SorBan Santri-Ketika kapal Nabi Nuh masih berada diatas air ketika banjir besar. Kapal masih berlayar diatas air tanpa mengetahui kemana arah untuk dituju. Kerana tujuan semata hanya untuk menyelamatkan diri dari bencana air banjir tersebut. Malangnya, segala kotoran yang dibuang oleh para binatang membuat keadaan dikapal menjadi tambah bermasalah. Sehingga banyak menimbulkan penyakit bagi anak kapal yang tinggal didalamnya. Nabi Nuh hanya melihat dan diam dan menyerahkan urusan ini kepada Allah SWT. Nabi Nuh lalu bermohon agar dibukakan jalan keluar dari permasalahan ini.
Maka Malaikat Jibril menemui Nabi Nuh dan memerintahkannya untuk mengusap dahi seekor gajah. Setelah arahan itu disampaikan maka Nabi Nuh AS mengusap dahi seekor gajah yang ada didepannya. Atas Kuasa Allah SWT maka keluarlah sepasang babi dari belalai gajah yang diusapkannya. Semua anak kapal yang menyaksikan tampak keheranan dengan peristiwa ajaib tersebut. Maka babilah yang akan menyapu bersih seluruh kotoran yang ada dikapal tersebut. Karena demikian itu adalah makanannya. Tampak Nabi Nuh lega masalah yang dihadapinya selesai.
Malangnya,iblis telah menyusup didalam kapal bahtera yang dihuni oleh Nabi Nuh dan para pengikutnya. Lantas iblis membuat onar didalam kapal. Dia mengusapkan bagian belakang tubuh babi tersebut, lalu muncullah dari hidung babi tersebut sepasang tikus. Tikus tersebut menggigit-gigit papan papan dan barang-barang yang ada didalam kapal.
“Dari mana sebab datangnya semua ini, sehingga semua barang-barang yang ada dikapal habis dan rusak” ucap Nabi Nuh keheranan. Maka Jibril mendatangi beliau dan memberitahukannya, bahwa yang melakukan ini semua adalah akibat iblis. Lantas Jibril menyampaikan kepada Nabi Nuh agar mengusap bagian belakang tubuh harimau. Maka Nabi Nuh mengusap bagian belakang tubuh harimau. Ketika Nabi Nuh mengusapnya maka keluarlah sepasang kucing yang kemudian segera memburu tikus-tikus yang ada didalam kapal. Begitulah Sejarah penciptaan babi, kucing, dan tikus di bumi.(abi sorban)
cyberaswaja.online-Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril
“Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya malaikat ibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.
Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina muhammad….
Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.
Allahumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad….
Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafaat baginda Rosulullah SAW.
Aamiin.
Yang like, komentar dan share status ini, Semoga kelak akan berkumpul bersama Rasulullah dan mendapatkan aliran syafa’at dari Baginda kita, Rasulullah Muhammad SAW.
Amiin…
SORBAN JETIS__ LAZISNU PCNU KAB MOJOKERTO Tidak kenal lelah dan teros bergerak serta semangat yang luar biasa terbukti ada kegiatan yang rutin mereka lakukan, salah satunya adalah berbagi sembako ke fakir miskin dan orang orang yang membutuhkan, kali ini LAZISNU MOJOKERTO berbagi ke empat desa yang ada di kec Jetis Mojokerto (12/07/2020) yaitu desa mlirib, penompo, Canggu dan Sidorejo
Pembagian di desa mlirib
Pembagian di desa canggu
Pembagian di desa penompo
Pembagian di desa sidorejo
Seperti yang di sampaikan oleh GUS ROFI’ selaku ketua LAZISNU MOJOKERTO pada SORBAN beliau mengatakan ” kami akan teros melakukan kegiatan serupa setiap bulan” beliau mengharapkan meskipun tak seberapa yang LAZISNU berikan tapi bisa meringankan beban ekonomi mereka di era pandemi covid-19
H. MUHAMMAD ROFI’UDDIN S.Ag saat membagikan sembako
Dalam sambutannya H. KHOIRUL AMIN selaku ketua MWCNU Jetis menjelaskan ini adalah salah satu Khidmah NU pada umat dan masih banyak lagi kegiatan kegiatan sosial yang telah di lakukan NU serta teros mengadakan efaluasi biar selalu ada peningkatan
Pengawalan BANSER JETIS
Setiap ada kegiatan NU tak pernah ketinggalan kader barisan Ansor sebagian (BANSER) selalu mengawal, kegiatan kali ini ada sekitar 9 personil banser yang mengawal
Ada yang mengharukan saat pembagian sembako di desa sidorejo, waktu pemberian secara simbolis yang di lakukan oleh kepala desa, tokoh nomer satu sedesa sidorejo bapak KOKOH SANTOSO sempat meneteskan air mata dan membuat pengurus LAZISNU terdiam dan ikut terharu menyaksikan kejadian tersebut
SORBAN JETIS__ LAZISNU PCNU KAB MOJOKERTO Tidak kenal lelah dan teros bergerak serta semangat yang luar biasa terbukti ada kegiatan yang rutin mereka lakukan, salah satunya adalah berbagi sembako ke fakir miskin dan orang orang yang membutuhkan, kali ini LAZISNU MOJOKERTO berbagi ke empat desa yang ada di kec Jetis Mojokerto (12/07/2020) yaitu desa mlirib, penompo, Canggu dan Sidorejo
Pembagian di desa canggu
Pembagian di desa sidorejo
Pembagian di desa penompo
Pembagian di desa mlirib
Seperti yang di sampaikan oleh GUS ROFI’ selaku ketua LAZISNU MOJOKERTO pada SORBAN beliau mengatakan ” kami akan teros melakukan kegiatan serupa setiap bulan” beliau mengharapkan meskipun tak seberapa yang LAZISNU berikan tapi bisa meringankan beban ekonomi mereka di era pandemi covid-19
H. MUHAMMAD ROFI’UDDIN S.Ag (GUS ROFU’) saat membagikan sembako
Dalam sambutannya H. KHOIRUL AMIN selaku ketua MWCNU Jetis menjelaskan ini adalah salah satu Khidmah NU pada umat dan masih banyak lagi kegiatan kegiatan sosial yang telah di lakukan NU serta teros mengadakan efaluasi biar selalu ada peningkatan
Pengawalan BANSER jetis
Setiap ada kegiatan NU tak pernah ketinggalan kader barisan Ansor sebagian (BANSER) selalu mengawal, kegiatan kali ini ada sekitar 9 personil banser yang mengawal
Mengharukan Penyerahan secara simbolis oleh kepala desa sidorejo
Ada yang mengharukan saat pembagian sembako di desa sidorejo, waktu pemberian secara simbolis yang di lakukan oleh kepala desa, tokoh nomer satu sedesa sidorejo bapak KOKOH SANTOSO sempat meneteskan air mata dan membuat pengurus LAZISNU terdiam dan ikut terharu menyaksikan kejadian tersebut
SORBAN SANTRI – Selalu saja banyak KEGIATAN dan acara NU yang DIADAKAN Kecamatan Pacet. Kali ini sabtu, 11 Juli 2020 pukul 09:00 wib sudah dimulai lagi kegiatan yaitu RAKER NU CARE-LAZISNU KECAMATAN PACET MOJOKERTO. yang bertempatkan di Gedung Graha MWCNU PACET MOJOKERTO.
Dalam bahasan kali ini LAZISNU menekankan bahwa LAZISNU selama ini rumornya yang cenderung bergerak di politik harus kembali dan menjaga Khittoh NU yaitu hanya bergerak dibidang keagamaan, kata Gus Dodi Diyauddin selaku pemateri dari PWNU Jawa Timur.
Gus Dodi Diyauddin Manager Operasional PW NU-CARE LAZISNU JAWA TIMUR
Dikegiatan tersebut melibatkan semua jajaran kepengurusan LAZISNU Kec. PACET MOJOKERTO seperti tokoh-tokoh agama IPNU IPPNU ANSOR BANSER Dll yang ada dibawah naungan MWCNU PACET MOJOKERTO.
Mempererat semua anggota LAZISNU serta melaporkan kinerja selama satu tahun, agar bisa evaluasi kerja selama satu tahun dan diharapkan agar kedepannya lebih baik lagi.
Dengan melibatkan semua BANOM dan LEMBAGA, rencana ini merupakan kegiatan rutin agenda tahunan sebagai bentuk kontrol dan evaliasi organisasi.
Tidak luput juga peran aktif banser dalam setiap kegiatan yang berada didalam aqidah Ahlussunnah Wal jama’ah antara lain pengamanan yang dilakukan Banser Lalu Lintas (BALANTAS). (Abi SORBAN)
Berbahasa Sunda Pegon, Ini Khutbah Kh. Hasyim Asy’ari di Majalah Era Jepang
SORBAN SANTRI- Berikut ini adalah penggalan khutbah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam versi terjemahan bahasa Sunda aksara Arab (Sunda Pegon) yang termuat dalam majalah al-Syu’lah edisi 1 Rajab 1363 Hijriah (bertepatan dengan 1 Juli tahun Jepang 2604 atau tahun Masehi 1944), nomor 5 tahun 1.
Majalah al-Syu’lah adalah majalah berbahasa Sunda Pegon yang terbit pada zaman pendudukan Jepang yang penerbitannya dikeluarkan oleh “Gunseikanbu Shumubu” (Departemen Agama Pemerintahan Balatentara Jepang). Di halaman terakhir majalah, terdapat keterangan pencetaknya adalah Gun-Kanetsu-Han yang beralamat di Pemandangan, Jakarta.
Khutbah KH Hasyim Asy’ari dalam bahasa Sunda Pegon ini termuat secara lengkap dalam 3 lembar halaman (hal. 16-18). Tertulis dalam pembukaan khutbah:
بيانتارانا سسفوه اݢوڠ مشيومي
كيائي الحج هاشم أشعري دينا فاتمؤن علما دي ساكولياه/ جاوا تڠاه تڠݢل 25 جوني 2604 دي سؤلؤ
(Biantarana sesepuh agung Masyumi// Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dina patemon ulama di sakawilayah/ Jawa Tengah tanggal 25 Juni 2604 di Solo [Khutbah sesepuh besar Masyumi Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dalam pertemuan ulama seluruh wilayah Jawa Tengah tanggal 25 Juni 22604 di Solo])
Setelah membuka dengan basmalah, hamdalah dan shalawat dalam bahasa Arab, Hadratussyekh kemudian mengatakan dalam bahasa Sunda:
كلايان أسمانا الله انو ميكا اسيه سرتا ميكاڽاءه. سݢال فوجي ايت كاݢوڠان الله ݢوستي نو موربيڠ عالم. رحمة جڠ كابݢجاءن كاجوڠ جوڠان اورڠ نبي اݢوڠ محمد صلى الله عليه وسلم جڠ كاساكابيه كولاورݢانا سرتا كا فارا صحابة نا
(Kalayan asmana Allah anu mikaasih sarta mikanyaah. Sagala puji eta kagungan Allah Gusti nu murbeng alam. Rahmat jeung kabagjaan ka jungjungan urang Nabi agung Muhammad SAW jeung sakabeh kulawargana sarta ka para sahabatna [Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji milik Allah yang menguasai alam raya. Rahmat dan kebahagiaan tercurah untuk jungjungan kita Nabi agung Muhammad SAW beserta semua keluarga dan para sahabatnya])
(Sim kuring nyanggakeun ka para juragan sadaya syukur sarta ucapan wilujeng sumping tina kasatiaan para juragan nu parantos sami kersa ngabulkeun ondangan pikeun ngahadiran ieu patemon [Saya menghaturkan kepada para tuan semua rasa syukur (terima kasih) dan ucapan selamat datang atas kesetiaan para tuan yang sudah berkenan memenuhi undangan guna menghadiri pertemuan ini])
Saya menjumpai majalah al-Syu’lah edisi nomor 5 tahun 1 di rumah Ajengan Ahmad Muhibbuddin, keluarga pengasuh pesantren Nurul Fata, Cikondang, Sukabumi.
Teks khutbah berbahasa Sunda di atas sejatinya adalah terjemahan dari teks asli yang ditulis dalam bahasa Arab dan disampaikan dalam rapat pertemuan para ulama Jawa Tengah yang diadakan di kota Solo pada 25 Juni 1944. Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menyampaikan khutbah tersebut dalam kapasitasnya sebagai pucuk pimpinan tertinggi umat Muslim Indonesia.
Teks asli berbahasa Arab khutbah di atas dimuat dalam majalah Soeara Moeslimin Indonesia edisi Rajab 1363 Hijriah (Juli tahun Jepang 2604 atau 1944 tahun Masehi). Soeara Moeslimin Indonesia adalah majalah berbahasa Melayu-Indonesia beraksara Latin (di dalamnya terdapat sisipan bahasa Jepang dan bahasa Arab) yang diterbitkan oleh Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia (Masjoemi).
Dalam majalah Soeara Moeslimin Indonesia, pidato asli berbahasa Arab Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tersebut termuat secara lengkap dalam dua halaman (hal 2-3). Tertulis penggalan tiga paragraf pertama pidato tersebut:
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين. أيها الاخوان العلماء الكرام أرفع الى حضراتكم جميل الشكر وأطيب التهاني على تلبيتكم الدعوة لحضور هذا الاجتماع. وما دفعكم الى الحضور هنا الا الرغبة الأكيدة للعمل المجدي مع الحكومة العسكرية والارادة القوية لرفع شأن الإسلام والاهتمام بأمر المسلمين كما أمرنا بذلك رسولنا الأعظم محمد صلى الله عليه وسلم (صلعم). اليوم يجتمع هنا (بمدينة صالو) علماء جاوا الوسطى كما اجتمع من قبل علماء جاوا الشرقية بمدينة سورابيا. ونسأل الله تعالى أن يجعل اجتماعنا هذا اجتماعا مباركا يكون لنا منه خير الدنيا وثواب الآخرة. آمين.
Selain khutbah berbahasa Sunda di atas, saya juga menjumpai tulisan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari lainnya yang berbahasa Sunda (sebagai terjemahan dari teks aslinya yang berbahasa Melayu). Tulisan tersebut termuat dalam majalah al-Mawaidz (Pangrojong Nahdlatoel Oelama Tasikmalaja)” edisi nomor 4 tahun 1933. Al-Mawaidz adalah sebuah majalah berbahasa Sunda yang diterbitkan oleh Bestuur (Cabang) Nahdlatul Ulama Tasikmalaya sepanjang tahun 1933 hingga 1935.
Adalah Kang Ajengan Iip D. Yahya, penulis dan sejarawan Jawa Barat, yang telah berbaik hati mengirimi saya tulisan KH Hasyim Asy’ari berbahasa Sunda dalam majalah Al-Mawaidz tersebut.
Tulisan Hadratusayekh KH Hasyim Asy’ari sebagaimana dimaksud di atas berisi surat tanggapan beliau seputar hukum membangun rumah fakir miskin dari harta zakat. Kasus “rumah miskin” ini sempat mencuat sebagai polemik di Tasikmalaya pada saat itu antara sesama ulama tradisionalis. Surat tersebut ditulis di Tebuireng, bertanggal 18 Agustus 1933 Masehi.
Tertulis dalam pengantar surat tulisan KH Hasyim Asy’ari yang dimaksud:
“Dina Al-Mawaidz noe ti pajoen parantos didjawab patarosan tina hal Roemah Miskin noe bade ngadeg di oerang Tasik, noemoetkeun pamendak, kenging inchtiar di Tasik bae.
Barang nampi eta patarosan, redaksi henteu mertjantenkeun ka Oelama Nahdloh di Tasikmalaja bae, namoeng enggal njoehoenkeun timbanganana oelama-oelama noe ternama, parantos kasjohor di kalangan Islam Indonesia, sapertos: Kiai Hasjim bin Asj’ari, Rois Hoofsbestuur Nahdlatoel Oelama, adjengan di Teboe Ireng, Djombang; Kiai H. Ahmad Sanoesi Tanah Tinggi Batawi, biasa disebat Adjengan Tjantajan; Kiai Natadilaga Dawoean, Mantri Goeroe pangsioen.
Ieu di handap disanggakeun, satjeplasna timbanganana Adjengan Hasjim Asj’ari, noe geus kapertjanten djadi panoengtoen koe poeloeh-poeloeh reboe kaom Moeslimin henteu ratoes reboe oge”
(Dalam Al-Mawaidz edisi yang lalu, telah dijawab pertanyaan perihal Rumah Miskin yang akan dibangun di Tasik. […?…]
Ketika menerima pertanyaan terebut, redaksi tidak hanya mempercayakan jawabannya kepada para ulama NU di Tasikmalaya saja, tetapi juga segera meminta pertimbagan dari ulama-ulama yang ternama, yang sudah masyhur di kalangan Islam Indonesia, seperti Kiai Hasyim Asy’ari Rois Hoofbestuur NU, seorang ajengan di Tebu Ireng [Jombang], juga kepada KH Ahmad Sanusi Tanah Tinggi Batavia, yang biasa disebut Ajengan Cantayan [Sukabumi], juga kepada Kiai Natadilaga di Dawuan [Cikampek, Karawang], seorang mantra guru pension
Di bawah ini dikemukakan sejelas-jelasnya pandangan Ajengan Hasyim Asy’ari, yang sudah terpercaya menjadi panutan oleh puluhan ribu kaum Muslim, jika tidak oleh ratusan ribu). Wallahu A’lam.
Sukabumi, Kapit-Dzulkaedah 1441 Hijri/ Juli 2020 Masehi
Abang kasihan sama kalian. Teganya orangtua kalian mendoktrin kalian seperti ini. Hilang masa kecil kalian yang seharusnya berwarna. Kalian sejak kecil hanya tahu dua warna, kalau tidak hitam ya putih aja.
Tau gak dek. Masa kecil abang dulu sangat bahagia. Abang main kejar2an, main layang2. Abang dulu kecil penuh dgn permainan. Ada petak umpet, main gundu, galah asin dan boy2an. Teman abang yang cewek main karet gelang, main congklak, wuih nikmatnya masa kecil kami.
Dan karena kami kaya dengan semua permainan itu, abang tumbuh jadi orang yang kreatif, bergaul dgn semua orang tanpa kenal dia siapa, agamanya apa, dari suku mana. Bagi abang dulu semua sama, kami anak kecil yang bahagia yang kadang jotakan, tapi cepat baikan.
Indah, kan dek ?
Dan lihatlah diri kalian sekarang. Coba pandangi foto kalian. Menyedihkan, bukan ? Sibuk dengan bendera2 yg kalian juga gak tau artinya apa. Sibuk dgn simbol2 yg kalian jg gak tau maknanya. Wajah kalian kusam, ga ada cahaya kegembiraan seperti anak kecil umumnya.
Abang kasihan sama kalian. Lebih kasihan lagi sama orang tua kalian, yang dengan teganya mengumpankan kalian kepada ustad2 jahil, bodoh, goblok, dan terkadang jadi predator. Orangtua kalian yang tanpa sadar menjadikan kalian mesin penghancur, tanpa perasaan, eksklusif, fanatik dan sudah pasti bodoh dan tidak mudah bergaul dgn siapa saja.
Mereka yang merasa bangga, bukan kalian. Kalian hanya korban, adek2ku sayang. Korban dari kebodohan orangtua kalian, yang dulu waktu kecil sebenarnya kaya dgn permainan anak2. Tapi mereka mungkin selalu jadi pecundang, sehingga tidak punya kebanggaan diri dan mencari eksistensi lewat simbol2 kebanggaan semu yang miskin arti.
Kelak ketika kalian dewasa dan tumbuh jadi pribadi mengerikan yang ingin merusak ketahanan negeri ini, maafkan abang dek. Anak2 abang sudah dilatih untuk melawan kalian. Anak2 abang sudah abang didik untuk mencintai negeri ini dan siap membelanya sampai titik penghabisan.
Mungkin kelak kalian akan berhadapan dgn anak2 abang. Dan itu bisa jadi takdir kalian bertemu di simpang jalan. Bukan, bukan abang jahat. Tapi supaya ideologi kalian tidak berkembang dan merusak semua tatanan yg dibangun pendiri bangsa ini untuk hidup damai dalam keragaman.
Cium sayang abang untukmu, dek. Abang doakan kalian ketika dewasa, melawan semua doktrin yang sekarang dipaksakan kepada kalian. (abi sorban)
cyberaswaja.online- Berikut Postingan dari Aoki Vera Kurniawati terkait Ucap sumpah Anggota DPRD CIREBON terkait khilafah.
Indonesia SOS
Pelajaran PMP, penataran P4, pelajaran Budiperkerti. Dan saya ngak akan berhenti menyuarakan ini.
Bukan bercanda mereka terus mengakar..
Segala usia dan segala bidang mereka susupkan..
Makanya gW marah banget saat pak Andhika terima anak pembawa bendera Khilafah masuk TNI.!!!
Ngak segampang itu melebur warna hitam di atas warna putih.
Butuh waktu yg lama…
Sedangkan merrka butuh waktu sebentar untuk menjadikannnya semua berwarna hitam.
@kemendagri
Harus ada tindakan tegas.
@mohmahfudmd
@nadiem_makarim__
Ayo gerak cepat pak🙇♀️🙇♀️🙇♀️🙇♀️🙇♀️🙇♀️
@prabowo puaskah anda mengacak acak tanah air anda sendiri..??
Anda yg mengandalkan kekuatan mereka.. menjadikan kader2 anda gila khilafah.!!
Tidak ada tersisa sedikitpun sumpah prajurit anda sepertinya..
Apa karena hidup yg berpindah pindah..?
Atau karena pernah di pecat dari angkatan..?
Sekarang anda liat efeknya..
TERORIS NGAK BISA DI AJAK DAMAI
TIDAK ADA TEMPAT DIMANAPUN DI ATAS BUMI IBU PERTIWI UNTUK TERORIS.!!!
Kring kring kring….
Suara Handphone berbunyi panggilan dari seorang kawan +60 yang hampir mau 5 bulan kita tidak bertemu dan berkomunikasi,
sebelum Corona terjadi hampir kita selalu bertemu seminggu sekali di Kuala Lumpur..
Beliau menanyakan kabar dll
Ada yang unik,
Singkat cerita beliau menceritakan tetangganya yang di tangkap Polisi Diraja Malaysia karena menyebarkan paham HT ( Hizbu Tahrir ) dia kaget bukan kepalang Bendera berAsmakan Alloh SWT hitam dan putih yang ia sering lihat ketika bertetangga itu adalah Organisasi Terlarang (mungkin tidak terlalu mengikuti berita) dia berpikir bahwa bendara itu baik baik saja karena bertuliskan Kalimat Tauhid, tapi ternyata…
Saya pun jelaskan kondisi diIndonesia tentang bendera dan Organisasi terlarang itu bahwa disini sudah dibekukan izinnya tapi arwahnya masih bergentayangan karena Tidak dibubarkan oleh Tap MPR seperti layaknya PKI,
karena jika dibubarkan oleh Tap MPR maka HTI tidak boleh membuat atribut dan menyebarkan pahamnya.
Sedangkan di Malaysia tanggal 17 September 2015 melalui Komite Fatwa Negara Bagian Selangor, Malaysia menyatakan Hizbut Tahrir (HT) sebagai kelompok yang menyimpang.
Malaysia menegaskan bagi siapapun yang mengikuti gerakan Pro-Khilafah dan menyebarkannya maka akan menghadapi hukum.
Keputusan Komite Fatwa Malaysia itu seharusnya dijadikan pelajaran berharga untuk kita, mereka dengan sigap melakukan pencegahan penyebaran ajaran menyimpang itu karena memang sangat berpotensi mengganggu keamanan Nasional,
Oleh mereka Asma Alloh SWT dijadikan tameng politik,
Nama Tuhan dijadikan kamuflase ambisinya,
Kecintaan kita terhadap agama dimanfaatkan betul oleh mereka,
Padahal hakikatnya keberadaan mereka mengancam kita semua…
Tetap kita selalu waspada..
Jaga keluarga kita dari gerakan gerakan mereka,
Pelajari ambisi mereka dan tanyakan kenapa mereka dilarang dimana mana..????
SORBAN SANTRI – Usia pandemi makin hari makin memendek, dukungan pemerintah dan beberapa otonomi kedaerahan semakin menambah gemuk para pekerja produktif untuk melanjutkan estafet kegiatannya. Mojokerto dan Pacet khususnya, semenjak Sabtu “04 Juli 2020” kemarin, mulai dibukanya pelbagai tempat wisata kembali, lebih-lebih banyak wisatawan yang berdatangan ke daerah Pacet secara masif di hari-hari berikutya.
Senada dengan hal itu tak menyurutkan semangat organisasi Nahdlatul Ulama untuk bangkit lagi mengadakan kegiatan setelah masa PSBB dimulai (4 bulan lalu lebih tepatnya). Kalangan Ansor PAC Pacet kali ini mengadakan kegiatan sejenis rekonsiliasi atas kegiatan dulu yang berjalan normal sebelum adanya himbauan masal dampak korona. Mereka kali ini mengadakan kegiatan yang bertajuk “Silaturahmi antar Kader NU”, yang inisiasinya berawal dari uneg-uneg beberapa sahabat-sahabat yang merasa resah memandang stagnasi gerakan kader NU cenderung pasif. Sedikitnya dalam kegiatan ini dihadiri 100 kader antar banom dari Pacet.
Mujiburrahman (ketua PAC Pacet) menyatakan dalam sambutannya bahwa secara eksplisit kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyambung tali silaturahmi kegiatan banom NU di Pacet, agar kedepannya tidak down dalam menghadapi situasi yang sama.
Ada tiga poin dalam pidatonya kepada seluruh kader yang tengah hadir jika berbicara prinsip organisasi, yaitu : pertama “ulil amry” sebagai prisip dalam mengemban amanah suatu organisasi, kedua “ulil albab” sebagai prinsip dalam mencetuskan ide-ide cemerlang sesuai khithoh warga Nahdliyyin, ketiga “ulil absor” sebagai pola terahir yang reflektif dalam menanggapi segala hal agar dapat dikaji dan di tabayunkan (tutur Mujib).
Hadir pada kesempatan kali ini Sekretaris PC GP Ansor Mojokerto, Komandan Yusuf. Kepada para kader ia berharap seluruh elemen kader dapat memfiltrasi informasi agar tidak tereduksi oleh plebagai isu publik. Sehingga arah juang kader NU masih tetap satu komando dan satu ideologi.
“Berdoalah sedikit-demi sedikit, kirimkanlah tawassul kepada para muassis dan auliya se-dunia, kalau bisa tiap usau sholat, insyaallah barokah” (ujarnya dalam translit jawa). (red. Rizkillah – ipnu pac pacet)