Blog

  • NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    Cyberaswaja.online|Jetis. Pengkaderan dan  Regenerasi ditindak lanjuti GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat (Majlis Dzikir dan Sholawat) MDS tingkat ranting yang dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Perum Canggu Permai pada Rabu Malam berjalan dengan hikmat , meriah dan sukses yang di hadiri oleh kurang lebih 200 (dua ratus) jamaah termasuk 4 group banjari dari Canggu. 5/02/2020.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Rutin Bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat

    Pelaksanaan Kegiatan MDS kali ini juga untuk menunjukkan bahwa masjid Al Muttaqin masjidnya warga NU bukan yang selama ini di tengarai banyak pihak bahwa masjid Al Muttaqin tempat paham paham tertentu yang tidak sesuai dengan Pancasila .

    kita harus memagari/membentengi anak anak kita generasi muda dari paham paham yang radikal. Dan menjadikan Masjid Al Muttaqin sebagai tempat atau basisnya paham ahlisunnah wal jamaah. Ucapnya Alim selaku ketua RW 04 ini.

    Kegiatan rutinan ini disambut baik dan didukung oleh Tamir masjid, “pentingnya ajaran ahlussunnah wal jamaah khususnya ajaran Mbah Hasim dan siap menjadikan masjid Al Muttaqin menjadi sentral siar Islam Aswaja”. Ucapnya Ketua Tamir Masjid Al-Muttaqin .

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat

    Rutinan yang dilaksanakan Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor mengembangkan ke gerenasi selanjutnya, agar amaliyah-amaliyah NU tetap terjaga dan diamalkan.

    “Kita bertekad terus memperjuangkan serta memperkenalkan Amaliyah NU kepada Generasi Muda baik di wilayah Canggu dan juga Perumahan Permai Canggu melalui kegiatan GP ANSOR”. Tegas Gus Darto selaku Ketua Ranting GP Ansor Canggu.

     

    Kegiatan Rutinan GP ANSOR melalui lembaga Majlis Dzikir dan Solawat ini, tidak hanya pembacaan sholawat, namun dilaksankan Program dengan memberikan Santunan Kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, pada kesempataan kali ini, diberikan 17 (tujuh belas) anak Yatim Piatu serta 9 (sembilan) Kaum Dhuafa dengan bentuk pembagian  sembako.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO : GP Ansor Ranting Canggu Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto: Ketua Ranting NU Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Ta’mir Masjid Al-Muttaqin berbagi bersama anak yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Rijalul Ansor Canggu berbagi bersama anak yatim 

    Bersholawat dan saling berbagi bersama ini kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa mendapatkan dukungan oleh ketua Ranting NU Canggu, kegiatan rutin bulanan GP ANSOR ini melalui Lembaga Majlis Dzikir Dan Sholawat mari kita laksanakan, sebagai Wujud menjaga amaliyah NU serta berdo’a demi kedamaian NKRI.

    “kita selaku bapaknya Ansor, mendukung penuh kegiatan ini, ada santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini, kita tanamkan kepada generasi selanjutnya agar tetap dipertahankan melalui program GP ANSOR ini, insya Allah pada kegiatan selanjutnya kita tambah dengan menambah wawasan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang diisi oleh kyai”. Ucapnya Abah Alim, selaku Ketua Ranting NU Canggu.

    Rutinan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor ini, juga berjalan tertib dan aman dengan kawalan dan keamanan BANSER Canggu dalam pelaksanaan tugasnya, sebagai Garda Terdepan ketika dilapangan. (wg/Infokom).

    nb: mohon maaf apabila ada penulisan nama dan gelar.

  • Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com pada hari sabtu tepat pukul 15.00 sore (6-2-2021) pac ipnu ippnu Kec. Ngoro Kab. Mojokerto mengadakan acara MAKESTA (Masa kesetiaan Anggota) yang bertempat di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Sabilillah Watusari Wotanmas Jedong Kec. Ngoro Kab. mojokerto.

    Acara pembukaan ini dihadiri oleh para delegasi perwakilan dari pimpinan ranting ipnu – ippnu se kecamatan Ngoro juga delegasi perwakilan dari santri pondok pesantren dan siswa madrasah aliyah, tampak hadir juga para tamu undangan dari Rois Syuriah mwc nu kecamatan Ngoro KH. Marzuki Nur dan juga Kyai Soleh selaku dewan Pembina mwc nu Kecamatan Ngoro, ketua Pac Gp Ansor Kec. Ngoro sahabat saufi, S.Kom juga beserta jajaran pengurus Pon-pes Sabilillah dan para tamu undangan lainnya.

    Menurut ketua pac ipnu Kecamatan Ngoro
    rekan Ainurrofiq dalam sambutannya mengatakan bahwa sebenarnya acara ini sudah diagendakan sejak lama tapi berhubung ada pandemi covid 19 semua kegiatan ditiadakan oleh pemerintah pusat sehingga acara makesta ini sempat tertunda Beberapa bulan, akan tetapi alhamdulillah untuk kali ini acara bisa dilaksanakan tapi dengan jumlah peserta yang dibatasi kisaran antara 25-30 orang saja dan harus mengikuti sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, masih menurut Ainur beliau berpesan kepada para peserta agar dalam mengikuti acara ini bisa semaksimal mungkin dan secara sungguh-sungguh sampai selesai agar ilmu yang disampaikan oleh setiap para pemateri bisa merasuk di dalam hati, dan ketika berjuang di masyarakat sudah mempunyai bekal ilmu yang diperoleh selama mengikuti makesta ini.
    Hal Senada disampaikan oleh ketua pac ippnu Ngoro rekanita Fauzia Intan mengatakan dengan diadakannya acara makesta ini bertujuan agar para rekan dan rekanita sebelum bergabung di organisasi bisa mengetahui tentang dasar-dasar apa saja yang harus dipelajari di organisasi ke ipnu-ippnu an dan bisa tertanam jiwa loyalitas yang penuh sebelum berjuang di masyarakat, pada kali ini acara MAKESTA bertemakan cinta Agama dan Negeri, artinya bagi para anggota selain diwajibkan cinta kepada agama juga wajib mencintai negeri tercinta ini sesuai amanat bangsa NKRI Harga Mati, rencana acara ini diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 6 sampai 7 Januari 2021, materi yang akan diberikan kepada para peserta meliputi ke ipnu-ippnu, ke Aswaja an, Amaliah NU, ke organisasian, kepemimpinan dan lain-lain.

    harapan dari para panitia agar para peserta setelah mengikuti acara ini tidak berhenti sampai di sini saja tetapi mereka harus tetap belajar di jenjang-jenjang selanjutnya juga harus melaksanakan kegiatan di ranting masing-masing.

    semoga acara pada hari ini bisa berjalan dengan lancar dan mendapat ilmu yang bermanfaat, tetap belajar berjuang dan bertaqwa. (Hasan_sorban)

  • BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    InfokomBanserNU- Pagi hari cuaca mendung dan sebagian berkabut, Banser tanggap bencana berkoordinasi
    dengan ketua Tagana untuk mendirikan Dapur umum untuk memasak nasi bungus ± 1200 bungkus dan membantu evakuasi warga terdampak dilokasi banjir diwilayah Kec. Sooko Kab. Mojokerto. Banjir Luapan Sungai Avour Watudakon terjadi di 2 Dusun yaitu Dusun. Tempuran dan Dusun Bekucuk. Banjir ini terjadi hari Minggu, 02 Februari 2020 dini hari tepat pada pukul  06.00 WIB.

    Adapun berbagai tempat yang telah terendam banjir diwilayah tersebut yaitu:
    Di Wilayah Dusun.Tempuran:

    • Di Jalan Dusun Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 50 cm
    • Halaman Balai Desa Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 40 – 50 cm
    • Fasum 1 gereja tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Fasum Sdn Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Dan dibeberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 20 – 40 cm 63KK(209 jiwa)

    Di Wilayah Dusun. Bekucuk:

    • Di Jalan Dusun Bekucuk tergenang air dengan ketinggian ± 50 – 55 cm
    • Dan di beberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 35 – 50 cm 4KK (1822 jiwa)

    Di Area Persawahan/Lahan:

    Dusun Tempuran
    -Lahan Padi 11 Ha
    -Lahan Tebu 20 Ha

    Dusun Bekucuk
    -Lahan Padi 40 Ha
    -Lahan Tebu 5 Ha

    Selanjutnya Banser tanggap bencana melakukan distribusi nasi bungkus kepada warga terdampak banjir bersama TAGANA dan Karang Taruna setempat.

    (RED.ABI)

  • MENGENAL SOSOK KH. SHOLAHUDIN WAHID ATAU GUS SHOLAH

    MENGENAL SOSOK KH. SHOLAHUDIN WAHID ATAU GUS SHOLAH

    InfokomBanserNU- Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid wafat, Minggu (2/2/2020) malam. Almarhum sebelumnya dirawat di di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

    Gus Sholah merupakan putra ketiga dari 6 bersaudara pasangan KH. Wahid Hasyim dengan Sholichah. Beliau merupakan adik kandung mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Seperti abahnya (ayahnya), Gus Sholah semasa hidup merupakan ulama’, aktivis, politikus dan tokoh Hak Asasi Manusia.

    Dihimpun dari berbagai sumber, masa sekolah dasar Gus Sholah ditempuh di Sulawesi. Selanjutnya jenjang sekolah menengah pertama ditempuh di SMP I Cikini. Jenjang berikutnya ditempuh di SMA Budi Utomo. Selepas pendidikan tingkat atas, ia melanjutkan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan arsitektur.

    Gus Sholah semasa hidup juga dikenal sebagai pengusaha. Terutama terlibat bidang konstruksi sebagaimana jurusan semasa kuliah. Aktivitas itu mengantarnya aktif di berbagai asosiasi seputar dunia konstruksi.

    Beberapa jabatan pernah diembannya seperti Ketua DPD Ikatan Konsultan Indonesia/Inkindo DKI (1989-1990), Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dsb.

    Sebagai intelektual tulisan Gus Sholah banyak ditemui di berbagai media massa nasional. Tulisannya kerap menyorotasi berbagai persoalan umat dan bangsa.

    Adapun di Nahdlatul Ulama, Gus Sholah sebagai salah satu ketua PBNU periode 1999-2004. Perjalanan KH Sholahudin Wahid, sosok yang lahir Jum’at 11 September 1942 di Jombang, berakhir setelah berpulang ke Pencipta, Minggu (2/2/2020) malam. Almarhum sebelumnya dirawat di di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

    Kabar duka tersebut disampaikan puteranya yakni Ipang Wahid. Seperti yang dikutip dari akun twiternya. “Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu…”

    (red.abi)

  • Hukum Sedekah Laut (Larung Sesaji) dan Sedekah Bumi (Sedekah Desa)

    Hukum Sedekah Laut (Larung Sesaji) dan Sedekah Bumi (Sedekah Desa)

    Cyberaswaja.online|Pada tanggal 1 Suro (1 Muharram), sering kita dijumpai tradisi Larung Sesaji di laut oleh penduduk pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.

    Di sisi lain, sebagian besar masyarakat pedesaan mengadakan acara Sedekah Bumi setelah panen raya.

    Apakah tradisi-tradisi tersebut merupakan kesyirikan?

    Sebagai santri, kita harus ingat ungkapan ulama kita:

    وقد قِيل -بحق- إنه إذا حُمل القول على تسعة وتسعين باباً تحتمل الكفر، وباب واحد يحتمل الإيمان وجب أن نحمِله على الإيمان

    “Jika ada 99 perkataan yang sudah mengarah kepada kekufuran dan masih ada 1 peluang untuk diarahkan kepada iman, maka wajib mengarahkannya kepada iman.”

    Mengapa? Karena, hari ini mengislamkan satu orang saja sulit, apalagi satu kampung? Aneh jika yang sudah muslim tiba-tiba dihukumi auto syirik dan kafir semua. Padahal masih ada celah untuk meluruskan agar dalam menjalankan tradisi, mereka tidak tergelincir ke dalam kekufuran.

    Sekarang mari kita kaji dua hal dalam Larung Sesaji yang sering dihukumi syirik oleh kaum Takfiri.

    1. Penyembelihan Hewan

    Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan ketika menyembelih membaca BISMILLAH maka sembelihannya HALAL. Bukan untuk menghormati penunggu laut, Nyi Roro Kidul atau hal selain Allah.

    Imam Ibnu Hajar al-Haitami, salah satu ulama ahli tarjih dalam mazhab Syafi’i mengatakan:

    ﻭﻣﻦ ﺫﺑﺢ ﺗﻘﺮﺑﺎ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﺪﻓﻊ ﺷﺮ اﻟﺠﻦ ﻋﻨﻪ ﻟﻢ ﻳﺤﺮﻡ، ﺃﻭ ﺑﻘﺼﺪﻫﻢ ﺣﺮﻡ

    “Barang siapa menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah agar terhindar dari gangguan jin, maka tidak haram (boleh). Atau menyembelih dengan tujuan kepada jin maka haram (Tuhfatul Muhtaj 9/326)

    Ketika ditanya, para nelayan menjawab bahwa acara Larung Sesaji ini adalah untuk meminta kepada Allah

    Sedejah bumi
    Dok.Sedekah bumi

     agar diberikan keselamatan selama melaut dan berlimpahnya rejeki tangkapan ikan

    1. Kepala Sapi/Kerbau Dilarung ke Laut

    2. Menaruh makanan di pematang sawah (Sedekah Bumi)

    Apa nomer 2 dan 3 ini tidak termasuk perbuatan mubazir?

    Habibuna Luthfi bin Yahya mengarahkan agar kepala sapi atau kerbau yang dilarung di laut tersebut diniatkan untuk memberi makan terhadap ikan-ikan di laut.

    Apa mendapatkan pahala? Tentu saja dapat pahala.

    Kata Nabi, jika diniati sedekah/ memberikan makanan kepada makhluk hidup akan dapat pahala.

    Kita lihat dalam hadis sahih ketika ada sahabat nabi yang mengambil air untuk anjing yang kehausan, kemudian Nabi mengabarkan bahwa Allah SWT telah mengampuni dosa orang tersebut karena perbuatannya kepada anjing.
    Mendengar itu para sahabat bertanya:

    <

    p style=”text-align: right;”>ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ اﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ ﺃَﺟْﺮًا؟

    “Wahai Rasulullah apakah kami dapat pahala memberi makan binatang?”

    ﻗَﺎﻝَ: «ﻓِﻲ ﻛﻞ ﻛﺒﺪ ﺭَﻃْﺒَﺔٍ ﺃَﺟْﺮٌ»

    Nabi bersabda: “Pemberian makan untuk setiap perut makhluk hidup ada pahalanya.” (HR Bukhari)

    Tugas para da’i seperti Rijalul Ansor adalah meluruskan dengan bijak terhadap hal-hal yang kurang sesuai dengan ajaran Islam.
    Bukan lantas mengkafirkan keseluruhan umat karena tradisi yang dilakukannya, seperti yang sering dituduhkan oleh golongan Takfiri.

    Penulis : Ki Narto (Rijalul Ansor Kab.Mojokerto)

    Editor : WG-Infokom

  • Gus Baha: Muhasabah Intropeksi Buat Kita orang NU

    Gus Baha: Muhasabah Intropeksi Buat Kita orang NU

    InfokomBanserNU- NU itu terlalu banyak pengajian umum. Tradisi ngaji (kitab) mulai hilang. Itu lampu merah. Orang kaya suka ulama. Suka kiai. Tapi maunya ngatur ulama, tidak mau diatur ulama. Saya ga mau ngaji yang ribet itu. Harus pasang panggung, sound system, yang penting bupati datang. Ribet. Mereka habis 50 juta, 100 juta tidak masalah. Tapi sesuai mau mereka, yang datang jamaahnya banyak. Coba, kalo nuruti maunya kiai, ulama, ngajinya menganalisa kitab, uangnya buat mencetak naskah, pasti tidak mau.

    Saya ingin kebesaran ulama itu kembali, yaitu bisa mengatur orang kaya. Bukan seperti sekarang, diatur orang kaya. Banyak yang datang minta pengajian umun, bawa alphard, saya jawab kalo mau ngaji datang ke sini saja. Kalo kiai diatur-atur, kan ribet. Bukan saya anti. Dan itu perlu. Tapi sudah over. Tapi tradisi ngaji yang sebenarnya, yang jadi standar NU, sudah mulai ditinggalkan. Ditambah, kiai yang kedonyan, cinta dunia. Klop. Yang kaya, tahunya memuliakan kiai dengan uang, kiainya juga senang. Musibah. Terutama di Jawa Timur.

    Saya keluar dari kantor PWNU Jawa Timur, langsung dikasih voucher umroh. Saya jawab, tidak, saya kiai Jawa Tengah. Makanya saat saya diundang di Tebu Ireng, Pondok Syaikhona Kholil, Termas … Saya mau asal, disediakan naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Kholil, Syaikh Mahfudz Termas. Ya, saya ngajinya kitab para pendiri pesantren itu. Bukan ngaji gus baha tapi ngaji Mbah Hasyim Asy’ari, dll.

    Ini kan musibah. Selama ini dzurriyah, para cucu tidak peduli dengan naskah pendiri. Padahal ada ahli filologi, pengumpul naskah. Naskah masyayikh kita ada di luar negeri, cucunya ga punya. Saya punya naskahnya Syaikh Mahfudz yang tidak ada di Termas. Saya dikasih Mbah Moen. Akhirnya, para cucu ngaji ke sini. Coba, Sirojut Tholibin di cetak di mana-mana, termasuk Yaman. Namun, kita tahu nasibnya di Jampes.

    Kiai-kiai NU itu sudah alim. Ngerti hukum secara tafsil, kok malah hobi bicara yang mujmal. Ini kan sudah mau pinter, di suruh goblok lagi. Anda itu ngaji, sampai buka kamus, meneliti tiap kata, harusnya ngajarnya seperti itu. Agar tetap alim. Ada kiai yang sehari manggung 3 kali. Padahal, pasti dia tidak paham problem dakwah di setiap tempat itu. Dia tidak tahu objeknya, tidak tahu obatnya. Pasti bicaranya standar, itu-itu saja, yang penting lucu dan menarik. Mana ada waktu untuk belajar lebih dalam?

    Akhirnya ada orang ceramah ditambahi musik macam-macam. Karena dia tidak alim. Tidak terkontrol, yang penting menarik. Akhirnya ya goblok beneran. Pondok NU juga ikut-ikutan tren. Bikin acara, ya pengajian umum. Yang datang banyak. Masak, pondok NU mengundang Abdus Shomad dan Adi Hidayat. Karena ikut tren tadi. Tidak tahu, keduanya itu kategorinya apa, detailnya mereka.

    Musibah lagi, warga NU membaca tulisan Gus Ulil, Nusron bahkan Abu Janda tapi tidak tahu naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari. Saya hanya ingin, tradisi ilmiah di NU itu kembali. Kiai tidak boleh diatur orang kaya. Jika tidak, NU bisa habis (orang alimnya). Saya di NU ditugasi ini, bukan yang lain.

    Maka, saat saya di Lirboyo, saya bilang ‘Gus Kafa, saya lebih senang disambut 4 santri yang benar-benar niat ngaji, daripada banyak santri yang niatnya tidak jelas’. Kemudian, setiap kali saya ke Lirboyo, anak, mantu, cucu dikumpulkan dulu ngaji sama saya.

    Jika, kita 5 tahun saja memulai. NU akan hebat. Jika bukan anak kita yang jadi alim, cucu kita akan jadi ulama. Itulah NU. NU itu harusnya melahirkan kiai – allamah, bukan kiai-mubaligh seperti sekarang. Dan saya melihat sudah lampu merah. Padahal di zaman kakek saya, bahasa Arab itu seperti bahasa Jawa. Saya punya tulisannya Mbah Hasyim Asy’ari yang surat-suratan dengan kakek saya dengan bahasa Arab.

    Keilmuan, kealiman ini jangan habis. Dulu para pendiri, kakek kita, allamah, punya naskah. Jika kita terus begini, bisa habis. – ditulis secara bebas –

    KH. Bahauddin Nur Salim (Rois Syuriah PBNU)

  • BAGANA siap sedia membantu korban bencana

    BAGANA siap sedia membantu korban bencana

    Infokom NU Mojokerto. Pada tanggal 3 feb bersama relawan2 di wilayah Mojokerto,BAGANA Banser Kab.Mojokerto siap-sigap membantu pengamanan korban bencana banjir hingga mencapai 1 meter di sekitar wilayah Kec.Sooko,Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM

    Masyarakat yang terkena banjir merasa aman dan nyaman karna dibantu Banser BAGANA dan para relawan.dalam membantu mengevakuasi Banjir.

    SORBANSANTRI.COM

    By.infokom PAC Mojosari,Februari 4/2020

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
  • Perbedaan Bukan Suatu Alasan Pertikaian

    Perbedaan Bukan Suatu Alasan Pertikaian

    SORBANSANTRI.COM

    Ciri Khas Pencak Silat NU Pagar Nusa

    1. Faham Dan Tradisi Spesifik , Pagar Nusa sebagai bagian dari Kultur dan Tradisi Nahdlatul Ulama, Menganut asas ketaatan menjalankan tradisi keagamaan dan petunjuk dari Ulama sebagai pihak yang memiliki Otoritas Keagamaan.
    2. Persaudaraan dikalangan Anggota Pagar Nusa yaitu persaudaraan dalam pengertian Luas ,Persaudaraan sesama warga NU ( Ukhuwah Nahdliyah ) , Persaudaraan sesama Muslim ( Ukhuwah Islamiyah ) , Persaudaraan antar sesama Bangsa ( Ukhuwah Wathoniyah ), Persaudaraan sesama Manusia ( Ukhuwah Basyariyah).
    3. Pagar Nusa memiliki filosofi “Pertahanan lebih Utama dari pada Penyerangan” dalam artian bahwa kemampuan Beladiri yang dikembangkan Pagar Nusa adalah kemampuan untuk mempertahankan jika terjadi penyerangan. Penyerangan yang dilakukan Pagar Nusa adalah untuk melumpuhkan , sebagai shock theraphy yang menjadikan lawan menyerah tanpa harus mematikan lawan, Inilah beladiri dengan menggunakan Akhlaqul Karimah.
  • BAGANA siap sedia membantu korban bencana

    BAGANA siap sedia membantu korban bencana

    Infokom NU Mojokerto. Pada tanggal 3 feb bersama relawan2 di wilayah Mojokerto,BAGANA Banser Kab.Mojokerto siap-sigap membantu pengamanan korban bencana banjir hingga mencapai 1 meter di sekitar wilayah Kec.Sooko,Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM

    Masyarakat yang terkena banjir merasa aman dan nyaman karna dibantu Banser BAGANA dan para relawan.dalam membantu mengevakuasi Banjir.

    SORBANSANTRI.COM

    By.infokom PAC Mojosari,Februari 4/2020

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
  • KEMERIAHAN HARLAH NU KE-94 DI JETIS MOJOKERTO

    KEMERIAHAN HARLAH NU KE-94 DI JETIS MOJOKERTO

    Cyberaswaja.online|Jetis. Semarak Harla NU ke-94 di seluruh Nusantara begitu ramai dengan ragam kegiatan yang dilakukan. Seperti halnya di salah satu kabupaten Mojokerto. Dalam rangka Harlah NU ke-94 GP Ansor Canggu Kecamatan Jetis mengadakan kegiatan diantara Pelatihan Bekam Tibbun Nabawi yang dilaksanakan oleh Rijalul Ansor Canggu.

    HARLAH NU-94 JETIS
    FOTO: PANITIA HARLAH NU-94 Desa Canggu-Jetis

    Terkait biaya, serta pelatihan ini, tidak dipungut biaya sepersen pun alias gratis. Bekam Tibbun Nabawi dilakukan pada Hari sabtu malam ini, berada di tempat Kopi Gladak, Tepatnya Di Dusun Balongsono Desa Canggu, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. (01/02/2020).

    harlah NU 94
    Foto: pengurus GP Ansor Jetis Bersama Muspika di Harlah NU ke-94

    Pada pelatihan ini, merupakan semangat kader dalam rangka menyambut Harlah Nu ke-94 ini, kordinasi untuk mempermudah agenda ini dibentuk, agar memudahkan peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

    “Harla NU ke-94 merupakan kebanggan kita sebagai kader untuk berperan mewarnainya, GP Ansor Canggu benar mengadakan pelatihan Bekam Tibbun nabawi, kita sudah menentukan kordinatornya untuk mempermudah peserta mengikutinya”. Tegas Abah Alim Banser Jetis ini.

    Tidak mau ketinggalan, PAGAR NUSA Canggu dalam rangka Harla Nu ke-94, diketahui pada hari Minggu, pukul 08:30 WIB  juga mengadakan Latihan Gabungan (LATGAB) yang dikuti oleh 500 orang Pendekar Pagar Nusa yang dilaksanakan di Lapangan Canggu. (02/02/2020).

    Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto
    Foto: Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah Nu-94

    Para pendekar-pendekar Pagar Nusa ini dalam Atraksi Melakukan; Pemecahan Benda Keras, Bambu Gila, Kekebalan, Jurus Yaa Hayyuu Yaa Qoyyum. Yang didampingi oleh senior-senior Ahli dari Pagar Nusa.

    Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto
    Foto: Atraksi Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94

    Foto: Atraksi Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94
    Foto: Atraksi Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94

    Foto: Atraksi Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94
    Foto: Atraksi Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94

     

    Foto: Atraksi Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94
    Foto: Atraksi Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94

    Antusiasme masyarakat dalam
    Foto: Menyanyikan Mars Subulul Wathon oleh Pagar Nusa Canggu Jetis Mojokerto di Harlah NU-94

    Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut pecah, dengan menonton atraksi yang diberikan oleh Pasukan Pagar Nusa, tepuk tangan riyuh melihat atraksi ini. Skill dan kompetensi yang dimiliki peserta sudah melalui tahap latihan latihan yang telah diberikan bekal sebelumnya.

    Disisi lain, Harlah NU ke-94 ini juga dimeriahkan oleh MUSLIMAT dan FATAYAT desa Canggu Kecamatan Jetis, dengan mengadakan TAHLIL bersama, di Hari Minggu Paginya, yang dilaksakan di Musholla “Baitul Muttaqin” Balonsono, Jetis kabupaten Mojokerto. (02/02/2020).

    Jamaah Muslimat dan Fatayat NU Canggu-Jetis-Mojokerto
    Foto: Jamaah Muslimat dan Fatayat NU Canggu-Jetis-Mojokerto di Harla NU-94

     Kemeriahan giat Harla NU ke 94 ini, sudah direcanakan sejak awal, sehingga agenda tersebut dipersiapkan matang-matang oleh salah satu Banom NU ini. Terlihat jamaah yang memadati dari Mushollah tersebut. 

    Jamaah Muslimat dan Fatayat NU Canggu-Jetis-Mojokerto
    Foto: Jamaah Muslimat dan Fatayat NU Canggu-Jetis-Mojokerto di Harlah NU-94

    Kirim do’a dengan pembacaan Tahlil Bersama, menyambut Harlah NU-94 juga untuk keuntuhan NKRI juga, merupakah salah satu amaliyah NU yang sudah menjadi tradisi untuk setiap tahunya dalah memperingati Harlah NU-94, untuk dilaksanakan, dilestarikan yang dilaksanakan kader-kader selanjutnya.

    Meriahnya kegiatan HarlahNU-94 ini, juga diwarnai dengan giat “Gebyar Sholawat” oleh IPNU dan IPPNU Canggu Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. (02/02/2020).

    IPNU dan IPPNU Gebyar Shalawat di Harlah NU-94
    Foto: IPNU dan IPPNU Gebyar Shalawat di Harlah NU-94

    Bertempat di Kopi Gladak pada Minggu Malam, salah satu banom NU dari IPNU dan IPPNU melaksanakan Pembacaan sholawat untuk kedamaian bangsa Indonesia pada Harlah NU-94 kali ini.

    Sholawat yang dibawakan oleh Generasi penerus ini, bertujuan juga untuk semangat meraih ridho ALLOH dengan akhir khusnul khotimah. Serta menyatukan tekat untuk mejaga NKRI dengan berkhidmat di NU. (WG-Infokom)