Kategori: Nabi Rosul dan Waliyulloh

Kisah Nabi Rasulullah dan Waliyullah merujuk kepada cerita dan peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan dan perjalanan spiritual para nabi dan waliyullah dalam tradisi Islam.

  1. Nabi Rasulullah (Nabi Muhammad SAW): Kisah Nabi Muhammad SAW mencakup berbagai aspek kehidupan beliau, mulai dari kelahiran, dakwah, hijrah, perang-perang, hingga wafatnya. Kisah ini juga mencakup ajaran-ajaran Islam yang beliau sampaikan, mukjizat-mukjizat yang beliau tunjukkan, serta pengaruh beliau terhadap perkembangan agama Islam dan umat Muslim.
  2. Waliyullah: Waliyullah merujuk kepada orang-orang yang dianggap dekat dengan Allah SWT dan memiliki kedudukan spiritual yang tinggi dalam pandangan Islam. Kisah-kisah waliyullah seringkali mencakup kehidupan mereka yang penuh ketakwaan, ibadah, mujahadah (perjuangan spiritual), serta mukjizat-mukjizat kecil atau karomah yang mereka miliki.

Kisah-kisah tentang Nabi Rasulullah dan Waliyullah menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran dalam agama Islam. Mereka dianggap sebagai teladan dalam beribadah, berakhlaq, dan menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan. Kisah-kisah ini sering diceritakan dalam literatur Islam, kajian agama, dan ceramah-ceramah keagamaan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam dan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

  • KEGEMBIRAAN NABI MUHAMMAD SAW

    KEGEMBIRAAN NABI MUHAMMAD SAW

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dari Abdurrahman bin ‘Auf r.a : “Suatu hari aku mengikuti Nabi. Kulihat beliau memasuki kebun kurma. Tiba tiba beliau bersujud. Aku pun menunggu sujudnya yang lamâ sehingga aku khawatir beliau telah meninggal. Maka, aku datang menatapnya lekat lekat.

    Beliau langsung mengangkat kepala. ‘Ada apa, Abdurrahman?’
    ‘Wahai Rasulullah, kau letakkan kepalamu disini lamâ sekali, aku khawatir engkau telah meninggal.’ bahkan aku berkata dalam hati, ‘Aku tidak akan berjumpa lagi dengan Rasulullah.’
    Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Tadi ada utusan Allah mendatangiku. Ia berkata, “Maukah kau kuberitahu sebuah kabar gembira?” Allâh berkata: ‘Siapa bersholawat untukmu satu kali, Allah bersholawat untuknya sepuluh kali”
    Nabi bersujud dan meratakan dahinya yang mulia dengan tanah. Mengapa beliau melakukan itu ? Mengapa beliau segembira itu ? Gembira bukan karena beliau dikirimi sholawat. Beliau bergembira karena balasan yang Allâh berikan. Beliau gembira dengan sholawat yang Allah curahkan kepada kita.
    Ibnu Athoillah mengomentari hadits itu dengan ulasan yang menggetarkan hati kita:
    “Seandainya sepanjang hidup engkau melakukan amal keta’atan, lalu Allâh memberimu 1 sholawat saja, tentu 1 sholawat itu lebih berat daripada semua amal ketaatanmu selama hidup. Sebab, engkau bersholawat sesuai dengan kapasitas kemampuanmu, sementara Allah bersholawat sesuai dengan sifat Ketuhanan-Nya. Ini baru satu sholawat. Lalu, bagaimana jika Allah bersholawat untukmu sebanyak 10 kali atas setiap 1 kali sholawatmu atas Rasul?”
    ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ۚ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴﻤًﺎ
    “Sesungguhnya ALLAH dan Para Malaikat-Nya selalu bersholawat kepada Nabi (SAW), Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
    ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ
    (KALAM ULAMA’)
  • KHALIFAH UMAR r.a. DAN BUDAYA KRITIK

    KHALIFAH UMAR r.a. DAN BUDAYA KRITIK

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Khalifah Umar ibn al-khatthab r.s. sering dijadikan contoh sebagai pemempin yang menyukai kritik. Beliau punya kebiasaan belusukan ke kampung kampung. Salah satu tujuannya mencari tahu tentang aib dan kekurangan dirinya. Hal itu membuat masyarakat berani dan tidak segan untuk mengeritiknya.

    Dikisahkan bahwa kholifah Umar pada suatu ketika dicegat di jalan oleh seorang perempuan tua bernama Khaulah binti Tsa’labah dan dimintanya berhenti. Cukup lama beliau berhenti di jalan seraya menyimak kalimat2 yang meluncur dari lisan Khaulah binti Tsa’labah yang berisi nasihat nasihat sebagai berikut :

    ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ، ﻛﻨﺖَ ﺗﺪﻋَﻰ ﻋُﻤﻴﺮﺍ ﺛﻢ ﺻﺮﺕَ ﻋﻤﺮ ، ﺛﻢ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ ﺃﻣﻴﺮُ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ، ﻓﺎﺗﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻣَﻦ ﺃﻳﻘﻦ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﻔﻮﺕَ ، ﻭ ﻣﻦ ﺃﻳﻘﻦ ﺑﺎﻟﺤﺴﺎﺏ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﻌﺬﺍﺏ .

    Wahai Umar, engkau dulu dipanggil Umair (Umar kecil), kemudian berubah menjadi Umar, lalu sekarang engkau dipanggil dengan julukan “amirul mukminin”. (Pesan saya) : takutlah engkau, wahai Umar kepada Allah, karena barangsiapa meyakini adanya kematian, ia pasti khawatir akan hilangnya kesempatan, dan barangsiapa yg meyakini adanya hisab, ia pasti takut menghadapi adzab.

    Pertemuan di jalan antara Khalifah dan perempuan tua itu menjadi tontonan dan sekaligus membuat orang orang yang melihatnya keheranan. Maka di antara mereka ada yang terpaksa bertanya : wahai amirul mukminin, mengapa njenengan rela berhenti di sini hanya untuk mendengarkan omongan perempuan tua itu?

    Khalifah Umar menjawab : “Seandainya perempuan itu meminta agar saya berhenti di tempat ini dari awal siang sampai akhir siang, pasti saya tidak akan beranjak kecuali untuk shalat. Tahukah kalian, siapakah perempuan tua itu?”

    Mereka mejawab : kami tidak tahu.

    Sayyidina Umar menjelaskan, Dia adalah Khaulah binti Tsa’labah, seorang perempuan yang perkataannya didengar oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dari atas langit yang tujuh. Apa pantas Umar tidak mau mendengarkan ucapan perempuan itu, sementara Allah Ta’ala mau mendengarkannya.

    Kisah tentang Khaulah binti Tsa’labah secara singkat difirmankan oleh Allah sbb :

    ﻗﺪ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺠﺎﺩﻟﻚ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺗﺸﺘﻜﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺴﻤﻊ ﺗﺤﺎﻭﺭﻛﻤﺎ ، ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﻤﻴﻊ ﺑﺼﻴﺮ
    ‏( ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ : ١ )

    Tentu Allah mendengar perkataan wanita yang mengajukan permasalahan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal-jawab kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.
    (KH Afifuddin Muhajir)

  • CUCU RASULULLAH MUHAMMAD SAW ADALAH SALAH SATU KORBAN RADIKALISASI ATAS NAMA AGAMA

    CUCU RASULULLAH MUHAMMAD SAW ADALAH SALAH SATU KORBAN RADIKALISASI ATAS NAMA AGAMA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Setelah peristiwa berdarah di Karbala, ‘Ubaidillah bin Ziyad mengirim kepala Imam Husain ke Syam bersama para tawanan perempuan dan anak-anak dari Ahlul Bait as. Mereka ditempatkan di atas pelana-pelana, dengan wajah dan rambut mereka tersingkap.

    Singkat cerita, perjalanan kepala suci itu berhenti di suatu daerah yang terdapat biara milik seorang pendeta.Setiap kali berhenti untuk istirahat, para pengawal mengeluarkan kepala Imam Husain as dari peti dan menancapkannya di ujung tombak.
    Tombak itu lalu disandarkan pada biara.

    Lanjutan peristiwa pilu tersebut dicatat ulama hadits, Ibnu Hibban (w. 354 H)di kitab as-Sirah an-Nabawiyyah wa Akhbar al-Khulafa’, halaman 560-561 (bagian kitab ats-Tsiqat) berikut:

    فرأى الديراني بالليل نورا ساطعا من ديره إلى السماء، فأشرف على القوم وقال لهم: من أنتم؟ قالوا: نحن أهل الشام، قال:
    هذا رأس من هو؟ قالوا: رأس الحسين بن علي، قال: بئس القوم أنتم! والله لو كان لعيسى ولد لأدخلناه أحداقنا!

    Pendeta Nasrani itu menyaksikan cahaya terang di malam hari memancar ke langit dari biaranya. Ia lalu mendekati para pengawal seraya bertanya,
    “Siapakah kalian?” Jawab mereka, “Kami penduduk Syam”.
    Tanya pendeta, “Kepala ini, siapakah dia?” Jawab mereka, “Kepala Husain bin ‘Ali”.

    “Seburuk-buruk kaum adalah kalian”, kata sang pendeta. “Demi Allah, andai Isa mempunyai putra pasti kami masukkan ke laman-laman kami”.

    ثم قال: يا قوم! عندي عشرة آلاف دينار ورثتها من أبي وأبي من أبيه، فهل لكم أن تعطوني هذا الرأس ليكون عندي الليلة وأعطيكم هذه العشرة آلاف دينار؟ قالوا: بلى

    Kemudian ia berkata, “Wahai kaum, aku mempunyai 10.000 dinar yang aku warisi dari ayahku. Ayahku juga mewarisinya dari ayahnya.
    Maukah kalian berikan kepala ini kepadaku untuk satu malam ia bersamaku, dan untuk itu aku berikan pada kalian 10.000 dinar?
    ” Mereka jawab, “Iya”.

    فأحدر إليهم الدنانير، فجاءوا بالنقاد، ووزنت الدنانير ونقدت، ثم جعلت في جراب وختم عليه، ثم أدخل الصندوق

    Sang pendeta memberikan mereka dinar-dinar itu.Mereka mengupah tukang emas,maka dinar-dinar itu ditimbang dan diperiksa kemurnian/keasliannya.Kemudian dinar-dinar itu dimasukkan ke dalam kantong,diberi materai,dan dimasukkan ke dalam peti.

    وشالوا إليه الرأس، فغسله الديراني ووضعه على فخذه وجعل يبكي الليل كله عليه، فلما أن أسفر عليه الصبح قال: يا رأس! لا أملك إلا نفسي، وأنا أشهد أن لا إله إلا الله وأن جدك رسول الله، فأسلم النصراني وصار مولى للحسين

    Kemudian,mereka mengangkat kepala itu dan menyerahkannya kepada sang pendeta. Pendeta itu membersihkan kepala itu dan kemudian meletakkannya di atas ribaannya.Ia lebur dalam tangisan sepanjang malam.

    Menjelang Subuh, pendeta itu berkata,
    “Duhai kepala,tidak ada yang kumiliki melainkan diriku. Aku (dengan ini) bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa datukmu adalah utusan Allah”.
    Maka, pendeta Nasrani itu telah memeluk Islam dan menjadi pembantu Imam Husain as.

    Sesuai janji sang pendeta hanya satu malam, kepala penuh berkah itu lalu kembali diserahkan kepada para pengawal Yazid. Mereka menempatkan kepala Imam Husian as semula ke dalam peti. Setelah istirahat mereka beranjak pergi dari biara.
    Ibnu Hibban di halaman 561 melanjutkan:

    فلما قربوا من دمشق قالوا: نحب أن نقسم تلك الدنانير، لأن يزيد إن رآها أخذها منا،

    Saat mereka sudah dekat dari Damaskus, mereka berkata, “Kami ingin membagi-bagi dinar-dinar itu. Karena andai Yazid melihatnya, ia pasti mengambilnya dari kita”.

    ففتحوا الصندوق وأخرجوا الجراب بختمه وفتحوه، فإذا الدنانير كلها قد تحولت خزفا، وإذا على جانب من الجانبين من السكة مكتوب وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ وعلى الجانب الآخر سَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

    Mereka membuka peti dan mengeluarkan kantong yang masih bermaterai itu lalu membukanya. Mereka mendapati seluruh kepingan dinar berubah menjadi serpihan keramik. Di salah satu sisi lorong yang mereka jejaki tertulis:

    وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّـهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ

    “Dan janganlah sekali-kali kamu mengira Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim” (QS. Ibrahim [14]:awal ayat 42)

    Di sisi lain lorong tertulis:

    سَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

    “Orang-orang yang zalim itu kelak mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali” (QS. Asy-Syu‘ara’[26]:akhir ayat 227)

    قالوا: قد افتضحنا والله! ثم رموها في بردى نهر لهم، فمنهم من تاب من ذلك الفعل لما رأى، ومنهم من بقي على إصراره، وكان رئيس من بقي على ذلك الإصرار سنان بن أنس النخعي.

    Mereka berkata, “Demi Allah, kita sudah ketahuan”. Kemudian mereka melemparkan serpihan-serpihan keramik ke sungai Barada. Melihat keajaiban itu, sebagian mereka bertaubat dari apa yang mereka lakukan. Sebagian yang lain tetap mendesak. Kelompok ini dikepalai oleh Sinan bin Anas an-Nakha‘i.

    ثم أركب الأسارى من أهل بيت رسول الله صلى الله عليه وسلم من النساء والصبيان أقتابا يابسة مكشفات الشعور، وأدخلوا دمشق كذلك، فلما وضع الرأس بين يدي يزيد بن معاوية جعل ينقر ثنيته بقضيب كان في يده ويقول: ما أحسن ثناياه

    Para tawanan dari Ahlul Bait Rasulullah Saww yang terdiri dari perempuan dan anak-anak itu ditempatkan di atas pelana-pelana yang keras, rambut-rambut mereka tersingkap.
    Seperti itulah mereka digiring masuk ke Damaskus.
    Saat dipersembahkan kepala Imam Husain as di hadapan Yazid, ia mematuk gigi depan Imam Husain as dengan tongkat di tangannya seraya berkata, “Bagus nih gigi-giginya”.

    Referensi kitab:

    📕Muhammad bin Hibban bin Ahmad Abi Hatim al-Tamimi al-Basti, al-Tsiqat, juz 2 hal. 312-313, tahqiq: Muhammad ‘Abd al-Mu‘id Khan, cet. 1 (penerbit Dairah al-Ma‘arif al-‘Utsmaniyyah, 1393 H/1973 M)

    📕Abi Hatim Muhammad bin Ahmad at-Tamimi al-Basti, al-Sirah al-Nabawiyyah wa Akhbar al-Khulafa’, hal. 560-561, tashhih: Sayyid ’Aziz Bik dan kelompok ulama’, cet. 1 (Beirut: Muassasah al-Kutub al-Tsaqafiyyah, 1407 H/1987 M)~ Rahib/Pendeta Nasrani nan mulia… 🥺😢

    Seorang Pendeta Nasrani Syria yang shalih tertegun dan shock di depan gerejanya saat menyaksikan Kepala Imam Hussayn as diantara puluhan Kepala para Syuhaddah Karbala yang tertancap diujung-ujung tombaknya para pasukan terkutuk Yazid La yang baru datang dari padang Karbala-Iraq paska pertempuran yang sangat tak seimbang itu menuju Damaskus…

    Hamba Allah budiman tsb mengambil perbendaharaan gereja demi membayar dan menebus sejenak Kepala Imam Hussayn as agar bisa membersihkan Kepala Suci Imam Hussayn as berlumuran darah yang telah mengering bercampur dengan debu dan pasir di dalam gerejanya.
    Sambil tenggelam dalam isak tangisnya, Pendeta alim tsb memandikan dan membersihkan semua bagian dari Kepala Suci Al Hussayn as serta memberikan wangi-wangian diatas kepala nan Agung tsb sambil mengucapkan puji-pujian beserta syair duka mendalam atas musibah yang menimpa pelanjut estapet Pengorbanannya Ruhullah Isal as (Lord Jesus Christ) as…

    Setelah menyelesaikan pekerjaan mulianya yang menguras seluruh perasaan dan pikirannya, beliau telah menaruh Kepala Sucinya Imam Hussein as di dalam semacam box/kotak Indah yang berbau wangi dan menyerahkan kembali kepada komandan pasukan terkutuk tsb sambil berucap…

    “Demi Tuhan Penguasa semesta… Sekiranya kami kaum Nasrani mengetauhi adanya keledai keturunan dari seekor kedelai yang biasa ditunggangi oleh Ruhullah Isa/Lord Jesus saat menyiarkan Injil, maka kami akan menjaga dan mengasuh ya keturunan keledai tsb dengan sebaik-baiknya pemeliharaan dari kami dengan penuh Cinta Kasih!!!…” (Abi SORBAN) 

    Karena keadilan dan proses pertimbangan juga menjadi hal utama dalam berbagai sistem, platform seperti www.casinoscdn.com mengulas mekanisme transparan pada penawaran kasino berlisensi.

  • TANGAN ROSULLULOH MENERIMA JASAD SAYYIDAH FATIMAH DALAM QUBUR

    TANGAN ROSULLULOH MENERIMA JASAD SAYYIDAH FATIMAH DALAM QUBUR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ketikah Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib memasukkan jenazah istri tercinta, Sayyidah Fatimah Az-Zahra ke liang lahat, beliau menangis terisak-isak sehingga putranya Sayyidina Hasan berkata :

    “Wahai ayahku, gerangan apakah yang membuat dirimu menangis sedemikian rupa?”

    “Wahai putraku Hasan, aku teringat pesan kakekmu Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Kelak jika putriku Fatimah telah tiada wahai Ali, maka akulah yang akan pertama kali menerima jasadnya di liang lahat,” demikian jawab Sayyidina Imam Ali.

    “Dan demi Allah, wahai Hasan putraku, aku melihat tangan kakekmu Rasulullah SAW menerima jasad ibumu Fatimah. Aku melihat kakekmu Rasulullah SAW menciumi wajah ibumu Fatimah.”

    Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib kemudian berkata:

    “Wahai Rasulullah SAW, kini aku kembalikan amanah yang telah engkau berikan kepadaku. Aku kembalikan belahan jiwamu, yang dimana setiap engkau rindu akan surga, engkau cium wajah suci putrimu Sayyidah Fatimah Az-Zahra.”

    Itulah keistimewaan seorang Sayyidah Fatimah Az-Zahra, penghulu kaum muslimah di dunia. Dari rahim beliau, lahir Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Inilah dua cucu Rasulullah yang kemudian melahirkan para ulama’ yang menjadi panutan umat. Para habaib yang ada di Indonesia tak lain adalah anak cucu Sayyidah Fatimah yang sungguh-sungguh dalam mendakwah Islam kepada masyarakat Nusantara.

    Semoga kita semua dikumpulkan bersama keluarga suci Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafa’at Kanjeng Nabi Muhammad SAW kelak di akhirat. (CERITA PARA WALI)

    Aamiin Allohumma aamiin..

    Sayyidah Fatimah Az-Zahra.Al Fatihah

  • Kisah Terciptanya Hewan Babi, Tikus, dan Kucing di Kapal Nabi Nuh

    Kisah Terciptanya Hewan Babi, Tikus, dan Kucing di Kapal Nabi Nuh

    SORBANSANTRI.COM

    SorBan Santri- Ketika kapal Nabi Nuh masih berada diatas air ketika banjir besar. Kapal masih berlayar diatas air tanpa mengetahui kemana arah untuk dituju. Kerana tujuan semata hanya untuk menyelamatkan diri dari bencana air banjir tersebut. Malangnya, segala kotoran yang dibuang oleh para binatang membuat keadaan dikapal menjadi tambah bermasalah. Sehingga banyak menimbulkan penyakit bagi anak kapal yang tinggal didalamnya. Nabi Nuh hanya melihat dan diam dan menyerahkan urusan ini kepada Allah SWT. Nabi Nuh lalu bermohon agar dibukakan jalan keluar dari permasalahan ini.

    Maka Malaikat Jibril menemui Nabi Nuh dan memerintahkannya untuk mengusap dahi seekor gajah. Setelah arahan itu disampaikan maka Nabi Nuh AS mengusap dahi seekor gajah yang ada didepannya. Atas Kuasa Allah SWT maka keluarlah sepasang babi dari belalai gajah yang diusapkannya. Semua anak kapal yang menyaksikan tampak keheranan dengan peristiwa ajaib tersebut. Maka babilah yang akan menyapu bersih seluruh kotoran yang ada dikapal tersebut. Karena demikian itu adalah makanannya. Tampak Nabi Nuh lega masalah yang dihadapinya selesai.

    Malangnya,iblis telah menyusup didalam kapal bahtera yang dihuni oleh Nabi Nuh dan para pengikutnya. Lantas iblis membuat onar didalam kapal. Dia mengusapkan bagian belakang tubuh babi tersebut, lalu muncullah dari hidung babi tersebut sepasang tikus. Tikus tersebut menggigit-gigit papan papan dan barang-barang yang ada didalam kapal.

    “Dari mana sebab datangnya semua ini, sehingga semua barang-barang yang ada dikapal habis dan rusak” ucap Nabi Nuh keheranan. Maka Jibril mendatangi beliau dan memberitahukannya, bahwa yang melakukan ini semua adalah akibat iblis. Lantas Jibril menyampaikan kepada Nabi Nuh agar mengusap bagian belakang tubuh harimau. Maka Nabi Nuh mengusap bagian belakang tubuh harimau. Ketika Nabi Nuh mengusapnya maka keluarlah sepasang kucing yang kemudian segera memburu tikus-tikus yang ada didalam kapal. Begitulah Sejarah penciptaan babi, kucing, dan tikus di bumi.(abi sorban)

  • PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT

    PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril
    “Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

    “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

    “Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
    Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.

    “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
    “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya malaikat ibril lagi.
    “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.

    Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
    “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
    “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”

    Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.
    Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina muhammad….

    Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.
    Allahumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad….

    Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafaat baginda Rosulullah SAW.
    Aamiin.

    Yang like, komentar dan share status ini, Semoga kelak akan berkumpul bersama Rasulullah dan mendapatkan aliran syafa’at dari Baginda kita, Rasulullah Muhammad SAW.
    Amiin…

    Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad……

    (abi sorban)

  • Kalimat Yang Disampaikan Sunan Ampel kepada Sunan Kalijaga

    Kalimat Yang Disampaikan Sunan Ampel kepada Sunan Kalijaga

    Wali-Songo-1024x722

    Ojo Kagetan, Ojo Gumunan

    (Dhawuh Kanjeng Sunan Ampel kepada Kanjeng Sunan Kalijaga)

    cyberaswaja.online- Tulisan ini sebenarnya sudah disebarkan melalui status postingan di facebook dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat luas. Namun, melihat kondisi yang semakin giat menyerang NU, maka kami ingin mengangkat tulisan ini ke dalam website.

    Pola-pola dan cara-cara menyerang NU, penulis sarikan dari temuan-temuan di media sosial, baik di youtube, facebook, Grop WA, instagram sampai kepada twitter. Mereka yang menyerang itu bukan dan belum tentu orang NU. Karena di medsos siapa saja bisa ngomong apa saja, tanpa sumber yang jelas, maka jatuhnya bisa hoax dan ujaran kebencian. Kita masih kesulitan menelusur sumber tulisan itu, kecuali jika memiliki alat yang canggih untuk melacak sumber dan arah share-an informasi.

    1. Mengaku NU

    Pola pertama dengan merendahkan KH. Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU.

    Cara ini biasanya terucap dengan kata: “saya ini juga NU, tapi NU nya Mbah Hasyim Asy’ari bukan Said Aqil Siradj” ada lagi “Saya ini NU sejak lahir, tapi NU sekarang beda dengan NU nya Mbah Hasyim” dan masih banyak varian perkataan yang intinya merendahkan KH. Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU.

    Padahal kita bisa ber-NU ala Mbah Hasyim Asy’ari ya harus lewat jalurnya, yaitu PBNU. Harus ada sanad yang jelas, sehingga sanad keilmuwan NU itu bagaikan untaian emas dari Mbah Hasyim Asy’ari, Rais Akbar kepada Ulama dan Pimpinan NU sesudahnya.

    Pola kedua: Muncul pula kelompok-organisasi dan grop medsos liar yang mengaku NU dan Aswaja tapi hendak menggiring secara halus jama’ah yang polos untuk dijerumuskan menjelekkan NU.

    2. Mengaku Santri

    Dahulu banyak orang anti dengan kata Santri, dianggap kuno dan identik NU. Tapi, muncul sebuah gerakan halus dan senyap, khususnya di media sosial penggunaan kata “Santri” tapi malah menolak PBNU. Biasanya bergerak di grop-grop WA dan facebook, beberapa di instagram. Maka, pengguna media sosial jangan tertipu dan mudah kagum kalau ada yang mengaku-aku di medsos.

    3. Memusuhi Pimpinan NU

    Kyai Haji Said Aqil Siradj adalah Ketua Umum PBNU. Ketua Umum adalah amanah terpenting di NU. Marwah Ketua Umum PBNU sama juga Marwah NU.

    Pola saat ini, ada arus untuk membuat de-legitimasi (tidak percaya) kepada KH. Said Aqil Siradj, dengan segala fitnah yang ditujukan kepada beliau.

    Bukan hanya Ketua Umum, tapi juga Rais Aam dan Khatib Syuriah juga pernah difitnah. Semata-mata untuk de-legitimasi. Agar arah pikiran masyarakat umum: “Ketuanya aja kayak gitu, pasti NU yang dipimpin juga kayak gitu”.

    4. Memusuhi Banser

    Banser adalah anak dari GP. Ansor, sebuah Banom di NU. Penyerangan kepada Banser juga termasuk ke dalam nomor 3, yaitu : Membuat de-legitimasi. Kita tahu, komitmen Kebangsaan inilah yang senantiasa dijaga Banser, dan NU pada umumnya.

    5. Menyerang Tradisi dan Amaliyah

    Ini sudah dari dahulu. Tetap NU tetap istiqomah dan semakin kuat dengan menjelaskan dalil-dalil yang kuat.

    Dan fenomena organisasi nyempal adalah ingin “asal beda” dari NU dan jelekin NU. Tapi setelah NU nunjukkin dalil-dalil kuatnya, maka larinya kalau gak pake taktik “menyerupakan diri dengan NU” ya “menyerang Banser atau Kyai Said”

    Jangan terlalu mudah dan terpancing dengan postingan di medsos, di internet pada umumnya. Internet itu sebuah jagad sendiri, makanya disebut jagad maya atau dunia maya. Dunia yang luas dan siapa saja bisa dengan mudah menyebar hoax dan ujaran kebencian.

    Rumusnya hidup di era media sosial, internet dan dunia maya adalah “Ojo Kagetan, Ojo Gumunan” (Dhawuh Kanjeng Sunan Ampel kepada Kanjeng Sunan Kalijaga)

    Maka, segenap Jama’ah dan Jam’iyyah NU tetap Istiqomah dalam Dakwah.

    Pahami NU itu apa dan bagaimana. Kenali Para Ulama dan Pimpinan NU dan bagaimana adab bersikap kepada mereka. (abi sorban)

    NU bukan sekedar organisasi biasa maka keadaban harus tetap dipakai.

  • 9 JENDRAL TERHEBAT SEPANJANG SEJARAH ISLAM

    9 JENDRAL TERHEBAT SEPANJANG SEJARAH ISLAM

    Generasi-Shalahuddin-Al-Ayubi-1280x720

    SALAHUDDIN AL AYYUBI

    Dunia mengenalnya sebagai salah satu tokoh pemimpin terbesar. Dialah juga merupakan salah satu tokoh terbesar dalam Perang Salib. Namanya dikenal luas takkala ia dapat menaklukkan kerajaan Jerusalem yang ketika itu dipimpin oleh Guy The Lusignan Raja Jerusalem. Pasukan Shalahuddin dikenal sebagai pasukan yang pemberani dibawah pimpinannya. Bernama lengkap Salahuddin Al-Ayubi yang dikenal didunia barat sebagai Saladin terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi.

    1490682815170
    ABDULLAH BIN AAMIR

    Abdullah bin Aamir (bahasa Arab:عبدالله بن عامر ) adalah gubernur Busrha (647–656) dan merupakan jenderal militer yang sangat sukes pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin Utsman bin Affan. Dia dikenal atas kehebatannya dalam administrasi dan militer.

    Screenshot_201
    AMR BIN ASH

    Namanya adalah Amr bin Ash bin Wail bin Hisyam bin Said bin Sahm al-Qurasyi as-Sahmi. Di antara jasa besarnya adalah ketika Umar bin Khattab mengamanatinya untuk menaklukkan Mesir, dan dia berhasil menunaikan amanat tersebut. Amr merupakan salah seorang pahlawan bangsa Arab yang sangat terkenal, sekaligus seorang politisi yang cemerlang. Terkenal dengan kecerdasan dan kepintarannya mengatur siasat.

    Screenshot_202
    TARIQ BIN ZIYAD

    Thariq bin Ziyad (670 – 720) (Bahasa Arab: طارق بن زياد), dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto(Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M.

    Screenshot_203
    SYURAHBIL BIN HASANAH

    Adalah sahabat Muhammad. Dia merupakan salah satu komandan tersukes dalam pasukan Rasyidin, bertugas di bawah Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Dia merupakan salah satu komandan lapangan utama selama penaklukan Muslim di Suriah, bertugas sejak tahun 634 hingga kematiannya pada tahun 639 akibat wabah.

    Khalid-bin-Walid-Panglima-Perang-yang-Dipecat-Karena-Tak-Pernah-Berbuat-Kesalahan-1
    KHALID BIN WALID

    Khalid ibn al-Walid, atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya, terkenal sebagai panglima tertinggi untuk Nabi Muhammad dan penerus-penerusnya. Dibawah kepemimpinan militernya lah Arabia untuk pertama kalinya dalam sejarah membentuk entitas politik yang bersatu, Kekhalifahan.

    Mengkomandani pasukan muslim yang baru, dia tak terkalahkan lebih dari seratus pertempuran termasuk melawan Kekaisaran Byzantium, Kekaisaran Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka termasuk juga suku-suku Arab di luar kekuasaan Khalifah. Pencapaian strategis dia ialah penaklukan Arab, Persia Mesopotamia dan Suriah Romawi hanya dalam waktu empat tahun pada tahun 632 ke 636. Kemenangan-kemenangan yang terkenal darinya ialah kemenangan telak pada Pertempuran Yamama, Pertempuran Ullais dan Pertempuran Firaz, dan kesuksesan taktis pada Pertempuran Walaja dan Pertempuran Yarmuk.

    57990_09461711092019_muhamad_al_fatih
    MUHAMMAD AL FATIH

    Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.

    Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

    Screenshot_204
    SA’AD BIN ABI WAQQASH

    Kepahlawanan Sa’ad bin Abi Waqqas tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan Islam melawan melawan tentara Persia di Qadissyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.

    Bersama tiga ribu pasukannya, ia berangkat menuju Qadasiyyah. Di antara mereka terdapat sembilan veteran perang Badar, lebih dari 300 mereka yang ikut serta dalam ikrar Riffwan di Hudaibiyyah, dan 300 di antaranya mereka yang ikut serta dalam memerdekakan Makkah bersama Rasulullah. Lalu ada 700 orang putra para sahabat, dan ribuan wanita yang ikut serta sebagai perawat dan tenaga bantuan.

    Pasukan ini berkemah di Qadisiyyah di dekat Hira. Untuk melawan pasukan Muslim, pasukan Persia yang siap tepur berjumlah 12O ribu orang dibawah panglima perang kenamaan mereka, Rustum.

    12-1
    ABU UBAIDAH BIN ALJARRAH

    Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Mekkah yang termasuk paling awal untuk memeluk agama Islam. Ia ikut berhijrah ke Habasyah (saat ini Ethiopia) dan kemudian, Ia hijrah ke Madinah. Ia mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Ia merupakan salah satu calon Khalifah bersama dengan Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

    Setelah terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah, Dia ditunjuk untuk menjadi panglima perang memimpin pasukan Muslim untuk berperang melawan Kekaisaran Romawi. Ia meninggal disebabkan oleh wabah penyakit.

  • ANDAIKAN TETESAN DARAH RASULULLAH SAW MENYENTUH TANAH

    ANDAIKAN TETESAN DARAH RASULULLAH SAW MENYENTUH TANAH

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Saat Rasulullahﷺ terluka
    Gigi geraham beliau patah, bibir bawahnya sobek, dahi dan keningnya yang mulia juga bercucuran darah

    Rasulullah malah tak henti menadahi tetesan darah itu dan mengusapkan ke dadanya agar jangan menetes ke tanah meski dalam keadaan genting sekalipun

    Setelah perang mereda seorang Sahabat memberanikan diri bertanya perihal perilaku beliau tersebut;

    Dengan lemah lembut Rasulullah pun menjawab :
    Aku mendengar apa yang tidak kalian dengar
    Malaikat penjaga gunung berkata: kalau ada setetes darahku menyentuh bumi, maka Allah akan menurunkan adzab dari langit kepada mereka yang memerangiku

    Mendengar jawaban itu para Sahabat kembali bertanya, “Mengapa engkau tidak mendoakan para musuh Allah itu supaya celaka?” ⠀

    Rasulullah kembali menjawab:
    Sungguh aku tidak diutus untuk melaknat, tetapi berdakwah dan menyebarkan rahmat kepada semesta alam. ⠀

    “Ya Raab berilah hidayah kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

    (red)

  • MENGUJI KEWALIAN GUS DUR

    MENGUJI KEWALIAN GUS DUR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Tuan Guru Turmudzi Uji Kewalian Gus Dur, Ulama terkemuka dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Turmudzi Badruddin merupakan sahabat Gus Dur, dan orang yang sangat mempercayai kewalian Gus Dur, bahkan, ia sempat menguji, apakah Gus Dur termasuk wali atau bukan.

    Bagaimana ia menguji kewalian Gus Dur? Kisahnya bermula ketika Gus Dur meninggal dunia. Berita meninggalnya Gus Dur sekitar pukul 7 malam 30 Desember 2011 itu dengan cepat tersebar ke seluruh penjuru dunia dan seluruh masyarakat pun terkejut akan kejadian tersebut.
    />
    Ia bersama dengan rombongan malam itu pun langsung mencari tiket untuk penerbangan esok hari ke Surabaya untuk mengikuti pemakaman Gus Dur di Jombang. Kebetulan sekali, tibanya pesawat jenazah Gus Dur dari Jakarta dan penerbangan dari NTB hampir berbarengan.

    Dengan pengawalan, jenazah Gus Dur bisa melaju cepat dari Surabaya ke Jombang, sementara ia mengikuti dari belakang rombongan tersebut.

    Sayangnya, begitu memasuki Jombang mobil rombongan yang ditumpangi ketinggalan jauh dari mobil jenazah Gus Dur karena tumpah ruahnya para peziarah yang memasuki Jombang.

    Kemacetan pun sangat parah, mobil-mobil semuanya menuju pesantren Tebuireng, untuk mengikuti prosesi pemakaman. Karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa, ia pun mengajak teman-temannya berdoa.

    “Mari kita baca surat Alfatihah, jika Gus Dur benar-benar wali, maka kita akan diberi kemudahan,” katanya ketika berbincang dengan NU Online disela-sela rapat pleno PBNU di kompleks pesantren Krapyak Yogyakarta.

    Tiba-tiba saja, terdapat motor pengawalan (forider), yang memintanya untuk cepat-cepat bergerak sehingga ia dengan lancar dapat memasuki kompleks pesantren dengan gampang dan setelah itu, motor pengawal tersebut pun menghilang. (abi sorban)