Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan sebagai upaya untuk mengantisipasi eskalasi politik yang makin meningkat jelang tahun politik 2024. Surat instruksi tersebut, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas dan Sekretaris Jenderal Abdul Rochman, tertanggal 8 September 2023, menekankan pentingnya memegang teguh Khittah dan pedoman berpolitik warga NU.

    @beritasorban

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024 Baca selengkapnya https://wp.sorbansantri.com/pp-gp-ansor-keluarkan-instruksi-jelang-tahun-politik-2024/ #gpansor #politiktiktok

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

    Dalam surat instruksi tersebut, PP GP Ansor mengingatkan seluruh kader dan pengurus untuk mematuhi sembilan pedoman berpolitik warga NU. Pedoman tersebut bertujuan agar kader Ansor menjadi teladan dalam menjalankan politik, dengan norma dan etika selalu dikedepankan.

    Berikut adalah empat poin instruksi yang dikeluarkan PP GP Ansor untuk seluruh kadernya:

    1. Dilarang Penggunaan Aset GP Ansor untuk Keperluan Politik:
      • Kader Ansor dilarang menggunakan lambang, lagu, seragam, dan atribut lainnya, serta aset dan kantor GP Ansor untuk kepentingan politik praktis atau kampanye calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun.
    2. Dilarang Mengatasnamakan GP Ansor dalam Pernyataan Dukungan Politik:
      • Kader Ansor dilarang membuat pernyataan dan/atau surat dukungan kepada calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun dengan mengatasnamakan GP Ansor.
    3. Memegang Teguh Khittah NU dan Pedoman Berpolitik:
      • Kader Ansor diinstruksikan untuk tetap memegang teguh Khittah NU 1926 dan 9 Pedoman Berpolitik Bagi Warga NU sesuai Keputusan Muktamar NU Ke-28 tahun 1989 di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.
    4. Menjaga Kondusivitas, Ketertiban, dan Keamanan di Wilayah Masing-Masing:
      • Kader Ansor diminta untuk menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawabnya.

    Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya situasi politik menjelang tahun politik 2024. PP GP Ansor berharap dengan mengikuti instruksi ini, kader Ansor dapat berperan sebagai agen perubahan yang menjunjung tinggi norma dan etika dalam berpolitik, serta menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. (AI Sorban)

  • Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    wp.sorbansantri.com- Shalawat Nariyah merupakan salah satu shalawat yang mustajab. Shalawat ini juga diyakini para ahli sebagai kunci gudang yang mumpuni. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundah dan Jabir, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:“Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.”
    Oleh karena itu, maka tak heran apabila shalawat Nariyah sering dilantunkan oleh umat muslim. Pasalnya bacaan shalawat ini diyakini memiliki banyak keutamaan. Lantas apa saja manfaat membaca shalawat Nariyah? Simak beberapa manfaatnya berikut ini.

    1. Dibukakan Pintu Rezeki
    2. Dikabulkan Hajatnya
    3. Dimudahkan Urusannya
    4. Dihindarkan dari Bahaya

    Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

  • Peringatan Haul Ke-16 Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar: Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yya

    Peringatan Haul Ke-16 Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar: Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yya

    wp.sorbansantri.com -Cirebon, Jawa Barat – Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yyah” siap menggelar peringatan Haul Ke-16 untuk mengenang sosok Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar, tokoh yang telah memberikan banyak jasa dan pengajaran bagi para santri. Acara yang bertajuk “Temu Kangen Santri” ini akan diselenggarakan pada Minggu, 11 Agustus 2024.

    Panitia Haul, yang dipimpin oleh Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yyah”, telah menyiapkan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan haul ini. Mulai dari pembacaan Al-Qur’an, tausiyah, doa bersama, diskusi keagamaan, hingga lomba keislaman akan menjadi bagian dari rangkaian acara yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan meningkatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu.

    Santri dan alumni Pondok Pesantren “Darul-‘Ulumiy Syari’yyah” diundang untuk hadir dalam acara tersebut di lokasi pesantren yang terletak di Bodoelor, Plumbon, Cirebon, Jawa Barat. Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum yang berharga untuk mengenang jasa-jasa Al-Maghfurulah Syech Mahmud Muchtar serta memperkokoh solidaritas dan semangat keagamaan di kalangan santri.

    Dengan menghadiri acara sesuai dengan undangan yang diberikan, diharapkan peserta dapat turut serta dalam rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Semoga peringatan Haul Ke-16 ini menjadi momen yang bermakna bagi seluruh peserta dan dapat menginspirasi semangat keagamaan dan pengabdian bagi para santri. (AI Sorban)

  • HARLAH 50 TAHUN PENGAJIAN AHADAN: Merayakan Cinta pada Ilmu dan Ulama’ bersama Habib Umar Al-Mutohhar!

    HARLAH 50 TAHUN PENGAJIAN AHADAN: Merayakan Cinta pada Ilmu dan Ulama’ bersama Habib Umar Al-Mutohhar!

    wp.sorbansantri.com – Dalam suasana penuh semangat dan kecintaan pada ilmu dan ulama’, PC LDNU Kabupaten Mojokerto akan menggelar acara spesial dalam rangka HARLAH 50 TAHUN PENGAJIAN AHADAN. Acara ini akan diadakan pada AHAD PAHING, 5 Mei 2024 / 26 Syawal 1445 di Masjid Agung “DARUSSALAM” Gemekan Sooko Mojokerto mulai pukul 08.00 hingga selesai.

    Acara NGAJI AHADAN (JIHAD LDNU) EDISI KHUSUS ini akan dihadiri oleh sosok yang sangat dihormati, yaitu HABIB UMAR AL-MUTOHHAR dari Semarang. Keberadaan beliau di acara ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen dalam mengeksplorasi serta menghormati ilmu dan ulama’.

    Dalam sebuah kutipan yang menyentuh hati, “إِنَّ الْحِكْمَةَ تَزِيْدُ الشَّرِيْفَ شَرَفًا وَتَرْفَعُ الْمَمْلُوْكَ حَتَّى يُدْرِكَ مَدَارِكَ الْمُلُوْكِ”, kita disadarkan akan kebesaran ilmu yang mampu mengangkat derajat seseorang bahkan dari posisi yang rendah menjadi mulia.

    Seluruh jajaran PC LDNU mengajak para santri, muassis Nahdlatul Ulama’, dan masyarakat umum untuk turut hadir dalam acara istimewa ini. Rawuh Pajenengan bukan hanya sekadar menghadiri acara, tetapi juga menjadikan momen ini sebagai wujud cinta dan penghargaan pada ilmu dan ulama’.

    Mari kita bersama-sama merayakan keberkahan ilmu dan kedermawanan ulama’ dalam HARLAH 50 TAHUN PENGAJIAN AHADAN dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Semoga acara ini menjadi berkah bagi seluruh umat dan menginspirasi kita untuk terus mencintai dan memuliakan ilmu serta para ulama’. Wahai Allah, limpahkanlah kemudahan kepada kami dalam menjalani setiap langkah menuju kebenaran. Aamiin. (AI Sorban)

    Panitia HARLAH 50 TAHUN PENGAJIAN AHADAN PC LDNU Kab. Mojokerto

  • Ta’lim Muta’allim: Keutamaan Ilmu

    Ta’lim Muta’allim: Keutamaan Ilmu

    Fasal 1 Pengertian Ilmu Dan Fiqih Serta Keutamaannya

    وشرف العلم لايخفى على أحد إذ هو المختص بالإنسانية لأن جميع الخصال سوى العلم، يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات: كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم.

    وبه أظهر الله تعالى فضل آدم عليه السلام على الملائكة، وأمرهم بالسجود له.

    وإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر والتقوى، الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله، والسعادة والأبدية، كما قيل لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا:

    تعـلـم فــإن الـعلـم زيـن لأهــلــه وفــضـل وعــنـوان لـكـل مـــحامـد

    وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة من العـلم واسـبح فى بحـور الفوائـد

    تـفـقـه فإن الـفــقـه أفــضـل قائـد الى الــبر والتـقـوى وأعـدل قـاصـد

    هو العلم الهادى الى سنن الهدى هو الحصن ينجى من جميع الشدائد

    فـإن فـقيــهـا واحــدا مــتـورعــا أشـد عـلى الشـيطـان من ألـف عابد

    (والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل، والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض على كل إنسان علمها.

    وأما حفظ ما يقع فى الأحايين ففرض على سبيل الكفاية، إذا قام البعض فى بلدة سقط عن الباقين، فإن لم يكن فى البلدة من يقوم به اشتركوا جميعا فى المأثم، فيجب على الإمام أن يأمرهم بذلك، ويجبر أهل البلدة على ذلك.

    قيل: إن العلم ما يقع على نفسه فى جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك.

    وعلم ما يقع فى الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه (فى بعض الأوقات).

    وعلم النجوم بمنزلة المرض، فتعلمه حرام، لأنه يضر ولاينفع، والهرب عن قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن.

    فينبغى لكل مسلم أن يشتغل فى جميع أوقاته بذكر الله تعالى والدعاء، والتضرع، وقراءة القرآن، والصدقات [الدافعة للبلاء] [والصلاة] ، ويسأل الله تعالى العفو والعافية فى الدين والآخرة ليصون الله عنه تعالى البلاء والآفات، فإن من رزق الدعاء لم يحرم الإجابة. فإن كان البلاء مقدرا يصيبه لامحالة، ولكن يبر الله عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء.

    اللهم إذا تعلم من النجوم قدرما يعرف به القبلة، وأوقات الصلاة فيجوز ذلك

    وأما تعلم علم الطب فيجوز، لأنه سبب من الأسباب فيجوز تعلمه كسائر الأسباب. وقد تداوى النبى عليه السلام،

    وقد حكى عن الشافعى رحمة الله عليه أنه قال: العلم علمان: علم الفقه للأديان، وعلم الطب للأبدان، وما وراء ذلك بلغة مجلس.

    وأما تفسير العلم: فهو صفة يتجلى بها المذكور لمن قامت هى به كما هو. والفقه: معرفة دقائق العلم مع نوع علاج. قال أبو حنيفة رحمة الله عليه: الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها. وقال: ما العلم إلا للعمل به، والعمل به ترك العاجل الآجل.

    فينبغى للإنسان أن لايغفل عن نفسه، ما ينفعها وما يضرها، فى أولها وآخرها، ويستجلب ما ينفعها ويجتنب عما يضرها، كى لايكون عقله وعمله حجة فيزداد عقوبة، نعوذ بالله من سخطه وعقوبه.

    وقد ورد فى مناقب العلم وفضائله، آيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كى لايطول الكتاب.

    B. Keutamaan Ilmu

    Tidak seorang pun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena ilmu itu khusus dimiliki umat manusia. Adapun selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa dimiliki binatang. Dengan ilmu pengetahuan Allah Ta’ala mengangkat derajat Nabi Adam as. Di atas para malaikat. Oleh karena itu, malaikat di perintah oleh Allah agar sujud kepada Nabi Adam as.

    Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : “Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna.”

    Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.

    C. Belajar Ilmu Akhlaq

    Setiap orang islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak, menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu orang islam wajib mengetahuinya.

    Asy-Syahid Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara akhlaknya.

    Adapun mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu seperti shalat zenajah dan lain-lain, itu hukumnya fardhu kifayah. Jika di suatu tempat/daerah sudah ada orang yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah wajib memerintahkan kepada rakyatnya supaya belajar ilmu yang hukumnya fardhu kifayah tersebut. Pemerintah berhak memaksa mereka untuk mereka untuk melaksanakannya.

    Dikatakan bahwa mengetahui/mempelajari amalan ibadah yang hukumnya fardhu ain itu ibarat makanan yang di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang hukumnya fardhu kifayah, itu ibarat obat, yang mana tidak dibutuhkan oleh setiap orang, dan penggunaannya pun pada waktu-waktu tertentu.

    Sedangkan mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka, karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan.

    Oleh karena itu, setiap orang islam wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir kepada Allah, berdo’a, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca Al-Qur’an,dan bersedekah supaya terhindar dari mara bahaya.

    Boleh mempelajari ilmu nujum (ilmu falaq) untuk mengetahui arah kiblat, dan waktu-waktu shalat.

    Boleh pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.Karena Nabi juga pernah berobat.

    Imam Syafi’I rahimahullah berkata, “ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan.”

    E. Definisi Ilmu

    Ilmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu. Ujar Abu Hanifah : Fiqih adalah pengetahuan tentang hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang. Ujarnya lagi : Ilmu itu hanya untuk diamalkannya, sedang mengamalkan di sini berarti meninggalkan orientasi demi akhirat.

    Maka seyogyanya manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah dari murka dan siksanya.

    Dalam masalah kebaikan keistimewaan dan keutaman ilmu itu, banyaklah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis shahih dan masyhur yang mengemukakannya. Namun kali ini tidak kami kedepankan, agarlah uraian kitab ini tidak terlalu berkepanjangan.

  • GUS BAHA DAN KYAI PEROKOK BERAT

    GUS BAHA DAN KYAI PEROKOK BERAT

    Kenangan terbaik saya di dunia itu, ketika pernah didatangi kiai tua yang (mungkin) sudah mau meninggal, ketika waktu MUI mengharamkan rokok, dia bertanya (hukum merokok) kepada saya,” tutur Gus Baha .

    Tradisi kiai-kiai desa memang unik.

    Masyarakat atau kiai kampung ketika mendapatkan sebuah fatwa dari pusat organisasi Islam, meski berafiliasi dgn organisasi itu, mereka tak akan mengikutinya langsung.

    Mereka lebih mengikuti guru mengaji mereka ketimbang fatwa dari pusat .

    Misalnya, santri Mbah Maemun Zubair tentu akan lebih memilih fatwa Mbah Moen daripada fatwa MUI pusat.

    Begitu juga santri Habib Luthfi akan mengikuti fatwa beliau .

    “Gus, MUI itu kan mengharamkan rokok, sekali Jenengan mengatakan itu haram, saya tidak akan merokok Gus, tapi saya mau bercerita terlebih dahulu, saya itu kiai, sudah tua, ndeso lagi,” ujar kiai itu .

    “Iya Mbah, sudah terlihat kok,” timpal Gus Baha diikuti tawa jemaah .

    “Hiburan saya itu ya ketika setelah salat Isya itu ngobrol dan merokok dgn teman-teman mondok dulu di pojok musala Gus, kemudian mencocokkan nasib ketika pas mondok dahulu.

    Karena di pagi hari takut istri, pekerjaan saya ya yg sebisa yg dilakukan di siang hari.

    Hiburan saya ya hanya seperti tadi itu Gus,” ujar kiai tadi .

    “Kalau itu diharamkan Gus, saya tidak bakalan punya hiburan, harta dunia tidak punya (banyak), satu-satunya (hiburan) ya hanya itu Gus.

    Saya itu kiai (kampung) Gus, mau menonton dangdut ya tidak pantas” kata Gus Baha menirukan kyai kampung .

    “Sudah Mbah, untuk Jenengan halal,” jawab Gus Baha .

    Gus Baha menjelaskan bahwa tipe orang itu jangan sampai diberi fatwa haram merokok, karena hukum merokok sendiri memang masih menjadi ikhtilaf atau perbedaan diantara para ulama.

    Untuk kondisi kiai tadi, Gus Baha memperbolehkannya merokok daripada ia mencari hiburan nonton dangdut yg unsur mudaratnya lebih besar .

    Apa yg diceritakan Gus Baha tentu menjadi pelajaran bagi para ulama atau ustad.

    Bahwa dalam memberikan fatwa, seseorang tak boleh asal mengeluarkan fatwa di depan publik atau jemaah tanpa mengetahui kondisi si penanya karena suatu fatwa tak bisa menjadi solusi mutlak masalah orang lain. (AI Sorban)

  • Kisah Inspiratif Kapten Timnas U-23: Rizki Ridho, Dari Lapangan Hijau ke Sujud Agung

    Kisah Inspiratif Kapten Timnas U-23: Rizki Ridho, Dari Lapangan Hijau ke Sujud Agung

    Profil Rizki Ridho: Rizki Ridho, kapten Timnas U-23 Indonesia yang berbakat dan religius, telah mengukir prestasi gemilang di dunia sepak bola. Lahir pada 15 Mei 2001, Rizki Ridho bukan hanya menjadi panutan di lapangan, tetapi juga dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan yang tinggi.

    Berita: Setelah Menjadi Pemain Terbaik, Rizki Ridho Sujud Agung Sebagai Imam

    Usai membawa Timnas U-23 Indonesia meraih kemenangan gemilang, Rizki Ridho, kapten yang memiliki dedikasi luar biasa, menggelar aksi luar biasa di luar lapangan. Tak berhenti pada prestasi sepak bola, Rizki Ridho memimpin sujud agung sebagai imam sholat, menginspirasi tim dan penggemar sepak bola di seluruh negeri.

    Laman: 1 2

  • Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!

    Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!


    wp.sorbansantri.com
    – Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, tiba dengan penuh kehormatan di acara halalbihalal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jakarta. Kedatangannya disambut oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dengan penghormatan khusus menggunakan karpet merah.

    Gibran, yang mengenakan kemeja krem dan peci hitam, tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Suasana di lokasi terlihat meriah dengan tenda ornamen berwarna putih hijau di pintu masuk dan panggung tertutup di halaman depan Kantor PBNU.

    Tidak hanya disambut oleh Yahya Cholil Staquf, Gibran juga bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kehadiran Gibran juga diantisipasi oleh Prabowo Subianto, beberapa menteri kabinet Indonesia maju, dan duta besar negara sahabat.

    Laman: 1 2

  • Takdir Barokah: Mengungkap Pentingnya Salat dalam Perspektif Gus Baha

    Takdir Barokah: Mengungkap Pentingnya Salat dalam Perspektif Gus Baha

    sorbansantri.com – Salat, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki makna mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, seringkali kita dihadapkan pada pertanyaan tentang arti salat jika kita masih melakukan kemungkaran. Gus Baha, seorang ulama yang dikenal dengan pemahamannya yang mendalam tentang ajaran Islam, memberikan pandangan yang menggugah pemikiran terkait hal ini.

    Gus Baha menegaskan bahwa pernyataan yang menyatakan bahwa salat tidak bermakna jika masih melakukan kemungkaran adalah salah besar. Menurutnya, salat adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim. Dengan melaksanakan salat, kita sebenarnya telah mengurangi kemungkaran, karena dalam salat kita meneguhkan status kita sebagai hamba Allah SWT. Gus Baha menggunakan istilah “teken kon” untuk menyatakan bahwa dengan salat, kita mengakui diri sebagai hamba Allah, dengan penuh keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa.

    Dalam pandangan Gus Baha, jika ada kesalahan yang terjadi, hal itu memang merupakan suatu kesalahan, namun yang penting adalah kesadaran bahwa kita adalah hamba Allah yang mengakui keesaan-Nya. Pengakuan ini memiliki barokah tersendiri, yaitu dapat mendapatkan syafa’at (pertolongan) dari Rasulullah SAW di akhirat nanti. Hal ini karena kita tidak pernah mengingkari status kehambaan kita kepada Allah.

    Dengan demikian, Gus Baha mengajarkan bahwa salat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan manifestasi dari pengakuan diri sebagai hamba Allah yang patuh dan taat kepada-Nya. Melalui salat, kita tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga meneguhkan ikatan spiritual dan kepatuhan kita sebagai umat Muslim. Dengan kesadaran ini, diharapkan kita dapat terus memperbaiki diri dan mendapatkan keberkahan dalam kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang. (AI Sorban)

  • Refleksi  Harlah GP Ansor ke 90, memantapkan Ansor sebagai sosok organisasi pejuang kemanusiaan

    Refleksi Harlah GP Ansor ke 90, memantapkan Ansor sebagai sosok organisasi pejuang kemanusiaan

    ONE GOOD TURN DESERVES ANOTHER

    wp.sorbansantri.com – Siang itu, tepat 20 hari bulan Ramadhan 1444H, hampir terlampaui, dalam suasana yg agak temaram karena sejak awal puasa Pacet hampir selalu diguyur hujan jelang sore hari. Dg membawa sepasang keranjang di kanan kiri karena barusan dari sawah, sepeda motor itu tepat berada di Marka jalan untuk menyebrang menuju kediaman.

    Tapi tanpa disadari dari arah kanan sepeda itu tiba2 bruakkk …. Terpentallah sosok aktivis Ansor sekaligus Banser senior Pacet yg tidak pernah berhenti mengabdi di NU, paska menjadi Banser, sosok itu mejagi ketua Ranting desa yg terkenal sbg sentra UKM makanan, Kemiri Pacet Mojokerto, wajah dan kakinya berdarah2, bahkan patah tulang kering nya.

    Bertepatan dg momen itu lewatlah mobil “dinas” sebuah rumah peribadatan dan pendidikan Santo Yusup, yg berpusat di kawasan selatan Pacet yg dekat dg kawasan hutan lindung, mobil itu berhenti lalu sosok wanita berjilbab mengetuk pintu, agar berkenan antar korban ke seorang tenaga di sekitaran sajen.
    Tapi karena parahnya cidera akibat insiden itu, sang para medis merujuk nya ke rumah sakit yg representatif, mobil “dinas” itu, meski berlepotan darah di dalamnya, masih bersedia antar korban ke rumah sakit yg sesuai dg tingkat keparahan korban.(*)

    Andai saja awak mobil tadi tahu bahwa yg ditolongnya adalah anggota Banser terlatih n kawakan, tidak sekali misi kemanusiaan telah terlampaui, bahkan ketika harus menjaga ke kondusif an peribadatan saudara-saudara nya sebangsa meski beda keyakinan, bahkan kegiatan peribadatan awak mobil penolong tsb, hal-hal yg selama ini sering di nyinyir i oleh sahabat yg sering merasa paling benar ber Islam, tidak goyahkan kebiasaan satuan yg multiguna ini. Namun meski tidak tahu dan kenal rupanya, Allah SWT dg sunnatullah menemukan mereka.