Blog

  • DOWNLOAD TWIBBON LEBARAN FORMAT PNG COREL DAN MUSIK KARAOKE TAKBIRAN TANPA VOCAL

    DOWNLOAD TWIBBON LEBARAN FORMAT PNG COREL DAN MUSIK KARAOKE TAKBIRAN TANPA VOCAL

    SORBANSANTRI.COM
    Link download ada di bawah artikel

    SORBAN SANTRI- Lebaran tahun 2020 berikut bacaaan takbir serta twibbon dan musik takbiran tanpa vokal versi sorban santri, Semoga Bermanfaat.

    Bacaan Takbiran Idul Fitri Dan Idul Adha

    1. Bacaan Takbiran Pendek

    اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

    Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd

    Artinya : Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

    1. Bacaan Takbiran Lengkap

    اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
    اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

    Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil – hamd.

    Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw-wa ashillaa. Laa-ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu, mukhlishiina lahuddiin, walau karihal-kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyriku. Laa-ilaaha-illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa-a’azza-jundah, wahazamal-ahzaaba wahdah. Laa-ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil-hamd.

    Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Alah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala pua dan puji.

    Allah Maha Besar dan pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya, bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas menjalankan agama walaupun orang-orang karif membenci. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Benar janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, juga lasykar-Nya dan menghancurkan musuhNya dengan dirinya semata. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah semata segala puja dan puji.

    Lalu bagaimana kedudukan hukum dari membaca takbir pada kedua hari raya tersebut, apakah ada dasar hukumnya?. Sudah pasti ada yang mana penjelasannya yaitu sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, terbagi dua macam takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam idu fitri dan idul adha. Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idu adha dan hari tasyrik, 11.12 dan 13 dzul hijjah.

    Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185:

    ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم ولعلكم تشكرون

    Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

    Begitu juga anjuran Rasulullah saw dalam haditsnya yang berbunyi:

    زينوا اعيادكم بالتكبير

    Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir

    Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda rasulullah saw:

    اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما

    Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

    Dari berbagai dalil di atas para faqih menghukumi pembacaan takbir sebagai sebuah kesunnatan. Sebagaimana yang ditrangkan dalam kitab Fathul Qarib

    ويكبر ندبا كل من ذكر وانثى وحاضر ومسافر فى المنازل والطرق والمساجد والاسواق من غروب ليلة العيد (اي عيد الفطر) الى ان يدخل الامام فى الصلاة

    Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat id. (lebih…)

  • KH Bisri Syansuri Salah Satu Ulama Barisan Fiqih Indonesia

    KH Bisri Syansuri Salah Satu Ulama Barisan Fiqih Indonesia

    SORBANSANTRI.COM

    Sorban Santri – KH Bisri Syansuri adalah salah seorang kiai pendiri NU yang dinilai menyelesaikan persoalan melalui pendekatan fiqih murni. Pandangan ini terkadang sering bertolak belakang dengan kiai pendiri NU yang lain, yaitu KH Abdul Wahab Hasbullah yang ahli di bidang ilmu ushul fiqih. Meski demikian, keduanya menyandarkan pendapat pada literatur keilmuan Islam yang luas, buah kaderisasi langsung dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama pinilih lain.

    KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebutnya kakeknya itu sebagai kiai dalam barisan fiqih bersama teman-temannya yang lain, di antaranya Abdul Manaf dari Kediri, As’ad Syamsul Arifin dari Situbondo Ahmad Baidowi dari Banyumas, Abdul Karim dari Sedayu, Nahrawi dari Malang, Maksum Ali dari Pesantren Maskumambang di Sedayu dan lain-lain. Barisan peminat fiqih dan penganut hukum agama yang tangguh ini menjadi kiai-kiai pesantren yang sekarang ini merupakan pusat pendalaman ilmu-ilmu agama di pulau Jawa.

    Menurut Gus Dur yang mengutip perkataan Kiai Syukri Ghozali, mereka adalah generasi terbaik yang langsung dididik oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari.

    Kecenderungannya terhadap fiqih Kiai Bisri ini akan kelihatan menonjol dalam kehidupannya baik sebagai seorang kiai maupun ketika ia memimpin Nahdlatul Ulama.

    Proses Belajar 
    Kiai Bisri dilahirkan di pada hari Rabu tanggal 28 Dzulhijjah tahun 1304 H atau 18 September 1886 di Tayu, Pati. Semasa kecil, Bisri belajar pada KH Abd Salam, seorang ahli dan hafal Al-Qur’an dan juga ahli dalam bidang fiqih. Atas bimbingannya ia belajar ilmu nahwu, saraf, fiqih, tasawuf, tafsir, hadits. Gurunya itu dikenal sebagai tokoh yang disiplin dalam menjalankan aturan-aturan agama. Watak ini menjadi salah satu kepribadian Bisri yang melekat di kemudian hari. 

    Sekitar usia 15 tahun, tiap bulan Ramadhan, Bisri mulai belajar ilmu agama di luar tanah kelahirannya, pada kedua tokoh agama yang terkenal pada waktu itu yaitu KH Kholil Kasingan Rembang dan KH Syu’aib Sarang Lasem. 

    Kemudian ia melanjutkan berguru kepada Syaikhona Kholil Bangkalan. Di pesantren inilah ia kemudian bertemu dengan Abdul Wahab Hasbullah, seorang yang kemudian menjadi kawan dekatnya hingga akhir hayat di samping sebagai kakak iparnya. 

    Lalu Bisri berguru kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Di pesantren itu, ia belajar selama 6 tahun. Ia memperoleh ijazah dari gurunya untuk mengajarkan kitab-kitab agama yang terkenal dalam literatur lama mulai dari kitab fiqih Al-Zubad hingga ke kitab-kitab hadits seperti Bukhari dan Muslim.

    Gus Dur menilai literatur keagamaan yang dikuasai Kiai Bisri terasa terlalu bersifat sepihak karena lebih ditekankan pada literatur fiqih yang lama, tapi penguasaan itu memiliki intensitas luar biasa sehingga secara keseluruhan membentuk sebuah kebulatan yang matang dalam kepribadiannya dan pandangan hidupnya.

    Pada tahun 1912 sampai 1913 Kiai Bisri Syansuri berangkat melanjutkan pendidikan ke Mekah bersama Abdul Wahab Hasbullah. Di kota suci  itu, mereka belajar kepada Syekh Muhammad Bakir Syekh Muhammad Said Yamani Syekh Ibrahim Madani, dan Syekh Al-Maliki. Juga kepada guru-guru Kiai Haji Hasyim Asy’ari, yaitu Kiai Haji Ahmad Khatib Padang dan Syekh Mahfudz Tremas. 

    Mendirikan Pesantren Perempuan 
    Sepulang dari Mekkah, Kiai Bisri mendirikan pesantren di Denanyar, Jombang. Pada tahun 1919 KH Bisri Syansuri membuat percobaan yang sangat menarik yaitu dengan mendirikan kelas untuk santri perempuan di pesantrennya. Para santri putri itu adalah anak tetangga sekitar yang diajar di beranda belakang rumahnya. 

    Menurut Gus Dur, langkah Kiai Bisri tersebut terbilang aneh di mata ulama pesantren, namun itu tidak luput dari pengamatan gurunya yaitu Kiai Hasyim Asy’ari yang datang di kemudian hari melihat langsung perkembangan kelas perempuan tersebut.

    Meskipun tidak mendapatkan izin khusus dari Kiai Hasyim, Kiai Bisri tetap melanjutkan kelas perempuan tersebut karena sang guru juga tidak memberikan larangan. Bagi Gus Dur, ini adalah hal yang menarik. Sebab, ketika sahabat-sahabat karibnya saat di Mekkah mendirikan cabang Sarekat Islam, Kiai Bisri tidak ikut karena dia menunggu izin dari Kiai Haji Hasyim Asy’ari. Namun ketika mendirikan kelas khusus perempuan dia tidak menunggu mendapatkannya. 

    Bagi Gus Dur ini adalah sebuah proses pematangan dalam fiqih Kiai Bisri yang di kemudian hari akan kelihatan, yang akan memantapkannya mengambil keputusan sendiri berdasarkan pemahaman fiqihnya juga tanpa harus kehilangan hormat kepada guru.

    Memimpin NU dan Melawan RUU Perkawinan Orde Baru
    Setelah Kiai Abdul Wahab Hasbullah wafat, Rais Aam NU berada di pundak KH Bisri Syansuri pada tahun 1972, era mulai menguatnya pemerintahan Orde Baru. Tantangan besar yang pertama adalah munculnya sebuah Rancangan Undang-Undang Perkawinan yang secara keseluruhan berwatak begitu jauh dari ketentuan-ketentuan hukum agama, sehingga tidak ada alternatif lain kecuali menolaknya. Sangat menarik untuk diikuti bahwa proses perundingan dalam upaya menyetujui RUU tersebut agar menjadi Undang-Undang (UU) berlangsung sangat alot dan ketat.

    Sebagian besar peserta yang terlibat dalam proses perundingan tersebut berasal dari NU yang berhadapan dengan unsur dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Hal ini menunjukkan, begitu besarnya pengaruh para ulama di dalam dan di luar PPP pada saat itu.

    “Para jenderal yang saat itu memiliki nama dan wewenang yang cukup besar, seperti Soemitro, Daryatmo dan Soedomo harus berhadapan dengan Kiai Bisri yang terkenal tidak mengenal kompromi dan penganut penerapan Masa Perjuangan dan Perpolitikan KH. Bisri Syansuri fiqih secara ketat,” demikian tulis H. Abd. Aziz Masyhuri, dalam bukunya Al-Magfurlah KH. Bisri Syansuri, Cita-cita dan Pengabdiannya.

    Kemudian, Kiai Bisri bersama kiai-kiai NU lain membuat RUU tandingan, di dalam buku KH Abdus Salam menjelaskan RUU itu dengan mengutip Andrée Feillard, dalam bukunya “Nu Vis-à-vis Negara: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna.

    Isi RUU Alternatif rancangan para ulama yang dimotori KH Bisri Syansuri, yang meliputi

    Pertama, Perkawinan bagi orang muslim harus dilakukan secara keagamaan dan tidak secara sipil (pasal 2: NU berhasil memenangkan pendapatnya); 

    Kedua, masa ‘iddah, saat istri mendapatkan nafkah setelah diceraikan harus diperpendek. Pemerintah mengusulkan satu tahun, sedangkan NU minta tiga bulan karena menuntut seorang dari Muslimat, suami berhak rujuk kembali kepada istri selama masa ‘iddah itu. Tidak ada perkecualian diberlakukan bagi wanita usia lanjut.

    Ketiga, pernikahan setelah kehamilan di luar nikah tidak diizinkan. NU cukup berhasil dalam arti definisi anak yang sah adalah yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan.

    Keempat, pertunangan dilarang karena “dapat mendorong ke arah perzinahan. NU berhasil, pasal 13 ini dihapus. 

    Kelima, Anak angkat tidak memiliki hak yang sama dengan anak kandung. Dalam hal ini NU berhasil; pasal 42 mengatakan bahwa anak yang sah adalah yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan.

    Keenam, penghapusan sebuah pasal dari rancangan undang-undang yang diajukan yang menyatakan bahwa perbedaan agama bukan halangan bagi perkawinan. Pasal 11 ini dihilangkan dan tidak disinggung.

    Ketujuh, batas usia yang diperkenankan untuk menikah ditetapkan adalah 16 tahun, bukan 18 tahun bagi wanita 19 tahun bagi pria dan bukan 21 tahun. Pada pasal 7 ini, NU berhasil.

    Kedelapan, penghapusan pasal mengenai pembagian rata harta bersama antara wanita dan pria karena dalam Islam “hasil usaha masing-masing suami atau istri secara sendiri-sendiri menjadi milik masing-masing yang mengusahakannya”. Pada pasal ini, NU berhasil. 

    Kesembilan, NU menolak larangan perkawinan antara dua orang yang memiliki hubungan sebagai anak angkat dan orang tua angkat atau anak-anak dari orang tua angkat. Pasal ini disempurnakan menjadi hubungan sebagai anak angkat tidak dilarang, tetapi disinggung pula soal hubungan persusuan. 

    Kesepuluh, NU menolak larangan melangsungkan perkawinan lagi antara suami-istri yang telah bercerai. Dalam pasal 10 ini, NU berhasil.

    Perlawanan NU dalam RUU Perkawinan di awal Orde Baru tersebut tidak terlepas dari Kiai Bisri Syansuri ahli fiqih yang telah matang, bersama kiai-kiai NU lain.

    Sumbe : Abdullah Alawi

  • Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor Kabupaten Serang

    Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor Kabupaten Serang

    SORBANSANTRI.COM
    Tim Gugus Tugas GP Ansor Kabupaten Serang

    SORBAN SANTRI- Penyemprotan disinfectant satgas gugus tugas ansor banser dan jajaran desa ciper (Cikande Permai) Jum’at, 22 Mei 2020.

    Sebagai upaya mengatasi pandemi virus corona, GP Ansor telah membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk membantu penanganan dan mengantisipasi persebaran virus corona di Indonesia.

    Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Banten Gus Nuri mengungkapkan, pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini merupakan instruksi dari pusat yang akan diteruskan dengan pembentukan sampai daerah bahkan tingkat kelurahan atau desa,yang alhamdulillah sebagian daerah di penjuru NUsantara sahabat-sahabat ansor banser sudah melaksanakan instruksi tersebut.

    “Melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19, GP Ansor akan memberi perhatian lebih kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemi corona ini,Melalui intruksi ndan sukiman di teruskan kpd kasatkorcab kab.serang Ndan Aji baskoro,melakukan penyemprot disinfectant di tempat peribadatan khususnya masjid masjid yang akan di gunakan sebagai tempat shalat iedul fitri,dan membagikan masker di berbagai titik lokasi terdampak covid19, selain itu ndan Aji baskoro juga menegaskan agar semua kader baik dari banom Nu dan semua elemen masyarakat harus bekerja sama melawan virus corona yang sudah menjadi pandemi ini.
    Baik dengan cara sederhana untuk menjaga kesehatan dan kebersihan diri masing-masing atau mengikuti himbauan pemerintah pusat.

    Hindari pertemuan yang melibatkan banyak orang/kerumunan Menjaga jarak minimal dua meter/satu meter dari orang lain sebisa mungkin;Jangan berpelukan, bersalaman, cipika cipiki, dan kontak fisik lainnya.Hindari orang yang sudah menunjukkan gejala sakit.(Covid19) ungkap Ndan Aji.
    Social distancing Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah ini, tapi apa arti sesungguhnya? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), social distancing adalah pencegahan kontak dekat antara orang yang sehat dengan yang sakit untuk menghindari penularan penyakit. Para ahli menyebut bahwa upaya inilah yang paling efektif untuk menurunkan grafik penyebaran covid19. ( MEDIA NU LALALAKON )

    #INDONESIA_BANGKIT

    #MEDIANULALALAKON

  • Cuci Otak Zaman Wabah di Indonesia Sekarang Ini

    Cuci Otak Zaman Wabah di Indonesia Sekarang Ini

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Yaa, saat ini sedang terjadi….dan terus akan terjadi…ini bagian dari dinamika hidup dan kehidupan…oleh sebab itu menjadi penting untuk diperhatikan wasiat ini :
    إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
    “Ilmu ini adalah bagian dari agama kalian, maka perhatikanlah, dari siapa kalian mengambil ilmu agama”
    Hmm… Dimana mana.. Zaman serba viral..pejabat, rakyat, ustadz..media elektronik jg semakin membuat “seru dan saru” :
    Pasar kok di buka, Masjid Tutup ? Mana lebih mulia Pasar atau Masjid?
    Ini sama halnya dengan dialog² sebelumnya…
    Mana lbh kuat Pancasila atau AL Qur’an? Mana lbh kuat Pendapat Sahabat atau Nabi Muhammad Saw? Mana lbh mulia kata Para Ulama/Kiyai/Buya/ajengan/Tuan Guru atau Sahabat Nabi?

    Nah, skrg ada lg :
    Pasar kok di buka, Masjid Tutup ? Mana lebih mulia Pasar atau Masjid?
    Sepintas, tanpa berfikir emosi kita PASTI mnjwb pilihan yg ke-2. (pasti Al-Qur’an, pasti Nabi, pasti Sahabat & yaa sdh tentu Masjid)

    Padahal, pertanyaannya saja SUDAH KELIRU Sebab tdk layak bandingkan Pancasila dgn Al Qur’an, Sahabat dengan Nabi SAW, para Kiyai dan Sahabat Nabi, jg Pasar dengan Masjid.
    Seolah semua mnjd Kontra produktif, padahal sama skl tdk. Bagaimana mungkin membandingkan Pancasila yg hasil karya cipta; budaya manusia dengan Al Qur’an yg merupakan wahyu? Sesungguhnya Pancasila adalah nilai – nilai kehidupan org Indonesia yg sejalan bahkan Al Qur’an menjadi sumber inspirasi perumus saat itu.

    Bagaimana mungkin membandingkan para sahabat dengan Rasulullah Muhammad SAW… padahal Rasulullaah SAW Sendiri yg sabdakan kebenaran agama ini adalah “apa yg saya bawa dan juga sahabat-sahabat saya” (ما انا عليه واصحابه) Itulah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

    Begitu juga yg di fahami olh para Ulama – salafuna sholeh (yg hidup kurun tahun 1 H hingga 300 H) sampai para Ulama yg otoritatif ke ILMUAN nya usai 300 H Hingga saat ini ulama khalaf

    Hmm…
    Lalu Bagaimana Pasar dengan Masjid ? yaa jelas berbeda…santri santri kls Tsanawiyah sj dipesantren sangat faham bahwa ini qiyas ma’al fariq namanya. Kata anak zaman skrg ga mach: ga cocok. Kenapa? Lah, Masjid itu tempat mulia, sebaik baik tempat itu adalah Masjid. Sedangkan seburuk² tempat adalah pasar. Bahkan Masjid itu. Menjadi tempat yg sangat dicintai Allah Swt sedangkan pasar tempat yg paling dibenci, dimurkai Allah Swt ; أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا» (HR. Muslim)
    Tapi kan pak…BERKERUMUN nya itu yg kami maksud _ (nah, msh tapi lagi…, inilah zaman Now, kl ga protes _ga keren)

    Begini Mas : Pasar itu tempat kebutuhan hajat hidup org banyak, yg terutama adalah kebutuhan sembako. Kita akan mati jika tdk makan. Lalu apakah kita akan mati jk sementara waktu saja (sesuai himbauan, aturan) tidak shalat jamaah di masjid ? Apalagi Kondisi darurat sprt ini semestinya lebih difahami, bhw yg WAJIB itu shalatnya bukan jamaah di Masjidnya.. Sebab shalat bisa dilakukan di rumah KECUALI shalat Jum’at. Inipun sdh banyak kajian yang saya dan jg anda baca, bhw dlm kondisi tertentu bisa diganti shalat zuhur.
    Padahal sudah banyak ayat, hadits dan kaidah fiqh, ushul fiqh, dll sudah dipelajari dipesantren…diajarkan oleh para guru, Alim Ulama..
    Bukankaj saatnya kini “dipakai”?
    —kita lanjut–
    Yang membuat kita miris, sedih adalah : Jk faktor ketidak disiplinan terjadi di pasar, di Mall dll, lalu ada yg terkena Covid-19, Lalu tanpa ia sadari menulari saudaranya di Masjid, di rumah ibadah (?) Sungguh betapa besar dosa karena kecerobohannya.. (apakah kita sebagai jamaah biasa terlebih pengurus Masjid) dosa ketidak patuhan dgn Umaro sebagaimana yg Allah Swt perintahkan (brrt dosa jg kpd Nya) serta dosa memberikan mudharat org lain.
    Hal semakin aneh, meributkan shalat Idul Fitri yg jelas jelas ibadah Sunnah. Bukan bermaksud meremehkan… Tetapi mengingatkan kita semua : Bahwa Hifzhun Nafs ; kewajiban menyelamatkan diri dr sgl apapun yg membinasakan yg jelas WAJIB hukumnya Harus lebih di utamakan ketimbang mengejar pahala Sunnah.
    Tapi…. Inikan kan setahun sekali… Dan inikan syi’ar…
    (nah, “tapi” lg…Hmm.. kl ga ngeyel ga keren)
    Kenapa sih sll repot berfikir mensyi’arkan tanah lapangan? Mensyiarkan Masjid? Yg jelas Masjid sdh syi’ar… Masjid sudah dimuliakan… Kenapa saya dan anda tidak berfikir… Bhw inilah saatnya dimana kita diberi kesempatan oleh Allah Swt men-Takbir- kan rumah rumah kita dgn segenap jiwa dan raga… yg selama ini mungkin justeru “kita tinggal” baik.. Lahir maupun bathin….
    Bukankah setan akan lari tunggang langgang mendengar suara Takbir
    Nah! Saatnya kita beramai ramai brsm ayah-bunda, kakek Nenek, anak-isteri/suami, ber takbir ! Dgn lisan kita sendiri (jgn muadzin Masjid terus yg Takbir) dengan fikiran kita bertakbir, dgn bathin kita Takbir, menyadari dgn kesungguhan hati ALLAH DZAT YG MAHA KUASA, ALLAH SWT DZAT YG MAHA KAYA, ALLAH DZAT YG MAHA BESAR Laa Haula waLa Quwwata iLLa Billaah..
    Dengan Takbir itu elok lah kita berharap dosa dosa kan berguguran, segala keburukan akan dihilangkan dari rumah kita, buruknya akhlaq & sifat sbg suami atau isteri, keburukan sifat putra putri srt klrg kita. Sehingga segalanya menjadi lebih indah dan Harmoni… Boleh jd, setan yang selama ini ngekost (berdiam diri) di rumah yg sll menginginkan klrg kita asyik bertengkar, menginginkan kita susah, susah fikiran, susah ekonomi dll… Semua itu akan sirna! Akan pergi! Termasuk juga Covid-19 kita minta agar juga pergi dr Bumi ini.
    ——tapi… Kan pak ustaadz…(nah.! Tp aplg nih ?) tapi saya kan tidak hafal kalimat Takbir… Aplg Khutbah kami tak pandai… Aplg jd Imam shalat Ied kami jg tak pandai…
    (aaah, sudahlaaah…. nyalakan saja radio atau you tube mu. Ketik “Takbiran”. Naah Takbir sama². Lalu… Tak payah kau khutbah, langsung saja imami shalat ga usah dikeraskan suaramu; “SILENT” pun.. Jadilah)
    Sudah.. yaaa…tak usah tapi…tapi..lg… Buat hidup ini mudah… Karena TUHAN ingin kemudahan bagimu..jgn malah kamu persulit sendiri dirimu… Sebab.. IA Sayang padamu…
    يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر (Al- Baqoroh 185)
    Hmm.. aku juga “menyayangi-mu, mengasihimu..”

    Mhn maaf, tulisan ini sama sekali bukan untuk di debat, hanya sebatas mengajak kita semua merenung, berfikir dan bersikap lebih bijak. Jangan sampe kita ibadah bukan didasari Ilmu..namun nafsu yang mendasari. (Achmad Ridho Amir – PAIF Kemenag Batam / Khadim Masjid Agung Batam)

    #salam santun
    #salam silaturrahiem
    #salam jelang akhir Ramadhan 1441 H
    #Stay at home
    #Hidup Sehat & terus berdoa
    #Shalat di rumah saja
    #Disiplin, Insya Allah semua akan baik baik saja
    #Bersatu, bersama Kita bisa

    Yaa Allah, angkatlah wabah Virus Corona

    #sorbansantrinu

     

  • ZAKAT KEPADA HABAIB

    ZAKAT KEPADA HABAIB

    SORBANSANTRI.COM

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saya mau bertanya, apakah sah kalau saya menyerahkan zakat saya kepada seorang Habaib yang sekaligus guru saya?. Karena sering dikatakan dalam kajian Fiqih Zakat, bahwa Ahlul Bait Rasulullah Saw adalah golongan yang tidak bisa menerima zakat. Apa yang mendasari rumusan tersebut?. Terimakasih.

    Zuhroh U, -Surabaya.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

    Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memberikan zakat kepada Ahlul Bait (keluarga dan keturunan Rasulullah Saw) yang berasal dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib.

    Pendapat pertama, menyatakan bahwa Ahlul Bait tidak sah menerima zakat dengan berdasarkan hadis:

    إِنَّ هَذِهِ الصَّدَقَاتَ إِنَّمَا هِيَ أَوْسَاخُ النَّاسِ وَإِنَّهَا لَا تَحِلُّ لِمُحَمَّدٍ وَلَا لِآلِ مُحَمَّدٍ
    “Sesungguhnya zakat ini adalah kotoran dari manusia. Dan sesungguhnya itu tidak halal bagi Muhammad dan keluarga Muhammad,” (HR. Muslim).

    إِنَّ لَكُمْ فِيْ خُمُسِ الْخُمُسِ مَا يُغْنِيْكُمْ
    “Sesungguhnya bagi kalian (Ahlul Bait) mendapatkan dari Khumusul Khumus (seperlima dari lima bagian harta rampasan perang). Bagian yang telah mencukupi kalian,” (HR. Ibnu Abi Hatim).

    Pendapat kedua, menyatakan bahwa Ahlul Bait dapat menerima zakat. Pendapat ini berargumen bahwa salah satu alasan Ahlul Bait tidak bisa menerima zakat adalah karena telah tercukupi dengan seperlima dari lima bagian harta rampasan perang (Ghanimah). Sementara untuk saat ini, tidak ada sediktpun hasil rampasan perang yang diserahkan kepada Ahlul Bait. Dengan demikian, memberikan zakat kepada mereka hukumnya sah. Pendapat ini pun dinyatakan oleh beberapa ulama besar madzhab Syafi’i seperti Imam Al-Ustukhry, Imam Al-Harowi dan diamalkan oleh Al-Fakhrur Rozi.

    Namun sebagai catatan, syekh Ba’asyan pernah mengatakan demikian, “Sebaiknya bagi yang menyerahkan zakat kepada Ahlul Bait menjelaskan bahwa harta yang diberikan adalah bagian zakat. Sebab mungkin saja mereka menolak karena bersikap wirai atau hati-hati”.[]waAllahu a’lam

    Referensi:

    Bughyah Al-Mustarsyidin, hal 106-107, cet. Al-Haromain.

    Syarah Al-Yaqut An-Nafis, hal 292.

    Majmu’ Syarh Al-Muhaddzab, VI/227.

    Taqrirat As-Sadidah, hal 427.

    Hasyiyah al-Bajuri, I/285, cet. al-Haromain.

  • 10 Rahasia Santri, Anak Pondok Pesantren

    10 Rahasia Santri, Anak Pondok Pesantren

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dunia Pesantren memang dunia yang cukup asing karena aktifitas anak pondok pesantren dilakukan dibalik dinding yang kokoh, namun banyak rahasia atau kisah yang mungkin bisa bikin kita salut dan ngakak lihat tingkah lakunya, karena kebetulan saya anak pondok pesantren sahabat, langsung aja sahabat:

    1.Nggak Pernah/ Jarang make CD
    mayoritas orang tuh risih atau nggak nyaman kalo nggak make cd berbanding kebalik sama anak pondok yang kalo udah pulang dari sekolah udah banyak yang gk make cd terus cman make sarung doang sahabat udah kaya abis sunat deh pokoknya ditambah lagi kadang-kadang bercandanya manggil orang terus ditunjukin deh otong nya.

    2.Malu-malu kucing kalo ketemu lawan jenis yang satu pondokan
    kalo diSMA2 umum biasanya santai aja bergaul densahabat lawan jenis udah kaya nggak ada batasan eiiitss…. tapi beda sahabat kalo anak pondok dia paling nggak berani sama yang namanya lawan jenisnya apalagi kalo diblakang lagi banyak cewe nah tuh cowo harus lewat jalan itutuh nah sih cowo bakalan lari kebirit-birit kaya lagi dikejar

    3.Selalu punya motto kebersihan sebagian dari iman
    bagus sih sahabat mottonya kebersihan sebagian dari iman tapi tuh anak pondok bukan cuman busana dan perilakunya doang sahabat anak pondok paling jago sama yang namanya ngabisin makanan pernah suatu saat saya diundang buat tahlil dirumah orang yang lumayan kaya rumahnya gede banget sahabat naah kan disuruh makan tuh sahabat makanya prasmanan saya udah ada firasat2 gk enak nih tiba2 ustadz dari luar yang suruh baca tahlil mau makan sahabat dibukalah tutup piringnya dan woow semuanya bersih tanpa sisa sahabat dibilang malu ya malu tapi mau diapain lagi sahabat namanya anak pondok

    4.Punya sayap sahabat alias jago parkur
    maksudnya jago parkur anak pondok tuh selalu punya cara buat kabur sahabat entah itu lewat lantai 3 atau jendela pokoknya ada aja deh sahabat idenya sampe tuh ventilasi ditralis semua sahabat saking keselnya tuh ustad kali ya sahabat ? ya walaupun cuman beberapa anak doang sahabat ya tapi kaburnya anak pondok paling cuman kewarnet menghilangkan kejenuhan semata aja sahabat tapi jujur dulu saya sering banget yang namanya kabur dan nggak ada kapoknya sahabat pernah saya pas lagi kabur sama temen saya ketemu sama satpam terus diikutin smpe mana tau akhirnya saya punya ide untuk lewat portal karena tuh sisatpam naik motor akhirnya saya lewat hutan bambu yang serem abiis sahabat dan nggak ada lampu akhirnya temen saya nyari jalan dan saya cuman bisa berdoa sama ngikutin temen saya sahabat disitu saya kapok kabur lagi sahabat

    5.Anak pondok gak mau di bilang steril
    sahabat ini nih sahabat anak pondok emang bener2 supeer deh sahabat super joroknya contohnya: kalo makan langsung dilantai tanpa cuci tansahabat terlebih dahulu,minuman khasnya anak pondok air keran sahabat langsung nsahabatga dari sumbernya dan biasa dibilang air surga(sumur galian)

    6.cekatan dan bisa mengatur waktu
    waktu anak pondok bener2 sempit sahabat dalam 1 hari bisa kali dia cuman istirahat 4 jam yang bener2 istirahat nah disitu anak pondok dituntut untuk bisa mengatur waktu dalam hal siap2 dan lain sebagainya misalkan nyetrika kalo yang nyetrika rame dia harus mandi dulu pokoknya mau nggak mau dia harus mengatur waktu dan menggunakan sebaik-baiknya waktu yang sempit itu

    7.Bener2 menghargai yang namanya temen sahabat
    Dipondok saya dapet temen yang bener2 temen yang bisa saling menghargai bisa saling ngerti tidur sebelahan makan sepiring berdua kalo ada makanan selalu dibagi bareng2 walaupun cuman sedikit disinilah saya ngerti apa itu seorang temen

    8.Sangat menghargai orang tua
    Anak pondok bener2 menghargai yang namanya orang tua karena mereka selalu diajarkan untuk sopan dan selalu dicekokin ilmu agama setiap harinya terlebih lagi sama orang tua sendiri sahabat karena anak pondok tuh tau gimana sih susah hidup tanpa orang tua ternyata orang tua tuh bener2 kita butuhin dan pastinya anak pondok juga ngerasain pisah sama orang tua makanya dia lebih menghargai orang tuanya sahabat

    9.Kreatif
    anak pondok bener2 punya 1000 akal sahabat karena banyak2 ide2nya untuk buat kehidupanya yang mandiri itu lebih praktis contohnya kalo nyuci besoknya dipake kan pasti gk kering nah akhirnya mereka punya inisiatif buat meresnya make handuk terus dijemu didepan kipas

    10.Solidaritasnya luar biasa sahabat
    dibalik semua itu diem2 anak pondok punya solidaritas yang emang bener2 solidaritas sahabat pernah waktu itu ada satu anak yang gk bisa ikut ujian gara2 belom bayaran/nunggak akhirnya 1 angkatan sama2 prihatin dan mereka bareng2 nyari biaya lewat nyuci,jualan,dll walaupun cuman dipondok itu doang sahabat hebat y sahabat

    Sekian thread dari saya moga2 anak pondok pesantren jadi anak yang bisa ngubah negeri ini dimasa yang akan mendatang karena dinegeri ini kejujuran udah hampir musnah sahabat smoga bermanfaat untuk sahabat2 semua. (abi sorban)

  • KEPALA JADIKAN ASBAK

    KEPALA JADIKAN ASBAK

     

    SORBAN SANTRI- Misteri santri yang mematikan rokok di kepala korban kasus penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith mulai terkuak. Korban Cahya Abdul Jabar yang dihadirkan sebagai saksi menunjuk santri yang melakukan aksi tersebut.

    Cerita soal kepala dijadikan asbak memang dibahas dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019). Cahya merupakan korban yang kepalanya dijadikan asbak.

    Cahya awalnya bercerita bahwa setelah penganiayaan, rambutnya yang panjang dan berwarna kuning seperti Bahar dicukur botak oleh santri.

    “Atas perintah siapa digunduli?” tanya ketua majelis hakim Edison Muhammad.

    “Habib Bahar,” jawab Cahya.

    “Kok bisa tahu?” kata Edison.

    “Habib Bahar menyuruh ke habib Agil (Agil Yahya/terdakwa kasus sama). Saya dengar,” jawab Cahya.

    Cahya dan rekannya, Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi, lantas digunduli menggunakan gunting. Setelah digunduli, Cahya mengaku kepalanya dipakai untuk mematikan rokok.

    “Setelah itu ada rokok sedikit dimatiinnya ke kepala saya,” kata Cahya.

    “Rokok siapa?” ucap hakim.

    “Rokok santri, tapi saya tidak tahu,” ujar Cahya.

    “Bagaimana rasanya?” hakim bertanya.

    “Panas,” kata Cahya.

    “Kaki saja kalau menginjak rokok panasnya bukan main, apalagi kulit kepala,” ucap Edison.

    Proses persidangan berlanjut. Tak lama, jaksa menayangkan video. Hakim sempat meminta untuk menyetop terlebih dahulu satu buah video yang memperlihatkan ada Cahya, Zaki dan seorang pria berpeci serta sarung dan mengenakan kaus gelap. Terlihat juga tato di bagian lengan kanan pria tersebut.

    “Coba setop, setop. Kamu ingat enggak yang mematikan rokok yang mana?” tutur hakim.

    “Iya,” ucap Cahya.

    “Yang mana?” tanya hakim lagi.

    “Yang bertato,” kata Cahya.

    Sekarang….. Hari ini……. apakah rakyat mau berdiam atas kekerasan yang dilakukan segelintir manusia yang merasa dirinya paling suci???? Paling berkuasa di sorga kelak???? Haruskah rakyat diam ketakutan melihat anak kecil dianiya??? (RED)

  • Gus Dur dan Gus Mus Ngerjain Calon Kiai Gontor

    Gus Dur dan Gus Mus Ngerjain Calon Kiai Gontor

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Teh yang digodok panas-panas tentu enak dan bikin semangat. Tapi tidak bagi KH Syukri Zarkasyi (Gontor) saat sowan ke kos-kosan Gus Dur dan Gus Mus.

    Ketika kuliah di Kairo, Mesir, Gus Dur suka memelonco pendatang baru dari Tanah Air. Partnernya dalam ‘panitia perpeloncoan’ biasanya adalah KH Mustofa Bisri dari Rembang yang kini terkenal sebagai kiai-penyair.

    Pada suatu hari KH Syukri Zarkasyi yang ketika itu pasti belum Kiai Haji —dan menurut Gus Dur “pekerjaannya di Kairo hanya main band tapi pulang-pulang jadi kiai”— bertamu ke tempat kos Gus Dur dan Gus Mus. Tentu saja disambut dengan penuh keramahtamahan. Dipersilakan duduk, saling menanyakan keselamatan, di-godog-kan air untuk membuat minuman teh dan seterusnya.

    Hanya saja karena namanya saja tempat kos: kamar, dapur, dan ruang belajar ya jadi satu. Maka Gus Syukri melihat segala yang dilakukan oleh tuan rumahnya. Gus Mus mempersiapkan cangkir dan lepek sambil bertanya kepada Gus Dur, “Di mana lapnya tadi?”

    SORBANSANTRI.COM
    KH Syukri Zarkasyi (Gontor)

    Gus Dur berjalan ke sisi almari, mengambil “lap” yang ternyata adalah celana dalam alias sempak. Lalu Gus Dur memberikannya kepada Gus Mus dan diterima dengan wajah dingin, kemudian langsung dipakai untuk ngelap cangkir sambil mengobrol dengan Gus Syukri.

    Merah-padamlah wajah calon kiai Gontor ini, sekaligus pucat-pasi. Ketika teh sudah tersuguhkan, mau tak mau ia meminumnya, meskipun perasaan dan lidahnya bercampur-aduk.

    Sekian lama kemudian baru mereka bertiga tertawa cekakakan. “Cangkir harus dilap dengan kain istimewa yang paling bersih, di antara kain-kain yang ada. Dan kain itu betul-betul gress dari toko, belum pernah dipakai sebagai sempak, karena itu belum bisa disebut sempak,” kata Gus Dur membela diri.

    Dalam dunia santri, ngerjain atau memelonco sudah akrab dilakukan. Bukan semata-mata karena tujuan jail atau iseng, dibalik itu agar nantinya timbul keakraban yang selalu membekas bagi mereka.

    Menurut Cak Nun ternyata Cerita tadi tidak hanya sekedar Jahil semata, ada makna filosofis yang sangat dalam dibaliknya.
    Menurut Cak Nun’, Cerita Gus Dur di atas kita di ajak untuk melihat esensi, fungsi dan manfaatnya dalam menilai semua hal agar tidak tertipu dengan Bentuk dan identitas. Mengenai Sempak misalnya jika dilihat Bentuk dan identitasnya memang membuat kesan bahwa itu sesuatu yang Kotor (biasa digunakan di selangkangan kaskuser) padahal secara esensi dan fungsinya itu hanya kain yang difungsikan sebagai pembersih noda pada cangkir yang sebenarnya tak ada bedanya dengan kain lap pada umumnya (kain yang difungsikan sebagai alat pembersih). Kalau Pun Mengalami Kebingungan tentang suatu hal yang konteksnya identik dengan cerita gus dur tadi, itu adalah kebingungan budaya bukan kebingungan hakiki.

    Kembali Menurut Cak Nun Ternyata Cerita itu sengaja di ceritakan langsung Oleh Gusdur kepada Cak Nun Untuk Mengerjainya ,karena Cak Nun adalah santri Gontor.
    Coba Anda Bayangkan Bagaimana perasaan anda kalau Guru, ulama yang anda hormati atau idol anda dikerjain seperti Gus Dur mengerjai Kiai Gontor , mungkin itu bisa menggambarkan perasaan Cak Nun waktu itu.

    Gus Dur memang terkenal Jahil bahkan dari sejak masih anak-anak. Pernah suatu ketika didalam forum pengajian yang dihadiri Gus Dur dan Cak Nun, ternya Gus Dur masih sempet-sempetnya Ngerjain Orang. korbaanya Tidak lain dan tidak bukan adalah Cak Nun sendiri.
    Waktu Cak Nun Jamnya Mengisi Acara, Cak Nun kebingungan karena baju yang rencananya akan dipakai pada saat mengisi acara tiba-tiba hilang. sempat dicari kemana-mana tidak ketemu, akhirnya karena sudah waktunya tampil mau tidak mau akhirnya Cak Nun terpaksa naik Kepanggung menggunakan kaos seadanya. Setibanya di panggung ternyata baju yang tiba-tiba hilang tadi telah di pakai Gus Dur, dan dengan entengnya Gus Dur tanya, Cari Apa Cak? (abi sorban)

  • DOSA YANG LEBIH BESAR DARI ZINA

    DOSA YANG LEBIH BESAR DARI ZINA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Suatu senja, seorang wanita melangkahkan kaki mendekati kediaman Nabi Musa.

    Setelah mengucapkan salam, dia masuk sambil terus menunduk.
    Air matanya berderai tatkala berkata, “Wahai Nabi ALLAH, tolonglah saya.

    Doakan agar ALLAH mengampuni dosa keji saya”.
    “Apakah dosamu wahai wanita…?” Tanya Nabi Musa.
    “Saya takut mengatakannya,”­ jawab wanita itu.
    “Katakanlah, jangan ragu-ragu…!”desak Nabi Musa.

    Maka perempuan itu pun dengan takut bercerita, “Saya telah berzina.”

    Kepala­ nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
    “Dari perzinaan itu saya hamil. Setelah anak itu lahir,
    langsung saya cekik lehernya sampai mati,” lanjut perempuan itu seraya menangis.

    Mata Nabi Musa berapi-api.
    Dengan muka yang berang dia menghardik.
    “Perempuan celaka, pergi dari sini. Agar siksa ALLAH tak jatuh ke dalam rumahku.

    Pergi…!!!!” teriak nabi Musa sambil berpaling karena jijik.

    Hati perempuan itu bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh.
    Dia menangis tersedu-sedu dan keluar dari rumah Nabi Musa.
    Ia tak tahu harus kemana lagi mengadu. Bahkan dia tak tahu ke mana harus melangkahkan kaki.

    Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana manusia lain bakal menerimanya…?

    Sepeninggalnya wanita tersebut, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.

    Jibril lalu bertanya,
    “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak BERTAUBAT

    dari dosanya…? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari itu…?”

    Nabi Musa terperanjat.
    “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu…?

    Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu…?” Tanyanya.

    “Ada…!!!” Jawab Jibril dengan tegas.

    “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada SERIBU kali berzina.”

    Mendengar penjelasan ini Nabi Musa memanggil wanita tadi,
    lalu berdoa memohon ampunan kepada ALLAH.

    Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja

    tanpa penyesalan seakan menganggap remeh perintah ALLAH.
    Sedangkan BERTAUBAT dan menyesali Dosa dengan sungguh-sungguh­

    berarti masih mempunyai IMAN di dadanya dan Yakin ALLAH itu ada.

    Semoga Bermanfaat Untuk Kita semua Aamiin

  • Cerita Nabi Musa

    Cerita Nabi Musa

    SORBANSANTRI.COM

    Pada suatu hari,malaikat Izrail diperintahkan Allah utk mencabut nyawa nabi Musa.

    Tiba di kediaman nabi Musa,malaikat mengetuk pintu.
    “Siapa kamu?” tanya nabi Musa dr dlm rumah.
    “Aku,Izrail.” jawab malaikat lantang.
    “Ada perlu apa kau datang kemari?” tanya nabi Musa lagi.
    “Aku diperintahkan Allah utk mencabut nyawamu malam ini.” jawab malaikat lbh lantang.

    Tanpa menjawab,nabi Musa langsung membuka pintu dan memukul wajah malaikat Izrail dgn keras hingga lepaskah sebelah matanya.

    Malaikat Izrail mengaduh kesakitan.
    “Siapa kau berani2nya mencabut nyawaku. Tak tahukah kau siapa aku? Derajat dan kedudukanku? Pergi sana!” hardik nabi Musa dgn sombong.

    Karena malaikat Izrail mengetahui kedudukan nabi Musa di sisi Allah,maka ia segera melesat ketakutan ke langit menghadap Allah.
    Musa,pria gagah perkasa dan mendapat kemuliaan dr Allah shg berjuluk kalamullah,yg bisa berbicara dengan Allah.

    Tiba di langit,malaikat Izrail ditanya oleh Allah, “Kemana sebelah matamu,wahai malaikatku?”
    “Duhai,Rabb… Musa telah memukulku.”
    “Turunlah lagi kebumi,ambil matamu. Dan perintahkan Musa naik ke puncak gunung. Katakan,aku ingin bicara dgnnya.”
    “Baik,ya Rabb.”

    Maka,turunlah malaikat Izrail mengambil sebelah matanya yg lepas sekaligus menyampaikan pesan Rabb-Nya pada nabi Musa.

    Dan,nabi Musa pun naik gunung. Tiba disana,dia menghadap Allah.
    “Wahai,Musa… kuperintahkan engkau untuk turun gunung. Dan carilah makhluk-Ku yg menurutmu paling hina dimuka bumi ini. Kuberi kau waktu seminggu. Bawalah dia kemari.” begitu perintah Allah pd nabi Musa.

    Lalu,nabi Musa pun turun gunung dan mulai melakukan pencarian ke seluruh pelosok negeri,mencari makhluk yg hina.

    Tiba di sebuah desa,nabi Musa melihat seorang laki2 tua,berjalan tertatih menggunakan tongkat. Rambutnya beruban,kulitnya keriput. Pakaiannya lusuh dan bau.
    “Ahh,akhirnya… kutemukan orang yg hina itu.” begitu pikir nabi Musa.
    Lalu dia ajak orang tua itu naik gunung utk menemui Allah. Tapi,ditengah perjalanan nabi Musa berpikir lagi,”Tunggu dulu,orang ini lbh tua drpd aku. Bisa jadi ibadahnya lbh banyak drpd aku. Sedekahnya,tahajjudnya dan amal sholehnya. Tidak mungkin,dia orang yg paling hina.”
    Maka,nabi Musa menyuruh orang tua itu kembali ke desanya setelah memberinya bekal secukupnya.

    Dan,nabi Musa pun melanjutkan perjalanannya.
    Tiba di suatu desa,nabi Musa melihat anak kecil yg berlarian tanpa alas kaki.
    Maka dia bawa anak kecil itu untuk menghadap Allah. Tapi,ditengah jalan nabi Musa berfikir, “Dia masih muda. Bisa jadi dia belum banyak berbuat dosa dan maksiat.”
    Maka,dilepaskan lagi anak kecil itu.

    Dan,nabi Musa melanjutkan perjalanan lagi.
    Di suatu sudut pasar nabi Musa melihat seekor anjing kurap yg sedang mengais2 sampah mencari sisa2 makanan.
    Pikir nabi Musa,”Akhirnya kutemukan makhluk hina ini.”
    Maka dibawalah anjing itu kepuncak gunung utk menghadap Allah.
    Tapi,lagi2 ditengah jalan nabi Musa berpikir,
    “Bukankah anjing adalah binatang yg tak memiliki akal. Dia hanya sekedar hidup utk makan dan berkembang biak. Tak ada hisab untuknya. Tak perlu beribadah. Tak punya dosa,pun tak ada pahala.”
    Maka,sekali lagi nabi Musa melepaskan anjing itu.
    Sedangkan waktu yg ditentukan oleh Allah sudah habis. Tanpa membawa apa2,nabi Musa menemui Allah.
    “Wahai,Musa…. angkat kepalamu.”
    “Ampun,yaa Rabb… hamba malu. Hamba tak bisa memenuhi perintahMu.” jawab nabi Musa tertunduk.
    “Kenapa?” tanya Allah.
    Lalu,nabi Musa menceritakan tentang kisah pencariannya dan berkata, “Akhirnya,hamba sadari… makhlukMu yg paling hina adalah hamba sendiri yaa,Rabb.”
    “Ketahuilah,Musa… seandainya hari ini kau menghadap Aku dan membawa salah satu dari makhluk-Ku,meskipun hanya anjing itu… maka hari ini juga akan kucabut gelar kenabianmu.
    Akulah satu2nya yg berhak menyombongkan diri,wahai Musa.” kata Allah.
    “Hamba mengerti,yaa Rabb. Ampunilah kekhilafan hamba.”
    Dan,nabi Musa pun bersujud seraya berdzikir mengagungkan Rabb-Nya.

    Smoga kita dpat mngambil makna crita ini..