Blog

  • Kitab-kitab Klasik Peninggalan Banser NU

    Kitab-kitab Klasik Peninggalan Banser NU

    SORBANSANTRI.COM

    Sorban Santri – Siang itu saya mampir shalat di Masjid Manarul Islam Pucang, letaknya di tengah pasar Pucang. Karena kebanyakan takmirnya adalah pengurus NU di Kec. Gubeng dan mengenal saya maka saya dibawa ke kantor Takmir, Al-Hamdulillah disuguhi kopi susu (kalau ingin bercanda soal ini di kolom komentar saja).

    Tiba-tiba ada salah satu takmir bercerita bahwa ada anggota Banser yang sudah lama “numpang hidup” di masjid sebagai marbot. Dan di luar jam shalat ia berkerja jadi tukang becak, hingga akhirnya menjadi cleaning servis di sebuah kantor. Pada acara tertentu juga menjadi scurity para kyai, Banser. Sampai usia 40an tahun tidak kunjung menikah. Ia mengalami musibah terjatuh di kamar mandi masjid, kemudian beberapa hari setelahnya wafat, tidak memiliki kerabat dan Ahli waris. Dan di lantai 2 tempat dia tidur memiliki banyak kitab.

    Saya mengira cuma kitab-kitab anak pondokan yang standar seperti Al-Futuh (Fathul Qarib, Fathul Mu’in dan Fathul Wahhab) gitu. Begitu saya lihat subhanallah. Ini kitab koleksi para pakar Fikih dalam Bahtsul Masail (sebagian isinya ada di gambar bersamaan dengan fotonya).

    SORBANSANTRI.COM

    Pengakuan dari Takmir yang dekat dengan almarhum, Mas Hamid ini setelah bekerja mendapatkan uang lalu dibelikan kitab ke kawasan Ampel. Saya pun menunduk malu. Anggota Banser dengan telaten membeli satu persatu kitab besar, sementara saya yang pernah aktif di Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim selama 10 tahun hanya mengandalkan kitab listrik di laptop dan tidak memiliki koleksi sebanyak itu.

    Takmir pun meminta bagaimana cara menyalurkan kitab-kitab itu supaya bermanfaat. Saya janjikan bahwa akan saya distribusikan ke pondok-pondok yang aktif di Bahtsul Masail tapi masih kesulitan koleksi perpustakaan. Kalau seperti Pondok Lirboyo, Ploso, Sidogiri, Sarang, dan lainnya sudah tidak memerlukan. Jadi koleksi Mas Banser ini hampir sama dengan Pondok-pondok besar itu.

    Begitu pulang ke rumah saya gelisah, gak enak tidur. Esoknya langsung saya datangi lagi. Saya catat satu persatu. Tanpa saya sadari dalam catatan itu ternyata oleh pemiliknya sudah ditata berdasarkan disiplin ilmu kitab. Rak atas berisi kitab-kitab Tafsir, seperti Tafsir Khozin, Tafsir Baidhawi, Tafsir Tsa’labi bahkan ada Tafsir Jailani.

    Di rak kedua terkumpul kitab-kitab hadis. Mulai Musnad Ahmad, kitab-kitab Sunan, Al-Ausath karya Thabrani, Syarah Muslim Imam Nawawi, Mustadrak Al-Hakim, Sunan Kubra Al-Baihaqi hingga yang paling besar dan paling saya suka adalah Majma’ Az-Zawaid.

    Rupanya, Mas Banser ini lebih senang kitab Fikih. Coba, beliau memiliki kitab Majmu’ yang terdiri dari 20 jilid, Al-Hawi Kabir karya Imam Mawardi juga 20 jilid. Syarah Minhaj ada semua, Mulai Tuhfah Imam Ibnu Hajar, Nihayat Imam Ramli dan Mughni Imam Khotib Syirbini. Tak cukup disitu, masih saya jumpai kitab Raddul Mukhtar Ibnu Abidin dari Madzhab Hanafi, juga Durar Al-Hukkam masih Madzhab Hanafi. Dari madzhab Malikiyah saya temukan kitab Zarqani dan Al-Iklil. Dan dari Madzhab Hambali ada kitab Ibnu Qudamah, Al-Mughni. Di samping rak kitab fikih ada kitab-kitab Tasawuf. Yang paling mengagumkan bagi saya beliau memiliki kitab Ithaf Syarah kitab Ihya’ setebal 10 jilid.

    Di masa serba sulit saat ini, para dokter sedang bergelut melawan virus Corona, orang-orang dermawan menyalurkan bantuan kepada fakir-miskin, saya pun tidak bisa diam dan harus berbuat manfaat untuk terlibat menyiapkan calon-calon Ahli Fikih Moderat di masa mendatang. Tentu tetap menerapkan standar kesehatan, keluar pakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan.

    •] Al-Hamdulillah beberapa kitab besar sudah saya salurkan di area Surabaya, untuk luar kota in syaa Allah menggunakan jasa pengantar barang.

    Sumber : Ma’ruf Khozin

    SORBANSANTRI.COM
  • SAAT ROSUL DAN IMAM SYAFI’I WAFAT, YANG PIMPIN TAHLIL SIAPA?

    SAAT ROSUL DAN IMAM SYAFI’I WAFAT, YANG PIMPIN TAHLIL SIAPA?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-

    Jawaban Ini Menepis Keraguan Atas Pertanyaan Wahabi “Siapa Yang Menahlili Rasulullah”

    Oleh Jefri Nofendi

    Assalaamu ’alaikum

    Kemarin kemarin salafi wahabi banyak heboh mengupload gambar yang saya lampirkan , seolah olah mereka ada di jalan yang benar dan menganggap bagi yang tak mampu menjawabnya dianggap tidak memahami ISLAM menurut mereka,

    isi gambar itu adalah :

    Afwan … saya mau bertanya …

    1. siapakah yang memimpin tahlilan pada saat RASULULLAHU SAW wafat ?

    2. siapakah yang memimpin tahlilan pada saat imam syafi’i wafat ?

    nb : Demi Allahu , kalau ada yang bisa jawab pertanyaan saya maka saya akan belajar ISLAM kepada yang bisa menjawabnya.

    Baiklah saya Jefri Nofendi akan menjawabnya dan sesuai kesepakatan dalam catatan kecil (nb) maka bila pertanyaan itu mampu dijawab maka seluruh kaum salafiwahabi bersedia belajar ISLAM dengan saya.

    Jawaban soal 1 : tidak ada yang memimpin tahlilan saat NABI MUHAMMAD SAW wafat, alasannya karena NABI MUHAMMAD SAW adalah maksum dan beliau sudah dijamin dengan rahmat ALLAHU SWT masuk surga, 🙂 , kalau saat RASULLLAH SAW wafat diadakan tahlilan itu artinya menganggap dan menuduh NABI tidak maksum, 🙂 , tahlilan hanya berlaku bagi mereka yang tidak maksum dan tidak mendapat jaminan rahmat masuk SURGA, 🙂 , karena RASULULLAH SAW adalah maksum maka tidak ada tahlilan untuk beliau karena tidak ada tahlilan maka tidak ada seorangpun yang memimpin tahlilan.

    2. yang memimpin tahlilan ketika imam syafi’i wafat adalah seorang wali (penguasa) yang bernama
    Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam , muhammad bin as-suri bin al-hakam adalah seseorang yang diwasiatkan oleh imam syafi’i, apabila beliau wafat agar dimandikan dan diurus oleh muhammad bin as-suri bin al hakam , dari memandikan, memimpin sholat jenazah, menguburkan, mendo’akan serta tahlilan bersama jama’ah yang lain yang hadir saat imam syafi’i wafat, … kisah detik detik wafatnya imam syafi’i dan wasiatnya tertulis dalam tarikh sejarah, dan bahkan wikipedia juga ada kok menuliskan ini berikut cuplikan kisah wafatnya imam syafi’i :
    **************************
    ——————————————————-
    Pada suatu hari, Imam Syafi’i terkena wasir, dan tetap begitu hingga terkadang jika ia naik kendaraan darahnya mengalir mengenai celananya bahkan mengenai pelana dan kaus kakinya. Wasir ini benar-benar menyiksanya selama hampir empat tahun, ia menanggung sakit demi ijtihadnya yang baru di Mesir, menghasilkan empat ribu lembar. Selain itu ia terus mengajar, meneliti dialog serta mengkaji baik siang maupun malam.
    Pada suatu hari muridnya Al-Muzani masuk menghadap dan berkata, “Bagamana kondisi Anda wahai guru?” Imam Syafi’i menjawab, “Aku telah siap meninggalkan dunia, meninggalkan para saudara dan teman, mulai meneguk minuman kematian, kepada Allah dzikir terus terucap. Sungguh, Demi Allah, aku tak tahu apakah jiwaku akan berjalan menuju surga sehingga perlu aku ucapkan selamat, atau sedang menuju neraka sehingga aku harus berkabung?”.

    Setelah itu, dia melihat di sekelilingnya seraya berkata kepada mereka, “Jika aku meninggal, pergilah kalian kepada wali (penguasa), dan mintalah kepadanya agar mau memandikanku,” lalu sepupunya berkata, “Kami akan turun sebentar untuk salat.” Imam menjawab, “Pergilah dan setelah itu duduklah disini menunggu keluarnya ruhku.” Setelah sepupu dan murid-muridnya salat, sang Imam bertanya, “Apakah engkau sudah salat?” lalu mereka menjawab, “Sudah”, lalu ia minta segelas air, pada saat itu sedang musim dingin, mereka berkata, “Biar kami campur dengan air hangat,” ia berkata, “Jangan, sebaiknya dengan air safarjal”. Setelah itu ia wafat. Imam Syafi’i wafat pada malam Jum’at menjelang subuh pada hari terakhir bulan Rajab tahun 204 Hijriyyah atau tahun 809 Miladiyyah pada usia 52 tahun.

    Tidak lama setelah kabar kematiannya tersebar di Mesir hingga kesedihan dan duka melanda seluruh warga, mereka semua keluar dari rumah ingin membawa jenazah di atas pundak, karena dahsyatnya kesedihan yang menempa mereka.

    Tidak ada perkataan yang terucap saat itu selain permohonan rahmat dan ridha untuk yang telah pergi.

    Sejumlah ulama pergi menemui wali Mesir yaitu Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam, memintanya datang ke rumah duka untuk memandikan Imam sesuai dengan wasiatnya. Ia berkata kepada mereka, “Apakah Imam meninggalkan hutang?”, “Benar!” jawab mereka serempak. Lalu wali Mesir memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang Imam seluruhnya. Setelah itu wali Mesir memandikan jasad sang Imam.

    Jenazah Imam Syafi’i diangkat dari rumahnya, melewati jalan al-Fusthath dan pasarnya hingga sampai ke daerah Darbi as-Siba, sekarang jalan Sayyidah an-Nafisah. Dan, Sayyidah Nafisah meminta untuk memasukkan jenazah Imam ke rumahnya, setelah jenazah dimasukkan, dia turun ke halaman rumah kemudian salat jenazah, dan berkata, “Semoga Allah merahmati asy-Syafi’i, sungguh ia benar-benar berwudhu dengan baik.”

    Jenazah kemudian dibawa, sampai ke tanah anak-anak Ibnu Abdi al-Hakam, disanalah ia dikuburkan, yang kemudian terkenal dengan Turbah asy-Syafi’i sampai hari ini, dan disana pula dibangun sebuan masjid yang diberi nama Masjid asy-Syafi’i. Penduduk Mesir terus menerus menziarahi makam sang Imam sampai 40 hari 40 malam, setiap penziarah tak mudah dapat sampai ke makamnya karena banyaknya peziarah.
    ————————————–
    nah saya sudah menjawabnya dengan penjelasan yang disertai bukti dan argumen, sesuai kesepakatan harap kaum salafiwahabi yang mengupload gambar tersebur segera belajar ISLAM dengan saya/Jefri Nofendi, dan bila kalian ingin belajar ISLAM dengan saya harap kalian di hadapan saya mengucap kembali 2 kalimah syahadat .

    tapi kalau kalian salafiwahabi enggan dan mengingkari kesepakatan , silakan jilat lagi ludah kalian kembali yang mengatasnamakan sumpah “Demi Allaah” ,

    “BERSUMPAH PALSU ADALAH DOSA BESAR YANG PELAKUNYA SUDAH PASTI DIGANJAR MASUK NERAKA KECUALI DIRINYA BERTOBAT !!! “

    Tertanda
    Jefri Nofendi
    ASWAJA Bidang IT

  • Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Kini Anggota Banser

    Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Kini Anggota Banser

    SORBANSANTRI.COM
    Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, diamanahkan sebagai Anggota Kehormatan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan. Ditandai dengan pemakaian jaket Banser motif loreng ala tentara.

    SORBAN SANTRI- Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, diamanahkan sebagai Anggota Kehormatan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan.
    Ditandai dengan pemakaian jaket Banser motif loreng ala tentara.
    GP Ansor yang mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

    “Tentu hari ini saya berterima kasih kepada GP Ansor yang telah mengamanahkan kepada saya sebagai anggota kehormatan. Terima kasih Puang Makka (Anregurutta Habib Syekh Abdul Rahim Puang Makka – Ketua Dewan Penasehat), ini baju yang sangat sakral dan tentu saya akan menjaga nama besar Ansor ini,” kata Nurdin, disela-sela acara long march Pengurus Wilayah GP Ansor Sulsel di Jl Hertasning, Makassar, Minggu, (2/2/2020).

    Dalam sambutannya, Nurdin berharap GP Ansor dapat memberikan baktinya kepada bangsa dan negara.
    “Dengan long march ini membuktikan kita harus sehat jasmani dan rohani,” kata Nurdin.
    Dalam konteks pembangunan di Sulsel, GP Ansor diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan menjadi mitra strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

    Long march Ansor Sulsel dari Lapangan Hertasning Makassar dan finish di Lapangan Pemuda Desa Pallantikang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa.
    Digelar dalam rangka memperingati hari lahir ormas terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama, yang pada 31 Januari 2020 berusia 94 tahun.

    Penulis: Saldy Irawan
    Editor: Imam Wahyudi
    Sumber: Tribun Timur

  • PELAKU PEM-BULLY ANAK YANG MEMBANTU IBUNYA JUALAN, TERNYATA PELAKUNYA PECINTA KHILAFAH (KADRUN-ISME)

    PELAKU PEM-BULLY ANAK YANG MEMBANTU IBUNYA JUALAN, TERNYATA PELAKUNYA PECINTA KHILAFAH (KADRUN-ISME)

    SORBAN SANTRI-

    Oleh: Haddi VJB

    namanya rizal, anak kecil ini hidup bersama ibunya dan adiknya yang masih kecil, demi membantu ekonomi keluarga dia rela mengalah dengan tidak bermain dengan teman-temannya seperti anak seusianya, namanya viral di medsos setelah perlakuan tidak mengenakan menimpa dirinya, dimana saat dia akan berangkat berdagang di hadang oleh sekelompok anak-anak muda diatas usia nya, rizal di bully, di intimidasi secara beramai-ramai, hingga dia terjatuh bersama dagangannya yang tidak lain adalah harapan untuk menyambung hidup termasuk untuk membeli susu dan popok adiknya yang masih balita, berdasarkan pengakuan korban, ternyata perlakuan seperti itu sering hampir setiap hari di dapatkan dari orang yang sama, tapi rizal diam dan sabar tidak mengadu ke siapa-siapa, belakangan kami menelusuri seberapa reaksi netizen ternyata ada komunitas yang sudah membantu rizal, di berikan santunan hingga di belikan sepeda,

    Namun sepintas melihat perkembangan netizen yang cukup geram dengan pelaku, ternyata netizen berhasil mendapatkan alamat akun Facebook pelaku, tercatat dalam sebuah Postingan demi postingan pelaku seperti “PEMUDA HIJRAH” penuh dengan share-share konten kajian sunah, hingga beberapa photo nya ada yang menggunakan gambar bendera HTI, bendera yang selama ini sebagai jargon antek khilafah.

    Lalu dimana moralitas dan akhlak para pecinta Khilafah? dari sekian kasus mulai dari pelecehan seksual di MRT pelakunya juga pecinta khilafah, hingga perekam wanita di toilet mall juga antek khilafah, terakhir pedofil di salah satu perguruan tinggi yang kasus pelecehan seksual juga pecinta khilafah.

    Pertanyaan kami, apakah memang cukup dengan tampang islami & nyunah bisa mengaku sebagai pembela islam? Mujahid dan lain sebagainya? Apakah tidak perlu di barengi dengan moralitas dan akhlak?

    Artikel kami tidak bertujuan lain, hanya sekedar renungan, bahwa tidak selamanya di medsos postingannya cinta sunah itu alim, bisa jadi kelakuan seperti keponakan dajjal.

    untuk para pemuja khilafah lebih baik perbaiki akhlak dan moralitas anda sebelum menkafirkan orang lain, sebelum berteriak negri ini thogut, sebelum berteriak takbir hanya untuk kamuflase hoax dan kebiadaban mu.

    Link akun pelaku pembully Rizal anak yatim tersebut kami lampirkan: https://www.facebook.com/dauscend

    Terimakasih Dan Tetap Santuy
    Terus Membuka Tabir Kepalsuan Kadrunisme.

  • AHLUL BAIT ‎ﷺ DAN DZURIYYAT ‎ﷺ sama atau berbeda ?

    AHLUL BAIT ‎ﷺ DAN DZURIYYAT ‎ﷺ sama atau berbeda ?

    SORBANSANTRI.COM
    Siapa Ahlul Bait ‎ﷺ ,,,!?

    Secara ringkasnya Ahlul Bait itu ada beberapa Maqam nya :

    1) Ahli Bait Fi Maqomi Du’ai : (Kullu Mukmin Asiyan)

    2) Ahli Bait Fi Maqomi Hamdi Wa Madhi Wa Thana’i : (Kullu Mukimin Taqiy)

    3) Ahli Bait Fi Maqomi Zakat Wa Sodaqoh :
    (Ikhtilaf 4 Mazhab)

    -Imam Syafie : (Bani Hasyim & Bani Muttolib)
    -Imam Malik : (Bani Hasyim saja)
    -Imam Hanbali : (Bani Muttolib saja)
    -Imam Hanafi : (Keluarga Sayyidina Ali, Ja’far, ‘Uqail, Abbas & Harits)

    Adapun yang bernasab kepada Nabi ‎ﷺ semata – mata belum pantas di Panggil Ahli Bait Fi Maqomil Madhi Wa Thana’i sehinggalah beliau benar benar mencontohi Datuknya Yakni Nabi Muhammad ‎ﷺ , Jika mereka tidak mencontohi Nabi ‎ﷺ mereka hanya pantas di sebut Dzuriyyah saja bukan Ahli Bait Fi Maqomil Madhi Wa Thana’i .

    ‫Ahli Bait pada Maqam Puji imma dalam Quran atau Hadis ialah Kullu Mukminin Taqiyyan : Mukmin Taqwa

    ‎وفي رواية أخري قال رسول الله صلي الله عليه و سلم إنَّ أهلَ بيتي هؤلاءِ يرَونَ أنَّهم أولَى بي وليسَ كذلِكَ إنَّ أوليائي منكمُ المتَّقونَ ، مَن كانوا وحَيثُ كانوا ، اللَّهمَّ إنِّي لا أُحِلُّ لهم فَسادَ ما أصلحتُ ، وأيمُ اللَّهِ لتُكفأنَّ أمَّتي عَن دينِها كما تُكفأنَّ الإناءُ في البَطحاءِ

    ‎‫قال رسول الله صلىالله عليه وسلم: ان اهل بيتي هؤﻻء يرون انهم اولى الناس بي وان اولى الناس بي المتقون من كانوا وحيث كانوا‬

    “Sesungguhnya Ahlul baitku beranggapan bahwa mereka lebih utama “berhak” nya manusia atasku. Sesungguhnya lebih utamanya manusia atasku ialah orang orang yang bertakwa. Siapapun dan darimanapun mereka”. [HR. Ahmad, ibnu hibban, Thobroni, Al baihaqi]

    Ringkas Kesimpulannya Nisbah antara Ahli Bait & Dzuriyyah itu adalah Umum Khusus Min Wajhin :

    “Tiap-tiap Ahli Bait belum tentu Dzuriyyah & Tiap-tiap Dzuriyyah belum tentu Ahli Bait “

    Masa saya di Mesir, ada beberapa Habib datang untuk berdiskusi dengan Saya soal Nasab & Soal Ahli Bait & Soal Kafa’ah Syarifah dalam Bab Munakahat , Akhirnya Pulang begitu saja .

    Anak Nabi Nuh A.S , Allah Firman dalam Quran : Innahu Laisa Min Ahlik , Innahu Amalun Ghoiru Soleh إنه ليس من أهلك إنه عمل غير صالح .

    Sebaliknya Salman Al Farisi , Bilal Bin Rabah & lain lain lagi Sohabat , Nabi ‎ﷺ Pernah bersabda “Bilal Min Ahli Baiti , Salman Min Ahli Baiti” .

    Berhentilah Membanggakan Nasab
    Belajarlah Tentang ‘Adab Dan Akhlak

    ‎ومن افتخر على النّاس بنسبه وآبائه ذهبت بركتهم عنه

    ‎الكتاب إسعاد الرفيق
    ‎المؤلّف الشيخ محمد بن سالم بن سعيد بابصيل الشافعى

    Dan Barang Siapa Yang Membanggakan Nasab (Silsilah) Dan (Kemuliaan) Leluhurnya Namun Memandang Rendah Kepada Orang Lainnya
    Maka (Sesungguhnya) Dia Akan Kehilangan Barokah (Madad) Dari Para Leluhurnya

    (Kitab Is’adur Rofiq Karya Syaikh Muhammad Bin Salim Bin Sa’id Babshil)

    ‎وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

    Dan Barangsiapa Yang Lamban (Dalam Memperbanyak) Amalnya Maka Nasabnya Tidak Bisa Mengejar (Ketertinggalannya)

    (HR.Imam Muslim)

    ‎أربع من أمّتي من أمر الجاهليّة لايتركونها :
    ‎الفخر بالأحساب
    ‎والطّعن فى الأنساب
    ‎والإستسقاء بالنّجوم
    ‎والنّياحة
    Ada 4 Kebiasaan Pada Umat Ku (Yang Berasal) Dari Kebiasaan Jahiliyyah (Namun) Mereka Tidak Meninggalkannya :
    – Bangga Pada Keturunan (Ta’ashub)
    – Mencela Kerabat
    – Meminta Hujan Dengan (Perantara) Bintang
    – Meratapi Kematian (Dengan Berlebihan)

    (HR.Imam Muslim)

    ‎ليس شخص نبيل بل بسبب دينه
    ‎ثم لا تتخلى عن تقوى بسبب الاعتماد على نشار من أصل صاف

    ‎لأن الإسلام قد رفع درجة سيدنا سلمان الفارسي الذي هو شخص عادي
    ‎وتواضع أبو لهب
    ‎الذي ينشأ من سلالة النبيلة

    Tidaklah Seseorang Itu Mulia Melainkan Karena Agamanya maka Janganlah Engkau Meninggalkan Ketakwaan Karena Mengandalkan Nasab Keturunan Semata

    Sebab Islam Telah Meninggikan Derajat Sayyidina Salman Al Farisi RA Yang Merupakan Orang Biasa dan Merendahkan (Menghinakan) Abu Lahab yang (Jestru) Berasal Dari Keturunan (Orang) Mulia.

    ‎لا تنخدع بالتفاخر بالنصاب

    ‎كل من يقول أو يعتقد أن ترك الطاعة وارتكاب الفجور لن يؤذي الإنسان بسبب كلماته النبيلة أو بسبب مجد أسلافه يعني أنه كذب على الله وعلى المسلمين

    Janganlah Engkau Tertipu Dengan Mengandalkan Nasab

    Barangsiapa Yang Mengatakan (Berpendapat) Atau Menyangka Bahwa Meninggalkan Ketaatan (Ibadah) Dan Berbuat Maksiat Itu Tidak Akan Merugikan Seseorang Karena Nasabnya Yang Mulia atau Karena Kemuliaan Dari Para Leluhurnya (maka) Berarti Ia Telah Berdusta Kepada Allah Dan Kepada (Segenap) Kaum Muslimin.

    (Imam Abdullah Bin Alwi Alhaddad dalam Kitab Al Fushul Al Ilmiyah)


    Mbah Moen ngendhikan : “Kalau ada Yik atau Habib yang nakal dan pecicilan, ibaratkan saja seperti perca-perca kertas Al-Quran. Yang namanya perca (dan sobek), ia tidak bisa dibaca. Jadi jangan diikuti. Tapi bagaimanapun, Al-Quran tetap Al-Quran. Dia itu haram untuk dihina. Haram diinjak.” (aw kama qaal

    Habib Luthfi juga pernah ngendhikan: “Kritik saja sikapnya, jangan orangnya.” Ngendhikan yang kedua ini keluar saat muncul keberatan dari beberapa orang yang cukup gerah dengan tingkah & pecicilan Yik atau Habaib.”… bagaimanapun, ada darah Rasulullah yang mengalir di tubuhnya.” (aw kama qaal)

    Rasanya kedua ngendhikan di atas sudah cukup untuk dijadikan landasan bagi warga NU dalam menyikapi Yik atau Habaib.

    Semoga bermanfaat

  • PELAKU BULLY DI ANGGAP PAHLAWAN OLEH USTAD INI

    PELAKU BULLY DI ANGGAP PAHLAWAN OLEH USTAD INI

    SORBANSANTRI.COMSORBAN SANTRI- Saat semua orang mengecam pelaku perundungan (bullying) terhadap seorang bocah penjual jalangkote di Pangkep, Sulawesi Selatan, ada seorang ustaz yang justru bersimpati pada pelaku. Dia bernama Karyo Susanto.

    Di dinding Facebook-nya, Karyo menulis pendapatnya tentang kasus perundungan tersebut. Menurutnya pelaku memang sengaja mem-bully bocah tersebut agar mendapat simpati dari masayarakat.

    “Menurut saya, mungkin ini niat baik yang terselubung dari sang pelaku. Dia sengaja membuat sang korban kaya raya, walaupun harus dia mengorbankan dirinya dalam jeruji besi. Sifat inilah yang wajib kita juluki sebagai hero. Dan patut kita teladani bersama-sama. Saya tidak menyangka, dibalik dari sikapnya sebagai pahlawan, yang akhirnya menjerumuskannya didalam sel, ia masih bisa mengukir senyuman terindah untuk memberi sinyal kepada kita bahwa pentingnya mengorban diri demi sebuah harapan dan tujuan yang mulia,” tulis Karyo.

    Karyo pun membandingkan kasus perundungan anyar ini dengan kasus perundungan yang dialami Audrey di Pontianak pada 2019 lalu. Dikatakannya juga bahwa mungkin kita saat ini sedang kena prank (dikerjai).

    Intinya menurut Karyo, kita jangan terburu-buru dalam menghakimi perbuatan seseorang. Ia pun menukil ayat-ayat Alquran untuk menguatkan pendapatnya.

    “Bisa aja suatu saat kita kena prank. atau memang endingnya berbeda dari kasus audrey. Di mana sang pelaku sebenarnya perduli dengan korban. Lalu si pelaku sengaja membully si korban, karena pelaku tau kelak setelah viral, maka si korban mendapat hadiah dari relawan yang nantinya akan berguna dalam hidupnya. Dapat sepeda baru, donasi uang, bantuan usaha, dan aneka hadiah lainnya, berjualan makin senang, makin senang jualan makin laris, makin laris dapat duit banyak, dapat duit banyak akhirnya jadi pengusaha kaya raya,” tulis Karyo.

    Adapun pelaku perundungan, yakni Firdaus (26) serta tujuh rekannya telah diamankan di Mapolres Pangkep dan ditetapkan sebagai tersangka.

    “Ada delapan orang yang kita amankan dan semuanya telah ditetapkan sebagai tersangka hari ini,” ujar Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, Senin (18/5/2020). (red)

  • Anak Ranting NU Sumbersuko Pacet Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu

    Anak Ranting NU Sumbersuko Pacet Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Sedikitnya 41 warga kurang mampu dusun Sumbersuko desa Sumberkembar Pacet merasa terbantu karena mendapat bantuan sembako dari pengurus Anak Ranting NU Sumbersuko.

    Gerakan sosial ini diinisiasi oleh pengurus anak ranting NU Sumbersuko Sumberkembar dan elemenya untuk menyikapi kondisi perekonomian warga dusunnya dibulan Ramadhan. Apalagi di tengah wabah pandemi virus corona.
    Bantuan sembako tersebut dananya bersumber dari iuran koin NU dusun Sumbersuko dan sebagian dari zakat mal salah satu warga. 

    Dari dana koin NU dapat dibelikan 30 paket sembako. Sementara zakat mal salah satu warga dirupakan 11 paket sembako. 

    Salah satu Tim koin NU Sumbersuko, Moh Syafiil Anam mengatakan, pengurus anak ranting NU dan tim koin NU Sumbersuko  ingin ikut andil dalam membantu warga kurang mampu terutama untuk mencari keberkahan di bulan ramadhan ini dengan slogan Dari NU, oleh NU dan Untuk NU. (Agus sekr)

  • INDAHNYA BERBAGI DIMASA PANDEMI COVID 19

    INDAHNYA BERBAGI DIMASA PANDEMI COVID 19

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Masyarakat Desa Kembangbelor Kecamatan Pacet merasa terbantu karena mendapat bantuan sembako dari pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kembangbelor, (19/05/20).

    Gerakan sosial ini dimotori oleh pengurus ranting NU, Lazisnu Kembangbelor bersama umaro / Pemerintah Desa dalam menyikapi kondisi perekonomian warganya dibulan Ramadhan.

    Bantuan yang di berikan berupa sembako dan uang tunai, dana bersumber dari para agniya dan donatur masyarakat Desa Kembangbelor. Juga tak lupa andil koin NU Desa kembangbelor yang di prakarsai Lazisnu Desa Kembangbelor. Dari para donatur dan koin NU dapat dibelikan 60 paket sembako dan uang tunai.

    Bapak Kepala Desa Kembangbelor dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih banyak atas kepeduliannya pengurus NU dan Lazisnu terhadap warganya. Harapan beliau semua program yg bagus ini bisa di lanjutkan tahun yang akan datang.

    Salah satu Tim koin NU Ibu nyai Saodah, mengatakan, pengurus ranting NU dan tim koin NU ingin ikut andil dalam membantu warga kurang mampu terutama untuk mencari keberkahan di bulan ramadhan ini dengan slogan Idahnya berbagi untuk mencari Ridho Ilahi

    Sumber : San One Ni PR NU Kembangbelor.

  • LAA ROYBAFIIH BANSER NU, NAMA ANAKKU

    LAA ROYBAFIIH BANSER NU, NAMA ANAKKU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Rasa cinta akan mengalahkan segalanya dan kerelaan berkorban untuk sesuatu yang dicintainyaBegitu pula cinta orang tua kepada anaknya tentu akan memberikan sesuatu yang terbaik, termasuk pemberian nama kepada buah hatinya. Menurut orang tua nama adalah bagian dari doa, oleh sebab itu setiap orang tua akan berupaya memberikan nama yang buah hati adalaha nama yang membanggakan orang tua, dengan harapan jika besar nanti akan menjadi orang yang berguna bagi orang tua, masyarakat, agama dan bangsa.

    Begitu juga yang dicita-citakan Kasiyanto seorang pemuda asal kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto – Jawa Timur. Berawal dari kecintaan kepada BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) organisasi badan ontonom (banom) Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan oleh para Kyai serta pendiri bangsa.

    Bermula pada tahun 2017 Kasiyanto (38) mengikuti DIKLATSAR BANSER yang diselenggarakan di Desa Jabung kec Jatirejo tepatnya di Ponpes Al- Misbar KH.Husein Ilyas sekaligus Mustasyar PCNU Kab.Mojokerto, pemuda ini mengikuti semua prosesi Pendidikan dan pelatihan dengan bersungguh sungguh, apa lagi keikutsertaanya atas perintah Ustad yang disegani di kampungnya. Kesungguhan hatinya dalam mengikuti semua sesi diklat inilah pada sei pembaiatan atau pengambilan sumpah, munculah dalam hatinya pemuda rasa cinta kepada Ansor Banser NU semakin mandalam.

    Hal ini berlanjut pada saat ngepam (Tugas Pengamanan) di Ponpes Al-Misbar Desa Karangnongko, bersama Gus AAB (anggota banser), kecintaan Kasiyanto pada Banser semakin mandalam dan berkeinginan untuk mengabadikan nama Banser yang notabene nama organisasi pemuda sayab NU. Dalam lubuk hati yang paling dalam, Kasiyanto bercita-cita jika kelak mempunyai anak laki-laki akan diberi nama Banser.

    Kesungguhan Kasiyanto untuk memberinya nama anaknya kelak dengan nama Banser lantas ia sempat menanyakan perihal ini kepada Ketua ketua PAC GP Ansor kec Pacet sahabat Mujiburrohman. “ tidak masalah,” jawab Mujiburrohman menanggapi dengan bercanda.

    Meski sewaktu bertanya, sang istri belum ada tanda-tanda kehamilan, akan tetapi selang beberapa bulan kemudian sang istri mengandung dan melahirkan anak laki laki seperti doanya. Kelahiran putra keduanya disambut dengan gembira dan bersyukur.

    Seperti cita-cita awal yang ingin menyematkan nama Banser kedalam nama sang buah hati, bayi laki-laki yang baru lahir ini diberi nama ” LAA ROYBAFIIH BANSER NU”.

    Ia beharap kelak sang anak akan meneruskan cita cita orang tuanya untuk menjadi BANSER dengan tujuan adalah berkhidmat,mengabdi,mengawal ulama dan menjaga NKRI. Semoga sang anak kelak istiqomah menjadi Banser… Amiiiin…

  • KEBANGKITAN ISLAM DI DUNIA DIMULAI DARI INDONESIA, DIBAWAH NAUNGAN NAHDLATUL ULAMA, MAKA JANGAN JAUH DARI NAHDLATUL ULAMA

    KEBANGKITAN ISLAM DI DUNIA DIMULAI DARI INDONESIA, DIBAWAH NAUNGAN NAHDLATUL ULAMA, MAKA JANGAN JAUH DARI NAHDLATUL ULAMA

    SORBANSANTRI.COM
    Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil

    Dawuh Dari Sang Cucu Rasulullah SAW:

    “KEBANGKITAN ISLAM DI DUNIA DIMULAI DARI INDONESIA, DIBAWAH NAUNGAN NAHDLATUL ULAMA, MAKA JANGAN JAUH DARI NAHDLATUL ULAMA”
    Pesan Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil, SH, M.Kn

    (Majlis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan Tuban)

    Terbukti ketika hampir semua Lembaga-lembaga penting keagamaan seperti Liga Arab Dunia, Al-Azhar Mesir, hingga para mahasiswa maroko, sudan berbondong-bondong menimba ilmu di pesantren-pesantren Indonesia, hampir semua lembaga keagamaan islam sudah berkunjung ke PBNU menjalin hubungan keilmuan hingga kerjasama demi sebuah perdamaian, Nahdlatul Ulama terkenal dengan penerus sanad ajaran Rasulullah SAW. keilmuannya masih murni dari penerus sahabat, tabi’in, tabi’i imam mahzab imam hadits hingga para wali Allah yang sudah wafat maupun masih hidup.

    Walau saat ini ada upaya merongrong dan melakukan pembusukan kepada NU,tetap satukan tekad dibawah naungan NU..

    Banyak kita temukan orang mengaku2 NU tapi justru sikapnya menjelek2an NU. (abi sorban)