Kategori: Sosial

berita yang mengulas tentang aspek-aspek sosial dalam masyarakat, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, keadilan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pekerjaan, lingkungan hidup, dan permasalahan sosial lainnya

  • LAZISNU MWCNU JETIS RUTIN MENYANTUNI YATIM PIATU DAN DHUAFA

    LAZISNU MWCNU JETIS RUTIN MENYANTUNI YATIM PIATU DAN DHUAFA

    Sorbansantri.com — NU CARE LAZISNU MWCNU JETIS teros bergerak menebar kemanfaatan kepada masyarakat, hari ini jum’at (26/02/2021) menyantuni 25 yatim piatu di TPQ AL FURQON desa kupang kecamatan jetis kabupaten mojokerto berupa uang dan sembako serta snack.

    Acara di mulai jam 16:00wib, dengan awali pembukaan, sambutan pengurus ranting NU KUPANG, pengurus LAZISNU MWCNU JETIS di sambung pembagian bantuan dengan di iringi pembacaan sholawat nabi, setelah semua anak yatim piatu menerima bantuan di tutup dengan doa di lanjutkan makan bersama, nampak kegembiraan yang terpancar dari wajah para pengurus yang menyaksikan anak anak yatim piatu yang ceria saat menikmati hidangan yang di sajikan

    SORBANSANTRI.COM
    Bersama sama menikmati hidangan

    Bapak YANTO selaku ketua ranting NU dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus atas kepeduliannya terhadap anak anak yatim piatu yang ada di desa kupang dan memohon maaf bila ada sesuatu yang tidak berkenan di hati para jamaah semua

    SORBANSANTRI.COM
    Bapak YANTO ketua ranting NU
    Bersama bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag

    Dalam sambutannya bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua LAZISNU MWCNU JETIS menyampaikan bantuan yang di berikan mudah mudahan bisa sedikit meringankan beban ekonomi bunda yatim, beliau juga meminta doa kepada seluruh yang hadir mudah mudahan LAZISNU MWCNU JETIS teros bisa menebar kemanfaatan serta seluruh pengurus dan donatur di berikan kesehatan, di lapangkan rezekinya oleh ALLOH SWT.

    Kh. SHOLIKHIN selaku rois syuriah MWCNU JETIS sebelum memimpin doa beliau memberikan semangat kepada yatim piatu bahwa nabi MUHAMMAD SAW juga yatim piatu, tapi beliau adalah manusia tersukses dan termulia maka dari itu di harapkan anak anak nanti tetap semangat belajar dan mengaji supaya bisa menjadi sukses dan mulia. (Dikin sorban)

  • Asas Hubungan Muslim non-Muslim adalah Perdamaian

    Asas Hubungan Muslim non-Muslim adalah Perdamaian

    InfokomBanserNU- Wacana terkait hubungan antara Muslim dan non-Muslim selalu hangat diperbincangkan. Banyak yang masih alergi saat bertemu kalangan beragama lain. Apalagi hal tersebut diperkuat dengan sejumlah ayat, hadits dan kisah yang menyebutkan bahwa dalam Islam tidak dikenal hubungan lintas agama. “Hubungan Muslim non-Muslim itu asasnya adalah perdamaian, dan bukan peperangan. Islam adalah agama cinta dan kasih sayang,” demikian disampaikan Ustadz Yusuf Suharto, Rabu (11/12).

    Pandangan tersebut disampaikan tim peneliti Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini saat menjadi pembicara pada ‘Seminar Kebangsaan; Islam, Toleransi, dan Konsep Kewarganegaraan’. Kegiatan diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif (Ikapmam) Denanyar, Jombang di gedung teatrikal Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Kepada non-Muslim saja kita diajarkan oleh Islam untuk bertoleransi dan kasih sayang, apalagi kepada sesama Muslim,” ungkap kandidat doktor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

    Bagaimana jika dalam kenyataannya terjadi perbedaan pandangan dan pendapat yang berbeda terkait satu masalah? “Jika ada perbedaan pendapat sesama Muslim, ya berbeda dengan proposional saja. Tidak perlu saling membully. Ya, berbeda ilmiah,” tegasnya. Justru di sinilah kedewasaan dan keluasan pandangan kaum Muslimin dipertaruhkan. Sejauh mana mereka memaknai dan menyikapi perbedaan yang ada. “Inilah toleransi, yaitu menyadari bahwa ada perbedaan, dan kita bertenggang rasa,” terangnya. Ustadz Yusuf Suharto kemudian menceritakan sejumlah kisah yang membenarkan terkait pola hubungan manakala terdapat perbedaan pendapat.

    Bahkan Nabi Muhammad juga telah memberikan teladan bagaimana menyikapi perbedaan tersebut. “Rasulullah sendiri diutus untuk membawa ajaran yang lurus dan toleran, yakni buitstu bil hanifiyyah as-samhah,” jelasnya. Di ujung paparannya, dirinya mengutip pendapat almaghfurlah KH Maimoen Zubair, terkait bagaimana menyikapi perbedaan pendapat. “Perbedaan jangan dibesar-besarkan, sehingga kita bisa hidup rukun. Semua persepsi dan polemik harus kita redam.

    Jangan marah-marah lalu membuatnya semakin menjadi-jadi. Habluminallah harus dikuatkan dan habluminannas harus selalu dijaga dengan baik. Harus pintar-pintar menyelaraskan,” katanya. Sementara itu pembicara kedua, Ngatiyar, berbicara agar meningkatkan kadar toleransi dari personal menuju toleransi sosial. “Toleransi itu kebalikan alienasi. Dalam toleransi itu kebersamaan dan tak mengasingkan sesama warga negara,” pungkas dosen Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) An-Nawawi Banten ini di hadapan peserta seminar. Tampil sebagai moderator Amamur Rohman Hamdani selaku Koordinator Jumat atau Jaringan Ulama Muda Nusantara, Yogyakarta

    (sumber Ansor Pejogol)

  • ISN Ngoro-Mojokerto peduli bencana Nganjuk

    ISN Ngoro-Mojokerto peduli bencana Nganjuk

    Sorbansantri.com – Kepedulian Info Seputar Ngoro (ISN) Kec.Ngoro,Kab Mojokerto Untuk meringankan beban warga Ngetos Kab. Nganjuk pasca di terjang banjir bandang dan tanah longsor membuat satu dusun mengalami duka yang mendalam akibat bencana tersebut, sebagian rumah warga hancur rata dengan tanah sehingga membuat 15 Kepala Keluarga kehilangan rumahnya, juga ada yang kehilangan sanak saudara akibat tertimbun longsoran tanah akibat hujan deras yang mengguyur di wilayah tersebut.

          Komunitas Facebook Info Seputar Ngoro-Mojokerto yang di ketuai oleh Moh Hasan Bisri menggelar open donasi melalui jejaring sosial untuk mengetuk hati para dermawan.
    
          Menurut rekanita Mey selaku kordinator menerangkan waktu kami wawancara "<em>Alhamdulillah sehari dari open donasi banyak respon dari para dermawan untuk mengirimkan sumbangan ke sekretariat ISN yang berada di desa sedati</em>" lanjutnya lagi dalam keterangannya "<em>ada juga yang berupa sembako, uang tunai, mie instan, perlengkapan bayi dll, uang tunai dari dermawan terkumpul sejumlah 2.400.000 lalu kita belanjakan paket sembako, beras 1 kwintal 25 kg, mie instan 6 dus, telur 1 peti, pampes bayi 5 bal, mie kuning 36 kg, kecap 5 bungkus, kopi sacet 1 dus, minyak goreng 1 dus dll</em>".
    
           Semua perolehan dari donasi diserahkan ke posko 3 bencana di kantor GP ANSOR Kota Nganjuk dan serah terima di saksikan oleh anggota BANSER dan GP ANSOR setempat, karena untuk saat ini akses menuju lokasi bencana masih di tutup untuk umum.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

             Harapan dari komunitas ISN ini "<em>semoga dengan adanya donasi bisa sedikit meringankan beban hidup mereka yang terdampak musibah, dan mudah mudahan rumah yang mengalami kerusakan segera bisa di perbaiki oleh pemerintah agar aktifitas warga bisa kembali normal seperti semula"</em> (<strong><em>Hasan-sorban</em></strong>)
    
  • Kegiatan rutin LMDS-RA PAC GP Ansor kecamatan Ngoro

    Kegiatan rutin LMDS-RA PAC GP Ansor kecamatan Ngoro

    Sorrbansantri.com – Rijalul Ansor adalah bagian dari Ansor yang ada merupakan Banom dari Nahdlatul Ulama’ yang bergerak di bidang dakwah dan syiar agama lebih-lebih di ke-NUan.

    Hari Sabtu malam Minggu tanggal 20-2-2021 kegiatan rutin LMDS (Lembaga Majelis Dzikir dan Sholawat) yang bertempat di Masjid Darut Taqwa Dusun Kontrak Desa Ngoro, dalam rutinan ini dihadiri oleh seluruh Banom NU baik IPNU, IPPNU, ANSOR, FATAYAT, MUSLIMAT yang tersebar di seluruh Kecamatan Ngoro juga tim keamanan dari ratusan anggota Banser Satkoyon kecamatan Ngoro, selain dari itu tampak hadir juga tamu undangan dari Rois syuriah MWC NU Ngoro Kyai Marzuki Nur beserta jajarannya, juga turut mengundang Romo Kyai Khusain Ilyas, Kyai Muhajir sebagai pengisi maulidatul Hasanah,

    Acara pembukaan diisi dengan Pembacaan Ratib al-haddad Istighosah dan tahlil yang dipimpin oleh Gus Miftah, dilanjut dengan acara pemberian santunan kepada anak yatim yang di kordinir oleh gus Sujono selaku ketua umum Rijalul Ansor Kec Ngoro.

    Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ngoro sahabat Saufi, S.Kom berpesan kepada para anggotanya “untuk selalu mematuhi instruksi pemerintah dengan menjalankan kegiatan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh petugas gugus Covid-19

    Dalam Maulidatul Hasanah yang pertama oleh KH Muhajir, beliau menyampaikan bahwa “kita harus sering-sering membaca shalawat Nabi sebagai bekal untuk menangkal penyebaran virus Corona yang sedang melanda negara kita ini
    Mauidhotul Hasanah yang kedua yang disampaikan oleh Romo Kyai Husein Ilyas,beliau berpesan “agar kita selalu hormat dan patuh kepada kedua orang tua kita lebih lebih kepada ibu kita karena ridhonya orang tua ridho Allah juga”
    acara terakhir di tutup dengan doa yg di pimpin oleh Kyai Marzuki Nur.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Dari keseluruhan rangkaian acara ditutup dengan gelar apel pasukan Banser sebagai tanda selesainya tugas untuk pengamanan selama acara LMDS berlangsung.yang langsung dipimpin oleh Sahabat Api’i selaku Kasatkoryon Banser Kec.Ngoro. (Hasan.sorban)

  • Saya NU,Tapi NU nya Mbah Hasyim.,

    COPAS

    Hu – Ada warga NU yang suka membanggakan sebelah dengan terus menghujat kiai NU dan segala kebijakan para kiai besar di pengurus. Ia kemudian mengaku tidak bangga lagi dengan NU karena NU kini tidak sama lagi dengan NU zaman Mbah Hasyim Asyari. Beikut ini penjelasan strategi dakwah NU yang ditulis dalam bentuk dialog.

    “Aku malu jadi warga NU sekarang”.

    “Kenapa memangnya?”

    “NU sekarang tidak kayak NU zaman Mbah Hasyim dulu, sekarang NU disusupi Syiah, liberal, komunis bahkan sangat dekat dengan non muslim. Kalau Zamannya Mbah Hasyim kan masih murni, lurus, tidak disusupi macam-macam”.

    “Emang kamu pernah hidup dan merasakan NU di masa Mbah Hasyim?”

    “Nggak juga sih”.

    “Makanya jangan sok tahu dan termakan fitnah dan isu tidak benar”.

    “Kamu tahu kan Jepang itu penjajah yang menyembah matahari?”

    “Kalau itu tahu lah, kan banyak di tulis di buku sejarah”.

    “Kamu tahu nggak, NU nya Mbah Hasyim itu malah menginstruksikan santri-santri untuk latihan militer dengan Jepang. Bahkan Mbah Hasyim jadi Ketua Shumubu atau menteri agamanya Jepang. Padahal kan Jepang kafir, penjajah lagi. Dan ternyata NU nya Mbah Hasyim bisa kok bersikap kooperatif dengan Jepang”.

    “Masa Sih?”

    “Iya, Dan kamu tahu nggak kalau Mbah Wahab Hasbullah itu pernah dicap Kiai Komunis loh karena bersikap kooperatif dengan Bung Karno dalam Nasakom nya (berbeda dengan Masyumi yang memilih keluar)”.

    “Masa sih?”

    “Iya, itulah siyasah, strategi dakwah, lihatlah dampaknya, dengan kooperatif kepada Jepang akhirnya bangsa Indonesia dapat bertempur dengan baik dan akhirnya merdeka. Dengan kooperatif kepada Bung Karno yang dekat komunis akhirnya umat Islam terselamatkan dari bahaya komunis bahkan atas saran NU, akhirnya Bung Karno tidak jadi Membubarkan HMI”.

    “Gitu ya?”

    “Jadi NU Mbah Hasyim dan NU sekarang itu tetap sama, membela Islam dan Indonesia, bukan salah satunya, Islam saja atau Indonesia saja, Karena kalau membela salah satunya akan bisa memunculkan perang antar anak bangsa yang akhirnya ibadah jadi tidak nyaman dan selalui dihantui ketakutan”.

    “Oo gitu ya? Kalau begitu aku tidak malu lagi jadi NU, aku akan Bangga jadi NU”.

    “Makanya jangan percaya isu, fitnah atau hoax yang menjelekkan NU, belum apa-apa sudah nuduh macem-macem pada NU sekarang, kita nggak tahu yang sebenarnya, kita hanya tahu dari berita, medsos yang belum tentu benarnya, sebaiknya kita Husnudzon saja kepada penggede NU”.

    “Karena strategi NU ini mirip dengan strategi Nabi dalam berdakwah, kapan-kapan saja saya kasih tahu, sekarang ayo kerja, wes wayahe tandur”. Salam. Sorbansantri

  • Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Giat LAZISNU MWCNU JETIS MOJOKERTO tahun 2020

    Sorbansantri.com — LAZISNU MWCNU JETIS pada tahun 2020 sudah mulai bergerak memberikan kemanfaatan kepada masyarakat sekitar, lembaga amil zakat infaq dan shodaqohnya NU yang di ketua bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag ini awalnya bekerja sama dengan PC LAZISNU kab Mojokerto dengan menyantuni 105 yatim piatu dan dhuafa di desa canggu, mlirib, penompo dan sidorejo pada bulan juli

    SORBANSANTRI.COM
    Pengurus lazisnu mwcnu jetis bersama pc lazisnu mojokerto saat menyalurkan bantuan di desa canggu

    Menurut keterangan dari bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua menjelaskan MWC LAZISNU JETIS setiap bulan sudah menyantuni dan membagikan sembako kepada yatim piatu dhuafa, setelah bulan juli di 4 desa yaitu canggu, mlirib, penompo, sidorejo bulan agustus kita gerak di lakardowo, bulan semtember di desa jetis, bulan oktober kita menyantuni di desa bendung, november kita bekerja sama dengan yayasan KOPI GLADAK menyantuni di desa ngabar, bulan desember di desa parengan, bahkan pada bulan agustus ada rumah warga yang terbakar habis dan MWC LAZISNU JETIS juga berperan paling depan untuk membangunkan rumah sampai selesai

    SORBANSANTRI.COM
    Lazisnu mwcnu jetis dan pcnu kab mojokerto saat menyerahkan bantuan kepada korban rumah kebakaran

    Senada dengan ketuanya bapak ALIM SODIKIN selaku sekertaris menginfokan dari 16 desa di kecamatan Jetis sudah kami datangi 9 desa dan akan kami lanjutkan pada tahun ini, dana yang masuk pada tahun 2020 yang kita mulai dari bulan juli sekitar 60jt, ini sudah termasuk bantuan pembangunan rumah bu SAYUTI yang terkena bencana kebakaran di desa bendung, yang mana kami berkerja sama dengan PC LAZISNU Mojokerto, PW LAZISNU JATIM, BAZNAS, dan warga sekitar, semua dana yang masuk sudah kami salurkan.

    Mudah mudahan tahun 2021, kami bisa meningkatkan gerakan kami yang lebih bermanfaat kepada warga sekitar, dan mohon bantuan kepada semua banom dan lembaga untuk mendukung gerakan kami serta kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan zakat,infaq, shodakohnya kepada kami” kata bapak ALIM SODIKIN

    By: dikin sorban

  • Anatomi Radikalisme di Indonesia

    Anatomi Radikalisme di Indonesia

    Oleh M. Kholid Syeirazi. Sekjen ISNU Pusat

    Radikalisme ada pada semua agama, tetapi dalam Islam, radikalisme atau fundamentalisme terbukti memainkan peran politik terpenting sejak abad ke-18 (Barber, 1995: 206). Radikalisme dan fundamentalisme, sebagai istilah, sering bertukar tempat karena bermuara pada satu ide: menjalankan agama sampai ke akar-akarnya, mendasarkan seluruh aspek kehidupan kepada agama.

    Kaum fundamentalis Islam umumnya menganggap Islam adalah agama sempurna yang mencakup kerangka acuan semua aspek kehidupan—duniawi dan ukhrawi—mengatur manusia sejak dari cara makan, tidur, bersuci, beribadah, berniaga, hingga bernegara. Mereka menganggap aturan bernegara sama bakunya dengan ketentuan syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Ketentuan ibâdah dan siyâsah sama-sama tawqîfî (doktriner). Menjalankan rukun Islam tidak sah tanpa menegakkan kepemimpinan politik Islam. Persoalan politik dan nashbul imâmah, menurut mereka, termasuk pokok dan rukun agama
    (ركن من أركان الدين وأصل من أصوله)
    Meragukan apalagi mengabaikan nizâm Islâm berkonsekuensi membatalkan status keislaman seseorang.

    Tradisi takfir (memvonis orang lain kafir, red) bermula dari paham politik Khawarij yang memutlakkan pandangan politik-agama dan menggemakan jargon:
    لا حكم الا الله
    (tidak ada hukum selain hukum Allah).

    Dalam sejarah Islam, radikalisme bersumber dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah doktrin dan ideologi, faktor eksternal adalah imperialisme atau persepsi imperialisme dan ketidakadilan yang merundung umat Islam. Narasi ini akan menggali sumber internal radikalisme dengan melacak akar doktinernya pada paham salafi yang berkembang di Timur Tengah sejak abad ke-12 M dan mengeras menjadi ajaran salafi-jihadi pada abad ke-20 M. Pengaruh ideologi salafi dan salafi-jihadi meluas hingga ke Indonesia dan menjadi tantangan terhadap kemajemukan dan kelangsungan NKRI.

    Bahan Baku Radikalisme Secara internal, radikalisme bermuara dari doktrin kesempurnaan dan keserba-mencakupan Islam (شمولية الاسلام). Islam sempurna, karena itu tidak perlu ditambah dan dikurangi. Ajarannya mencakup semua, karena itu tidak perlu mencari tuntunan dari luar Islam. Contoh terbaik dari kesempurnaan Islam adalah praktik kehidupan generasi salafus shâlih. Mereka adalah tiga generasi terbaik dalam rentang tiga abad sejak zaman Nabi dan Sahabat, Tâbi’în, hingga Tâbiu’t Tâbi’în. Sahabat adalah mereka yang bertemu Nabi dan mengakui risalahnya. Tâbi’în adalah mereka yang tidak bertemu Nabi tetapi bertemu Sahabat. Tâbiu’t Tâbi’în adalah mereka yang tidak bertemu Nabi dan Sahabat tetapi bertemu dengan Tâbi’în. Nabi bersabda:
    خير الناس قرني، ثم الذين يلونهم، ثم الذين يلونهم
    “Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian masa sesudah mereka, kemudian masa sesudah mereka.” (HR Bukhari-Muslim)

    Tercakup dalam masa itu adalah para pionir mazhab-mazhab fiqih Islam seperti Imam Hanafi (80 -148 H), Imam Maliki (93-179 H), Imam Syafi’i (150-204 H), dan Imam Hanbali (164-241 H) serta pemuka aliran teologi Islam Imam Abu Hasan al-Asyari (260-324 H).

    Sebenarnya seluruh golongan Islam yang mengakui dan mengikuti mazhab adalah salafi. Namun, belakangan, salafi merujuk kepada gerakan salafisme yang dilancarkan Ibn Taimiyah (661-728 H/1263-1328 M), pembela ortodoksi Islam yang paling keras. Bermazhab Hanbali dan cenderung tekstualis, Ibn Taimiyah adalah pemuka puritanisme Islam, sebuah paham absolutis yang tak kenal kompromi dalam beragama dan cenderung memandang realitas pluralis sebagai suatu bentuk kontaminasi atas kebenaran sejati (Abou El Fadl, 2007: 29). Ibn Taimiyah sangat menentang praktik keagamaan sufi dan tarekat yang dituding sarat bid’ah dan kemusyrikan.Dia juga menolak pemerintahan manusia (human rule) dan bahwa kepemimpinan politik harus berdasarkan syariah. Hidup di masa politik bergolak akibat invasi bangsa Tartar, pena Ibn Taimiyah setajam pedangnya. Fatwa-fatwa Ibn Taimiyah menjadi rujukan hampir seluruh kaum fundamentalis Muslim dan gerakan radikal jihadis kontemporer (Bonney, 2004: 111; Tibi, 1998: 38). Fatwa Ibn Taimiyah yang paling populer adalah fatwa Il-Yasiq. Fatwa Il-Yasiq (Vassa/Great Zasag Law) adalah hukum kompilasi Mongol yang dibuat Genghis Khan, diberlakukan oleh Mahmud Ghazan Khan (1271 – 1304 M), penguasa Mongol ke-7 yang telah masuk Islam di area Syam. Menurut Ibn Taimiyah, meskipun Muslim, Ghazan Khan tetap wajib diperangi karena memberlakukan selain hukum Allah. Kata Ibn Taimiyah (Ibn Katsir, 1988: 24):
    « إذا رأيتموني من ذلك الجانب وعلى رأسي مصحف فاقتلوني»
    “Jika kalian lihat aku di sisi pasukan Tartar, bunuhlah aku meskipun di atas kepalaku terdapat mushaf.”
    Fatwa Il-Yasiq ini terkenal dan menjadi rujukan kaum jihadis untuk memerangi setiap penguasa yang menolak mengadopsi hukum Islam, meskipun dia seorang Muslim. Namun, tidak seorang pun yang menerapkannya untuk menilai realitas masa kini hingga Abdus Salam Farag melakukannya (As-Siba’i, 2002: 8). Farag adalah pentolan Jama’ah Jihad Mesir yang mengotaki pembunuhan Presiden Anwar Sadat pada 1981.

    Ajaran Ibn Taimiyah menjadi gerakan revolusioner di tangan Muhammad ibn Abdul Wahhab (1115-1206 H/ 1701-1793 M). Beraliansi dengan Muhammad Ibn Saud(1710–1765 M), kepala suku Dir’iyah, Wahhabisme memulai aktivitas takfir berdarah untuk memurnikan tauhid dan ritual umat Islam. Pada era 1700-an, Wahhabisme melakukan serangkaian pembunuhan dan penjarahan di seluruh wilayah Arabia. Pada 1802, aliansi Saud-Wahhab menyerbu Karbala dan membunuh sebagian besar kaum Syiah serta merampas properti, senjata, baju, karpet, emas, perak, dan mushaf al-Qur’an (Algar, 2002: 23-25).


    Belasan tahun setelah wafatnya Ibn Abdul Wahhab, Wahhabisme masuk ke Tanah Air melalui tiga orang Minangkabau yang pulang haji pada 1803 M dan membawa ajaran salafi. Mereka adalah Haji Miskin, Haji Sumanik, dan Haji Piobang. Mereka membentuk kaum Padri yang keras memerangi praktik bid’ah dan khurafat serta mengobarkan jihad melawan kaum Adat. Orang yang tak mau tunduk dibunuh, surau-suraunya diserang dan dibakar (Parlindungan, 2007). Perang saudara bergolak selama dua puluh tahun (1803-1823 M). Pada 1825, di bawah kepemimpinan Tunku Imam Bonjol, Kaum Padri dan Kaum Adat berkompromi dan menghasilkan semboyan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ajaran purifikasi muncul kembali dalam sejumlah ormas Islam yang dibentuk menjelang Indonesia merdeka yaitu Muhammadiyah (1912), Al-Irsyad (1914), dan Persis (1923). Dakwah mereka di satu sisi adalah memerangi TBC (tahayul, bid’ah, dan churafat) dan mewujudkan “Islam murni” sehingga bisa disebut salafi. Di sisi lain, mereka ingin umat Islam maju dan mengambil aspek tertentu dari kemajuan Barat sehingga disebut kaum modernis. Kiblatnya adalah gagasan-gagasan tajdid Islam Jamaludin al-Afghani (1838 – 1897 M), Muhammad Abduh (1849 – 1905 M), dan Rashid Rida (1865 – 1935 M).

    Gerakan reformisme Islam Abduh menimbulkan gelombang sekularisasi politik dan agama. Sejumlah murid Abduh, seperti Saad Zaghlul, mendirikan Partai Wafd yang berhaluan nasionalis sekuler. Alî Abd Râziq menulis buku Al-Islâm wa Ushûl al-Hukm yang mendukung langkah Ataturk menghapuskan Khilâfah dan menyatakan bahwa agama tidak berurusan dengan politik.

    Resah dengan gelombang sekulerisasi, Rashid Rida lantas “mewahabikan” kembali gerakan tajdid Abduh dan menghadirkan ulang Ahmad ibn Hanbal dan Ibn Taimiyah (Hanafi, 1989: 21). Pembelotan Rida terhadap tradisi reformatoris Abduh kelak menyiapkan jalan bagi lahirnya Al-Ikhwan al-Muslimûn(IM), induk organisasi militan yang didirikan muridnya, Hasan al-Banna, pada 1928.

    Kaum modernis Islam goncang di antara salafisme yang menuntut purifikasi dan modernisme yang mengakui segi positif kemajuan Barat. Di Indonesia, aspirasi mereka adalah formalisasi syariat Islam. Ini diperjuangkan oleh para tokohnya seperti Ahmad Hasan dan Muhammad Natsir (Persis) serta KH Agus Salim, Ki Bagus Hadikusuma, dan Abdul Kahar Muzakir (Muhammadiyah) yang gigih membela konsep negara Islam sepanjang tahun 1920-an hingga 1945. Gagasan ini juga didukung oleh KH A.Wahid Hasyim (NU) dan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (Partai Syarikat Islam Indonesia/PSII) yang punya latar belakang keagamaan tradisional. Perjuangan ini berhasil melalui Piagam Jakarta 22 Juni 1945, tetapi tujuh kata berbunyi “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” itu berumur pendek: didrop sehari setelah Indonesia merdeka demi menghindari perpecahan dan keberatan dari rakyat Indonesia Timur.

    _Bersambung_

    (LDNU BANJAR)

  • DISTRIBUSI PWNU JAYAPURA BERSAMA BANSER PEDULI BENCANA BANJIR KEEROM

    DISTRIBUSI PWNU JAYAPURA BERSAMA BANSER PEDULI BENCANA BANJIR KEEROM

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Minggu, 14 Februari 2021. Jajaran PWNU beserta Banser Jayapura mengirimkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di kabupaten Kerom Papua. Ada 20 personil Banser dan 30 pengurus PWNU Jayapura yang telah siap mengirimkan bantuan yang rencananya akan disalurkan ke korban dampak banjir di Arso 7 Arso 1 distrik Arso Barat dan PIR 1 distrik Arso.

    “Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh kita semua, akan bisa bermanfaat bagi warga yang terdampak banjir”, kata Gus Adip yang didampingi korlap Sahabat Sori dalam giat amal tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Selain dikumpulkan di kantor PWNU Jayapura, dana bantuan iuran warga juga dikumpulkan di dua titik pos pendistribusian. Pos pertama di Masjid Baiturrohmah Kampung Yanamaa Arso Keerom sebagai tempat pendistribuasian wilayah Arso 7, Arso PIR 1 dan pos kedua berada di Masjid Fisabilillahyang nantinya akan langsung dikirim menggunakan mobil MWC NU Arso Barat.

    “ Mohon doa semoga dalam pelaksanaannya nanti bisa berjalan lancar dan maanfaatnya bisa lansung dirsakan oleh korban banjir di kabupaten Kerom Papua . (Budi WXXV – sorban)

  • Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    InfokomBanserNU-  Hajjaj bin Yusuf adalah panglima perang paling kejam dari Bani Umayyah. Ia telah membunuh 120 ribu nyawa. Tetapi kali ini, ia ingin mengeksekusi seorang ulama besar tabi’in yang terkenal zuhud dan tak takut mati. Sa’id bin Jabir. Hajjaj tidak mau langsung membunuh Sa’id. Ia ingin merekayasa sebuah persidangan yang bisa membuktikan bahwa Sa’id bersalah dan karenanya harus dieksekusi. Sebelumnya, Sa’id bersama sejumlah ulama terlibat pemberontakan atas kezaliman Hajjaj.

    Pemberontakan itu kemudian dipatahkan Hajjaj dengan cara-caranya yang licik, lalu tokoh-tokohnya ditangkap.
    “Siapa namamu?” pertanyaan pertama terlontar dari mulut Hajjaj di depan persidangan hari itu.
    “Sa’id bin Jubair”
    “Tidak. Namamu adalah Syaqiy bin Kusair,” timpal Hajjaj bermaksud merendahkannya. Syaqiy bin Kusair artinya adalah orang celaka anak orang yang rusak. Maknanya adalah kebalikan dari Sa’id bin Jubair yang berarti orang bahagia putra orang yang membetulkan hal-hal rusak.
    “Ayahku tentu lebih tahu namaku daripada dirimu,” jawaban tenang Sa’id bin Jubair ini membuat kondisi Hajjaj terbalik. Bukannya merasa berhasil merendahkan, ia malah terasa disindir bodoh.
    “Kamu celaka, ayahmu juga celaka,” Hajjaj mulai gusar.
    “Hal yang belum terjadi tak mungkin engkau mengetahui. Sebab hanya Allah yang Maha Mengetahui,” jawab Sa’id bin Jubair. Lagi-lagi, Hajjaj semakin tersulut emosinya.
    “Kalau begitu, aku akan mengganti siksaan untukmu dengan api yang berkobar-kobar” ancamnya.
    “Seandainya aku percaya bahwa api itu milikmu, tentu aku tidak akan menyembah tuhan selainmu” serangan emosional kalimat demi kalimat terus dipatahkan Sa’id bin Jubair. Sebaliknya, Hajjaj semakin marah dan gusar. Ia mencari cara bagaimana agar Sa’id bisa dijebak dengan pertanyaan yang kontroversial.
    “Apa yang kau ketahui tentang Muhammad?” pertanyaan ini sebenarnya tidak pantas ditujukan kepada ulama tabi’in sekaliber Sa’id. Tetapi Sa’id tetap menjawabnya dengan tenang, sementara Hajjaj merencanakan pertanyaan berikutnya setelah pertanyaan ini terjawab.
    “Muhammad adalah Rasulullah, Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam”
    “Bagaimana pendapatmu tentang Ali, apakah ia masuk surga atau masuk neraka?” Hajjaj adalah panglima perang yang tunduk pada para khalifah Bani Marwan, bagian dari kekhilafahan Bani Umayyah. Di zaman itu, sosok Ali adalah fenomena tersendiri yang menjadi diskusi kontroversial bagi penguasa dan rakyatnya. Hajjaj berharap Sa’id terjebak dengan pertanyaan ini dan kemudian ia segera bisa dieksekusi. Namun, ia sangat marah dengan jawaban yang membuatnya kalah telak.
    “Jika engkau masuk surga, pasti engkau akan tahu siapa saja orang-orang yang masuk surga” jawab Sa’id, membuat darah Hajjaj makin mendidih.
    “Bagaimana pendapatmu tentang para khalifah?” Kini Hajjaj berharap Sa’id tidak bisa lari dari pertanyaan ini.
    “Aku tidak berwenang menilai mereka,” lagi-lagi jawaban Sa’id adalah jawaban yang diplomatis. Dan ini makin membuat Hajjaj geram sekaligus mati langkah. Tanya jawab di pengadilan itu terus berlangsung hingga beberapa lama. Hingga akhirnya, meskipun tidak ada kesimpulan tegas bahwa Sa’id bersalah, Hajjaj tetap mengeksekusinya.
    “Pilih cara pembunuhan apa yang kamu inginkan dariku?” pertanyaan pamungkas itu akhirnya keluar dari mulut Hajjaj.
    “Justru engkaulah yang harus memilih untuk dirimu sendiri wahai musuh Allah. Demi Allah, jika engkau hari ini membunuhku dengan suatu cara, aku akan membunuhmu dengan cara yang sama di akhirat nanti”
    Ulama yang mulia ini kemudian digiring ke tempat eksekusi. Di sana ia disembelih. Namun sebelum ia menghadap Allah, ia sempat berdoa: “Ya Allah, Jangan berikan kesempatan kepada Hajjaj untuk menghukum seorangpun setelah kematianku.”

    Doa itu menggetarkan langit. Langsung diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak lama kemudian, Hajjaj dihantui ketakutan. Ia sering mengigau. Tidurnya tak bisa lelap. Seperti ada Sa’id yang mencengkeram tenggorokannya. Dan ketika ia terjaga, ia terngiang-ngiang nama Sa’id. Hajjaj sudah seperti orang gila. Hajjaj jadi sering berteriak-teriak: “Wahai orang-orang, ada apa dengan Sa’id bin Jubair? Mengapa setiap kali aku akan tidur, Sa’id mencengkeram tenggorokanku?”
    Akhirnya, lima belas hari setelah wafatnya Sa’id, Hajjaj pun meninggal. Meninggal dalam kondisi terhina. Meninggal seperti meninggalnya orang gila.

    *Disarikan dari buku Al Ulama’ fii Wajhit Tughyan (Bukan Ulama Biasa)

     karya *Prof. Dr. Muhammad Rajab Al Bayyumi

  • BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    InfokomBanserNU- Pagi hari cuaca mendung dan sebagian berkabut, Banser tanggap bencana berkoordinasi
    dengan ketua Tagana untuk mendirikan Dapur umum untuk memasak nasi bungus ± 1200 bungkus dan membantu evakuasi warga terdampak dilokasi banjir diwilayah Kec. Sooko Kab. Mojokerto. Banjir Luapan Sungai Avour Watudakon terjadi di 2 Dusun yaitu Dusun. Tempuran dan Dusun Bekucuk. Banjir ini terjadi hari Minggu, 02 Februari 2020 dini hari tepat pada pukul  06.00 WIB.

    Adapun berbagai tempat yang telah terendam banjir diwilayah tersebut yaitu:
    Di Wilayah Dusun.Tempuran:

    • Di Jalan Dusun Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 50 cm
    • Halaman Balai Desa Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 40 – 50 cm
    • Fasum 1 gereja tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Fasum Sdn Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Dan dibeberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 20 – 40 cm 63KK(209 jiwa)

    Di Wilayah Dusun. Bekucuk:

    • Di Jalan Dusun Bekucuk tergenang air dengan ketinggian ± 50 – 55 cm
    • Dan di beberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 35 – 50 cm 4KK (1822 jiwa)

    Di Area Persawahan/Lahan:

    Dusun Tempuran
    -Lahan Padi 11 Ha
    -Lahan Tebu 20 Ha

    Dusun Bekucuk
    -Lahan Padi 40 Ha
    -Lahan Tebu 5 Ha

    Selanjutnya Banser tanggap bencana melakukan distribusi nasi bungkus kepada warga terdampak banjir bersama TAGANA dan Karang Taruna setempat.

    (RED.ABI)