Blog

  • Mbah Hasan Genggong Kyai Spiritual Berdirinya NU

    Mbah Hasan Genggong Kyai Spiritual Berdirinya NU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Dulu, dalam suatu majelis, Habib Ali Kwitang pernah berjumpa dengan Kyai Moh. Hasan Genggong. Sejenak Habib Ali Kwitang tertegun.
    Lalu dipeluknya Kyai Hasan sepuh dengan penuh keharuan. Air mata mengaliri pipi Habib Ali Kwitang. Saat itu ada seorang yang menemani Habib Ali Kwitang dan bertanya :
    “Bib, siapakah orang tua yang sangat sepuh ini yang engkau peluk tubuhnya..?” tanya lelaki itu.
    Sambil menyeka air mata, Habib Ali Kwitang berkata : “Ketahuilah anakku, aku sering bermimpi berjumpa dengan Rasulullah. Dan aku sering mendapati orang sepuh ini ikut mengiringi Rasulullah sambil memegangi tangan Rasulullah…” jawab Habib Ali sambil menunjuk kepada Kyai Hasan Genggong.
    Beliau Kiai Hasan Genggong adalah Seorang Sholihin Beliau Pendiri Pesantren Genggong Daerah Kraksan Probolinggo…
    Jika Kiai Hasan akan kedatangan tamu dari ahlul bait (keturunan Rasulullah), beliau langsung keluar sambil berlari dan berkata “ada rahatul Mustofa/wangi Nabi Muhammad”. Padahal cucu Rasul tadi masih belum sampai ke tempat Kiai Hasan.
    Di antara keramat Kiai Hasan Genggong adalah cerita datangnya seorang tamu yang menyewa sebuah mobil dengan seorang sopir habib. Cuma, ceritanya, tamu yang menyewa itu tidak mengetahui kalau supir tersebut adalah seorang habib.
    Kiai Hasan berkata kepada anak-anaknya, “Ayo rapikan kamar, kita mau kedatangan habib”.
    Setelah orang itu datang ke rumah Kiai Hasan, beliau bertanya, “mana sopirmu?”
    “Sopir saya tidur, Kiai,”
    “Di mana tidurnya?”
    “Di mobil, Kiai?”
    “Saya mau dekati sopir itu boleh minta izin?”
    Setelah mendapatkan izin, Kiai Hasan Genggong mendekati mobil sang tamu.
    “Habib, bangun bib!” Pinta Kiai Hasan.
    Sang sopir itu jelas kaget karena selama ini tidak ada yang memanggilnya habib.
    Bila Kiai Hasan ditanya oleh orang lain tentang bagaimana cara mengetahui kalau sopir itu adalah habib, beliau selalu menjawab begini, “Saya tahu karena bau keringatnya adalah bau keringat Kanjeng Nabi Muhammad Saw.”.
    Subhanallah…
    Beliau Kiai Hasan Genggong juga memiliki taalluq batin dengan Habib Ali bin Muhammad alHabsyi sohibul maulid.
    Diceritakan ketika zaman Alhabib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi Seiwun (Pengarang Maulid Simthud Durar). Ada seorang Auliya Allah bernama Al habib Abdul Qadir bin Quthban Assegaf. Habib Abdul Qadir bin Quthban adalah seorang ‘alim yang sangat gemar bersilaturrahim kepada para ‘alim ulama’ para waliyullah yang masih hidup di zaman tersebut. Kegemaran Beliau bersilaturrahim bukan hanya terbatas di wilayah Hadramaut Yaman saja. Tapi juga sampai ke pulau Jawa Indonesia.
    Bahkan juga sampai ke kediaman Hadratussyaikh KH. Mohammad Hasan Sepuh Genggong Probolinggo. Ketika tiba dikediaman Kiai Hasan Sepuh Genggong, Habib Abdul Qadir disambut dengan ramah. Beliau berdua pun berbincang bincang. Tentunya dengan bahasa arab.
    Sampai pada akhirnya kiai Hasan sepuh bertanya, yang kalau diterjemahkan:
    “Habib, bagaimana kabarnya Habib Ali Habsyi Seiwun (pengarang Simtudhurar)??”.
    Ditanya seperti itu, Habib Abdul Qadir terkejut dan terheran-heran. Bagaimana bisa Kiai Hasan Sepuh Genggong mengenali Habib Ali Habsyi Seiwun. Sedangkan Kiai Hasan secara dzahir tidak pernah ke Hadramaut Yaman, dan Habib Ali Habsyi Seiwun juga tidak pernah ke Indonesia.
    Seolah mengetahui apa yang ada di hati Habib Abdul Qadir, Kiai Hasan kembali berkata, “Habib Ali Al Habsyi Seiwun itu kulitnya seperti ini … (menyebutkan), wajahnya begini… (menyebutkan), kalau duduk seperti ini… (disebutkan), jalannya seperti ini… (disebutkan), di kediaman Habib Ali rumahnya seperti ini… (menyebutkan), di depannya ada masjid bernama Masjid Riyadh dan tiangnya ada… (menyebutkan)”.
    Dan bertambah kagumlah Habib Abdul Qadir bin Quthban. Takjub oleh Kiai Hasan Sepuh Genggong yang menyebutkan secara detail seolah-olah beliau sangat akrab dengan Habib Ali Al-Habsyi dan mengetahui keadaan rumahnya di kota Seiwun Hadramaut Yaman. Padahal Kiai Hasan tidak pernah sampai ke sana. Lalu setelah cukup berbincang-bincang, tak lama kemudian, Habib Abdul Qadir bin Quthban pun berpamitan pulang.
    Ketika sekembalinya dari tanah Jawa ke Yaman. Habib Abdul Qadir bin Quthban mengunjungi kota Seiwun, untuk bertemu dengan Al Imam Al ‘Arifbillah Al Habib Ali Al Habsyi Seiwun. Ketika sudah sampai di kediaman Habib Ali Habsyi dan berhadapan dengan beliau, di tengah-tengah perbincangan, Habib Ali Al Habsyi bertanya : “Wahai Sayyid Abdul Qadir, apakah di Jawa engkau bertemu dengan seorang syekh bernama Hasan Jawi (Jawa maksudnya)”.
    Habib Abdul Qadir teringat pertemuannya dengan Kiai Hasan Sepuh Genggong. Beliau mengangguk meng-iyakan. Lalu Habib Ali Al Habsyi berkata : “Syekh Hasan itu kulitnya seperti ini… (menyebutkan), wajahnya seperti ini… (menyebutkan), duduknya begini… (mencontohkan), jalannya seperti ini… (menceritakan), dan di rumahnya begini… (menjelaskan)”.
    Hingga Habib Abdul Qadir takjub dengan detailnya penjelasan beliau, padahal beliau tidak pernah ke indonesia.
    Saat proses awal pendirian NU, Kiai Hasan Genggong juga diminta pendapat dan nasihat oleh almarhum Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah, KH As’ad Syamsul Arifn dan para pendiri NU lain atas rekomendasi dari Syaikhuna Kholil Bangkalan dan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari
    Kiai Hasan Genggong pernah menyatakan bahwa berjuang ikhlas di NU akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat. Insyaallah…
    “من اعان نهضةالعلماء، فقد سعد فى الدنيا والأخرة”
    “Barang siapa yang menolong (berjuang ikhlas) NU, Maka hidup beruntung di dunia dan di akhirat.”
  • REORGANISASI PRNU DESA TAMANSARI

    REORGANISASI PRNU DESA TAMANSARI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seiring berjalannya waktu dan roda kehidupan yang terus berputar, tiba saatnya masa jabatan yang lama di ganti dengan yang baru. Begitu pula dengan Masa jabatan kepengurusan NU Ranting Desa Tamansari yang memang sudah waktunya untuk di perbarui karena sudah 5 Tahun / Masa jabatan kepengurusan berakhir.

    Jum’at (18/9/2020) PRNU Tamansari menyelenggarakan “Reorganisasi Kepengurusan NU” untuk masa khidmat 2020 – 2025. Acara yang di mulai pukul 20.00 di Masjid Al Ikhlas 2 Tamansari dengan Do’a pembuka oleh Pembawa acara (Ali Fatah dari IPNU) dan dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syubanul Wathon. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Oleh Bapak Kepala Desa Tamansari ( Bpk. Burhanudin Harahap) dan Sambutan shohibul bait (Ust. Kirsun Aziz). Kemudian dilanjutkan dengan Laporan Pertanggungjawaban Ketua NU lama (Pak. Hadi). Kemudian dilanjutkan dengan Sidang pemilihan Ketua NU yang baru dengan di pimpin oleh Bpk. Didin Syarifudin (Sekretaris MWCNU Kec. Karanglewas)

    Pemilihan Ketua NU Ranting Tamansari dilakukan dengan cara masing – masing jama’ah yang hadir untuk menuliskan satu nama calon ketua dalam secarik kertas yang sudah disediakan oleh panitia. Alhamdulillah hasil dari penghitungan suara terbanyak menyatakan bahwa “Ust. Ahmad Sanusi” Sah sebagai Ketua terpilih PRNU Desa Tamansari yang baru Masa Khidmat 2020 – 2025.

    Sampai Sidang pemilihan ketua di tutup,selanjutnya acara Sosialisasi Sensus Warga NU dengan program KARTANU yang disampaikan oleh Bpk. Nardi Zaenurrohim (Ketua MWCNU Kec. Karanglewas).

    Sampai tiba acara ditutup oleh pembawa acara pukul 23.00, acara dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar tidak ada halangan suatu apapun dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Semoga acara ini mendapat Ridlo dan keberkahan dari Alloh SWT, Amiin Ya Robbal ‘aamiin. (SORBAN TAMANSARI)

    #NU
    #Muslimat
    #Ansor
    #Fatayat
    #Ipnu_Ippnu
    #BanserBanyumas
    #ACMBanyumas
    #Aswaja

  • ANTISIPASI WARGA NU MOJOKERTO MENGHADAPI STRATEGI TIPU MENJELANG PILBUB 2020 periode 2021-2024

    ANTISIPASI WARGA NU MOJOKERTO MENGHADAPI STRATEGI TIPU MENJELANG PILBUB 2020 periode 2021-2024

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pasangan CABUB dan CAWABUB akan ada interaksi dengan masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Seperti pemasangan Baliho berukuran besar, sosialisasi menyampaikan Visi dan Misi Dll.

    Hal tersebut memang sangat efektif dalam memperoleh suara dalam pemilihan nanti. Ironisnya bahkan dalam usaha untuk memperoleh dukungan dan perolehan suara, ternyata masih banyak dilakukan cara-cara licik dan
    samar (abu-abu), walaupun sebenarnya bertentangan dengan hati nurani.

    Pepatah mengatakan “maling teriak maling atau srigala berbulu domba” serta berusaha menyamakan langkah dan berbaur dengan masyarakat. Seperti mengatakan “kami ini saudara mu dalam berorganisasi, maka pilihlah kami”
    kira-kira seperti itu bahasa sederhananya.

    [irp posts=”5841″ name=”UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020″]

    Pendekatan seperti ini akan semakin banyak dilakukan kebeberapa organisasi-organisasi sebagai ujian yang pernah ikut dalam Pengkaderan terlebih-lebih warga NU, bahkan pendekatan ini akan masuk sampai tingkat rumah-rumah.

    Seperti kita ketahui NU adalah organisasi terbesar yang pastinya tidak luput dari sasaran pendekatan tersebut, baik itu Lembaga ataupun BANOM, semuanya tidak akan luput dari Rayuan, Tabiat Licik, Tipu Muslihat, dsb. Walaupun juga ada yang benar-benar memperjuangkan dan mewakili masyarakat.

    [irp posts=”6040″ name=”BERIKAN APRESIASI IJTIMA ULAMA KE-IV, PKS TERNYATA MENDUKUNG AGENDA KHILAFAH”]

    Mojokerto bisa dikatakan pusat centralnya organisasi NU, hal ini bisa diketahui karena banyak dan hidupnya kegiatan pada Lembaga dan Banom yang secara rutin diadakan sampai pada tingkat Anak Ranting. Dan bisa dikatakan pula kekuatan NU yang ada di Dunia ini pusatnya ada di Mojokerto yang dulunya adalah Pusat pemerintahan kerajaan Majapahit. Dimana Adab, Tata krama serta budaya timur masih melekat bersama Masyarakat yang rata-rata warganya adalah NU.

    Untuk itu redaksi SORBAN SANTRI berharap agar semua Lembaga dan Banom untuk memperkuat Gerakan sebagai Pagar Baja benteng NU, agar mengenali para calon yang akan bertarung dan yang terpenting adalah Partai yang mendukung, yang mengusung.

    • Mana yang sesuai dengan Aqidah Aswaja NU.
    • Mana Partai yang jelas-jelas berseberangan atau bertentangan dengan  Aqidah Aswaja NU.
    • Mana Partai yang orang-orangnya mendukung khilafah.
    • Mana Kelompok yang ingin mengganti IDEOLOGI.

    [irp posts=”4331″ name=”ALASAN IKUT HTI, MENGAPA DUKUNG KHILAFAH?”]

    Oleh karena itu, redaksi SORBAN SANTRI akan membagikan 3 cara bagaimana memilih pemimpin yang akan bertarung diPILBUB 2020 periode 2021-2024:

    1. Kenali Profilnya
    2. Ketahui Partai Pengusung dan Pendukungnya
    3. Jangan tertipu label NU

    Semoga bangsa kita selalu diberkahi… dijauhkan dari kelompok yang ingin menghancurkan negeri dan menjadi negara yang ‘Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur’ Aamiin Ya Robbal’alamiin.. (red. abi SORBAN)

    [irp posts=”1494″ name=”KETUA ANSOR SERUKAN KADER JANGAN PILIH BUPATI YANG DI USUNG DARI PARTAI PKS”]

  • BERSAMA BABINSA, SATKORYON BANSER KEC. GEDEG MOJOKERTO MENGAWAL LAILATUL IJTIMA’ DI MASJID NUR AL ALIM SIDOHARJO

    BERSAMA BABINSA, SATKORYON BANSER KEC. GEDEG MOJOKERTO MENGAWAL LAILATUL IJTIMA’ DI MASJID NUR AL ALIM SIDOHARJO

    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan Lilatul Ijtima’ dan Satkoryon Banser Kec. Gedeg Mojokerto

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 18 September 2020, MWCNU Kec. Gedeg Mojokerto melakukan giat rutin malam lailatul ijtima’ yang sudah dilaksanakan setiap bulan sekali dengan pelaksanaan berpindah-pindah lokasi yang biasanya selalu diadakan di masjid-masjid. Dan kegiatan saat ini bertempat di Masjid Nur Al Alim Dusun Simpang Desa Sidoharjo Kec.Gedeg.

    Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 18.00 wib – selesai yang diikuti oleh 14 Ranting dalam 1 MWCNU Kec. Gedeg Mojokerto. puluhan jama’ah warga NU se-Kecamatan Gedeg Mojokerto. Dengan harapan agar lingkungan sekitar kota mojokerto utara brantas selalu kondusiif dan alhamdulillah BABINSA turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Kasatkoryon banser Kecamatan Gedeg Mojokerto sahabat Bin Afwan

    Kasatkoryon banser kecamatan gedeg mojokerto sahabat Bin Afwan melakukan koordinasi yang sangat bagus dengan Ketua PAC GP Ansor Kec. Gedeg Mojokerto mengenai pengawalan dan pengamanan kegiatan Lailatul Ijtima’ tersebut apalagi dengan adanya peristiwa-peristiwa penusukan terhadap Syeikh Ali Jubair baru-baru ini.

    Dalam pelaksanaan Pengawalan dan Pengamanan, semua Barisan Ansor Serbaguna ( BANSER ) mengenakan atribut lengkap ( PDL ) dan memakai masker sebagai bentuk kewajiban yang saat ini lagi marak pandemi covid-19 di Negara Indonesia ini.

    Mudah mudahan sahabat banser selalu diberikan kesehatan, kelapangan waktu dan rejeki yang barokah agar tetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai pengawal Aqidah Annahdliyah.. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (Azik Abdul Ghoni SORBAN).

  • BERIKUT INI TRAGEDI YANG DI REDAM NU (2020)

    BERIKUT INI TRAGEDI YANG DI REDAM NU (2020)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – 2020 Sayyid Haddad Alwi Di Persekusi Oleh Ormas Radikal Di Sukabumi, Di Waktu lain setelah kejadian, Sayyid Haddad Alwi Hadir di beberapa Acara Nahdlatul Ulama baik di PBNU maupun pesantren-pesantren NU,

    > Ormas Radikal mencoba memainkan isu Syi’ah dan memcoba membenturkan umat islam di Indonesia, alhasil setelah Haddad Alwi beberapa kali bertemu Habib Luthfi bin Yahya, masalah selesai dengan sendirinya.

    2020 Salah satu Habib Rumahnya di obrak-abrik saat acara pernikahan keluarganya oleh Ormas Radikal di Solo, Habib tersebut mengalami luka-luka yang cukup parah sempat mendapat / menjalani perawatan medis beberapa hari (kritis)

    > Ormas Radikal juga sama memainkan isu Syi’ah, setelah kejadian tersebut, Baik PBNU maupun anak-anak organisasi Ansor Banser Mengutuk kejadian tersebut, meminta aparat mengusut tuntas beberapa pelaku ormas Radikal, tak lama Polda Jateng Berhasil Menangkap para Pelaku.

    2020 Syekh Ali Jabeer di tusuk oleh orang tidak di kenal saat safari dakwahnya di Bandar Lampung, sempat membuat heboh publik, beberapa provokator baik dari Politikus pro Organisasi radikal dan ustadz-ustadz KW mencoba memprovokasi, dengan memainkan isu PKI (komunis) hingga Konspirasi lain, di tempat lain, Syekh Ali Jabeer menyampaikan jangan mengait-ngaitkan peristiwa yang menimpa dirinya dengan Politik.

    > Melalui pertemuan di sebuah acara, Syekh Ali Jabeer Menyatakan bahwa Ansor Banser selalu memberi kenyamanan tersendiri di setiap safari dakwahnya yang beberapa kali memang sering di kawal Ansor Banser. (abi SORBAN)

    #Ket: Belum termasuk Penyerangan Sayyid Seif Alwi Di Tangerang

    • Ansor Banser semuanya
      @PemudaNahdliyin @AswajaMedia
  • TIDAK KEMBALI PULANG SEBELUM KITA YANG MENANG

    TIDAK KEMBALI PULANG SEBELUM KITA YANG MENANG

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kalimat ini pastilah sangat familier bagi Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan para pecintanya. Digaungkan membahana menebar semangat yang luar biasa.

    Namun, belum banyak yang tahu bahwa penggalan kalimat ini bukanlah kalimat biasa. Namun, kalimat penuh karomah yang pernah diucapkan oleh perempuan mulia pada zaman Rosulullah SAW.

    Beliaulah sahabiyah mulia Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA. Beliau inilah yang berhasil melobi duta Islam Sayyidina Mus’ab Bin Umair RA supaya bisa langsung bersyahadat di hadapan Rosulullah SAW.

    Maka masuklah beliau dalam rombongan Bai’at Aqobah Kedua dan masuk jajaran assabuqunal awwalun dari kalangan Anshor. Tentu saja hal ini merupakan kejadian langka pada zamannya. Peristiwa luar biasa ini sampai diabadikan Gusti Allah dalam firmannya di QS Al Mumtahanah:12.

    Bunda Nusaibah inilah yang termasuk turut mengkondisikan Madinah sehingga menjadi tempat ternyaman untuk dakwah Rosulullah, sebab penduduknya sudah banyak yang menerima ajaran Islam.

    Beliau pulalah yang tampil luar biasa dengan memberikan “bonus” bagi perempuan yang berkenan masuk Islam akan diajarkan baca tulis. Dari jasa beliau inilah kelak di kemudian hari lahir generasi-generasi jenius dari ibu-ibu yang jenius. Yang mendakwahkan Islam hingga seluruh penjuru dunia.

    Dikisahkan, suatu pagi buta, ketika penduduk Madinah masih terlelap, beliau melihat kepulan debu dari kejauhan. Ini bukan pertanda baik. Ini merupakan pertanda ada musuh dengan pasukan berkuda dalam jumlah besar hendak menyerang Madinah.

    Perempuan agung ini segera masuk rumah. Membangunkan suami tercintanya. Sayyidina Sa’id Bin ‘Ashim RA. Beliau mengambil pedang dan memberikan kepada suaminya. Meminta supaya segera memberitahu Rosulullah.

    “Jangan kembali pulang sampai kita menang…!!!”. Itulah kalimat yang beliau ucapkan kepada sang suami. Sayyidina Said melapor kepada Rosulullah.

    Kaum Muslimin segera menggalang kekuatan. Menghadang penyerang di luar kota Madinah, di sekitar Bukit Uhud. Adapun Bunda Nusaibah tidak mau ketinggalan. Beliau segera menyiapkan perbekalan dan obat-obatan bagi para pejuang.

    Tibalah perang berkecamuk. Ketika pasukan Muslimin lengah, mengira bahwa musuh telah kalah, maka pasukan pemanah yang ada di bukit turun.

    Kesempatan ini dipakai oleh pasukan kafir menyerang kembali barisan kaum Muslimin. Lalu kocar-kacirlah barisan ini. Orang-orang bubar dari sekitar Rosulullah.

    Bunda Nusaibah meminta suaminya melindungi Rosulullah. Karena semua energi musuh ditujukan untuk menghabisi Kanjeng Nabi, maka jebollah pertahanan Sayyidina Sa’id. Beberapa kali tebasan pedang musuh mengakhiri pertahannya. Menuntaskan tugas mulia sebagai talangpati Rosulullah.

    Dan yang terjadi bisa ditebak. Pasukan kafir semakin merangsek ke arah Kanjeng Nabi. Beliau hanya menangkisi serangan dari berbagai penjuru hingga pelipis beliau terserempet anak panah.

    Melihat kejadian ini membuat Bunda Nusaibah segera bertindak. Beliau mengambil pedang dan menaiki kuda seraya memecah kepungan.

    Membabat puluhan tentara yang hendak melukai Rosulullah. Para Sahabat melihat kejadian ini terpesona luar biasa. Menyaksikan seorang perempuan menjadi perisai Rosulullah SAW.

    Lalu Para Sahabat Mulia merapatkan barisan dan berhasil memukul mundur Barisan Kafir. Kejadian ini membuat Bunda Nusaibah mendapatkan luka yang sangat parah sehingga jatuh pingsan. Beliau tidak sempat melihat akhir perang Uhud ini.

    Ketika bangun, beliau tidak bertanya tentang suami dan anaknya yang turut menjemput janji syahidnya. Yang beliau tanyakan adalah, “Bagaimana keadaan Rosulullah?”

    Ketika dijawab bahwa Baginda dalam kondisi tak kurang suatu apapun, beliau tersenyum bahagia, “Asalkan Baginda Rosul baik-baik saja, apapun yang terjadi maka biarlah terjadi”.

    Semoga cerita ini menjadi teladan bagi Ansor dan para pecintanya. Kepada perempuan NU terutama.

    Jadi, semangatlah selalu. Dan ketika Mars Banser dikumandangkan, turutlah bersemangat. Ngalap berkah Bunda tercinta kita Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA. (Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad…). (abi sorban)

    Sumber : Aby Fidzi

  • LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tahun ini bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa, khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Sampai saat ini pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster, dan kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir.

    Dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, kami RMI PBNU sengaja mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo ayo mondok pakai masker, sebagai spirit untuk kita semua selalu menjaga kesehatan, semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan Pesantren Sehat maka Indonesia akan Kuat.

    Bersama ini RMI PBNU menghimbau kepada kalangan pesantren untuk :

    1. Senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren
    2. Semua warga pesantren terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19, supaya visi misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang.
    3. Mesnsosialisasikan logo Hari Santri 2020

    Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari fitnah covid-19, Aamiin.. (abi SORBAN)

  • HIDUPKAN AGAMA, JANGAN MALAH CARI HIDUP DARI AGAMA. Sertifikasi Da’i, Aku Sih Yes.

    HIDUPKAN AGAMA, JANGAN MALAH CARI HIDUP DARI AGAMA. Sertifikasi Da’i, Aku Sih Yes.

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Saya tidak ingat betul, Tapi kira-kira seperti itulah, kalimat terahir ketika mengikuti lomba pidato di sekolah saya beberapa puluh tahun yang lalu. Itupun kalimat tersebut saya kutip dari da’i kondang Zainuddin MZ.
    Jadilah ketika saya mengatakan, ” ” Hidupkan agama, jangan malah cari hidup dari agama,” Itu persis mencontohkan gayanya Zainuddin MZ yang sedang memberikan tausiyah kepada jamaah.

    Ceritanya waktu itu, sehari sebelum mengikuti lomba pidato saya masih kelabakan mencari judul yang pas. Akhirnya atas usulan teman, saya diberikan kaset bajakan yang isinya ceramah Zainudin MZ. Setelah dengan susah payah mendengarkan seluruh isi ceramah dai kondang tersebut, saya kemudian lantas dengan seketika jatuh cinta dengan gaya penyampaian yang iya bawakan.

    Jika hari ini misalnya kembali akan diadakan lomba pidato antar alumni SD, tentu saya akan menolak untuk berpartisipasi lagi. Ya bukan apa-apa takutnya nanti model ceramah saya tidak sesuai dengan selera keinginan masyarakat. Itu bisa dimaklumi karena memang hari model ceramah-ceramah agama bukan main banyaknya. Ada yang sambil membentak-bentak, kemudian setelah itu, meneriakan kalimat takbir. Ada yang dengan santun. Ya, pokoknya macam-macam.

    Selain itu juga, isi pesan dari penceramah kita hari ini kan juga beragam. Ada yang mengajak untuk poligami saja, ada banyak. Bahkan pernah berseliweran digrup-grup WhatsApp cara cepat memperoleh istri empat. Ada yang senangnya membahas soal kafir, itu juga banyak. Bahkan masih ada para penceramah yang sering mengaitkan isi ceramah dengan kebangkitan PKI.

    Inilah problem kita hari ini. Da’i atau penceramah sering kali menyampaikan hal-hal yang membuat masyarakat kebingungan. Bisa jadi dikarenakan ketidaktahuannya akan suatu persoalan atau memang sebuah setingan untuk menaikkan pamor dari da’i tersebut. Jangan dikira setingan itu hanya kehidupan artis saja.

    Pernah dalam satu tayangan live di salah satu stasiun televisi swasta, seorang da’i menyampaikan kalimat yang penuh kontroversial. Bahkan menurut saya ini keterlaluan tak pantas diucapkan seorang penceramah apalagi ini live disaksikan oleh jutaan orang di seluruh Indonesia.

    ” Salah satu kenikmatan yang ada di dalam surga adalah pesta seks. Minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia. Dan kenikmatan terbesar yang diberikan oleh Allah SWT di surga adalah pesta seks.”

    Meski akhirnya sang dai meminta maaf atas kekeliruannya tapi video kontroversi tersebut telah beredar dan terus saja menjadi konsumsi publik. Begitu juga dengan para pemirsa yang terlanjur telah mendengar kalimat tersebut. Akan terus tertanam dibenaknya tentang pembenaran si da’i tersebut.

    Ada banyak lagi contoh kasus di mana sang dai lewat isi ceramah-ceramahnya menuai kontroversi di masyarakat luas. Salah satu yang cukup menyedot perhatian dan energi ialah kontroversi ialah ucapan ustadz Evi Afandi yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah sesat. Dan anda pasti bisa menebak dengan benar apa yang dilakukan ustadz tersebut. “Minta maaf.”

    Jika mau diulas satu demi satu maka tulisan ini akan penuh dengan berbagai macam kontroversi yang ditimbulkan oleh para dai. Hal semestinya tidak harus sampai terjadi jika memang para dai itu punya standar yang jelas, kompetensi ia miliki sudah tidak diragukan lagi. Dan tidak perlu lagi membuat klarifikasi permintaan maaf atas kekeliruannya dalam menyampaikan tauziah. Saya sudah sangat muak dengan pengulangan-pengulangan itu.

    Itulah kenapa ketika Kemenag ingin mensertifikasi para da’i, saya pun dengan seketika menyatakan setuju. Layaknya seperti mas Anang Hermansyah dalam program pencarian bakat ketika ditanya oleh pembawa acara dengan spontan ia menjawab. “ Aku sih yes”

    Setidaknya dengan adanya sertifikasi da’i akan mengurangi potensi-potensi ceramah agama yang dapat menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat. Karena dengan sertifikasi akan ketahuan mana yang benar-benar ulama mana yang mengaku-ngaku sebagai ulama.

    Selama ini batasan itu belum jelas, siapa saja yang berhak memberi tausiyah. Apa kompetisinya, bagaimana penguasanya terhadap suatu persoalan dan masih banyak lagi syarat harus dimiliki. Barulah kemudian ia diberi mikrofon.

    Bayangkan saja hampir setiap hari kita itu selalu bersinggungan dengan para da’i atau mendengarkan ceramah. Mulai dari tayangan di televisi, ribuan konten ceramah di berbagai platform media sosial yang begitu mudah di share. Belum lagi kegiatan-kegiatan seremonial kita selalu menghadirkan para da’i. Mulai dari perkawinan sampai peresmian kantor bahkan sekarang ditempat kerja pun ada semacam kajian yang harus diikuti oleh setiap karyawan.

    Sertifikasi da’i sebenarnya juga menguntungkan para da’i itu sendiri. Minimal sang da’i tersebut akan bebas berceramah di mana saja selama masih di wilayah Indonesia, tanpa takut akan terjadinya persekusi.

    Kekhawatiran dengan adanya sertifikasi da’i akan menjadi kontrol bagi penguasa sebenarnya adalah hal yang tak perlu terlalu dirisaukan. Layaknya seperti jargon yang sering kita dengar, “Kalo bersih kenapa harus risih”.

    Dokter saja ketika ingin membuka praktek harus mengantongi surat izin dari pemerintah, begitu juga dengan pelatih sepakbola jika ingin melatih klub sepakbola haruslah mempunyai lisensi atau sertifikat baru kemudian bisa melatih. Itu Artinya menandakan bahwa pentingnya sebuah keahlian, nah untuk membuktikan kita ahli dalam bidang tertentu ya mestilah diuji dahulu.

    begitu pula profesi da’i memang benar-benar harus diisi oleh orang yang mumpuni, yang mengerti dengan agama. Hingga yang keluar dari tenggorokannya ajakan untuk selalu menebar kebaikan, berdakwah dengan carxa merangkul bukan memukul. Mengajak bukan membentak. (m.arfah ansor batam)

  • KISAH AS-SYIBLI DICIUM KENINGNYA OLEH RASULULLAH

    KISAH AS-SYIBLI DICIUM KENINGNYA OLEH RASULULLAH

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Di dalam dunia tasawuf kita mengenal banyak tokoh sufi yang memiliki perjalanan hidup dan pengalaman rohani yang luar biasa⁣. Salah satu di antara tokoh-tokoh sufi itu adalah Syekh Abu Bakr As-Syibli⁣

    Wali yang memiliki nama asli Dulaf bin Jahdar ini lahir dan hidup di Kota Baghdad selama 87 tahun. Meninggal dan dikuburkan di kota yang sama pada tahun 334 H. ⁣

    Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Nashâihul ‘Ibâd menuturkan sebuah cerita menarik tentang wali yang akrab dipanggil As-Syibli ini.⁣

    Satu ketika As-Syibli datang menemui Ibnu Mujahid. Melihat ada seorang ulama besar yang datang, Ibnu Mujahid segera bangun dan menyambut hangat kedatangan As-Syibli.⁣ Ia rangkul dan peluk sang tamu sembari mencium kening di antara kedua matanya.⁣

    Melihat perlakuan yang dilakukan Ibnu Mujahid kepada As-Syibli ini seseorang bertanya, “Mengapa engkau lakukan ini pada As-Syibli wahai Ibnu Mujahid?”

    Atas pertanyaan ini Ibnu Mujahid menjawab, “Kulakukan itu karena aku melihat di dalam mimpi Rasulullah melakukan hal serupa kepada As-Syibli.”⁣

    Kemudian Ibnu Mujahid bercerita, bahwa ia pernah bermimpi melihat As-Syibli datang menemui Rasulullah. Melihat kedatangan As-Syibli Rasulullah segera menyambut dengan memeluknya seraya mencium kening di antara kedua matanya.⁣

    Melihat pemandangan itu Ibnu Mujahid, di dalam mimpinya, bertanya kepada Rasul, “Mengapa engkau lakukan ini kepada As-Syibli wahai Rasulullah?”

    Rasulullah menjawab, “Ya, aku lakukan itu kepada As-Syibli karena ia tidak melakukan shalat fardhu kecuali setelahnya ia selalu membaca ayat laqod jâ’akum Rasûlun min anfusikum (dua ayat terakhir dari Surat At-Taubah). Kemudian setelahnya As-Syibli bershalawat dengan mengatakan shallallâhu ‘alaika yâ Muhammad.”

    Setelah mimpi itu, Ibnu Mujahid bertemu dengan As-Syibli dan menanyakan bacaan apa yang selalu dibaca ketika selesai melakukan shalat fardhu.⁣

    Dan ternyata As-Syibli menjawab bahwa ia selalu membaca ayat dan shalawat tersebut di atas setiap kali selesai shalat fardhu. (abi sorban)

    ⁣Sumber: Muhammad Nawawi Al-Jawi, Nashâihul ‘Ibâd.

  • Harus Bermazhab Dalam Memahami Dalil Qur’an dan Hadis? (Ngaji Bersama Pertamina)

    Harus Bermazhab Dalam Memahami Dalil Qur’an dan Hadis? (Ngaji Bersama Pertamina)

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
      Saya paling suka memberi contoh dengan perumpamaan yang mudah dipahami oleh jamaah. Karena Masjid Wal Ashri Pertamina ingin memahami ilmu Fikih dalam metode bermazhab maka saya memberi contoh seperti yang mereka geluti setiap harinya, soal minyak.
    Ibaratnya ayat-ayat di dalam Al-Qur’an itu seperti minyak bumi. Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Lalu, minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam disebut juga minyak mentah (crude oil). Minyak mentah dapat dibedakan menjadi:
    – Light crude oil (Minyak mentah ringan) yang mengandung kadar logam dan belerang rendah, berwarna terang dan bersifat encer (viskositas rendah).
    – Heavy crude oil (Minyak mentah berat) yang mengandung kadar logam dan belerang tinggi, memiliki viskositas tinggi sehingga harus dipanaskan agar meleleh.
    Setelah memalui proses tertentu minyak di atas baru bisa digunakan untuk mobil, bus, pesawat, kapal dan sebagainya (lihat gambar). Jadi, tidak ada ceritanya minyak mentah bumi langsung dimasukkan ke tangki mobil terus bisa berjalan.
    Demikian pula dalil-dalil dalam Qur’an dan Hadis, ada banyak topik yang belum terpisah antara ayat hukum, ayat kisah, ayat perumpamaan, ayat Muhkam dan Mutasyabih, juga ada kalimat-kalimat yang masih general, ada sekian ayat dan hadis yang sudah dihapus dengan dalil yang lain, dan sebagainya.
    Dari proses pengolahan dalil tersebut, jika melalui pendekatan Ra’yu (rasional) menghasilkan Mazhab Hanafi. Jika menggunakan pendekatan tradisional menghasilkan Mazhab Maliki. Jika menggunakan pendekatan yang menggabungkan rasional dan tradisional menghasilkan Mazhab Syafi’i. Jika pendekatan Fundamental akan menghasilkan Mazhab Hambali. Hasil ijtihad ulama madzhab ini disebut Fikih. Kita tinggal mempraktekkan tata cara shalat, puasa, haji dan sebagainya, seperti kita tinggal menggunakan gas, bensin, solar dan lainnya.
    Jadi, apa bermazhab itu? Kajiannya siang ini menemani istirahat siang Anda bersama para Pimpinan dan Staf Pertamina Surabaya. (abi sorban)
    sumber kh. ma’ruf  khozin