Blog

  • Banser Banyumas Gendong Lansia sampai Rumah Usai Divaksin

    Banser Banyumas Gendong Lansia sampai Rumah Usai Divaksin

    SORBANSANTRI.COM

    Banyumas, wp.sorbansantri.com – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) seringkali ditemui di berbagai kegiatan untuk memastikan kegiatan tersebut aman dan berjalan dengan lancar. Seperti halnya Vaksinasi di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sejumlah anggota Banser ikut menyukseskan kegiatan tersebut dengan ikut serta menjaga ketertiban peserta vaksinasi, Kamis (9/12/2021). 

    Yang menjadi perhatian kala itu aksi kemanusiaan salah seorang anggota Banser yang menggendong peserta vaksinasi dari kalangan lansia. Peserta tersebut harus digendong sampai rumahnya lantaran tidak kuat berjalan. Aksi ini sempat viral menjadi topik pembicaraan khalayak di media sosial.  

    Diketahui, anggota Banser tersebut atas nama Sukron Ma’mun. Awalnya ia melihat salah seorang peserta vaksinasi lansia tidak jauh dari posisinya ia berada. Peserta lansia tersebut susah berjalan karena faktor usainya yang memang terlihat sudah cukup sepuh. Karenanya, ia spontan menggendongnya. Peserta ini sudah selesai divaksin. “Masih banyak sahabat Ansor-Banser lain yang di lokasi, cuma kebetulan saya yang paling dekat, secara spontan saya langsung menggendong bapak lansia itu,” ungkap Sukron.  

    Salah seorang perangkat Desa Sudimara, Samsi berterimakasih atas peran dan kontribusinya Ansor dan Banser Sudimara yang selalu membantu kegiatan dan program pemerintahan Desa Sudimara Kader Ansor setempat, Nahnu Puji Leksana mengapresiasi dan bangga atas aksi kemanusiaan yang dilakukan Banser, Sukron Ma’mun. 

    Menurutnya, Banser terjun langsung karena lokasi kegiatan vaksinasi Covid-19 saat itu berada di dekat jalan raya, banyak lalu lalang kendaraan dan tak sedikit masyarakat yang kesulitan menyeberang. “Kami sengaja menginisiasi melibatkan diri dalam kegiatan ini untuk membantu dan mengamankan kelancaran jalannya vaksinasi,” ujar Nahnu.   

    Ia mengatakan, keberadaan Ansor dan Banser di Desa Sudimara sangat bermanfaat. Kontribusinya cukup besar dalam membantu masyarakat. “Sekali lagi kami mengucapkan beribu terima kasih,” ucapnya. (Yanuareza sorban).

  • JAS HIJAU YANG HILANG DI ORDE BARU

    JAS HIJAU YANG HILANG DI ORDE BARU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – TKR pertama, Yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin.
    Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI.
    Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy’ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini.
    Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya para Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU masih punya tentara swasta namanya Banser, ya gak dibayar. Wkwkwk
    Tentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama perjuangan 45 sampai di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara.
    Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yang terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.
    Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak, setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sbg Hari Santri.
    Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang sdh selesai kok, Begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi.
    Jika resolusi jihad ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian dari resolusi jihad, baru masuk akal; “Oya, mereka marah karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”.
    Fatwa Jihad muncul karena Presiden Soekarno meminta fatwa kepada PBNU: apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui.
    Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.
    Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin.
    “Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris”, begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”.
    Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. “Pokoke wong krungu jihad.. jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim…”. Berduyun-duyun, arek2 Suroboyo sudah keluar rumah semua dan langsung tawur sambil teriak ‘Allahu Akbar’ dan itu berlangsung 27 Oktober. Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh.
    Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia yg bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh.
    Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai.
    Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya karena malu.
    Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst. tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara,” begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.
    Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.
    Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru pulang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a’in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor.
    Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek,Kediri, wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU.
    Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya menewaskan Brigadir jendral Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanipulasi.
    (bedah buku “Fatwa dan Resolusi Jihad” di Pondok Lirboyo 3 November 2017.)
    (abi sorban)
  • PENAMPAKAN AWAN MERAH DAN KILAT MENGHEBOHKAN WARGA SEKITAR WELIRANG

    PENAMPAKAN AWAN MERAH DAN KILAT MENGHEBOHKAN WARGA SEKITAR WELIRANG

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Penampakan kilat dan kepulan asap berwarna merah di atas Gunung Welirang yang terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB, Senin (13/12/2021) itu sempat menghebohkan warga, termasuk Kota Batu.

    Fenomena itu juga telah ramai jadi perbincangan di media sosial. Seperti yang diunggah akun Twitter @Kukuharipambud1. Akun ini menanyakan apakah Gunung Welirang sedang erupsi sembari membagikan video fenomena itu.

    Postingan tersebut langsung ditanggapi BMKG Juanda dalam akunnya @infobmkgjuanda. Dalam postingannya, BMKG Juanda menyebut bahwa fenomena itu tidak ada hubungannya dengan status gerakan aktif Gunung Welirang yang sedang erupsi.

    Sementara BPBD Kota Malang dalam akun Twitternya @bpbd_malangkota menjelaskan bahwa kepulan asap merah dan kilat itu merupakan kilat dari awan Comulonimbus (CB).

    “Menurut penjelasan @BMKGkarangploso kilat tersebut adalah cuaca ekstrem yang berasal dari awan Cumulonimbus (CB), hal tersebut lumrah ketika siangnya terik, maka biasanya sore hari muncul awan CB. Coba googling awan CB penampakannya kurang lebih seperti itu,” tulis akun BPBD Kota Malang. (abi sorban)

  • Verifikasi Persyaratan Calon Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Dilakukan By Phone

    Verifikasi Persyaratan Calon Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Dilakukan By Phone

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Seperti lempar koin di pertandingan futsal yang diadakan di PC GP Ansor kab. Mojokerto. Pada konferensi pemilihan pimpinan ketua GP Ansor kab. Mojokerto kembali lagi melakukan spekulasi dalam kegiatan tersebut dengan melakukan by phone untuk melengkapi verifikasi dokumen persyaratan calon pimpinan Ansor di kab. Mojokerto.

    Hal ini dilakukan dikarenakan salah satu calon tidak bisa menunjukkan surat atau dokumentasi syarat-syarat maju dalam bursa calon ketua GP Ansor kab. Mojokerto pada waktu itu. Dan anehnya pimpinan sidang dari PW GP. Ansor Jawa Timur mengesahkan cara tersebut setelah melakukan negosiasi musyawarah dengan peserta sidang konfercab PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto.(12/12/21)

    Banyak peserta belum memahami materi yang akan dibahas dalam konfercab PC GP Ansor kab. Mojokerto yang diadakan di Gedung PCNU kab. Mojokerto. ” Saya harapkan materi itu sudah tersebar ke tangan saya sebagai bahan untuk dipelajari”. kata sahabat Ngateno salah satu peserta sidang konfercab PC GP Ansor tersebut.

    Minimnya pengetahuan tentang tatib khususnya kader Ansor dikhawatirkan sebagai salah satu kelemahan organisasi. Mengingat Ansor adalah BANOM NU yaitu organisasi besar dan selalu ada dalam garda terdepan mengawal NKRI dan Ulama’. Dan Ansor bukan organisasi yang abal-abal. (abi sorban)

  • gp ansor watusari peduli akan nasip korban erupsi semeru

    gp ansor watusari peduli akan nasip korban erupsi semeru

     

    Sorbansantri.com — Rasa simpati dan empati anggota gp ansor anak ranting watusari yang ada di desa wotanmas jedong ngoro setelah melihat kondisi kepada para korban yang terdampak erupsi gunung semeru kemarin membuat hati mereka iba dan langsung sigap untuk menggalang donasi uluran tangan dari para anggota yang bersifat suka rela dan tidak mengikat.

    Penggalangan donasi ini di lakukan tanggal (10-12-2021) ketika ada waktu giat rutinan di musholla yayasan sabilillah watusari.

    Hari ini senin (13-12-21) perwakilan gp ansor watusari mengantarkan donasinya ke posko milik PAC GP ANSOR ngoro yang ada di sedati

    Menurut sahabat soleh selaku kordinator galang dana mengatakan ” kegiatan ini sengaja kita lakukan guna untuk membantu meringankan beban yang di derita oleh para korban erupsi yang ada di lumajang, kami dan para anggota berinisiatif untuk patungan seihlasnya guna kita donasikan kesana” terangnya

    Masih kata sahabat soleh “kegiatan ini sengaja kita lakukan dengan tujuan untuk melatih para kader anggota agar selalu menanamkan jiwa rasa gotong royong apabila ada saudara kita yang menggalami kesusahan kita harus sigap dan tanggap, imbuhnya

    Harapan dari donasi ini mudah mudahan bisa meringankan dan bisa membantu untuk mengurangi beban yang diderita oleh para korban yang di sana, dan mudah mudahan bisa memotifasi kepada anggota ansor yang ada di daerah lain agar selalu peduli antar sesama. (Hasan sorban)

  • 105 BANSER KAWAL KETAT KONFERENSI PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

    105 BANSER KAWAL KETAT KONFERENSI PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

     

    Sorbansantri.com — BANSER SATKORCAB Mojokerto mengamankan jalannya konferensi cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten mojokerto mulai dari hari kamis(09/12/2021) sampai puncak konferensi yaitu hari minggu(12/12/2021) di wisma PC NU kabupaten Mojokerto.

    Personil yang di terjunkan berjumlah 105 anggota yang terdiri dari satsus provost, satsus lalin, basada, bagana, infokom serta 3 anggota utusan dari masing masing Satkoryon secabang Mojokerto.

    H. Muhammad Yunus selaku Kasatkorcab Banser kabupaten Mojokerto menginformasikan bahwa anggota Banser mengawal dan mengamankan konferensi mulai pendaftaran yang di laksanakan pada hari kamis dan jum’at, hari sabtu anggota di terjunkan untuk mengecek dan mengawasi sekalian geladi bersih semua lokasi konferensi, hari minggu yaitu hari pelaksanaan konferensi seluruh anggota yang bertugas tidak meninggalkan lokasi sampai malam hari bahkan sampai dini hari.

    Beliau berharap dengan pengawalan serta pengamanan yang serius dari anggotanya bisa membantu lancarnya pelaksanaan acara mulai dari awal hingga akhir dan apabila ada yang menggangu jalannya acara maka akan di tindak tegas, terutama di reng satu yaitu ruang tempat pelaksanaan konferensi yang di amankan oleh satuan khusus Corsp Provost Banser (CPB) Satkorcab Mojokerto.

    Beliau juga mengintruksikan kepada anggotanya untuk menggingatkan semua yang hadir supaya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes)

    Sahabat Budi Wiyono selaku Kasatprovost saat di wawancarai team redaksi menyantakan personil yang di reng satu berjumlah 38 anggota yang tersebar di beberapa titik, tidak semua bisa masuk ruangan kecuali yang sudah di tentukan oleh panitia dengan membawa dan memakai identitas jelas dari panitia pelaksana konferensi.

    “Sesuai dengan yang di intruksikan oleh Kasatkorcab yang boleh masuk ke ruangan sidang (reng satu) hanya yang membawa dan memakai identitas dari panitia, kalau tidak membawa dan memakai identitas maka tidak di perkenankan masuk” kata beliau ke team redaksi. (Dikin sorban)

  • Gus Muhammad Al-Barra Terpilih Jadi Ketua GP ANSOR Kab. Mojokerto 2021

    Gus Muhammad Al-Barra Terpilih Jadi Ketua GP ANSOR Kab. Mojokerto 2021

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Gus Muhammad Al-Barra terpilih menjadi ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kab. Mojokerto periode 2021-2025.

    Pemilihan dilakukan secara voting dalam Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Kabupaten Mojokerto di Graha PC NU Kabupaten Mojokerto dipimpin Pengurus PW Jawa Timur GP Ansor Muhammad Ja’far Sodiq.

    Terdapat 4 nama calon ketua dalam pemilihan ini yaitu Gus Muhammad Mahbubullah, Gus Muhammad Al Barra, Gus Samsul Ma’arif dan Gus Ali Muhammad Nasih. Dari 4 calon tersebut yang mendapatkan jumlah dukungan suara terbanyak adalah Gus Muhammad Al Barra yang dengan kata lain menjadi ketua terpilih.

    Saat menyampaikan visi dan misinya, Gus Muhammad Al Barra mengajak Ansor untuk konsisten dalam mengawal Kiai dan NKRI. Dan juga sebagai penopang dalam memberantas paham-paham radikal dan paham-paham ekstrim demi menjaga keutuhan NKRI.

    Konfercab digelar 12 Desember 2021. Hadir dalam pembukaan hari ini Bupati Mojokerto Ibu Ikfina, Wakil Bupati Gus Muhammad Al Barra, Kapolres Kabupaten Mojokerto dan Kapolres Mojokerto Kota.(sfa sorban)

  • KALAH MENANG SAHABAT SELAMANYA

    KALAH MENANG SAHABAT SELAMANYA

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Konferensi cabang  gerakan pemuda ansor kabupaten mojokerto  yang dilaksanakan pada hari minggu (12/12/2021) di wisnu PCNU Mojokerto dengan diikuti oleh ranting ansor dan pac ansor se kabupaten mojokerto, sempat tertunda saat menjelang sidang tatib dan demisioner pengurus.

    Ketua panitia Gus ANSOR IBNU RIDHO saat menyampaikan himbauan kepada para peserta konferensi mengharap semua untuk bersabar menunggu sidang tatip, karena ada yang menginginkan untuk aklamasi dan ada yang menginginkan pemungutan suara, panitia sudah mempersiapkan apapun yang akan di putus dari pimpinan, baik aklamasi maupun pemilihan suara.

    Beliau juga menyampaikan dari beberapa calon yang sudah mendaftar sudah siap menang dan siap kalah bila nanti diadakan pemungutan suara, juga mengharapkan kepada semua peserta bila nanti ada perbedaan pilihan harus tetap mempunyai perasaan dulu sahabat sekarang sahabat dan selamanya sahabat, serta semuanya harus bersama sama menyukseskan agenda saat ini, bila gagal bukan kesalahan dari panitia tapi kegagalan kita semua, bila sukses maka ini adalah kesuksesan kita semuanya.

    Setelah mendapatkan himbauan dari ketua panitia para peserta menunggu dengan sabar dan bersama sama melantunkan sholawat sehingga suasana yang mulai memanas menjadi damai dan semangat para peserta kembali meningkat untuk menyukseskan acara konferensi tersebut.(Dikin sorban)

  • PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ngoro Galang Donasi Untuk Korban Semeru

    PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Ngoro Galang Donasi Untuk Korban Semeru

    Sorbansantri.com – Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngoro menggelar aksi galang dana untuk para korban erupsi gunung semeru Lumajang, kegiatan tersebut di lakukan pada hari minggu (12-12-2021) sasaran utama bertempat di pasar Sedati dan pasar SAI kecamatan Ngoro.

    Ada sekitar kurang lebih 20 anggota yang ikut dalam giat galang dana tersebut baik dari jajaran pengurus PAC maupun anggota yang dari Ranting, adapun tujuan dari kegiatan ini adalah menggalang dana untuk membantu para korban erupsi gunung semeru Lumajang.

    Menurut Arifin selaku kordinator kegiatan juga sebagai ketua PAC IPNU kecamatan Ngoro mengatakan ” bahwasanya kami dari PAC IPNU IPPNU peduli akan nasip sodara kita yang terdampak erupsi semeru yang terjadi beberapa waktu yang lalu” terangnya

    Ia pun berharap semoga hasil dari galang donasi kita ini bisa sedikit membantu meringankan beban mereka yang disana, karena derita mereka derita kita juga” tandasnya
    (Hasan-Ngoro)

  • Satkoryon Banser PAC Ngoro Langsung Sat-Set Galang Dana Donasi Buat Korban Erupsi Semeru

    Satkoryon Banser PAC Ngoro Langsung Sat-Set Galang Dana Donasi Buat Korban Erupsi Semeru

    Sorbansantri.com – Akibat erupsi semeru kemarin yang menyisahkan sebagian penderitaan warga Lumajang membuat tergugah dan tergerak dalam hati para anggota Ansor Banser PAC Ngoro ini, mereka langsung sigap dan tanggap untuk berencana membantunya walaupun dalam sekala kecil, kegiatan galang donasipun di lakukan pada hari minggu (12-12-2021) yang bertempat di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) kecamatan Ngoro.

    Tujuan di adakan kegiatan ini adalah untuk oenggalangan dana yang rencananya akan di kirimkan kepada para korban yang terdampak erupsi kemarin.

    Menurut sahabat Jazil selaku Kasatkoryon Banser kecamatan Ngoro ” kita sengaja melakukan kegiatan ini karena kami tidak tega melihat penderitaan saudara saudara kita yang ada di lumajang sana, maka hari ini kita sudah berkordinasi dengan ketua PAC GP Ansor Ngoro untuk mengintruksikan kepada anggota yang ada, dan alhamdulillah respon dari anggota langsung sigap dan tanggap untuk melakukan aksi turun jalan” tandasnya

    Masih menurut sahabat Jazil ” kita mengerahkan anggota Banser untuk ikut hadir dalam acara ini, dan alhamdulillah yang bisa hadir kali ini ada dari satsus Basada, Biro Infokom, Bagana, dan para anggota Banser umum” terangnya

    Komandan Banser PAC Ngoro berharap dengan diadakannya galang donasi ini bisa mencerminkan rasa gotong royong sesama anggota untuk peduli kepada saudara kita yang terdampak disana, semoga sedikit dari hasil donasi dari Banser ini bisa menambah meringankan beban derita yang dialami saat ini, hasil dari donasi akan di jadikan satu di kantor Cabang GP Ansor kabupaten Mojokerto untuk di distribusikannya besok. (Hasan_Ngoro)