Blog

  • SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : Shuniyya Ruhama

    cyberaswaja.online –Kalimat di atas kerap sekali terdengar, menghenyakkan kita semua. Mempertanyakan kapasitas muktabaroh Ulama, dan membandingkan dengan Kanjeng Nabi yang memang jelas tidak berbanding sama sekali. Jika tidak faham, maka akan jelas sekali seolah-olah banyak perkara yang dilakukan oleh Kyai bertentangan dengan Kanjeng Nabi.

    Kyai itu tidak berpendapat melalui hayalan beliau sendiri, melainkan berdasarkan ajaran dari Kyainya Kyai juga. Demikian seterusnya hingga sanad bersambung kepada Kanjeng Nabi. Jadi tidaklah benar bahwa Kyai itu menyelisihi Kanjeng Nabi.

    Ibaratnya, saat Kanjeng Nabi memerintahkan kita untuk “ngliwet sego”. Maka yang dilakukan Kyai bukan ‘sego diliwet’, melainkan akan ‘mususi’ beras, ‘dikaru’. Setelah setengah matang, ‘beras karon’ ini ditanak dalam dandang. Inilah yang disebut ngliwet sego.

    Sementara, mereka yang tidak punya guru yang jelas sanadnya, begitu ada perintah Kanjeng Nabi untuk ‘ngliwet sego’, maka yang mereka lakukan adalah mencari nasi untuk diliwet. Karena dalam hayalannya yang namanya ‘ngilwet sego’ berarti harus ada ‘sego’ kemudian ‘diliwet’.

    Tidak sampai di situ, mereka memprovokasi, mencaci maki dan mentertawakan serta menganggap kita bodoh, salah, menyelisihi Quran Hadits karena diperintahkan ‘ngliwet sego’, tapi malah kita ‘mususi beras’ dst.

    Itulah gambaran bagi wong NU yang belajar dari Kyai dalam memahami Quran dan Hadits, jika dibandingkan dengan mereka yang over percaya diri “memurnikan” Quran Hadits dan langsung mengambil hukum dari sumbernya, tanpa menggunakan ilmu alat.

    Lalu, mereka akan mempertanyakan kepada kita, “Anda percaya dengan Nabi atau Kyai?”, seakan-akan Kyai kita itu salah dan tersesat dalam memahami nash suci. Bagi masyarakat awam, hal ini tentu akan bisa menjerumuskan mereka untuk tidak percaya lagi dengan para ulama muktabaroh an nahdliyyah.

    Maka kita saksikan akhirnya, mereka beribadah, berijtihad dan mengambil hukum tidak jelas jluntrungnya karena memang tidak pernah dilakukan oleh generasi-generasi Ulama terdahulu.(abi sorban)

     

     

  • SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN  FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SORBANSANTRI.COM

    SELAMAT DATANG TAHUN PELAJARAN 2020 / 2021

    cyberaswaja.online- Pendekatan manusia terhadap ajaran agamanya akan melahirkan paham keagamaan. Maka dalam satu agama, bisa terdapat lebih dari satu paham keagamaan. Dari paham keagamaan inilah akan membentuk aliran keagamaan dan untuk sebagian besarnya kemudian menjadi kelompok – kelompok keagamaan ( firqoh ).

    Demikian halnya Corak keislaman seseorang ataupun kelompok sangat di tentukan oleh penghayatan, paham dan aliran keislamannya itu sendiri…

    Oleh karena itu Menjelang tahun pelajaran baru jangan sampai kita keliru menitipkan anak anak kita untuk di didik pada lembaga dan pola pendidikan yang jelas jelas berseberangan dengan aqidah, amaliyah, harokah, fikroh, manhaj juga siyasah kita.(FUAD ZAENUDDIN)

  • Ketua Ansor Jember Dibunuh PKI

    Ketua Ansor Jember Dibunuh PKI

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI. Habib Ali bin Abdullah Alhamid terhitung masih keponakan Habib Sholeh Tanggul, Jember. Beliau meninggal secara syahid di usia muda, sekitar 32 tahun, setelah diculik dan dieksekusi mati oleh kawanan PKI di kawasan Hutan Kumitir, sekitar tahun 1965. Hutan itu jadi saksi bisu kekejaman PKI kepada para ulama.

    Setelah ditembak mati, jasad Habib Ali Alhamid pertama kali ditemukan oleh perempuan paruh baya yang sedang mencari kayu bakar. “Ono wong mati Arab, ono wong mati Arab, ono wong mati Arab,” teriak perempuan itu sambil berlari memberitahu suami dan warga lain di sekitar hutan. Saksi hidup anak yang menemukan jasad habib masih ada hingga tulisan ini dibuat.

    Habib Ali bin Abdullah Alhamid pada waktu itu adalah Ketua GP Ansor Jember. Tragedi pembunuhan bermula dari kunjungan seorang tamu yang memberitahukan kalau jamaah dan santri beliau, saat itu, tengah ditangkap dan diamankan di kantor kepolisian setempat.

    Mendengar kabar mengejutkan tersebut, Habib Ali langsung berkemas menuju kantor kepolisian untuk memastikan kebenaran informasinya, karena memang saat itu situasi negara sedang tidak menentu. Tidak aman dan tidak kondusif.

    Di tengah perjalanan, ternyata Habib Ali diculik oleh gerombolan PKI, lalu diseret ke Gunung Kumitir atau Gunung Mrawan, yang terletak di perbatasan antara Jember dan Banyuwangi, Jatim. Tamu tersebut ternyata adalah suruhan PKI.

    Di lokasi yang telah ditentukan itu, Habib Ali hendak dieksekusi tembak oleh komplotan kejam PKI. Namun, peluru yang dihujamkan berkali-kali oleh PKI tidak mempan menembus dada sang habib. Habib Ali ternyata memiliki karomah kebal senjata. Tidak mempan senjata tembak.

    Pusing, tim eksekutor mengancam habib, yang isinya “jika pelurunya tidak tembus, maka, istri, anak dan semua keluarganya akan dibantai habis oleh PKI”. Dengan pelbagai pertimbangan, Habib Ali akhirnya hanya tersenyum dan menyerah, bersedia ikhlash dieksekusi mati.

    Namun, sebelum ditembak, Habib Ali bin Abdullah Alhamid berpesan agar setelah wafat nanti, jasadnya tidak dicampur dengan yang lain, sebagaimana kebiasaan PKI yang menumpuk mayat korbannya saat itu pasca eksekusi. Habib minta jasadnya disendirikan.

    Sebelum ditembak, Habib Ali mohon ijin untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah dan berdoa. Usai shalat, habib memasrahkan dirinya ditembak demi menyelamatkan keluarga, para pengikut serta santri dan jama’ahnya. Atas kehendak Allah, peluru akhirnya bisa tembus dan Habib Ali Alhamid wafat dalam keadaan syahid di tangan PKI.

    Riwayat pembunuhan ini menjadi gamblang dan terang sejak ada seorang laki-laki tua yang ziarah ke makam Habib Ali lalu menangis sejadi-jadinya di sana. Sekitar tahun 2000-an. Ia datang ke makam untuk meminta ampunan dan mohon maaf kepada habib beserta seluruh keluarganya karena telah menembak mati sang habib.

    Ia datang ziarah setelah merasakan kalau hidupnya tidak tenang dan dirundung penyesalan tanpa akhir. Kepada keluarga, ia menceritakan kronologi tragedi tersebut dari awal hingga akhir. Keterangan yang didapatkan Duta Islam menyebutkan kalau laki-laki itu adalah seorang muslim yang terpaksa menuruti perintah PKI menembak Habib Ali.

    Saat ekseskusi, katanya, telinga kiri laki-laki itu sudah dicung senapan oleh anggota PKI. Jika dia tidak menembak habib, maka peluru di senapan yang dekat telinganya tersebut akan segera menyasar kepalanya sendiri. Karena takut atas ancaman tersebut, terpaksa dia mengeksekusi tembak Habib Ali. (sumber: dutaislam)

  • AL HABIB ABU BAKAR BIN SEGAF ASSEGAF…CUCU DARI AL QUTHUB AL HABIB ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGAF GRESIK

    AL HABIB ABU BAKAR BIN SEGAF ASSEGAF…CUCU DARI AL QUTHUB AL HABIB ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGAF GRESIK

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Beliau adalah wali yang majdub…wali yang sejak usia 7 tahun sudah hafal Al Qur’an dan ribuan hadist beliau hafal…

    Sampai-sampai suatu pondok pesantren di jawa tidak berani menerima beliau menjadi murid di Pondok itu karena saking mulianya Al Habib Abu Bakar bin Segaf bin Abubakar Assegaf.

    Beliau sangat taat dan cinta kepada ALLOH SWT kemudian ALLOH SWT membalas cinta beliau dengan menjadikan majdub yaitu wali yang ALLOH SWT tinggikan derajatnya dan tidak ada lagi keinginan beliau terhadap kenikmatan dunia, beliau tidak bicara lagi sejak itu.

    ALLOH SWT angkat akal Basyariah beliau sangat-sangat suci…suci seperti bayi baru lahir.

    “yang saya sudah pernah mengalami melihat beliau secara langsung dan saya sendiri melihat qaromah beliau…saya berani bersaksi demi Alloh..SWT”beliau adalah orang yang sangat tinggi derajatnya dan sangat mulia jika kalian tidak bertemu cukup memandang photo beliau mudahan kalian semua mendapat keberkahan aamiin …”

    Tetapi hati-hati kepada yang menghina beliau….karena salah satu orang yang pernah menghina beliau…kemudian bermimpi melihat Nabi MUHAMMAD SAW yang dimana didalam mimpinya Nabi mengatakan HABIB ABU BAKAR BIN SEGAF ASSEGAF itu anak cucuku ,,, kemudian Nabi tak memandangnya dan pergi. Naudzubillah…jika tidak syafa’at nabi mau kemana kita mencari jalan keselamatan.”

    اللهم صل وسلم علی سيدنا محمد وعلی آل سيدنا محمد

    (abi tsani)

  • IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Dalam suatu kesempatan KH. Kholil Bisri (kakak kandung KH. Musthofa Bisri (Gus Mus))
    Memberikan ijazah ‘aam kepada para santri muda berupa “vitamin” anti Kanker.

    Ijazah ini beliau dapatkan langsung dari ibunda beliau sendiri, Nyai Ma’rufah.

    KANKER yang dimaksud bukanlah penyakit yang sudah kita mafhum selama ini, melainkan KANTONG KERING.

    Kaifiyatnya sederhana:

    1. Sholat sunnah Dhuha
      (terserah mau minimalis 2 rakaar atau maksimalis 8 rakaat);

    2️. Baca doa shalat dhuha sebagaimana biasanya.

    3️. Wirid surat Al Kautsar yang pendek itu
    (cuma) 14 kali.

    4️. Selesai.

    Kata beliau, yang mengamalkan ini insya ALLAH, tidak akan punya Kantong Kering, dan selalu dicukupi ALLAH kebutuhannya.
    Tentu saja, INSYA ALLAH.

    Saya bagikan kembali ijazah ini karena beliau dulu mempersilahkan pula untuk diamalkan oleh masyarakat umum. (abi-sorban)

    #alanumedia

  • MUDAH BAGI ALLAH MEMBUKA TOPENG ORANG YANG TAK PUNYA ADAB DI NEGERI INI.

    MUDAH BAGI ALLAH MEMBUKA TOPENG ORANG YANG TAK PUNYA ADAB DI NEGERI INI.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Terlihat spektakuler, Alhamdulillah menemukan video Panjangnya, tidak sepotong-sepotong, ini Felix sedang membahas Pancasila, dia seakan akan paham betul dan menjelaskan ngalor dan ngidul dengan sangat baik, para pendengarnya juga sangat Khidmat dalam mendengarkannya.

    Sepintas terlihat sangat ‘Alim melebihi ‘Alimnya Hadrotu Syaikh K.H Hasyim Asy’ari yang merestui Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Ya saya pun terpana mendengarnya, dengan bahasa yang ringan dia mencoba menelaah Pancasila.

    Kebodohannya dibuka oleh Allah saat ia berkata : “Nggak mungkin khidmah bisa diartikan kalau orang tidak membaca Al-Qur’an”

    Lalu membaca Surat Al Jum’at ayat 1, bukan hanya membaca tetapi ia juga mencoba tuk menafsirkannya sendiri, menurut seleranya.

    https://youtu.be/AwlmR6e8uDc

    Saran aja buat Felix: “Lain kali kalau ingin terlihat pintar di depan orang jangan membaca Al Qur’an, cukup terjemahan aja, Oke! Soalnya kalau kamu baca Al Qur’an seketika terlihat sangat bodoh sekali, dari segi apapun, Makhrojnya, Tajwidnya, dan Nahwunya. Membedakan Harokat nggak bisa, bahkan membedakan Ma’rifat dan Nakiroh saja kau tak bisa, tapi seakan sudah merasa lebih hueeebat dari Guru kami Hadrotusysyaikh K.H Hasyim Asy’ari yang menanamkan Cinta Pancasila & Tanah Air.

    Bila ayat Al Qur’an saja kau berani permainkan dengan santainya (tidak takut dosa merubah-rubah ayat) bagaimana dengan orang awam yang tidak tau apa-apa? Dan mereka tahunya kau panutan? Sedang kau sangat berantakan membaca ayat Al Qur’an, betapa beratnya bebanmu di akhirat, belum ngaji tapi sudah semangat menggurui.

    Mengapa Felix Siauw Berani Sembarangan Membaca Qur’an?

    Wallahu A’lamu.

    Penulis: Gus Abdul Haris, Ketua Rijalul Ansor Ranting Ansor NU Wonokromo Pleret Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengasuh Pesantren Nurul Istadz Wonokromo Pleret Bantul

  • KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seorang pemuda bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz:

    Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menundukkan badannya dan mencium tanganmu berbolak balik?

    Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik?

    Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama makhluk?

    Tidakkah hanya Allah saja yang layak disembah?

    Tunduk atau menunduk kepada makhluk adalah perbuatan syirik. Habib Umar hanya tersenyum mendengar ucapan dan pertanyaan dari seorang pemuda tersebut.

    Lantas Habib Umar memanggil pemuda tadi dan mendekatinya.

    Habib Umar mengambil pena yang ada di dalam saku baju pemuda tersebut kemudian menjatuhkannya ke bawah.

    Ketika si pemuda ini menundukkan kepala dan badannya kebawah guna mengambil pena tersebut, Habib Umar menahannya dan berkata: “Jangan menunduk!, tidakkah menunduk kepada makhluk adalah bathil?”

    “Tidak, aku hanya ingin mengambil pena ku di bawah.”

    Lantas Habib Umar berkata: “Aku ini ibaratkan pena, seorang pencari ilmu tidak akan mendapat ilmu jika tidak mempunyai pena, Begitu juga dengan murid-muridku mereka menghargai dan menghormatiku bukan atas permintaaanku, Aku tidak pernah memaksa, aku tidak pernah menyuruh mereka mencium tanganku. Tetapi ketahuilah wahai pemuda; Seorang thalabul ilim tidak akan mendapatkan setetespun ilmu yang bermanfaat jika dia tidak menghormati gurunya.”

    Inframe : Kiai Kafabihi Mahrus mencium tangan Kiai Dimyati Rois
    Credit : Ulama Nusantara

  • ORANG WAHABI MELAPOR KE POLISI

    ORANG WAHABI MELAPOR KE POLISI

    SORBANSANTRI.COM

    WAHABI = Pak polisi ditempat saya ada acara maulidan tolong dibubarkan.

    POLISI= Apakah disana terjadi perkelahian?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= apakah disana terjadi pembunuhan?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= apakah disana terjadi perjudian . .?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= apakah disana terjadi pencurian . .?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= kalo disana tdk terjadi apa apa. Lalu atas dasar apa saya harus membubarkan maulidan . .?

    WAHABI= masalahnya maulidan itu tidak ada perintah dari nabi pak.

    POLISI= oh gitu ya .?
    Hmm . .Apakah nabi memerintahkan kalian untuk membubarkan maulidan . .?

    WAHABI= enggak pak.

    POLISI= lalu kalian mau membubarkan maulidan atas perintah siapa . .?

    WAHABI= kata pak ustad saya maulidan itu bid’ah pak krn tdk ada perintahnya dari nabi.

    POLISI= kalo begitu kamu juga bid’ah dong krn membubarkan maulid kan juga tidak ada perintah dari nabi . .?

    WAHABI= saya ini anti bid’ah pak. . Jadi gak mungkin saya melakukan bid’ah.

    POLISI= lha tadi. . katanya kalo tdk ada perintah dari nabi berarti bid’ah. . Nah membubarkan maulid kan tidak ada perintahnya dari nabi. Berarti kan bid’ah. . Emangnya apa sih isi didalam acara maulidan itu Kok kalian minta dibubarkan, Kalian kan org islam . .?

    WAHABI= iya dong pak kami orang islam sejati penegak sunah pembasmi bid’ah..
    Di acara maulidan itu isinya membaca sholawat. . .Membaca alqur’an Mendengarkan tausyiah Mendengarkan kisah nabi Dan makan bersama.

    POLISI= Loh itu justru bagus. .
    Membaca sholawat. Membaca alqur’an dan Mendengarkan tausyiah kan ada perintahnya . ?
    Mendengarkan kisah nabi itu baik untk pengetahuan sejarah islam. Makan bersama juga baik untk ukhuwah islamiyah. . .Lalu apanya yg salah dan harus dibubarkan . .?

    WAHABI= masalahnya mereka itu berisik sekali pak.
    Telinga saya sampe panas.

    POLISI= Kmu ini ada” saja. Masa ngaku islam penegak sunah denger baca’an sholawat. Alqur’an. Sejarah nabi dan Tausyiah. Kok merasa terganggu dan kepanasan . .?
    Aneh sekali kamu. .

    WAHABI= Tapi pak . .?

    POLISI = udah” pergi sana gak usah pake tapi tapian. . Dari tadi kamu yg berisik terus.
    Ntar km sndri yg tak bubarin. .!!

    =====================================
    Kepemimpinan adalah gabungan unsur” kecerdasan, sifat amanah (dapat dipercaya), rasa kemanusiaan, keberanian, serta disiplin .Jayalah Selalu Polri ku sebagai Benteng NKRI
    SELAMAT HARI JADI BHAYANGKARA KE 74
    1 JULI 2020

  • Pertanyaan Di Alam Kubur Pakai Bahasa Apa?

    Pertanyaan Di Alam Kubur Pakai Bahasa Apa?

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Belum ditemukan dalil secara pasti dalam masalah ini. Sehingga para ulama berbeda pendapat menjadi 3. Ada yang mengatakan pakai bahasa Suryani, bahasa Arab dan sesuai bahasa kita.

    Berikut penjelasan Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi:

    ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺷﻴﺦ اﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻢ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺒﻠﻘﻴﻨﻲ ﺃﻥ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﺠﻴﺐ اﻟﺴﺆاﻝ ﻓﻲ اﻟﻘﺒﺮ ﺑﺎﻟﺴﺮﻳﺎﻧﻴﺔ ﻭﻟﻢ ﺃﻗﻒ ﻟﺬﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﻣﺴﺘﻨﺪ ﻭﺳﺌﻞ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﺇﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﻓﻘﺎﻝ ﻇﺎﻫﺮ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻧﻪ ﺑﺎﻟﻌﺮﺑﻲ ﻗﺎﻝ ﻭﻳﺤﺘﻤﻞ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺧﻄﺎﺏ ﻛﻞ ﺃﺣﺪ ﺑﻠﺴﺎﻧﻪ

    Dalam kitab Fatawa Guru kami, Al Bulqini, dijelaskan bahwa mayit akan menjawab pertanyaan di alam kubur dengan bahasa Suryani. Tapi saya tidak menemukan dalilnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar ditanya soal itu dan menjawab bahwa zahir hadis adalah dengan bahasa Arab. Boleh jadi pertanyaan-jawaban itu sesuai dengan bahasanya mayit (Syarh As-Shudur, 147)

    Walaupun ada diantara kita yang belum bisa Bahasa Arab jangan khawatir tidak bisa jawab, sebab jawabannya sudah dibocorkan oleh Pak Modin saat Talqin. Makanya lebih enak jadi warga NU. Tetap dirawat meski sudah meninggal. (abi tsani)

  • TURBA SUPERVISI SOSIALISASI ADMINISTRASI PC – PAC GP ANSOR SE-KABUPATEN MOJOKERTO

    TURBA SUPERVISI SOSIALISASI ADMINISTRASI PC – PAC GP ANSOR SE-KABUPATEN MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – GP Ansor se-Mojokerto mengadakan acara TURBA SOSIALISASI DAN AD MINISTRASI. Karena administrasi adalah bentuk komunikasi dari pusat kebawah. Pada acara TURBA kali ini berbeda karena ada perwakilan Pimpinan Wilayah GP ANSOR JAWA TIMUR, yang memberikan wawasan penting tentang organisasi. Turba tersebut diadakan pada hari Sabtu 4 Juli 2020, yang bertempatkan di Pondok Pesantren Al Istiqomah Dlanggu.

    SORBANSANTRI.COM
    GUS ALI M NASIH meminta untuk menjaga ideologi di acara TURBA

    Gus Ali Nasih meminta untuk menjaga ideologi Ansor Banser, beliau juga berpesan agar ansor satu Komando dan diharapkan agar disampaikan sampai tingkat Ranting, kata Gus Ali Nasih selaku Ketua PC GP ANSOR KAB MOJOKERTO kita tetap satu Komando.

    Moh. Jakfar Shodiq mewakili pimpinan wilayah GP ANSOR JAWA TIMUR, beliau menyampaikan bahwa dalam organisasi Ansor itu tidak ada diskusi, adanya adalah instruksi karena Ansor adalah satu Komando.
    Ada 3 pola dalam berorganisasi yang harus dilakukan yaitu Koordinasi, Komunikasi, kenapa ansor dan banser itu kompak dan solid? Itu adalah Karena adanya tabayun dengan para kiai atau yang ahli.
    Menjaga marwah organisasi, marwahnya adalah menjaga ahklaqul karimah,
    Ansor itu besar jadi jangan minder menjadi kader ansor, kita tunjukkan pada lingkungan kita masing-masing.(abi-sorban)