Kategori: Kajian

kegiatan atau program yang bertujuan untuk mendalami dan memahami ajaran Islam secara lebih mendalam. Kajian Islam sering kali dilakukan dalam bentuk diskusi, pelatihan, seminar, atau ceramah yang dipimpin oleh ulama, cendekiawan Islam, atau tokoh agama lainnya. Materi kajian Islam dapat mencakup berbagai topik, seperti tafsir Al-Quran, hadis, fiqih, akhlak, sejarah Islam, dan pemikiran-pemikiran Islam kontemporer. Tujuan dari kajian Islam adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keimanan umat Islam serta memberikan pandangan yang lebih luas tentang ajaran dan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan modern.

  • Cara Mencitai Allah SWT

    Cara Mencitai Allah SWT

    InfokomBanserNU- Mencintai Allah SWT adalah menjadikan Allah SWT dan segala perintahnya sebagai prioritas utama dalam segala wujud kehidupan sehari-hari. Cinta kepada Allah SWT adalah cinta pada level tertinggi, mengalahkan segala bentuk cinta kepada manusia, termasuk kepada orang tua, istri, anak-anak, harta benda dan semuanya.

    Jangankan menjadikan yang selain Allah SWT itu lebih tinggi derajatnya dengan cinta kepada Allah, bahkan bila hanya sama dan sederajat saja, sudah dikatakan zalim oleh Allah.

    Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya. QS. Al-Baqarah: 165)

    Apalagi bila menjadikan semua itu lebih kita cintai dari Allah, tentu lebih parah lagi. Allah menyebut mereka yang mencintai selain dirinya dengan tingkat kecintaan yang lebih tinggi dari mencintai Allah, mereka adalah orang fasiq.

    Katakanlah, “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah: 24)

    Tata Cara Mencintai Allah

    Cara mencintai Allah tentu harus sesuai dengan cara yang ditentukan Allah SWT. Bukan dengan cara mengarang-ngarang sendiri, apalagi menciptakan sendiri ritual-ritual aneh yang tidak ada dasarnya dari Allah SWT.

    Dan bentuk mencintai Allah SWT yang paling tepat adalah dengan cara mengikuti petunjuk dari Rasulullah SAW. Sebab beliau adalah petugas resmi yang diutus Allah SWT kepada umat manusia untuk mengajarkan bagaimana cara mewujudkan bentuk real sebuah cinta kepada-Nya.

    Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS.Ali Imran: 31)

    Apapun realisasi rasa cinta seseorang kepada Allah SWT, tetapi kalau sampai bertentangan dengan apa yang telah Rasulullah SAW ajarkan, maka pengungkapan bentuk cinta itu justru tertolak, bahkan malah melahirkan laknat dan siksa dari Allah.

    Sebab kedudukan Rasulullah SAW adalah sebagai utusan resmi satu-satunya dari Allah kepada seluruh manusia, bahkan kepada seluruh makhluk hidup yang ada. Maka apa pun yang beliau sampaikan, wajib kita ikuti dengan sepenuh hati. Sebaliknya, apapun yang dilaranganya, tentu saja wajib kita jauhi dari diri kita. Penegasan pernyataan ini disampaikan Allah langsung di dalam Al-Quran Al-Kariem.

    Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS. Al-Hasyr: 7)

    Ibnu Qayyim Al-Jauziyah pernah menggambarkan sebuah pengibaratan tentang bentuk cinta kepada Allah. Beliau berkata bahwa cinta kepada Allah itu ibarat pohon dalam hati, akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya, batangnya adalah mengenal nama dan sifat Allah, rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya, daunnya adalah rasa malu terhadap-Nya, buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya Dan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Kapanpun jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. (Raudlatul Muhibin, 409, Darush Shofa).

    Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.

  • KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    KEUTAMAAN SHOLAWAT FATIH YANG DISEBUTKAN DIKITAB-KITAB

    InfokomBanserNU- Membaca Sholawat Fatih 1 kali dihadiahkan kepada ahli qubur dengan niat supaya ditebus dimerdekakan dari neraka (fida’/’ataqoh), maka dimerdekakannya seketika
    (al-Yaqutah, hal.: 61).

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) semua bacaan tasbih, zikir, do’a yang terjadi di alam
    (Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Apabila semua bacaan zikir, shighot sholawat, dan do’a satu per satu masing-masing dari semuanya bila setiap harinya dibaca 100 000 kali selama 100.000 tahun, dan pahala semuanya dikumpulkan menjadi satu, maka tidak bisa menyamai pahala Sholawat Fatih 1 kali
    (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 70).

    SORBANSANTRI.COM

    Membaca Sholawat Fatih 1 kali menyamai (mendapat pahala sama dengan) 600.000 kali lipat sholawatnya semua malaikat, manusia, dan jin sejak alam diciptakan hingga hari membacanya ditambah 400 perang Sabilillah
    (al-Yaqutah, hal. 59, dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271, dan Jawahir al-Ma’ani, jilid I, hal. 114).

    Jika diumpamakan ada 100.000 umat, pada setiap umat terdapat 100.000 kabilah (suku), setiap kabilah 100.000 orang masing-masing hidup 100.000 tahun setiap harinya membaca sholawat kepada Nabi saw. selain Sholawat Fatih, dan semua pahalanya selama 100.000 tahun itu dikumpulkan, maka tidak akan bisa menyamai Sholawat Fatih satu kali (Jawahir al- Ma’ani, jilid I, hal. 117).

    Mendapat pahalanya semua bacaan tasbih, zikir, solawat, do’a semua makhluk, manusia, malaikat, dan jin dengan dilipatkan 6000 kali (Jawahir al-Ma’ani dan Bughyah al-Mustafid, hal. 271).

    Apabila ada wali al-‘arif billah berumur satu juta tahun yang tidak membaca Sholawat Fatih, maka orang awam membaca sholawat Fatih 10 kali lebih banyak pahalanya dari pada wali tersebut (Khulashoh al-Wafiyah, hal. 69 dan Bughyah
    al Mustafid, hal. 270).

    Wallahu a’lamu bisshowabi…

    Demikianlah, di antara keutamaan Sholawat Fatih, dan masih lebih banyak yang tidak mampu disebutkan, yang lebih tidak mampu dijangkau angan-angan karena luasnya fadhol Allah ta’aala.

    Semoga manfaat

  • Hukum Membakar Kemenyan atau Dupa

    Hukum Membakar Kemenyan atau Dupa

    Dalam sebuah majelis dzikir ataupun majelis Maulid terkadang ada tradisi pembakaran dupa (bukhur). Tradisi ini bukan sesuatu yang tanpa dasar, inilah penjelasannya :
    Imam Nawawi mensyarahi hadits di atas sebagai berikut:
    ﺍﻻﺳﺘﺠﻤﺎﺭ ﻫﻨﺎ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﻄﻴﺐ ﻭﺍﻟﺘﺒﺨﺮ ﺑﻪ ﻭﻫﻮ ﻣﺄﺧﻮﺫ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺠﻤﺮ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺒﺨﻮﺭ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻷﻟﻮﺓ ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻻﺻﻤﻌﻲ ﻭﺃﺑﻮ ﻋﺒﻴﺪ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﻭﺍﻟﻐﺮﻳﺐ ﻫﻲ ﺍﻟﻌﻮﺩ ﻳﺘﺒﺨﺮ ﺑﻪ
    Yang di maksud dengan istijmar di sini ialah memakai wewangian dan berbukhur “berdupa” dengannya. Lafadz istijmar itu diambil dari kalimat al-majmar yang bermakna al-bukhur “dupa” adapun Uluwah itu menurut Al Ashmu’i dan Abu Ubaid dan seluruh pakar bahasa arab bermakna kayu dupa yang di buat dupa.
    (Syarh Nawawi ala Muslim: 15/10. )
    Di tambah pula komentar oleh Imam Nawawi tentang hadits tersebut:
    ﻭﻳﺘﺎﻛﺪ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺑﻪ ﻟﻠﺮﺟﺎﻝ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻭﺍﻟﻌﻴﺪ ﻭﻋﻨﺪ ﺣﻀﻮﺭ ﻣﺠﺎﻣﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻣﺠﺎﻟﺲ ﺃﻟﺬﻛﺮ ﻭﺍﻟﻌﻠﻢ
    Dan sangat kuat kesunahan memakai wewangian (termasuk istijmar) bagi laki-laki pada hari jumat dan hari raya, dan saat menghadiri perkumpulan kaum muslimin dan majlis dzikir dan majlis ilmu.
    (Syarah Nawawi ala Muslim: 15/10)
    Membakar dupa saat majlis dzikir, atau majlis pengajian itu juga dicontohkan oleh Imam Malik RA, seperti yang dijelaskan dalam biografi Imam Malik yang ditulis di belakang kitab Tanwirul Hawalik Syarah Muwattha’ malik imam Suyuthi Juz 3 no 166, yang artinya sebagai berikut :
    “Mutrif berkata: ketika orang-orang mendatangi kediaman Imam Malik, maka mereka disambut oleh pelayan wanita beliau yang masih kecil dan berkata kepada mereka, “Imam Malik bertanya apakah anda semua mau bertanya tentang hadits atau masalah keagamaan?
    Jika mereka menjawab “masalah keagamaan” maka imam malik akan keluar kamar dan berfatwa, jika mereka menjawab “hadits” maka beliau mempersilahkan mereka untuk duduk, kemudian beliau mandi, memakai minyak wangi, memakai pakaian yang bagus, memakai sorban, dan beliau memakai selendang panjang di atas kepalanya. Kemudian di hadapan beliau di letakkan mimbar (dampar) dan setelah itu beliau keluar menemui mereka dengan khusu’ lalu di bakarlah dupa hingga selesai dari menyampaikan hadits Rasulullah SAW”.
    Tambahan dari kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab juz 5, halaman 160
    ﻗﺎﻝ ﺑﻌﺾ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺒﺨﺮ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻣﻦ ﺣﻴﻦ ﻳﻤﻮﺕ ﻻﻧﻪ ﺭﺑﻤﺎ ﻇﻬﺮ ﻣﻨﻪ ﺷﺊ ﻓﻴﻐﻠﺒﻪ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟﺒﺨﻮﺭ
    “Sahabat-sahabat kita (dari Imam Syafi’i) berkata: “Sesungguhnya disunnahkan membakar dupa di dekat mayyit karena terkadang ada sesuatu yang muncul maka bau kemenyan tersebut bisa mengalahkan menghalanginya.”

    SenimanNU #Kemenyan #Dupa #Bukhur #Wewangian #Ikhtilafiyah #Aswaja #Ahlussunnahwaljamaah #IslamNusantara #Nahdliyin

  • HUKUM BERBAKTI PADA KEDUA ORANG TUA YANG NON MUSLIM

    HUKUM BERBAKTI PADA KEDUA ORANG TUA YANG NON MUSLIM

    wp.sorbansantri.com – Berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) hukumnya fardhu ain sekalipun keduanya non muslim.

    • Kitab Al-Mausu’ah Fiqhiyyah :

    الْبِرُّ بِالْوَالِدَيْنِ فَرْضُ عَيْنٍ كَمَا سَبَقَ بَيَانُهُ، وَلاَ يَخْتَصُّ بِكَوْنِهِمَا مُسْلِمَيْنِ، بَل حَتَّى لَوْ كَانَا كَافِرَيْنِ يَجِبُ بِرُّهُمَا وَالإِْحْسَانُ إِلَيْهِمَا مَا لَمْ يَأْمُرَا ابْنَهُمَا بِشِرْكٍ أَوِ ارْتِكَابِ مَعْصِيَةٍ. قَال تَعَالَى: {لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ}

    Birrul walidain hukumnya fardhu ain sebagaimana penjelasan sebelumnya, dan tidak khusus kedua orang tuanya muslim tetapi walaupun keduanya kafir juga wajib biruul walidain selama tidak memerintahkan kepada kemusyrikan atau melakukan kemaksiyatan. Allah ta’ala berfirman : “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah : 8).

    • Kitab Al-Fawakihud Dawani (8/126) :

    ( ومن الفرائض ) العينية على كل مكلف ( بر الوالدين ) أي الإحسان إليهما ( ولو كانا فاسقين ) بغير الشرك بل ( وإن كانا مشركين ) للآيات الدالة على العموم ، والحقوق لا تسقط بالفسق ولا بالمخالفة في الدين ، فيجب على الولد المسلم أن يوصل أباه الكافر إلى كنيسته إن طلب منه ذلك وعجز عن الوصول بنفسه لنحو عمى كما قاله ابن قاسم ، كما يجب عليه أن يدفع لهما ما ينفقانه في أعيادهما لا ما يصرفانه في نحو الكنيسة أو يدفعانه للقسيس .

    Termasuk fardhu ain atas mukallaf adalah birrul walidain, walaupun keduanya fasik maupun musyrik karena adanya ayat yang menunjukkan atas keumumannya. Dan hak-hak tidak bisa gugur sebab kefasikan, tidak pula sebab menyelisihi agama. Jadi wajib bagi anak yang islam mengantarkan orang tuanya yang kafir sampai ke gereja jika orang tuanya memerintahkannya sebab kesulitan untuk sampai kesana dengan dirinya sendiri misalnya karena buta sebagaimana penjelasan Ibnu qosim. Dan sebagaimana wajib bagi anak yang muslim memberikan kepada kedua orang tuanya, apa yang di nafkahkan untuk keduanya dalam hari raya, tidak wajib memberikan harta yang digunakan oleh orang tuanya untuk gereja atau untuk diberikan kepada pendeta.

    • Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an :

    السابعة : لا يختص بر الوالدين بأن يكونا مسلمين ، بل إن كانا كافرين يبرهما ويحسن إليهما إذا كان لهما عهد ; قال الله – تعالى – : لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين ولم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم . وفي صحيح البخاري عن أسماء قالت : قدمت أمي وهي مشركة في عهد قريش ومدتهم إذ عاهدوا النبي – صلى الله عليه وسلم – مع أبيها ، فاستفتيت النبي – صلى الله عليه وسلم – فقلت : إن أمي قدمت وهي راغبة أفأصلها ؟ قال : نعم صلي أمك . وروي أيضا عن أسماء قالت : أتتني أمي راغبة في عهد النبي – صلى الله عليه وسلم – فسألت النبي – صلى الله عليه وسلم – أأصلها ؟ قال : نعم . قال ابن عيينة : فأنزل الله – عز وجل – فيها : لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم في الدين الأول معلق والثاني مسند .

    Wallohu a’lam. (abi sorban)

  • Mazhab Saya Adalah Mazhab Rasulullah, Bukan 4 Mazhab

    Mazhab Saya Adalah Mazhab Rasulullah, Bukan 4 Mazhab

    wp.sorbansantri.com – Kalimat ini sering kita dengar dari orang-orang yang tidak mengerti Mazhab dan bisa meracuni pemikiran orang lain tentang Mazhab, seolah Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali bukanlah Mazhab yang sama seperti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
    Ayat seputar hukum Islam ada sekitar 500 ayat dalam Al-Qur’an. Jumlah hadis sahih menurut Imam al-Bukhari sebanyak 100.000 hadis. Karena ini hari Jumat kita pelajari 2 hadis berikut:
    ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗﺎﻝ: «ﻏﺴﻞ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻭاﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺤﺘﻠﻢ». ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺴﺒﻌﺔ
    Dari Abu Sa’id Al Khudri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Mandi Jumat adalah WAJIB bagi setiap orang yang dewasa” (HR Sab’ah)
    ﻭﻋﻦ ﺳﻤﺮﺓ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﻦ ﺗﻮﺿﺄ ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﺒﻬﺎ ﻭﻧﻌﻤﺖ, ﻭﻣﻦ اﻏﺘﺴﻞ ﻓﺎﻟﻐﺴﻞ ﺃﻓﻀﻞ». ﺭﻭاﻩ اﻟﺨﻤﺴﺔ, ﻭﺣﺴﻨﻪ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ
    Dari Samurah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa wudhu’ di hari Jumat maka sudah baik. Barangsiapa yang mandi maka mandi lebih utama” (HR Al-Khamsah dan dinilai Hasan oleh At-Tirmidzi)
    Soal mandi Jumat, hadis pertama mengatakan wajib, dan hadis kedua mengatakan sunah. Manakah yang tepat hukum mandi Jumat dalam Mazhab Nabi?
    Contoh lain, dalam Al-Quran jual beli adalah halal. Dalam penjelasan banyak hadis, jual beli terdiri dari benda yang bisa diserahterimakan. Saat ini ada jual beli yang tidak terlihat dan serah terima kadang menunggu trouble selesai, yaitu jual beli pulsa, jual beli kuota internet dan sebagainya. Bagaimana menurut ‘Mazhab Nabi’ menjawab masalah ini? Kalau jawab ‘boleh’, kapan Nabi pernah jual beli barang yang tidak terlihat? Subhanallah, jangan pernah menurunkan posisi derajat Rasulullah ke tingkat ijtihad khilafiyah. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah sumber hukum Islam setelah Al-Qur’an. (kh. Ma’ruf Khozin)
  • Jenazah Disalatkan Dari Dalam Ambulance

    Jenazah Disalatkan Dari Dalam Ambulance

    wp.sorbansantri.com –  Ada fenomena baru dalam salat jenazah di masa pandemi ini. Untuk menghindari penyebaran virus serta tetap menjalankan Fardhu Kifayah menyalatkan jenazah maka dilakukan dengan cara jenazahnya berada di dalam ambulance dan disalatkan dari luar mobil.

    Keputusan ini ditetapkan dalam Bahtsul Masail PCNU Blitar, seperti yang dirilis di FB Ustadzana Gus

    Ali Romzi

    :

    ﻟﻮ ﻭﺿﻊ اﻟﻤﻴﺖ ﻓﻲ ﺑﻴﺖ ﻣﻘﻔﻞ ﻭﺻﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺟﺎﺯ ﻛﻤﺎ ﺗﺠﻮﺯ اﻟﺼﻼﺓ ﺑﻌﺪ اﻟﺪﻓﻦ …. ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻟﻮ ﻭﺿﻊ اﻟﻤﻴﺖ ﻓﻲ ﺗﺎﺑﻮﺕ ﻣﻘﻔﻞ
    Jika mayit diletakkan di dalam rumah yang dikunci dan disalatkan maka boleh sebagaimana boleh disalatkan setelah dimakamkan, demikian pula jika mayit diletakkan di dalam peti yang dikunci (Syekh Syaubari, Hamisy Asna Al-Mathalib 1/317). (kh. ma’ruf khozin)
  • HIKMAH CINTA AULIYA DAN ULAMA

    HIKMAH CINTA AULIYA DAN ULAMA

    wp.sorbansantri.com – Bagi kita yg tak pernah tahu bagaimana rupa Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam cukuplah berkumpul dan menatap para auliya atau ulama.
    Imam Hasan Al Basri berkata:
    Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Basri
    “wahai Imam hasan katakan amalan apa yg bisa membuat aku dekat dengan Allah dan menyelamatkan diriku ditempat terbaik di yaumil akhir (jannah) dan imam Hasan menjawab “cintailah para auliya atau ulama (orang yg dekat dgn Allah) dan berharap ketika Allah menatap hati para kekasihnya itu dan disana tertulis namamu, dan itu akan membuat Allah membiarkan engkau bersama mereka di tempat terbaik Nya” In syaa Allah, Aamiin… (Majlis Sema’an Al Qur’an Wa Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab)
  • BAB AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

    BAB AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH

    wp.sorbansantri.com – Kita sering mendengar kta Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja) tp tak jarang tdk mengerti apa artinya..

    Mari kita bahas perkataan ttg Aswaja.

    1. Ahlu: keluarga, golongan atau pengikut.
    2. Sunnah: sesuatu yang bersumber dari Rasulullah baik ucapan, tindakan maupun pengakuan dari Rasulullah.

    Knp kita hrs berpegang teguh pada alquran dan AS sunnah… Inilah jawabannya:

    لقد تركت فيكم امرين لن تضلوا ما ان تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله (رواه مالك)

    ” Sesungguhnya aku telah tinggalkan 2 perkara utkmu kamu tdk akan sesat selama kamu semua berpegang teguh kepada keduanya yakni al Quran dan AS sunnah”

    1. WA: huruf athof yg py makna ma’iyah atau yg biasa disebut wawu ma’iyah yg artinya beserta atau bersama.
    2. Al jama’ah: kumpulan atau kelompok para sahabat nabi, tabi’in dan tabi’in tabi’in.

    Kenapa kita hrs berkelompok atau berjamaah.. Tentu dalil ini sbg jwbn orang2 yg koar2 g usah NU²an yg penting Islam

    Sabda Nabi:

    من اراد بحبوحة الجنة فيلزم الجماعة (رواه الترمذي)

    ” Barangsiapa yg ingin mendapatkan kehidupan yg Damai di surfa, maka hendaklah ia mengikuti al jamaah (kelompok yg menjaga kebersamaan dan menebar kasih sayang)”.

    Jadi bila digabung semuanya maka Aswaja artinya adalah orang² atau golongan yang selalu setia mengikuti & berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW sbgmn yg dipraktekkan, di laksanakan dan diajarin para sahabat, para tabi’in dan tabi’it tabi’in.

     

    Aswaja itu dalam hal aqidah, fiqih dan tasawuf mengikuti ulama salaf yakni salafussalih bukan ulama selfi apalagi ulama saleb.

     

    NU didirikan oleh para ulama atau kyai yang basicnya adalah jebolan pondok pesantren. Pondok Pesantren adalah tradisi warisan wali 9 dan tradisi wali 9 adalah tradisi ahlusSunnah waljamaah.

     

    Jadi jagan heran bila NU itu sangat menghormati tradisi/kearifan lokal negeri ini, krn NU menganggap bahwa adat/tradisi suatu negeri sbg ciri khas /pengenal sebuah negeri.

     

    Faham Aswaja yg di motori oleh NU dan Muhammadiyah pada awalnya adalah menangkal masuknya gerakan pembaharuan dalam Islam yg tak segan2 mengatakan musyrik, bid’ah sesat pd tradisi kita dan tidak segan² pl mengkafirkan orang yang tidak sepaham dengan golongannya..

     

    Siapa mereka…???

    Jawabnya Wahabi…

    Faham Wahabi sebelum lahirnya NU dan MD sangat mempengaruhi kehidupan bangsa ini, faham tersebut didengungkan oleh pendiri SI (syarikat Islam) yaitu HOS Cokroaminoto dg dibantu oleh leluhur salah satu gubernur di negeri ini.

     

    Kalau orang benci NU atau MD serta memiliki ciri2 anti adat budaya negeri ini serta mudah mengkafirkan orang lain maka dpt dipastikan org, golongan atau kelompok trsbt adalah Wahabi atau Wahabi KW.. Yang sedang berkamuflase…

    Org yg peduli dg NU dan mau mengurusi NU maka akan dianggap santrinya mbah Hasyim dan akn didoakan supaya bs masuk syurga..

    Klo yg doain itu waliyullah… Knp kita tdk bersemangat utk berjuang melalui panji NU…???? (abi sorban)

    Siapa kita???

    Aswaja

    Pancasila???

    Jaya

    NKRI???

    Harga mati

  • Cinta dan Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW Mengalahkan Segalanya

    Cinta dan Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW Mengalahkan Segalanya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Disaat Rasulullah SAW duduk dengan para sahabat dimasjid tiba-tiba datanglah seorang yahudi yg langsung menghampirinya, dan menarik sorban  beliau hingga Nabi SAW tercekik, lalu dikendorkan agar Nabi SAW dapat berbicara..hal tersebut dilakukan yahudi  didepan para sahabat. 

    Lalu Nabi SAW berkata ; 

    “ada apa wahai yahudi? 

    yahudi bersuara keras dengan mengatakan ;

    “anda harus membayar pinjaman yg anda pinjam dari saya wahai muhammad ..

    Nabi SAW  menjawab; “bukankah belum waktunya dan kesepakatannya masih beberapa minggu saya membayarnya ?..tetapi yahudi tetap memaksa harus dibayar saat itu juga. 

    Kemudian Umar bin khathab ra berkata ; “yaa Rasulullah izinkan saya menebas leher yahudi ini..

    Lalu Nabi SAW berkata ; “diamlah sebentar wahai Umar dan pergilah ke baitul’maal dan ambillah 20 sak kurma untuk membayar hutang yahudi ini, dan tambahkan 20 sak lagi untuknya wahai Umar..”

    Lalu Umar berkata ; “yaa Rasulullah 20 sak untuk membayar hutang yahudi ini dan yg 20 sak lagi untuk apa anda berikan kepadanya..?

    Nabi  SAW berkata; ” 20 sak untuk membayar hutang yahudi ini dan 20 sak lagi untuk membayar karena kau telah menakuti yahudi ini karena ingin menebas leher yahudi ini.. 

    Nabi  SAW tidak  menghukum yahudi itu,tetapi menghukum Umar r.a, karena menakutinya dengan membayar dengan 20 sak..kemudian Umar pergi dan memberikan 20 sak pertama kepada yahudi,dan ketika ingin memberikan 20 sak lagi yahudi tersebut menolaknya dan menyuruh Umar meletakannya..namun Umar mengatakan ini adalah perintah Nabi SAW

    Lalu yahudi itu berkata ; 

    “Tidak perlu wahai Umar, ketahuilah sebenarnya aku datang bukan tujuan menagih hutang yg belum waktunya dan tidak mungkin aku berani datang ke Nabi kalian dan mencekiknya didepan kalian itu berarti aku sama saja  menyerahkan nyawaku.. dan aku datang untuk membuktikan yg mana semua ciri2 Nabi kalian dan prilakunya yg sudah tertera dikitab kami semua ada padanya..”

    “Dan hanya satu yg belum aku buktikan yaitu tentang rasa kasih sayangnya,dan hari ini aku membuktikan bahwa rasa kasih sayangnya beliau telah mengalahkan emosinya.. maka aku ucapkan dihadapanmu wahai Umar ‘Asyhadu an laa ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah.. “

    Rasa sayangnya Nabi SAW telah membuat seorang yahudi beriman kepadanya..dan akhlak mulia beliau telah mengalahkan segalanya….Masyaa Allah. (abi-sorban)

     اللهم صل على سيدنا محمد و على آله وصحبه  وسلم

  • Perantara Cinta

    Perantara Cinta

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Beruntunglah jiwa yang mencintai Yang Maha sempurna.., Allah.., hadirin hadirat telah Allah jadikan alam semesta ini sedikit mengenalkan keindahan Allah kepada kita, mengenalkan kesempurnaan Allah, mengundang kecintaan kita kepada Allah, menghantarkan kerinduan kita kepada Allah.
    Jadilah setiap nafas kita menghantarkan kita kepada keindahan Allah, Allah menciptakan suatu makhluk yang juga menghantar kita kepada mahabbatullah yaitu Sayyidina Muhammad saw yang dengan melihat wajah beliau saw sampailah kita kepada khusyu, yang dengan mengikuti gerak-gerik dan tuntunan beliau saw sampailah kita kepada kesempurnaan iman.

    Hadirin-hadirat, (beliau saw adalah) manusia yang sempurna diciptakan oleh Allah sebagai lambang kesempurnaan Allah, untuk menghantarkan kita kepada kecintaan kepada Allah, untuk menghantarkan kita kepada kerinduan kepada Allah, Allah jadikan alam semesta ini cermin dan lambang keindahanNya, dan Allah jadikan satu makhluk yang paling cepat menghantar kita kepada keridhaan Allah Sayyidina Muhammad saw.

    Namun Masih muncul pertanyaan : “seandainya kita bisa cinta kepada Allah dengan ingat kepada Nabi Muhammad saw hati-hati itu syirik”. Padahal jika kita melihat bulan purnama lalu kita rindu kepada Allah, jadilah bulan purnama itu yang menjadi perantara antara cinta kita dengan Allah, Ketika kita melihat kenikmatan yang datang kepada kita barangkali berupa anak keturunan atau berupa harta atau berupa kedudukan atau berupa hal-hal yang bersifat duniawi bila itu menghantarkan cinta kita kepada Allah jadilah ia perantara menuju kecintaan kita kepada Allah. Demikian Allah jadikan sedemikian banyak perantara di alam semesta untuk menghantarkan kita kehadiratNya , dan Allah ciptakan perantara yang terindah kepada Allah (adalah) Sayyidina Muhammad saw.

    Sebagaimana diriwayatkan didalam Shahihain Bukhari dan Muslim ketika Rasul saw Mi’raj kelangit dan malaikat menjawab “wani’malmajii’u jaa’………………..”, setiap malaikat itu berkata : “semulia-mulia yang datang telah datang”, ucapan ini disetiap langit sampai ke langit yang ketujuh. Disambut dan dimuliakan oleh penduduk langit daripada para malaikat . Tentunya disambut dan dicintai oleh jiwa mukminin-mukminat dan para Nabi karena beliau juga teriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika malam Isra’ wal Mi’raj disambut oleh para Nabi. Mereka memuji Sang Nabi “Marhaban Yaa Akhi Shalih wa waladun shalih………..” disambut oleh Nabi Adam as “selamat datang wahai saudaraku yang shaleh, wahai anakku yang shaleh”. Demikian para Nabi terus menyambut beliau saw hingga semua Nabi diperintah oleh Allah menyambut Rasulullah Muhammad saw, beruntunglah jiwa yang mencintai Nabi Muhammad saw karena cinta kita kepada Sang Nabi, lambang cinta kita kepada Allah.

    Diriwayatkan didalam buku yang paling Shahih yaitu Shahih Bukhari. Para sahabat mengambil tangan Rasul dan mereka mengusapkannya diwajah mereka, semulia-mulia tangan dan semulia-mulia wajah yang disentuh oleh telapak tangan Sang Nabi. Kenapa mereka berbuat demikian? Apakah mereka tidak mengenal tauhid? Apakah mereka keterlaluan dalam islam? Sungguh mereka yang lebih memahami tauhid karena mereka murid-murid Rasulullah saw. Seandainya ini mungkar maka Rasul akan mengatakan mungkar jangan kalian perbuat sekali lagi hal seperti ini. Dan Rasul berdiam memahami cinta dari para sahabat, cinta mereka untuk mengusapkan wajah mereka dengan tangan Nabi saw. Maka berkata perawi hadits ini “kuambil pula tangan Sang Nabi dan ketika ku genggam tangannya lebih dingin daripada salju dan lebih wangi daripada misk”.

    Hadirin-hadirat kita lihat kenapa Allah swt membuat sempurna Sang Nabi demikian hal. Tidak ada manusia yang keringatnya dibikin wangi oleh Allah terkecuali Nabi Muhammad saw, kita bertanya kenapa wahai Allah Kau perbuat seperti ini? Sehingga para sahabat menyaksikan didalam riwayat mutawatir bahkan diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa tangan beliau lebih wangi dan kulit beliau lebih wangi dari bau minyak misk. Minyak misk adalah minyak wangi termahal didunia, menunjukkan hadirin-hadirat Allah sudah mewangikan tubuh Sang Nabi ketika beliau saw lahir.

    dan sungguh Rasul saw bersabda “bershalawatlah kalian dimanapun kalian berada, sungguh shalawat kalian disampaikan kepadaku saw”. Demikian hadirin-hadirat yang dimuliakan Allah, majelis mulia kita di malam mulia ini tentunya dipenuhi pembahasan agar kita lebih mengenal idola kita Nabi kita Muhammad Rasulullah saw. (abi sorban)