Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Penghinaan Logo NU: Akun X @pasifisstate Dilaporkan ke Polisi oleh Warga Surabaya

    Penghinaan Logo NU: Akun X @pasifisstate Dilaporkan ke Polisi oleh Warga Surabaya

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Surabaya, 20 Juni 2024 – Pemilik akun X @pasifisstate dilaporkan oleh seorang warga bernama Ali Mahfud (50) ke Polrestabes Surabaya pada Kamis (20/6) karena dianggap telah memplesetkan logo Nahdlatul Ulama (NU) menjadi “Ulama Nambang”. Laporan ini diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya dengan nomor polisi STTLPM/236/VI/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA. Ali Mahfud, warga Kecamatan Rungkut, Surabaya, menyampaikan bahwa tindakannya didasari oleh keprihatinan terhadap tindakan pemilik akun X tersebut yang dianggap tidak memiliki etika dan menghina NU.

    Ali menjelaskan bahwa pemilik akun @pasifisstate juga mengubah elemen-elemen penting dalam logo NU, seperti bintang sembilan yang diubah menjadi tulisan ‘Rp’, dan warna hijau khas logo NU yang diganti menjadi warna merah. “Dalam logo lambang NU itu banyak yang diubah, seperti bintang sembilan di dalam logo NU itu ada tulisan rupiah. Terus nama Nahdlatul Ulama itu diganti dengan ulama nambang,” jelasnya. Menurut Ali, pengubahan ini merupakan bentuk pelecehan karena tulisan Arab yang ada di tengah logo tersebut adalah ciri khas NU yang sangat dihormati.

    Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko Widhi, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami segera tindak lanjuti dengan koordinasi lebih lanjut lagi,” kata Haryoko. Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga etika dan menghormati simbol-simbol keagamaan. Ali juga menekankan bahwa laporan ini dibuat atas nama pribadi, tanpa keterlibatan organisasi manapun, untuk menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesucian simbol-simbol agama. (AI Sorban)

    @beritasorban Pemilik akun X @pasifisstate dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh Ali Mahfud, seorang warga Kecamatan Rungkut, Surabaya, pada 20 Juni 2024. Ali melaporkan akun tersebut karena dianggap telah memplesetkan logo Nahdlatul Ulama (NU) menjadi "Ulama Nambang". Selain itu, akun tersebut juga mengubah elemen-elemen penting dalam logo NU, seperti bintang sembilan yang diubah menjadi tulisan 'Rp' dan warna hijau logo yang diganti menjadi merah. Laporan ini diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya dengan nomor STTLPM/236/VI/2024. Ali menilai tindakan ini sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol keagamaan NU. Kasus ini kini sedang ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Ali menekankan bahwa laporan ini dibuat atas nama pribadi untuk menunjukkan keprihatinannya atas pelecehan tersebut. #PenghinaanLogoNU #AkunXDilaporkan #HormatNU #AliMahfud #PolrestabesSurabaya #fypシ゚viral #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Ngumpul di Lesehan Sejuk Sendi: Gus Dulloh dan Sorban Santri Siap Berjuang untuk Mojokerto

    Ngumpul di Lesehan Sejuk Sendi: Gus Dulloh dan Sorban Santri Siap Berjuang untuk Mojokerto

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Pada Minggu, 16 Juli 2024, sebuah pertemuan hangat dan penuh semangat terjadi di Lesehan Sendi Sejuk, Warung Pak Toni (Fpr forum perjuangan rakyat), Pacet Mojokerto. Gus Dulloh, atau Sya’dulloh Syarofi, yang merupakan Wakil Ketua 2 Tanfidziyah PC NU Kabupaten Mojokerto sekaligus putra dari KH. Chusain Ilyas, mengadakan pertemuan dengan sahabat Sorban Santri, yang sebagian besar anggotanya adalah sahabat Ansor dan Banser. Pertemuan ini bukan hanya untuk menikmati hidangan khas seperti pakis dan kulup slada, tetapi juga menjadi momen penting dalam kancah politik Kabupaten Mojokerto.

    Dalam suasana yang penuh keakraban, Bupati Mojokerto saat ini, Ikhfina Rahmawati, secara resmi mengumumkan bahwa Gus Dulloh akan menjadi calon wakil bupati yang akan mendampinginya pada Pilkada mendatang. Langkah ini diambil setelah melihat potensi dan kontribusi besar Gus Dulloh dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan di Mojokerto.

    Gus Dulloh, yang merasa terhormat dengan kepercayaan yang diberikan untuk dipercaya sebagai calon wakil Bupati Kab. Mojokerto, menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk bekerja sama demi kemajuan Mojokerto. “Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan dan siap berkolaborasi dengan Bu Ikhfina untuk kesejahteraan masyarakat Mojokerto,” ujarnya.

    Selain pengumuman penting ini, pertemuan juga difokuskan pada diskusi dengan sahabat Sorban Santri yang di komandoi oleh Muhammad Mahbubulloh (Gus Mahbub), yang kebanyakan anggotanya adalah sahabat Ansor dan Banser Kab. Mojokerto serta pemuda Pacet Mojokerto. Mereka berbicara tentang berbagai isu dan rencana yang akan dijalankan ke depan. Acara ini juga berfungsi sebagai momen refreshing dan rekreasi sebelum Hari Raya Idul Adha 1445 H, memperkuat kebersamaan dan semangat kekeluargaan di antara anggota.

    “Pertemuan ini bukan hanya tentang politik, tetapi juga tentang mempererat persaudaraan dan merencanakan masa depan bersama. Kami siap mendukung penuh langkah Gus Dulloh dan Bupati Ikhfina untuk Mojokerto yang lebih baik,” kata salah satu anggota Banser yang hadir.

    Dengan diumumkannya Gus Dulloh sebagai calon wakil bupati, sahabat Sorban Santri menunjukkan dukungan penuh dan siap bekerja sama dalam mendukung pasangan ini di Pilkada mendatang. Harapan besar terletak pada kolaborasi ini, yang diharapkan dapat membawa inovasi dan kemajuan bagi Kabupaten Mojokerto.

    Pertemuan di Lesehan Pak Toni ini menjadi saksi awal dari perjalanan baru dalam politik Mojokerto, menggabungkan kepemimpinan Gus Dulloh dan Bupati Ikhfina Rahmawati dengan dukungan kuat dari sahabat Sorban Santri. Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan dan berdampak positif bagi seluruh masyarakat Mojokerto.

    Dengan semangat kebersamaan dan dukungan yang kokoh dari sahabat Ansor dan Banser, Gus Dulloh siap menghadapi tantangan dan membawa Mojokerto menuju masa depan yang lebih baik. Bersama-sama, mereka akan bekerja keras untuk kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Mojokerto. (AI SorBan) #GusDulloh2024 #SorbanSantri #MojokertoBangkit #AnsorBanser

    @beritasorban Pada Minggu, 16 Juli 2024, di Lesehan Sendi Sejuk, Warung Pak Toni (Fpr forum perjuangan rakyat), Pacet Mojokerto, Gus Dulloh, putra KH. Chusain Ilyas, bertemu dengan Sahabat Sorban Santri yang kebanyakan diisi oleh sahabat Ansor Banser (SorBan) dan Pemuda Pacet Mojokerto. Pertemuan hangat ini bukan hanya untuk menikmati hidangan khas seperti pakis dan kulup slada, tetapi juga menjadi momen penting dalam politik Mojokerto. Bupati Ikhfina Rahmawati mengumumkan Gus Dulloh sebagai calon wakil bupati untuk Pilkada mendatang. Gus Dulloh yang juga Wakil Ketua 2 Tanfidziyah PC NU Mojokerto, menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk memajukan Mojokerto. Dukungan penuh dari Sahabat Sorban Santri menjadi pilar kuat bagi pasangan ini. Dengan kebersamaan dan semangat kekeluargaan, mereka siap membawa perubahan positif dan inovasi untuk Kabupaten Mojokerto. #GusDulloh2024 #SorbanSantri #MojokertoBangkit #PilbupMojokerto #AnsorBanser #KebersamaanUntukKemajuan #fypp #foryou ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Alumni UGM dan Warga NU Tolak Izin Tambang Ormas Keagamaan

    Alumni UGM dan Warga NU Tolak Izin Tambang Ormas Keagamaan

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Sebanyak 68 alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan penolakan tegas terhadap pemberian izin tambang bagi organisasi masyarakat (ormas) keagamaan. Mereka menilai bahwa pemberian izin tersebut akan merusak marwah ormas keagamaan yang seharusnya menjaga moralitas dan integritasnya sebagai institusi yang bermartabat.

    “Kami meminta pemerintah untuk membatalkan pemberian izin tambang pada ormas keagamaan,” kata juru bicara warga NU alumni UGM, Slamet Thohari, Ahad, 9 Juni 2024.

    Slamet Thohari, yang juga dosen Universitas Brawijaya, menegaskan bahwa pemberian izin tambang hanya akan menguntungkan segelintir elite dan menghilangkan tradisi kritis yang dimiliki oleh ormas keagamaan. “Dan pada akhirnya melemahkan organisasi keagamaan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang bisa mengontrol dan mengawasi pemerintah atas ongkos yang sebagian besar akan ditanggung oleh nahdliyin,” tambahnya.

    Para alumni ini juga mendesak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk membatalkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah diajukan ke pemerintah. Menurut mereka, hal ini hanya akan menjerumuskan NU ke dalam kubangan dosa sosial dan ekologis yang merusak citra organisasi.

    Lebih lanjut, mereka meminta PBNU untuk kembali berkhidmat untuk umat dengan tidak menerima konsesi tambang yang akan membuat NU terkooptasi menjadi alat pemerintah. PBNU diminta untuk menata organisasi secara lebih baik dan profesional, mendayagunakan potensi yang ada demi kemandirian ekonomi tanpa terlibat dalam bisnis tambang yang dinilai kotor dan menjadi warisan kesesatan historis.

    Slamet Thohari juga mendesak pemerintah untuk konsisten dengan agenda transisi energi menuju Net Zero Energy 2060 yang salah satu poinnya adalah meninggalkan batubara, baik sebagai komoditas ekspor maupun sumber energi primer. Pemerintah diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya energi terbarukan melalui regulasi yang tepat.

    Selain itu, para alumni yang terdiri dari kalangan akademisi, pengusaha, aktivis, dan lainnya ini mendesak pemerintah untuk mengawal kebijakan, mengawasi, dan melakukan penegakan hukum lingkungan terkait kehancuran tatanan sosial dan ekologi. Mereka menyoroti permasalahan seperti perampasan lahan, penggusuran, deforestasi, eksploitasi, korupsi, dan polusi akibat aktivitas pertambangan batubara yang masih marak terjadi.

    Dengan adanya pernyataan dan desakan ini, diharapkan pemerintah dan PBNU dapat mempertimbangkan kembali kebijakan terkait izin tambang demi menjaga integritas organisasi dan keberlanjutan lingkungan hidup. (AI Sorban)

    @beritasorban Sebanyak 68 alumni Universitas Gadjah Mada yang merupakan warga Nahdlatul Ulama menolak keras pemberian izin tambang bagi organisasi masyarakat keagamaan. Menurut juru bicara alumni, Slamet Thohari, pemberian izin tersebut akan merusak marwah ormas keagamaan dan hanya menguntungkan segelintir elite, serta menghilangkan tradisi kritis ormas. Mereka mendesak PBNU untuk membatalkan Izin Usaha Pertambangan yang telah diajukan, karena hal ini akan menjerumuskan NU ke dalam dosa sosial dan ekologis. Selain itu, para alumni juga meminta pemerintah konsisten dengan agenda transisi energi menuju Net Zero Energy 2060 dan mendukung energi terbarukan. Mereka menekankan pentingnya penegakan hukum lingkungan terkait permasalahan tambang yang merusak tatanan sosial dan ekologi. #AlumniUGM #WargaNU #TolakTambang #PBNU #TransisiEnergi #NetZeroEnergy2060 #KonsesiTambang #LingkunganHidup #SosialEkologi #DesakanAlumni #fyp #fouryou #breakingnews ♬ suara asli Sorban Santri
  • Pemuda Lereng Gunung Welirang Gelar Manaqib Keliling, Pacet Mojokerto Berkah Berlimpah

    Pemuda Lereng Gunung Welirang Gelar Manaqib Keliling, Pacet Mojokerto Berkah Berlimpah

    Berita Video

    Pacet, Mojokerto wp.sorbansantri.com – Pemuda Lereng Gunung Welirang mengadakan kegiatan rutinan manaqib setiap bulan. Acara ini diselenggarakan dengan berkeliling dari satu masjid ke masjid lain di Desa Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon keberkahan dari Syekh Abdul Qadir Jaelani dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW bagi seluruh warga desa.

    Acara manaqib ini dimulai setelah sholat Isya’ dan diikuti oleh sebagian besar pemuda dari Pacet, Mojokerto. Pada hari ini, Minggu, 9 Juni 2024, kegiatan tersebut bertempat di Masjid Nurul Iman, Pacet Nggapuk.

    Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Mereka berharap, dengan adanya rutinan manaqib ini, keberkahan dan rahmat dari Allah SWT selalu tercurah kepada seluruh warga desa. Para pemuda yang tergabung dalam acara ini menunjukkan semangat dan komitmen tinggi dalam menjaga tradisi serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

    Salah seorang pemuda yang ikut dalam kegiatan ini, Tulus Budi, mengungkapkan bahwa acara manaqib ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. “Kami berharap, dengan rutin mengadakan manaqib ini, kita semua mendapatkan keberkahan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Tulus Budi.

    Acara manaqib diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Semoga kegiatan ini terus berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Pacet, Mojokerto.

    @beritasorban Pemuda Lereng Gunung Welirang di Pacet, Mojokerto, rutin mengadakan kegiatan manaqib bulanan yang berkeliling dari satu masjid ke masjid lain. Acara ini dimulai ba'da sholat Isya' dan dipimpin oleh Abah Jamil. Tujuannya adalah untuk memohon keberkahan dari Syekh Abdul Qadir Jaelani serta syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Pada Minggu, 9 Juni 2024, kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Iman, Pacet Nggapuk, dan diikuti oleh banyak pemuda desa. Mereka berharap, dengan rutin mengadakan manaqib, desa Pacet Mojokerto selalu mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah SWT, serta mempererat silaturahmi antar warga. #PemudaLerengGunungWelirang #ManaqibBulanan #PacetMojokerto #BerkahSyekhAbdulQadir #SilaturahmiDesaPacet #MasjidNurulIman #KeberkahanNabiMuhammad #PemudaBerkah #fypシ゚viral #fypdong ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Respons Berbeda NU dan Muhammadiyah: Konsesi Tambang Jokowi Picu Perdebatan

    Respons Berbeda NU dan Muhammadiyah: Konsesi Tambang Jokowi Picu Perdebatan

    Berita Video

    wp.sorbansantri.com – Keputusan Presiden Joko Widodo mengizinkan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan mengelola konsesi tambang melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 mendapat respons beragam dari dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

    NU Puji Jokowi dan Bentuk Perusahaan

    Pengurus Besar NU (PBNU) memuji keputusan Presiden Jokowi tersebut dan langsung bergerak cepat dengan membentuk perusahaan untuk mengelola konsesi tambang itu. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyebut kebijakan ini sebagai langkah berani yang penting untuk memanfaatkan sumber daya alam demi kemaslahatan rakyat secara lebih langsung.

    “Kebijakan ini merupakan langkah berani yang menjadi terobosan penting untuk memperluas pemanfaatan sumber daya-sumber daya alam yang dikuasai negara untuk kemaslahatan rakyat secara lebih langsung,” ujar Gus Yahya pada Senin (3/6/2024). Yahya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Jokowi atas keputusan ini.

    PBNU mengeklaim memiliki kemampuan dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola konsesi tambang yang diberikan negara. “Nahdlatul Ulama telah siap dengan sumber daya-sumber daya manusia yang mumpuni, perangkat organisasional yang lengkap dan jaringan bisnis yang cukup kuat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab tersebut,” kata Yahya.

    PBNU bahkan telah menunjuk bendahara umumnya, Gudfan Arif Ghofur, sebagai penanggung jawab dalam pengelolaan usaha pertambangan ini. “Kami sudah bikin PT-nya, kami sudah punya PT dan penanggung jawab utamanya adalah bendahara umum yang juga seorang pengusaha tambang,” jelas Yahya kepada wartawan pada Kamis (6/6/2024).

    Muhammadiyah Tak Gegabah

    Di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah lebih berhati-hati dalam merespons keputusan ini. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemberian izin pengelolaan tambang harus melalui persyaratan ketat dan tidak otomatis diterima oleh ormas keagamaan.

    “Kemungkinan ormas keagamaan mengelola tambang tidak otomatis karena harus memenuhi persyaratan,” ujar Mu’ti. Hingga saat ini, belum ada pembicaraan resmi antara pemerintah dan Muhammadiyah terkait pengelolaan tambang tersebut.

    Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) PP Muhammadiyah juga memberikan respons tegas. Mereka menyebut pemberian izin pengelolaan tambang tanpa melalui proses lelang melanggar hukum dan membuka potensi tindak pidana korupsi. “Pemberian WIUP mineral logam dan batubara secara langsung tanpa melalui proses lelang merupakan pelanggaran terhadap UU Minerba dan merupakan penyalahgunaan kewenangan yang dapat berpotensi menjadi tindak pidana korupsi,” tegas Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo.

    Majelis Hukum dan HAM juga menekankan bahwa PP Muhammadiyah perlu mempertimbangkan dengan hati-hati tawaran pengelolaan tambang ini, mengingat Perpres Nomor 70 Tahun 2023 bertentangan dengan UU Minerba dan UU Administrasi Pemerintahan. “PP Muhammadiyah wajib memiliki aturan tata kelola yang baik agar siap dan mampu mengantisipasi dampak yang ditimbulkan terkait kegiatan pertambangan,” tambah Trisno. (AI Sorban)

    @beritasorban Keputusan Presiden Joko Widodo memberikan izin konsesi tambang kepada ormas keagamaan menuai respons beragam dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. PBNU memuji langkah Jokowi, menyebutnya sebagai terobosan penting, dan segera membentuk perusahaan tambang. Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, menyatakan kesiapan NU dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Sebaliknya, PP Muhammadiyah berhati-hati, menekankan pentingnya persyaratan ketat dan mengkritisi potensi korupsi tanpa proses lelang. Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah menilai kebijakan ini melanggar UU Minerba dan UU Administrasi Pemerintahan. Respons kedua ormas besar ini menunjukkan perbedaan pendekatan terhadap kebijakan pemerintah. #KonsesiTambang #NUvsMuhammadiyah #ResponsOrmas #JokowiKebijakan #TambangIndonesia #PBNU #PPMuhammadiyah #OrmasKeagamaan #PertambanganIndonesia #HukumTambang #fypシ゚ #breakup #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Gus Yahya Tegaskan: Jangan Bawa Nama NU dalam Kampanye Pilkada 2024!

    Gus Yahya Tegaskan: Jangan Bawa Nama NU dalam Kampanye Pilkada 2024!

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah meminta seluruh anggotanya untuk tidak menggunakan identitas NU dalam setiap kegiatan politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, menegaskan bahwa PBNU tidak akan menentukan arah dukungan kepada pihak manapun pada Pilkada 2024.

    “Sikap politik soal Pilkada ini sebetulnya sama, kami ini minta tidak membawa lembaga. Warga NU itu berhak membuat pilihan politiknya masing-masing, tapi jangan membawa-bawa lembaga,” ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2024). Menurutnya, setiap warga NU berhak menentukan sendiri arah dukungannya dalam setiap kontestasi politik.

    Namun, ia menekankan bahwa PBNU secara kelembagaan tidak akan menyatakan dukungan politik kepada pihak tertentu. “Jadi jangan misalkan berkampanye, atas nama pengurus NU, jangan menggunakan fasilitas milik NU. Jadi kalau mau dukung mendukung, silakan saja,” kata Yahya. Seruan serupa sebelumnya juga disampaikan PBNU pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lalu.

    Pemungutan suara Pilkada 2024 akan diselenggarakan pada 27 November 2024 untuk 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota se-Indonesia, kecuali DI Yogyakarta dan enam kota/kabupaten di DKI Jakarta. Pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan dibuka oleh KPU pada 27-29 Agustus 2024 dan penetapan pasangan calon dilakukan per 22 September 2024. Masa kampanye Pilkada 2024 berlangsung selama 60 hari, terhitung sejak 25 September hingga 23 November 2024, sebelum masa tenang pada 24-26 November 2024. (AI Sorban)

    @beritasorban Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta seluruh anggotanya untuk tidak menggunakan identitas NU dalam kegiatan politik di Pilkada serentak 2024. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa PBNU tidak akan menentukan arah dukungan kepada pihak manapun. Gus Yahya menyatakan warga NU berhak menentukan pilihan politiknya sendiri, tetapi tidak boleh membawa-bawa nama NU. Pemungutan suara Pilkada akan berlangsung pada 27 November 2024 di 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota se-Indonesia. Pendaftaran calon kepala daerah dibuka pada 27-29 Agustus 2024, dengan masa kampanye dari 25 September hingga 23 November 2024. #GusYahya #PBNU #Pilkada2024 #PolitikNU #Pemilu2024 #IdentitasNU #WargaNU #KontestasiPolitik #foryou #breakingnews #fypage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Gus Dulloh: Kader NU Inspiratif, Siap Majukan Mojokerto Sebagai Calon Wakil Bupati

    Gus Dulloh: Kader NU Inspiratif, Siap Majukan Mojokerto Sebagai Calon Wakil Bupati

    Berita Video

    Profil Sa’dulloh Syarofi (Gus Dulloh)

    Nama Lengkap: Sa’dulloh Syarofi
    Panggilan: Gus Dulloh
    Ayah: KH Chusaeni Ilyas, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar
    Jabatan:

    • Wakil Ketua 1 PC NU Kabupaten Mojokerto
    • Anggota Tim Aset PC NU Kabupaten Mojokerto (seperti RS Sakinah)
    • Ketua BTNUM Syariah PC NU Kabupaten Mojokerto
    • Dewan Instruktur PW GP Ansor Jawa Timur
    • Dewan Pengawas Syariah KSPPS TK Tulungagung

    Latar Belakang dan Pendidikan

    Gus Dulloh lahir dari keluarga yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat. Sebagai putra dari KH Chusaeni Ilyas, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar, Gus Dulloh tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental dengan nilai-nilai keislaman dan pendidikan agama. Pendidikan dasar dan menengahnya ia tempuh di pesantren tersebut, mendapatkan ilmu agama dari ayahnya dan para ulama di sekitarnya.

    Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, Gus Dulloh melanjutkan studinya ke berbagai institusi pendidikan Islam, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini memberikan Gus Dulloh wawasan yang luas dan mendalam mengenai berbagai aspek keislaman, yang menjadi bekalnya dalam menjalani berbagai peran di organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

    Kiprah di Nahdlatul Ulama (NU)

    Sebagai kader NU, Gus Dulloh juga menjabat sebagai Wakil Ketua 1 PC NU Kabupaten Mojokerto, anggota tim aset PC NU yang mengelola berbagai aset penting seperti RS Sakinah, dan Ketua BTNUM Syariah PC NU Kabupaten Mojokerto. Peran-peran ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan organisasi NU di berbagai bidang.

    Di tingkat provinsi, Gus Dulloh juga aktif sebagai Dewan Instruktur PW GP Ansor Jawa Timur. Dalam kapasitas ini, ia terlibat dalam memberikan pelatihan dan bimbingan kepada kader-kader muda NU, mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin yang tangguh dan berintegritas.

    Peran di Luar Kabupaten Mojokerto

    Di luar Kabupaten Mojokerto, Gus Dulloh berperan sebagai Dewan Pengawas Syariah di KSPPS TK Tulungagung. Dalam posisi ini, ia memastikan bahwa operasional lembaga keuangan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, menjamin kehalalan dan keberkahan dalam setiap transaksi yang dilakukan.

    Dukungan sebagai Calon Wakil Bupati Mojokerto

    Melihat kiprahnya yang luar biasa, Gus Dulloh mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sebagian besar tokoh masyarakat di Kabupaten Mojokerto, khususnya dari kalangan NU, untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Mojokerto. Ia diminta untuk mendampingi Bu Ikfina dalam pemilihan bupati dan wakil bupati. Dukungan ini mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap integritas dan kapasitas Gus Dulloh dalam memimpin dan mengabdi kepada masyarakat.

    Visi dan Harapan

    Gus Dulloh memiliki visi untuk membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berakhlak mulia. Ia berkomitmen untuk memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong pemberdayaan umat melalui pendidikan, ekonomi, dan sosial.

    Penutup

    Gus Dulloh adalah sosok yang inspiratif dengan dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada agama dan masyarakat. Perjalanan hidup dan kiprahnya di berbagai bidang menunjukkan komitmen dan integritas yang kuat. Dengan dukungan yang luas, ia siap untuk melanjutkan perjuangannya dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Mojokerto dan umat Islam pada umumnya.

    @beritasorban Sa'dulloh Syarofi, yang akrab dipanggil Gus Dulloh, adalah putra dari KH Chusaeni Ilyas, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar. Saat ini, Gus Dulloh menjabat sebagai Wakil Ketua 1 PC NU Kabupaten Mojokerto dan terlibat dalam berbagai peran penting seperti anggota tim aset PC NU, Ketua BTNUM Syariah, dan Dewan Instruktur PW GP Ansor Jawa Timur. Di luar Mojokerto, ia juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah di KSPPS TK Tulungagung. Dengan dukungan luas dari PKB dan tokoh masyarakat, Gus Dulloh siap maju sebagai calon Wakil Bupati Mojokerto mendampingi Bu Ikfina. Komitmennya untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur menjadikan Gus Dulloh sosok inspiratif dan pemimpin masa depan yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Mojokerto. #GusDulloh #KaderNU #NUMojokerto #PemimpinMuda #WakilBupatiMojokerto #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri
  • Jadi Banser Sekarang Enak, Dulu Taruh Nyawa

    Jadi Banser Sekarang Enak, Dulu Taruh Nyawa

    Berita Video

    wp.sorbansantri.com – Kemiri Timur, Subah, Batang – Satu lagi anggota Ansor Banser angkatan 60-an yang layak kita kenang adalah Mbah Musrim, seorang warga Desa Kemiri Timur, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Dalam kisahnya, Mbah Musrim menceritakan pengalamannya mengikuti pengkaderan di Ansor Banser pada masa itu yang sangat berbeda dengan sekarang.

    Menurut cerita beliau, pengkaderan Ansor Banser pada zamannya berlangsung lebih dari satu minggu. Mbah Musrim harus menempuh perjalanan ke Rembang untuk mengikuti pelatihan tersebut dengan biaya sendiri. Tidak jarang, beliau harus berjalan kaki dalam keadaan kelaparan. “Dadi Banser jaman saiki kepenak, paling ngawal Kyai ceramah lan ngaji, kyaine ceramah bisa ditinggal udud. Jaman mbiyen ngawal uripe kyai, ngadepi wong-wong sing pengin mateni Kyai NU, bisa-bisa Dewe sing mati. Kancaku akeh sing mati orang genah kuburane,” ungkap Mbah Musrim dengan nada tegas.

    (“Jadi Banser jaman sekarang itu enak, paling mengawal kyai ceramah dan ngaji, kyainya ceramah bisa ditinggal merokok. Jaman dulu mengawal hidup matinya kyai menghadapi orang-orang yang ingin membunuh kyai NU, kalau tidak hati-hati bisa mati sendiri. Banyak temanku mati tidak tahu di mana kuburnya.”)

    Kisah Mbah Musrim menggambarkan betapa beratnya tugas anggota Ansor Banser pada masa itu. Mereka tidak hanya menjaga keselamatan para kyai saat ceramah, tetapi juga menghadapi ancaman nyata dari pihak-pihak yang ingin membunuh tokoh-tokoh NU.

    Ketika ditanya mengenai sikapnya jika ada yang ingin mengganggu NU dan NKRI, Mbah Musrim menjawab dengan penuh semangat, “O….aja macem-macem, senajan wis tua, mlaku wis angel, aku tetep Melu maju, mati ya mati, ora urus sapa sing tak adepi. Saiki mati mbesuk ya mati. Luwih Mulya mati mbela kyai lan negara, timbang mati nggletak orang ngapa-ngapa!”

    (“O…jangan macam-macam, walaupun sudah tua, berjalan sudah sulit, aku tetap ikut maju. Mati ya mati, tidak peduli siapa yang aku hadapi. Sekarang mati, besok mati. Lebih baik mati membela Kyai dan Negara, daripada mati tergeletak tidak melakukan apapun.”)

    Kisah Mbah Musrim ini menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya anggota Ansor Banser generasi sekarang, untuk tetap teguh dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita. Semoga semangat perjuangan beliau selalu menjadi teladan bagi kita semua. (AI Sorban)

    @beritasorban Mengenang kisah inspiratif dari Mbah Musrim, anggota Ansor Banser angkatan 60-an dari Desa Kemiri Timur, Subah, Batang. Pada masa itu, Mbah Musrim mengikuti pengkaderan Banser di Rembang selama lebih dari satu minggu dengan biaya sendiri, seringkali berjalan kaki dalam keadaan kelaparan. Pengalaman berat ini tidak menyurutkan semangatnya. "Dadi Banser jaman saiki kepenak, paling ngawal Kyai ceramah lan ngaji, kyaine ceramah bisa ditinggal udud. Jaman mbiyen, ngawal uripe kyai, ngadepi wong-wong sing pengin mateni Kyai NU, bisa-bisa dewe sing mati," ujar Mbah Musrim. Beliau juga menyatakan, "O…aja macem-macem, senajan wis tua, mlaku wis angel, aku tetep melu maju. Luwih mulya mati mbela kyai lan negara, timbang mati nggletak ora ngapa-ngapa!" Kisah Mbah Musrim ini menjadi teladan bagi kita semua untuk terus menjaga dan mempertahankan nilai-nilai perjuangan. Tetap semangat, jaga NKRI! #AnsorBanser #MbahMusrim #PahlawanNU #SejarahBanser #NKRI #PerjuanganNU #KisahInspiratif #Banser60an #JagaKyai #SemangatPerjuangan #pyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Surabaya Bersholawat Bersama Habib Syech

    Surabaya Bersholawat Bersama Habib Syech

    Berita Video

    wp.sorbansantri.com – Pemerintah Kota Surabaya sukses menyelenggarakan pengajian dan sholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Tugu Pahlawan pada Jumat (24/5/2024) malam. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731.

    Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, beserta keluarganya turut hadir, duduk bersama Habib Syech, para kyai, ulama, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya. Ribuan jemaah dengan antusias memadati kawasan Tugu Pahlawan untuk mengikuti pengajian dan sholawat tersebut.

    Wali Kota Eri Cahyadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Ia menegaskan bahwa setiap peringatan HJKS, Surabaya selalu menggelar salawat. “Setiap hari jadi Surabaya, kita tidak lupa untuk bersholawatt. Dengan salawat, Surabaya akan penuh berkah dan ketenangan dari Gusti Allah,” ujar Eri Cahyadi.

    Habib Syech mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan agar Surabaya menjadi kota yang penuh berkah dan teladan bagi kota-kota lain. Meski sempat diguyur gerimis, semangat jemaah tetap tinggi dalam melantunkan sholawat. Habib Syech juga meminta jemaah mendoakan Wali Kota Eri Cahyadi agar selalu sehat dan mampu memimpin Surabaya dengan baik. (AI Sorban)

    @beritasorban Ribuan jemaah memadati Tugu Pahlawan, Surabaya, untuk mengikuti pengajian dan salawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf pada Jumat malam, memperingati Hari Jadi Kota Surabaya yang ke-731. #SalawatBersama #HabibSyech #HJKS731 #SurabayaBerkah #TuguPahlawan #WaliKotaSurabaya #EriCahyadi #fypp #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    VR Simulator 5D Kisah Rasulullah Hadir di Masjid Raya Al Jabar Bandung

    wp.sorbansantri.com – Kabar gembira bagi umat Islam di Bandung dan sekitarnya. Masjid Raya Al Jabar kini menghadirkan inovasi baru berupa VR Simulator 5D yang menyajikan lima kisah inspiratif tentang Rasulullah. Pengunjung bisa merasakan pengalaman mendalam melalui kisah Hijrah, Isro’ Mi’raj, Mecca, Moses, dan Maulid, yang dihadirkan secara nyata melalui teknologi VR.

    VR Simulator 5D ini terletak di lantai bawah galeri Rasulullah dan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00. Untuk setiap kisah, pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp100.000. Dalam salah satu kisah yang menarik, yaitu Hijrah, pengunjung dapat merasakan perjuangan Rasulullah ketika dikepung oleh kafir Quraisy hingga harus bersembunyi di Gua Tsur. Efek visual yang realistis seperti sarang laba-laba dan burung merpati yang diperintahkan oleh Allah untuk menolong Rasulullah menambah pengalaman yang mendalam dan nyata.

    Salah satu pengunjung, Shintanae, berbagi pengalamannya yang sangat menyentuh saat menonton kisah terakhir yang membawa penonton ke Roudoh. “Seumur hidup ingin sekali melihat makam Rasulullah. Di sini, saya bisa membayangkan makam Rasulullah yang berdekatan dengan makam sahabat, dan itu terlihat sangat nyata,” ujarnya sambil menangis. Ia juga berharap Allah segera mengundangnya ke tanah suci.

    Dengan hadirnya VR Simulator 5D ini, diharapkan bisa memberikan pengalaman religius yang mendalam dan memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang luar biasa ini di Masjid Raya Al Jabar, Bandung. (AI Sorban)

    @beritasorban Vr Simulator 5D kisah Rosululloh sekarang ada di bandung tepatnya di Masjid raua al jabar, untuk tepatnya di lantai bawah galeri rosululloh bukanya jam 10.00. ada 5 kisah, yaiku Hijrah, Isro' mi'roj, mecca, moses dan maulid. #VRSimulator5D #KisahRasulullah #MasjidRayaAlJabar #Hijrah #IsroMikraj #Mecca #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri