Blog

  • Sejarah K.H. Raden Ma’mun Nawawi Cibogo

    Sejarah K.H. Raden Ma’mun Nawawi Cibogo

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- K.H. Raden Ma’mun Nawawi adalah seorang ulama ternama kelahiran Cibogo, Cibarusah, Bekasi. Kiai Ma’mun Nawawi akrab dengan panggilan Mama’ Cibogo. Lahir pada hari Kamis bulan Jumadil Akhir 1334 H/1915 M.
    Ngaji di Purwakarta Sampai Mekkah
    Perjalanan keilmuan Kiai Ma’mun Nawawi dimulai pada usia 15 tahun. Setelah mendapat didikan langsung dari ayahnya, beliau melanjutkan studi ke pesantren yang diasuh oleh Tugabus Bakri bin Seda (Mama Sempur) di Plered Sempur Purwakarta hingga 7 tahun. Kecerdasan dan akhlak Kiai Ma’mun Nawawi diakui oleh seluruh santri, baik junior maupun senior. Hal demikian sampai menjadikan Kiai Ma’mun Nawawi diangkat menjadi menantu oleh pemilik pondok pesantren, yaitu Mama’ (panggilan untuk tokoh agama di Sunda) Sempur.
    Selesai di Purwakarta, beliau melanjutkan studinya ke Mekkah selama 2 tahun. Selama di Mekkah, beliau berguru pada lebih dari 13 muallif (pengarang kitab), diantaranya adalah al-Muhaddits as-Sayyid Alawi al-Maliki, Mama KH. Mukhtar Ath Tharid, dan syaikh ‘Ali al Maliki. Mengaji di Jawa Timur Sampai Tanah Betawi Sekembalinya dari Mekkah, saat itu usianya 24 tahun, Kiai Ma’mun Nawawi melanjutkan perjalanan keilmuannya ke Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dan pesantren Syaikh Ihsan Jampes Kediri.
    Menarik dicatat bahwa Kiai Ma’mun dan Syaikh Ihsan Jampes, keduanya sama-sama menulis kitab tentang rokok. Syaikh Ihsan Jampes (guru) menulis kitab yang berjudul Irsyad al-Ikhwan fi Bayani Syurb al-Qahwah wa ad-Dukhan berisi penyeimbang atas larangan-larangan merokok.Sedangkan kitab Kiai Ma’mun Nawawi (murid) berjudul Risalat Syurb ad-Dukhan yang berisi rambu-rambu larangan merokok. Sang Guru diketahui sebagai perokok berat, sedangan Sang Murid sangat anti terhadap rokok. Perbedaan ilmiah semacam ini sudah terjadi di Nusantara sejak zaman dahulu.
    Setelah menyelesaikan perjalanan di pulau Jawa bagian timur, beliau belajar lagi ke pesantren yang diasuh Syaikh KH. Manshur bin Abdul Hamid al-Batawi, pengarang kitab Sullam an-Nayirain, di Jembatan Lima, Jakarta. Kitab Sullam an-Nayirain berisi tentang ilmu falak. Kitab ini mampu dipelajari dan dikuasai oleh Kiai Ma’mun Nawawi selama 40 hari saja.
    Secara umum Kiai Ma’mun Nawawi lebih dikenal sebagai ulama falakiyah. Sampai saat ini, Cibogo, kampung kelahiran beliau, memiliki kalender sendiri dalam perhitungan awal bulan, tahun, puasa, dan lebaran. Maka dalam jangka waktu sepuluh tahun, ada saja perbedaan antara kalender Cibogo dengan pemerintah dalam penentuan awal puasa dan lebaran. Karena basis kalender Cibogo adalah hisab, sedangkan pemerintah adalah rukyat.
    Dalam bidang Hadis, Kiai Ma’mun Nawawi berguru kepada al-Muhaddis Ali al-Maliki, al-Muhaddis as-Sayyid ‘Alawi bin ‘Abbas, dan Syaikh Mukhtar Ath-Tharid al-Bogori di Makkah. Untuk al-Muhaddis Ali al-Maliki, Syaikh Muhammad Yasin al-Fadni sampai mencatat tersendiri periwayatan darinya dalam karya al Maslak al Jaliy fi Asanid Fadhilah as-Syaikh Muhammad Ali al Maliki. Di Indonesia, beliau berguru kepada Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Bukti bahwa beliau ulama yang mempuni dalam bidang Hadis adalah hadirnya kitab Bahjat al Wudluh fi Hadis Opat Puluh (Empat Puluh) dengan metode dan isi yang akan kami paparkan pada tulisan mendatang.
    Dari Laskar Hizbullah sampai Produktif Menulis Selain sibuk dengan ilmu, Kiai Ma’mun Nawawi juga punya pernanan penting dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia. Berbekal kedekatan Kiai Ma’mun Nawawi dengan sang guru, Hadlratussyaikh Hasyim Asy’ari dan anaknya K.H Wahid Hasyim, ditambah dengan daerah strategis, Cibarusah didaulat menjadi tuan rumah pusat pelatihan Laskar Hizbullah pada masa revolusi dan reformasi kemerdekaan Indonesia.
    Majalah Tempo, 18 April 2011, menggambarkan adanya fakta perjuangan heroik “Laskar Allah” dari Cibarusah. Sekitar lima ratus pemuda berkemeja dengan celana tanggung biru berbaris keluar dari barak-barak anyaman bambu. Para calon opsir ini bersiap mengikuti upacara pembukaan latihan Laskar Hizbullah di Desa Cibarusah, Bekasi. Suatu pagi pada Februari 1945.
    Dalam situasi segenting itu, semangat literasi Kiai Ma’mun Nawawi melahirkan karya-karya yang memenuhi dahaga masyarakat, terutama masyarakat Sunda. Tidak kurang dari enam puluh tiga karya lahir dari “tangan dingin” beliau. Karya-karya beliau mencakup keilmuan Islam dalam bidang Hadis, fikih, astronomi (falak), sastra, dan lain-lain. Pada umumnya karya-karya beliau ditulis dengan menggunakan arab pegon dan berbahasa Sunda.
    Akhir Hayat Kiai Ma’mun Nawawi wafat pada malam Jum’at 26 Muharram 1395 H pukul 01.15 WIB yang bertepatan dengan tanggal 7 Februari 1975 M di Cibogo pada usia 63 tahun (1912-1975). Pondok pesantrennya saat ini diteruskan oleh salah satu putranya, KH. Jamaluddin Nawawi. Makam Kiai Ma’mun Nawawi berada di sekitar pesantren dan banyak dikunjungi orang baik dari Bekasi, Banten, atau Bogor, khususnya pada bulan Maulid.
    Tulisan ini disarikan dari buku “Peranan K.H Raden Ma’mun Nawawi dan Laskar Hizbullah Pada Masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia,” (Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, 2018) karya A. Sopandi & A. Jaelani dengan beberapa pengembangan hasil penelitian penulis).
  • Haul KH.MUSTHOFA bin SINGOKERTO Canggu Jetis mojokerto di era pandemi covid-19

    Haul KH.MUSTHOFA bin SINGOKERTO Canggu Jetis mojokerto di era pandemi covid-19

    Sorban jetis_KH. Muhammad Musthofa bin singokerto salah satu kyai sakti mojokerto, makam beliau di masjid al musthofa, masjid peninggalan beliau di wilayah canggu jetis mojokerto, selain terkenal sakti, beliau juga adalah salah satu ulama yang menyebarkan agama islam di wilayah canggu dan sekitarnya

    SORBANSANTRI.COM
    KH. Moh. Musthofa bin Singokerto

    Untuk mengenang jasa beliau, santri dan warga canggu tiap tahun mengadakan haul di masjid al musthofa, yang di hadiri ribuan santri dan warga sekitar. Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya tahun ini haul di laksanakan dengan sederhana, karena mengingat masih dalam kondisi pandemi covid-19, yang di hadiri sekitar 450 santri dan warga canggu.(30/09/20)

    SORBANSANTRI.COM
    Makam KH. Moh. Musthofa bin Singokerto

    Menurut keterangan dari ketua takmir masjid al musthofa Ustadz NUR ALIMAN mengatakan ” sebelum acara di laksanakan pihak takmir sudah berkoordinasi sama kepala desa canggu dan pihak keamanan yang akhirnya di ijinkan melaksanakan acara haul tahun ini, dengan syarat harus bisa memenuhi protokol kesehatan, dan alhamdulillah dengan di bantu BANSER semuanya yang hadir memakai masker, cuci tangan sebelum masuk masjid dan menjaga jarak” untuk undangan menurut Ustadz NUR ALIMAN hanya takmir masjid al musthofa, dan pengurus NU CANGGU serta banomnya, sekitar seratusan undangan tapi yang hadir di luar dugaan masih hampir lima ratusan

    SORBANSANTRI.COM

    Gus DARTOK MULYADI selaku Ketua GP ANSOR CANGGU saat di temui team SORBAN mengatakan “setelah ada permintaan pam BANSER dari pihak takmir masjid al musthofa pada acara haul KH. M MUSTHOFA bin SINGOKERTO Langsung saya intruksikan kepada BANSER canggu untuk hadir semua dan yang hadir sekitar 20 personil, dan kami juga di bantu sahabat2 PAGAR NUSA canggu ada 5 sahabat, dan alhamdulillah acara berjalan dengan lancar aman sampai selesai”

    SORBANSANTRI.COM

    Pantauan dari lokasi acara nampak dari seragam yang di pakai ada NU canggu, ANSOR, MUSLIMAT, FATAYAT, IPNU, PAGARNUSA di kelompok ibu ibu ada sekelompok seragam batik IPPNU, mereka semua tertib dan khusuk mengikuti acara sampai selesai

    By:alim sorban

  • AMALAN MENEMPATI RUMAH BARU

    AMALAN MENEMPATI RUMAH BARU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kita patut bersyukur menempati rumah baru karena itu adalah nikmat Allah yg patut disyukuri. Agar rumah atau tempat yg baru dihuni mendapatkan keberkahan dan aman dari gangguan jin, sebagian ulama menganjurkan kita untuk melakukan amalan sebagai berikut.

    1. Membaca Surat Al-Fatihah 3 kali

    2. Kemudian membaca Surat Al-Mu’minun ayat 28-29 sbg berikut:

    فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ * وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلاً مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ

    Artinya, “Bila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yg menyelamatkan kami dari kaum aniaya.’ Katakanlah, ‘Tuhanku, tempatkan aku di tempat yg berkah karena Engkau sebaik2 pemberi tempat.’

    3. Kemudian membaca doa sebagai berikut sebanyak 3 kali:

    اَللهم يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خاَلِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخُلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخاَفُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هَذَا خَيْراً وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.

    Allâhumma yâ man falaqal bahra li Mûsâ bin ‘Imrân, wa najjâ Yûnusa min bathnil hût, wa sayyaral fulka li man syâ’a, antal ‘âlimu bi ‘adadi qathril bihâri, wa dzarrâtir rimal. Yâ Khâliqa ashnâfi ‘ajâ’ibil makhlûqât. As’alukal kifâyah, yâ kâfiya man istakfâh, yâ Mujîba man da‘âh, yâ muqîla man rajâh. Antal kâfi, lâ kâfiya illa anta. Ikfinî syarra ma akhâfu wa ahdzar. Wamla’ manzilî hâdzâ khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasûlika sayyidina Muhammadin wa âlihi wa shahbih wa sallim.

    Artinya, “Ya Allah yg membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yg menjalankan perahu kepada siapapun yg dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan2 kerikil. Wahai zat yg menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk2. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yg mencukupi hamba yg memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yg mengabulkan hamba yg berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. Tiada yg mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yg kukhawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.”

    Amalan di atas dibaca setiap pagi dan sore selama tiga hari berturut2. Amalan ini dikutip dari Kitab Al-Wasa’ilis Syafi’ah karya Syekh Al-Habib Muhammad bin Ali Khirid Al-Alawi Al-Husaini At-Tarimi, Beirut, Darul Hawi, cetakan kedua, 1999 M, halalaman 512.

    Wallahu a‘lam

    Jangan lupa doa masuk rumah lainnya, yakni mengucap salam. Dengan begitu, harapannya seseorang bisa dijauhi dari gangguan jin atau setan. Perintah mengucap salam tertulis dalam Al-Quran surat An-Nur: 61 yg berbunyi:

    فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

    Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah2 (ini) hendak lah kamu memberi salam kepada (penghuni yg berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yg ditetapkan dari sisi Allah, yg diberi berkat lagi baik. (abi SORBAN)

  • KHALIFAH UMAR r.a. DAN BUDAYA KRITIK

    KHALIFAH UMAR r.a. DAN BUDAYA KRITIK

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Khalifah Umar ibn al-khatthab r.s. sering dijadikan contoh sebagai pemempin yang menyukai kritik. Beliau punya kebiasaan belusukan ke kampung kampung. Salah satu tujuannya mencari tahu tentang aib dan kekurangan dirinya. Hal itu membuat masyarakat berani dan tidak segan untuk mengeritiknya.

    Dikisahkan bahwa kholifah Umar pada suatu ketika dicegat di jalan oleh seorang perempuan tua bernama Khaulah binti Tsa’labah dan dimintanya berhenti. Cukup lama beliau berhenti di jalan seraya menyimak kalimat2 yang meluncur dari lisan Khaulah binti Tsa’labah yang berisi nasihat nasihat sebagai berikut :

    ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ، ﻛﻨﺖَ ﺗﺪﻋَﻰ ﻋُﻤﻴﺮﺍ ﺛﻢ ﺻﺮﺕَ ﻋﻤﺮ ، ﺛﻢ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ ﺃﻣﻴﺮُ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ، ﻓﺎﺗﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻣَﻦ ﺃﻳﻘﻦ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﻔﻮﺕَ ، ﻭ ﻣﻦ ﺃﻳﻘﻦ ﺑﺎﻟﺤﺴﺎﺏ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﻌﺬﺍﺏ .

    Wahai Umar, engkau dulu dipanggil Umair (Umar kecil), kemudian berubah menjadi Umar, lalu sekarang engkau dipanggil dengan julukan “amirul mukminin”. (Pesan saya) : takutlah engkau, wahai Umar kepada Allah, karena barangsiapa meyakini adanya kematian, ia pasti khawatir akan hilangnya kesempatan, dan barangsiapa yg meyakini adanya hisab, ia pasti takut menghadapi adzab.

    Pertemuan di jalan antara Khalifah dan perempuan tua itu menjadi tontonan dan sekaligus membuat orang orang yang melihatnya keheranan. Maka di antara mereka ada yang terpaksa bertanya : wahai amirul mukminin, mengapa njenengan rela berhenti di sini hanya untuk mendengarkan omongan perempuan tua itu?

    Khalifah Umar menjawab : “Seandainya perempuan itu meminta agar saya berhenti di tempat ini dari awal siang sampai akhir siang, pasti saya tidak akan beranjak kecuali untuk shalat. Tahukah kalian, siapakah perempuan tua itu?”

    Mereka mejawab : kami tidak tahu.

    Sayyidina Umar menjelaskan, Dia adalah Khaulah binti Tsa’labah, seorang perempuan yang perkataannya didengar oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dari atas langit yang tujuh. Apa pantas Umar tidak mau mendengarkan ucapan perempuan itu, sementara Allah Ta’ala mau mendengarkannya.

    Kisah tentang Khaulah binti Tsa’labah secara singkat difirmankan oleh Allah sbb :

    ﻗﺪ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺠﺎﺩﻟﻚ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺗﺸﺘﻜﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺴﻤﻊ ﺗﺤﺎﻭﺭﻛﻤﺎ ، ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﻤﻴﻊ ﺑﺼﻴﺮ
    ‏( ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ : ١ )

    Tentu Allah mendengar perkataan wanita yang mengajukan permasalahan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal-jawab kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.
    (KH Afifuddin Muhajir)

  • HUKUM KIRIM FATIHAH LEWAT STIKER/COPY PASTE?

    HUKUM KIRIM FATIHAH LEWAT STIKER/COPY PASTE?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Sebagai Bahan Muhasabah dan Pengingat Bagi Kita Semua.
    Hadirnya media sosial sebagai sebuah media dalam memudahkan berbagai aktifitas, sudah menjadi hal lumrah.

    Hal ini juga berlaku bagi orang yang hendak kirim fatihah atau doa. Biasanya kalau ada kabar duka orang meninggal dunia di grup whatsapp. Dalam hitungan detik setelah kabar duka muncul, langsung disambut balasan doa dan fatihah dalam bentuk stiker atau teks yang sepertinya sudah di-save dan tinggal copy-past saja.

    Anehnya kadang hanya mengirim stiker atau teks doa tersebut. Lupa melafalkannya.
    Lantas, cukupkah dengan cara demikian? Tanpa mengucapkannya lagi.
    .

    Jawab:
    Sebagaimana lazim diketahui bahwa doa yang dikirim untuk orang yang sudah meninggal adalah bisa sampai. Tapi jika hanya bentuk stiker atau teks tanpa diucapkan, maka tidak dikatakan doa. Harus dilafadzkan (diucapakan).

    Referensi:
    Al-Adzkar li-Syaikhil Islam al-Imam an-Nawawi hal. 150:

    ﺑﺎﺏُ ﻣﺎ ﻳﻨﻔﻊُ ﺍﻟﻤﻴّﺖَ ﻣﻦ ﻗَﻮْﻝ ﻏﻴﺮﻩ : ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻸﻣﻮﺍﺕ ﻳﻨﻔﻌﻬﻢ ﻭﻳَﺼﻠُﻬﻢ . ﻭﺍﺣﺘﺠّﻮﺍﺑﻘﻮﻝ ﺍﻟﻠّﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :
    } ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺟﺎﺅﻭﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻤْﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﺭَﺑَّﻨﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨﺎ ﻭﻹِﺧْﻮَﺍﻧِﻨﺎ ﺍﻟَّﺬﻳﻦ ﺳَﺒَﻘُﻮﻧﺎﺑﺎﻹِﻱﻣَﺎﻥِ { ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺍﻵﻳﺎﺕ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭﺓ ﺑﻤﻌﻨﺎﻫﺎ،ﻭﻓﻲ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭﺓ ﻛﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻬﻮﺳﻠﻢ : ” ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻷﻫْﻞِ ﺑَﻘِﻴﻊِ ﺍﻟﻐَﺮْﻗَﺪِ ” ﻭﻛﻘﻮﻟﻬﺼﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ” ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﺤَﻴِّﻨﺎ ﻭَﻣَﻴِّﺘِﻨَﺎ ” ﻭﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ .
    “Bab perkataan dan hal-hal lain yang bermanfaat bagi mayyit : ‘Ulama telah ber-ijma’ (bersepakat ) bahwa do’a untuk orang meninggal dunia bermanfaat dan pahalanya sampai kepada mereka. Dan ‘Ulama’ berhujjah dengan firman Allah : {“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami (59:10)”}, dan ayat-ayat lainnya yang maknanya masyhur, serta dengan hadits-hadits masyhur seperti do’a Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam “ya Allah berikanlah ampunan kepada ahli pekuburan Baqi al-Gharqad”, juga do’a : “ya Allah berikanlah Ampunan kepada yang masih hidup dan sudah meninggal diantara kami”, dan hadits- yang lainnya.”

    Al-Adzkar li-Syaikhil Islam al-Imam an-Nawawi hal. 16:
    ﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻷﺫﻛﺎﺭ ﺍﻟﻤﺸﺮﻭﻋﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭﺍﺟﺒﺔً ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻭ ﻣﺴﺘﺤﺒﺔً ﻻ ﻳُﺤﺴﺐُ ﺷﻲﺀٌ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻻ ﻳُﻌﺘﺪّ ﺑﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻠﻔَّﻆَ ﺑﻪ ﺑﺤﻴﺚُ ﻳُﺴﻤﻊ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺴﻤﻊ ﻻ ﻋﺎﺭﺽ ﻟﻪ

    “Ketahuilah bahwa zikir yang disyariatkan dalam salat dan selainnya, baik yang wajib ataupun sunnah tidak dihitung dan tidak dianggap kecuali diucapkan, sekiranya ia dapat mendengar yang diucapkannya sendiri apabila pendengarannya sehat dan dalam keadaan normal (tidak sedang bising dan sebagainya)”.

    Al Mausu’ah al-Fiqhiyah (21/249):
    ” ﻻ ﻳﻌﺘﺪُّ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻤﺎ ﺭﺗَّﺐ ﺍﻟﺸﺎﺭﻉ ﺍﻷﺟﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﺗﻴﺎﻥ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﺫﻛﺎﺭ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﺘﻠﻔﻆ ﺑﻪ ﺍﻟﺬﺍﻛﺮ ﻭﻳُﺴﻤﻊ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺴﻤﻊ؛

    “Dzikir yang wajib atau sunah, di dalam shalat atau bukan, tidak bisa memdapatkan pahala kecuali dilafalkan oleh orang yang berdzikir tersebut dan (suaranya) terdengar oleh dirinya jika memang pendengarannya normal”. (ANSOR BALI)

    Wallahua’lam, semoga bermanfaat.

    (Pena Aswaja)

  • Menghormati Guru Adalah Salah Satu Sarat Menuntut Ilmu

    Menghormati Guru Adalah Salah Satu Sarat Menuntut Ilmu

    SORBANSANTRI.COM
    Sorban Santri- Diantara syarat yang sering diabaikan oleh para penuntut ilmu sekarang adalah kurang bahkan tidak menghormati guru. Dalam kitab Taysirul Khallaq disebutkan seorang penunut ilmu haruslah meyakini bahwa guru mempunyai kedudukan seperti orang tua, bahkan bisa lebih tinggi, karena orang tua memelihara jasadnya, tapi guru berusaha memelihara jiwanya. Orang tua memperhatikan urusan dunia kita, sementara guru memperhatikan urusan akhirat kita.
    Coba kita perhatikan. Kita mengenal Allah, para Nabi, bahkan kita bisa membaca Al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran islam sehingga bisa menggali lebih dalam syariat islam namun terkadang kita lupa dari manakah kita mengenal semua itu? Tidaklah mungkin kita kenal semua itu tanpa bimbingan guru. Maka benarlah perkataan ulama :
    ﻟﻮﻻ ﺍﻟﻤﺮﺑﻲ، ﻣﺎ ﻋﺮﻓﺖ ﺭﺑﻲ
    Seandainya tidak ada guru, niscaya aku tidak mengenal Tuhanku
    Betapa mulianya seorang guru hingga Sayyidina Ali yang digelari sebagai kotanya ilmu berkata:
    ﺃﻧﺎ ﻋﺒﺪ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﻨﻰ ﺣﺮﻓﺎ ﻭﺍﺣﺪﺍ، ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺑﺎﻉ، ﻭﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﺳﺘﺮﻕ
    Aku adalah hamba sahaya dari seseorang yang mengajariku satu huruf, jika ia mau maka ia boleh menjual dan jika ia mau maka ia boleh menjadikan aku sebagai budaknya.
    Imam Ahmad banyak mengambil ilmu dari Imam Syafi’i hingga ia berkata: Jika dalam suatu permasalahan tidak aku temui haditsnya maka aku memutuskan hukum dengan perkataan Imam Syafii.
    Maka sebagai balasannya Imam Ahmad bin Hanbal berkata:
    ﺇِﻧِّﻲْ ﻷَﺩْﻋُﻮ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻠﺸَّﺎﻓِﻌِﻲِّ ﻓِﻲْ ﺻَﻼَﺗِﻲْ ﻣُﻨْﺬُ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴْﻦَ ﺳَﻨَﺔً، ﺃَﻗُﻮْﻝُ : ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَﻟِﻤُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺇِﺩْﺭِﻳْﺲَ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲِّ
    ”Aku mendoakan al-Imam al-Syafi’i dalam shalat saya selama empat puluh tahun. Aku berdoa, “Ya Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris al-Syafi’i.”
    [al-Baihaqi, Manaqib al-Imam al-Syafi’i] (arka)
  • Sebarkan Semangat Kampanye Prokes dan Baksos, Ansor-Banser di Sidoarjo Gowes Bareng

    Sebarkan Semangat Kampanye Prokes dan Baksos, Ansor-Banser di Sidoarjo Gowes Bareng

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu provinsi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Propinsi Jawa Timur. Berdasarkan data dari Dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 6204 orang terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 26 September 2020.
    Hal itu menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mentaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo masih rendah.
    Sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo semakin bertambah, maka pemerintah dibantu oleh masyarakat harus berperan aktif untuk mengedukasi serta mensosialisasikan terkait bahaya Covid-19 dan pentingnya penggunaan protokol kesehatan di luar ruangan.
    Dalam rangka membantu upaya pemerintah tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi kemanusiaan kampanye Protokol kesehatan (Prokes) dan Bakti sosial (Baksos), Ahad (27/9) pagi.
    Kegiatan yang dikemas dalam acara “ Sahabat Ansor Gowes Napak Tilas Dan Bakti Sosial” pagi ini juga didukung oleh Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser husada (Basada) Kabupaten Sidoarjo. Diikuti oleh puluhan anggota Ansor dan Banser Kecamatan Buduran dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.
    Rute yang ditempuh sejauh sekitar 15 kilometer, berangkat dari komplek area makam KH Ali Masud (Mbah Ud), Desa Pagerwojo, Kecamatan Sidoarjo, kemudian menuju makam auliya Desa Siwalanpanji, dan berakhir di area makam Nyai Dewi Sekardadu di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran.
    Ketua PAC GP Ansor Buduran, Nahwan Mas’udi mengatakan, kegiatan gowes bareng bertujuan untuk napak tilas sekaligus mendoakan para muassis Nahdlatul Ulama.
    SORBANSANTRI.COM
    “Selain olahraga, juga bertujuan untuk memperkuat jaringan silaturrahim antar sesama sahabat Ansor dan Banser se-Kecamatan Buduran. Ansor dan Banser berjuang jihad fi sabilillah, jadi fisiknya juga harus kuat. Juga untuk menggaungkan konferensi yang akan dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Buduran dalam waktu dekat,” kata guru pengajar di Ponpes Manbaul Hikam Putat tersebut.
    Lebih lanjut, Nahwan mengungkapkan, sebagai wujud kepedulian kepada warga dhuafa terdampak Covid-19, PAC PG Ansor Buduran sekaligus mengadakan Baksos bagi warga dhuafa di sekitar makam Nyai Dewi Sekardadu, Desa Kepetingan.
    “Kami juga mengadakan Baksos diantaranya pelayanan kesehatan gratis dan sosialisasi protokol kesehatan dibantu oleh Satkorcab Basada Kabupaten Sidoarjo, serta santunan untuk warga dhuafa Desa Kepetingan berupa sejumlah sembako dan uang tunai,” ungkapnya. Dirinya berharap, semua sahabat Ansor banser tetap sehat dan selalu mentaati protokol kesehatan, serta tetap beraktivitas meskipun masih dalam pandemi Covid-19.
    Sementara itu, Kepala sekretariat markas (Kasetma) Satkoryon Banser Kecamatan Buduran yang juga menjabat sebagai Kepala satuan khusus (Kasatsus) Satkorcab Basada Kabupaten Sidoarjo, Sunan Rochmat mengemukakan kesiapan timnya untuk menyukseskan acara.
    “Dalam kegiatan pagi ini, tim Satkorcab Basada Kabupaten Sidoarjo siap melaksanakan giat pengamanan P3K dan bakti sosial meliputi penerapan protokol kesehatan untuk para peserta gowes dan melakukan pelayanan kesehatan gratis untuk warga Desa Sawohan, Dusun Kepetingan,” ujarnya.
    Dijelaskannya, anggota tim Satkorcab Basada Kabupaten Sidoarjo yang diterjunkan kurang lebih berjumlah 20 orang untuk bertugas memberikan pelayanan kesehatan baik secara medis maupun non medis.
    “Layanan secara medis seperti sosialisasi protokol kesehatan, cek tensi darah dan gula darah menggunakan alat digital. Sedangkan layanan non medis berupa terapi bekam, totok urat, pijat refleksi, terapi elektrik dengan alat yang dimiliki oleh Basada. Anggota yang diterjunkan kurang lebih 20 orang,” tutupnya. (Yuli Riyanto)
  • WASPADAI SHARE-SHARE KEAGAMAAN YANG BEREDAR DI GROUP WHATSAPP

    WASPADAI SHARE-SHARE KEAGAMAAN YANG BEREDAR DI GROUP WHATSAPP

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Berikut adalah sebagian masalah yang banyak beredar di group whatsapp telegram dll, kami tidak tahu ini keluhan atau apalah yang jelas dalam permasalahan seperti ini wajib REDAKSI Sorban Santri luruskan. Inilah pentingnya mondok, belajar langsung dari kiayi sampai khatam. bukannya dari Group Komunitas.

    Banyak orang yang hidup dengan gaya hidup barat.. Tapi ingin mati seperti matinya para sahabat Nabi shalallahu alaihi wasallam

    Saya gak tau hidup gaya barat itu seperti apa? yg saya tau, saya hidup di Indonesia Pulau Jawa tepatnya. Dimana adab sopan santun dengan budi pekerti yang luhur menjadi rahmad serta amalan dan kebanggaan tersendiri ada di Indonesia. Dan semua sifat” karakter tersebut ada pada diri Rosululloh SAW.
    panjang cerita……

    Banyak orang yang hidupnya tidak ingin dengan Islam, meski hanya penampilan lahirnya.. Tapi kalau mati, ingin dengan Islam lahir batin.

    Tuduhan TIDAK INGIN DENGAN ISLAM itu terserah mereka bilangnya apa, syi’ah,bid’ah,sesat,kafir, silahkan, tidak apa-apa. Yang saya tahu islam tidak punya tampilan, seperti pakaian islami, baju syar’i, dll. Itu adalah budaya pakaian orang arab, bukan orang islam. Dan di islam hanya di perintahkan menutup Aurat, terserah ditutupi pakai daun lah, kertas lah, sesuaikan dengan adat setempat yang penting menutup aurat. Tetap kami hormati asal masih dalam standart fiqh yang telah diajarkan kyai dan ulama’ kami.
    Ingat!! dalam surah Al Hujurat ayat 13, disitu Allah berfirman: “Wahai manusia, sesungguhnya Aku menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. … Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Q.S Al-Hujurat:13).

    Alhamdulillah kami ada di Indonesia dan di Rahmati Alloh SWT karena Indonesia punya banyak bangsa, ribuan suku yang bersatu dalam cengkraman Kaki Burung Garuda “Bhineka Tunggal Ika” yang terlahir dari ijtihad dan Istikhoroh para kiai-kiai NU, para ulama” NU, dengan nama PANCASILA. semuanya hidup rukun. Lain cerita dengan Kawasan Arab yang hanya punya 2 suku al-‘Aribah dan Musta’rabah
    panjang cerita……

    Banyak orang melihat bahwa mati di jalan Allah adalah sesuatu yang hebat dan mulia.. Tapi mengapa jika ada orang yang hidup di jalan Allah, dilihat ekstrim, sok suci, dan sok-sok yang lainnya.

    Banyak orang melihat bahwa mati di jalan Allah adalah sesuatu yang hebat dan mulia.. ia memang benar, Surat Al-Baqarah Ayat 154-155 sudah mengatakan itu. Tapi mengapa jika ada orang yang hidup di jalan Allah, dilihat ekstrim, sok suci, dan sok-sok yang lainnya.
    Bagaimana gak ekstrim??! heloo!!
    Kalian syiarkan Budaya arab dan kalian paksa memakai budaya Arab, yang gak mau ikut kalian tuduh syirik,bid’ah,khurofat,kafir. Tetapi kalian licik dengan memakai atasnama Agama, tapi kalian tidak menghormati keberagaman yang telah Alloh ciptakan, malah kalian rusak dengan memakai tabir agama. Itulah mengapa bangsa Timur tengah gak pernah damai, banyak kerusakan dan kehancuran yang tidak terasa kalian ciptakan sendiri dengan perilaku kalian seperti ini…. Apa kalian mau Indonesia Hancur??!!
    Makanya kami sebagai Pemuda yang cinta Akan Nabi, Memegang Aqidah Islami, dan cinta pada NKRI. akan berubah beringas dengan dengan kelakuan kalian seperti itu.
    Kami masih bangga dengan budaya sopansantun….. Tapi tidak untuk mereka!!!
    Kami masih hormat pada perbedaan… Tapi tidak untuk mereka!!!
    Kami cinta pada Nabi dan Rosul…
    Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad SAW

    (abi sorban)

  • Kepada NU Dan Banser Mojokerto. Bersediakah Kalian Menolong Kami Lagi?

    Kepada NU Dan Banser Mojokerto. Bersediakah Kalian Menolong Kami Lagi?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Lagi-lagi terjadi di Indonesia. Hak beribadah dijadikan musyawarah. Musyawarahnya pun musyawarah tanpa peri kemanusiaan dan peri keadilan. Sama sekali tidak ada perwakilan dari gereja, lembaga Kristen, Bimas Kristen atau setidaknya dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Lalu setelah itu pihak desa sok bijak meminta Sumarmi memenuhi persyaratan SKB dua menteri sebelum melakukan pembangunan rumah ibadah. Sementara sebelumnya, renovasi rumah Sumarmi tiba-tiba jadi polemik setelah berhembus kabar bahwa kediaman Sumarmi akan dijadikan gereja gara-gara bentuk renovasi rumahnya menyerupai gereja lengkap dengan glassblock salib di eksterior depan bagian atas. Sumarmipun sudah mengalah menghilangkan glassblock itu sehingga tidak ada salib.

    Melihat kelakuan mereka yang seperti ini, mungkinkah ijin mendirikan gereja di rumah Sumarmi didapatkan? Sementara melihat salib doang berupa glassblock, mereka sudah ketakutan kejang-kejang begitu. Trus gaya-gaya mau mengijinkan sebuah gereja berdiri di sana? Ngga mungkin banget khan.
    Yang menyakitkan adalah saat kegiatan ibadah dan doa bersama umat Kristen dianggap sebagai kegiatan yang meresahkan warga. Sekarang mari kita bayangkan jika ada warga minoritas mengatakan ibadah dan doa bersama umat mayoritas adalah kegiatan yang meresahkan warga. Pasal penistaan pasti langsung bicara. Dari kasus inilah saya menumpahkan semua isi hati saya dalam artikel ini. Sejahat itukah kalian memperlakukan orang lain, sementara diri kalian sendiri tak suka diperlakukan seperti itu? Lalu kepada siapakah kami warga minoritas bisa mengadu tentang ketidakadilan seperti ini selain kepada Tuhan?
    Mengadu pada Presiden Jokowi sudah sering kami lakukan lewat banyak tulisan. Tapi tampaknya Jokowi terlalu sibuk dengan pembangunan berderet-deret infrastruktur yang ada. Mengadu pada Menteri Agama “Islam” RI juga sama saja. Inilah yang dinamakan salah mengadu.
    Dari sinilah saya langsung teringat pada teman-teman NU dan Banser yang selama ini sangat baik pada kami umat minoritas. Saya terkenang pada Banser Riyanto dari Mojokerto. Atas dasar inilah saya memberanikan diri minta tolong “lagi” pada teman-teman NU dan Banser Mojokerto untuk membantu menyelesaikan masalah intoleransi di sana. Semoga kali ini saya tidak salah mengadu. Amin. Terpujilah Tuhan.
    (Berikut adalah berita yang redaksi peroleh dari Group FB yang bersumber dari seword)
    (ABI SORBAN)
  • Habib Umar bin Hafidz tentang Indonesia yang Diberkahi Allah

    Habib Umar bin Hafidz tentang Indonesia yang Diberkahi Allah

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Penjelasan dari Al Habib Umar bin Hafidz bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengabarkan bahwa ada suatu tempat di bumi yang diberikan keberkahan oleh Allah.

    Tempat itu ditandai oleh pusaka merah dan putih, di mana penduduk di dalamnya dianggap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai umatnya dan sangat mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut adalah penjelasan dari Habib Umar bin Hafidz.

    Al Habib Umar Bin Hafidz berkata,

    Sebelum Indonesia menjadi sebuah negara. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memberitakan kabar ini, 1400 tahun lalu, bahwa nanti adanya sebuah tempat di bumi ini yang di anugerahi keberkahan yang besar dari Allah SWT yang ditandai oleh (Pusaka putih dan merah) mereka lah umatku yang mencintai diriku dan ahlulbaitku.

    Semenjak berita itu, para Wali Allah dari golongan para Ahlulbait Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di zaman dulu diperintahkan untuk hijrah dan berdakwah menyebarkan agama Allah (di Indonesia).

    Maka beruntunglah kalian para penduduk yang lahir di negara Indonesia karena 1400 tahun lalu sudah didoakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan seluruh para Malaikat Allah.

    (Al Habib Umar Bin Hafidz)

    اللهم صل علی سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد