, santunan dari koin NU diberikan untuk 15 orang penerima (dhuafa dan yatim piatu), semoga bisa bermafaat buat yang menerima ” ujar Abah Munadi, Ketua Upzis NU care Ranting Pesanggrahan.

    Dalam pengajian yang dipandu oleh Gus Zamroni Umar juga mengatakan
    bahwa Program Koin NU ini
    merupakan skema gotong royong
    untuk berbagi kemanfaatan buat
    orang yang membutuhkan.
    “Ketika niku didamel skema gotong
    royong, mongko arto niki manfaati
    dumateng tiyang liyane. Wonten
    huququ jiwar sing saget kita lepas. NU
    niku lek disonggo sareng-sareng, alhamdulillah yakin, bakal manfaati kanggene tiang katah (ketika (koin NU) ini dibuat dengan skema gotong royong, maka harta itu
    bisa manfaat untuk orang lain, ada hak-hak tetangga yang bisa kita lepas. NU itu kalau ditopang bersama, alhamdulillah yakin akan memberikan manfaat buat orang
    banyak) ”, kata Gus Zamroni Umar memberikan penjelasan dan motivasi untuk Koin NU.

    Selain membahas mengenai program koin NU, Gus Zamroni juga menegaskan tentang pentingnya kegiatan lailatul Ijtima’ dan kefanatikan terhadap NU.
    “setiap lailatul Ijtima’ ngeten niki dikei ngaji kitab Bidayatul Hidayah lan kajian keNU-an, niki penting, niki dalam rangka membangkitkan ashobiyah kito,
    membangkitkan fanatisme kito (setiap lailatul ijtima’ seperti ini diberikan pengajian
    kitab bidayatul hidayah dan kajian ke-NU-an, ini penting, ini dalam rangka membangkitkan ashobiyah, membangkitkan kefanatikan kita)”, tuturnya.
    “syeikh Ibnu Kholdun dawuh ngeten, Innama da’watut diniyyatu bighoiri
    ashobiyyatin la tatimmu, anging mestine dakwah keagamaan tanpo ashobiyyah/fanatisme iku ora sampurno, dadi dakwah agomo niku kedah wonten fanatike (syeikh ibnu Kholdun menyampaikan bahwa dakwah tanpa fanatisme itu tidak sempurna, jadi dakwah keagamaan itu harus ada fatiknya) ”, imbuhnya menegaskan akan pentingnya dalam dakwah keagamaan.
    (hr_NU Pesanggrahan – Sorban)

  • Apel Penutupan SUSPELAT 1 di Gedung PCNU kabupaten Mojokerto

    Apel Penutupan SUSPELAT 1 di Gedung PCNU kabupaten Mojokerto

    Sorbansantri.com – Suasana serta perasaan Senang bercampur sedih terlihat jelas di wajah para peserta didik SUSPELAT 1 Satkorwil Banser Jatim pada saat Apel Penutupan yang dilaksanakan pada hari Minggu siang (14-3-2021) yang bertempat di gedung PCNU kabupaten Mojokerto.

    Perasaan senang,karena sudah 4 hari   meninggalkan istri,anak, saudaranya akan segera berjumpa lagi.
    Perasaan sedih,karena akan berpisah dengan Sahabat2 Banser  dan juga bersama Pelatih yang dalam 4 hari pendidikan selalu bersama sama,susah dan senang selalu bersama.

    Sehingga banyak hujan air mata yang tumpah pada saat saling maaf memaafkan antar sahabat dan Pelatih.

    Acara penutupan Pendidikan SUSPELAT 1 Satkorwil Banser Jatim ini dipimpin oleh Ndan H.Ulum (Ndanlat dalam pendidikan SUSPELAT) mewakili Kasatkorwil Banser Jatim yang tidak bisa hadir.
    Dalam sambutannya Ndan Ulum berpesan dan mengatakan “Sahabat2 adalah Pelatih,dan seorang pelatih harus bisa memberi contoh serta menjadi suri tauladan bagi yang lain,Dan yang paling utama adalah seorang Elatih Harus bisa melatih diri sendiri sebelum melatih orang lain” Sambutan H.Ulum (Ndanlat dalam Pendidikan)
    Dalam sambutan ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Ali Muhammad Nasih menyampaikan selamat kepada peserta yang telah lulus dalam pendidikan,mengucapkan terima kasih kepada semua pelatih dalam pendidikan SUSPELAT.SORBANSANTRI.COMDan juga ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto telah menyampaikan sedikit bantuan dana dari Ketua DPRD atau Ketua PKB Kab.Mojokerto Ibu Hj.Aini Zuhro untuk sahabat Banser dari Sumenep-Madura yang sempat di rawat di RS Sakinah karna sakit pada saat mengikuti pendidikan.
    Juga telah memberikan kenang kenangan kepada para Pelatih berupa Helm Ansor-Banser yang murni dari hasil karya Sahabat2 Ansor Banser Kabupaten Mojokerto.
    Anwar-SorbansatriSORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM

  • Menteri Agama Malaysia: Tak ada Tempat bagi Islam Salafi di Kuala Lumpur

    Menteri Agama Malaysia: Tak ada Tempat bagi Islam Salafi di Kuala Lumpur

    • Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa
      Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa

    Menteri urusan Agama Malaysia, Mujahid Yusof Rawa saat merespon statemen Zakir Naik, pemimpin Salafi India yang berdomisili di Malaysia mengungkapkan, Islam yang disebarkan Zakir Naik tidak mendapat tempat di negara ini.

    IRNA Selasa (25/9) melaporkan, Mujahid Yusof Rawa dalam sebuah seminar dengan tema Islam dan Kedalanya di Masyarakat Multietnis mengkritik pidato Zakir Naik terkait pelecehan terhadap seluruh agama.

    Seraya mengisyaratkan sejumlah statemen Zakir Naik, Rawa menjelaskan, tidak boleh melecehkan dan menghina agama lain baik itu di pidato maupun statemen. Yang seharusnya menurut Rawa adalah dakwa Islam harus dilakukan dengan metode yang moderat dan seimbang.

    SORBANSANTRI.COM
    Zakir Naik

    Menteri Agama Malaysia menilai rahasia kesuksesan dakwah Islam di masa lalu adalah tidak menyerang agaman lain. Ia menjelaskan, Islam agama kasih sayang dan tidak ada tempat pelecehan kepada agama lain di Islam.

    Naik diusir dari India tahun 2016 karena didakwa menyebarkan ideologi Salafi dan Wahabi. Ia juga didakwa melakukan pidato propagandis yang berujung pada serangan teror di Dhaka tahun 2016. Insiden teror tersebut menewaskan 22 orang. (MF)

    (SUMBER)

  • SENJATA YANG BIKIN JERA LASKAR HIZBULLAH DI PERTEMPURAN PACET

    SENJATA YANG BIKIN JERA LASKAR HIZBULLAH DI PERTEMPURAN PACET

    Tidak menyangka jika mortir yang sudah diarahkan pada posisi lawan itu tidak bisa jalan. Tiba tiba ledakan terjadi dan laras senjata pelontar mortir itu meledak keras. Akibatnya, lima orang pejuang yang ada di dekat ledakan mortir harus kehilangan nyawa. Mereka gugur bukan karena peluru musuh, nyawa para pejuang melayang sebab senjata buatan sendiri.

    Kisahnya….

    Udara dingin menyelimuti kawasan Pacet Mojokerto. Pada gelap malam beberapa orang mengendap-endap ditepian jalan. Seolah tidak ingin langkahnya terdengar orang lain. Sebentar lagi matahari akan muncul dari balik pepohonan di Pacet Mojokerto. Matahari saat itu juga menandakan bahwa tahun sudah berganti, tanggal 1 Januari 1949. Suasana senyap karena semalam ada pesta di kota kecil di lereng gunung Welirang yang berhawa dingin. Serdadu Belanda yang ada di sana masih lelap dalam mimpi setelah menggelar pesta akhir tahun, atau mungkin mereka sedang mabok minuman keras yang disajikan dalam pesta tersebut. Satu regu serdadu dibawah pimpinan Kapten Schumacher tidak menyadari jika mereka telah dikepung para pejuang.

    Pada kegelapan malam, kesatuan tempur Batalyon 42 yang lebih dikenal dengan nama Bn Mansyur menyiapkan posisi. Sebuah bangunan villa yang digunakan sebagai markas oleh KNIL dikepung rapat. Selain itu, Mayor Mansyur juga telah membagi anggotanya menjaga ruas jalan dari arah Mojokerto dan Mojosari ke arah Pacet. Hari itu kesatuan tempur yang berasal dari Lasykar Hizbullah ingin memberi kado tahun baru pada musuhnya, penjajah Belanda. Selain itu, Mayor Mansyur Solikhi, komandan batalyon 42 juga ingin membalas serangan udara Belanda di Gumeng yang menyebabkan gugurnya puluhan orang pejuang.

    Ketika fajar mulai menyingsing, aba-aba memulai tembakan diberikan. Suara tembakan dengan peluru yang diarahkan pada markas serdadu Belanda membuat penghuninya gelagapan. Beberapa diantara serdadu yang rata rata berusia muda itu tumbang tersambar peluru pejuang. Beberapa diantara mereka berhasil meraih senjata dan mencoba memberi perlawanan dengan membalas tembakan. Namun efek minuman keras belum sepenuhnya hilang sehingga bidikan mereka tidak tepat sasaran. Dalam kondisi tubuh setengah sadar semacam itu maka sebagus apapun senjata mereka menjadi tidak berguna. Asrama serdadu Belanda menjadi tempat mereka meregang nyawa. Satu persatu mereka tewas tepat di hari pertama tahun 1949. Tidak sampai satu jam tembakan dari markas lawan terdiam. Para pejuang mulai maju memeriksa keadaan, tetap dengan kesiagaan. Sebagian lawan yang mencoba bersembunyi berhasil diketahui dan dihajar tembakan juga. Seluruh serdadu Belanda di Pacet tumpas.

    Rupanya, sebelum meninggal dunia, mereka telah menghubungi Markas induk pasukannya. Maka tidak lama kemudian datanglah bantuan dari arah Pangeran dan juga dari jurusan Mojosari. Tujuannya jelas untuk menyelamatkan kawannya yang sedang diserang pejuang Hizbullah itu. Kedatangan mereka segera dihadang oleh para pejuang yang memang sudah menduga akan kehadiran mereka.

    Dari arah Pugeran, pasukan Belanda datang dengan mengendarai beberapa truk. Ketika sampai di desa Kemiri pejuang menyambutnya dengan tembakan dari senjata tinggalan Jepang dan senjata rampasan lawan. Truk musuh berhenti dan penumpangnya berhamburan mengambil posisi. Tetapi situasi dan tempat yang diambil pejuang lebih menguntungkan. Dengan posisi terbuka dengan mudah musuh menjadi sasaran tembakan. Mereka kemudian mundur dengan membawa serdadu yang luka atau mungkin juga meninggal dunia.

    Pertempuran hebat terjadi pada jalur arah Mojosari. Pasukan Belanda datang bukan hanya mengendarai truk, mereka juga membawa tank dan panser. Para pejuang menggunakan batu besar dan pematang sawah.sebagai perlindungan dengan gencar menghujani tembakan. Sebuah senjata kaliber 20 mm berhasil menghambat laju lawan. Panser yang berjalan di depan pasukan terpaksa berhenti oleh tembakan senapan mesin pejuang. Tembak menembak dengan sengitnya terjadi. Hari mulai siang, pertarungan senjata belum juga berhenti.

    Tiba-tiba di langit Pacet menderu dua pesawat pemburu Mustang buatan Amerika yang dimiliki angkatan udara Belanda. Melihat itu, senapan mesin 20 mm segera diarahkan ke udara. Peluru menghambur dari pesawat itu menghujani para pejuang. Meski merepotkan namun peluru lawan tidak ada yang menemui sasaran. Ketika pesawat dengan cocor dicat merah itu berputar dan siap kembali menyerang, satu diantaranya jatuh diterjang peluru kaliber 20 mm. Satu lainnya memilih kembali ke pangkalannya di Surabaya.

    Konsentrasi pertempuran kembali ke daratan. Pasukan lawan mulai menggunakan meriam untuk mendesak posisi pejuang republik yang bertahan dibalik bebatuan. Mendapat serangan senjata berat, para pejuang tidak mau kalah. Kompi pejuang yang menghadang itu juga memiliki sebuah pelontar mortir. Senjata itu didapatkan dari pembagian markas tentara pimpinan Mayor Jendral Soengkono bikinan pabrik Mrican Kediri. Beberapa orang pejuang menyiapkan mortir. Setelah bidikan dianggap tepat, peluru mortir dimasukkan ke larasnya. Sayang peluru mortir tidak terlontar, bahkan peluru itu meledak pada larasnya. Lima orang pejuang gugur dalam insiden tersebut.

    Akhirnya, ketika hari menjelang senja, musuh memilih mundur balik ke Mojosari. Pertempuran yang berlangsung sepanjang hari itu dimenangkan pejuang dari batalyon Mansyur. Kemenangan gemilang karena berhasil menguasai Pacet. Selain itu, sebuah pesawat cocor merah dapat ditembak jatuh. Pesawat itu cukup ditakuti sebab telah membawa banyak korban pada pejuang, salah satunya di Gumeng. Keberhasilan menembak jatuh pesawat itu menjadi sebuah kebanggaan. Tentu mereka juga bangga dapat mengalahkan puluhan serdadu musuh yang ditempatkan di Pacet. Korban lain, baik luka ataupun meninggal di Kemiri maupun Pandanarum tidak diketahui karena musuh bisa mengevakuasinya.

    Seharusnya tidak ada korban jiwa dari batalyon Mansyur seandainya tidak ada insiden ledakan mortir milik sendiri. Karena kecelakaan itu Mayor Mansyur tidak mau lagi menggunakan senjata pelontar mortir buatan Mrican tersebut. Para pejuang dari Hizbullah jera dan khawatir peristiwa semacam itu terulang lagi. Mereka jelas tidak ingin ada lagi korban sia-sia.

    Senjata pelontar bom buatan Mrican itu memang dimodifikasi dari bahan yang ada disekitarnya. Komponen tidak dibuat khusus untuk kebutuhan senjata. Larasnya mengginakan bekas tiang telepon yang dipotongbyang kadang tidak presisi dengan ukuran pelurunya. Meskipun dikerjakan dengan perlatan seadanya oleh para pelajar sekolah teknik, mortir semacam itu cukup membantu mencukupi kebutuhan senjata bagi prajurit republik. Insiden pecahnya laras mortir mungkin bukan yang pertama. Mungkin juga di kesaruan lainnya mortir Mrican bisa beroperasi tanpa kendala

    Pada waktu membuat buku tentang Hizbullah Mojokerto, saya penasaran pada bentuk fisik mortir Mrican. Dan baru tahu saat berkunjung ke museum brawijaya Malang. Ada satu mortir buatan benkel PG Mrican dipajang di sana.

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq