Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • 3 sifat akan merasakan manisnya Iman

    3 sifat akan merasakan manisnya Iman

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Sampailah kita kepada seruan tertinggi dari Rabbul Alamin lewat NabiNya Muhammad Saw hingga beliau bersabda “barangsiapa yang mempunyai tiga sifat mulia ini, maka ia akan merasakan lezatnya iman”, apa itu lezatnya iman? tenangnya jiwa dalam segala keadaan, tenangnya alam semesta dengan ketenangan-Nya, tenangnya saudara dan temannya dengan keberadaan-Nya. Siapa mereka? yang mempunyai salah satu dari tiga sifat ini.

    yang pertama ialah orang yang mencintai Allah dan Rasul melebihi daripada segala-galanya, cintanya Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada yang lain, orang yang seperti ini akan merasakan lezatnya iman, akan merasakan lezatnya dekat dengan Allah, akan merasakan betapa tiada berartinya seluruh warna seluruh bentuk dan sifatnya dibanding Yang Maha Agung Yang Maha Indah, Allah Swt yang tidak tercapai dengan penglihatan, tidak pula terjangkau dengan pendengaran, tidak pula tersentuh dengan sentuhan, jauh tanpa jarak dan dekat tanpa jarak, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak yaitu Allah Swt.

    dan Allah ciptakan yang paling baik dari semua makhluk-Nya adalah Sayyidina Muhammad Saw, karena tidak ada orang yang paling baik yang mau menolong pendosa di hari kiamat.
    Semua orang baik undur diri dari dosa, mau jadi teman, mau jadi kawan, mau jadi saudara, mau kenal asal jangan bicara dosa di dunia. Kita bisa kenal dan dekat dengan orang yang banyak dosa tapi di akhirat setelah melihat kobaran api neraka. Jika turun hamba-hamba yang dimasukkan ke dalam api neraka itu terdengar jeritan dan lolongan mereka dan api itu bergemuruh. Disaat itu hadirin – hadirat semuanya mundur untuk kenal dengan pendosa, “kau kenal dengan temanmu ini?”, “tidak kenal”, “ini Ayahmu?”, “tidak tahu”, ini Ibumu?”, “tidak tahu”, selama ia pendosa kecuali Nabi kita Muhammad Saw berkata “engkau-engkau adalah orang dari umatku, engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku”. Demikian riwayat Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari, Rasul Saw mengenali seluruh umatnya dan berkata pada umatnya, “engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku Saw”. Maka memang yang pantas dicintai adalah Allah dan Rasul, maka Rasul Saw bersabda “orang yang mempunyai kecintaan, cintanya pada Allah dan Rasul lebih dari segala-galanya,kalau ia sudah memiliki ini, ia akan merasakan kelezatan iman”.

    Yang kedua ia mencintai orang karena cintanya pada Allah,
    Yang ketiga ia tidak mau kembali kepada kesesatan sebagaimana ia sangat tidak mau masuk kedalam api neraka,

    Ada beberapa hal yang sangat memudahkan kita untuk menyampaikan kita kepada lezatnya iman.
    Diantaranya adalah niat yang kuat untuk mendapatkan sifat itu, mau walau belum mampu. Niat yang kuat sudah mendapatkan satu pahalaNya, walaupun belum mampu kesana, niat yang kuat membuat ia sampai kepada pahalaNya, ia akan merasakan lezatnya iman dan manisnya iman.
    Cara yang lainnya adalah mencintai orang-orang yang sudah sampai ke derajat itu, karena apa? Karena kecintaan itu dijanjikan oleh sang Nabi Saw “seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. Makin besar cintanya kepada orang yang sudah mencapai derajat itu, maka makin ia akan rasakan lezatnya iman dari rahasia cintanya kepada orang itu, seseorang bersama dengan orang yang ia cintai. Sebagaimana ucapan Abu Dzar Ra riwayat Shahih Bukhari, “ya Rasulullah, seseorang kelompok mencintai orang lainnya tapi tidak bisa menyusul dengan hebatnya ibadah mereka, tidak mampu seperti mereka, cuma cinta kepada mereka”, Rasul Saw menjawab,“seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. (abi-sorban)

  • Doa Buka Puasa (Allahumma Laka Shumtu) Yang Dituduh Dlaif Dan Bidah

    Doa Buka Puasa (Allahumma Laka Shumtu) Yang Dituduh Dlaif Dan Bidah

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Ngaji Bareng Daring (Dalam Jaringan/ online) semalam bersama PCI NU Jerman ada pertanyaan yang mengulang terus tiap tahun dari sebuah broadcast yang lagi-lagi menyalahkan doa berbuka puasa “Allahumma Laka Shumtu” yang sudah populer di kalangan Nahdliyyin. Mereka menawarkan doa lain yang sahih, menurut mereka.

    Puasa itu waktu yang tepat untuk banyak-banyak ibadah, bukan menghujat atau menyalahkan. Apalagi saat-saat berbuka puasa adalah momentum tepat untuk berdoa kepada Allah. Bahkan orang yang berbuka puasa ini diberi kemakbulan doa sebagaimana dalam hadits:

    ﺇِﻥَّ ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻋِﻨْﺪَ ﻓﻄﺮﻩ ﻟَﺪَﻋْﻮَﺓً ﻣَﺎ ﺗُﺮَﺩُّ

    “Sungguh bagi orang yang berpuasa -saat berbuka- memiliki doa yang tidak akan tertolak” (HR Ibnu Majah. Bagi yang hendak menilai dhaif karena ikut syekh Albani silahkan cek di kolom komentar bahwa hadis ini memiliki 3 jalur yang menguatkan antara satu dengan lainnya yang saya kutip dari sesama kelompok mereka, Syekh Syuaib Al Arnauth)

    Karena saat berbuka adalah waktu istijabah dalam berdoa maka boleh pakai doa apa saja. Mau doa dari Nabi, doa sendiri atau apapun. Sebab doa tidak ada syarat harus sahih atau dhaif.

    Terkait tuduhan dhaif dari pengikut syekh Albani maka saya sertakan penilaian sebaliknya dari sesama mereka. Simak saja penjelasan berikut:

    عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ». (رواه أبو داود)

    Telah sampai kepada Muadz bin Zuhrah bahwa jika Nabi shalallahu alaihi wasallam berbuka maka berdoa: “Ya Allah, hanya untuk Mu aku berpuasa, atas rezeki Mu aku berbuka” (HR Abu Dawud)

    Doa ini dituduh bidah oleh sebagian kalangan lantaran statusnya adalah dhaif. Benarkah? Tidak benar, sebab hadis ini memiliki banyak jalur. Misalnya (1) dalam riwayat Thabrani di kitab Mu’jam Ausath, di dalamnya ada perawi Dawud bin Zabarqan, ia dlaif (2) riwayat Thabrani dalam Mu’jam Kabir, di dalamnya ada perawi Abdul Malik bin Harun, ia dlaif (Majma’ Az-Zawaid 3/204). Kendatipun dlaif, ulama Salafi lainnya berkata dan menegaskan hadis ini memiliki banyak Syawahid:

    تعقيب : قال عبد القادر الأرناؤوط 1 / 162 : و لكن له شواهد يقوى بها (روضة المحدثين – ج 10 / ص 304)

    Catatan: Abdul Qadir Al-Arnauth berkata: “Namun hadis ini memiliki banyak riwayat eksternal yang menguatkannya” (Hamisy Raudlah Al-Muhadditsin, 10/304)

    ( ma’ruf khozin ) 

  • BANTAHAN TERHADAP PENDAKWAH PERAMAL BENCANA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : KH Ma’ruf Khozin
    (Penasehat GMNU Jatim)

    Misteri Pertengahan Ramadhan Di Hari Jum’at (8 Mei 2020)

    Telah beredar sebuah hadis yang menyebutkan terjadinya hal-hal yang menakutkan di pertengahan Ramadhan ini. Umat Islam yang dalam keadaan susah menghadapi musibah Corona masih ditakut-takuti lagi dengan tanda-tanda kiamat.

    ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋُﻤَﺮَ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻟَﻬِﻴﻌَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ اﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﺣُﺴَﻴْﻦٍ، ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺛَﺎﺑِﺖٍ اﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻋَﻦِ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙِ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲِّ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ:

    Abu Umar bercerita kepada kami dari Ibnu lahi’ah, Abdul Wahhab bercerita kepada saya, dari Muhammad bin Tsabit dari ayahnya, dari Harits Al-Hamdani dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shalallahu alaihi wasallam

    «ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺻَﻴْﺤَﺔٌ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻣَﻌْﻤَﻌَﺔٌ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّاﻝٍ، ﻭَﺗَﻤْﻴِﻴﺰُ اﻟْﻘَﺒَﺎﺋِﻞِ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﻘَﻌْﺪَﺓِ، ﻭَﺗُﺴْﻔَﻚُ اﻟﺪِّﻣَﺎءُ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﺤِﺠَّﺔِ ﻭَاﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡِ، ﻭَﻣَﺎ اﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡُ» ، ﻳَﻘُﻮﻟُﻬَﺎ ﺛَﻼَﺛًﺎ، «ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ، ﻳُﻘْﺘَﻞُ اﻟﻨَّﺎﺱُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ» ﻗَﺎﻝَ:

    “Jika terjadi TERIAKAN di bulan Ramadhan maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, perpecahan bangsa di bulan Dzulqa’dah, pembunuhan di bulan Dzulhijjah dan Muharram. Nabi mengulang 3x. “Jauh sekali. Jauh sekali. Manusia akan dibunuh di bulan itu secara berbondong-bondong”

    ﻗُﻠْﻨَﺎ: ﻭَﻣَﺎ اﻟﺼَّﻴْﺤَﺔُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻫَﺪَّﺓٌ ﻓِﻲ اﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻫَﺪَّﺓٌ ﺗُﻮﻗِﻆُ اﻟﻨَّﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﻘْﻌِﺪُ اﻟْﻘَﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﺨْﺮِﺝُ اﻟْﻌَﻮَاﺗِﻖَ ﻣِﻦْ ﺧُﺪُﻭﺭِﻫِﻦَّ، ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓِﻲ ﺳَﻨَﺔٍ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓِ اﻟﺰَّﻻَﺯِﻝِ

    Kami bertanya: Apa teriakan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Gemuruh di separuh Ramadhan di malam Jum’at. Gemuruh ini akan membangunkan orang tidur, mendudukkan orang berdiri, mengeluarkan wanita-wanita muda dari peraduannya. Di malam Jum’at. Di tahun yang banyak terjadi gempa”

    ﻓَﺈِﺫَا ﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢُ اﻟْﻔَﺠْﺮَ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡِ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺎﺩْﺧُﻠُﻮا ﺑُﻴُﻮﺗَﻜُﻢْ، ﻭَاﻏْﻠِﻘُﻮا ﺃَﺑْﻮَاﺑَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﻛُﻮَاﻛُﻢْ، ﻭَﺩِﺛِّﺮُﻭا ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﺁﺫَاﻧَﻜُﻢْ، ﻓَﺈِﺫَا ﺣَﺴَﺴْﺘُﻢْ ﺑﺎﻟﺼﻴﺤﺔ ﻓَﺨِﺮُّﻭا ﻟِﻠَّﻪِ ﺳُﺠَّﺪًا، ﻭَﻗُﻮﻟُﻮا: ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺭَﺑُّﻨَﺎ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱُ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻦْ ﻓَﻌَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﺠَﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻫَﻠَﻚَ ”

    “Jika kalian shalat subuh di hari Jum’at maka masuklah ke rumah kalian, tutup pintu, rapatkan jendela, pakailah selimut, tutup telinga kalian. Jika kalian merasa ada teriakan maka sujudlah kepada Allah dan ucapkan “Subhanal Quddus 2x. Rabbuna Al-Quddus”. Barang siapa melakukan hal itu akan selamat. Jika tidak maka akan binasa”

    Hadis ini terdapat dalam kitab Al-Fitan karya Syekh Nuaim bin Hammad. Berikut penilaian Perawi Hadis menurut para Huffadz di bidang ilmu hadis:

    1. Ibnu Lahi’ah

    Para ulama menilainya dhaif karena ia memiliki kitab yang terbakar sehingga daya ingatnya berubah.

    2. Abdul Wahhab bin Husain

    Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata:

    “ﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ” ﺑﻦ ﺣﺴﻴﻦ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻭﻋﻨﻪ اﺑﻦ ﻟﻬﻴﻌﺔ ﺃﺧﺮﺝ ﻟﻪ اﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻷﻫﻮاﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﺘﺪﺭﻙ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺧﺮﺟﺘﻪ ﺗﻌﺠﺒﺎ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻗﺎﻝ اﻟﺬﻫﺒﻲ ﻓﻲ ﺗﻠﺨﻴﺼﻪ ﻗﻠﺖ ﺫا اﻟﺨﺒﺮ ﻣﻮﺿﻮﻉ اﻧﺘﻬﻰ

    Abdul Wahhab bin Husain, ia meriwayatkan dari Muhammad bin Tsabit, ia dari Ibnu Lahi’ah. Al-Hakim meriwayatkan 1 hadis dalam Al-Mustadrak bab Al-Ahwal. Ia meriwayatkan karena takjub saja. Abdul Wahhab ini tidak diketahui. Adz-Dzahabi berkata: “Hadis ini palsu” (Lisan Al-Mizan 2/139)

    3. Harits Al-A’war

    Terkait perawi yang 1 ini langsung dikomentari oleh Imam Muslim dalam Mukadimah Sahihnya:

    ﻋَﻦِ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲُّ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻛﺬاﺑﺎ. ﻋَﻦْ ﻣُﻐِﻴﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲَّ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ، ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺃَﺣَﺪُ اﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ

    “Sya’bi berkata bahwa Harits al-A’war Al-Hamdani ini adalah sangat pembohong”

    Al-Hafidz Adz-Dzahabi memberi penilaian tengah-tengah soal perawi ini dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ 4/152. Beliau berkata:

    ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻗَﻮْﻝُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ اﻟﺤَﺎﺭِﺙُ ﻛَﺬَّاﺏٌ, ﻓَﻤَﺤْﻤُﻮْﻝٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻋَﻨَﻰ ﺑِﺎﻟﻜَﺬِﺏِ اﻟﺨَﻄَﺄَ ﻻَ اﻟﺘَّﻌَﻤُّﺪَ

    “Maksud perkataan Sya’bi bahwa Haris ini pembohong diarahkan sebagai kesalahan, bukan bohong secara sengaja”

    ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ ﻋَﻠِﻲُّ ﺑﻦُ اﻟﻤَﺪِﻳْﻨِﻲِّ، ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺧَﻴْﺜَﻤَﺔَ: ﻫُﻮَ ﻛَﺬَّاﺏٌ

    “Demikian pula perkataan Ali bin Madini dan Abu Khaitsamah bahwa Harits adalah sangat pendusta”

    ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑﻦُ ﻣَﻌِﻴْﻦٍ، ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻫُﻮَ ﺛِﻘَﺔٌ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻣَﺮَّﺓً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ. ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ اﻹِﻣَﺎﻡُ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲُّ: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ, ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﻳْﻀﺎً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻟﻘَﻮِﻱِّ

    Yahya bin Ma’in berkata: “Ia terpercaya”. Dalam kesempatan lain: “Dia tidak apa-apa”. Demikian pula Imam Nasa’i. Pada kesempatan lain Nasa’i berkata: “Harits bukan perawi yang kuat”

    ﺛُﻢَّ ﺇِﻥَّ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲَّ ﻭَﺃَﺭْﺑَﺎﺏَ اﻟﺴُّﻨَﻦِ اﺣْﺘَﺠُّﻮا ﺑِﺎﻟﺤَﺎﺭِﺙِ

    Kemudian Nasa’i dan para ulama pengarang kitab hadis As-Sunan berhujjah dengan Harits

    ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﺗِﻢٍ: ﻻَ ﻳُﺤْﺘَﺞُّ ﺑِﻪِ.

    Abu Hatim berkata: “Harits tidak bisa dijadikan Hujjah”

    ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻤَّﻦْ ﻋِﻨْﺪِﻱ ﻭﻗﻔﺔ ﻓِﻲ اﻻﺣْﺘِﺠَﺎﺝِ ﺑِﻪِ

    “Harits ini menurut saya (Adz-Dzahabi) termasuk orang yang tidak boleh dijadikan Hujjah”

    Disamping hadis ini ada yang menilai hadis palsu, juga ada yang menilai dhaif, maka tidak bisa dijadikan Hujjah. Ternyata Syekh Nuaim bin Hammad yang mencantumkan hadis tersebut di dalam kitab Al-Fitan telah membuat judul khusus:

    ﻣَﺎ ﻳُﺬْﻛَﺮُ ﻣِﻦْ ﻋَﻼَﻣَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ اﻟﺴَّﻤَﺎءِ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓِﻲ اﻧْﻘِﻄَﺎﻉِ ﻣُﻠْﻚِ ﺑَﻨِﻲ اﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ

    “Beberapa riwayat tentang tanda-tanda dari langit soal terputusnya kerajaan Bani Abbas”.

    Dengan demikian riwayat ini sangat multi tafsir, hampir setiap Ramadhan yang pertengahan Ramadhan jatuh pada Hari Jum’at maka hadis ini selalu ditampilkan. Wallahu A’lam.

    •] Tetap hadapi Ramadhan dengan bahagia dan buka puasa dengan penuh nikmat

    #GenerasiMudaNU 

    (abi sorban)

  • Doa Buka Puasa Ramadhan dan Artinya Secara Lengkap

    Doa Buka Puasa Ramadhan dan Artinya Secara Lengkap

    SORBANSANTRI.COM
    DOA BERBUKA PUASA
    SORBAN Infokom- Bulan ramadhan merupakan bulan yang ditunggu – tunggu oleh seluruh umat Muslim di dunia, karena memang bulan ini merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Pada bulan ramadhan, seluruh umat Muslim diwajibkan untuk mengerjakan ibadah puasa selama 30 hari kemudian diakhiri dengan Idul Fitri. Pada bulan ramadhan juga terdapat beberapa kegiatan yang hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja, seperti misalnya sholat sunnah malam atau Sholat Tarawih.
    Lantas, pada bulan ramadhan juga segala amal ibadah kita akan dilipat gandakan pahalanya. Oleh karena itu banyak umat Muslim yang berlomba – lomba untuk memperbanyak amal ibadahnya. Pada bulan ramadhan ini juga terjadi peristiwa yang berharga yaitu turunnya Al Qur’an atau yang lebih dikenal dengan Nuzulul Qur’an, dimana pada waktu tersebut setiap umat Muslim dianjurkan untuk membaca Al Qur’an sebanyak mungkin.
    Dan hari ini, saya ingin memberikan sebuah bacaan doa buka puasa ramadhan untuk umat muslim, siapa tahu saja diantara kita sekalian ada yang lupa atau mungkin belum mengetahui bagaimana bacaan doa buka puasa ramadhan. Oleh karena itu, saya ingin membantu  sekalian dengan memberikan bacaan doa berbuka puasa hari ini, untuk  yang ingin mengetahuinya bacaan dengan lengkap, bisa melihatnya dibawah ini.
    Doa Buka Puasa Ramadhan dan Artinya

     

    Doa Buka Puasa Ramadhan dan Artinya Secara Lengkap
    Demikian itu untuk Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan dan Artinya yang sekiranya dapat saya berikan untuk agan – agan pada kesempatan ini, mudah – mudahan saja dari sedikit pembahasan tentang doa berbuka puasa yang baru saya berikan diatas tadi dapat menambah pengetahuan kita sekalian Aamiin Ya Robal’alamiin.. (abi-sorban infokom)
  • Rahasia Iblis Dan Bala Tentaranya Dicegah Naik Ke Langit

    Rahasia Iblis Dan Bala Tentaranya Dicegah Naik Ke Langit

    SORBAN Infokom – Dalam Kitab Al-Jami Liakam Al-Qur’an, dijelaskan bahwa ada 2 hal yang dapat menyebabkan Iblis memekik dengan kerasnya serta menangis dengan tangisan yang memilukan.

    Pertama, adalah ketika diturunkannya Surat Al Fatihah, yang mana surat ini adalah surat yang paling afdhal atau lebih utama di dalam Al Qur’an.

    Kedua, Pada saat Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Beliau adalah makhluk yang paling mulia sejagat raya ini.

    Karena berkat bimbingan beliau, orang yang sudah memiliki atau berbuat dosa setumpuk gunung pun bisa terhapus hanya dengan mengucapkan syahadat saja.

    Dikelilingi Malaikat.

    SORBANSANTRI.COM

    Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabi’ul Awal di Tahun Gajah, rupanya telah menjadi pukulan tersendiri bagi Iblis dan bala tentaranya. Bagaimana tidak, jika sebelumnya jin-jin bisa leluasa turun naik ke langit dan mencuri percakapan malaikat, maka sejak Rasulullah SAW lahir, maka mereka tidak bisa melakukannya kembali.

    Ketika Iblis dan bala tentaranya dilarang naik ke langit, maka mereka berkumpul untuk membahasnya.

    Mereka berkata,
    “Dahulu kami bisa naik ke langit, akan tetapi hari ini kami telah dilarang untuk naik.”

    Iblis menjawab,
    “Menyebarlah kalian semuanya di muka bumi dari barat sampai timur, dan perhatikanlah dengan seksama apa sebenarnya yang telah terjadi.”

    Setan-setan itu kemudian menyebar, dan akhirnya setelah mengelilingi muka bumi dari barat ke timur, sampailah mereka ke kota Makkah. Di sana tampak oleh mereka ada bayi kecil mungil yang dikelilingi oleh ribuan malaikat. Bayi tersebut memancarkan cahaya yang sangat terang hingga mencuat ke ujung langit. Sedangkan para malaikat satu persatu mengucapkan selamat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Begitu para setan mendekati bayi mungil itu, belum sampai ke tempat, ada malaikat Jibril yang menendangnya hingga terlepar jauh sampai ke Aden.

    Iblis Berteriak dengan Sangat Dahsyat.

    Setelah melihat kejadian itu, setan-setan segera kembali menghadap Iblis dan menceritakan semua apa yang telah mereka saksikan di kota Makkah.

    “Sesungguhnya telah lahir seorang bayi yang memancarkan cahaya yang sangat terang, bayi itu dikelilingi ribuan malaikat yang memberikan ucapan selamat,” ujar salah seorang setan.

    Mendengar hal itu, iblis pun berteriak dengan suara yang sangat dhsyat,
    “Aaaaahhhh……!!! Telah keluar ‘Ayatul Alam’ dan rahmat bagi bani Adam…!!!”
    “Karena itulah kalian semua telah dicegah untuk naik ke langit,” kata Iblis setelah berteriak.

    Memang benar, setelah Rasulullah lahir ke muka bumi, Allah SWT memerintahkan malaikat untuk menutup tujuh pintu langit dan menjaganya dari jin dan iblis. Sehingga mereka tidak bisa mencuri dengar perbincangan para malaikat dan berita dari langit lagi.

    Kenapa Setan Mencuri Dengar Berita dari Langit.
    Tak lain adalah untuk menyesatkan manusia, anak turun Nabi Adam as.
    Kalau sebelumnya mereka mencuri dengar berita dari langit dan bersekongkol dengan para dukun untuk menyesatkan manusia, saat itu pula tidak bisa lagi mencuri. (abi-sorban infokom)

  • MEWABAH KE RANTING PACET, TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. MOJOKERTO

    MEWABAH KE RANTING PACET, TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. MOJOKERTO

    SORBAN Infokom- TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. MOJOKERTO tanggal 16 April 2020 mulai acara Pembagian sembako. Kegiatan ini melibatkan semua elemen dari yang paling atas di jajaran organisasi NU dari lembaga dan BANOM NU. Dalam hari ini dari tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat yang paling bawah yaitu anak ranting. Semua bergerak untuk memberikan rasa nyaman dan rasa aman kepada masyarakat yang tengah menghadapi wabah covid 19.

    Ada beberapa hal yang melatar belakangi diadakannya kegiatan tersebut, yaitu amanah dari PBNU untuk memastikan kesehatan dan juga masalah yang paling penting dalam hal ini adalah masalah pangan,kesehatan dan lain sebagainya di tengah wabah covid 19 ini. Tentu sangat berat bagi masyarakat terkait dengan ekonominya, ketahanan pangan, ini yang paling penting!.Ungkap Gus Zamroni Umar selaku pengurus TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. Mojokerto Beliau juga mengajak bersama-sama bergerak serentak tanpa memandang dari lembaga atau organisasi lain.

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Zamroni Umar selaku pengurus TIM GUGUS COVID-19 PCNU KAB. Mojokerto

    Kegiatan yang diadakan oleh TIM Gugus Covid-19 PCNU Kab.Mojokerto ini berlangsung selama 5 hari, mulai tanggal 16 April 2020 dan berakhir di tanggal 23 April 2020,sabtu dan minggu libur karena ada kegiatan yang lain. Tapi ini hanya sebagai pematik awal dan berharap masing-masing Majlis Wakil Cabang dan Ranting bergerak secara mandiri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua masyarakat mulai dari tingkat yang paling bawah.

    Sasaran wilayah itu 18 MWCNU yang ada di kab. Mojokerto ini maka, pada tahap pertama ini TIM Gugus COVID-19 membagikan 4000 sembako di 200 ranting. Dan ini adalah Sinergi dari semua elemen baik Lembaga dan Banom NU. Alhamdulillah TIM Gugus COVID-19 sudah melakukan pembagian 5.000 masker dan penyemprotan disinfektan yang laksanakan secara masif oleh BANSER, ANSOR, LPBI, IPNU, FATAYAT dan dari semua elemen dibawah naungan NU, sudah ada sekitar 1000 masjid dan tempat ibadah yang secara rutin sudah dilakukan jadwal penyemprotan.

    Dan harapan diadakan kegiatan seperti ini, Negara hadir ditengah-tengah masyarakat menghadapi wabah covid-19 serta lebih bijaksana agar masyarakat dapat jaminan ketahanan dan pangan jaminan kesehatan. Apalagi di Mojokerto yang sudah masuk zona merah mulai tanggal 14 April 2020 kemarin,tentu harus kita hadapi dan menjadi tugas yang berat bagi semua lapisan masyarakat. Pemerintah harus bertindak nyata bergerak secara cepat dan tepat. (red. abi)

  • Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Sembuhkan Virus Menular (Wabah)

    Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Sembuhkan Virus Menular (Wabah)

    SORBANSANTRI.COM
    Syekh-Abdul-Qadir-Al-Jailani

    SORBAN Infokom- Syekh Abdul Qadir Al-Jailani adalah sosok ulama besar yang dikenang sepanjang masa. Karomah-karomahnya sangat masyhur, apalagi beliau dikenal sebagai rajanya para wali (Sulthonul Aulia’). Syekh Abdul Qadir Al-Jailani juga meninggalkan banyak karya yang sampai sekarang dikaji di seluruh dunia. Karya-karyanya menjadi referensi utama dalam ilmu tasawuf.

    Di tengah kondisi wabah penyakit mematikan saat ini, sosok Syekh Abdul Qadir Al-Jailani juga menjadi rujukan tawasul para ulama dan umat Islam ketika meminta pertolongan dari Allah SWT. Namanya selalu dikenang dalam berbagai majlis taklim, majlis mujahadah, majlis ilmu, dan lainnya.

    Dalam Kitab Tafrihul Khotirfi Mananaqibi Sayyid Abdul Qodir, dijelaskan bahwa Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pernah menyembuhkan orang-orang yang terjangkit wabah Thaun yaitu suatu penyakit menular yang mematikan.

    Saat itu, wabah penyakit Thaun sangat mematikan, bahkan sampai ada ribuan manusia yang meninggal setiap harinya. Di tengah kondisi itu, maka para ulama, petinggi pemerintah dan orang-orang terhormat menghadap kepada tuan syekh mereka memohon untuk menolak wabah penyakit tersebut.

    “Barang siapa orang yang memakan rerumputan madrasahku niscaya akan disembuhkan Allah dari thaun,” kata Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

    Kemudian orang-orang mengambil dan memakan rumput itu sehingga rerumputan itu tidak mencukupinya.

    “Barang siapa yang meminum air madrasahku niscaya disembuhkan Allah dari thaun,” lanjut Syekh Abdul Qadir.

    Kemudian orang-orang meminum air itu, hingga hilang wabah thaun dengan izin Allah.

    Dengan tawasul kita kepada beliau mudah-mudahan wabah penyakit yang ada pada zaman kita ini segera dihilangkan dengan izin Allah. Aamiin. (red.abi)

  • Teks Bacaan Istighosah Qubro

    Teks Bacaan Istighosah Qubro

    KLIK UNTUK MENAMPILKAN 

    [flipbook id=”3″]

    teks bacaan istighosah dan likhomsatun

  • Bagaimana kita terus shalat dan maksiat terus berjalan?

    Bagaimana kita terus shalat dan maksiat terus berjalan?

    SORBAN Infokom – Sungguh firman Allah ta’ala telah menjawabnya : Sungguh shalat itu menjaga dari perbuatan keji dan mungkar.
    Ayat ini jelas merupakan jawaban bagi orang yang sulit meninggalkan maksiat, bagaimana caranya?, tak perlu repot repot susah payah menghindari maksiat yang tak bisa atau sulit kita tinggalkan, cukup kita terus memperbaiki shalat kita agar makin sempurna, teruslah daki tangga tangga kesempurnaan shalat, maka Allah yang akan meruntuhkan semua dosa dan menundukkan kekuatan maksiat agar tidak menguasai kita, Allah bantu kita untuk jauh dari maksiat.

    SORBANSANTRI.COM
    Jika kita terjebak dengan keadaan, maka Allah akan permudah dan perluas kemudahan baginya, jika ia terjebak dosa karena kemiskinan maka Allah akan membuatnya makmur dan sangat berkecukupan, jika ia terjebak dosa karena keluarganya maka Allah akan mencurahkan hidayah pada keluarganya hingga justru balik mendukungnya dalam taat.Jika ia terjebak dosa karena pekerjaan maka Allah akan berikan usaha atau pekerjaan yang sangat memuaskan dan jauh dari dosa, dan Allah ampuni dosa – dosanya.
    makna ayat di atas juga bermakna bahwa Allah ta’ala yang akan menyingkirkan dosa – dosa bagi orang yang menjaga shalatnya. (red.abi)

  • Memajang Foto Para Alim Ulama

    Memajang Foto Para Alim Ulama

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN Infokom – Memajang foto guru mulia dan orang shalih adalah hal mulia, sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : Maukah kuberitahu orang – orang mulia diantara kalian?, mereka yang jika dipandang wajahnya akan membuat orang ingat pada Allah. (HR. Adabul Mufrad olehImam Bukhari)

    Mengenai larangan memasang lukisan di masa Nabi shallallahu alaihi wasallam, yang para kuffar menggambar para shalihin dan Nabi di masanya dahulu, dilarang oleh Rasululullah shallallahu alaihi wasallam, karena disembah, namun jika justru untuk menambah ketakwaan kita pada Allah Ta’ala maka hal itu baik, dan diriwayatkan oleh Hujjatul islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy bahwa salah seorang istri Nabi shallallahu alaihi wasallam memperlihatkan cermin kecil, ketika Ibn Abbas radliyallahu anhu melihatnya maka cermin itu tak menampakkan wajahnya, tapi menampakkan wajah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Rasul shallallahu alaihi wasallam pernah berkaca dengan cermin itu, maka cermin itu merekam wajah Sang Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tak hilang selamanya (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari). (red.abi)