Blog

  • Cerita Sebenarnya Sosok Samson Betawi ( di kutip dari cerita zaman Nabi Muhammad SAW.)

    Cerita Sebenarnya Sosok Samson Betawi ( di kutip dari cerita zaman Nabi Muhammad SAW.)

    SORBANSANTRI.COM
    Benyamin Sueb_ Samson Betawi

    SORBAN SANTRI- Perlu kalian semua ketahui asal dari mula cerita syamson betawi yang kita kenal selama ini sebagai manusia yang punya kekuatan super versi suku betawi ternyata aslinya diambil dari cerita Syam’un versi Zaman sahabat Kanjeng Nabi Muhammad SAW Yang mana ini sebagai salah satu asal mula turunnya surat AlQodar berikut cerita dari Syamson versi Zaman Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Lest go..

    Pada Zaman Dahulu Malaikat jibril becerita kepada Nabi Muhammad SAW tentang seorang hamba pada masa bani isro’il yang bernama syamsul al ghozi . Dia telah berperang melawan orang orang kafir selama 1000 bulan dengan hanya bersenjata sehelai rambut jenggot unta. Meskipun hanya dengan senjata tersebut, syam’un bisa membunuh begitu banyak musuh hanya dengan satu sabetan saja. Perlawanan Syam’ un dengan orang orang kafir mampu berjalan setiap hari selama 1000 bulan ( 83 tahun 4 bulan).tidak ada seorang pun dari kaum kaum kafir yang mampu mengalahkan syam’un.

    Lalu mereka meminta bantuan kepada istri syam’un yang juga kafir, untuk membunuh suaminya,
    Ketika syam’un tidur istrinya mengikat dia kua kuat, dan beralasan sekedar bergurau. namun saat terbangun syam’un dapat melepas tali pengikatnya. peristiwa ini terjadi berulang ulang. Hingga akhirnya syam’un memberitahukan pada istrinya bahwa ia hny dpat dikalahkan dengan rambutnya sendiri yang panjang.setelah mengetahui ini, istri memotong delapan utas rambut kepala syam’un. Yang mana ditalikan kepada syam’un ke tangan dan kakinya.

    Ketika terbangun syam’un tidak bisa melepas ikatan rambutnya, lantas dia dibawa oleh kaum kafir ke suatu bangunan untuk dibantai. Kemudian syam’un berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan supaya bangunan itu merobohi kaum kafir termasuk istrinya. pemintaan syam’un dikabulkan dan ia selamat. sesudah peistiwa itu ia sempat beribadah 1000 bulan lagi. Malam hari shalat malam, siang harinya berpuasa hingga akhirnya mati syahid di medan perang melawan orang orang kafir.

    Mendengar cerita syam’un para sahabat Nabi SAW menangis karena terharu dan tertarik. Kemudian Allah swt menyuruh malaikat jibril turun membawa surat Al Qodar ini kepada nabi Muhammad. Allah memberi keistimwaan berupa satu malam lailatu qodar pada nabi Muhammad dan umatnya yang beribadah pada malam
    itu lebih utama dari pada ibadah 1000 bulan.

    Sumber ( Kitab Durotunnashihin )

  • Islam Hadir Bukan untuk “meng-Arab-kan” Bangsa, Bahasa, dan Budaya

    Islam Hadir Bukan untuk “meng-Arab-kan” Bangsa, Bahasa, dan Budaya

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Islam ada bukan untuk mengubah ucapan “sampurasun” atau “selamat pagi/siang” atau “good morning” atau “Syalom” dan lain sebagainya menjadi “assalamu’alaikum”. Seperti ucapan selamat yang lain, “assalamu’alaikum” juga sama: baik kaum Muslim maupun non-Muslim yang berbahasa Arab akan mengucapkan “kalimat perdamaian” ini. Para kolegaku yang non-Muslim tiap hari bilang “salamu’alaikam-salamu’alaikum”.

    Karena itu jika ada sejumlah kelompok non-Muslim yang “alergi” dengan kalimat “salam damai” ini karena dipandang sebagai “ucapan selamatnya orang Islam” sama lucunya dengan sejumlah kelompok Muslim yang bernafsu ingin mengganti semua ucapan salam dalam bahasa lokal menjadi “assalamu’alikum” karena dipandang “lebih Islami”. Tidak ada hubungannya antara “assalamu’alaikum” dengan “identitas keislaman”.

    Islam hadir bukan untuk “meng-Arab-kan” bangsa, bahasa dan budaya lain: mengubah ayah/bunda, bapak/ibu, bapake/simboke dan lain sebagainya menjadi “abi/umi”, mengganti saudara/saudari menjadi ikhwan/akhwat atau akhi/ukhti dan lain sebagainya. Kehadiran Islam tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlak dan moralitas manusia, agar kaum Muslim menjadi “Muhammad-Muhammad kecil” yang mampu membawa perubahan positif, rahmat dan kedamaian bagi semua umat manusia dan alam raya ini.

    Apalah artinya fasih berbahasa Arab, jika kefasihan itu kalian gunakan untuk mencaci-maki bahasa lain dan menebar kebencian terhadap orang dan budaya lain; apalah artinya pandai berdalil jika dalil itu kau gunakan untuk memfitnah dan menyebarkan kekerasan kepada orang lain; apalah artinya berjidat hitam jika otak dan perilaku kalian hitam-legam sehitam jidat kalian;

    Apalah artinya berjenggot panjang jika keburukan dan kejahatan kalian sama dengan jenggot kalian yang menjuntai itu; dan apalah artinya berpakaian meniru-niru Nabi Muhammad SAW, jika ternyata pikiran dan tindakan kalian seperti “begundal tengik” Abu Jahal wa ala alihi wa ashhabihi ajma’in. (red)

  • Gender Dan Poligami

    Gender Dan Poligami

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Isu gender bagi kalangan para santri terdiri dari 2 arus besar. Bagi para santri yang terus berkecimpung di pesantren dengan pegangan kitab kuning setiap harinya akan terlihat respon penolakannya, atau setidaknya kurang setuju. Sementara bagi arus kedua, para santri yang sudah aktif di lingkungan akademisi, pergerakan, bersentuhan dengan komunitas dan sosial yang beragam biasanya menerima isu gender ini.

    Arus kedua ini -dalam amatan saya- ada yang langsung menggugat bentuk patriarki dan penempatan wanita dalam kelas dua di beberapa literatur kitab. Namun ada pula yang lebih soft, tidak mendekonstruksi ‘doktrin’ kitab kuning namun mereinterpretasi (menafsirkan ulang) beberapa kitab rujukan tersebut dengan membandingkan dari penjelasan para ulama lain. Biasanya menggunakan tafsir ulama yang berbeda dalam penekanan sisi makna bahasa, atau dengan menggunakan pendekatan Ilmu Ushul Fiqh. Kyai Imam Nakhai yang kemarin menjadi narasumber bersama dengan saya dalam seminar nasional online adalah tipe yang soft ini. Saya memaklumi karena pangkat beliau sudah selevel Al-Ghazali, yakni di depannya sudah pakai “Imam”.

    Dalam penyampaian materi, kyai Imam Nakhai yang juga Dosen di Ma’had Ali Salafiyah Syafi’iyah Situbondo ini memaparkan beberapa dalil, menganalisa beberapa redaksi hadis, memposisikan mana dalil Am dan Khash, Mutlaq dan Muqayyad. Pada titik kesimpulan beliau katakan bahwa laki-laki dan perempuan pada sisi Insaniyah (kemanusiaan) dan Akromiyah (kemuliaan) adalah sama, sederajat. Namun pada sisi Afdlaliyah (keutamaan) terkadang laki-laki memiliki sifat keutamaan tersebut namun tidak menutup peluang bagi wanita untuk mencapai keutamaan tersebut.

    Saya didapuk oleh panitia menyampaikan materi seputar ibadah puasa dan hari raya di masa wabah ini. Jadi, saya hanya fokus dengan materi saya.

    Pada sesi tanya jawab hampir kebanyakan suara yang bertanya diwakili oleh kaum Adam dan bertanya tentang poligami. Beliau menjawab dengan jawaban yang sedikit mengejutkan awalnya, namun bisa dipahami di bagian akhir. Kata beliau poligami bukan ajaran Islam. Tapi ajaran umat terdahulu. Yang terdapat dalam Islam tentang poligami adalah mengatur dan memberi batasan.

    Tanpa diduga moderator menanyakan kepada saya soal poligigi ee poligami. Tentu saya terkejut. Saya menjawab dengan penjelasan yang terdapat dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’iyah:

    ﻭﻧﺪﺏ ﺇﻟﻰ اﻻﻗﺘﺼﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻭاﺣﺪﺓ ﺧﻮﻓﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻮﺭ ﻭﺗﺮﻙ اﻟﻌﺪﻝ، ﻭﻫﺬا ﻣﺄﻣﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

    Dianjurkan menikah hanya 1 wanita saja, khawatir ada penyelewengan dan tidak adil. Kedua alasan ini tidak terdapat dalam diri Nabi shalallahu alaihi wasallam (Al-Majmu’ wa Takmilah 16/144)

    Di samping itu, redaksi dalam kitab-kitab Syafi’iyah biasanya ketika menjelaskan poligami menggunakan bahasa boleh (jawaz). Maka ada penuturan dalam sebagian kitab Madzhab Syafi’i lainnya dijelaskan:

    ﺇﺫَا ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﻛَﺬَا ﻳُﻔْﻬَﻢُ ﻣِﻨْﻪُ ﻋُﺮْﻓًﺎ ﺃَﻥَّ ﺗﺮﻛﻪ ﺃﻭﻟﻰ

    “Jika ada redaksi ‘boleh melakukan ini’ maka dapat dipahami secara umum bahwa sebaiknya tidak dilakukan” (Bujairimi Khatib
    2/174) (kh. ma’ruf khozin)

  • Hukum Menghadiri Undangan Tak Punya Uang

    Hukum Menghadiri Undangan Tak Punya Uang

    SORBANSANTRI.COM

    بسم الله الرحمن الرحيم

    SORBAN SANTRI- Menghadiri Undangan hajatan hukumnya wajib, terkadang sehari sampe 3 tempat, sedangkan uang tak punya,
    1) apa boleh hadir tanpa bawa uang amplop?
    2) apakah uang hasil sumbangan hajatan harus dikembalikan dikemudian hari (ketika sipolan pesta?)

    Jawaban
    1) wajib hadir walaupun tdk punya uang, dan boleh tidak membawa uang amplop.
    ☝️ Syarat wajib menhadiri :
    ¹ hubungan tetangga ² teman ³ kerabat ⁴ ke-ilmu-an,kebaikan dll.
    Kalo tak kenal, boleh tdk hadir.

    2) uang amplop tidak wajib dikembalikan, krn bukan hutang, melainkan Hibah(pemberian).
    Kecuali sudah ada kesepakatan untuk dikembalikan.

    Dalil ( liat poto > h.qulyubi\i.tholibin \h.jamal))
    Maknanya
    “Pendapat Yg lebih tampak harta² yg ditradisikan dlm pesta² adalah hibah bukan piutang meskipun ditradisikan dimasyarakat untuk dikembalikan.”

    di kitab at-Tuhfah
    “Pendapat Yang lebih tampak harta-harta yang ditradisikan dalam pesta² adalah hibah dan tidak berpengaruh kebiasaan yang berlaku dimasyarakat selama tidak terdapati pernyataan semacam ‘ambillah…!!
    (ia niati menghutangkan dan disepakati oleh pemilik pesta atau ahli warisnya)

    Kesimpulan :
    sebesar apapun sumbangan hajatan yg diterima, itu adalah hibah\ pemberian,Bukan hutang,

    Wallohu a’lam bisshowab
    Walhamdulillah

  • BILAL UNTUK SHALAT IDUL FITHRI

    BILAL UNTUK SHALAT IDUL FITHRI

    SORBANSANTRI.COM

    1. Ketika shalat akan dimulai Bilal mengucapkan :

    اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ , لَا إلٰهَ إلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ
    اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
    صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ × ٢

    Shalatlah sunat ‘Idul Fithri 2 raka’at dengan berjama’ah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian.

    2. Shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjama’ah. Setelah shalat selesai Bilal berdiri menghadap jama’ah lalu menguca

    يَامَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ. اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُوْرِ، وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ. أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ. إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُم اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

    Artinya : Wahai sekalian kaum Muslimin dan golongan kaum Mukminin, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian. Ketahuilah sesungguhnya hari kalian ini adalah Hari ‘Idul Fithri (hari kembali suci), hari bahagia dan hari pengampunan. Allah menghalalkan bagi kalian makan pada hari itu dan Allah mengharamkan bagi kalian puasa pada hari itu. Apabila khatib naik ke atas Mimbar, perhatikanlah, dengarkanlah dan taatilah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian (2 x). Perhatikanlah, semoga kalian dirahmati oleh Allah.

    اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Artinya : Ya Allah, bberilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kuatkanlah Islam dari orang-orang muslim dan muslimat, orang-orang mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Dan mudahkanlah mereka dalam mendirikan Agama. Wahai Tuhan, akhirilah kami dari Engkau dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmatMu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari yang pengasih. (red)

  • WAHABI BERTANYA, ASWAJA MENJAWAB

    WAHABI BERTANYA, ASWAJA MENJAWAB

    SORBANSANTRI.COM
    Bingung Sendirikan

    Pertanyaan dari salah seorang WAHABI :

    Kenapa kalian (ASWAJA) menolak ALLAH berada/bertempat di atas langit, tapi ketika berdo’a kalian tetap menghadap ke atas langit.?

    JAWABAN KAMI :

    ALLAH Ta’ala berfirman :

    وَفِي السَّمَاء رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

    Dan di Langit itu Rizki kalian dan sesuatu yang di janjikan bagi kalian.

    [QS. Adz-Dzariyat : 22]

    IMAM AN-NAWAWI Rahimahullah mengatakan :

    وَهُوَ الَّذِيْ إِذَا دَعَاهُ الدَّاعِيْ اِسْتَقْبَلَ السَّمَاءَ، كَمَا إِذَا صَلَّى الْمُصَلِّيْ اِسْتَقْبَلَ الْكَعْبَةَ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأَنَّهُ مُنْحَصِرٌ فِي السَّمَاءِ كَمَا أَنَّهُ لَيْسَ مُنْحَصِرًا فِيْ جِهَةِ الْكَعْبَةِ، بَلْ ذَلِكَ لِأن السَّمَاءَ قِبْلَةُ الدَّاعِيْنَ، كَمَا أَن الكعبةَ قِبْلَةُ الْمُصَلِّيْنَ

    Dan Dialah (ALLAH) yang apabila seseorang berdoa kepadanya, orang itu menghadap ke langit sebagaimana juga orang yang shalat dia menghadap ke Ka’bah, dan bukanlah hal itu menunjukan bahwa ALLAH berada di langit sebagaimana juga ALLAH tidak berada di arah Ka’bah.

    Akan tetapi hal itu dikarnakan bahwa langit adalah kiblat bagi orang-orang yang berdoa sebagaimana juga Ka’bah yang menjadi kiblat bagi orang-orang yang shalat.

    [Syarah Shahih Muslim : Jilid 5, Halaman 26, Cetakan ke 3, Tahun 1996 dari Darul Ma’rifah, Beirut Libanon].

    IMAM IBNU HAJAR AL-ASQALANI Rahimahullah mengatakan :

    اَلسَّمَاءُ قِبْلَةُ الدُّعَاءِ كَمَا أَنَّ الْكَعْبَةَ قِبْلَةُ الصَّلَاةِ

    Langit adalah kiblat doa sebagaimana ka’bah yang menjadi kiblat shalat.
    .
    [Fathul Bari : Juz 2, Halaman 233]

    Jawaban diatas dikutip dari ucapan seorang bocah Madrasah Ibtida’iyah. [Sebut Saja Mawar]

    Wassalamualaikum

  • Hukum Sholat Wanita Keputihan

    Hukum Sholat Wanita Keputihan

    SORBANSANTRI.COM

    بسم الله الرحمن الرحيم

    • apakah keputihan termasuk haid? Najis atau tidak?
    • Bagaimana cara shalatnya?

    Jawaban:
    Keputihan bukan termasuk haid. Cairan putih sebab keputihan hukumnya ada 2 :
    1.cairan Keluar dr farji bagian luar (bagian yg tampak ketika wanita jongkok) itu tidak najis alias suci
    2.cairan keluar dr bagian dalam farji itu najis ,sama dg najisnya madzi dan wadzi.

    Cara shalat wanita yg keputihan,
    jika cairan itu keluar terus menerus seperti orang beser, maka berlaku hukum seperti orang beser.
    Yaitu:

    • mensucikan kemaluan
    • lalu disumbat dengan pembalut atau kapas.
    • lalu wudlu dan segera shalat.

    ingat: Penderita keputihan dan orang yang beser tidak boleh menunda-nunda shalat setelah wudlu, kecuali menjawab adzan atau menunggu jama’ah.

    Wallohu a’lam bisshowab
    Walhamdulillah
    #dalil: HasiahJamal 2-149

  • KOPI GLADAK MOJOKERTO BERBAGI SEMBAKO SAAT PANDEMI COVID-19

    KOPI GLADAK MOJOKERTO BERBAGI SEMBAKO SAAT PANDEMI COVID-19

    Pandemi vovid-19 yang melanda Indonesia belum reda sampai mendekati hara raya IDUL FITRI 1441H, selain pemerintah banyak organisasi ataupun kelompok masyarakat yang membagikan sembako guna untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, salah satunya jamaah majelis dzikir wa taklim KOPI GLADAK Mojokerto yang membagikan sembako di dusun sambi kerep desa sumbergede kec Wringinanom Gresik jawa timur (20/05/2020)

    SORBANSANTRI.COM

    Jamaah KOPI GLADAK membagikan sembako dan lauk pauk kepada warga

    Ada yang menarik saat team SORBAN melihat apa yang dibagikan oleh jamaah KOPI GLADAK yang akhirnya meliput acara tersebut, menurut keterangan ustadz HERLIK TUGAS salah satu pengurus KOPI GLADAK kepada team SORBAN “kami selain membagikan beras kepada masyarakat juga ada lauk pauk berupa tahu,telor dan juga mie instan serta ada sedikit uang,yang kami bagi di beberapa desa, di kecamatan Jetis Mojokerto ada dua desa yaitu canggu dan ngabar, di kecamatan tarik Sidoarjo satu desa yaitu Kedung bocok dan kali ini di dusun sambi kerem desa sumbergede wringinanom kami membagikan tahu, telor,mie instan ke seluruh warga serta beberapa warga yang kami berikan beras, dengan harapan kami bisa membantu meringankan beban masyarakat”.

    SORBANSANTRI.COM

    Ustadz HERLIK TUGAS pengurus KOPI GLADAK

    Team SORBAN juga sempat melihat beberapa jamaah KOPI GLADAK yang ikut mengemas tahu memakai jaket BANSER, salah satunya sahabat ARWANI yang ternyata anggota ANSOR jetis, ustadz ARWANI mengatakan “jamaah KOPI GLADAK banyak dari kader kader NU termasuk saya ini ANSOR”

    SORBANSANTRI.COM

    Ustadz ARWANI pengurus KOPI GLADAK dan juga ANSOR JETIS

    Saat di tanya sumber dana ustadz ARWANI menjelaskan “selain dari jamaah KOPI GLADAK ada dua komunitas yang mendukung acara ini yaitu komunitas facebook SAUDARA FACEBOOK JEMPOL (SFJ) dan ALUMNI MTS MALIK IBRAHIM 94 dawar blandong (AMMI94)” Ustadz ARWANI sempat meminta kepada team SORBAN untuk menulis ucapan terima kasih kepada jamaah dan donatur KOPI GLADAK dan SFJ serta AMMI94 yang telah mempercayai KOPI GLADAK asuhan GUS DIAN MAS’UD, GUS ALIM KOPI GLADAK untuk menyalurkan infaq shodakoh kepada masyarakat semoga menjadikan amal ibadah yang di ridhoi ALLOH SWT

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua RW bpk SUHARTONO ikut membagikan sembako pada warga

    Ketua RW:02 (BPK SUHARTONO) dusun sambi kerep merasa senang karena warga mendapat bantuan sembako dari jamaah KOPI GLADAK dan kami rasaan sangat bermanfaat dan semoga menambah barokah buat semua jamaah dan donatur KOPI GLADAK, beliau juga mengatakan “tiap bulan ada kurang lebih 12 warga yang mendapat bantuan sembako dari KOPI GLADAK dan INSYAALLOH kata GUS ALIM akan di bantu teros ”

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian sembako di kawal ketua RW

    untuk memastikan semua warganya mendapat sembako atau lauk pauk beliau mengawal dan membantu membagikan sembako pada warga

    By: A. sodikin infokom

  • Dusta Klaim “Ijma’ Ulama Ahlussunah Tahlilan Haram” (Bagian I)

    Dusta Klaim “Ijma’ Ulama Ahlussunah Tahlilan Haram” (Bagian I)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ada seorang Imam bernama Ibnu Al-Mundzir yang mengarang sebuah kitab bernama Al-Ijma’ (kumpulan konsensus para ulama). Beliau mendata beberapa kesepakatan ulama, mulai dari yang wajib sampai yang haram, sejak masa Sahabat hingga masa ijtihad para ulama. Saya belum menemukan dalam kitab tersebut dakwaan atau tuduhan yang mengharamkan Tahlilan sejak masa awal Islam hingga sekarang.

    Dalam kitab Al-Ijma’ tersebut Ibnu Mundzir menulis 8 tema Ijma’ Ulama dalam Bab Jenazah. Tidak ada satupun seperti yang dituduhkan oleh Ustadz Salafi ini. Sebab hampir semua kitab Fikih mencantumkan Bab kirim pahala dan berkumpul di rumah duka diletakkan di Bab Jenazah. Maka sudah dipastikan bukan masalah Ijma’ tetapi ranah khilafiyah, perbedaan pendapat di kalangan ulama.

    Lalu dapat dari mana Ustadz Salafi ini mengklaim bahwa Tahlilan adalah haram? Maka saya jawab itu adalah klaim bohong, dusta atas nama Ijma’ ulama.

    Mari kita buktikan. Setidaknya ada 2 yang beliau jadikan alasan tentang haramnya Tahlilan, yakni seputar kirim pahala Al-Quran dan acara perkumpulan di rumah duka. Karena sanggahan ini sifatnya panjang maka saya tulis berseri seperti Drakor (derita korban) kabar dusta.

    1. Soal Kirim Pahala Al-Qur’an

    Kirim pahala Al-Quran memang dibaca saat Tahlilan. Saya tidak perlu jauh-jauh mengutip pendapat ulama dari kalangan 4 madzhab. Cukup ulama / Mufti dari sesama mereka sendiri:

    A. Syekh Utsaimin

    Syekh Utsaimin ditanya tentang masalah kirim pahala Al-Qur’an kepada orang yang sudah wafat. Beliau menjawab dengan 2 pendapat ulama. Diantara kutipan dari tulisan beliau adalah:

    اﻟﻘﻮﻝ اﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻹﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﻨﻴﺔ ﺃﻧﻪ ﻟﻔﻼﻥ ﺃﻭ ﻓﻼﻧﺔ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﺳﻮاء ﻛﺎﻥ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﻗﺮﻳﺐ.

    Kedua, bahwa mayit menerima manfaat dengan bacaan Al-Qur’an. Dan boleh bagi seseorang untuk membaca Al-Qur’an dengan niat agar pahalanya diberikan kepada Fulan atau fulanah dari umat Islam, baik kerabat atau bukan kerabat.

    TARJIH Syekh Utsaimin:

    ﻭاﻟﺮاﺟﺢ: اﻟﻘﻮﻝ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻷﻧﻪ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﺟﻨﺲ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﺟﻮاﺯ ﺻﺮﻓﻬﺎ ﻟﻠﻤﻴﺖ

    Pendapat yang kuat adalah pendapat kedua, sebab terdapat dalil sahih dalam jenis ibadah yang dapat diperuntukkan bagi mayit (Majmu’ Fatawa Wa Rasail 2/305-306)

    B. Syekh Albani

    Syekh Albani yang sering dijadikan rujukan para pengikutnya di Indonesia khususnya di bidang hadis dan beberapa fatwa fikihnya, ternyata memiliki pendapat sendiri soal kirim pahala Al-Quran:

    وَخُلَاصَةُ ذَلِكَ أَنَّ لِلْوَلَدِ أَنْ يَتَصَدَّقَ وَيَصُوْمَ وَيَحُجَّ وَيَعْتَمِرَ وَيَقْرَأَ الْقُرْآنَ عَنْ وَالِدَيْهِ لِأَنَّهُ مِنْ سَعْيِهِمَا ، وَلَيْسَ لَهُ ذَلِكَ عَنْ غَيْرِهِمَا إِلَّا مَا خَصَّهُ الدَّلِيْلُ مِمَّا سَبَقَتِ الْإِشَارَةُ إِلَيْهِ . و الله أعلم . (السلسلة الصحيحة – ج 1 / ص 483)

    “Kesimpulannya, bahwa anak boleh bersedekah, berpuasa, berhaji, berumrah dan MEMBACA AL-QURAN untuk kedua orag tuanya. Sebab anak merupakan usaha orang tua (Najm 39). Dan anak tersebut tidak bisa melakukan itu semua untuk selain orang tuanya, kecuali yang dikhususkan oleh dalil, yang telah dijelaskan” (al-Silsilah al-Sahihah, 1/483)

    C. Syekh Ibnu Taimiyah

    Secara khusus membaca Tahlil dan dzikir lainnya yang dihadiahkan pahalanya untuk orang yang sudah wafat difatwakan oleh panutan Salafi yang mereka sebut dengan Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyah:

    ﻭﺳﺌﻞ: ﻋﻦ ﻗﺮاءﺓ ﺃﻫﻞ اﻟﻤﻴﺖ ﺗﺼﻞ ﺇﻟﻴﻪ؟ ﻭاﻟﺘﺴﺒﻴﺢ ﻭاﻟﺘﺤﻤﻴﺪ ﻭاﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭاﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﺇﺫا ﺃﻫﺪاﻩ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﺛﻮاﺑﻬﺎ ﺃﻡ ﻻ؟

    Ibnu Taimiyah ditanya tentang bacaan keluarga mayit apakah sampai kepada mayit? Berupa bacaan Tasbih, Tahmid, Tahlil dan Takbir, jika dihadiahkan kepada mayit apakah pahalanya sampai?

    ﻓﺄﺟﺎﺏ: ﻳﺼﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻗﺮاءﺓ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﺗﺴﺒﻴﺤﻬﻢ ﻭﺗﻜﺒﻴﺮﻫﻢ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺫﻛﺮﻫﻢ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺫا ﺃﻫﺪﻭﻩ ﺇﻟﻰ اﻟﻤﻴﺖ ﻭﺻﻞ ﺇﻟﻴﻪ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ.

    Ibnu Taimiyah menjawab: “Bacaan keluarga mereka bisa sampai kepada mayit, baik tasbih, takbir dan dzikir mereka karena Allah. Bila mereka menghadiahkan bacaan itu kepada mayit maka akan sampai. Wallahu A’lam” (Majmu’ Fatawa 24/324)

    Jika Ustadz Salafi ini mengklaim bahwa ulama Ahlussunah telah melakukan Ijma’ / sepakat bahwa kirim pahala Al-Quran dan Tahlil tidak sampai kepada almarhum berarti sudah jelas menurut teorinya bahwa Syekh Utsaimin, Syekh Albani bahkan Syaikhul Islam mereka bukan Ahlussunah, betul begitu?

    KH. Ma’ruf Khozin

  • Islam Bukan Agama Yang Memberatkan

    Islam Bukan Agama Yang Memberatkan

    SORBANSANTRI.COM

    Sorban Santri – Ilmu dalam Islam, khususnya Fikih (tata cara berkaitan melakukan ibadah) ada yang di tataran permukaan dan ada pula lapisan dalamnya. Yang di permukaan terlihat kaku dan keras. Namun di bagian terdalam terlihat lentur dan fleksibel.

    Misalnya, orang yang baru belajar bab najis akan berhadapan dengan berbagai bentuk najis dan macam-macam cara mensucikannya. Namun dalam kondisi tertentu saat kesulitan dan ketidakmampuan, misalnya najis telah merata dan sulit dihilangkan, maka Fikih Islam mengenal istilah Ma’fu Anhu atau ditolerir.

    Bersuci menghilangkan Hadas besar dan kecil harus menggunakan air. Namun jika tidak menemukan air, atau ada air namun tidak dapat digunakan karena orangnya sakit -yang telah diberi tahu oleh dokter bahwa jika menggunakan air maka akan tambah parah atau sembuh semakin lama-, atau air digunakan untuk diminum dan sebagainya maka ada alternatif bersuci dengan tanah, disebut Tayammum.

    Shalat berdiri hukumnya wajib. Namun dalam kondisi tertentu, misalnya sakit, maka Islam memperbolehkan shalat dengan cara duduk. Jika tidak mampu maka dengan berbaring dan seterusnya.

    Shalat juga memiliki hitungan jumlah dan waktu, tidak boleh dilakukan kurang atau di luar waktu shalat. Tapi ketika dalam keadaan bepergian yang jauh, atau berada dalam rumah sedang sakit, maka Islam memberi solusi shalat Qashar dan Jamak.

    Puasa hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang sehat, mampu dan tidak sedang bepergian jauh. Namun jika ada kendala tertentu maka boleh tidak puasa namun wajib diganti di lain hari. Untuk sebagian orang tertentu malah cukup membayar fidyah 6 ons beras.

    Makan bangkai, darah dan babi hukumnya haram. Namun bila tidak menemukan sama sekali makanan yang halal sementara jika tidak makan makanan haram menyebabkan pada kematian atau hampir mati, maka diperbolehkan sebatas terhindar dari mati. Artinya setelah menemukan yang halal maka tidak boleh mengkonsumsi makanan haram lagi.

    Kok sepertinya dalam Islam banyak keringanan? Sebab Allah berfirman:

    وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ ۚ

    (Al-Ĥaj: 78) – “… dan Allah sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan…”

    ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ، ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: «ﺇِﻥَّ اﻟﺪِّﻳﻦَ ﻳُﺴْﺮٌ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳﺸﺎﺩ اﻟﺪِّﻳﻦَ ﺃَﺣَﺪٌ ﺇِﻻَّ ﻏَﻠَﺒَﻪُ، ﻓَﺴَﺪِّﺩُﻭا ﻭَﻗَﺎﺭِﺑُﻮا، ﻭَﺃَﺑْﺸِﺮُﻭا»

    Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Islam itu agama yang mudah. Tidaklah seseorang melakukan ajaran agama dengan memaksakan diri di luar kemampuannya kecuali akan kembali kepada kemudahan. Lakukanlah dengan tengah-tengah dan mendekati pada kesempurnaan. Serta berilah kabar gembira” (HR Bukhari)

    Sumber : Ma’ruf Khozin