Kategori: Idiologi ASWAJA

Ideologi atau paham keagamaan dalam Islam yang menekankan pada pemahaman yang berdasarkan Al-Quran, Hadis, dan pemikiran para ulama salaf.

  • KELUARGA MAYIT MEMBERIKAN HIDANGAN

    KELUARGA MAYIT MEMBERIKAN HIDANGAN

    SORBANSANTRI.COM

    asnuter, wp.sorbansantri.com – Diantara perkara yang sudah menjadi tradisi atau kebiasan dikalangan masyarakat kita adalah memberikan  hidangan ketika ada keluarga yang meninggal dunia.

    Apakah hal semacam ini bias dibenarkan menurut tinjauan syariat agama ?

    عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا كَانَتْ إِذَا مَاتَ الْمَيِّتُ مِنْ أَهْلِهَا فَاجْتَمَعَ لِذَلِكَ النِّسَاءُ ثمَّ تَفَرَّقْنَ إِلاَّ أَهْلَهَا وَخَاصَّتَهَا أَمَرَتْ بِبُرْمَةٍ مِنْ تَلْبِيْنَةٍ فَطُبِخَتْ ثُمَّ صُنِعَ ثَرِيْد فَصُبَّتِ التَّلْبِيْنَةُ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَتْ كُلْنَ مِنْهَا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ التَّلْبِيْنَةُ مَجَمَّة لِفُؤَادِ الْمَرِيْضِ تَذْهَبُ بِبَعْضِ الْحُزْنِ    (رواه البخاري رقم 5417 ورقم 5689 ومسلم رقم 2216)

    “Diriwayatkan bahwa ketika keluarga Aisyah ada yang wafat maka wanita-wanita berkumpul, kemudian mereka pulang kecuali keluarga dan orang-orang tertentu saja. Aisyah memerintahkan untuk memasak semacam makanan adonan yang disebut Talbinah. Aisyah berkata: Makanlah! Karena saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Talbinah dapat memperteguh hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian kesusahannya” (HR al-Bukhari No 5417, No 5689 dan Muslim No 2216)

    فَهَذَا يَدُلُّ عَلَى إِبَاحَةِ صُنْعِ أَهْلِ الْمَيِّتِ الطَّعَامَ وَالدَّعْوَةِ إِلَيْهِ بَلْ ذُكِرَ فِي الْبَزَّازِيَّةِ أَيْضًا مِنْ كِتَابِ اْلاِسْتِحْسَانِ وَإِنِ اتَّخَذَ طَعَامًا لِلْفُقَرَاءِ كَانَ حَسَنًا ا هـ

     (حاشية الطحطاوي على مراقي الفلاح شرح نور الإيضاح 1 / 410)

    “Hadis ini (riwayat ‘Ashim bin Kulaib) menunjukkan diperbolehkannya bagi keluarga yang meninggal untuk membuat makanan dan mengundang orang lain. Bahkan disebutkan dalam kitab al-Bazzaziyah juga secara metode Istihsan, yaitu bila membuatkan makanan untuk orang-orang fakir maka hukumnya bagus” (Hasyiyah al-Thahthawi I/410)

    وَعَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: حِيْنَ طُعِنَ عُمَرُ أَمَرَ صُهَيْبًا أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثَلَاثًا, وَأَمَرَ بِأَنْ يَجْعَلَ لِلنَاسِ طَعَامًا,

    (ذكر الحافظ ابن حجر في كتابه “المطالب العالية في زوائد المسانيد الثمانية” (1/199), وقال إسناده حسن )

    “ Dari al-Ahnaf bin Qais dia berkata: ketika sayyidina Umar RA menjelang wafat (karena ditikam dengan pisau oleh Abu lu’lu’ah al-Majusi) beliau menugas Suhaib untuk melaksanakan shalat dengan orang banyak tiga kali dan memerintahkan agar menyuguhkan makanan untuk mereka. (dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab al-Mathalib al-’Aliyah, Juz I, hal. 199, dengan sanad yang hasan).

    Kesimpulan :

    Melihat beberapa dalil diatas,bahwa tradisi memberikan hidangan kepada orang yang bertakziyah,hukumnya diperbolehkan,sebagaimana yang sudah berlaku dimasyarakat kita, bahkan hal tersebut sudah dilaksanakan sejak zaman generasi sahabat dan dicontohkan sendiri oleh Ummil Mukminin Siti Aisyah RA, dan juga anjuran salah satu Khulafatur Rasyidin yakni Umar Bin Khattab . (gus khotib – asnuter)

  • BERDOA DI MAKAM  ULAMA TIDAK ADA LARANGAN

    BERDOA DI MAKAM  ULAMA TIDAK ADA LARANGAN

    SORBANSANTRI.COM

    Dibawah ini akan dijelaskan kebolehan berdoa di makam ulama sebagai bentuk memulyakan ulama dan juga bertabarruk sebagaimana kebiasaan ulama salaf .

    MENGAPA BERDOA DIMAKAM ULAMA ?

    قُلْتُ: وَالدُّعَاءُ مُسْتَجَابٌ عِنْدَ قُبُوْرِ اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلاَوْلِيَاءِ وَفِي سَائِرِ الْبِقَاعِ، لَكِنْ سَبَبُ اْلاِجَابَةِ حُضُوْرُ الدَّاعِي وَخُشُوْعُهُ وَابْتِهَالُهُ، وَبِلاَ رَيْبٍ فِي اْلبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ وَفِي الْمَسْجِدِ وَفِي السَّحَرِ وَنَحْوِ ذَلِكَ يَتَحَصَّلُ ذَلِكَ لِلدَّاعِي كَثِيْرًا وَكُلُّ مُضْطَرٍّ فَدُعَاؤُهُ مُجَابٌ (سير أعلام النبلاء للذهبي – ج 17 / ص 77)

    “Saya (adz-Dzahabi) berkata: Doa akan dikabulkan di dekat makam para Nabi dan wali, juga di beberapa tempat. Namun penyebab terkabulnya doa adalah konsentrasi orang yang berdoa dan kekhusyukannya. Dan tidak diragukan lagi di tempat-tempat yang diberkati, di masjid, saat sahur dan sebagainya. Doa akan lebih banyak didapat oleh pelakunya. Dan setiap orang yang sangat membutuhkan doanya akan terkabul” (al-Hafidz adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam an-Nubala’ 17/77)

    MAKAM IMAM MALIK

    قلت: ودفن (الامام مالك) بالبقيع اتفاقا، وقبره مشهور يزار، رحمه الله (سير أعلام النبلاء – ج 8 / ص 132)

    “Saya berkata: Ulama sepakat bahwa Imam Malik dimakamkan di Baqi’ (Masjid Nabawi, Madinah). Kuburnya popular dan diziarahi” (Siyar A’lam an-Nubala’ 8/132)

    MAKAM IMAM MUSLIM

    توفي مسلم في شهر رجب سنة إحدى وستين ومئتين بنيسابور، عن بضع وخمسين سنة، وقبره يزار(سير أعلام النبلاء – ج 12 / ص 580)  

    “Muslim meninggal pada bulan Rajab 261 di Naisabur dalam usia 50 tahun lebih. Makamnya diziarahi” (Siyar A’lam an-Nubala’ 12/580)

    MAKAM IMAM IBNU MUBARAK

    وَقَبْرُهُ (عَبْدُ اللهِ بْنِ الْمُبَارَكِ) بِهَيْتٍ مَعْرُوْفٌ يُزَارُ زُرْتُهُ وَتَبَرِّكْتُ بِهِ

     (غاية النهاية في طبقات القراء – ج 1 / ص 198)

    “Makam Abdullah bin Mubarak di Hait sudah dikenal dan diziarahi. Saya menziarahinya dan mencari berkahnya” (Ghayat an-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra’ 1/198)

    MAKAM SAYYIDINA HUSAIN

    جعفر الخلدي يقول: كان بي جرب عظيم فتمسحت بتراب قبر الحسين، فغفوت فانتبهت وليس عليّ منه شيء (المنتظم – ج 2 / ص 201)

    “Ja’far al-Khuldi berkata: Saya punya penyakit kulit yang para, kemudian saya usapkan dengan debu makam Husain, saya tidur lalu terbangun, dan sudah tidak ada lagi sedikitpun dari penyakit itu” (al-Muntadzam 2/201)

    Melihat keterangan diatas maka diperbolehkan dan tidak ada larangan  ziarah sekaligus berdoa di makam para ulama sebagai sarana untuk bertabarruk ( ngalap berkah ), sebagaimana yang sudah sering dilakukan oleh warga Nahdhiyyin. (Gus Khotib)

     

  • INFOKOM BANSER CERDAS DI IMAN CERDAS DI LAPANGAN TEGAP DI BARISAN TEGAP DI PERJUANGAN, PERSONIL INFOKOM BANSER HARUS BERKARAKTER l

    INFOKOM BANSER CERDAS DI IMAN CERDAS DI LAPANGAN TEGAP DI BARISAN TEGAP DI PERJUANGAN, PERSONIL INFOKOM BANSER HARUS BERKARAKTER l

    SORBANSANTRI.COMJatim, wp.sorbansantri.com – INFOKOM sebagai Alat struktural SATUAN BANSER mulai dari Jajaran SATKORNAS hingga SATKORCAB.

    Dalam juklaknya Infokom menugaskan Personilnya untuk Mampu mempunyai Kualifikasi yang kuat untuk menjalankan tugas pada Internal Satuan maupun TUGAS Internal Jamiyah NU- Banom.

    Yang mana sebagai Personil Infokom harus mempunyai SIKAP Aktif  Kreatif dan Responsif. begitu Vitalnya sebuah Informasi sebagai bahan Komunikasi, untuk memberi dan menunjang dari apa-apa yang sifatnya Pergerakan, Kemajuan dan Kendala. Untuk selanjutnya akan menjadi bahan yang harus disampaikan pada Arah dan Tujuannya.

    Sebagai Personil INFOKOM BANSER agar memenuhi KUALIFIKASI DISIPLIN dan DEDIKASI dalam Tugas dan Fungsi alat DAYA JUANG SATUAN maka, INFOKOM BANSER mengajarkan beberapa Point KARAKTER: 1. KARAKTER MENTAL 2 KARAKTER DEDIKASI 3 KARAKTER SIKAP.

    Untuk kedepannya berharap agar  Jajaran Infokom Banser mampu memberikan sumbangsihnya pada Satuan BANSER dan Jamiyah NU dengan mampu mengikuti perkembangan Peradaban yang terus Berubah dan Maju. (Infokom Jatim)

  • RESEP HABIB LUTHFI BIN YAHYA AGAR DAPAT MERASAKAN NIKMATNYA BERDZIKIR

    RESEP HABIB LUTHFI BIN YAHYA AGAR DAPAT MERASAKAN NIKMATNYA BERDZIKIR

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Presiden Thoriqoh sedunia, Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan, didalam sebuah pengajiannya memberikan sebuah pesan agar selalu berdzikir menyebut Asma-Nya dimanapun dan dalam keadaan apapun.
    “Hendaknya kita membangun jiwa dengan senantiasa berdzikir menyebut asmaNya. Dengan begitu secara tidak langsung, kita selalu diingatkan bahwa diri kita sedang dilihat dan didengar oleh Allah,” tutur Habib Luthfi.
    Pada tahap awal, mungkin belum bisa merasakan hasilnya. Namun ketika berdzikir terus-menerus akan merasa dilihat dan di dengar oleh Tuhan, tentu itu akan timbul perubahan dalam diri.
    Seperti halnya seorang pesilat. Karena sering berlatih maka sensor refleksnya menjadi hidup. “Ketika terpeleset, sembilan puluh persen dia akan selamat tanpa cidera. Sementara yang tak pernah latihan, akan lebih banyak cideranya ketimbang selamatnya,” kata Beliau membandingkan.
    Latihan-latihan semacam itulah yang akan melahirkan rasa syukur atas segala limpahan karunia yang telah diberikanNya. Dan salah satu aplikasi dari rasa syukur itu adalah dengan menjaga agar indera kita selalu mengerjakan hal kebaikan dan kebenaran.
    Dengan cara menjaga mata dari pandangan yang buruk, menjaga mulut dari ucapan yang kurang baik, dan seterusnya. “Mata, mulut, telinga dan seluruh anggota tubuh itu bisa dilatih. Demikian pula dengan hati.
    Cara menjaganya, adalah dengan selalu berprasangka baik terhadap orang lain,” terang Habib Luthfi memberikan resep.
    Editor: M Anas Mahfudhi
  • DOKTRIN EKSTRIMIS RADIKALIS TERORIS MENGHANCURKAN ORANG BODOH DAN MELUMPUHKAN ORANG JENIUS

    DOKTRIN EKSTRIMIS RADIKALIS TERORIS MENGHANCURKAN ORANG BODOH DAN MELUMPUHKAN ORANG JENIUS

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Untuk menjadi ekstrimis radikalis teroris tidak butuh orang orang pinter, hanya berbekal dengan semangat takbir dan semangat jihad serta mengepalkan tangan dengan emosi hujatan kebencian dengan membangun klimaks tempramental serta memusuhi orang Yang tidak sepandangan.serta semangat mengkafirkan semua orang.

    Ruang dan potensi para selebritis yang baru hijrah ditahbiskan menjadi ustadz ustadzah tanpa dasar dengan menugasi mengendorsmen produk produk di setigmakan islami dan syar,i dengan sejumlah iklan iklan uang menampakkan dengan balutan ayat dan hadist Nabi Yang dianggap penguat manfaat dan produk tersebut semisal madu kurma habbatussauda dan lain untuk masalah brand pakaian harus memakai katanya ala Nabi,semisal celana cingkrang gamis dll. Padahal tidak semua di Amini Nabi.
    Sedangkan orang orang bodoh yang tak tahu apa apa di manfaatkan sebagai aneksasi agen agen keras pengebombaman dan hujatan serta pembidahan danitu sangat efektif. Karna otaknnya sudah dicuci mereka yang belum paham Agama ditiupkan ditelinganya dengan tidak akan masuk surga tanpa perang melawan orang kafir dengan kebiadapan jargon. Hidup hanya sekali harus berjuang perang yakin melawan kedhaliman bahkan bila perlu syahid bunuh diri.
    Untuk orang orang pinter dilumpuhkan otaknya dengan cara meyakinkan dengan menjadikanya sebagai ketua dan pemimpin lasykar untuk membebaskan umat dari kebodohan dan kejumudan. Kebodohan Yang di maksud adalah tali rantai nasionalisme negara dan bangsa menuju negara islam kaffah dan khilafah.
    Selain itu orang orang pinter baik dari Akademisi praktisi yang cerdas menjadi tumpul karena derasnya doktrinasi dengan iming-iming kenikmatan sek dan poligami yang dikemas Islami. Bukan hanya itu mereka diajak makar mengkritik dan menyerang pemerintah membabi buta dengan alasa kafir thaghut dan dzolim serta memunculkan distrust terhadap Pancasila lalu membuat provokasi dimana-mana terutama di dunia maya.
    Untuk anak kecil mulai paud TK akan di ajari mars dan nyayi dan semangat jihad dan mengibarkan bendera bendera dari negara timur tengah Yang digambarkan masih kemelut dan belum damai bunga benci pada negara dan bangsa sendiri.
    Fenomena fenomena diatas sepertinya tidak kentara dan terlihat jelas namun konsep pembalutan agama dan pengutamaan simbol dan lambang itu nantinya yang akan menjadikan Islam dhahiran sebagaimana Agama formalitas tanpa substansi yang jelas, yakni toleransi kasihnya sayang dan menghargai sesama akan hilang dan munculan intoleran lalu meletupkan gejala radikalitas.
    Yang paling mengerikan ketika hasil doktrinasi itu telah mengerak membuncah pada hati dan pikiran orang bodoh dan orang pinter serta anak anak kecil Yang polos tanpa siraman rohani dari guru dan masyayih. Maka mereka akan menjadi monster monster pembunuh mengatas-namakan jihad dan surga dan memusuhi orang tuanya yang tidak sama dengan pikirannya. (abdulloh faizin)
  • Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Pada sesi tanya jawab pelatihan perawatan jenazah oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, ada seorang Modin yang bertanya tentang pemulasaraan jenazah Non Muslim karena permintaan keluarga yang kebanyakan Muslim.

    Soal hubungan Muslim dan Non Muslim sudah ada ketentuan. Bila dalam hal ibadah dan akidah maka sudah jelas “Lakum Dinukum Wa Liya Din” (bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Namun bila hubungan interaksi sosial, jual beli, bertetangga, pertemanan dan sebagainya maka boleh sebagaimana Al-Mumtahanah 7.

    Merawat jenazah non muslim ini masuk ke ranah mana? Bagi ulama yang membawa ke ranah sosial tentu membolehkan, seperti yang dijelaskan dalam Fikih Syafi’iyah:

    ﻓﻲ ﻏﺴﻞ اﻟﻜﺎﻓﺮ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺃﻥ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﺩﻓﻨﻪ ﻭاﺗﺒﺎﻉ ﺟﻨﺎﺯﺗﻪ ﻭﻧﻘﻠﻪ اﺑﻦ اﻟﻤﻨﺬﺭ ﻋﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺮﺃﻱ ﻭﺃﺑﻲ ﺛﻮﺭ ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻟﻴﺲ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﻻ ﺩﻓﻨﻪ

    Telah dijelaskan dalam Mazhab Syafi’i bahwa memandikan dan mengafani jenazah orang kafir serta mengantar ke kuburan adalah boleh. Ibnu Munzir mengutipnya dari pengikut rasional dan Abu Tsaur. Sementara menurut Malik dan Ahmad adalah tidak boleh (Al-Majmu’, 5/153). (KH ma’ruf Khozin)

  • BAHTSUL MASAIL KUBRO, LBM NU SOLO JAWAB 8 MASALAH QURBAN

    BAHTSUL MASAIL KUBRO, LBM NU SOLO JAWAB 8 MASALAH QURBAN

    SORBANSANTRI.COM

    Surakarta, wp.sorbansantri.com – Ahad, 20 Juni 2021 – LBM PCNU Surakarta kembali mengadakan Bahtsul Masail Kubro dan Musyawarah Kitab Kubro di Masjid Jami al-Marwah, Debegan, Mojosongo, Surakarta. Acara yang dihadiri ratusan peserta secara Offline dan Online baik dari kalangan Ulama, Habaib dan Masyarakat ini dimulai pukul 19.30 – 23.00 dengan menerapkan Protokol Kesehatan sangat ketat. Acara dimulai dengan pembacaan Maulid Simtut Duror oleh HIPNUSA Surakarta.

    Dalam sambutannya, Ketua LBM NU Surakarta Gus Mustain Nasoha Al Hafidz mengatakan bahwa Semenjak Juli 2019 – Juli 2021, LBM NU Solo telah mengadakan 17 kali Bahtsul Masail Kubro dan 7 kali Musyawarah Kitab Kubro dan telah membahas 73 masalah fiqhiyyah baik Waqiiyah, Maudluiyyah maupun Qonuniyyah.

    Selain Bahtsul Masail dan Musyawarah Kitab Kubro, LBM NU mengadakan Dauroh Ilmiah, Ngaji Kitab Fathul Muin dalam bidang Fiqih, Seminar Nasional, Talk Show Nasional, Tanya Jawab Agama, dan mendirikan LBM di beberapa MWC di Surakarta. Semua jawaban dan hasil kegiatan bisa diakses di Jurnal Ilmiah, NU SOLO TV atau beberapa media, lanjut Kyai Muda dari Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo yang akbrab dipanggil Gus Mustain ini.

    Ketua PCNU Surakarta H. M. Masyhuri, S.E.,M.Si. memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus LBM dan terkhusus kepada Gus Mustain Nasoha yang telah berusaha sebaik-baiknya berkontribusi untuk Nahdlatul Ulama. Beliau berharap LBM semakin maju dan bermanfaat untuk umat.

    Dalam Bahtsul Masail Kubro ke 17 yang diadakan dengan tuan rumah MWC NU Jebres ini LBM menjawab 4 masalah Qurban sesuai soal dan LBM juga menjawab 4 masalah yang ditanyakan oleh Masyarakat, sehingga totalnya 8 masalah, adapun hasilnya sebagai berikut :

    1. Bagaimanakah Hukum memindah Qurban ke daerah lain? Jawabnnya : Ulama beda pendapat : Boleh menurut Qoul Sohih dalam Madzhab Imam Syafii pendapat ini yang diambil LBM, akan tetapi Imam Ali Syabromalisi dan Imam Romli mengatakan tidak boleh jika Qurban wajib ( nadzar ). Akan tetapi jika qurban sunah maka boleh kurang dari kadar yang diwajibkan. Jika ada orang mentransfer uang kepada orang lain diluar daerah kemudian mewakilkan mewakilkan kepada orang tersebut untuk membelikan hewan dan dikurbankan maka boleh secara mutlak. Rujukannya dari Kitab Ianatut Thalibin juz 3 hal 380, Kitab Majmu’ Syarah Muhadzab Juz 8 hal 452, Kitab Kifayatul Akhyar Hal    534, Kitab Hasyiyah Syarwani wa Ibnu Qosim Al Abbadi Juz 9 hal 365
    2. Hukum Qurban Iuran di Sekolah? Jawabannya : Jika diniati Qurban maka tidak sah. Karena secara syariat Sapi maksimal untuk 7 orang dan Kambing/Domba untuk satu orang saja. Rujukannya : Kitab Nihayatul Mughtaj Juz 8 Hal 133, Kitab Hasyiyah Syarwani juz 9 hal 349, Kitab Mughni Mughtaj juz 6 hal 126, Kitab Hasyiyah Qulyubi juz 2 hal 252
    3. Hukum Kulit dan Kepala Qurban untuk upah penyembelih? Jawabannya : Tidak boleh. Walaupun Qurban Sunah. Akan tetapi jika diniatkan sodaqoh kepada penyembelih maka boleh. Rujukannya : Kitab Majmu’ Syarah Muhadzab juz 8 hal 419, Kitab Manhajul Qowim hal 631, Kitab Syarah Bahjah Wardiyah Juz 19 hal 159.
    4. Hukum menjual Kulit dan kepala Hewan Qurban ? Jawabannya : Tidak boleh, Kecuali jika telah diberikan kepada orang Fakir – Miskin maka itu sudah menjadi haknya maka boleh dia dijual. Rujukannya : Kitab Majmuk Syarah Muhadzab juz 8 hal 419 – 420, Kitab Ghurorul Bahiyyah Syarah Bahjah Al Wardiyah juz 5  hal 171, Kitab Al Hawi Al Kabir juz 15 hal 120, Kitab Tuhfatul Mughtaj juz 4 hal 145, Kitab Mughni Mughtaj juz 18 hal 142.
    5. Bagaimanakah Hukum Memberikan Daging Qurban kepada Non Muslim? Jawabanya : Tidak boleh memberikan daging Qurban kepada Non Muslim

    Catatan : 1. Tidak boleh juga bagi Orang Faqir dan Orang Kaya yang menerima bagian Qurban memberikan kepada orang Kafir, 2. Tidak boleh juga bagi orang Faqir menjual bagian qurbannya kepada orang Non Muslim. 3. Pendapat yang mengatakan bahwa Kafir Dzimmi boleh menerima Daging Qurban maka hal ini tidak berlaku di Indonesia. Karena Kafir di Indonesia menurut keputusan Mabahist tidak memenuhi syarat sebagai kafir Dzimmi.  Sebagaimana disebutkan oleh Imam Jalaludin Al Mahalli. SOLUSI : LBM PCNU Surakarta memberi solusi agar orang non muslim di Indonesia tetap bisa mendapatkan daging qurban yaitu dengan cara panitia meminta iuran lebih dari yang diberikan oleh si Mudhohhi dari anggaran uang untuk qurban. Misalnya, orang yang berkurban memberikan tambahan selain harga hewan qurban sebesar Rp. 100.000, 00, lalu kemudian dengan uang tambahan tersebut pihak panitia membelikan daging di pasar dan daging itulah yang diberikan kepada orang non muslim. Pastinya dengan kerelaan dari orang yang berqurban. Rujukannya Kitab Tuhfatul Mughtaj juz 9 hal. 363, Kitab Ianatut Thalibin juz 2 hal 379, Kitab Nihayatul Muhtaj juz 2 hal 217, Hasyiyah Syabrabalisi juz 8 hal 141, Kitab Majmuk Syarah Muhazab juz 8 hal 425, Kitab Tuhfatul Habib juz 4 hal 340, Kitab Kanzur Roghibin juz 1 hal 423, Kitab Hasyiyah Bajuri juz 2 hal 566.

    1. Bagaimanakah Hukum Qurban dengan hutang? Jawabannya: Qurban dengan memakai uang hasil hutang hukumnya boleh. Catatan : Hukum berhutang jika dia yakin tidak mampu membayar maka haram dan Jika dia ragu mampu membayar maka makruh. Rujukannya Kitab Hasyiyah Bujairomi Alal Minhaj juz 8 hal 46, Kitab Hasyiyah Jamal juz 6 hal 219, Kitab Ianatut Thalibin juz 3 hal 48.
    2. Bagaimanakah Quban sekaligus Niat Aqiqah? Jawabannya : Ulama beda pendapat. Menurut Imam Romli diperbolehkan, tapi Tidak diperbolehkan menurut Imam Ibnu Hajar Al Haitami. Rujukannya Kitab Ismadul Ainain hal 93, Kitab Busyrol Karim hal 704, Kitab Hasyiyah Bujairomi ala Syarhil Minhaj juz 4 hal 302, Kitab Hasyiyah Syarwani ala Tuhfatil Mughtaj juz 9 hal 370, Kitab Bughyatul Mustarsyidin hal 548, Kitab Al Fatawa Al Fiqhiyyah Al Kubro 
    3. Hukum Qur’ban untuk orang yang telah meninggal? Jawabannya : Menurut pendapat yang muktamad (dibuat pegangan) bahawa tidak sah berkurban untuk orang yang telah meninggal kecuali ada wasiat darinya sebelum meninggalnya. Sedangkan pendapat muqobil pendapat Ashah hukumnya diperbolehkan walaupun tanpa ada wasiat orang yang telah meninggal. Ini adalah pendapat yang dikukuhkan oleh Imam Rafi’i Asy Syafii, Imam Ibnu Qosim Al Abbadi As Syafii, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Maliki ( Imam Maliki boleh tapi Makruh ). Kebolehan para ulama ini dikarenakan Qurban merupakan bagian dari Sodaqoh, sedangkan sodaqoh untuk orang yang telah meninggal hukumnya diperbolehkan, dan pahalanya bisa sampai kepada yang meninggal. Adapula yang mengatakan diperbolehkan ini alasannya dikarenakan bahwa kematian tidak mencegah sampainya pahala kepada si mayit, sebagaimana menghajikan dan mengirim pahala sodaqoh. Rujukanannya : Kitab Asnal Matalib juz 3 hal 60, Kitab Mughni Mughtaj juz 6 hal 137, Kitab Majmuk Syarah Muhazzab juz 8 hal 406, Kitab Bada’idus Sanai’ juz 5 hal 72, Kitab Mausuah Al Fiqh juz 5 hal 107. (Abi Sorban)
  • HALAL BI HALAL DAN UPGREDING ;PROVOST BANSER MOJOKERTO RAYA

    HALAL BI HALAL DAN UPGREDING ;PROVOST BANSER MOJOKERTO RAYA

    SORBANSANTRI.COM – Untuk mempererat tali silaturrahmi dan belajar barsama tentang Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) antar anggota PROVOST BANSER maka jajaran CPB (Corps Provost Banser) se Mojokerto Raya mengadakan kegiatan HALAL BI HALAL dan UPGREDING di Pondok Pesantren Asy’ Ariyah Jolotundo,Trawas, Mojokerto pada hari minggu (23-5-21) pukul 9 pagi.

    Acara ini di selenggarakan bertujuan untuk bersilaturrahmi antar anggota juga belajar bareng tentang materi tentang tugas dan fungsi seorang Provost sesuai PO (Peraturan Organisasi) yang ada dengan mendatangkan pemateri dari Jajaran Pengurus SATKORWIL Banser Jawa Timur dan Jajaran Pengurus SATKORNAS Banser Pusat.

    SORBANSANTRI.COM
    Saling memaafkan,usai acara Halal bi Halal

    Dalam acara Halal bi Halal ini di ikuti oleh seluruh anggota Provost Banser Mojokerto Raya (Kabupaten dan Kota) tampak hadir juga ketua PCNU mojokerto, ketua PC GP ANSOR Kabupaten Mojokerto dan Kota, Kasatkorcab Banser kabupaten dan kota Mojokerto, Kasatsus Provost Banser Kabupaten dan Kota Mojokerto, ketua MWC NU Trawas, pengasuh Pondok Pesantren ASYAR’IYAH Jolotundo Kyai Mansyur dan seluruh ketua PAC GP ANSOR se Mojokerto raya.

    Sambutan Gus Ali Nasih selaku ketua PC GP ANSOR Kab.Mojokerto mengatakan “Provost Banser adalah jajaran tertinggi dalam ke-Banseran maka apabila menemui suatu hal tentang permasalahan organisasi selesaikanlah secara musyawarah dan agar selalu berkordinasi dengan ketua PC GP ANSOR dan Kasatkorcab terlebih dahulu jangan sampai bertindak dan bergerak sendiri tanpa ada kordinasi dengan yang lainnya” lanjut beliau “Menjadi seorang Provost sebagai penegak Nawa Prasetya Banser harus benar benar paham bagaimana cara mendisiplinkan pasukan dan bagaimana cara mengingatkan ketika bertugas di lapangan agar tidak terjadi diskomunikasi atau kesalah pahaman antara Provost dan pasukan Banser lain yang bukan Provost

    Ketua PCNU MOJOKERTO yang di sampaikan oleh Kyai Adhim,mengatakan “kita dalam menjalankan sebuah organisasi ada tiga pilar yang harus kita pegang, pilar yang pertama adalah kekuatan IDIOLOGI di topang dengan cara doa dan ilmu, yang ke dua kekuatan EKONOMI karena tidak mungkin sebuah organisasi bisa berjalan tanpa adanya perekonomian baik secara pribadi maupun secara kelembagaan, dan pilar yang ketiga ialah kekuatan BUDAYA kita sebagai generasi organisasi ke NU an harus bisa melestarikan budaya dan amaliyah kita jangan sampai hilang dan sirna tergerus oleh factor perubahan jaman di era modern atau hilang terpengaruh oleh orang orang lain” masih menurut kyai Adhim “kita dalam berorganisasi harus saling kerjasama tidak boleh berjalan sendiri sendiri apalagi saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya, kita juga harus siap bila ada yang mengkeritik dari siapapun dalam tanda kutip kritik yang secara membangun demi kemajuan organisasi, di dalam jiwa kerjasama di situlah tersimpan pertolongan ALLAH SWT.

    Di tambahkan oleh Kyai Mansyur dalam Mauidho Hasanah beliau tidak banyak berkata Cuma menceritakan kisah dan teladan seorang panglima perang Diponegoro, maka sebagai seorang BANSER harus bisa meniru dan menteladani seperti beliau, baik di dalam hal semangat berjuangnya dan hal lainnya.

    Tepat pukul 11.00 wib Acara Halal bi Halal selesai dengan di tutup doa oleh KYAI NUR HASAN

    Contributor (HASAN Sorban – NGORO)

  • Merajut kebersamaan MWCNU JETIS beserta LEMBAGA dan BANOM Ziaroh wali jatim

    Merajut kebersamaan MWCNU JETIS beserta LEMBAGA dan BANOM Ziaroh wali jatim

    Sorbansantri.com — setelah pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO di lantik awal bulan maret kemarin, seluruh pengurus MWCNU dan perwakilan BANOM, LEMBAGA, melakukan ziarah ke makam pengurus MWCNU yang telah tiada dan di lanjut ziaroh wali 9 jawa timur pada hari kamis (01/04/2021)

    SORBANSANTRI.COM

    Sekitar 130 jamaah berkumpul di MI FATHUL ULUM desa KUPANG dengan mengendarai 2 bus dan 2 mini bus, jam 14:00 semua kendaraan di berangkatkan

    H. USAIL S.Pd.i selaku ketua tanfidyah MWC NU Jetis menginformasikan bahwa kegiatan ziaroh kali ini di ikuti oleh pengurus dan perwakilan dari LEMBAGA, BANOM seMWCNU JETIS dengan harapan bisa merajut ukhuwah diantara sesama pengurus baik Banom, lembaga beserta jajaran di semua tingkatannya, selain itu kami juga mengharapkan untuk menyamakan misi untuk maju ke depan.

    SORBANSANTRI.COM
    Saat jamaah berziarah

    Beliau juga sempat berkata dengan tegas “perjuangan NU yang tidak lain adalah Li i’laai kalimatillah orep-orep tinggalane poro kyai, berjuang bersama, maju terus, semangat menyongsong 100 tahun Nahdlatul Ulama, maju 1 abad NU semakin bermartabat dan bermanfaat”

    Tak lupa beliau mengucapkan terima kasih kepada bapak2 Pengurus Ranting NU, PAC MUSLIMAT, PAC FATAYAT, PAC GP ANSOR , BANSER, PAC IPNU/IPPNU dan LEMBAGA MWCNU, utamanya Bpk. HADI FATHUR ROHMAN dan Bpk H. EDI IKHWANTO atas peran setianya dlm acara GIAT ZIARAH
    Semoga menjadi wasilah diakuinya panjenengan sedoyo menjadi santyinya para muassis NU dan santrinya mbah Hasyim Asy’ri yg dido’a kan sugih dunyo akhirat, tentrem rumah tanggae, Barokah anak putune dan khusnul khotimah.

    SORBANSANTRI.COM
    H. MASLIHUL AMIN ketua LESBUMI MWCNU JETIS

    H MASLIHUL AMIN selaku ketua LESBUMI MWCNU JETIS menyampaikan pendapatnya ke team sorban “acara ziaroh kali ini menguatkan kembali rasa kebersamaan, persatuan dan ghirroh ke NU an yg semakin tinggi, serta meneladani perjuangan para pendahulu, terutama para wali 9 di tanah jawa khususnya, sehingga kami selaku pengurus MWCNU, BANOM, LEMBAGA tidak pernah mengenal halangan dan rintangan serta maju teros tanpa lelah” kata beliau sambil mengepalkan tangan. (Dikin sorban)

  • PEMBUNUHAN2 ATAS PERINTAH IBN ABDUL WAHAB

    PEMBUNUHAN2 ATAS PERINTAH IBN ABDUL WAHAB

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ibnu Abd Wahab sendiri lahir tahun 1703 M di Najd sebelah timur Madinah sekarang utara Riyadh.
    حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا وكيع عن عكرمة بن عمار عن سالم عن ابن عمر قال خرج رسول الله صلى الله عليه و سلم من بيت عائشة فقال رأس الكفر من ههنا من حيث يطلع قرن الشيطان يعني المشرق
    Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah yg berkata telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Ikrimah bin ‘Ammar dari Salim dari Ibnu Umar yg berkata “Rasulullah keluar dari pintu rumah Aisyah dan berkata “sumber kekafiran datang dari sini dari arah munculnya tanduk setan yaitu timur.
    (HR. Muslim).
    Dalam perjalanan sejarahnya kakak kandung ibnu Abdul Wahab yakni: “Sulaiman bin Abd Wahab mengkritik dan menolak secara panjang lebar tentang pemikiran adik kandungnya tersebut dalam kitab “as sawaiq al ilahiyah fi ar rad al wahabiyah (petir tuhan untuk wahabiyah). Adakah kakak kandung yang “kurang kenal tobi’at adik kandungnya”?
    Ekstremisitas pemikiran Wahabi dipicu oleh pemahaman yg mengacu bunyi harfiah teks al Qur’an maupun Hadits, menjadikan mereka kaum tekstualis, sehingga Wahabiyah sangat anti urf (tradisi), menolak tahlil, maulid Nabi Saw, barzanji, manaqib, dan sebagainya.
    Pemahaman tekstualis ala Wahabi pada akhirnya mengeklusi dan memandang orang² di luar Wahabi sebagai orang kafir dan keluar dari Islam.
    Mereka lupa bahwa keselamatan yg sejati tidak ditunjukkan dengan klaim² Wahabi tersebut, melainkan dengan cara beragama yg ikhlas, tulus dan tunduk sepenuhnya pada Allah Swt.
    Kekuasaan dakwah keagamaan Wahabi ditopang oleh kekuasaan Ibnu Saud (raja Saudi pertama) yg saat itu menjadi penguasa Najd. Ibnu Saud sendiri adalah seorang politikus yg cerdas yg hanya memanfaatkan dukungan Wahabi, demi untuk meraih kepentingan politiknya belaka.
    Ibnu Saud misalnya meminta kompensasi jaminan Ibnu Abdul Wahab agar tidak mengganggu kebiasaannya mengumpulkan upeti tahunan dari penduduk Dir’iyyah.
    Koalisipun dibangun secara permanen untuk meneguhkan keduanya. Jika sebelum bergabung dengan kekuasaan, Ibnu Abdul Wahab telah melakukan kekerasan dengan membid’ahkan dan mengkafirkan orang di luar mereka, maka ketika kekuasaan Ibnu Saud menopangnya, Ibnu Abdul Wahab sontak melakukan kekerasan untuk menghabisi orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.
    Pada tahun 1746 M, koalisi Ibnu Abdul Wahab dan Ibnu Saud memproklamirkan jihad melawan siapapun yg berbeda pemahaman tauhid dengan mereka.
    Mereka tak segan-segan menyerang yg tidak sepaham dengan tuduhan syirik, murtad dan kafir.
    Setiap muslim yg tidak sepaham dengan mereka dianggap murtad, yg oleh karenanya, boleh dan bahkan wajib diperangi.
    Sementara, predikat muslim menurut Wahabi, hanya merujuk secara eklusif pada pengikut Wahabi, sebagaimana dijelaskan dalam *kitab Unwan al Majd fi Tarikh an-Najd*.
    Tahun 1802 M Wahabi menyerang Karbala dan membunuh mayoritas penduduknya yg mereka temui baik di pasar maupun di rumah, termasuk anak² & wanita.
    Tak lama kemudian, yaitu tahun 1805 M Wahabi merebut kota Madinah. Satu tahun berikutnya, Wahabi pun menguasai kota Mekah.
    Di dua kota ini, Wahabi mendudukinya selama 6 tahun. Para ulama dipaksa sumpah setia dalam todongan senjata.
    Pembantaian demi pembantaian pun dimulai. Wahabi pun melakukan penghancuran besar-besaran terhadap bangunan bersejarah dan pekuburan, pembakaran buku-buku selain al Qur’an dan Hadits, pembacaan puisi Barzanji.
    Tercatat dalam sejarah, Wahabi selalu menggunakan jalan kekerasan baik secara doktrinal, kultural maupun sosial.
    Misalnya, dalam penaklukan jazirah Arab hingga tahun 1920-an, lebih dari 400 ribu umat Islam telah dibunuh dan dieksekusi secara publik, termasuk anak² & wanita.
    Ketika berkuasa di Hijaz, Wahabi menyembelih Syaikh Abdullah Zawawi, guru para ulama Madzhab Syafii, meskipun umur beliau sudah 90 tahun. Di sini, setidaknya kita melihat dua hal tipologi Wahabi yg senantiasa memaksakan kehendak pemikirannya.
    Pertama, ketika belum memiliki kekuatan fisik dan militer, Wahabi melakukan kekerasan secara doktrinal dan psikologis dengan menyerang siapapun yg berbeda dengan mereka sebagai murtad, musyrik dan kafir.
    Kedua, setelah mereka memiliki kekuatan fisik dan militer, tuduha² tersebut dilanjutkan dengan kekerasan fisik dan bahkan pembunuhan.
    Ironisnya, Wahabi ini menyebut apa yg dilakukannya sebagai dakwah dan amar maruf nahi mungkar yg menjadi intisari ajaran Islam???
    Membanjirnya buku² Wahabi di Toko Buku akhir-akhir ini, adalah merupakan teror dan jalan kekerasan yg ditempuh kaum Wahabi secara doktrinal, intelektual dan sekaligus psikologis terhadap umat Islam di Indonesia. Wahabi Indonesia yg merasa masih lemah saat ini menilai bahwa cara efektif yg bisa dilakukan adalah dengan membid’ahkan, memurtadkan, memusyrikkan dan mengkafirkan orang yg berada di luar mereka.
    Jumlah mereka yg minoritas hanya memungkinkan mereka untuk melakukan jalan tersebut di tengah² kran “demokrasi” yg dibuka lebar-lebar untuk mereka.
    Saya yakin jika suatu saat nanti kaum Wahabi di negeri ini memiliki kekuasaan yg berlebih dan kekuatan militer di negeri ini, mereka akan mengulang lagi sejarah , menggunakan cara-cara kekerasan dengan pembantaian dan pembunuhan terhadap sesama muslim yg tidak satu paham dengan mereka.
    Tercatat dalam sahih Buhari, Muslim, Rasulullah berdoa :
    “Ya Allah, berikan kami berkat dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: “Dan dari Najd, wahai Rasulullah”, baginda berdoa lagi: “Ya Allah, berikan kami keberkatan dalam negara Syam dan Yaman”, dan pada yg ketiga kalinya baginda bersabda: “Di sana (Najd-Riyadh sekarang) akan ada kegoncangan fitnah, serta di sana akan muncul tanduk syaitan.”. Dalam riwayat lain dinyatakan, dua tanduk syaitan.
    (Tarikh an Najd).
    Ada usaha “pembodohan” tarikh (sejarah) oleh orang² wahabiyah melalui medsos, dengan menisbatkan kelompok Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum disebut Wahbiyyah sebagai Wahabiyyah.
    Padahal Wahbiyah yg dinisbatkan kepada pendirinya yaitu Abdullah bin Wahbi ar-Raasibi (38 H), jika ditulis dengan bahasa Arab huruf Ha’nya tanpa alif dan disukun (اْلوَهْبِيَّةُ) sedangkan Wahhabiyyah jika ditulis dengan bahasa Arab, huruf Ha’nya disambung dengan alif sedangkan yg ditasydid huruf Ha’nya (الوَهَّابِيَّةُ), memiliki perbedaan yg sangat jauh baik sisi penulisan, bacaan, atau pun pada nisbah dan ajarannya.
    Dalam kitab Tarikh Ibnu Khaldun disebutkan :
    “ Dan konon Yazid (khalifah penganti Muawiyyah) telah berhasil menghinakan kaum Khawarij dan menstabilkan kondisi Negara, maka negaranya menjadi tenang penuh hari-hari tentram dan suka di dalam ketenangan Abdul Wahhab bin Rustum yg termasuk kalangan Wahbiyyah “
    Dan dalam buku seorang sejarawan asal Prancis yang juga dijadikan hujjah oleh kaum Wahhabi dalam memanipulasi istilah Wahbiyyah ini yaitu Al-FIrak Fii Syimal Afriqiya, yg ditulis oleh Al Faradbil (1945 M) menyebutkan sebagai berikut :
    “ Dan sungguh mereka dsebut Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, sebagai pimpinan Khawarij ”
    Dari sini jelas bahwa Wahbiyyah atau Wahbiyyin nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar Rasibi yg juga ajarannya diikuti oleh Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, maka Wahbiyyah bukan dinisbatkan kepada Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum ini melainkan nisbat kepada Abdullah bin Wahb ar-Rasibi dan kelompoknya disebut Wahbiyyah bukan Wahhabiyyah…
    والله اعلم (abi sorban)