Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Setelah Pesantren Berubah Wajah Dari NU ke Wahabi

    Setelah Pesantren Berubah Wajah Dari NU ke Wahabi

    SORBANSANTRI.COM
    ilustrasi

    cyberaswaja.online– Berbagai studi tentang pesantren menunjukkan, meski pelan pesantren senantiasa mengalami perubahan. Namun karena sangat pelan, perubahan-perubahan itu baru bisa dikenali melalui waktu yang panjang. Dalam ilmu sejarah hal demikian dikenal sebagai longe-durée, yaitu sejarah jangka panjang terkait dengan perubahan struktural yang lambat sekali. Di sini diperlukan ketelitian dan ketelatenan dalam mengikuti denyut-denyut kecil perubahan itu.

    Perubahan di pesantren senantiasa dikaitkan dengan figur kiai. Dalam studinya, Manfred Ziemek (1983) misalnya, membuktikan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berpengaruh penting bagi perubahan sosial masyarakat desa. Demikian juga dengan Hiroko Horikoshi (1987). Ia menyoroti peran kiai sebagai aktor penting dalam perubahan sosial.

    Menurutnya, kiai berperan penting sebagai penyaring informasi untuk memacu perubahan pesantren dan masyarakat sekitarnya. Kiai juga bertindak sebagai mediator dan cultural broker (makelar budaya).

    Meski peneliti-peneliti tersebut berhasil membuktikan perubahan-perubahan di pesantren dan peran kiai dalam proses perubahan itu, namun perubahan itu tetap dalam konteks pengembangan peran pesantren. Aspek-aspek ideologis pesantren masih tetap dalam bingkai kulturalnya.

    Namun, dalam waktu yang panjang, perubahan dalam pesantren tidak selalu menuju ke arah yang dikehendaki. Ada perubahan-perubahan menuju ke arah yang mengkhawatirkan, yaitu metamorfosis sejumlah pesantren menjadi kekuatan wahabisme. Hal ini diamati secara cermat dalam desertasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang ditulis M. Suparta, sekarang menjabat sebagai Irjen Depag RI. Desertasi ini diujikan pada akhir Agustus tahun 2008.

    Studi tentang perubahan orientasi pesantren ini mengambil fokus dua pesantren, yaitu Maskumambang Gresik dan al-Fatah Magetan. Desertasi yang diujikan pada 20/9/08 itu memperlihatkan bahwa perubahan orientasi keilmuan kiai mempunyai pengaruh besar untuk mengubah wajah pesantren yang pada gilirannya mempengaruhi wajah keagamaan masyarakat.

    Dua pesantren yang distudi desertasi ini termasuk pesantren tua, yakni Pesantren Maskumambang berdiri tahun 1859 oleh Kiai Abdul Jabbar (w. 1907), dan pesantren al-Fatah didirikan pada 1912 oleh Kiai Siddiq (w. 1950). Pada awalnya, dua pesantren ini dapat dikatakan sebagai tipikal pesantren NU yang mengembangkan paham ahl al-sunnah wa al-jama’ah (aswaja).

    Namun dalam perjalanannya, kedua pesantren tersebut berganti wajah. Pesantren Maskumambang berganti wajah dari pesantren salafiyah-aswaja menjadi modern-wahabi. Sedang al-Fatah Magetan berubah dari salafiyah-tarekat-aswaja menjadi pesantren berwajah majlis tabligh.

    Perubahan itu merupakan hasil dari interaksi dua pesantren ini dengan dunia luar. Pesantren Maskumambang bergerak ke arah wahabi pada generasi kedua, yang diwakili figur Kiai Ammar Faqih (w.1965) setelah dia belajar ke Mekah dan Madinah dan persentuhannya dengan karya Muhammad bin Abdul Wahab, Kitab al-Tauhid ketika menjalankan ibadah haji. Perubahan orientasi Pesantren Maskumambang semakin jelas ketika Kiai Nadjih Ahjad mengganti posisi Kiai Ammar Faqih.

    Sedang pesantren al-Fatah Magetan berubah wajah menjadi majlis tablig setelah Kiai Uzairon belajar ke Mesir dan Kiai Noor Tohir belajar ke Mekah. Kedua pengasuh al-Fatah tersebut berkenalan dengan majlis tablig yang didirikan Maulana Muhammad Ilyas bin Muhammad Ismail al-Kandahlawi (w. 1944). Hubungan itu dilanjutkan dengan kunjungan jama’ah tabligh dari India dan Pakistan ke al-Fatah Magetan pada 1984 dan 1988.

    Peristiwa ini pada 1989 sempat memunculkan ketegangan antara Pesantren al-Fatah dengan PCNU Magetan. Ketika itu, Kiai Uzairon menjabat sebagai Rais Syuriah, dan Kiai Noor Tohir sebagai Katib Syuriyah PCNU Magetan. Forum tabayyun itu ternyata tidak menemukan titik temu.

    Kiai Uzairon dan Kiai Noor Tohir akhirnya menyatakan keluar dari NU dan memilih mengembangkan majlis tabligh. Sejak itu, Pesantren al-Fatah semakin menjauh dari komunitas NU dan semakin mantap mengembangkan karakter keberagamaan majlis tabligh dengan khuruj (keluar menyebarkan agama) menjadi ciri khasnya.

    Karena peristiwa ini, banyak wali santri yang berontak. Wali santri banyak yang tidak bisa menerima pilihan pengelola Pesantren al-Fattah. Akhirnya, sekitar 500 santri ditarik orang tuanya dan dipindahkan ke pesantren lain.

    Penulis yakin, metamorfosis dan perubahan orientasi pesantren demikian tidak hanya dialami Maskumambang Gresik dan al-Fatah Magetan. Masih banyak sejumlah pesantren NU yang ikut tergerus gelombang wahabisme. Kalau Ketua Umum PB NU, Hasyim Muzadi, menyatakan Islam Indonesia diserang ideologi trans-nasional, kasus Maskumambang dan al-Fatah bisa menjadi contoh riil.

    Bahkan, kini medan pertarungan itu tidak hanya melalui pesantren. Masjid-masjid sebagai basis kehidupan sosial keagamaan masyarakat juga menjadi ajang kontestasi. Dari berbagai informasi yang penulis peroleh, masjid-masjid yang dikelola warga NU banyak sekali yang “diserobot” kelompok wahabi dan aliran puritan lainnya.

    Dari kenyataan tersebut, ada beberapa hal yang layak dicatat. Pertama, jika selama ini NU mengklaim mempunyai soko guru yang kokoh, yaitu pesantren, ternyata kini pesantren telah mengalami metamorfosis yang melahirkan wajah baru pesantren yang jauh dari karakter ke-NU-an. Meski saya tidak percaya semua pesantren NU akan terbawa arus ini, namun jika tidak diwaspadai bukan tidak mungkin paham keagamaan NU akan semakin dipandang asing di negerinya sendiri. NU juga akan semakin kehilangan legitimasi pesantren.

    Kedua, pelajaran berharga dari Pesantren Maskumambang dan al-Fatah adalah ternyata jaringan tokoh-tokoh pesantren yang dibangun melalui belajar di luar negeri, terutama Mekkah dan Madinah mempunyai pengaruh besar dalam mengubah wajah pesantren. Memang tidak sumua alumni Mekkah dan Madinah menjadi wahabi, namun mengabaikan hal ini juga bukan sikap yang baik.

    Ketiga, NU memang punya lembaga yang secara khusus membidangi soal pesantren, yaitu Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyah (RMI). Lembaga ini perlu diorientasikan untuk melihat perkembangan pesantren-pesantren NU dari sisi orientasi ideologisnya. Hal ini memang bukan perkara mudah. Meski NU mengklaim mempunyai basis pesantren, tapi pesantren di lingkungan NU mempunyai otonomi penuh yang tidak bisa dicampuri dan diintervensi pengurus struktural NU. Pesantren NU lebih bisa digerakkan melalui hubungan guru-murid, daripada hubungan struktur NU.

    Memang, perubahan adalah keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Arus perubahan terkadang juga tidak terduga. Dan kini, pesantren di hadapkan pada berbagai pilihan perubahan. Harus diakui, di sini umat Islam, termasuk warga NU dan pesantren, sering tergagap dalam menghadapi berbagai arus perubahan. Saya yakin, pesantren memang tidak akan bisa hilang dari bumi Indonesia. Masalahnya adalah pesantren jenis apa yang akan hidup. Inilah tantangan yang harus dihadapi. (abi sorban)

  • Ansor Sahabat Kita

    Ansor Sahabat Kita

    cyberaswaja.online- Kadang tak semua anggota Banser Ansor yg beruntung dalam kehidupannya. itulah yg dirasakan oleh Marhani seorang Anggota Banser Ansor Kabupaten Kapuas. Hidup bersama dengan ayahnya di Desa Anjir Serapat Tengah Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas Kalteng yg jauh dari kecukupan. Rumah yg menjadi tempat tinggal bersama ayahnya terbuat dari kayu hutan yg sudah mulai lapuk. Dinding kamarnyapun hanya terbuat dari terpal lusuh sebagai syarat agar tempat tidur tak terlihat. Sertifikat Diklatsar Banser yg dimilikinya pun basah bekas terkena air hujan sebab atap rumah mereka bocor…Semoga semangat selalu Marhani mengabdi di NU…semoga Amang dan dirimu banyak mendapat rezeki…
    Bantuan Sosial Warga Nahdlatul Ulama Peduli Dampak Covid-19…
    #sedikitygbermanfaat
    #sebagiankisahhariini

    (red Suhardi Al Anjiri)

  • Tadarus Harus Dijauhi?

    Tadarus Harus Dijauhi?

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Lagi-lagi ada Ustadz Salafi yang menyuruh untuk menjauhi tadarus Al-Qur’an jika yang membaca sama-sama sudah pandai, bukan untuk belajar, bukan untuk mengkaji tafsir. Intinya tadarus Al-Qur’an yang diamalkan warga NU adalah tidak ada dalilnya. Bener gitu? Mari kita simak hadis dan penjelasan para ulama:

    ﻗَﺎﻝَ اﺑْﻦُ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ” ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﺟْﻮَﺩَ اﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺃَﺟْﻮَﺩَ ﻣَﺎ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﻠْﻘَﺎﻩُ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ اﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻳَﻠْﻘَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻓﻴﺪاﺭﺳﻪ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﻠَﺮَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﻠْﻘَﺎﻩُ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞُ ﺃَﺟْﻮَﺩُ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻣِﻦْ اﻟﺮِّﻳﺢِ اﻟْﻤُﺮْﺳَﻠَﺔِ ” ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ

    Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah paling dermawannya manusia. Kedermawanan beliau paling terlihat ketika Ramadhan saat didatangi oleh Jibril. Ia datang kepada Nabi tiap malam di bulan Ramadhan, kemudian Jibril membacakan (mudarasah) Al-Qur’an kepada Nabi. Sungguh kedermawanan Nabi dengan kebaikan seperti angin yang berhembus” (HR Bukhari)

    Apa maksud mudarasah dalam hadis diatas? Kita simak penjelasan Imam Nawawi, ahli hadis dan ahli Fikih dari Madzhab Syafi’i pengarang Syarah Sahih Muslim:

    (اﻟﺴَّﺎﺩِﺳَﺔُ) ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻨَﺎ اﻟﺴُّﻨَّﺔُ ﻛَﺜْﺮَﺓُ ﺗِﻼَﻭَﺓِ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﻣُﺪَاﺭَﺳَﺘِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻥْ ﻳَﻘْﺮَﺃَ ﻋَﻠَﻰ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﻭَﻳَﻘْﺮَﺃَ ﻏَﻴْﺮُﻩُ ﻋﻠﻴﻪ ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ اﻟﺴﺎﺑﻖ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ

    Ulama Syafi’iyah menganjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dan mudarasah. Yaitu seseorang membaca Al-Qur’an kepada orang lain dan orang lain tersebut membacakan Al-Qur’an untuknya, berdasarkan hadis Ibnu Abbas di atas (Al-Majmu’, 6/377)

    Jadi dalilnya tadarus Al-Qur’an adalah langsung Rasulullah dan malaikat Jibril. Masih mau bantah?

    Ulasan lebih lengkap tentang video Ust Salafi dan bantahannya disampaikan oleh Pakar Bahtsul Masail PWNU Jatim Yai Zahro Wardi dari Trenggalek Jatim.(ustdz ma’ruf khozin)

  • MEMBONGKAR KESESATAN KETUM PBNU

    MEMBONGKAR KESESATAN KETUM PBNU

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Nama lengkapnya adalah Prof Dr KH Said Aqil Sirad, Lc, MA. Lahir di Cirebon 3 Juli 1953.

    Sebelum menduduki posisi terhormat, sebagai Ketum PBNU tahun 2010 hingga kini, sangat akrab dipanggil Kang Said ( Kang Said ). Beliau ali di bidang Tasawuf dan perdebatan. Ahmad Mushaddeq yang mengaku Nabi, takluk di tangan beliau.

    Kang Said masa mudanya adalah seorang kutu buku, pernah tinggal di Arab Saudi selama 13 tahun. Beberapa teman kuliahnya menjuluki Kang Said sebagai kamus berjalan, karena memang anak dari pasangan KH Aqil Siradj dan Hj Afifah sejak kecil sudah terlihat bibit kecerdasannya. Walau semua Kiyai sepuh di Cirebon tahu bahwa kedua orang tua Kang Said hanyalah keluarga sederhana bahkan taraf kehidupannya bisa dikatakan pas-pasan.

    Ya begitulah Kang Said?! Dalam waktu yang tidak sebentar dia pernah mengenyam pendidikan di sarang WAHABI. Suami dari Hj Nurhayati yang menikah pada tanggal 13 Juli 19977, secara resmi meraih gelar Sarjana hingga Doktor di Universitas King Azis dan Ummul Qurro ternyata pernah nyantri di pesantren Lirboyo Kediri dan Krapyak Jogjakarta. Diapun pernah belajar pada masternya ulama ASWAJA dunia yakni kepada Maha Guru Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki.

    Saking lamanya di Arab, beberapa anak Kang Said malah ada yang lahir di tanah yang menjadi tonggak sejarah lahirnya Islam (Makkah Al-Mukarramah).

    Kang Said anak dari KH Aqil, cucunya KH Siraj ini dari garis nasab mewarisi darah kentalnya seorang tokoh harismatik pejuang Aswaja di jaman kolonial sekaligus sebagai Kiyai yang terjun langsung secara aktif melawan penjajah, leluhurnya ini di Cirebon dikenal sebagai Mbah Yai Muhammad Said Gedongan, yang nasabnya bersambung secara sah hingga ke salah satu tokoh Waly Sembilan yakni Sunan Gunung Jati.

    Ya dialah Kang Said, pemimpin ormas Islam terbesar di dunia ini namanya sering disebut-sebut didalam beberapa pertemuan penting yang di adakan oleh para pimpinan negara, ketua ormas, tokoh masyarakat dan akademisi Islam ataupun lintas agama dari dalam negeri maupun luar negeri. Lantas apa yang membuat menarik nama Kang Said disebut?!

    Hal inilah yang kemudian menjadi acuan penting untuk membongkar kesesatan Kang Said. Setidaknya ada 3 hal penting yang perlu dibongkar soal kesesatan itu, yakni:

    Yang PERTAMA, Kang Said yang jelas-jelas mengenyam pendidikan secara konvensional di negara yang menjadi sarang sekaligus lahirnya Madzhab Wahabi, begitu pulang ke Indonesia bukan mengajarkan produk extreem ajaran Wahabi, justru Kang Said malah menjadi salah satu figur pemimpin terkemuka yang dengan terang-terangan melalui semangat jihadnya menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan sekaligus mempertahankan ajaran ASWAJA.

    Yang KEDUA, Kang Said menolak keras segala macam ajakan, kegiatan, pergerakan hingga perkumpulan yang hendak menggeser ideologi negara dari PANCASILA menuju KHILAFAH ISLAMIYAH. Karena baginya PANCASILA adalah final dan NKRI harga MATI.

    Yang KETIGA, Kang Said tidak sependapat bahkan bersikap tegas tidak akan sepaham hingga kiyamat terhadap suatu gerakan yang dipelopori oleh tokoh mainstream, dimana mereka dengan segala cara menggunakan media dakwah Islam untuk mengklaim gerakannya paling benar, paling suci dan paling bertauhid. Hingga kerap ditemukan mereka mengadakan aksi yang tak jauh dari semacam model bar-bar, ganas dan selalu mengadopsi ayat-ayat perang untuk melakukan serangan bom bunuh diri, sama sekali tidak sesuai dengan peradaban negeri loh jinawi ini. Maka dari itu Kang Said, memunculkan platform ISLAM NUSANTARA yang memiliki ciri khas dakwah Islam yang santun, ramah dan penuh toleransi sebagaimana ciri khas dakwah para Waly Sembilan sejak berabad-abad silam.

    LOH SESATNYA KANG SAID DIMANA?
    Sesatnya Kang Said ada di OTAK para antek-antek yang anti PANCASILA, ada didalam jiwa para manusia yang menginginkan INDONESIA menjadi negara berideologi KHILAFAH ISLAMIYAH, ada didalam pemikir ISLAM yang terkena virus ARABISASI, ada didalam tubuh-tubuh bar-bar yang benci kepada NU dan Ulama yang NJAWANI. Jangan tanya siapa mereka? Kecuali memang perlu di instal ulang pola berpikirnya.

    Maka jangan kaget, komplotan itu dengan segala cara akan menyerang habis-habisan seorang anak yang dilahirkan dan dibesarkan 65 tahun yang lalu oleh Kiyai sederhana tinggal di Cirebon, salah satu keturunan SUNAN GUNUNG JATI yang berarti juga dzuriyah RASULULLAH. Beliau adalah KETUM PBNU – KH Prof Dr Said Aqil Siradj, Kiyai yang merelakan apa saja asal NKRI tidak bubar dan PANCASILA tetap jaya sepanjang jaman, meskipun dirinya mungkin akan menjadi tumbal pertama demi keselamatan bangsa sekaligus kebenaran ajaran kaum ASWAJA. (red. Abi)

    #GenerasiMudaNU

    #sorbansantrinu

    #INFOKOMBANSERNU

    #cyberaswaja

  • CIRI-CIRI LAILATUL QODAR

    CIRI-CIRI LAILATUL QODAR

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Ijma’ para ulama’ mengenai hadist yang menjelaskan ciri-ciri terjadinya malam lailatul qodr.

    Menurut Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam I’anatut Thalibin juz 2, hal. 257, bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan:

    قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة

    1. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29

    2. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21

    3. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27

    4. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25

    5. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23

    Syekh Abul Hasan As-Syadzili berkata: “Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut.”(abi SORBAN)

  • KH. MASHUDI SAKSI HIDUP RESOLUSI JIHAD MBAH HASYIM AS’ARY

    KH. MASHUDI SAKSI HIDUP RESOLUSI JIHAD MBAH HASYIM AS’ARY

    SORBANSANTRI.COM
    KH. MASHUDI

    KNU-Angkatan 3 Militan NU- Kh Mayor Mashudi beliau adalah seorang ulama sekaligus pejuang dan prasasti hidup dan saksi perjuangan bangsa Indonesia dari penjajah. bersama sahabatnya Sutomo ( bung Tomo ) dan Hadrotussyaikh KH Hasyim Ashari yg tidak lain guru beliau saat di jombang beliau bersama2 berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan turut dalam gerakan 10 November di Surabaya yang merupakan tindak lanjut dari RESOLUSI JIHAD yang di keluarkan Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari .

    Beliau adalah tentara Hizbulloh dan juga termasuk Anggota Tentara Divisi Kujang pada waktu itu . Beliau menuturkan kisah yang barangkali belum pernah tercatat di buku buku sejarah betapa dahsyatnya perjuangan para Kyai NU dalam memerdekakan Indonesia , beliau menuturkan “lek awan Kulo ten Suroboyo nyamar dadi tukang motong rambute tiyang , engken lek Dalu tukang motong gulune tiyang.

    Bahkan menurut beliau Hadrotussyaikh sebagai seorang Kyai tidak hanya duduk mengaji di Pondok saja tapi turut serta berjuang ke Surabaya bersama para Kyai yang lain, beliau romo KH Mashudi turut bersama Mbah Hasyim dan para kyai memerangi belanda, dalam suatu kesempatan beliau Hadrotussyaikh bertanya ‘ iki opo o le sikilku kok gatel ( kenapa kakiku kok gatal ) ternyata mortir baru saja meledak di kaki mbah Hasyim , seandainya sekarang mengenai orang zaman ini pasti hancur lebur, beliau juga mendampingi mbah Hasyim waktu jihad ke Surabaya pada waktu itu , Mbah Hasyim bersama para kyai semuanya memakai baju putih bersih sedang para tentara dan para pejuang untuk keamanan semua tiarap dan tentu saja bajunya lusuh dan kotor , kyai Hasyim berkata pada para kyai yg hadir pada peperangan tersebut , kita tidak usah tiarap karena baju kita putih nanti bisa kotor dan betul saja dg mudah Tentara menembak bahkan mengebom ke arah Mbah Hasyim..tapi begitu Bom akan mengenai beliau jarak satu jari beliau berkata ” Tabbat ” dg ajaib bom dan bedil runtuh semua.
    Itulah karomah Kyai NU , dan yg lebih ajaib lagi Hadrotussyaikh punya senjata ajaib yg barangkali bisa masuk 8 dari keajaiban dunia, di mana beliau menghancurkan kapal tentara sekutu dengan hanya memakai ketapel , kapal itu di ketapel oleh beliau jatuh hancur lebur semua seakan ketapel tersebut berubah jadi Bom yang sangat dahsyat , itulah kejadian sejarah yang pernah di saksikan oleh beliau di samping banyak lagi yang tidak sempat beliau ceritakan .

    Beliau Mbah Kyai Mashudi di samping santri Hadrotussyaikh yang kinasih karena bertugas memotong kuku beliau dan ikut kemana Mbah Hasyim pergi juga senantiasa di ajak tiap kali Hadrotussyaikh melakukan Bahtsul Masa’il sampai keluar negeri , Mbah Yai Mashudi juga termasuk santri dari Mbah Dimyati Termas juga santri Pahlawan Asli Malang Kyai Tamin yang sekarang jadi nama jalan di Kota Malang adalah salah satu Guru beliau .

    Pada suatu waktu beliau bercerita bahwa beliau mencari makam auliya di sepanjang wilayah Jateng sampai ke Jatim, beliau dalam keseharian senantiasa berpuasa tidak pernah putus dan beliau mempunyai do’a doa yg sangat mustajab yang banyak sekali dari kalangan saudara2 penulis yg telah membuktikan .

    “banyak sejarah yang beliau simpan dalam hati dan pikirannya bagai mana perjuangan kyai Tamin yg juga salah satu guru beliau ngaji di Malang kata beliau cuma kyai Tamin yang menolak dhohir dan batin ketetapan Jepang untuk menundukkan kepala menghadap ke arah kota Tokyo Jepang disaat matahari terbit karena bagi kyai Tamin itu sirik wal murtad karena mempertahankan aqidah Kyai Tamin harus disiksa dan dan terakhir di tembak sampai beliau gugur, di mana pada waktu wafatnya Kyai Tamin di kuburkan , awan selalu menaungi jenazah pada waktu di kuburkan , beliau cerita bagai mana gigihnya sahabat beliau mayor Hamid Rusdi dalam merebut wilayah Malang Sampai beliau harus gugur dgn sembilan tembakan di dadanya Krn saat tertangkap mayor Hamid Rusdi tetep bungkam saat di tanya Belanda di mana saja tempat persembunyian anggotanya .

    Yang menarik menurut beliau Mayor Hamid Rusdi adalah asli Bantur salah satu Desa di wilayah Malang selatan , beliau berkata “enggeh Sampek koyok ngoten pejuang rumien mboten korban Doyo kale tenogo mawon tapi nyowo nggeh di parengaken” Tutur beliau.

    Masih banyak cerita perjuangan perjuangan lain yang masih beliau rekam dgn baik di dalam pikiran beliau sampai Sampai saat ini.inilah pahlawan yg harus kita doakan dan kita hormati.satu lagi nasehat beliau saat saya sowan beliau ‘ ulamak biyen perang duduk krono kepingin Ndang turu enak nyambut gawe gawe mangan enak tapi seng Utomo supoyo anak putu turun Kabeh iso ibadah nyembah gusti Allah karo tenang”.dan sekarang di usianya yang menginjak 119 th beliau masih tetap aktif berjuang dalam berdakwah menyiarkan agama Islam meski waktu alfaqir sowan ke beliau(2 bulan yang lalu, pas 100 hari Istri tercinta beliau di panggil menghadap keharibaaNYA.
    Beliau dengan ikhlas dan tulus tetap melaksanakan dakwah Islam kemana mana dan yang salut lagi dari keikhlasan beliau uang pensiun dan perumahan Dinas yang harusnya jadi hak beliau dengan pangkat mayor TNI AD gak pernah beliau ambil.inilah bentuk ketulusan dan keikhlasanya kepada bangsa dan negara ini.Saya bertanya pada beliau..nopo o kok mboten di pundut yai yotro pensiune? Beliau menjawab “beyen jamankulo tasek dines kulo nate soan ten yai Hamid Pasuruan beliau dawuh ten Kulo..yai Mashudi benjeng lek pun pensiun nyotro Negoro pun di Pendet geh niku duwek negoro..dugi mriku Kulo Wedi kwalat lek mendet pensiunan…beliau hidup sederhana(Zuhud)di daerah plosok perbatasan Turen dan Wajak Kab Malang .

    Semoga Allah memberi kesehatan dan umur yang barokah. karna pada orang2 seperti merekalah kita bisa dapat pitutur tentang agama dan sejarah bangsa dan sudah Langka ulamak alim sekelas beliau di dunia ini. Mugi tetep sehat panjang umur yai.. Amin yaa robbal alamin. (red. Abdul Hamid bin ichsan ilyas)

  • Dawuh Kyai “Hubbul Wathan Minal Iman

    Dawuh Kyai “Hubbul Wathan Minal Iman

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Kyai dan pesantren, mendidik para santri dengan semboyan tersebut. Semboyan tersebut bukanlah hadits. Tapi semboyan tersebut maknanya Shoheh, tidak melenceng dan sesuai dengan apa yang pernah dialami dan pernah dilakukan Nabi-nabi terdahulu.

    Sebagaimana Nabi Muhammad mencintai Mekkah sebagai Negeri, sebagai Tanah air, sebagai Tanah Kelahiran. Sampai sampai Nabi menangis, tatkala hijrah menuju Madinah. Bliau menghadap ke Mekkah, berkata bahwa Bliau cinta Dengan Mekkah, cinta dengan Tanah kelahirannya. Andaikan kalau bukan Kaumnya yg mengusir bliau, bliau tak akan meninggalkan Mekkah, tanah air yang dicintainya.

    Dan sebagaimana Nabi Ibrahim mencintai Negerinya, memohon kebaikan untuk negerinya, dan bahkan Allahpun mengabadikan doa Nabi Ibrahim dalam Al Quran, Surat Al Baqara ayat 126.

    Itulah sebabnya, Kyai pondok pesantren di Indonesia menanamkan benih-benih Hubbul Wathan dalam hati santrinya, hati tempat keimanan berada. Karena orang yang menciintai Negerinya, orang tersebut telah merealisasikan sebentuk keimaannya.

    Maka kalau ada sekelompok orang (yang mengaku) islam, tapi justru berkata bahwa mencintai Negeri dan Tanah air adalah Toghut dan bahkan Haram, sesungguhnya mereka belajar dari orang orang yang Sanad Ilmunya Terputus dari Sanad keimuan Nabi. (abi sorban)

  • Namaku Layla dan Aku Lebih Mulia dari Seribu Bulan

    Namaku Layla dan Aku Lebih Mulia dari Seribu Bulan

     

     

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Namaku Layla. Lebih dari satu miliar penduduk dunia tengah mencari dan berharap bertemu denganku. Aku tersembunyi dan hanya bisa ditemukan di malam ganjil bulan suci Ramadhan.

    Tapi kenapa aku lebih mulia dari seribu bulan? Iya, bulan yang selalu dipandangi oleh para pecinta yang merindukan kekasihnya; bulan yang selalu menginspirasi para pujangga menuliskan perasaan mereka. Aku lebih mulia dari seribu bulan itu. Pada diriku, terkandung berjuta cinta dan perasaan. Tak heran, aku harus disembunyikanNya.

    Tafsir ar-Razi mengingatkan kalian bahwa jikalau diketahui keeberadaanku pada malam yang keberapa, namun alih-alih beribadah pada Ilahi, kalian malah melakukan maksiat, maka dosanya pun akan lebih dari seribu bulan. Itu sebabnya kepastian kehadiranku disembunyikan agar tak ada yang berdosa lebih dari seribu bulan. Ketersembunyianku adalah bentuk kasih sayang Allah.

    ‎كأنه تعالى يقول: لو عينت ليلة القدر، وأنا عالم بتجاسركم على المعصية، فربما دعتك الشهوة في/ تلك الليلة إلى المعصية، فوقعت في الذنب، فكانت معصيتك مع علمك أشد من معصيتك لا مع علمك، فلهذا السبب أخفيتها عليك،

    Ini persis kisah Nabi Saw yang memasuki masjid dan melihat seorang sahabat tengah tertidur. Nabi meminta Sayidina Ali membangunkan orang itu dan menyuruhnya berwudhu. Kata Sayidina Ali, “Ya Rasul, mengapa bukan njenengan sendiri yang membangunkannya?” Jawab Nabi, “Kalau aku yg bangunkan, dan dia membantah diriku, maka dia jadi kafir. Itu sebabnya aku minta engkau saja yang membangunkannya, biar kalau dia membantahmu dia tidak jadi kafir.” Inilah kasih sayang Allah dan RasulNya.

    ‎فإذا كان هذا رحمة الرسول، فقس عليه رحمة الرب تعالى، فكأنه تعالى يقول: إذا علمت ليلة القدر فإن أطعت فيها اكتسبت ثواب ألف شهر، وإن عصيت فيها اكتسب عقاب ألف شهر، ودفع العقاب أولى من جلب الثواب

    Namaku Layla. Lengkapnya Laylatul Qadr. Para ulama berdebat apakah aku hadir hanya sekali saja, atau setiap tahun aku hadir?

    ‎هذه الليلة هل هي باقية؟ قال الخليل: من قال إن فضلها لنزول القرآن فيها يقول انقطعت وكانت مرة، والجمهور على أنها باقية،

    Ada ulama yang berpendapat bahwa keutamaan malam itu karena turunnya al-Qur’an dari Lauh al-Mahfuzh ke langit dunia. Peristiwa agung ini hanya terjadi sekali, dan tidak berulang setiap tahun. Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa malam mulia ini hadir setiap tahun, bukan hanya sekali. Kalau cuma sekali, buat apa Rasulullah menyarankan umatnya untuk mencarinya pada 10 malam terakhir di bulan suci?

    Lantas pada malam keberapa aku akan hadir menemui kalian?

    ‎وقال الحسن البصري: السابعة عشرة، وعن أنس مرفوعا التاسعة عشرة، وقال محمد بن إسحاق: الحادية والعشرون. وعن ابن عباس الثالثة والعشرون، وقال ابن مسعود: الرابعة والعشرون، وقال أبو ذر الغفاري:
    ‎الخامسة والعشرون، وقال أبي بن كعب وجماعة من الصحابة: السابعة والعشرون، وقال بعضهم: التاسعة والعشرون

    Ada jawaban yang berbeda. Simak saja:
    Al-Hasan al-Bashri: malam ke 17
    Anas: ke-19
    Muhammad bin Ishaq: 21
    Ibn Abbas: 23
    Ibn Mas’ud: 24
    Abu Dzar: 25
    Ubay bin Ka’ab dan jamaah sahabat: 27
    Yang lain: 29

    ‎أني أخفيت هذه الليلة حتى يجتهد المكلف في طلبها، فيكتسب ثواب الاجتهاد

    Perbedaan pandangan Sahabat Nabi dan ulama di atas merupakan ijtihad mereka untuk mencari keberadaan diriku. Semua usaha sungguh-sungguh akan mendapatkan pahala ijtihad, yaitu kalau benar dapat dua pahala, kalau salah pun, tetap dapat satu pahala. Enak kan?

    Bagaimana mungkin ibadah yang dijalankan pada malam itu, sama sebagaimana dijalankan pada malam lainnya, tapi kok nilainya bisa lebih dari seribu bulan? Bagaimana penjelasannya?

    ‎أن الفعل الواحد قد يختلف حاله في الحسن والقبح بسبب اختلاف الوجوه المنضمة إليه، ألا ترى أن صلاة الجماعة تفضل على صلاة الفذ بكذا درجة، مع أن الصورة قد تنتقض فإن المسبوق سقطت عنه ركعة واحدة،

    Menurut Tafsir ar-Razi, dapat saja satu amalan yang pada lahirnya sama dengan amalan yang lain, bahkan mungkin pada lahirnya kurang, tetapi bisa mendapat nilai tambah dibanding dengan amalan serupa. Contohnya, shalat yang sama jika dilakukan berjama’ah bisa mendapat pahala 27 kali lebih banyak dibanding shalat sendirian. Padahal shalatnya sama, bacaan dan gerakannya juga sama.

    Begitu juga dengan makmum yang terlambat (masbuq) dapat langsung ruku’ bersama Imam tanpa membaca al-Fatihah, namun pahalanya 27 kali lebih banyak ketimbang shalat sendirian yang sempurna dengan bacaan al-Fatihah.

    Inilah penjelasan kenapa ibadah yang sama namun dilkukan di malam yang mulia, maka nilainya bisa melebihi seribu bulan.

    Namaku Layla. Aku lebih mulia dari seribu bulan. Semoga aku bertemu dengan kalian.

    Tabik,

    Nadirsyah Hosen
    Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

  • 7 (TUJUH ) BAIT BERCINTA DALAM NADZOM ALFIYAH IBNU MALIK

    7 (TUJUH ) BAIT BERCINTA DALAM NADZOM ALFIYAH IBNU MALIK

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Berikut ini adalah beberapa bait di nadhom Alfiyah ibnu malik yang secara tidak langsung memberi pencerahan tentang cinta.
    .
    1.KALAU BiSA NYAMAN DENGAN YANG DEKAT, MENGAPA HARUS CARI YANG JAUH…!?

    وفي اختيار لايجيئ المنفصل # إذا تأتى أن يجيئ المتصل

    Dalam kondisi tidak terpaksa, tidak perlu mendatangkan dhomir munfasil
    Selama masih bisa memakai dhomir muttasil (bait ke- 63).
    .
    Pengaplikasian bait ini semisal pada contoh ketika membuat maf’ul bih dari dhomir, maka pergunakanlah dhomir muttasil ( tersambung dengan fi’il )

    Contoh: ضربتُك, bukan ضربت إيك

    “Dalam konteks cinta dan mencari pasangan, banyak yang menyarankan bahwa harus mencari dari kalangan yang masih dalam satu lingkungan, semisal satu desa, satu kampus/pondok pesantren, atau bahkan satu kelas.
    Alasannya sederhana, karena pasangan yang masih dalam satu lingkungan/almamater,pemikiran dan ideologinya mungkin selaras. Hal itu, sedikitnya akan berpengaruh pada kelanggengan hubungan tersebut.

    Namun, hal itu hanyalah sebagai saran, pada akhirnya mencari pasangan dari lingkungan yang jauh berbeda pun bukanlah sebagi larangan.

    Biarkanlah sang waktu sendiri yang menjawab perihal sang jodoh.
    .
    2.ADAKALANYA PASANGAN YANG COCOK ITU BERAWAL DARI ORANG YG TIDAK PERNAH KENAL SAMA SEKALI.

    فقد يكونان منكرين # كما يكونان معرفين

    Athaf bayan juga bisa terbentuk dari dua isim yang sama-sama nakiroh (umum/belum diketahui).

    Sebagaimana biasa athaf bayan terbentuk dari dua buah isim yang sama-sama makrifat (khusus/diketahui). Bait ke- 537

    Ada pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang.

    Lazimnya memang seperti itu, karena benih-benih cinta sendiri akan timbul karena berbagai faktor, salah satunya dengan saling mengenal ataupun sering bertemu.
    Namun inilah salah satu keajaiban cinta. Pada kenyataanya, banyak sekali cinta bahkan jodoh yang bersatu dengan berbagai hal sederhana atau bahkan hal-hal instan.
    Adakalanya saling jatuh cinta pada pandangan pertama, dan langsung tembus pada garis finish yang disebut pernikahan.
    .
    3. TENTUKAN PILIHAN CINTA YANG TERBAIK UNTUKMU.

    إن عاملان اقتضيا في اسم عمل # قبل فللواحد منهما العمل
    والثان أولى عند أهل البصرة # واختار عكس غيرهم ذا أسرة

    Tatkala dua aamill menuntut amal pada satu ma’mul yang sama,

    Maka berikanlah amal tersebut pada salah satu dari keduanya.

    Ulama Basyrah memilih untuk memberikan amal pada aamil yang kedua.

    Sedangkan selain Ulama Basyrah memilih aamiil yang pertama.

    Menentukan pilihan hidup bukanlah hal yang main-main, semuanya harus melalui pemikiran juga pertimbangan yang matang.
    Semisal di kalangan wanita, jika ada dua orang yang menyatakan cinta padanya, maka dia harus memilih salah satunya. Tentunya dengan pertimbangan yang logis dan sesuai
    dengan keinginan hati.

    Sama seperti perdebatan ulama nahwu diatas, maka bisa saja sang wanita itu memilih orang yang pertama, karena memang paling awal menyatakan cinta, atau mungkin juga memilih orang yang kedua dengan alasan karena yang paling baru. Namun kedua alasan itu harus sesuai dengan pertimbangan yang disebutkan sebelumnya, karena keelokan paras saja tidak cukup, harus ada unsur cerdas juga dewasa dalam diri setiap orang yang
    ingin melanjutkan kejenjang yang selanjutnya.
    .
    4. LENYAPKANLAH BUDAYA TIKUNG MENIKUNG.

    و هل فتى فيكم، فما خل لنا #……………………

    Apakah sudah ada seorang laki-laki di sampingmu?
    Karena saya belum memiliki kekasih.

    Bait berikut merupakan contoh dari bentuk mubtadha yang terbentuk dari isim nakiroh.

    Etika dalam menyatakan cinta adalah mengobservasi dahulu calon pasangan kita, apakah dia sudah ada yang melamar atau belum, apakah dia sudah punya kekasih atau belum. Karena dalam islam sendiri, melamar lamaran orang sangatlah dilarang.

    Walaupun mungkin cinta tak bisa disalahkan, atau mungkin janur kuning belum melengkung, tapi cinta kita itu juga harus dilandasi dengan adab dan tatakrama.
    Karena tikung menikung, bukanlah suatu tatakrama.

    5. JARAK JAUH SEKALIPUN TAK MAMPU MEMADAMKAN API CINTA.

    وعلقة حاصلة بتابع # كعلقة بنفس الاسم الواقع

    Hubungan dhomir yang timbul dari isim taabi’ ( mengikuti isim yang asal)

    Hakikatnya sama saja dengan hubungan dhomir yang timbul dari isim asal tersebut.

    Bait ini menjelaskan tentang syaagil dalam istighol, untuk dijelaskan lebih detail mungkin
    akan sangat panjang, namun saya akan coba untuk menjelaskan lewat contoh saja.
    Contoh awal dari istighol زيدا ضربته

    Contoh istighol dengan taabi’ زيدا ضربت رجلا يحبه
    Pada pengamalan istighol, kedua contoh ini sama saja.
    .
    Dalam masalah cinta jarak jauh, pertemuan adalah sesuatu yang sangat sulit, namun juga sangat diharapkan. Namun terkadang bagi mereka yang LDR, menelpon atau bahkan melihat foto kekasihnya saja, mampu mengobati rindu yang datang, layaknya bertemu langsung empat mata.
    Karena cinta yang haqiqi tidak akan luntur hanya dengan jarak.
    .
    6. MOVE ON DONG!!.

    ينوب مفعول به عن فاعل # فيما له كنيل خير نائل

    (dalam mabnie majhul) maf’ul bih akan menggantikan posisi dari fail.

    Dari segi hukum dan amalnya akan sama persis dengan fa’il.

    Ada segelintir orang yang mungkin tak mampu untuk menemukan sebuah pencerahan tatkala merasakan pahitnya cinta, bahkan mungkin dia bertekad dalam hatinya untuk tidak lagi merasakan cinta.

    Itu adalah hal yang sangat salah, karena pada dasarnya, semua orang mempunyai jodoh masing-masing dan akan dipertemukan dengan jodohnya kelak. Bisa saja, perpisahan yang terjadi, menunjukan bahwa dia adalah jodoh yang salah, dan yang harus kita lakukan adalah melakukan persiapan agar kita cukup pantas, ketika kelak dipertemukan dengan jodoh kita.
    So, jangan berkecil hati, karena semua akan indah pada waktunya.
    .
    7. JATUH CINTA DALAM DIAM.

    ويرفع الفاعل فعل أضمرا # كمثل زيد في جواب من قرأ

    terkadang fa’il dapat marfu’ oleh fi’il yang disimpan.

    seperti pengucapan “zaid”, ketika menjawab pertanyaan “siapa yang membaca”?

    Adakalanya orang jatuh cinta namun memilih untuk menyimpan sejenak perasaan itu, bukan tanpa alasan,namun lebih kerena dia menganggap bahwa cinta untuk saat ini hanyalah sebuah keinginan yang belum mencapai tingkat kebutuhan.

    Namun bukan berarti dia melupakan cinta tersebut, dia tetap mencinta namun dengan cara yang samar. Karena mungkin dia berfikir jauh kedepan, mempersiapakan diri sebaik mungkin agar dia menjadi sosok yang pantas.
    Lebih tepatnya dia mencinta dengan cara yang berbeda, namun indah.
    Karena cinta bukan hanya sekedar tentang merasa nyaman, namun lebih kepada memberi rasa nyaman.
    Karena cinta bukan hanya menerima, tapi memberi dan menerima.
    Wallahu A`lam. ( abi sorban)

  • ISLAM SATU TAPI DI LAPANGAN TIDAK SATU

    ISLAM SATU TAPI DI LAPANGAN TIDAK SATU

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Maping (pemetaan) Islam di dunia ini setidanya ada 3 golongan. Mapping ini berdasarkan bagaimana cara umat Islam memahami Alquran:

    1. Islam Moderat
    2. Islam Radikal
    3. Islam Liberal

    Pemetaan ini bukan berarti memecah belah Islam atau merusak ukhuwah islamiyah, tapi sekedar mempermudah mencari benang merah saat terjadi perbedaan pendapat bahkan pertentangan diantara umat Islam.

    Dalam video Gus Baha menjelaskan kesalahan Salafi/Wahabi (Islam radikal), juga Islam liberal. Dengan kata lain, karena salah paham dalam memahami Alquran inilah maka seseorang akhirnya menjadi radikal atau liberal. Dengan kata lain, jika sudah benar cara berislam seseorang, sudah pas dalam memahami Alquran dan Hadits tentu seseorang tersebut akan menjadi moderat.

    Agar terhindar dari pemahaman yang salah (radikal dan liberal) dalam memahami Alquran dan Hadits maka belajarlah pada ulama moderat sehingga akhirnya menjadi Islam moderat. Tinggalkan Islam radikal dan Islam liberal, karena Allah berfirman:

    وَ کَذٰلِکَ جَعَلۡنٰکُمۡ اُمَّۃً وَّسَطًا لِّتَکُوۡنُوۡا شُہَدَآءَ عَلَی النَّاسِ وَ یَکُوۡنَ الرَّسُوۡلُ عَلَیۡکُمۡ شَہِیۡدًا ؕ وَ مَا جَعَلۡنَا الۡقِبۡلَۃَ الَّتِیۡ کُنۡتَ عَلَیۡہَاۤ اِلَّا لِنَعۡلَمَ مَنۡ یَّتَّبِعُ الرَّسُوۡلَ مِمَّنۡ یَّنۡقَلِبُ عَلٰی عَقِبَیۡہِ ؕ وَ اِنۡ کَانَتۡ لَکَبِیۡرَۃً اِلَّا عَلَی الَّذِیۡنَ ہَدَی اللّٰہُ ؕ وَ مَا کَانَ اللّٰہُ لِیُضِیۡعَ اِیۡمَانَکُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ بِالنَّاسِ لَرَءُوۡفٌ رَّحِیۡمٌ

    “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) “umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia” (al-Baqarah: 143)

    Jadi, berislam itu jangan ke kiri (liberal) dan jangan ke kanan (radikal), tapi berislamlah yang tengah-tengah (moderat) sebagaimana perintah Allah subhanahu wata’ala.

    Follow :
    Instagram HWMI :
    https://www.instagram.com/hubbul_wathon_

    Twitter HWMI :

    Subscribe Juga Youtube Channel Kami:
    https://www.youtube.com/channel/UC6VYPhQt75ogtA9vQF6b0kQ

    #HubbulWathonMinalIman